Anda di halaman 1dari 24

Asam amino mempunyai beberapa sifat, antara lain: 1. Larut dalam air dan pelarut polar lain. 2.

Tidak larut dalam pelarut nonpolar, seperti benzena dan dietil eter. 3. Mempunyai titik lebur lebih besar dibanding senyawa karboksilat dan amina. 4. Mempunyai momen dipol besar. 5. Bersifat elektrolit: a. kurang basa dibanding amina b. kurang asam dibanding karboksilat 6. Bersifat amfoter

Asam amino mengandung 2 gugus fungsional yaitu gugus amin ( -NH2) dan karboksil (COOH) Karena gugus -NH2 bersifat basa dan gugus COOH bersifat asam maka asam amino bersifat amfoter Dalam keadaan padat kering, asam amino berada sebagai ion dipolar yaitu suatu bentuk dimana gugus karboksil berada sebagai ion karboksilat dan gugus amin berada sebagai gugus amonium. Ion dipolar disebut zwitterion

Dalam larutan, asam amino berada dalam kesetimbangan antara bentuk ion dipolar, anionik, dan kationik

bentuk kationik dominan dalam lingkungan asam bentuk anionik dominan dalam lingkungan basa
Pada pH tertentu konsentrasi bentuk anionik = kationik, pada keadaan ini konsentrasi ion dipolar maksimum, keadaan ini disebut titik isoelektrik Setiap asam amino mempunyai titik isoelektrik tertentu contoh : glisin 10-6 Sistein 10-5 asam aspartat 10-3

Uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein dan asam amino. Ninhidrin dapat mengubah asam amino (asam amino terminal) menjadi suatu aldehida. Uji ninhidrin dilakukan dengan menambahkan beberapa tetes larutan ninidrin yang tidak berwarna ke dalam sampel kemudian dipanaskan beberapa menit. Adanya protein atau asam amino ditunjukkan oleh terbentuknya warna ungu.