Anda di halaman 1dari 6

BAB XIV KEGIATAN POKOK EKONOMI

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang beragam. Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan disebut kegiatan ekonomi. Macam kegiatan ekonomi : KONSUMSI KEGIATAN EKONOMI DISTRIBUSI PRODUKSI KEGIATAN KONSUMSI Kegiatan konsumsi adalah kegiatan memakai, menggunakan, mengurangi / menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa. Kegiatan konsumsi adalah kegiatan manusia menggunakan hasil produksi untuk memenuhi kebutuhannya. Konsumsi merupakan kegiatan menggunakan barang dan jasa untuk memperoleh kepuasan yang sebesarbesarnya. Tujuan manusia melakukan kegiatan konsumsi adalah memperoleh kepuasan maksimum dalam memenuhi kebutuhan. Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat: 1. Tingkat pendapatan 2. Selera setiap orang tidak sama 3. Sikap hidup seseorang 4. Lingkungan tempat tinggal 5. Tingkat pendidikan 6. Ketersediaan barang dan jasa 7. Tingkat harga kebutuhan 8. Jumlah anggota keluarga 9. Umur 10. Jenis kelamin. JENIS KONSUMSI BERDASARKAN TUJUANNYA Konsumsi produktif, yaitu konsumsi yang tujuannya untuk menghasilkan barang atau jasa lain. Contohnya : Pak Irwan seorang pengusaha tahu tempe, suatu saat pak Irwan membeli kacang kedelai, mesin penggiling, panci, kompor, dan lain-lain. Pembelian yang dilakukan Pak Irwan bukan untuk kepentingan pribadi tetapi untuk melakukan usaha. Usaha ini diharapkan dapat menghasilkan tahu tempe yang apabila dijual ke pasar ada harapan memperoleh keuntungan. Konsumsi konsumtif/akhir, yaitu konsumsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Contoh : Bu Nina membeli perhiasan dengan tujuan untuk dipakai sendiri. berdasarkan skala prioritas kebutuhan yang telah disusun. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBUAT SKALA PRIORITAS 1. Memprioritaskan kebutuhan primer dibandingkan dengan kebutuhan sekunder atau tersier. 2. Disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan penghasilan keluarga. 3. Harus menghindari pola hidup boros. 4. Memperhatikan kualitas dan harga barang. 5. Menghindari pembelian barang di luar kemampuan. 6. Tidak bersifat konsumerisme. TUGAS SISWA Buatlah daftar kebutuhan kamu sebagai seorang siswa dengan mempertimbangkan skala prioritas mengingat pemdaptan orang tua kalian tidak sama PERILAKU KONSUMTIF Perilaku konsumtif adalah perilaku atau gaya hidup yang suka membelanjakan uang tanpa pertimbangan yang matang. Perilaku konsumtif dapat membawa dampak positif dan negatif bagi konsumen serta pihak lain. DAMPAK POSITIF PERILAKU KOMSUMTIF 1. Memberikan Kepuasan bagi Konsumen 2. Memberikan Keuntungan bagi Produsen dan Kegiatan Ekonomi Lain 3. Meningkatkan Perputaran Roda Perekonomian DAMPAK NEGATIF PERILAKU KONSUMTIF 1. Terjadinya Pemborosan 2. Menimbulkan Kesenjangan Sosial 3. Menimbulkan Inflasi INFLASI Inflasi adalah kenaikan harga-harga secara umum. Apabila masyarakat berperilaku konsumtif, permintaan barang akan meningkat. Naiknya permintaan barang-barang akan menyebabkan harga barang juga naik sehingga perilaku konsumtif dapat menyebabkan inflasi. PELAKU KEGIATAN KONSUMSI KONSUMSI RUMAH TANGGA PELAKU KEGIATAN KONSUMSI

KONSUMSI PERUSAHAAN KONSUMSI NEGARA

SKALA PRIORITAS KEBUTUHAN Kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut terbatas. Oleh karena itu, dalam melakukan konsumsi, manusia perlu bersikap rasional. Orang yang berpikir rasional akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan

POLA KONSUMSI SETIAP ORANG Pola konsumsi setiap orang dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang membuat tingkat kebutuhan terhadap barang danjasa menjadi beraneka ragam.

Orang atau lembaga yang memakai barang atau jasa disebut konsumen. Dalam ilmu ekonomi, semua benda yang digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhannya disebut benda konsumsi.

