Anda di halaman 1dari 16

Gambar3.4 Keterangan Gambar 3.

4 1) Titik E: BEP dan titik persarnaan CL dengan Cso' 2) Titik G: BEP fungsi konsurnsi CS1' 3) Titik F: titik persarnaan CL dengan CS1 4) Jika PN naik secara perrnanen untuk jangka panjang sebesar 40 (dari 80 rnenjadi 120) maka pola konsurnsi bergeser dari titik E ke titik 0, kedua titik E dan 0 sarna-sama berada pada CL. 5) Jika perubahanlkenaikan PN tersebut tidak perrnanen rnaka .pola konsurnsi bergeser dari titik E ke titik C, kedua titik E dan C sama-sarna berada pada Cso' D. Investasi dan Multipler Investment Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan sektor bisnis / pengusaha swasta(RTP) dan bisa juga dilakukan oleh pernerintah (RTN) untuk membeli barang-barang modal ataupun peralatan-peralatan produksi. Tujuannya untuk mengganti atau untuk menambah barang modal dalam perekonomian yang akan digunakan untuk mempertahankan atau memperbesar jumlah produksi di masa yang akan datang. Dalam anal isis perhitungan pendapatan nasional, investasi dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, antara lain sebagai berikut: 1. Investasi perusahaan-perusahaan swasta (private investment) yang dilakukan masyarakat pengusaha (RTP) untuk membeli barang-barang modal, penambahan inventory, dan mendirikan industri-industri. 2. Investasi berupa pengeluaran masyarakat untuk pembelian atau mendi-rikan rumah-rumah tempat tinggal. 3. Investasi yang dilakukan oleh pemerintah (public investment). Investasi ini biasa juga disebut investasi sosial (social overhead capitan, seperti membuat jalan raya, pelabuhan, irigasi, dan lain sebagainya yang bersifat barang-barang publik (public goods) Investasi yang selalu digunakan dalam anal isis ekonomi adalah investasi yang dilakukan perusahaan swasta, karena jenis investasi ini merupakan komponen terbesar dalam kegiatan investasi suatu negara dan peranannya cukup besar dalam perekonomian negara. Secara umum investasi yang dilakukan pihak swasta

berupa induced-investment, yaitu investasi yang besar kecilnya sangat bergantung pad a kondisi 'pendapatan nasional. Sedangkan autonomous-investment, yaitu investasi yang besar kecilnya tidak ditentukan oleh besar kecilnya pendapatan masyarakat. Investasi ini lebih ban yak dilakukan oleh pemerintah, terutama di negara-negara yang belum maju perekonomiannya. Secara teori dapat dikatakan bahwa eutonomous investment (la), dapat mendorong induced investment (li). Prosesnya dapat dilihat melalui contoh berikut ini: Misalkan: 1. Ada pembangunan proyek irigasi yang dilakukan pemerintah berarti pemerintah melakukan investasi bersifat autonomous (Ia). 2. Akibat pembangunan irigasi ini tercipta kesempatan kerja baru, artinya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat (artinya terjadi .8Y). Kenaikan pendapatan masyarakat akan menambah keinginan untuk berkonsumsi (artinya terjadi ~C). 3. Kenaikan konsumsi masyarakat akan mendorong kenaikan permintaan (terjadi C) terhadap berbagai barang, misalnya permintaan terhadap pakaian. 4. Adanya peningkatan permintan terhadap pakaian, pengusaha akan melakukan ekspansi di sektor industri pakaian artinya terjadi investasi yang bersifat induced investment (Ii). 5. Akibat adanya perluasan usaha di sektor industri pakaian akan mendorong induce investment di sektor-sektor lain yang berkaitan dengan bahan-bahan untuk membuat pakaian seperti pabrik tekstil, pabrik benang, pabrik kancing baju, dan sebagainya. 6. Perkembangan diberbagai sektor usaha yang terkait dengan pembangunan di sektor pakaian ini akan menciptakan acceleration of principle yaitu prinsipprinsip percepatan dalam pertumbuhan ekonomi.

