Anda di halaman 1dari 0

25

BAB IV

PEMBAHASAN


A. Sekilas Tentang Buku Metode Gitar Klasik Modern Jilid 1 Karya Iqbal
Thahir
Buku metode gitar klasik modern jilid 1 adalah buku yang berisikan
materi yang ditujukan untuk pembelajaran dasar bermain gitar. Buku ini buah
karya penulis Iqbal Thahir yang dicetak pertama kali pada tahun 2003 oleh
PT. NUANSA BENING dan diterbitkan oleh PT. GRAMEDIA di tahun yang
sama.
Buku ini memiliki sampul berwarna hijau dengan tebal 135 halaman. Isi
buku terdiri dari dua bab bahasan materi pembelajaran, yaitu:
BAB 1 dengan sub bahasan :
1. Gitar
2. Posisi
3. Tata Istilah, dll
4. Musik
BAB 2 dengan sub bahasan :
pelajaran 1 sampai dengan pelajaran 12 yang di akhiri dengan
bahasan pelengkap berupa indeks symbol dan daftar pustaka.
Sebagai pendukung dari bahasan materi tersebut buku ini disertai dengan
media CD audio berisi audio dari sebagian sub bahasan materi yang berbentuk
etude.

25


26
B. Materi Pembelajaran Gitar Pada Buku Metode Gitar Klasik Modern
Jilid 1 Karya Iqbal Thahir
Di dalam bahasan ini penulis mendeskripsikan setiap materi
pembelajaran gitar yang terdapat di dalam buku Metode Gitar Klasik Modern
Jilid 1 Karya Iqbal Thahir, deskripsi dari materi tersebut adalahsebagai berikut:
a. Bab 1
Bab ini menjelaskan tentang hal - hal yang mendasar dalam
pembelajaran gitar. Bab ini dibagi ke dalam 4 sub bahasan yaitu:
1. Gitar
Menjelaskan tentang gitar dan bagian bagiannya, diagram leher gitar ,
dan menala gitar.
2. Posisi
Menjelaskan pembelajaran mengenai psisi duduk, posisi tangan kiri,
posisi ibu jari, posisi tangan kanan.
3. Tata Istilah
Materi tentang pemahaman istilah tanda-tanda jari, teknik petikan dan
istilah lain dalam pembelajaran gitar.
4. Musik
Mepelajari tentang pemahaman teori dasar tentang pengenalan symbol,
tanda dan istilah dalam teori dasar musik, yaitu tentang : not dan tanda
istirahat, nilai not, nilai tanda istirahat, tanda titik di depan not, nama-nama
nada, tanda aksidental, tanda kunci, tanda mula, tanda tempo, tanda dinamik,
tanda ulang, dan diagram tempat penulisan not.


27
b. Bab 2
Bab ini berisikan materi latihan bermain gitar dengan memuat tiga
pelajaran dasar yaitu not, ritme dan teknik. ketiga pelajaran tersebut di tuangkan
ke dalam 12 materi pembelajaran gitar secara bertahap. Setiap bahasan materi
pembelajaran dalam bab 2 selalu disertai oleh tiga komponen materi tersebut,
yaitu:
1. Not
Materi ini bertujuan untuk memberikan pengenalan tentang posisi atau
letak not balok pada garis paranada dengan posisi atau letak not tersebut
pada gitar
2. Ritme
Materi pembelajaran ini dibagi ke dalam dua bahasan materi yaitu tanda
birama dan bentuk dan nilai not. Materi Tanda birama merupakan bahasan
tentang pengenalan terhadap jenis birama itu sendiri secara bertahap.
Materi bentuk dan nilai not merupakan bahasan tentang pengenalan bentuk
visual not dengan nilai hitungan yang berlaku untuk not tersebut.
3. Teknik
Materi pembelajaran ini berisi materi untuk meningkatkan ranah
psikomotorik siswa. Berupa latihan singkronisasi jari tangan kanan dan
tangan kiri.
Dalam tiap bagian materi pembelajaran pada bab 2 dari pelajaran 1 sampai
pelajaran 12 secara bertahap terdapat pengembangan dari ketiga komponen
materi tersebut.


28
C. Tahapan Materi Pembelajaran Gitar Pada Buku Metode Gitar Klasik
Modern Jilid 1 Karya Iqbal Thahir
Buku Metode Gitar Klasik Modern Jilid 1 merupakan sample buku teks
dari bidang metode pembelajaran alat musik gitar yang penulis pilih untuk
dianalisis. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang permasalahan
mengenai tahapan materi pembelajaran gitar menurut struktur pembelajaran yang
terdapat dalam setiap pembahasan dalam buku teks Metode Gitar Klasik
Modern Jilid 1, tahapan materi pembelajaran yang tersusun dan terencana akan
menentukan keberhasilan tujuan proses pembelajaran.
Deskripsi dari tahapan materi pembelajaran gitar pada bukuMetode Gitar
Klasik Modern jilid 1 karya Iqbal Thahir.
1. Tahapan Materi Pembelajaran Gitar Bab 1
a. Gitar
Materi pelajaran pada buku ini di awali dengan bahasan Gitar.
Tahapan pertama pada bahasan gitar adalah tentang gitar dan bagian-
bagiannya yang berisi tentang pemahaman dan pengenalan bentuk
organologi dari instrument gitar klasik . Bagian gitar terbagi ke dalam tiga
bagian utama yaitu kepala, leher, dan badan gitar. Sebagai tambahan dari
penjelasan tentang bentuk anstrumen gitar beserta bagian-bagiannya di
dalam buku ini di tampilkan sebuah gambar gitar dengan keterangannya.
Seperti di bawah ini:


29
Gambar 4.1 Bagian-Bagian Gitar
Tahapan selanjutnya dalam pokok bahasan gitar ini membahas
tentang diagram leher gitar, ilustrasi yang di tampilkan adalah sebagai
berikut :
Gambar 4.2 Bagan Leher Gitar