FAKTOR PRODUKSI ALAM FAKTOR PRODUKSI FAKTOR PRODUKSI TENAGA KERJA FAKTOR PRODUKSI MODAL FAKTOR PRODUKSI KEWIRAUSAHAA FAKTOR PRODUKSI ALAM Faktor produksi alam atau sumber daya alam adalah segala yang disediakan alam baik langsung maupun tidak langsung dapat digunakan manusia dalam kegiatannya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran. Faktor produksi alam yang dapat dinikmati secara langsung adalah tanah, udara, air, dan sinar matahari. Faktor produksi alam yang harus diolah terlebih dahulu adalah gas alam, berbagai macam barang tambang, seperti timah, perak, dan aluminium, serta tenaga alam, seperti PLTA dan PLTU. FAKTOR PRODUKSI TENAGA KERJA Tenaga kerja atau sumber daya manusia adalah segala kegiatan manusia baik fisik atau rohani yang ditujukan untuk keperluan produksi. Sumber daya manusia sangat diperlukan untuk mengolah dan meningkatkan nilai atau manfaat suatu benda. MACAM TENAGA KERJA BERDASARKAN KUALITAS 1. Tenaga Kerja Terdidik (Skilled Labour) Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memerlukan pendidikan sebelum mengelola faktor produksi maupun sebelum memasuki dunia kerja. Contohnya dokter. 2. Tenaga Kerja Terlatih (Trained Labour) Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memerlukan pengalaman dan latihan sebelum melaksanakan pekerjaan. Contohnya penjahit. 3. Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih (Unskilled Labour) Tenaga kerja ini tidak memerlukan pendidikan dan pelatihan secara khusus atau pengalaman praktik terlebih dahulu. Contohnya pedagang asongan. TENAGA KERJA MENURUT SIFATNYA 1. Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan dengan fisik atau jasmani untuk membantu proses produksi. Tenaga kerja jasmani ini ada yang terdidik, ada yang terlatih, dan ada yang tidak terdidik dan tidak terlatih. 2. Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan dengan pikiran dan perasaan. Misalnya, pengarang dan psikolog. MACAM TENAGA KERJA MENURUT HUBUNGANNYA DENGAN PROSES PRODUKSI 1. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi. Misalnya, mandor, operator mesin atau pabrik. 2. Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi, tetapi ikut membantu kelancaran proses produksi. Misalnya, sekretaris, bagian administrasi

MACAM BENDA EKONOMI BARANG MACAM BENDA EKONOMI JASA Barang ialah segala benda dalam bentuk fisik yang berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jasa ialah benda dalam bentuk nonfisik yang berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia, misalnya hiburan dan pelayanan oleh dokter.

KEGIATAN PRODUKSI Kegiatan produksi adalah semua kegiatan menghasilkan atau menambah nilai atau kegunaan suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kegiatan produksi adalah kegiatan manusia menghasilkan atau menambah nilai guna barang atau jasa Produksi adalah kegiatan untuk menghasilkan barang atau jasa, dan dimana barang atau jasa tersebut tentu saja memiliki nilai guna ( utilitas ). TUJUAN PRODUKSI 1. Untuk mendapatkan keuntungan usaha. 2. Mempertahankan kelanjutan usaha dengan cara meningkatkan proses produksi secara terusmenerus. 3. Memenuhi kebutuhan/permintaan konsumen. 4. Meningkatkan modal usaha. NILAI GUNA SUATU BARANG 1. Nilai guna bentuk (form utility) yaitu suatu barang akan memiliki nilai guna apabila telah mengalami perubahan bentuk. Misalnya, kain sebenarnya sudah memiliki nilai guna akan tetapi akan bertambah nilai kain tersebut kalau dirubah menjadi baju atau celana. 2. Nilai guna Tempat (place utility), nilai guna suatu barang akan lebih tinggi karena perbedaan tempat. Misalnya, pasir akan bertambah nilai gunanya kalau dibawa ke toko bangunan. 3. Nilai guna Waktu (time utility), nilai guna suatu barang akan bertambah kalau barang tersebut digunakan pada saat yang tepat. Misalnya, jaket digunakan pada saat kita kedinginan, payung kita gunakan pada saat hujan atau panas. Nilai guna barang tersebut akan bertambah kalau kita menggunakan pada saat kita membutuhkan. 4. Nilai guna Kepemilikan (ownership utility), nilai guna barang akan bertambah apabila barang tersebut telah berpindah kepemilikannya. Misalnya, sepatu di toko belum memiliki nilai guna dan akan memiliki nilai guna kalau sepatu tersebut dibeli oleh seseorag dan kemudian dipakainya. Orang atau lembaga yang menghasilkan barang atau jasa disebut produsen. FAKTOR FAKTOR PRODUKSI

