Anda di halaman 1dari 21

PROSPEKTING DAN EKSPLORASI GEOTHERMAL

ALAN MARYO SINAGA I DELLA SEPTIANI I MOHAMAD HARIST SAMPURNA I RISNA OKTAVIANI I TRI FEBRI RAMADHAN T E K N I K P E R M I N YA K A N ( R E G U L E R ) B 2 0 1 1

INTRODUCTION
Berdasarkan statistical world review yang dirilis oleh British Petroleum pada bulan Juni 2012, cadangan terbukti minyak di dalam perut bumi Indonesia hanya tersisa sekitar 4 miliar barel per akhir tahun 2011. Dengan asumsi produksi minyak mentah dalam negeri adalah 942 ribu barel per hari maka secara matematis minyak-minyak tersebut akan habis dalam waktu tidak lebih dari 12 tahun.

Gas dan batubara, sama halnya dengan minyak bumi, adalah sumber energi yang tidak terbarukan. Bergantung secara mutlak kepada kedua jenis sumber energi tersebut sebagai alternatif bukanlah pilihan yang bijak mengingat mereka juga sewaktu-waktu dapat habis serta penggunaan energi yang tidak ramah lingkungan. Oleh sebab itu, porsi pemanfaatan energi baru terbarukan harus mulai ditingkatkan salah satunya adalah GEOTHERMAL

MENGAPA GEOTHERMAL ??
Panasbumi merupakan sumber energi terbarukan, sehingga apabila tidak secepatnya dimanfaatkan akan hilang karena waktu dan terlewatkan begitu saja. Energi panasbumi merupakan energi yang dapat berpotensi untuk memacu pengembangan daerah yang terdapat sumber panasbumi, baik untuk pembangkit listrik maupun untuk kegunaan lain.

Selain itu pemanfaatan panasbumi telah dinyatakan sebagai energi yang bersih.

TAHAPAN SURVEI EKSPLORASI GEOTHERMAL


1. 2. 3. 4. Survei pendahuluan Studi vulkanologi Pemetaan dan struktur geologi Survei geofisika

5.
6.

Survei geokimia
Pemboran eksplorasi

ENERGI PANAS BUMI INDONESIA


1. Energi panas bumi "uap basah"

2. Energi panas bumi "air panas"


3. Energi panas bumi "batuan panas"

ENERGI PANAS BUMI INDONESIA


1. Energi panas bumi "uap basah"
Uap basah yang keluar dari perut bumi pada mulanya berupa air panas bertekanan tinggi yang pada saat menjelang permukaan bumi terpisah menjadi kira-kira 20 % uap dan 80 % air. Atas dasar ini maka untuk dapat memanfaatkan jenis uap basah ini diperlukan separator untuk memisahkan antara uap dan air. Uap yang telah dipisahkan dari air diteruskan ke turbin untuk menggerakkan generator listrik, sedangkan airnya disuntikkan kembali ke dalam bumi untuk menjaga keseimbangan air dalam tanah.

SKEMA PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK PEMANFAATAN ENERGI PANAS BUMI "UAP BASAH"

ENERGI PANAS BUMI INDONESIA


2. Energi panas bumi "air panas"
Air panas yang keluar dari perut bumi pada umumnya berupa air asin panas yang disebut "brine" dan mengandung banyak mineral. Karena banyaknya kandungan mineral ini, maka air panas tidak dapat digunakan langsung sebab dapat menimbulkan penyumbatan pada pipa-pipa sistim pembangkit tenaga listrik. Untuk dapat memanfaatkan energi panas bumi jenis ini, digunakan sistem biner (dua buah sistem utama) yaitu wadah air panas sebagai sistem primemya dan sistem sekundernya berupa alat penukar panas (heat exchanger) yang akan menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin.