30
Bahasan ini menjelaskan tentang bagian neck/leher gitar,
pemahaman tentang urutan posisi fret nada, dan urutan dawai. Posisi I
dalam fret gitar adalah posisi kolom pertama di bawah kepala gitar, posisi
dua dan seterusnya secara urut setelah kolom pertama sampai kolom
terakhir yang terdapat dalam finger board gitar, uumnya gitar klasik
memiliki 24 fret/kolom, itu berarti dalam istilah posisi terdapat 24 posisi ,
penulisan tentang tanda posisi pada fret gitar ditulis dengan angka romawi,
yaitu posisi I, II , III, IV .. dan seterusnya. Urutan dawai pada
pembelajaran gitar di tulis dengan angka dalam sebuah lingkaran, yaitu
menunjukan dawai nomor 1 (dawai yang letaknya ada pada urutan paling
bawah atau dawai yang mempunyai nada paling tinggi), menunjukan
dawai urutan kedua dari bawah ,menunjukan dawai urutan ke tiga dari
bawah,menunjukan dawai urutan ke empat dari bawah,menunjukan
urutan dawai ke lima dari bawah,dan adalah dawai paling atas.
Materi selanjutnya pada bahasan gitar adalah menala gitar. Secara
umum nada dari dawai gitar pada posisi 0 ( lost senar ) berurutan dari
bawah adalah E, B, G, D, A, dan E. untuk menentukan nada tersebut pada
susunan dawai gitar kadang menjadi satu masalah bagi seagian orang yang
belajar instrument gitar. alternatif cara menala gitar pada buku metode
gitar klasik modern jilid 1 adalah menentukan nada dasar dengan
mempergunakan misalnya garpu tala yaitu nada A=440 Hz kemudian
samakan tinggi nada tersebut dengan dawai posisi V. selanjutnya adalah
menyamakan tinggi nada dawai posisi 0, dengan dawai posisi V,


31
dawai posisi 0, dengan dawai posisi IV, dawai posisi 0, dengan
dawai posisi V, dawai posisi 0 dengan dawai posisi V, dawai posisi 0
dengan dawai posisi V.
Dari bahasan materi gitar mempelajari dan memahami tentang
bentuk organologi dari sebuah instrument yang akan dipelajari merupakan
hal penting untuk pemahaman bentuk dan karakter serta fungsi dari
bagian-bagian badan alat tersebut. memahami dan mengerti apa yang di
maksud dengan posisi pada fret gitar dan susunan urutan tanda nomor
dawai pada gitar adalah penting sebagai dasar untuk membaca partitur
karya yang akan di mainkan, tanda tersebut akan sering muncul pada
sebagian karya gitar. Cara menala gitar yang diambil adalah alternatif
termudah dan sederhana yang secara umum biasa dipakai.
b. Posisi
Bahasan kedua dalam bab 1 adalah pemahaman tentang posisi.
Tahapan materi pertama yang menjadi bahasan adalah posisi duduk,
ilustrasi yang di tampilkan adalah:
Gambar 4.3 Posisi Duduk


32
Posisi duduk adalah masalah teknik yang akan mendukung
kemudahan dalam bermain gitar, dengan posisi duduk yang benar maka
akan mendapatkan satu kenyamanan dalam bermain gitar, secara tertulis
dijelaskan duduklah dengan tegak dan santai, letakan kaki pada foot stool
(alat penyangga kaki, yang digunakan pada kaki yang dipakai sebagai
tumpuan badan gitar, bertujuan untuk menambah kenyamanan dan
menambah nilai artistik secara visual dalam penampilan), kaki yang
satunya dipakai sebagai penahan ujung bawah badan gitar dengan sedikit
terbuka disesuaikan dengan kenyamanan yang dirasakan paling ideal,
tangan yang dipakai untuk memetik dawai posisi pergelangan tangan
sedikit di bawah sikut berada pada bagian yang sejajar dengan bridgel
(jembatan tempat tumpuan ikatan pangkal dawai), tangan yang satunya
berada pada neck atu leher gitar dengan posisi jari siap menekan dawai
kecuali ibu jari yang berada pada bagian belakang leher gitar.
Tahapan materi selanjutnya dalam bahasan posisi adalah posisi
tangan kiri yang dibagi ke dalam dua sub materi yaitu yang pertama posisi
ketika menekan dawai bernada tinggi, dengan ilustrasi:
Gambar 4.4 Posisi Jari Kiri (a)
Yang perlu di perhatikan adalah kelengkungan ruas jari tangan
haruslah menekuk ke luar, terutama jari kelingking yang sedikit susah


33
untuk di arahkan. Perlu banyak berlatih dan membiasakan diri untuk
mendapat teknik posisi yang benar.
Sub materi kedua pada bahasan materi posisi tangan kiri adalah
posisi jari tangan kiri ketika menekan dawai bernada rendah, yang harus
diperhatikan adalah posisi pergelangan tangan yang harus sedikit di tarik
ke bawah dan di dorong ke depan, antara pergelangan sampai ujung jari di
usahakaan membentuk seperti bentuk setengah lingkaran dengan tujuan
telapak tangan tidak menghalangi dawai yang berada di bawah dawai yang
di tekan. ibu jari menempel ringan di bagian belakang leher gitar dan di
tarik ke bawah sesuai dengan kebutuhan. Ilustrasi yang di gambarkan
adalah:
Gambar 4.5 Posisi Jari Kiri (b)
Tahapan materi pada bahasan posisi selanjutnya adalah posisi ibu
jari kiri(lihat gambar 4.6).
Gambar 4.6 Posisi Ibu Jari Kiri


34
Posisi ibu jari sejajar dengan jari tengah, dapat bergerak ringan ke atas dan
ke bawah, apabila sedang menekan dawai bernada tinggi misal dawai
maka ibu jari naik ringan ke atas, tetapi jangan melewati batas leher gitar
bagian atas atau jangan sampai terlihat dari depan. Tekanan ibu jari
danjurkan untuk seringan mungkin, hal ini penting karena tekanan yang
berlebihan dapat menyebabkan ketegangan yang akan menghambat
pergerakan jari lainnya pada saat menekan dawai sehingga akan
mempengaruhi pada kecepatan jari kiri.
Selanjutnya adalah sub materi tentang posisi tangan kanan, ilustrasi
yang di tampilkan adalah:
Gambar 4.7 Posisi Jari Kanan
Jari yang digunakan untuk memetik dawai harus memiliki teknik
yang bagus agar suara yang dihasilkan dari petikan tersebut maksimal,
posisi jari terhadap dawai hampir 90 derajat, posisi ibu jari berhadapan
dimuka jari lainnya. Sub materi posisi jari kanan adalah materi teakhir dari
bahasan posisi.
c. Tata Istilah
Tata istilah adalah materi yang menerangkan tentang nama dan
simbol-simbol yang berhubungan dengan masalah teknis bermain gitar,
tahapan awal dari bahasan materi ini adalah tanda-tanda jari, penjelasan