MACAM TENAGA KERJA MENURUT KEDUDUKANNYA TENAGA KERJA DENGAN USAHA SENDIRI TENAGA KERJA TENAGA KERJA YANG BEKERJA PADA ORANG LAIN FAKTOR PRODUKSI MODAL Modal adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa selanjutnya. Modal tidak terbatas pada bentuk uang saja, tetapi bisa berbentuk mesin, gedung, tanah, dan sebagainya Fungsi modal untuk menghasilkan dan meningkatkan proses produksi MACAM MODAL DILIHAT DARI FUNGSINYA 1. Modal perseorangan adalah modal yang dimiliki oleh seseorang yang digunakan sebagai sumber penghasilannya. Contoh: deposito, saham, dan rental mobil. 2. Modal masyarakat adalah modal yang dimiliki oleh masyarakat dan digunakan secara bersama-sama. Contoh : pasar, jalan, waduk, dan pelabuhan. MACAM-MACAM MODAL DILIHAT DARI SIFATNYA 1. Modal tetap (fixed capital) adalah modal yang dapat digunakan untuk beberapa kali proses produksi. Contoh: mesin, tanah, dan pabrik. 2. Modal lancar (Current capital) adalah barang modal yang hanya dipakai satu kali proses produksi. Misalnya: bahan mentah, bahan baku, dan bahan tambahan lain. MACAM-MACAM MODAL DILIHAT DARI BENTUKNYA 1. Modal nyata (konkret) yaitu barang modal yang nyata atau berwujud yang digunakan dalam proses produksi. Contoh: mesin _ mesin, peralatan, dan bahan baku. 2. Modal tidak nyata (abstrak), yaitu barang modal yang tidak dapat dilihat tetapi dapat menunjang proses produksi. Misalnya: keahlian, dan kepercayaan dari orang lain. MACAM-MACAM MODAL DILIHAT DARI SUMBER MODAL 1. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari kekayaan sendiri.Misalnya: simpanan, saham, dan dana cadangan. 2. Modal pinjaman adalah modal yang berasal dari pinjaman orang lain yang harus dibayar dengan bungannya. Misalnya: hutang bank baik jangka pendek atau jangka panjang, pinjaman koperasi, pinjaman dari perusahaan lain. PENGERTIAN FAKTOR PRODUKSI KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan adalah kemampuan seseorang atau beberapa orang untuk menyatukan semua faktor produksi agar dapat menghasilkan barang tertentu. Faktor produksi kewirausahaa merupakan kemampuan menjalankan suatu perusahaan sehingga perusahaan tersebut dapat berjalan secara efisien dan menguntungkan. Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan manusia untuk mengelola atau mengendalikan usaha untuk memperoleh laba yang besar (wajar).

Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengatur faktorfaktor produksi seperti faktor alam, tenaga kerja, dan modal untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

