Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL PENAWARAN APLIKASI PENDATAAN MASYARAKAT

Tugas Dosen : : Rekayasa Perangkat Lunak Wahyu Ariandi, M.Kom

Di susun oleh :

NAMA NIM

: :

JAENUDIN 110511011

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON


JALAN TUPAREV NO. 70 CIREBON

A. LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia informasi dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan dan perkembangan. Hal tersebut didukung dengan berkembangnya teknologi yang semakin maju dan memadai. Sehingga informasi dapat diakses secara cepat, tepat, terkini, serta akurat. Selain berdasarkan pada hal tersebut, penyajian suatu informasi haruslah sangat mudah dan cepat

B. RUMUSAN MASALAH
Belakangan ini di desa sering terjadi masalah administrasi seperti :

1. Keterlambatan Informasi 2. Administrasi yang masih berantakan sehingga sangat sulit bagi kepala desa beserta jajarannya mencari data data warga 3. Pengeluaran yang sangat besar apabila ada pendataan seperti pemilu atau program Pemerintah lainnya karena melibatkan banyak orang

C. TUJUAN
Tujuan membuat aplikasi pendataan masyarakat adalah : 1. Untuk mempermudah Kepala desa beserta jajarannya untuk melakukan pendataan warga nya 2. Pendataan menjadi efektif dan efesien untuk mengurangi keterlambatan 3. Menghemat biaya karena tidak melibatkan banyak orang

D. ANALISA KEBUTUHAN
Mempelajari proses-proses dan indentifikasi data-data yang dibutuhkan, dalam perancangan suatu aplikasi pendataan masyarakat. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan kemudahan dalam hal ini untuk meningkatkan pelayanan efesiensi dan keputusan.

E. Desain Sistem
Melakukan desain sistem secara detail, sehingga membentuk sistem lengkap sesuai dengan fungsi-fungsi aplikasi yang dikehendaki.Berikut Design awal pembuatan aplikasi pendataan

Contoh Desain Inputan :

Hasil program apabila di print :

F. Pemograman
Untuk aplikasi pendataan sendiri menggunakan Birland Delphi . Borland Delphi merupakan suatu bahasa pemrograman yang memberikan berbagai fasilitas pembuatan aplikasi untuk mengolah teks, grafik, angka, database dan aplikasi web. Program ini mempunyai kemampuan luas yang terletak pada produktifitas, kualitas, pengembangan perangkat lunak, kecepatan kompilasi, pola desain yang menarik serta bahasa pemrogramannya terstruktur dan lengkap. Fasilitas pemrograman dibagi dalam dua kelompok yaitu object dan bahasa pemrograman. Object adalah suatu komponen yang mempunyai bentuk fisik dan biasanya dapat dilihat. Object biasanya dipakai untuk melakukan tugas tertentu dan mempunyai batasan-batasan tertentu. Sedangkan bahasa pemrograman dapat disebut sekumpulan teks yang mempunyai arti tertentu dan disusun dengan aturan tertentu untuk menjalankan tugas tertentu. Gabungan antara object dengan bahasa pemrograman sering disebut bahasa pemrograman berorientasi object.

G. Pengujjian
Untuk mengetahui aplikasi berjalan sesuai dengan ke inginan maka perlu di lakukan pengujian atau testing. Adapun metode yang di gunakan adalah :

1. Black Box Testing Pengujian ini bertujuan untuk menunjukkan fungsi perangkat lunak (aplikasi) tentang cara beroperasinya, apakah input atau ouput telah berjalan sebagaimana yang diharapkan dan apakah informasi yang disimpan secara eksternal selalu dijaga kemutakhirannya.

2. White Box Testing pengujian yang didasarkan pada pengecekan terhadap detail perancangan, menggunakan struktur kontrol dari desain program secara procedural untuk membagi pengujian ke dalam beberapa kasus pengujian. Secara sekilas dapat diambil kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan program yang benar secara 100%. Penggunaan metode pengujian white box dilakukan untuk : Memberikan jaminan bahwa semua jalur independen suatu modul digunakan minimal satu kali Menggunakan semua keputusan logis untuk semua kondisi true atau false Mengeksekusi semua perulangan pada batasan nilai dan operasional pada setiap kondisi. Menggunakan struktur data internal untuk menjamin validitas jalur keputusan.

H. Instalasi
Setelah di lakukan pengujian atau testing dan aplikasi pendataan berjalan sesuai yang di inginkan maka tibalah saatnya aplikasi pendataan di install di computer-komputer yang ada di desa

I. Pelatihan
Sebelum aplikasi program dijalankan oleh pengguna (user), pihak pembuat aplikasi bertanggung jawab melatih Kepala desa beserta jajarannya yang hendak mengoperasikan program aplikasi yang telah dibuat. Pihak pembuat juga berkewajiban memberikan informasi yang benar dan terbuka sehingga tidak menyulitkan para pengguna aplikasi selanjutnya.

J. Pemeliharaan
Proyek perangkat lunak tidak bisa selesai begitu saja setelah diserahterimakan, tetapi masih berlanjut hingga tenggang waktu yang cukup untuk memastikan bahwa produk perangkat lunak yang telah diserahkan tersebut bisa beroperasi dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti

D. RINCIAN BIAYA
Adapun Rincian biaya sebagai berikut :

1. Analisis Kebutuhan 2. Desain Sitem 3. Pemrograman 4. Pengujian 5. Instalasi 6. Pelatihan 7. Pemeliharaan

: : : : : : :

Rp. Rp.

200.000,50.000,-

Rp. 1.000.000,Rp. Rp. Rp. Rp. 50.000,50.000,100.000,300.000,+

Jumlah

Rp. 1.750.000,-

E. PENUTUP
Demikian proposal penawaran ini kami sampaikan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam upaya untuk mengembakan aplikasi Pendataan Masyarakat . Kami sangat mengharapkan paket layanan yang kami tawarkan ini bisa bermanfaat secara optimal sesuai dengan harapan bersama.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://nunnachuby.blogspot.com/2013/02/pengertian-borland-delphi-7.html 2. http://idahceris.wordpress.com/2012/01/17/pengertian-delphi/ 3. http://bagusalfiyanto.blogspot.com/2010/06/software-pengujian-perangkat-lunak.html 4. http://universitaspendidikan.com/pengertian-white-box-dan-contoh-white-box-testing/