35
tentang simbol dan nama jari-jari tangan kanan yaitu: ibu jari disebut
sebagai pulgar, dilambangkan dengan p. Jari telunjuk disebut indice,
dilambangkan dengan i. Jari tengah disebut sebagai medio, dilambangkan
dengan m. Jari manis disebut anular, dilambangkan dengan a. Jari
kelingking disebut chico, dilambangkan dengan ch. Untuk memperjelas
keterangan tersebut di tambahkan ilustrasi seperti dibawah ini:
Gambar 4.8 Tanda nama jari kanan
Selanjutnya adalah keterangan tentang jari tangan kiri, jari yang
digunakan untuk menekan dawai memiliki tanda atau simbol berupa angka
yaitu 1 sampai dengan 4 dengan penempatan angka sebagai berikut : 1
untuk jari telunjuk, 2 untuk jari tengah, 3 untuk jari manis dan 4 untuk jari
kelingking, untuk ibu jari dari tangan kiri tidak bernomor. Keterangan
tersebut di perjelas dengan gambar di bawah ini:
Gambar 4.9 Tanda Nomor Jari Kiri


36
Selanjutnya melangkah pada materi teknik petikan, secara umum
teknik petikan dalam bermain gitar klasik terdapat dua jenis petikan yaitu
apoyando dan tirando. Dalam buku metode gitar klasik modern jilid 1 juga
terdapat dua jenis petikan yaitu apoyando yang diartikan sebagai petikan
bersandar. Di jelaskan bahwa dalam teknik petikan ini jari yang memetik
tidak diangkat melainkan langsung disandarkan pada dawai diatasnya.
Jenis petikan yang terakhir adalah tirando/al-air yang diartikan sebagai
petikan tidak bersandar, artinya pada saat setelah jari memetik dawai, jari
langsung diangkat; tidak menyentuh dawai manapun.
Tanda-tanda lain adalah sebagai materi penutup dalam bahasan tata
istilah ini. Berupa keterangan pengulangan dan penjelas dari bahasan gitar
sub materi menla gitar, yaitu menerangkan bahwa angka yang dilingkari
(, , , , , dan ) menunjukan dawai gitar, angka yang tidak dilingkari
(1, 2, 3, dan 4) menunjukan jari kiri, dan angka romawi (I, IV,IX, dll.)
menunjukan urutan posisi/fret pada leher gitar/neck.
d. Musik
Musik adalah bahasan terakhir dalam bab 1, berisikan tentang
bahasan teori dasar musik secara singkat. Berbicara tentang musik, dalam
buku ini musik kalau dianalogikan kedalam sebuah kata bahasa,maka
dalam berbahasa kita mengenal huruf yang melambangkan fonem. Fonem
tersusun menjadi sebuah kata, kata-kata yang sisusun akan menjadi sebuah
kalimat, dan gabungan kalimat akan membentuk sebuah wacana. Analog
dengan hal tersebut, not adalah melambangkan nada, nada tersusun


37
menjadi sebuah kata dan kumpulan kata serta kalimat lagu sebelum
akhirnya menjadi sebuah komposisi musik.Belajar bermain gitar adalah
mempelajari musik dengan perantara instrument gitar, maka sebelumnya
harus mempelajari unsur-unsur bahasa musik yang disebut dengan teori
dasar musik.
Tahapan materi pembelajaran tentang bahasan musik dalam buku
metode gitar klasik modern jilid 1 adalah :
1. Not Dan Tanda Istirahat
Materi tentang pengenalan nama not dan tanda istirahat yang di
jabarkan kedalam tabel seperti dibawah ini:

Tabel diatas menunjukan nama not dan tanda istirahat secara
bersamaan dengan singkat dan jelas. Pejelasan tambahan dari sub
materi ini adalah pemahaman visual mengenai kemungkinan bentuk
yang terjadi dalam penulisan sebuah not, salah satu contoh seperti
yang tertulis di bawah ini:


38

kemungkinan tulisan yang bisa terjadi pada not 1/16.
2. Nilai Not
Tahapan materi pembelajaran yang membahas tentang
kemungkinan penulisan notasi yang bisa terjadi dari sebuah nilai yang
dimunculkan. Digambarkan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini:



3. Nilai tanda istirahat
Penjelasan tentang nilai tanda istirahat merujuk pada tabel dari
materi satu yaitu not dan tanda istirahat, artinya nilai tanda istirahat
sama dengan nilai not yang berada di sampingnya.
4. Tanda titik di depan not


39
Penjelasan tentang fungsi tanda titik yang ada pada sebuah not, jika
titik itu berjumlah satu itu berarti bahwa nilai not tersebut ditambah
dari nilai not yang memiliki titik itu sendiri. Penjelasan secara
visualnya adalah sebagai berikut:

Not yang memiliki dua titik berarti memiliki nilai tambahan dan
dari nilai not itu sendiri. Begitu pula jika terjadi pada tanda istirahat,
nilai yang berlaku akan sama persis seperti pada not.
5. Nama-nama nada
Tahapan selanjutnya pada bahasan musik adalah pengenalan nama
nada dalam notasi balok posisi natural C = Do pada sebuah garis
paranada dengan tambahan nama-nama nada dalam sebagian bahasa
seperti yang diilustrasikan dibawah ini:



40
6. Tanda Aksidental
Tanda aksidental diartikan sebagai tanda yang berfungsi untuk
membuat perubahan nada sementara pada sebuah lagu, berupa tanda
yang berfungsi untuk menaikan, menurunkan, dan membatalkan secara
sementara dari nada yang diberikan tanda aksidental tersebut. Jenis dan
nama serta pengertian dari tanda-tanda aksidental tersebut dijelaskan
kedalam bentuk tabel di bawah ini:

7. Tanda Kunci
Materi ini menjelaskan tentang fungsi dan jenis tanda kunci, tanda
kunci diartiakan sebagai tanda yang berfungsi untuk menunjukan
bahwa garis paranada tertentu ditujukan untuk satu nada tertentu.
Tanda kunci terbagi ke dalam 5 jenis tanda kunci yaitu seprti yang
digambarkan dalam tabel berikut:



41
8. Tanda Mula
Dikatakan bahwa tanda mula berfungsi untuk mennentukan nada
dasar yang akan digunakan dalam sebuah karya musik. Penempatannya
berada diawal garis paranada pada seluruh partitur. Ilustrasi yang di
tampilkan adalah:


Dalam bahasan ini tidak ada penjelasan mengenai tanda aksidental
yang digunakan sebagai tanda yang menyebabkan perubahan nada
dasar tersebut.
9. Tanda tempo
Tahapan materi tentang tempo berisikan tentang pengenalan nama
tanda tempo tersebut, tanda tempo dikatakan sebagai tanda yang
menunjukan cepat lambatnya lagu yang dimainkan. Not dijadikan
dasar untuk penentuan hitungan dalam menit, misalkan andante yang
berada pada hitungan antara 60 80, artinya dengan tempo andante
tiap menit berarti menggunakan 60 s/d 80 not .
Tanda tempo yang dikategorikan ke dalam tempo cepat adalah
(dari yang tercepat) prestisimo, presto, vivace, assai, dan alegro.
Kategori tempo sedang adalah alegreto, moderato, andantino, dan


42
andante. Terakhir adalah kategori lambat yaitu largheto, adagio, lento,
largo dan terakhir yang paling lambat yaitu grave.
10. Tanda Dinamik
Dikatakan bahwa sebuah lagu tidak terlepas dari unsur keindahan,
selain karena hubungan harmonisasi antara nada baik vertikal dan
horisontal faktor lain yang mempengaruhi adalah unsur rasa dari
seorang pencipta karya atau pemain dalam memainkan tempo dan
keras lembutnya suara (dinamik).
Jenis tanda dinamik itu diantarnya pianissimo ( pp) kalau dalam
sebuah partitur karya kita menemukan tanda dinamik tersebut berarti
pada bagian tersebut dimainkan dengan suara sangat lembut, piano ( p)
dimainkan dengan lembut, mezzo forte ( mf ) dimainkan denga sedikit
keras ( sedang ), forte ( f ) dimainkan dengan suara keras, dan
fortissimo ( ff ) dimainkan dengan sangat keras.
Tanda dinamik yang lainnya adalah
Crescendo, tanda agar musik dimainkan semakin
lama semakin keras ( fade in )
Decrescendo , tanda agar musik dibunyikan
semakin lama semakin pelan ( fade out ) kebalikan
dari crescendo.
11. Tanda Ulang
Disamping nada, tempo dan dinamika hal lain yang perlu di
perhatikan dalam memainkan sebuah karya musik adalah susunan


43
perjalanan dari permainan karya tersebut. Pada sebagian karya musik
terdapat beberapa kalimat lagu yang harus diulang dalam
memainkannya.
Materi ini menerangkan secara singkat tentang tanda-tanda
pengulangan yang akan di temukan dalam sebuah karya gitar.
12. Diagram Tempat Penulisan Not
Tahapan terakhir dalam bahasan musik adalah menerangkan
tentang gambaran umum dari ketentuan penulisan dan fungsi unsur
bahasa musik secara singkat, sehingga kesemua unsur itu menjadi satu
kesatuan yang satu sama lain saling mendukung dan saling
membutuhkan sesuai dengan fungsi dan ketentuannya.
Secara garis besar bab 1 menjelaskan tentang hal mendasar dalam
tahapan proses belajar gitar, belum masuk ke dalam tahap pembelajaran
instrumen secara khusus namun lebih pada unsur non teknis yang akan
menjadi satu kebutuhan dasar yang harus dikuasai sebagai landasan pokok
dalam belajar musik. Materi dari bab 1 merupakan tahap awal belajar gitar
dalam pengembangan kemampuan ranah afektif dan kognitif melalui tahapan
materi pengenalan bentuk organologi gitar sebagai subjek yang harus dikenal,
pengetahuan tata cara menggunakan dan memegang gitar dengan sikap dan
posisi yang benar, dan unsur-unsur teori dasar yang harus dipelajari dalam
belajar musik.




44
2. Tahapan Materi Pembelajaran Gitar Bab 2
Dalam bab 2 terdapat tiga bahasan pokok yang dijadikan sebagai landasan
materi pembelajaran yaitu not, ritme dan teknik. ketiga materi tersebut dibahas
secara terpisah dengan tujuan agar dalam mempelajarinya dapat lebih fokus
terhadap bahasan materi tersebut. Di dalam setiap pelajaran yang disajikan, ketiga
bahasan materi tersebut menjadi bagian paling pokok dalam setiap tahapan
pelajaran gitar dalam buku ini yang membedakannya adalah isi dan
pengembangan dari ketiga materi tersebut.
Tahapan materi dan bahasan materi bab 2 terdiri atas 12 pelajaran yaitu:
1. Pelajaran Satu
Seperti apa yang telah disebutkan di awal ulasan materi pelajaran
bab dua bahwa setiap pelajaran memiliki tiga bahasan pokok yaitu not,
ritme dan teknik. Bahasan not dalam pelajaran satu adalah mengenal not
G/sol dan F/fa pada sebuah garis paranada dan aplikasinya kedalam
permainan gitar.

menjelaskan bahwa nada G/sol ditulis diatas garis paranada no 5
dibunyikan di gitar pada senar posisi III (fret ke tiga). Dan nada F/fa
ditulis tepat pada garis paranada ke 5 dan di bunyikan di gitar pada senar
posisi I (fret pertama), petikan di lakukan dengan teknik apoyando dan
tirando. Materi selanjutnya adalah ritme, pada pelajaran 1 ritme tahapan
materi awal adalah mengenal tanda birama dan nilai not. Tanda birama


45
yang deiperkenalkan pada pelajaran satu adalah tanda birama 3/4 dengan
penambahan keterangan tentang fungsi dari tanda birama tersebut, angka 3
menunjukan jumlah hitungan atau ketukan yang terdapat dalam setiap
birama, dan angka 4 menunjukan nama not yang mempunyai nilai
hitungan satu ketuk, kalau angka tersebut 4 maka not 1/4 mempunyai nilai
satu ketuk.
Tahapan selanjutnya adalah mengenal bentuk dan nilai not sebagai
pnguat dari bahasan bab satu tentang musik. pada pelajaran 1 bentuk dan
nilai not yang diperkenalkan adalah not 1/4 dengan ilustrasi:

selanjutnya adalah mengaplikasikan materi yang telah di pelajari
kedalam permainan gitar dengan bentuk latihan ritmik pada nada G dan F
dalam birama 3/4 ,


Dimainkan dengan jari kiri 3 menekan dawai di posisi III untuk
nada G/sol, dan jari kiri i dan m memetik dawai no dengan urutan
petikan i-m-i-m-i-m. dan seterusnya bergantian secara kontinue.
Pergunakan metronom atau ketukan kaki sebagai alat bantu hitungan (jaga
kekonstanan dari ketukan apabila menggunakan kaki ).


