Anda di halaman 1dari 6

FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA

Jun8 PENGERTIAN FILSAFAT Arti kata filsafat dapat di tinjau dari dua segi yaitu secara etimologi dan terminologi. 1. Arti secara etimologi Arti filsafat secara etimologi atau dari asal kata terdapat beberapa antara lain dari bahasa arab falsafah yang dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah philosophy, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu philoshopia kata ini terdiri atas kata philen yang artinya cinta (love) dan shopia yang artinya kebijaksanaan (wisdom). Jadi secara etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan. 2. Arti secara terminologi Menurut teminologi : Pengertian dari statemen filosof (ahli filsafat) Karena pengertian filsafat itu sendiri memiliki makna arti yang luas Maka dikenallah batasan. Arti kata filsafat secara terminologi atau maksud dan arti yang terkandung di dalamnya ada beberapa macam menurut para ahli filsafat antara lain: a. Plato Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli b. Aristoteles Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya. Antara lain ilmu-ilmu metafisika, logika, politik, retorika, etika, ekonomi, dan estetika (filsafat keindahan). c. Al-Farabi (faham islam) Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang mewujud (nyata) bagaimana hakikat yang sebenarnya. d. Rene Deskartes Filsafat adalah kumpulan sgala pengetahuan, dimana tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. e. Immanuel Kay Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya mencakup epistimologi (filsafat pengetahuan yang menjawab persoalan yang dapat kita ketahui). f. Ali Modhofir 1. Filsafat sebagai suatu sikap Filsafat adalah suatu sikap terhadap suatu kehidupan alam semesta sikap secara filsafat, sikap menyelidiki secara kritis, terbuka, toleran dan selalu bersedia meninjau suatu masalah dari semua sudut pandang. 2. Filsafat sebagai suatu metode Filsafat adalah berfikir secara reflektif atau mendalam. Penyelidikan menggunakan alasan-alasan dan berfikir secara hati-hati dan teliti. Jadi filsafat berusaha untuk memikirkan seluruh pengalaman manusiasecara mendalam dan jelas. 3. Filsafat sebagai suatu kelompok teori atau sistem pemikiran Yaitu secara filsafat ditandai dengan munculnya teori-teori atau sistempemikiran yang melekat

pada nama-nama filosof seperti socrates, arestoteles, plato, august comte dll. g. Notonegoro Filsafat adalah ilmu yang menelaah hal-hal yang menjadi objeknya dari sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam, yang tetap dan tidak berubah(hakekat). jadi kesimpulannya filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu hal yang ada secara mendalam dengan mempergunakan akal sampai pada hakekatnya. Jadi filsafat tidak terfokus pada gejala-gejala, fenomina-fenomina akan tetapi filsafat lebih terfokus pada hakekat dari fenomina-fenomina itu. Hakekat adalah suatu prinsip yang mnyatakan sesuatu adalah sesuatu, sedangkan filsafat adalah usaha berfikir untuk mengetahui segala sesuatu (ada/being) merupakan implekasi dasar (tandatanda dasar). Jadi segala sesuatu yang memiliki kualitas tertentu pasti dia adalah ada/being TUJUAN FILSAFAT 1. Membicarakan kebenaran yang berarti filsafat membahas lapisan yang terakhir dari segala sesuatu atau membahas masalah-masalah yang paling mendasar. 2. Mencari hakekat dari suatu objek atau gejala tertentu secara mendalam. Sedangkan ilmu hanya membicarakan gejala-gejalanya Membicarakan suatu gejala untuk masuk pada hakikat itulah filsafat. Dan untuk sampai pada hakikat tersebut harus melalui suatu metode yang khas dari filsafat. Filsafat berguna untuk ketenangan batin Di dunia realita perguruan menghasilkan : Ilmu pengetahuan ilmu Ilmu pengetahuan filsafat Ilmu pengetahuan agama Semua pengetahuan tersebut bersumber kepada kebenaran mutlak yaitu kebenaran tuhan. Macam-macam kebenaran: Kebenaran mutlak Kebenaran murni Kebenaran hakiki Ilmu anikdot adalah ilmu yang tidak memiliki sumber Kebenaran mutlak dalam filsafat disebut causa prima yaitu kebenaran yang tidak dapat diganggu gugat. Tujuan pengembangan tiga ilmu diatas yaitu untuk memperoleh kebahagiaan Iptek Iptek adalah pilar masyarakat modern Kesadaran ilmu dan logika Pilar(iptek) tanggung jawab moral dan sosial -> ilmuan Kebenaran -> fungsi a. Penganalisis b. Prototipe : pembagian batasan / tipe-tipe ilmu pengetahuan c. Membentuk sikap ilmiah Ilmuan tampil dalam memberi a. Informasi secara objektif b. Terbuka c. Istiqamah (mau menerima pendapat orang lain) Filosof adalah orang yang menciptakan ilmu pengetahuan

