Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

Gangguan stres akut (juga disebut shock psikologis, mental shock, atau sekedar shock) adalah sebuah kondisi psikologis yang timbul sebagai tanggapan terhadap peristiwa yang mengerikan. "Respons stres akut" pertama kali dideskripsikan oleh Walter Cannon pada tahun 1 !" sebagai sebuah teori bahwa hewan#hewan begangguan terhadap an$aman dengan pembuangan umum dari sistem sara% simpatik. Respons ini kemudian dikenal sebagai tahap pertama dari sindrom adaptasi umum yang mengatur tanggapan stres di antara &ertebrata dan organisme lain. Gangguan stres akut ditandai dengan perkembangan ke$emasan yang parah, disosiati%, dan gejala lain yang terjadi dalam waktu satu bulan setelah terkena stresor traumatis yang ekstrem (misalnya, menyaksikan kematian atau ke$elakaan serius). 'ebagai tanggapan terhadap peristiwa traumatik, indi&idu mengembangkan gejala disosiati%. (ndi&idu dengan gangguan stres akut mempunyai penurunan respon emosional, seringkali sulit atau tidak mungkin untuk mengalami kenikmatan dalam kegiatan#kegiatan menyenangkan sebelumnya, dan sering merasa bersalah karena mengejar tugas#tugas kehidupan biasa. 'eseorang dengan gangguan stress akut dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, merasa terlepas dari tubuh mereka, pengalaman dunia sebagai tidak nyata atau mimpi, atau mengalami kenaikan kesulitan mengingat detail spesi%ik dari peristiwa traumatik (amnesia disosiati%).1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Gangguan 'tres )kut (Acute Stress Disorder/)'*) adalah sebuah kondisi psikologis yang timbul sebagai tanggapan terhadap peristiwa yang mengerikan, hasil dari sebuah peristiwa traumatis di mana seseorang mengalami atau saksi suatu peristiwa yang menyebabkan korban+saksi untuk mengalami ekstrim, mengganggu atau tidak terduga takut, stres, (dan kadang# kadang rasa sakit) dan yang melibatkan atau mengan$am serius, dirasakan $edera serius (biasanya kepada orang lain), atau kematian. Gangguan stres akut adalah &ariasi dari PostTraumatic Stress Disorder (,-'*) dan adalah pikiran dan tubuh terhadap perasaan (baik yang dirasakan dan nyata) yang intens ketidakberdayaan.1 2.2 Epidemiologi 'e$ara umum, pre&alensi seumur hidup gangguan stress akut sebesar ./ sementara 0# 10/ mengalami bentuk subklinis. ,ada kelompok yang pernah mengalami trauma sebelumnya, pre&alensinya antara 0#10/. Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi (1"#1!/) dibandingkan pria (0#2/) pada kelompok usia dewasa muda. 2.3 Etiologi 'tresor atau peristiwa traumatis di mana seseorang mengalami atau saksi suatu peristiwa yang menyebabkan korban+saksi untuk mengalami ekstrim, mengganggu atau tidak terduga takut, stres, (dan kadang#kadang rasa sakit) dan yang melibatkan atau mengan$am, $edera serius, atau kematian. Walaupun stresor diperlukan, namun stresor tidak $ukup untuk menyebabkan gangguan. 3aktor#%aktor yang harus ikut dipertimbangkan adalah %aktor biologis indi&idual, %aktor psikososial sebelumnya dan peristiwa yang terjadi setelah trauma. 3aktor kerentanan yang merupakan predisposisi tampaknya memainkan peranan penting dalam menentukan apakah gangguan akan berkembang, yaitu 4
2

1. !. 5. 6. 0. 2. 1.