Terjadinya prinsip percepatan tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut:

Selanjutnya investasi dapat pula berbentuk Domestic Investment yaitu investasi yang berasal dari dalam negeri dan Foreign Investment yaitu investasi yang berasal dari luar negeri. Peranan investasi dalam suatu perekonomian adalah sebagai berikut:

1. Dapat meningkatkan pengeluaran aggregate. Kenaikan investasi, akan meningkatkan permintaan/pengeluaran aggregate, dan sekaligus akan diikuti oleh pertambahan kesempatan kerja yang akhirnya meningkatkan pendapatan nasional, 2. Investasi dalam bentuk pertambahan barang modal akan rnenambah kapasitas produksi di masa depan dan akan mendorong pertambahan produk nasional dan kesempatan kerja. 3. investasi akan mendorong perkembangan teknologi. Hal ini berperan penting terhadap produktivitas dan pendaptan masyarakat. Faktor yang menentukan terjadinya investasi Dalam suatu negara selain pendapatan nasional investasi dipengaruhi pula oleh berbagai faktor Ia:innya, antara lain: 1. Perkembangan tingkat bunga. Bila tingkat bunga (i) naik, investasi (I) menurun. Sebaliknya bila tingkat bunga turun investasi (I) meningkat. Kondisi ini terjadi karen a investasi selalu bertujuan untuk mencari laba di masa depan (profit motive). 2. Perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya dalam berproduksi. Turunnya biaya produksi mendorong keinginan untuk memperluas usaha dan melakukan investasi. 3. Ekspektasi kegiatan ekonomi di masa depan. Perkiraan atau ramal an keadaan perekonomian masa depan suatu negara akan sangat menentukan kondisi investasi saat ini. Oi samping perkiraan ekonomi, kondisi perkembangan politik yang terjadi di suatu negara juga sangat memengaruhi perkembangan investasi. Fungsi investasi memperlihatkan sifat hubungan antara besar investasi dan tingkat pendapatan nasional 1 = f (Y). Meskipun demikian pendapatan nasional bukanlah penentu investasi yang penting. Menurut Keynes, hal yang sangat menentukan investasi adalah suku bunga dan ekspektasi serta perkembangan teknologi sehingga bentuk fungsinya I = f ( i, Eks, Tek). Secara umum fungsi Investasi dinyatakan dalam bentuk persamaan berikut :

Bentuk fungsi investasi jika dikaitkan dengan tingkat bunga kurvanya berbentuk garis lurus dengan slope negatif. Kurva ini biasa disebut MEl (seperti Gambar 3.5 A). MEl (Marginal Eficience of Investment) adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat pengembalian modal (return) dalam bentuk bunga dengan jumlah modal yang diinvestasikan. Jika fungsi investasi dikaitkan dengan PN fungsi investasi merupakan garis lurus horizontal karena investasi tidak tergantung pada PN (seperti Gambar 3.5 B).

Keterangan Gambar 3.5 A 1. Bila lingkat bunga berubah misainya turun dari i1 ke i2, maka investasi bertambah dari 11ke 12, Perubahan investasi hanya terjadi sepanjang kurva MEI. 2. Sila expektasi dan teknologi yang berubah, meskipun tingkat bunga tetap i, maka investasi bertambah dari 11ke 13" Perubahan Investasi ini mendorong kurva MEI1 ke MEI2. Keterangan Gambar 3.5 B 1. Bila PN berubah fungsi Investasi tetap berbentuk garis horizontal, investasi tidak dipengaruhi oleh perubahan PN. 2. Fungsi Investasi dipengaruhi oleh tingkat bunga dan teknologi/expektasi. 3. Bila bunga turun, investasi naik dari 11ke 12, 4. Sila teknologi berkembang investasi naik dari 11ke 13" artinya