Ilmuan adalah orang yang mengamalkan ilmu pengetahuan Calon ilmuan adalah orang yang masih mencari ilmu pengetahuan dan belum memperaktekkan Filsafat adalah proses berfikir secara mendalam tentang yang tejadi di dunia ataupu di luar dunia. Logika adalah berfikir sedalam-dalamnya secara logika dan sistematis yang berguna bagi orang lain. filsafat dan ilmu Jika dilihat dari sejarah perkembangannya, kalau kita berbicara tentang ilmu maka tidak akan terlepas dari filsafat. Begitu sebaliknya. Ilmu juga dapat memperkuat keadaan suatu filsafat. Pengetahuan-pengetahuan tentang filsafat: Menghilangkan pemikiran metos Perubahan dasar lahirnya filsafat yaitu ditemukannya hukum-hukum alam dan teori-teori ilmiah yang menjelaskan perubahan yang terjadi baik di dunia ataupun di alam semesta. filsafat ilmu pengetahuan Filsafat ilmu merupakan cabang dari filsafat yang merefleksikan secara radikaldan integral mengenai hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Filsafat ilmu merupakan penerus dalam perkembangan ilmu pengetahuan atau epistemologi. Sebab pengetahuan ilmiah merupakan perangkat pengetahuan manusia dalam arti umum sebagaimana kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. OBJEK FILSAFAT Objek adalah sesuatu yang merupakan bahan penelitian atau pembentukan pengetahuan. Objek material Objek formal Objek material filsafat Objek material adalah hal yang diselidiki, dipandang, disorot, atau suatu disiplin ilmu. Definisi objek material filsafat menurut para ahli: 1) Mohammad Noor Syam Yang membedakan objek material/materiil filsafat dari segala sesuatu yang ada dan mungking ada baik material kongkrit atau phisis (jiwa) maupun non material abstrak. Termasuk pula pengertian abstrak logis, konsepsional, spiritual, dan nilai-nilai. Jadi dengan demikian objek material filsafat tidak terbatas. 2) Poejawianto Objek material filsafat adalah ada dan yang mungkin ada Jadi objek material filsafat adalah keseluruhan ilmu dari dari segala ilmu yang menyelidiki segala sesuatunya. Objek material filsafat sama dengan objek material ilmu keseluruhannya. Akan tetapi filsafat tetaplah filsafat bukan merupakan gabungan dari semua ilmu. 3) Drs .H.A. Dardiri Objek material filsafat adalah segala sesuatu yang ada, baik yang ada didalam fikiran, ada didalam kenyataan, maupun ada di dalam kemungkinan Apa yang dimaksud segala sesuatu yang ada: Ada yang bersifat umum Ada yang bersifat khusus

Ada yang bersifat umum disebut ontologi Ada yang bersifat khusus ada 2 yaitu: Ada yang mutlak Ada yang tidak mutlak Ada yang bersifat mutlak disebut teodosia Theodosia ada 2 yaitu Menyelidiki manusia dan hewan Menyelidiki alam kosmologi Menyelidiki manusia antropologi 4) Abbas Hamami Mengatakan bahwa alam semesta dan segala keberadaannya, masalah-masalah hidup, masalahmasalah manusia, masalah tuhan, dan lainnya adalah objek material filsafat. Objek formal filsafat Sudut pandang dari bahan penelitian. Objek formal adalah suatu cara atau sudut pandang suatu ilmu tertentu dalam memandang objek materialnya. Sehingga dapat membedakan satu ilmu dengan ilmu yang lainnya, karena setiap ilmu dalam memandang objek materialnya berbeda-beda (membentuk karakteristik tertentu). Objek formal filsafat adalah sudut pandang yang menyeluruh, secara umum sehingga mencapai hakekat dari objek materialnya. Jadi yang membedakan antara filsafat dengan ilmu-ilmu yang lain terletak pada objek formal dan objek materialnya. Ciri persoalan filsafat: Menurut Ali Mudhofir: 1. Bersifat sangat umum Persoalan filsafat tidak bersangkutan dengan objek-objek khusus, dengan kata lain sebagian besar kefilsafatan berkaitan kepada ide-ide besar, misalnya filsafat tidak pernah bertanya seberapa besar harta yang anda sedekahkan dalam sebulan ini akan tetapi filsafat menanyakan apa makna dibalik sedekah. (filsafat tidak mengkaji secara statistik, atau kuantitas akan tetapi filsafat lebih kepada kualitas). 2. Tidak menyangkut fakta Dengan kata lain persoalan filsafat lebih bersifat spekulatif, artinya persoalan yang di hadapi dapat mengetahui persoalan ilmiah. Lebih mementingkan kepentingan batiniah daripada kepentingan badaniah. 3. Berdasarkan denagan nilai-nilai (values) Persoalan kefilsafatan berkaitan dengan penilaian baik dalam hal moral, estetis, agama, dan sosial. 4. Bersifat kritis, dan cerdas Filsafat merupakan analisis secara kritis terhadap konsep-konsep dan arti-arti yang biasanya diterima begitu saja oleh suatu ilmu tanpa pemeriksaan secara kritis. 5. Bersifat sinoktit Persoalan filsafat mencakup struktur kenyataan secara keseluruhan. Filsafat merupakan ilmu yang membuat susunan kenyataan sebagai keseluruhan. 6. Bersifat implikatif Kalau persoalan di kefilsafatan trelah dijawab maka jawaban tersebut akan memunculkan persoalan-persoalan baru yang saling berhubungan/jawaban yang dikemukakan akan mengandung akibat-akibat yang lebih jauh yang menyangkut kepentingan-kepentingan manusia.

