Anda di halaman 1dari 2

MUSIM SEMI KEPEMIMPINAN MUDA Pemilihan pemimpin dalam sebuah negara adalah proses penting yang menentukan keberlangsungan

demokratisasi suatu negara negara di masa mendatang. Ketika pemimpin yang dipilih sesuai harapan rakyat dimana partisipasi politik meningkat, kita layak berharap pemimpin itu mampu membawa perubahan. Untuk itu, kita sudah seharusnya mendorong kepemimpinan yang kuat, visioner dan tak terjebak popularitas semata. Adanya tiga modal kepemimpinan itu diharapkan akan membawa Indonesia keluar dari multi krisis yang terjadi pasca reformasi. Kebutuhan akan kepemimpinan yang kuat di tubuh bangsa Indonesia memang tak dapat ditawar lagi. ebab belajar pada pengalaman, pasca reformasi Indonesia mengalami degradasi kepemimpinan yang kronis. !angsa Indonesia sukses melahirkan pemimpin berjiwa politisi, tapi minus memproduksi pemimpin berjiwa negarawan. "ampaknya rakyat mendapatkan #bencana kepemimpinan$ dimana para pemimpin bermental rakus mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan kelompoknya, memperkaya diri sendiri dan menghamba kepada kepentingan asing. %ak mengherankan ketika memimpin, mereka menjual berbagai aset bangsa seperti pertambangan, perusahaan telekomunikasi dan pendidikan sehingga merugikan kepentingan nasional. Kondisi ini tentu menyedihkan mengingat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. &amun, keberlimpahan itu dipaksa kandas akibat kepemimpinan yang lemah sehingga mudah didikte negara lain. Kondisi kepemimpinan yang lemah itu masih terjadi sampai sekarang, dimana para pemimpin dewasa ini kehilangan pengaruhnya di mata rakyat akibat kebijakan yang menambah penderitaan rakyat seperti kenaikan !!', listrik dan sembako. "i tengah kegersangan kepemimpinan nasional dan kejenuhan berpolitik, rakyat akan menyongsong Pemilu pada ( April mendatang. 'omentum pemilu dan pilpres jelas strategis dalam menentukan kepemimpinan nasional lima tahun mendatang. %api ironisnya, ajang regenerasi kepemimpinan bagaikan sandiwara politik sebab hanya menghadirkan figur capres dari kelompok tua yang sudah pernah gagal dalam memainkan peranannya di pentas perpolitikan nasional. Ada sosok petinggi militer yang pernah terjebak pelanggaran )ak Asasi 'anusia, pengusaha media yang tersandung kasus lumpur dan tak kalah tragis, pemusik masa lampau yang dipertanyakan gagasannya untuk perbaikan kondisi bangsa pada lima tahun mendatang. 'ereka saling memperebutkan panggung dengan mengandalkan popularitas, membanggakan elektabilitas dan minus perspektif baru yang mampu membangkitkan optimisme publik. Kemunculan para tokoh tua dalam pentas Pemilu mendatang jelas menyuguhkan kesedihan mendalam. !etapa masyarakat kita yang semakin pintar terus menerus dibodohi propaganda orang*orang yang pernah kalah dalam pertarungan politik di masa lalu. Kehadiran mereka meninggalkan sebuah gugatan apakah rahim ibu Indonesia tak lagi mampu melahirkan kepemimpinan muda yang menjanjikan harapan, perubahan dan optimisme dalam kontestasi politik di tanah air. %entu saja itu akan terjawab dalam proses pergantian kepemimpinan nasional nantinya. %api masih berkuasanya para wajah lama dalam kontestasi kepemimpinan nasional mendatang memang sungguh menggelikan. Pola penguasaan produk politik lama menandakan partai politik di Indonesia tak pernah serius menawarkan proposal capres

kepada pemimpin muda. Padahal rakyat melihat bagaimana figur politisi muda berprestasi terus bermunculan dalam pentas politik di Indonesia dengan konsep perubahan yang diusungnya. +akyat tentu tidak lupa bagaimana ,okowi -./ tahun0 sukses mengatasi masalah PK1 di olo dan meracik solusi Kartu ehat dan Kartu Pintar untuk warga ,akarta. &ur 'ahmudi Ismail -./ tahun0 sukses menjalankan #One Day No Rice dalam upaya mendorong kedaulatan pangan nasional. +idwan Kamil -23 tahun0 mengkampanyekan sepeda sehat dalam mengurangi polusi akibat membanjirnya kendaraan bermotor di !andung. 4igur*figur muda itu hadir dalam ruang politik dengan membawa optimisme di tengah defisit moral kepemimpinan. Ada semangat dan perspektif baru yang berpijak pada isu perubahan yang ditawarkan dalam kebijakan publik. 'uda, perubahan, dan optimisme adalah benang merah dari tokoh*tokoh muda tersebut. -+akhmat )idayat, /5360 "engan berbagai kesuksesan itu, jelas ekspektasi publik sangat terasa agar kalangan muda diberikan kesempatan untuk meneruskan kepemimpinan nasional yang visioner dan progresif. Apalagi berdasarkan survei Institut +iset Indonesia, calon presiden dari kalangan muda merupakan magnet untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat di Pemilu /532. Apabila capres di bawah .. tahun maju tingkat partisipasi pemilih sebesar 73,78 persen sedangkan kalau capres di atas .. tahun maju tingkat partisipasi pemilih 86,68 persen. urvei itu membuktikan kehadiran pemimpin muda adalah sebuah keharusan sejarah sebagamana bangsa Indonesia dulu dibangun para pemimpin muda seperti oekarno, )atta dan yahrir. &amun kepemimpinan muda tetap membutuhkan sebuah kehati*hatian ketika terjun dalam dunia politik. "ewasa ini, seperti ditegaskan 9iktus 'urin -/5360 berkembang bunga harapan setelah masuk dalam kancah politik, politisi muda mampu mempertahankan idealismenya dan tidak mudah tergoda permainan politik jabatan, materi dan uang yang jamak terjadi di kancah perpolitikan nasional. 'ereka juga diharapkan mampu mengembangkan kompetensi politiknya dengan berbasiskan ideologi, bukan pragmatisme sehingga memimpin dijadikan manifestasi pengabdian kepada rakyat, bukan sarana penikmatan kekuasaan. Proses kepemimpinan harus diyakini sebagai lakon strategis mengembangkan amanah menuju kesejahteraan dan keadilan sesuai cita*cita Pancasila. Kita meyakini tiga kali proses pemilu sudah membentuk masyarakat Indonesia cerdasa dalam menentukan pilihan politiknya. Untuk itu, sudah selayaknya anak muda Indonesia maju ke depan untuk bertarung dan mengawal proses demokrasi yang terus berjalan. ,angan lagi amanat demokrasi dikerjakan politisi pragmatik sehingga melahirkan sistem politik pencitraan dan transaksional sehingga membusukkan makna politik. udah waktunya para pemimpin muda menggantikan politisi tua dan menghangatkan pentas demokrasi Indonesia. !agaimanapun Pemilu /532 adalah musim semi kepemimpinan muda yang akan tumbuh mekar menjayakan +epublik Indonesia tercinta. Inggar Saputra Mahasiswa Magister Ketahanan Nasional Universitas Indonesia ,akarta, +umah Inspirasi, 3: ,anuari /532