46
Selanjutnya melangkah pada tahapan materi penggabungan antara
not dengan ritme, yaitu memainkan contoh latihan dengan tingkatan
kesulitan yang disesuaikan dengan bahasan materi not dan ritme pada
pelajaran 1. Pada pelajaran 1 bahasan sebelumnya dari materi not adalah
not G dan F, dan materi ritmik berupa tanda birama 3/4 dan not 1/4.
Bentuk latihan latihan yang dimainkan adalah variasi nada G dan F dengan
birama 4/4. Salah satu contoh latihan yang juga ada dalam list audio CD
pendukung buku pada pelajaran 1 ini adalah latihan 2 yaitu:

Berlanjut pada materi pokok yang kedua yaitu Teknik, materi ini
bertujuan untuk melatih pengembangan kemampuan psikomotor, yaitu
melatih kemampuan dan keterampilan organ tubuh yang terlibat dalam
memainkan gitar. Dalam hal ini adalah melatih jari jari kanan dan kiri
dalam bermain gitar. penguasaan teknik yang baik akan mempermudah
dan memperindah permainan gitar. Pada lajaran 1 bahasan dari materi
teknik yang dilakukan yang pertama adalah sinkronisasi jari yaitu
menyesuaikan keseimbangan antara petikan jari kanan dengan tekanan jari
kiri. Bentuk dari susunan latihan yang dilakukan pada pelajaran satu
adalah: latihan pada dawai mengunakan i dan m pada jari kanan untuk
memetik secara bergantian i-m-i-m. dan seterusnya sesuaikan dengan
tekanan jari kiri yang juga bergantian yaitu jari 1 posisi I, jari 2 posisi


47
II, jari 3 posisi III., jari 4 posisi IV, kemudian lakukan lagi dengan
menggeser posisi awal tekanan jari kiri pada posisi II begitu seterusnya
sampai jari kiri 4 berada pada posisi XII, lalu memainkan formasi
kebalikannya yaitu bunyi pertama berawal dari tekanan jari kiri no 4,
secara berurutan mundur samapi jari 1 berada pada posisi I.
Selanjutnya adalah bahasan mengenai latihan jari kanan, latihan
dilakukan tanpa melibatkan jari kiri karna latihan ini dilakukan dalam
posisi 0 (lost senar).

Not D/dawai 3, B/dawai 2, dan E/dawai 1 pada birama 3/4 di bunyikan
dengan menggunakan jari p untuk dawai 3/nada D, jari i untuk dawai
2/nada B, dan jari m untuk dawai 1/nada D dengan teknik tirando.
Dilakukan secara berulang dengan susunan p-i-m, p-i-m.. dan
seterusnya. Kemudian lakukan dengan mengganti birama dengan birama
4/4 dengan formasi p-i-m-i, berulang terus menerus, terakhir adalah latihan
memetik dengan membunyikan dua dawai secara bersamaan, petik dawai
dengan jari p dan dawai dengan jari I kemudian d (dawai) dengan jari
m kalau diformasikan menjadi pi-m-pi-m, pi-m-pi-m




48
2. Pelajaran 2
Untuk membahas tahapan materi pembelajaran dari tiga materi
pokok pada pelajaran 2 dan seterusnya hanya akan mengulas tentang
bentuk pengembangan tahapannya saja, karena dalam pelajaran satu semua
tahapan, tujuan dasar umum dari ketiga materi (not, ritmik dan teknik)
tersebut telah diuraikan.
Dalam pelajaran 2 not yang di pelajari adalah nada D/re dan E/mi,
pengembangan dalam membunyikan ny adalah melibatkan dua dawai
yaitu d dan d letak nada tersebut pada gitar adalah D pada /III dan E
pada /0.Jari kiri yang dipakai untuk menekan nada D pada /III adalah
jari 3. dalam materi ritme tanda birama yang dibahas adalah birama 4/4
dan bentuk nilai not dari not 1/2 .

Bentuk latihan ritmik yang dilakukan adalah :

Tambahan lain dalam materi ritme adalah pengenalan tanda
istirahat 1/4 .



Bentuk latihan ritmik yang dilakukan :


49



berikutnya adalah latihan ritmik dengan melibatkan not 1/2 not 1/4
dan tanda istirahat 1/4 dengan beberapa variasi bentuk ritmik dari
gabungan ketiganya dalam birama 4/4.
Kemudian tahapan not dan ritme adalah membaca dan memainkan
variasi ritmik tersebut dengan kandungan not D, E, F,dan G.
Satu lagi tambahan tahapan materi dalam bab dua yaitu
mempelajari not vertikal. Not vertikal bisa diartikan sebaga not yang
posisi atau penempatan dalam garis paranada berada sejajar vertikal atau
dua not berbeda berbunyi pada satu ketukan yang sama, sehingga kedua
not tersebut akan berbunyi pada kaetukan atau hitungan yang sama.
Selajutnya pada pelajaran dua dalam materi teknik adalah
sinkronisasi jari masih melakukan latihan seperti pada sinkronisasi pada
pelajaran 1. dan untuk jari kanan adalah dengan tambahan satu dawai
dengan tambahan jari manis atau jari dengan symbol a di ikut sertakan
dalam latihan penjarian jari kanan ini. Formasi latihan yang dilakukan
adalah p-i- m-a, dengan susunan dawai . Dan formasi p- ima, p-ima
dan seterusnya dalam susunan dawai .

3. Pelajaran 3


50
Not yang dipelajari adalah not C/do pada d /I dan B/si pada d
/0. materi ritme membahas tanda birama 2/4, bentuk dan nilai not dari
.not penuh. Pengenalan bentuk Tanda istirahat 1/2 .Pada materi
teknik latihan sinkronisasi jari yang membedakan dengan pola sebelumnya
adalah petikan pertama di awali oleh jari m, susunan jarinya yaitu 1-2-3-4
untuk gerakan maju dan 3-2-4-1 untuk gerakan mundur, dipetik dengan
pola m-i-m-i. Pola latihan pada jari kanan d dengan p, d dengan m, dan
d dengan i. Formasi latihan p-m-i, kemudian p-m-i-m, dan terakhir
dengan formasi mp-i-mp-i.
4. Pelajaran 4
Tahapan pengmbangan materi pada pelajaran 4 Not yang di
pelajari adalah not A dan G pada d posisi II dan 0, tanda istirahat penuh
. pada bahasan not vertikal di pelajaran 4 mulai memperkenalkan
bentuk kord, kord merupakan kumpulan minimal 3 not yang ditulis dan di
bunyikan secara bersamaan. Kord C, Am dan Dm adalah kord yang di
perkenalkan di pelajaran 4.