METODE FILSAFAT Kata metode berasal dari yunani yaitu methados dari kata meta yang berarti menuju, melalui, mengikuti. Dan kata benda hodos yang artinya jalan, pengalaman, cara, arah. Methados yaitu penelitian metode ilmiah, atau uraian ilmiah. Metode yaitu cara bertindak menurut sistem tertentu. Macam metode filsafat 1. Metode kritis Metode yang bersifat praktis dan di jalankan dalam percakapan-percakapan tidak menyelidiki fakta-fakta melainkan menganalisis berbagai pendapat dan aturan-aturan yang dikembangkan orang-orang. 2. Metode intuitif Metode dengan jalan introspeksi intuitif dengan memakai simbol-simbol, diusahakan pembersihan intelektual bersamaan dengan persucian moral sehingga tercapai kejernihan pikiran. 3. Metode skolanks Metode yang bersifat sintesis deduktif dengan bertitik tolak pada definisi-definisi atau prinsipprinsip yang jelas dan baru di tarik kesimpulan. 4. Metode geometris Dengan metode analisis mengenai hala-hal yang komplek dengan memadukan ide-ide yang berbeda dari hakekat deduksi secara matematik. 5. Metode empiris Hanya pengakuanlah yang menjadikan pengertian benar sesuai dengan ide dalam introspeksi dibandingkan dengan inspirasi dan kemudian disusun secara geometris. 6. Metode pansidental Bertitik tolak dan tempatnya tertentu dengan jalan analisis dan di selidiki syarat-syaratnya yang optiori bagi pengertian tertentu. 7. Metode fenomenolobis Suatu refleksi atas fenomena-fenomina atau gejala dalam kesadaran dalam mencapai hakekat murni. 8. Metode dealektis Metode dinamik pikiran atau alam menurut tesis atau antesis dan sintesis. 9. Metode neo positivistis Kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan menggunakan aturan-aturan seperti ilmu pengetahuan positif atau eksact. 10. Metode analitika Dengan jalan menganalisa keadaan atau bahasa sehari-hari kemudian ditentukan sah atau tidaknya ucapan atau analisis tadi. CIRI-CIRI FILSAFAT Pemikiran filsafat (Drs. Suryadi.MP.) dan (Drs. Sri suprapto wironingrat) Punya karakteristik sendiri 1. Menyeluruh 2. Mendasar 3. Spekulatif Sunoto : Deskiptif, Normatif, Kritik, Evaluatif, Analitik, Sistematik Ali Modafir : radikal, universal, konsestual, koheren & konsisten, sistematik, konprehensif, bebas, berfikir, tanggung jawab.

ASAL DAN PERAN FILSAFAT Ada 3 keadaan yang mendorong orang untuk berfilsafat yaitu: 1. Keheranan 2. Kesangsian : antara fikiran dengan relitas tidak sama 3. Kesadaran akan kekurangan. Peran filsafat: 1. Pendobrak : filsafat sebagai asal mula lahirnya faham-faham yang mendasar. 2. Pembebas : filsafat memberikan analisis-analisis yang dapat melahirkan suatu pemikiran yang mendasar. 3. Pembimbing : meluruskan dan menjernihkan fikiran dari segala realitas mengenai kebenaran yang sebenarnya. Kegunaan filsafat: 1. Dengan belajar filsafat akan semakin mendorong orang untuk menangani masalah-masalah mendasar. 2. Dengan adanya kesangsian maka lahirlah suatu faham-faham