Multiplier Investment Multiplier investment merupakan suatu proses terjadinya pertambahan pendapatan nasional sebagai akibat pertambahan investasi dalam perekonomian. Menurut Keynes, setiap terjadinya pertambahan atau kenaikan investasi akan menimbulkan kenaikan pendapatan nasional secara berlipat ganda. Pengeluaran investasi dipandang sebagai pengeluaran yang berdaya tinggi dalam memengaruhi produk nasional. Misalkan dalam perekonomian, terjadi investasi sebesar $ 1.000.000 sedangkan MPC == b =2/3 Proses mengenai MultiplierInvesment. Terjadinya proses Multiplier investment dapat dijelaskan melalui skema berikut:

demikian terjadi !:;'Y= A ;;Y1+!:;.Y2+ !:;.Y3+!:;.Y .. 4d Y an n seterusnya. Proses ini akan berlangsung terus dan setiap tahap berikutnya akan pembelanjaan 2/3 bagian dari tahap sebelumnya. Walaupun tahapan mata rantai Y ini kelihatannya tiada berakhir, tetapi tahapan mata rantai Y ini akan terus menu run, dan mencapai jumlah yang terbatas. Proses multiplier investasi akan berakhir ketika tercapai pendapatan nasional keseimbangan. Hal ini dapat dijelaskan secara matematis sebagai berikut:

Menurut rumus Geomentri (Deret Ukur)

Koefisien multiplier investasi (kl) merupakan angka perbandingan antara i1Y dengan i11dan dapat dihitung dengan cara berikut:

Untuk menghitung kenaikan Pendapatan Nasional akibat naiknya investasi digunakan rumus sebagai berikut:

Dengan mengetahui nilai MPC= 2/3 dan investasi $ 1.000.000, maka koefisien multiplier (kl) dan pertambahan pendapatan nasional (i1 Y) dapat dihitung sebagai berikut:

Dengan adanya I.=$ 1.000.000, akan terjadi kenaikan AY 3 kali lipat dari AI yakni sebesar $ 3. 000.000.

E. Pendapatan Nasional Keseimbangan (National Income Equilibrium) Perekonomian Dua Sektor Pendapatan nasional keseimbangan merupakan kondisi di sa at tingkat pendapatan nasional (PN) tersebut nilai tabungan masyarakat sama dengan besar investasi dalam perekonomian suatu negara. Pendapatan nasional keseimbangan (equilibrium), terjadi ketika nilai Aggregate Supply sama dengan Aggregate Demand. Kedua formula di bawah ini merupakan syarat untuk terjadinya pendapatan nasional, investasi yang terjadi dalam suatu negara. nilai PN disebut juga Aggregate Supply (AS). nilai Aggregate Demand (AD) atau Aggregate Expenditure(AE)

Cara menentukan PN Keseimbangan 1. Dengan rumusan: AS = AD

2 . Dengan rumusan :

Contoh soal: Diketahui fungsi konsumsi: C = 20 + O,75Y (sudah ditemukan dari hasil perhitungan sebelumnya) dan investasi direncanakan sebesar $ 10 milyar. Pertanyaan: a. Tentukan fungsi tabungan (saving) b. Tentukan fungsi tabungan (saving)] tentukan koefisien multipler dan beberapa kenaikan PN adanya akibat invetasi ! c. Tentukan besar PN Inpas (BEP) dan PN keseimbangan (Eqiulimbirium) d. Tentukan besar konsumsi dan Tabungan di saat PN keseimbangan ! e. Gambarkan fungsi konsumsi, fungsi tabungan, fungsi investasi, dan pungsi pengeluaran aggregate dua sektor. Jawaban :

Keterangan Gambar 3.6 1. YSEP artinyaY = C nilainya sebesar $ 80. Artinya,pada tingkatpendapatan tersebut semua pendapatan masyarakat habis dikonsumsi dan masyarakat tidak mampu menabung. S = 0 karena PN = $ 80 hanya cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakatlkebutuhanpokok mereka dan hidup dalam keadaan pas-pasan. 2. YEq artinya Y = C + I nilainya sebesar $ 120. Artinyapada saat itu semua produk nasional habis dibeli masyarakat konsumen (senilai $ 110) dan masyarakat pengusaha (senilai $ 10). 3. Pada saat keseimbangan dapat juga diartikan nilai S = I. Kehidupan masyarakat sudah meningkat, karena masyarakat sudah mampu menyisihkan bagian dari pendapatannya untuk ditabung. Masyarakat sudah menyadari dan ingin meningkatkan taraf hidup. Masyarakat pengusaha ingin melakukan ekspansi dengan merencanakan I = $ 10 dan jumlah tersebut sesuai dengan dengan jumlah tabungan (saving) masyarakat. 4. Kenaikan pendapatan nasional dari YBEP menjadi YEq sebesar $ 40 adalah sebagai akibat dari adanya investasi sebesar $ 10. Kenaikan tersebut terjadi melalui suatu proses multiplier investment. Contoh soal berikut ini akan memperlihatkan bagaimana pengaruh investasi terhadap perubahan Pendapatan nasional jika terjadi peningkatan investasi dalam perekonomian. Bila fungsi konsumsi telah diketahui C = 20 + 0,75 Y dan fungsi tabungan S = -20 + 0,25 Y. Sedangkan perkembangan investasi pada tahun 2002 sebesar $ 40 trilyun, dan pada tahun 2004 $ 60 trilyun. Pertanyaan: a. Tentukan besar koefisien multiplier investment! b. Hitung PN break event point! c. Hitung PN equilibrium setelah investasi tahun 2002 dan setelah tahun 2004! d. Berapa pertambahan pendapatan akibat dari investasi-investasi tersebut? e. Buatkan gambar yang memperlihatkan terjadinya proses multiplier investmen! Jawaban :