Kord C Mayor d posisi I, d posisi 0, d posisi 0.
Kord A minor d posisi II, d posisi I, d posisi 0
Kord D minor d posisi III, d posisi I, d posisi 0
Pada materi teknik, latihan keterampilan jari kanan dengan pola
atau formasi p-a-m-i, dan p-i-ma-i, pada senar ---.


51
5. Pelajaran 5
Tahapan dalam pelajaran 5 dalam materi not merupakan bentuk
latihan untuk mengulang bahasan not yang pada pelajaran sebelumnya,
yaitu latihan memainkan bentuk variasi dari not D,E,C,B,A,dan G dalam
sebuah kalimat musik.
Ritme dalam pelajaran 5 membahas tentang perbandingan nila not
yang telah dipelajari pada materi pelajaran sebelumnya, bentuk dan nilai
not yang telah di pelajari adalah not 1/4, 1/2, dan not penuh, penjelasan
tentang perbandingan ketiga not tersebut adalah bahwa:
Not penuh bernilai 2 x dari not 1/2, 4x dari not 1/4
Not 1/2 bernilai 2 x dari not 1/4, 1/2 dari not penuh
Not 1/4 bernilai 1/2 dari not 1/2, 1/4 dari not penuh
Bahasan not vertikal pada pelajaran 5 mengenalkan kord F, G7,
dan G, tambahan materi sebagai pengembangan dalam pelajaran 5 adalah
dengan menambahkan latihan musik dua jalur, dalam sebuah karya musik
dapat terdiri atas lebih dari satu jalur musik, membaca bentuk tulisan
tersebut mempunyai kesulitan tersendiri, untuk memainkan musik yang
terdiri dari dua jalur harus mempelajarinya terlebih dahulu, sulit untuk
langsung di baca dan di mainkan.

Contoh latihan dasar yang terdapat pada pelajaran 5 tentang musik dua
jalur:


52

bentuk latihan diatas merupakan latihan untuk melatih ketepatan dan
sinnkronisasi ke dua jari dan pemahaman musik dua jalur secara
visual.etude 1 pada buku metodegitar klasik modern jilid 1 tentang latihan
pemahaman musik dua jalur.
Materi teknik pada pelajaran 5 adalah sinkronisasi jari dengan pola
petikan m-a-m-a melalui tekanan jari kiri dengan pola 1,3,2,4 untuk
gerakan maju dan 4,2,3,1 untuk gerakan mundur. Latihan jari kanan
dengan pola p-m-a, pada dawai -- dan pola p-m-a-m, pada dawai --
-.
6. Pelajaran 6
Materi not pada pelajaran 6 menjelaskan bahwa nada d 6 dan d 5
pada posisi 0 adalah nada E dan A. tambahan pada bahasan not pada
pelajaran 6 adalah aplikasi dari tanda aksidental dalam permainan gitar.
tak ada tambahan dalam latihan not dan ritme hanya latihan pengulangan
dengan variasi latihan-latihan baru.
Kord yang di kenalkan dalam pelajaran 6 adalah kord E,D dan D7,
etude 2 dan 3 merupakan latihan pemahaman dari materi yang telah di
bahas termasuk pemahaman terhadap fungsi tanda aksidental. Latihan
pengembangan musik dua jalur dengan kandungan bahasa musik lebih
variatif namun tidak keluar dari apa yang telah di bahas.


53
Pengembangan teknik dalam pelajaran 6 sinkronisasi jari kanan
dalam memainkan kord ( memetik secara bersamaan) dengan pola pima-
pima-pima,. Dan seterusnya pada dawai --- dalam birama 4/4, dan
pola petikan p-i-m-a-m-i, p-i-m-a-m-i dan seterusnya dalam biram 3/4
pada dawai ---.
7. Pelajaran 7
Materi not pada pelajaran 7 adalah not F dan E pada /III dan /II.
Bahasan ritme berisikan latihan-latihan untuk mematangkan pemahaman
tentang bahasa musik ke dalam permainan gitar, dalam bahasan not
vertikal mengenal kord Am, A dan A7. Pematangan melalui latihan
dengan memainkan etude 4 dan karya Andantino ciptaan I. Thahir (Metode
gitar klasik modern jilid 1 hal : 92)
Materi teknik dalam pelajaran 7 adalah latihan sinkronisasi dengan
pola petikan a-m-a-m dengan tekanan jari kiri pola 1-3-4-2 untuk gerakan
maju dan 2-4-3-1 untuk mundur. Latihan jari kanan dengan pola p-a-m
pada dawai -- dalam birama 3/4, pola p-a-m-a pada dawai ---,
dalam birama 4/4, dan pola pa-m-pa-m dengan susunan petikan dawai -
, dalam birama 4/4.


8. Pelajaran 8


54
Dalam pelajaran 8 materi bahasan langsung pada materi Ritme
dengan bahasan pengenalan tanda birama 3/8 dan bentuk nilai not 1/8.
Penjelasan perbandingan nilai not dengan diagram sebagai berikut:

pada pelajaran 8 ini pembahasan mengenai tanda birama pada bab
1 diulang untuk memperjelas tentang pemahaman terhadap arti dan
fungsinya. Nilai not tergantung pada tanda birama yang di pakai dalam
birama 4/4 ot seperempat mempunyai nilai satu hitungan. Dalam birama
4/8 not yang memiliki nilai satu hitungan adalah not 1/8.
Gambaran secara visual untuk memperjelas maksud tersebut adalah:
Dalam birama 4/4

dalam birama 4/8

keterangan gambar di atas menjelaskan tentang pemahaman bahwa nilai
not tergantung pada tanda birama yang digunakan. Begitu pula pada