)danya trauma masa anak#anak 'i%at gangguan kepribadian ambang, paranoid, dependen, atau anti sosial 'istem pendukung yang tidak adekuat 7erentanan konstitusional genetika pada penyakit psikiatrik ,erubahan hidup penuh stress yang baru terjadi ,ersepsi lokus kontrol eksternal ,enggunaan alkohol, walaupun belum sampai tara% ketergantungan

8ika trauma terjadi pada masa anak#anak maka akan terjadi penghentian perkembangan emosional, sedangkan jika terjadi pada masa dewasa akan terjadi regresi emosional.1 2. !"nifest"si Klinis Gejala menunjukkan &ariasi yang besar, tetapi biasanya mereka menyertakan sebuah keadaan awal dari "linglung", dengan beberapa penyempitan bidang kesadaran dan penyempitan perhatian, ketidakmampuan untuk memahami rangsangan, dan disorientasi. 7eadaan ini dapat diikuti baik oleh penarikan lebih lanjut dari situasi sekitarnya, atau dengan agitasi dan o&ereakti%itas. -anda#tanda panik otonom ke$emasan (takikardia, berkeringat, kemerahan) yang umumnya hadir. Gejala biasanya mun$ul dalam beberapa menit dari dampak dari stres rangsangan atau akti&itas, dan menghilang dalam waktu !#5 hari (seringkali dalam beberapa jam). )mnesia sebagian atau lengkap untuk episode mungkin ada. 'eseorang dengan Gangguan 'tress akut dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, merasa terlepas dari tubuh mereka, pengalaman dunia sebagai tidak nyata atau mimpi, atau mengalami kenaikan kesulitan mengingat detail spesi%ik dari peristiwa traumatik (amnesia disosiati%). ,eristiwa traumatik yang dialami kembali terus#menerus dalam setidaknya salah satu dari $ara berikut4 berulang, pikiran, mimpi, ilusi, episode kilas balik, atau rasa menghidupkan kembali pengalaman atau penderitaan pemaparan pada pengingat dari peristiwa traumatik.1

2.# Di"gnosis
3

7riteria diagnostik untuk gangguan stress akut menurut ,,*G8 ((( adalah sebagai berikut 4! 1. 9arus ada kaitan waktu kejadian yang jelas antara terjadinya pengalaman stresor luar biasa (%isik atau mental) dengan onset dari gejala, biasanya setelah beberapa menit atau segera setelah kejadian. !. 'elain itu ditemukan gejala#gejala 4 a. -erdapat gambaran gejala $ampuran yang biasanya berubah#ubah: selain gejala permulaan berupa keadaan terpaku (daze), semua hal berikut dapat terlihat 4 depresi, ansietas, kemarahan, ke$ewa, o&erakti%, dan penarikan diri. )kan tetapi tidak satupun dari gejala tersebut yang mendominasi gambaran klinisnya untuk waktu yang lama. b. ,ada kasus#kasus yang dapat dialihkan dari lingkup stresornya, gejala dapat menghilang dengan $epat (dalam beberapa jam): dalam hal di mana stres menjadi berkelanjutan atau tidak dapat dialihkan, gejala#gejala biasanya baru mereda setelah !6#6. jam dan biasanya hampir menghilang setelah 5 hari. 5. *iagnosis ini tidak boleh digunakan untuk keadaan kambuhan mendadak dari gejala#gejala pada indi&idu yang sudah menunjukkan gangguan psikiatrik lainnya. 6. 7erentanan indi&idual dan kemampuan menyesuaikan diri memegang peranan dalam terjadinya atau beratnya suatu gangguan stres akut. 7riteria diagnostik untuk gangguan stress akut menurut *'; (< adalah sebagai berikut45 A. =rang telah terpapar dengan suatu kejadian traumatik dimana kedua dari berikut ini ditemukan4 1. =rang mengalami, menyaksikan, atau dihadapkan dengan suatu kejadian atau kejadian#kejadian yang berupa an$aman kematian atau kematian yang sesungguhnya atau $edera yang serius, atau an$aman kepada integritas diri atau orang lain. !. Respon orang tersebut berupa rasa takut yang kuat, rasa tidak berdaya atau horor.
4

