Anda di halaman 1dari 7

STUDI KASUS SOFTSKILL PERILAKU KONSUMEN MEMPENGARUHI SIKAP DAN PERILAKU

NAMA NPM KELAS MATA KULIAH DOSEN

: : : : :

CHING CHING SELVIA 11211631 3EA27 PERILAKU KONSUMEN TOMI ADI SUMIARSO, S.E.

UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan YME atas rahmat dan karunianya yang selalu menyertai penyusun, sehingga terselesaikannya makalah studi kasus mata kuliah softskill Perilaku Konsumen pada Universitas Gunadarma, Kalimalang. Dan ucapan terima kasih juga diberikan penulis kepada dosen pengajar Bapak Tomi Adi Sumiarso, S.E. Penyusunan makalah ini dengan judul sudah ditetapkan yaitu Mempengaruhi Sikap dan Perilaku. Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini, adalah metode kajian pustaka. Dengan media internet dan beberapa informasi dari buku untuk pengumpulan informasi. Penyusun juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan penyusunan makalah selanjutnya.

Jakarta, Januari 2014

Ching Ching Selvia Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

BAB I LANDASAN TEORI

MEMPENGARUHI SIKAP DAN PERILAKU

Pengertian sikap Manusia dalam hal ini anak memiliki sikap dan prilaku yang menurut Allport (dalam Hogg, 2004) mendefinisikan sikap sebagai sebuah kecendrungan untuk bertingkah laku dengan cara tertentu dalam situasi sosial. Sikap merujuk pada evaluasi individu terhadap berbagai aspek dunia sosial serta bagaimana evaluasi tersebut memunculkan rasa suka atau tidak suka individu terhadap isu, ide, orang lain, kelompok sosial dan objek (Baron, 2004) Sedangkan La Pierre (dalam Azwar, 2003) memberikan definisi sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan. Lebih lanjut Soetarno (1994) memberikan definisi sikap adalah pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak terhadap obyek tertentu. Sikap senantiasa diarahkan kepada sesuatu artinya tidak ada sikap tanpa obyek. Sikap diarahkan kepada benda-benda, orang, peritiwa, pandangan, lembaga, norma dan lain-lain. Dari beberpa pengertian dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap adalah bagian dari diri manusia yakni kecenderungan dalam melakukan suatu tindakan sesuai dengan kondisi perasaan atapun pengetahuan yang dimilki.

Pengertian Prilaku Perilaku manusia merupakan bagian dari kehidupan manusia yang menurut Wikipedia oleh anonim adalah adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika. Sedangkan prilaku itu sendiri adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis,
2

membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. (Notoatmodjo, 2003). Pendapat lain yakni menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Perbedaan Sikap dan Perilaku Menurut Bimo Walgito dalam bukunya Psikologi Sosial suatu pengantar : Psikologi merupakan ilmu tentang prilaku atau aktivitas-aktivitas individu

(Branca,1994;Morgan,dkk) Prilaku atau aktivitas-aktivitas tersebut dalam pengertian yang luas, yaitu prilaku yang menampak (over behavior) dan prilaku yang tidak menampak(inner behavior), demikian pula aktivitas-aktivitas tersebut di samping aktivitas motorik yang termasuk aktivitas emosional dan kognitif. Sebagaimana diketahui perilaku atau aktiviats yang ada pada individu atau organisme itu tidak timbul dengan sendirinya,tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus eksternal maupun stimulus internal. Namun demikian, sebagian terbesar dari perilaku arganisme itu sebagai respon terhadap stimulus eksternal. Ada ahli yang memandang bahwa perilaku sebagai respon terhadap stimulus, akan sangat ditentukan oleh keadaan stimulusnya dan individu atau organisme seakan-akan tidak mempunyai kemampuan untuk menentukan perilakunya, hubungan stimulus dan respon seakan-akan bersifat mekanistis. Pandangan semaca ini umumnya merupakan pandangan yang bersifat behavioritis. Berbeda dengan pandangan kaum behavioris adalah pandangan dari aliran kognitif, yaitu yang memandang perilaku individu merupakan respon dari stimulus, namun dalam diri individu itu ada kemampuan untuk menentukan perilaku yang diambilnya. Ini berarti individu dalam keadaan aktif dalam menentukan perilaku yang diambilmya(psikologi social, prof. Dr. Bimo Walgito). Menurut Sarlito Warawan Sarwono, dalam bukunya Psikologi sosial : Walaupun sikap merupakan salah satu pokok bahasan yang penting dalam psikologi sosial, para pakar tidak selalu sepakat tentang definisinya:

1. Attitude is a favourable or unfavourable evaluative reaction to ward something or someone, exhibitted in ones belief. Feelings or intended behavior(Myers, 1996). Myers menyatakan bahwa sikap adalah suatu reaksi nilai yang bisa disukai atau tidak disukai untuk melindungi sesuatu atau seseorang, yang ditunjukan dalam perasaan atau keinginan bersikap. 2. An attitude is a disposition to respond favourably or unfavourably to an object, person, institution or event(Azjen, 1998). Sedangkan Azjen menyatakan sebuah sikap adalah sebuah kecenderungan untuk merespon secara suka atau tidak suka kepada sebuah objek, orang, lembaga atau kejadian. 3. Attitude is a psichologycal tendency that is expressed by evaluating a particular entity with some degree of favour or disfavour (Eagly and Chaiken, 1997). Mereka berpendapat bahwa adalah sebuah kecenderungan psikologi yang diekspresikan dengan penilaian sebuah identitas tertentu dengan beberapa tingkatan yang disukai atau tidak disukai. Kesesuaian Sikap dan Perilaku Adanya ketidaksamaan antara sikap dan perilaku, sudah diketahui oleh para pakar sejak lama. Hartshorne and May (1928) misalnya, menemukan bahwa kecurangan dalam hubungan dalam situasi tertentu(mencontek ulangan) belum tentu berkorelasi dengan kecurangan dalam situasi yang lain(misalnya, berbohong kepada teman di luar kelas). Penelitian yang dilakukan oleh bagian psikologi sosial, fakultas psikologi Universitas Indonesia dikalangan sejumlah ibu dan balita di Jakarta, menunjukan bahwa sikap mereka terhadap pengobatan dengan oralit bagi anak-anak mereka yang menderita muntah berat adalah positif. Akan tetapi, pada saat kejadian yang sesungguhnya mereka akan menggunakan pengobatan tradisioanal(Sarwono dkk, 1989 dan 1990). Karena banyak penelitian membuktikan bahwa sikap tidak meramalkan perilaku, pendapat bahwa psikologi tidak perlu digunakan konsep sikap(sebagai faktor internal atau laten) tetapi langsung saja teliti perilakunya(pernyataan Wicker,1969 dalam buku Sarlito Wirawan)

BAB II STUDI KASUS


Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan alat transportasi membawa angin segar bagi perusahaan otomotif terutama sepeda motor. Daya serap pasar di Indonesia dengan jumlah penduduk kira-kira sebesar 231 juta jiwa untuk produk otomotif khususnya sepeda motor memang sangat potensial. Saat ini banyak bermunculan merek sepeda motor dengan berbagai model, desain, dan kualitas yang bagus dengan harga yang cukup bersaing. Salah satu perusahaan otomotif di Indonesia adalah PT Astra Honda Motor (AHM) yang memproduksi sepeda motor Honda. Persaingan yang semakin ketat di dunia usaha membuat para produsen otomotif harus mampu berinovasi dalam penguasaan pangsa pasar. Persaingan mengharuskan produsen berorientasi pada kepentingan konsumen. Pengetahuan bagaimana konsumen mengambil keputusan dalam memilih motor yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya sangat penting diketahui oleh produsen dalam menghadapi persaingan. Dari hasil penelitian diketahui alasan konsumen membeli sepeda motor Honda adalah mutu yang sesuai dengan harapan, manfaat utama yang dipertimbangkan adalah irit bahan bakar. Sumber informasi dari iklan televisi dan sudah mengenal sepeda motor Honda lebih dari 5 tahun yang lalu. Mempertimbangkan irit bahan bakar dalam memilih sepeda motor. Konsumen melakukan pembelian di dealer-dealer resmi, keluarga merupakan pihak yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan, dan menyatakan puas dengan sepeda motor Honda. Berdasarkan hasil analisis faktor yang mempengaruhi dalam keputusan pembelian terbentuk empat faktor. Faktor psikografis yang terdiri dari budaya, kelas sosial, situasi, motivasi, dan gaya hidup. Faktor demografi dan sikap yang terdiri dari usia, jenis kelamin, dan sikap. Faktor ilmu pengetahuan yang terdiri dari pengetahuan dan pengalaman. Faktor sumber informasi yang terdiri dari keluarga, iklan dan promosi. Berdasarkan model sikap fishbein, atribut yang dianggap paling penting adalah irit bahan bakar dan atribut yang memperoleh skor kepercayaan tertinggi juga atribut irit bahan bakar. Sikap konsumen terhadap sepeda motor Honda berada pada kategori baik.

BAB III PENUTUP

Berdasarkan studi kasus dari hal umum yang terjadi tersebut, dapat dikatakan bahwa sikap konsumen dalam sebelum melakukan pembelian akan selalu didasari oleh beberapa landasan yaitu pengetahuan produk yang akan dicari terlebih dahulu, untuk melihat berapa berkualitas produk yang akan ia beli, mencari alternatif atau pilihan cadangan ketika apa yang menjadi perencanaannya tidak dapat terpenuhi. Sikap konsumen sebelum melakukan pembelian tersebut akan sangat mempengaruhi perilaku konsumen selanjutnya, ketika konsumen sudah menentukan pilihannya maka konsumen akan memberikan tanggapannya terhadap produk pilihannya tersebut. Baik atau buruknya berada di hasil akhir keputusan konsumen setelah melakukan pembelian, dengan menentukan merasa puas atau tidak dengan produk pilihannya.