55
hitungan tanda istirahat. Tanda istirahat 1/8 memiliki nilai 1 hitungan
dalam birama 4/8.
Selanjutnya dalam pelajaran 8 membahas tentang cara memainkan
1/8 dalam birama perempat, not 1/4 dalam birama /4 memiliki nilai satu
ketuk, dengan melihat pada perbandingan nilai not maka not 1/8 dalam
birama /4 memiliki nilai setengah ketuk. Selanjutnya pemahaman ini
diaplikasikan langsung pada latihan not dan ritmik dalam gitar,(latihan 2
pelajaran 8 buku metode gitar klasik modern jilid 1hal : 101).
Kord yang diperkenalkan pada pelajaran 8 adalah Em, E, dan E7.
Latihan musik dua jalur melalui karya Lamour dan Prelude No.1 dalam
buku metode gitar klasik modern jilid 1 hal : 103 104.
Latihan penguasaan teknik sinkronasi jari melakukan seperti pada
pelajaran 7, kecuali pada latihan jari kanan melakukan latihan teknik jari
dengan pola p-im pada susunan dawai -dalam birama 4/4. Kemudian
p-a-m-i-m-a dengan susunan dawai -----.
9. Pelajaran 9
Pelajaran 9 langsung mengarah pada materi ritme yang membahas
tentang tanda birama 4/8, aplikasi dalam membaca birama /8 ada pada
latihan 1 dan 2 not dan ritme pelajaran 9 dalam buku metode gitar klasik
modern jilid 1 halaman 107.
Tambahan materi dalam pelajaran 9 adalah keterangan tentang
tanda atau yang disebut tie/bind, adalah garis lengkung
yang menghubungkan dua not setingkat. Not yang dibunyikan adalah not


56
pertama sedang not kedua tidak di bunyikan namun bunyi not pertama
harus terdengar sampai hitungan not kedua berakhir.
Aplikasi tentang pemahaman tanda tie/bind ada pada latihan 3 dan
4 not dan ritme pelajaran 9 buku metode gitar klasik modern jilid 1 hal
107.
Kord yang di pelajari pada pelajaran 9 adalah kord F, Fm, dan
Fdim. Latihan not vertikal di aplikasikan dalam latihan etude No. 5 dan
lagu Etude Di La Minor karya Ikbal Thahir, lihat karya pada buku metode
gitar klasik modern jilid 1 hal : 109. pada tahapan ini pemahaman
pengenalan tanda jari mulai di terapkan dalam lagu.
Latihan musik dua jalur di aplikasaikan kedalam latihan melalui
lagu Prelude No. 2, latihan ini untuk pengujian terhadap proses
perkembangan teknik kecepatan jari. Prelude no 2 lihat buku metode gitar
klasik modern hal 110.
Materi teknik tentang latihan sinkronisasi kembali ada dengan
merubah pola jari kanan dengan pola i-a-i-a dan seterusnya selebihnya
sama dengan pelajaran sebelumnya. Latihan jari kanan dalam pelajaran 9
memiliki pola p-i-a pada susunan dawai --. Kemudian pola p-i-a-i pada
urutan dawai ---.

10. Pelajaran 10
Dalam pelajaran 10 not yang dipelajari adalah C /III dan D /0


57
Tahapan selanjutnya adalah pengenalan tentang posisi alternatif, posisi
aternatif pertama mengenai posisi jari kiri dalam menentukan nada
tertentu. Dalam pelajaran sebelumnya not yang di mainkan adalah tangga
nada posisi I. Salah satu contoh yang disebutkan bahwa not E yang dalam
pelajaran sebelumnya di mainkan di dawai posisi o juga dapat di
mainkan di dawai posisi V. selanjutnya adalah mengenai keterangan
yang menjelaskan tentang tanda dawai pada partitur sebuah lagu. Dengan
gambaran ilustrasi:

Nomor yang ada dalam lingkaran menujukan bahwa not yang ada di
belakang nomor tersebut di bunyikan pada dawai dengan nomor tersebut.
Posisi alternatif kedua adalah tentang psisi jari dalam membentuk kord,
atau not vertikal. Penjelasan tersebut di gambarkan dalam ilustrasi berikut:

Selanjutnya adalah latihan membaca sebagai aplikasi dari apa yang
telah dipelajari termasuk not dalam posisi alternatif.



58
not Es pada kalimat dalam birama 4/8 bar dua, pada hitungan ke dua
dibunyikan pada dawai nomor dua posisi IV. Begitu pula yang harus
dilakukan pada not yang lain apabila ada tambahan tanda angka dalam
lingkaran.
Materi not vertikal pada pelajaran 10 memperkenalkan kord D, D7, dan
Dm. Selanjutnya pemahaman terhadap materi ini di aplikasikan ke dalam
aspek psikomotor melalui latihan Andante In A Minor karya D. Aguado.
Bisa dilihat pada buku metode gitar klasik modern jilid satu hal 119.
Pada bahasan materi musik dua jalur dalam bab 10 ada
pengembangan tahapan materi melalui pengenalan musik tiga jalur. Dalam
mengenalkan bentuk musik tiga jalur tersebut, di jelaskan dalam buku ini
malalui bentuk latihan dengan notasi di bawah ini:

Dari gambar diatas, musik tiga jalur dibedakan dalam warna notasi
sebagai ciri yang membedakan jalur dari not tersebut, warna biru
merupakan not jalur satu, warna abu sebagai tanda dari not jalur dua, dan
terakhir not jalur tiga di bedakan dengan menggunakan warna hitam.
Tahapan selanjutnya dari pelajaran 10 adalah materi teknik, dengan
bahasan latihan jari kanan yaitu melakukan teknik petikan melalui pola pi-
a-pi-a, pada urutan dawai ---, dalam birama 4/4, latihan
selanjutnya melalui pola p-i-m-i-a-i-m-i pada urutan dawai ------
- dalam birama 4/4.


59
11. Pelajaran 11
Not yang diperkenalkan adalah not B /II,G /III dan F /I. Latihan
not dan ritme melalui variasi bentuk bentuk notasi seperti pada bentuk
latihan 1-6 pelajaran 11 halaman 124-125 pada buku metode gitar klasik
modern jilid 1.
Tambahan bahasan dari pelajaran 11 sebagai pengembangan dari
tahapan materi pembelajaran gitar adalah pengenalan terhadap bentuk kord
mayor dan minor. Formasi kord mayor dalam permainan gitar di susun
sebagai berikut :
- Kord E Mayor

Nada E dawai /posisi 0
Nada B dawai /posisi II di tekan oleh jari 2
Nada E dawai /posisi II di tekan oleh jari 3
Nada Gis dawai /posisi I ditekan oleh jari 1
Nada B dawai / posisi 0
Nada E dawai /posisi 0
- Kord F Mayor


60

Nada F dawai /posisi I ditekan oleh jari 1
Nada C dawai /posisi III ditekan oleh jari 3
Nada F dawai /posisi III ditekan oleh jari 4
Nada A dawai /posisi II ditekan oleh jari 2
Nada C dawai /posisi I ditekan oleh jari 1
Nada F dawai /posisi I ditekan oleh jari 1
- Kord Fis mayor