a. Koefisien multiplier investment dapat dihitung dengan rumus:

b. Pendapatan Nasional BEP (YBEP) dapat ditentukan dengan rumus:

c. Pendapatan nasional keseimbangan setelah investasi tahun 2002 atau setelah terjadi proses multiplier investment. Syarat keseimbangan adalah S = 1 ; di mana S = -20 + 0,25 Y dan 1= 40 terbukti bahwa:

Pendapatan nasional keseimbangan multiplier investment adalah:

setelah

investasi

tahun

2004

atau

melalui

Syarat keseimbangan adalah S == I; di mana S == -20 + 0,25 Y dan 1== 60 terbukti bahwa:

d. Pertambahan PN (~Y) sebagai akibat pertambahan investasi (L'll)dapat dihitung melalui rumus berikut: Untuk I = 40 maka nilai ~I = 40 (karena I sebelumnya tidak ada), maka ~Y setelah investasi $40 trilyun dapat dihitung sebagai berikut: L'lY= 4 x 40 L'lY= 160 ~Y terjadi 4 kali lipat dari ~I tahun 2002: Untuk I = 60 maka nilai ~I = 20 (karena I sebelumnya = 40), maka ~ Y setelah investasi $40 trilyun dapat dihitung sebagai berikut. terjadi 4 kali lipat dari ~I tahun 2 0 0 4

Keterangan Gambar 3.7

1. Setelah YSEP=$ 80, dengan adanya investasi tahun 2002 sebesar = $40, PN meningkat secara bertahap melalui proses multiplier hingga mencapai keseimbangan pada El sebesar $ 240 (trilyun). jadi pertambahan PN sebesar $ 160 (trilyun). 2. Setelah YE1 =$ 240, dengan adanya investasi tahun 2004 sebesar $60 berarti pertambahan investasi hanya $20, PN akan meningkat secara bertahap melalui proses multiplier hingga mencapai $ 320 (trilyun), jadi pertambahan PN sebesar $ 80 (trilyun).

3. Analisis Penentuan Pendapatan Nasional Equilibrium Kondisi keseimbangan perekonomian dua sektor biasanya ditandai oleh S = l, Artinya besar investasi yang dibutuhkan pihak RTP sama dengan besarnya tabungan RTK (masyarakat). Keseimbangan perekonomian bisa juga ditandai oleh Aggregate Supply sama dengan Agrregate Demand (AS = AD). Artinya nilai produk nasional yang tersedia/ ditawarkan sama dengan nilai produk yang diminta pihak RTK dan pihak RTP. Permintaan RTK disebut konsumsi dan permintaan RTP disebut investasi. Pada keadaan equilibrium ini tidak akan terjadi produk yang bertumpuk di gudang, para pembeli tidak akan berebut, faktor-faktor produksi tidak terpaksa melakukan kegiatan, dan besarnya produk (GNP) sama dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Untuk menganalisis kondisi keseimbangan perekonomian dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu: Saving Investment Approach dan Consumption Investment Approach. a. Saving Investment Approach Pendekatan ini merupakan metode untuk menganalisis pendapatan keseimbangan dengan menggunakan variabel investasi dan tabungan. Perlu diingat bahwa S dan I bergantung pada faktor yang berbeda. bergantung secara positif terhadap Y dan C bergantung pada faktor otonom di luar Y dan C.