HAL YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PENGUSAHA 1. Keahlian, 2. Kecakapan, 3. Keuletan, 4. Keterampilan Untuk Mengelola Usaha, 5. Keberanian Untuk Menanggung Risiko, 6. Memiliki Sikap Iman Dan Taqwa, 7. Bermoral Pancasila, 8. Ahli Dalam FAKTOR KEAHLIAN MELIPUTI TIGA FAKTOR 1. Keahlian mengatur (managerial skill) adalah kemampuanmemimpin dan menggunakan setiap kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya dan berani menanggung resiko. 2. Keahlian bidang teknis (tehnological skill) adalan kemampuan mengkombinasikan faktor-faktor produksi sehingga dapat mengahsilkan barang/jasa. 3. Keahlian mengorganisasi (organizational skill) adalah kemampuan mengorganisasi berbagai usaha, baik perusahaan ataupun di luar perusahaan BEBERAPA ALTERNATIF YANG BISA DITEMPUH PARA WIRAUSAHA 1. Memperkenalkan produk baru atau kualitas suatu barang yang belum dikenal konsumen. 2. Melakukan suatu metode (cara produksi) baru untuk menangani produk. 3. Membuka suatu pasar baru, yaitu pasar yang belum pernah dimasuki oleh cabang industri yang bersangkutan. 4. Pembukaan suatu sumber-sumber produksi yang masih harus dikembangkan. 5. Pelaksanaan suatu organisasi usaha baru. KEGIATAN PRODUKSI 1. Produksi sektor primer ( mengolah sumber alam seperti kegiatan pertanian, peternakan, perikanan ), sekunder ( mengolah hasil sektor primer seperti pabrik tempe, perusahaan mebel ), dan tersier ( menyediakan jasa seperti sekolah, bank ) 2. Produksi sektor publik ( milik pemerintah seperti PLN, KIA ) dan swasta ( perorangan maupun kelompok ); 3. Produksi sektor konsumsi ( hasilnya langsung dapat memenuhi kebutuhan manusia seperti praktek dokter, tukang pisang goreng ) dan investasi (hasilnya dibutuhkan oleh sektor konsumsi seperti mesin_mesin ). PERLUASAN MUTU PRODUKSI 1. Ekstensifikasi adalah memperluas faktor-faktor produksi faktor alam, faktor tenaga kerja, faktor modal, dan faktor kewirausahaan) 2. Intensifikasi adalah meningkatkan kemampuan produksi faktor-faktor produksi, seperti memilih bibit unggul, menggunakan mesin-mesin berteknologi canggih. 3. Spesialisasi (Pembagian) Kerja adalah usaha untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi dengan cara melakukan pembagian kerja. Dengan pembagian kerja ini, karyawan akan mengerjakan

4.

5.

pekerjaan yang sesuai dengan tingkat keahlian sehingga kualitas hasil kerjanya akan lebih baik. Diversifikasi adalah usaha untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi dengan cara menambah jenis produksi (keanekaragaman produksi). Misalnya, lahan pertanian selain digunakan untuk menanam padi, juga dimanfaatkan untuk memelihara ikan (mina padi). Mekanisasi adalah usaha untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi dengan cara menggunakan mesin-mesin atau alat-alat yang lebih modern dan canggih. Hal ini dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia dan mempermudah pekerjaan manusia. Misalnya, pemakaian komputer dalam industri sepatu.

8.

Standardisasi, yaitu mengadakan penetapan ukuran barang-barang untuk memudahkan konsumen dalam menetapkan pilihan.

PENINGKATAN PRODUKSI 1. Meningkatkan kualitas bahan baku lewat pemilihan dan pengawasan bahan baku serta penelitian _ penelitian 2. Meningkatkan kondisi mesin atau peralatan ( selalu mengikuti perkembangan teknologi ) 3. Meningkatkan kualitas SDM ETIKA EKONOMI DALAM MEMANFAATKAN FAKTOR PRODUKSI 1. Mencegah Polusi 2. Menjaga Kelestarian Lingkungan 3. Memanfaatkan Faktor Produksi Alternatif PENGERTIAN DISTRIBUSI Distribusi : kegiatan manusia menyalurkan atau menyebarluaskan hasil produksi kepada masyarakat Kegiatan distribusi adalah kegiatan untuk menyalurkan barang/jasa dari produsen kepada konsumen. TUJUAN DISTRIBUSI 1. Mempercepat sampainya barang ke konsumen 2. Menyebarkan hasil produksi secara merata 3. Menjaga kesinambungan kegiatan produksi 4. Agar hasil produksi lebih berguna bagi masyarakat. 5. Kebutuhan masyarakat akan barang/jasa terpenuhi. TUGAS DISTRIBUTOR 1. Membeli, yaitu melakukan tugas pembelian hasil produksi barang dan jasa dari produsen. 2. Menjual, yaitu melakukan penjualan barang dan jasa ke konsumen. 3. Menyimpan, yaitu melakukan penyimpanan barangbarang di gudang sampai batas waktu barangbarang tersebut dibutuhkan. 4. Mengangkut, yaitu melakukan pengangkutan barang-barang dari produsen ke konsumen yang membutuhkan. 5. Pembelanjaan, yaitu kegiatan menyangkut permodalan, pembayaran upah pegawai dan buruh, dan biayabiaya pembelian barang. 6. Promosi, yaitu cara memperkenalkan atau mengiklankan barang yang diperdagangkan, baik menyangkut harga maupun mutu kepada konsumen. 7. Informasi, yaitu memberikan penjelasan mengenai perkiraan harga dan pemasaran barang pada waktu tertentu dari pimpinan kepada pelaksana.