B. 'alah satu selama mengalami atau setelah mengalami kejadian yang menakutkan, indi&idu tiga (atau lebih) gejala disosiati% berikut 4 1. perasaan subyekti% kaku, terlepas, atau tidak ada responsi&itas emosi. !. penurunan kesadaran terhadap sekelilingnya (misalnya, berada dalam keadaan tidak sadar) 5. derealisasi 6. depersonalisasi 0. amnesia disosiati% (yaitu, ketidakmampuan untuk mengingat aspek penting dari trauma) C. 7ejadian traumatik se$ara menetap dialami kembali sekurangnya satu $ara berikut4 bayangan, pikiran, mimpi, ilusi, episode kilas balik yang rekuren, atau suatu perasaan hidupnya kembali pengalaman atau penderitaan saat terpapar dengna pengingat kejadian traumatik. D. ,enghindaran jelas terhadap stimuli yang menyadarkan rekoleksi trauma (misalnya, pikiran, perasaan, per$akapan, akti&itas, tempat, orang). E. Gejala ke$emasan yang nyata atau pengingat kesadaran (misalnya, sulit tidur, iritabilias, konsentrasi buruk, kewaspadaan berlebihan, respon kejut yang berlebihan, dan kegelisahan motorik). F. Gangguan menyebabkan penderitaan yang bermakna se$ara klinis atau gangguan dalam %ungsi sosial, pekerjaan atau %ungsi penting lain, menganggu kemampuan indi&idu untuk mengerjakan tugas yang diperlukan, seperti meminta bantuan yang diperlukan atau menggerakan kemampuan pribadi dengan men$eritakan kepada anggota keluarga tentang pengalaman traumatik. G. Gangguan berlangsung selama minimal ! hari dan maksimal 6 minggu dan terjadi dalam 6 minggu setelah traumatik H. Gangguan tidak disebabkan karena e%ek %isiologis langsung dari suatu >at (misalnya, obat yang disalahgunakan, medikasi) atau kondisi medis umum, tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan psikotik singkat dan tidak semata#mata suatu eksaserbasi gangguan )ksis ( atau )ksis (( dan telah ada sebelumnya. ,asien dengan gangguan disosiati% biasanya tidak memiliki derajat perilaku menghindar, kesadaran berlebih (hiperarousal) otonomik, atau riwayat trauma yang dilaporkan oleh pasien
5

gangguan stress pas$atraumatik. 'ebagian karena publikasi yang luas dan telah diterima, istilah gangguan stress pas$atraumatik dalam berita popular, klinisi harus juga mempertimbangkan kemungkinan suatu gangguan buatan atau berpura#pura. 2.$ Di"gnosis B"nding 1. Post Traumatic Stress Disorder (,-'*) ,ada ,-'*, pasien harus mengalami suatu stress emosional yang besar yang bersi%at traumatik bagi setiap orang. ,eristiwa trauma tersebut termasuk trauma peperangan, ben$ana alam, penyerangan, pemerkosaan, dan ke$elakaan yang serius. ,-'* terdiri dari pengalaman kembali trauma melalui mimpi dan pikiran yang membangunkan ( waking through), penghindaran yang persisten oleh penderita terhadap trauma dan penumpulan responsi&itas pada penderita tersebut, kesadaran berlebihan (hyperarousal) yang persisten. ;enurut *';#(< perbedaan antara gangguan stress akut dengan ,-'* adalah lamanya gejala berlangsung yaitu pada gangguan stress akut berlangsung ! hari hingga 1 bulan sedangkan pada ,-'* berlangsung lebih dari 1 bulan.6 !. Gangguan ,anik Gangguan panik adalah ditandai dengan terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak diperkirakan. Gangguan panik ini sering disertai dengan adanya agoraphobia yaitu ketakutan berada sendirian di tempat#tempat publik. ,asien ini dibawa berobat ke rumah sakit dengan keluhan berteriak#teriak ketakutan serta berguling#guling di lantai tempat kerjanya sehingga hal ini mendukung adanya suatu serangan pani$ yang spontan. 'elain itu, pasien juga menghindari tempat#tempat umum atau transportasi umum. 2.% Pen"t"l"&s"n""n Gangguan ini dapat diatasi sendiri dengan waktu atau mungkin berkembang menjadi gangguan yang lebih berat seperti ,-'*. ?amun hasil Creamer, =@*onnell dan ,attison@s (!""6) penelitian terhadap 525 pasien menunjukkan bahwa diagnosa Gangguan 'tres akut hanya memiliki &aliditas predikti% terbatas untuk ,-'*. ?amun tidak menemukan bahwa pengalaman kembali peristiwa traumatik dan gairah lebih baik prediktor ,-'*. =bat dapat digunakan untuk jangka waktu yang sangat singkat (sampai empat minggu)
6