Gambar 3.8 Analisis Gambar 3.8 1. Dalam anal isis ini diasumsikan, I konstan tidak bergantung kepada besar kecilnyaY. Artinya I bersifatotonom (autonomous). Oleh sebab itu kurva I merupakan garis Jurus mendatar/horizontal. 2. S = I, menunjukkan kondisi perekonomian seimbang (equilibrium) dan pendapatan nasional sebesar YEq Pada gambar terlihat kurva I berpotongan

dengan kurva Spada titik E, ini berarti tabungan masyarakat dalam perekonomian sama dengan investasi yang dibutuhkan. Dalam keadaan ini para pengusaha tidak ingin menghasilkan lebih banyak barang dan produk juga tidak menumpuk. Nilai produk yang tersedia (AS)sama dengan nilai produk yang diminta masyarakat (AD). 3. S > I, menunjukan perekonomian tidak seimbang (disequilibrium) terjadi pada saat pendapatan nasional sebesar Y2. Pada gambar terlihat kurva investasi berada di atas kurva tabungan, ini berarti jumlah dana tabungan masyarakat lebih besar daripada kebutuhan dana untuk investasi. Kondisi ini rilenggambarkan keinginan masyarakat untuk menabung lebih besar (S bertambah), akibatnya keinginan berkonsumsi berkurang (C berkurang). [ika C berkurang, maka jumlah barang menumpuk karena tidak terjual produksi dikurangi, akibatnya produksi dikurangi, penggunaan faktor produksi akan berkurang, pengangguran bertambah. Pertambahan tingkat pengangguran akan menurunkan pendapatan nasional dan kembali pada Yeq. 4. 5 < I, menunjukan perekonomian tidak seimbang (disequilibrium) terjadi pada pendapatan nasional sebesar Yj Pada gambar terlihat kurva investasi berada di bawah kurva tabungan, ini berarti jumlah dana tabungan masyarakat lebih kecil daripada kebutuhan dana untuk investasi. Kondisi ini menggarnbarkan keinginan masyarakat untuk menabung kecil sedangkan keinginan konsumsi besar. Bila konsumsi masyarakat besar, akibatnya permintaan bertambah dan ini mendorong produsen untuk menambah hasil produksinya dengan memperbesar investasi. Pertumbuhan investasi akan mendorong bertambahnya penggunaan faktor-faktor produksi, dan ini memperluas kesempatan kerja bagi faktor-faktor produksi. Pertambahan penggunaan faktor-faktor produksi akan meningkatkan pendapatan nasional hingga keadaan seimbangn. Artinya PN bertambah sampai pada Yeq. Dengan demikian terdapat tiga kemungkinan bentuk hubungan antara besarnya tabungan dengan investasi yaitu: keseimbangan perekonomian suatu negara. Perekonomian 1. 5 = I tercapai dikatakan seimbang apabila : 2. 5 > I, kondisi rru akan menimbulkan hoarding yaitu suatu kondisi adanya tabungan yang tidak/tidak produktif. 3. 5 <I, kondisi ini menunjukkan kebutuhan dana untuk I tidak dapat ditutupi dana 5 yang ada, kekurangan dana untuk I dapat ditutupi dengan penciptaan uangl pinjaman.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak selamanya 5 = I, dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: 1. Oranglpihak yang melakukan saving tidak sama dengan yang melakukan investasi, terutama dilihat dari kepentingan dan tujuannya. 2. Tabungan hanya tergantung pada besarnya pendapatan, sedangkan investasi tidak hanya tergantung pada besarnya pendapatan, tapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar pendapatan, antara lain:

a. b. c. d. e.

