Anda di halaman 1dari 2

Nama : Haris Rifqi Mochamad Alfian Nurudin (21) Tommy Harisma Wisnu

TRADISI GENDUREN
Genduren atau kenduri/selametan adalah sebuah tradisi berkumpul yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang, biasanya laki-laki, dengan tujuan meminta kelancaran atas segala sesuatu yang dihajatkan dari sang penyelenggara yang mengundang orang-orang sekitar untuk datang genduren. Bisa berwujud selamatan syukuran, bisa juga bisa berwujud selamatan peringatan, dll. Dalam tradisi genduren, orang-orang memanjatkan aneka doa. Biasanya ada satu orang yang dituakan berfungsi sebagai pemimpin doa sekaligus yang mengikrarkan hajat dari sang tuan rumah. eorang pemimpin itu biasanya adalah kyai di daerah tersebut .!yai tersebut bisa diundang sendiri karena orang itu memang sudah biasa menjalankan peran dan fungsi sebagai pemimpin doa dalam genduren. "etapi jika tidak ada, genduren bisa juga dipimpin oleh orang yang dianggap tua dan mampu untuk memimpin genduren tersebut. "radisi ini masih banyak berlangsung terutama di desa-desa. #ada intinya kenduren merupakan salah satu cara untuk merawat dan menjaga kebersamaan. !enduren mampu mempersatukan, bahkan semakin mempererat kesatuan itu. $engapa begitu% karena pada saat kenduren, para tetangga akan berkumpul, dimana hal ini akan jarang sekali terjadi di setiap harinya. Dalam kenduren akan terlihat jelas bagaimana kebersamaan dan keutuhan tercipta& suasana penuh kerukunan, sendau gurau antar sesama, bagi-bagi berkat dari nasi tumpeng yang baru didoakan, atau ketika bersalam-salaman dengan tulus. 'ika dipahami lebih dekat lagi, kenyataannya genduren memiliki nilai-nilai budaya yang dimiliki orang-orang sejak jaman dahulu, yaitu berkumpul. $ereka berkumpul untuk satu tujuan, yaitu membantu mendoakan tercapainya tujuan dari orang yang memiliki hajat. (rang yang

diundang genduren pasti berusaha datang, karena akan sangat mengecewakan orang yang punya hajat jika mereka tidak datang. Dari hal tersebut, sudah sangat jelas sekali bahwa orang-orang tersebut rela mengorbankan waktu demi tetangganya. elain itu, Genduren juga memiliki arti berbagi dengan sesama. !arena setelah memanjatkan doa, orang yang memiliki hajat akan menyediakan makanan untuk disantap maupun dibawa pulang. )al ini akan sangat menyenangkan bagi orang yang kemampuan finansialnya tidak cukup baik. Dan genduren juga mengandung nilai religius, dimana masyarakat mengadakan genduren untuk memanjatkan doa kepada "uhan *ang $aha +sa. ,tu menandakan bahwa "uhan adalah D-at yang dapat mengabulkan doa dan berkuasa atas rencana yang dibuat oleh manusia. Dengan begini dapat disimpulkan bahwa genduren bukan hanya memiliki nilai social yang berupa kebersamaan, tetapi juga memiliki nilai ketuhanan juga.

...