'ejumlah penelitian telah dilakukan untuk menilai e%ekti&itas konseling dan psikoterapi bagi orang#orang dengan )'*. -erapi perilaku kogniti% yang men$akup eksposur dan restrukturisasi kogniti% ternyata e%ekti% dalam men$egah ,-'* pada pasien yang didiagnosis dengan klinis )'* dengan hasil yang signi%ikan pada 2 bulan %ollow#up. 7ombinasi relaksasi, restrukturisasi kogniti%, imaginal eksposur dan &i&o eksposur lebih unggul untuk mendukung konseling.0 2.' P(ognosis ,rognosis untuk gangguan ini sangat baik. 8ika berkembang ke gangguan lain (biasanya ,-'*), tingkat keberhasilan dapat ber&ariasi sesuai dengan spesi%ikasi yang terjadi pada gangguan.1

BAB III PENUTUP

Gangguan 'tres )kut (Acute Stress Disorder/)'*) adalah sebuah kondisi psikologis yang timbul sebagai tanggapan terhadap peristiwa yang mengerikan, hasil dari sebuah peristiwa traumatis di mana seseorang mengalami atau saksi suatu peristiwa yang menyebabkan korban+saksi untuk mengalami ekstrim, mengganggu atau tidak terduga takut, stres, (dan kadang# kadang rasa sakit) dan yang melibatkan atau mengan$am serius, dirasakan $edera serius (biasanya kepada orang lain), atau kematian. Gangguan ini dapat diatasi sendiri dengan waktu atau mungkin berkembang menjadi gangguan yang lebih berat seperti ,-'*. ,rognosis untuk gangguan ini sangat baik. 8ika berkembang ke gangguan lain (biasanya ,-'*), tingkat keberhasilan dapat ber&ariasi sesuai dengan spesi%ikasi yang terjadi pada gangguan.

DA)TA* PUSTAKA

1.

7aplan

9(.

'ado$k

A8.'ynopsis

o% ,sy$hiatry

Aeha&ioral

'$ien$e+Clini$al
8

,sy$hiatry.1"th ed.?ew Bork4 Cippin$ot Williams D Wilkins.!""1.pg4 5!!4!..

!.

;aslim. Rusdi. *iagnosis Gangguan 8iwa Rujukan Ringkas dari ,,*G8 (((4 Reaksi )kut

'tres. Aagian (lmu 7edokteran 8iwa 3akultas 7edokteran )tmajaya.!""1: pg 05. 5. )meri$an ,sy$hiatri$ asso$iation. *iagnosti$ and 'tatisti$al ;anual o% ;ental *isorder

(*';#(<). 6th ed.Washington,*C4)meri$an ,sy$hiatri$ )sso$iation: !""". 6. (ngram (;. Catatan 7uliah ,sikiatri. 2th ed. 8akarta 4 ,enerbit Auku kedokteran.1 0.

pg4 !.46!. 0. 7apita 'elekta 7edokteran. 5th ed. 8akarta 4 ,enerbit ;edia )es$ulapsius 3akultas

7edokteran Eni&ersitas (ndonesia. !""1.pg 41. 41 !.