Dari ulasan tentang posisi jari kiri pada kord F major ,
menggeserkan posisi tersebut dengan jari 1 berada pada posisi III dan
mempertahankan posisi tersebut maka susunan tersebut adalah susunan
nada kord Fis Mayor. Kalau posisi Fis Mayor di geser naik pada posisi IV
maka akan membentuk kord G mayor Begitu seterusnya sesuai dengan
urutan tangga nada F, Fis, G, Gis, A, Ais, B, C, Cis, D, Dis, E, F, dan
kembali ke Fis.
Untuk membunyikan kord minor dalam gitar posisi jari yang di
pakai untuk menekan dawai sama seperti saat membentuk kord mayor


61
yang membedakannya adalah dengan menghilangkan atau mengangkat jari
2 dari posisi menekan.
Materi selanjutnya dari pelajaran 11 adalah latihan not dan ritme
dengan melakukan latihan dari karya Anglaise karya F. Carulli, dengan
etude karya F.Sor. Lihat dalam buku metode gitar klasik modern jilid 1
halaman 127.
Materi tentang teknik pada pelajaran 11 adalah sinkronisasi jari
dengan pola jari kanan a-i-a-i dan jari kiri dengan pola 1-4-3-2 untuk
gerakan maju dan 2-3-4-1 untuk gerakan mundur.Latihan jari kanan
dilakukan dengan pola p-a-i dengan urutan dawai --, dalam birama 3/4.
Kemudian latihan dengan pola p-a-i-a, dengan urutan dawai ---,
dalam birama 4/4. Pola selanjutnya adalah pa-i-pa-i dengan urutan dawai
-dalam birama 4/4. Terakhir adalah pola petikan ketukan triul ( tiga
hitungan dalam satu ketuk) pola petikan yang dilatih yaitu pa-m-i, dengan
urutan dawai --dalam birama 3/4.
12. Pelajaran 12
Pelajaran 12 berisikan lagu atau karya gitar dengan judul Allegretto
karya J. kuffnerr, Allemande karya A. Terzi, dan Kiani karya I. Thahir.
Ketiga lagu tersebut merupakan aplikasi hasil pembelajaran pada bab 1
dan bab 2 pelajaran 1 sampai 11.
Karya Allegretto pada buku metode gitar klasik modern jilid 1
halaman : 133 merupakan lagu sederhana tanpa ada not vertikal yang
terbentuk, Hanya perjalanan sebuah kalimat melodi secara horizontal.


62
Lagu tersebut memiliki birama 2/2, dalam lagu tersebut tanda birama di
tulis dengan tanda C, tanda tersebut adalah alla breve ( italia ) dalam
bahasa inggris disebut Cut time, istilah itu di maksudkan untuk birama 2/2
dan 4/2. Pada karya Allegretto dalam setiap bar terdapat empat buah not
1/4, sedangkan birama 2/2 adalah not 1/2 mempunya nilai satu hitungan
atau satu ketuk dan dalam satu bar memiliki 2 hitungan, jadi dalam karya
tersebut not 1/4 mempunyai nilai atau hitungan setengah ketuk. dalam
karya Allegretto tersebut dalam satu bar terdapat 4 buah not ,itu berarti
dalam satu bar terdapat dua hitungan. Karena itu lagu ini memiliki birama
2/2. Allegretto ini di mainkan dengan tempo sedikit cepat, lebih cepat dari
andante. Untuk lagu dengan tempo cepat biasanya teknik petikan yang
digunakan adalah tirando atau al-aire. Dilihat dari struktur lagu pada bar
pertama dan ke 2 akan mudah ntuk membunyikannya dengan pola petikan
p-i-m-a, namun pada bar 3 dan 4 pola petikan p-a-m-i akan mempermudah
untuk membunyikannya.

Allegretto bar 1 dan 2.

Allegretto bar 3 dan 4.
Dalam bagian lagu yang lain juga terdapat perubahan pola petikan,
itu adalah satu contoh pentingnya untuk berlatih teknik singkronisasi jari


63
dan melatih keterampilan jari kanan seperti apa yang sudah dipelajari pada
pelajaran sebelumnya pada materi teknik.
Lagu ke dua dalam pelajaran terakhir bab 2 adalah Allemande, bisa
dilihat pada buku metode gitar klasik jilid 1 halaman : 134. allemande
berarti jerman dalam bahasa perancis . Salah satu bagian ada yang di
hilangkan dan dig anti dengan kemungkinan nada yang sederhana, bagian
yang diganti adalah baris ke empat bar terakhir. Bagian yang diganti
adalah :

Bagian tersebut di ganti oleh :

Bagian yang diganti adalah delapan not 1/16 dengan empat not
1/4, penggantian tersebut dikarenakan dalam bahasan materi jilid satu
belum ada pelajaran tentang teknik yang mendukung lagu bagian tersebut,
lagu yang diubah tersebut sebelumnya mempunyai tanda slur dari not C ke
B, tanda atau disebut sebagai slur apabila not
awal bebeda nada dengan not akhir. Untuk membunyikan perpindahan
nada tersebut membutuhkan satu teknik yang dinamakan teknik slur,
dalam buku jilid 1 belum terdapat pemahaman tentang teknik tersebut ,
maka dari itu bagian lagu tersebut diganti dengan motif yang


64
disederhanakan agar bisa di mainkan dengan teknik yang sudah di kuasai
berdasar pada materi buku metode gitar klasik modern jilid 1.
Lagu terakhir dalam pelajaran 12 adalah lagu dengan judul Kiani
karya Iqbal Thahir. Lag tersebut memiliki birama 2/4, sifat dan karakter
lagi tersebut adalah lincah atau gembira, tahapan dari lagu tersebut sesuai
dengan bahasan yang telah di pelajari, seperti dalam pengembangan
bentuk musik yang mana bar 1 sampai 6 berupa melodi horizontal. Bar 7
sampai 20 merupakan musik yang memiliki hubungan nit vertikal atau
musik dua jalur/tiga jalur. Dalam pelajaran yang telah di bahas nilai not
dan ritmik tercepat yang di perkenalkan adalah not 1/4 , lagu ini di mulai
dengan not dengan nilai hitungan 1 ke not dengan nilai hitungan 1/2,
hitungan adalah hitungan tercepat dalam pelajaran di buku MGKM
(Metode Gitar Klasik Modern) bab 1.