SKEMA PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK PANAS BUMI "AIR PANAS"

ENERGI PANAS BUMI INDONESIA


3. Energi panas bumi "batuan panas"
Energi panas bumi jenis ini berupa batuan panas yang ada dalam perut bumi akibat berkontak dengan sumber panas bumi (magma). Energi panas bumi ini harus diambil sendiri dengan cara menyuntikkan air ke dalam batuan panas dan dibiarkan menjadi uap panas, kemudian diusahakan untuk dapat diambil kembali sebagai uap panas untuk menggerakkan turbin. Sumber batuan panas pada umumnya terletak jauh di dalam perut bumi, sehingga untuk memanfaatkannya perlu teknik pengeboran khusus yang memerlukan biaya cukup tinggi

SKEMA PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK ENERGI PANAS BUMI "BATUAN PANAS"

EKSPLORASI GEOTHERMAL DI INDONESIA


Dari hasil survey dilaporkan bahwa di Indonesia terdapat 217 prospek panasbumi, yaitu disepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusatenggara dan kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan Sulawesi.

Survey yang dilakukan selanjutnya telah berhasil menemukan beberapa daerah prospek baru sehingga jumlahnya meningkat menjadi 256 prospek, yaitu 84 prospek di Sumatera, 76 prospek di Jawa, 51 prospek di Sulawesi, 21 prospek di Nusatenggara, 3 prospek di Irian dan 15 prospek di Maluku. Sistim panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistim hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>225oC), hanya beberapa diantaranya yang mempunyaitemperatursedang (150225oC).

PROSPEK GEOTHERMAL INDONESIA


Potensi panas bumi Indonesia terletak di 256 lokasi dan hampir setengahnya berada di kawasan konservasi dengan potensi 28,1 GWe atau setara dengan 12 barel minyak bumi untuk pengoperasian selama 30 tahun.

Data dari Kementrian ESDM menunjukkan bahwa dari potensi 40% panas bumi dunia, hanya 4% atau sekitar 1189 MWe saja yang dimanfaatkan di bumi Indonesia. Daerah panas bumi yang sudah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik baru 7 dari 256 lokasi atau sekitar 3% dengan kapasitas total terpasang 1189 MW.

PROSPEK GEOTHERMAL INDONESIA


Dalam grafik tersebut diperoleh potensi produksi sumur geothermal terus meningkat sejak pertama kali proses produksi dilakukan. Pada tahun 2025 diproyeksikan geothermal Indonesia dapat menghasilkan panas bumi sebesar 9500 MW atau setara dengan 400 ribu barel oil equivalen (boe) per harinya.

Dengan segala potensi yang dimiliki, Indonesia seharusnya mampu menjadikan panas bumi sebagai sumber energi utama dan menjadi acuan bagi negara lainnnya. Selama ini kita masih berkiblat pada selandia baru dan islandia dalam upaya pemanfaatan teknologi panas bumi.

PROSPEK GEOTHERMAL INDONESIA


Dalam aspek ekonomi, panas bumi adalah bentuk energi yang unik. Ia tidak dapat disimpan dan tidak dapat ditransportasikan dalam jarak jauh. Kondisi ini membuat panas bumi terlepas dari dinamika harga pasar. Selain itu panas bumi dapat menjadi alternatif yang sangat baik bagi bahan bakar fosil terutama untuk pemanfaatan pembangkit listrik sehinga dapat mengurangi subsidi energi. Dalam aspek lingkungan, limbah yang dihasilkan hanya berupa air yang tidak merusak atmosfer dan lingkungan. Limbah buangan air pembangkit panas bumi akan diinjeksikan jauh ke dalam lapisan tanah (reservoir) dan tidak akan mempengaruhi persediaan air tanah. Emisi CO2 nya pun hanya berkisar di angka 200 kg/MWh, jauh lebih rendah bahkan kurang dari setengah emisi yang dihasilkan oleh gas alam, minyak bumi, diesel ataupun batubara.

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN GEOTHERMAL


Keuntungan: 1.Bebas emisi(binary-cycle). 2.Dapat bekerja setiap hari baik siang dan malam 3.Sumber tidak fluktuatif dibanding dengan energi terbarukan lainnya(angin, Solar cell dll) 4.Tidak memerlukan bahan bakar 5.Harga yang kompetitive Kelemahan: 1. Cairan bersifat Korosif 2. Effisiensi agak rendah, namun ka rena tidak perlu bahan bakar,sehi ngga effiensi tidak merupakanfak tor yg sangat penting. 3.Untuk teknologi drysteam dan flash masih menghasilkan emisi walau sa ngat kecil.

ADA PERTANYAAN ??