SISTEM DISTRIBUSI 1. Distribusi langsung adalah distribusi barang/jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran langsung dari produsen kepada konsumen. Contoh, pedagang sate langsung menjual barang kepada konsumen. 2. Distribusi semi langsung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen. Contoh: pabrik tekstil menyalurkan kainnya melalui conventer. 3. Distribusi tidak langusung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui agen, grosir, makelar, komisioner, pedagang kecil yang bertindak sebagai pedagang perantara. DISTRIBUSI LANGSUNG PRODUSEN

KONSUMEN

KONSUMEN

KONSUMEN

DISTRIBUSI SEMI LANGSUNG KONSUMEN PENGECER KOMSUMEN PRODUSEN KONSUMEN PENGECER KONSUMEN DISTRIBUSI TIDAK LANGSUNG

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISTRIBUSI BARANG DAN JASA DARI PRODUSEN KE KONSUMEN 1. Faktor pasar Semakin banyak pasar yang tersedia untuk penjualan barang, semakin besar peranan distribusi. 2. Faktor barang Barang yang akan diproduksi perlu diketahui apakah konsumen sangat membutuhkannya, apakah dapat diterima oleh konsumen dengan harga yang lebih murahdan mutu yang baik, dan apakah barang dapat disalurkan dengan cepat dan aman.

3.

4.

Faktor perusahaan Faktor ini menuntut perusahaan (penghasil) untuk mengetahui keinginan pengguna, kapan waktunya diinginkan, dan kapan kurang diperlukan sehingga distribusinya perlu dipersiapkan. Faktor kebiasaan dalam membeli Dalam membeli apakah distributor menjamin keamanan dan keutuhan barang.

LEMBAGA DISTRIBUSI 1. Pedagang adalah orang atau badan yang membeli barang dagangan dari produsen dan menjualnya kepada konsumen 2. Agen adalah lembaga atau seseorang yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan barang ataupun merupakan wakil dari produsen yang bertanggung jawab atas penjualan hasil produksinya 3. Makelar merupakan pedagang perantara yang bekerja atas nama orang yang menyuruhnya. Bonus yang diterima makelar disebut kurtasi/provisi. Makelar hanya mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. Lembaga ini tidak mengeluarkan biaya atau menanggung resiko. 4. Komisioner merupakan perantara dagang dalam pembelian maupun penjualan yang bekerja atas nama sendiri. Komisioner mengeluarkan biaya dan menanggung resiko. Orang yang menyuruh kosioner disebut dengan komiten. Upah yang diterima komosioner disebut komisi. Hak makelar diantaranya hak mendapat upah dan menahan barang selama orang yang menyuruhnya belum membayarnya. 5. Importir adalah individu atau organisasi perantara dagang yang mendatangkan barang dari luar negeri. Barang yang di impor tersebut bisa digunakan sebagai produksi atau untuk tujuan konsumsi. 6. Eksportir adalah individu atau organisasi perantara dagang yang melakukan kegiatan pengiriman barang ke negara lain yang membutuhkan. Dari kegiatan yang dilakukan berharap mendapat keuntungan. esportir ini bisa produsen itu sendiri atau pedagang JENIS PEDAGANG 1. Pedagang besar ( grosir / Wholeseller ) adalah pedagang yang membeli dan menjual dalam jumlah besar dan menjualnya ke pedagang kecil 2. Pedagang kecil ( retailer ) adalah pedagang yang membeli barang dagangannya kepada grosir dan menjualnya kepada pedagang yang lebih kecil atau eceran langsung pada konsumen. ETIKA DALAM DISTRIBUSI 1. Dapat memenuhi pemerataan barang-barang hasil produksi kepada konsumen 2. Ada perlakuan yang adil di kalangan konsumen. BENTUK BENDA YANG DIDISTRIBUSI BARANG BENTUK BENDA YANG DIDISTRIBUSIKAN JASA

PIHAK YANG DILALUI DISTRIBUSI 1. Penyaluran melalui pedagang: pedagang di sini ialah pedagang besar yang sekaligus bertindak sebagai agen kemudian menyalurkannya kepada konsumen melalui agen 2. Penyaluran melalu koperasi, misalnya hasil pertanian petani disalurkan melalui KUD 3. Penyaluran melalui toko: produsen menyalurkan produksinya melalui tokonya sendiri atau melalui agen, misalnya produsen sepatu bata punya toko sepatu bata 4. Penyaluran dari rumah ke rumah 5. Penyaluran melalui tempat tertentu yang telah disediakan, misalnya pasar, stan pameran