Adanya perkembangan teknologi dan penemuan-penemuan baru. Harapan-harapan (expectation). Suku bunga (i) yang berlaku, Marginal efficiency of capital (MEC). Capital stock.

b. Consumption - Investment Approach Pendapatan ini merupakan metode untuk mendapatkan pendapatan keseimbangan dengan menggunakan variable investasi (I) dan konsumsi . Kondisi keseimbangan ekonomi melalui pendapatan. Consumption-investement dapat dijelaskan melalui Gambar 3.9 berikut ini:

Analisis Gambar 3.9 1. Pendapatan/produk nasional keseimbangan (Y fq) ditandai dengan Y = C + Artinya produk nasional sama dengan Aggregate Demand yang terjadi dalam masyarakat. Pada saat ini, kondisi perekonomian berada dalam keadaan seimbang, karena semua produk nasional yang dihasilkan habis terjual. Barang- barang yang dihasilkan masyarakat sesuai barang-barang yang dibutuhkan masyarakat 2. Bila produk nasional Y2 keadaan ini menunjukan Y > C + l, kondisi ini dapat diartikan besarnya produk nasional melebihi besarnya permintaan masyarakat akan produk nasional. Banyak barang dan jasa yang tidak terjual. Akibatnya pengusaha akan mengurangi produksinya dan ini akan mengurangi penggunaan faktor-faktor produksi. Selanjutnya akan muneul pengangguran. Dengan demikian PN akan turun, dan kembali mengarah pada Yeq. 3. Bila produk nasional Y1,keadaan ini menunjukan Y< C + I, kondisi ini dapat diartikan besarnya jumlah produk nasional keeil atau kurang dari besarnya jumlah yang diminta masyarakat. Masyarakat membutuhkan produk nasional lebih banyak. Akibatnya pengusaha akan memperbesar produksi dan ini akan menambah penggunaan faktor-faktor produksi. Selanjutnya tingkat pengangguran berkurang. Dengan demikian PN akan naik, dan kembali mengarah ke YEq. Inflationary Gap dan Deflationary Gap Inf/antionary Gap merupakan kesenjangan atau jurang yang akan mendorong terjadinya inflasi. Inflationary gap akan terjadi apabila : 1. I > S full employment. Artinya investasi yang terjadi melebihi jumlah tabungan masyarakat ketika semua faktor produksi bekerja secara fuff capacity. 2. YEq> Y full employment. Artinya PN keseimbangan melebihi PN ketika sernua faktor produksi dipekerjakan seeara fuff capacity.

Agar perekonomian terhindar dari inflasi perlu diterapkan kebijakan fiskal khususnya kebjakan Tax (T).

kebijakan pemerintah berupa

Deflationary Gap merupakan kesenjangan atau jurang yang akan mendorong terjadinya deflasi. Kondisi deflationary gap akan terjadi apabila: 1. I < S full employment.Artinya investasi yang terjadi lebih keeil daripada jumlah tabungan masyarakat ketika semua faktor produksi bekerja seeara fuff capacity. 2. YEq < Y full employment. Artinya PN keseimbanganlebih rendah daripada PN ketika semua faktor produksi dipekerjakan secara fuff capacity. Agar perekonomian terhindar dari deflasi perlu diatasi melalui kebijakan pemerintah berupa kebijakan fiskal yaitu Government Expenditur (G). full employment, adalah suatu kondisi perekonomian apabila seluruh faktor produksi dipekerjakan secara penuh/secara full capacity. Dengan kata lain semua lahan, peralatan modal, dan tenaga kerja yang ada di suatu perekonomian tidak ada yang menganggur, semuanya digarap dan dipekerjakan. Dalam kegiatan perekonomian suatu negara diketahui konsumsi di saat masyarakat tidak berpenghasilan sebesar $ 20 trilyun dan konsumsi masyarakat tersebut akan bertambah sebesar 75% bila terjadi kenaikan pendapatan. Sementara masyarakat pengusahanya ingin memperluas usahanya dengan merencanakan investasi sebesar $ 40 trilyun. Pertanyaan: a. Tentukan fungsi konsumsi dan fungsi tabungan! b. Hitung besar pendapatan nasional BEPdan pendapatan nasional keseimbangan! c. Hitung besar gap (Inflantionary atau Deflationarj) bila diketahui pendapatan pada kapasitas produksi penuh (full employment) sebesar $ 200 trilyuri! c. Hitung besar pendapatan nasional BEPdan pendapatan nasional keseimbangan! c. Hitung besar gap (Inflantionary atau Deflationarj) bila diketahui pendapatan pada kapasitas produksi penuh (full employment) sebesar $ 200 trilyuri! d. Hitung besar gap (lnflantionary atau Deflationary) bila diketahui kapasitas produksi penuh (full employment) sebesar $ 280 trilyun! e. Gambarkan kondisi perekonomian negara tersebut! Jawaban : a. Dari soal di atas diketahui dari nilai a = 20 dan nilai MPC atau b = 0,75. akan dapat ditentukan: 1) Fungsikonsumsi C=a+bY q ~ 2) Fungsi tabungan Y = C + S 5=Y-C q S=Y-(20+0,7SY)q b. Syarat untuk menentukan PN break even point (YSEP) adalah Y = C atau S = 0 YSEP q Y = C q Y = 20 + 0,75 Y q Y = - 0,75 Y = 20 0,25Y=20 ~ Syarat untuk menentukan PN keseimbangan adalah Y = C + I YEqq Y = C + I q Y = 20 + 075Y + 40 q 0,25Y = 60

c. Ketika PN full employment (YF) sebesar $ 200 trilyun, besar tabungan dapat dihitung sebagai ..berikut: S full employment q Sf = - 20 + 0,25 x 200 q ~ Sedangkan besar investsi = $ 40 trilyun, maka I direncanakan = 40 > S full employment = 30 Dengan kondisi I > S full berarti yang akan terjadi adalah Inflationary Gap Inflantionary Gap = 1direncanakan - S full employment = 40 - 30 d. Ketika PN full employment sebesar $ 280 trilyun, dan besar tabungan dapat dihitung sebagai berikut. S full employment q SF = - 20 + 0,25 x 280 q ~ Sedangkan besar investsi = $ 40 trilyun, maka I direncanakan = 40 < S full employment = 50 Dengan kondisi I < Sfull berarti yang akan terjadi adalah Deflationary Gap. Oeflantionary Gap = 5 full employment - I direncanakan 50 - 40 BesarOeflantionary Gap = 10 e. Gambar Inflationary gap dan deflationary gap adalah sebagai berikut:

Keterangan Gambar 3.10 1. . Bila Agg S < Agg 0

harga naik

Inflantionary Gap

y < C+ I Agg S < Agg D } 200 < (20 + 0,75 x 200) + 40 200 < 170 + 40 200 < 210 Untuk mengatasinya perlu peranan pemerintah berupa penerimaan pemeritah (Tax) dinaikkan. 2. Bila Agg S > Agg 0 harga naik Deflantionary Gap y < C+I Agg S < Agg D } 280 < (20 + 0,75 x 280) + 40 280 < 170 + 40 q 280 < 270 Untuk mengatasinya perlu peranan pemerintah berupa pengeluaran (Government Expenditure) dinaikkan. pemerintah

Soal latihan 1. Dalam model perekonomian 2 sektor, bila terjadi kenaikan pendapatan, 3/4 bagian akan digunakan untuk menambah konsumsi. Sedangkan besar konsumsi pada pendapatan not $ 500 trilyun. Pertanyaan

a. Tentukan fungsi konsumsi dan tabungan dan hitung PN break event! b. Bila sektor bisnis menambah pengeluarannya $ 400 trilyun. Hitung PN equilibrium dan hitung pula investmen multilier coefficient! c. Bila output potensialnya diketahui $ 3000 trifyun. Tentukan apa yang terjadi di negara tersebut, apakah Inffasionary gap atau deflationary gap. Hitung dan lelaskan! d. Gambarkan grafik dengan dua pendekatan! 2. Data ekonomi yang diketahui adalah; ketika masyarakat tidak berpenghasilan besar konsumsinya $ 450 (trilyun) dan nilai MPC sama dengan MPS. Investasi bersifat autonomous sebesar $ 800 (trilyun). Hubungan antara APe dan APS dengan PN terlihat pada tabel berikut ini: Anda diminta untuk: a. Menentukan fungsi_konsumsidan fungsi tabungan dan hitunglah PN BEP. b. Melengkapi tabel. c. Menghitung PN keseimbangan dan berapa angka pengganda (multiplier investasi) serta berapa kenaikan PN setelah ada investasi. d. Menggabarkan kondisi perekonomian.