Anda di halaman 1dari 3

SMP STRADA SLAMET RIYADI

February 3, 2012

BAB V PERKEMBANGAN MASYARAKAT MASA HINDU-BUDDHA HINGGA KOLONIALISME BARAT


C. MASA KOLONIAL DI INDONESIA
LATAR BELAKANG KEDATANGAN BANGSA EROPA KE NUSANTARA Pusat-pusat perdagangan di Asia maupun di Eropa antara lain : 1. Konstantinopel, 2. Iskandariah, 3. Venesia, 4. Genoa. Kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia didorong oleh : 1. Munculnya merkantilisme, Merkantilisme adalah suatu faham kebijakan politik dan ekonomi suatu negara dengan tujuan memupuk hasil kekayaan (berupa emas) sebanyakbanyaknya sebagai standar kesejahteraan dan kekuasaan untuk negara itu sendiri. Untuk mencapai tujuan itu mucullah semangat dari beberapa Negara Eropa untuk mencari daerah jajahan. Beberapa negara merkantilisme di Eropa misalnya; Perancis , Inggris, Jerman, Belanda. Dengan didorong semangat memupuk hasil kekayaan (berupa emas) sebanyak-banyaknya sebagai standar kesejahteraan dan kekuasaan bangsa Eropa kemudian berdatangan ke Nusantara. Kawasan Nusantara sejak jaman dulu memang telah dikenal sebagai jamrud (tambang emas) katulistiwa. 2. Terjadinya rervolusi industri, Revolusi industri adalah pergantian atau perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang yang dikejakan oleh tenaga manusia atau hewan menjadi tenaga mesin. Penggunaan mesin dalam industri menjadikan produksi lebih efisien, ongkos produksi dapat ditekan, dan barang dapat diproduksi dalam jumlah besar dan cepat. Revolusi industri mula-mula muncul di Inggris. Revolusi ini kemudian berkembang kebberbagai negara Eropa. Pada satu sisi revolusi industri telah membawa akibat yang sangat positif, namun di sisi lain, revolusi industri telah menimbulkan masalah sosial. Masalah sosial yang muncul akibat adanya revolusi industri antara lain pengangguran dan urbanisasi. Untuk
Atanasia YayukWidihartanti

mengatasi masalah sosial akibat urbanisasi tersebut, maka diambil kebijakan untuk mengirim dan mempekerjakan kaum pengangguran di daerah baru yang dijadikan koloni. Di samping itu, daerah baru juga akan dijadikan sebagai daerah memasarkan kelebihan produk industrinya, daerah pensuplai bahan mentah dan tenaga murah. 3. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan kekaisaran Turki Utsmani, Pada 1453, Konstantinopel jatuh ke tangan bangsa Turki Ottoman. Hal inilah yang menyebabkan terputusnya jalur dagang antara Asia dan Eropa sehingga mengakibatkan hal-hal sebagai berikut: 1) Majunya kota pelabuhan-pelabuhan lain, seperti Iskandariah, Genoa, dan Venesia. 2) Harga rempah-rempah menjadi tinggi. 3) Eksploitasi dagang oleh orang-orang Eropa terhadap bangsabangsa Asia dan Afrika. 4) Monopoli dagang oleh orang-orang Eropa terhadap perda-gangan rempah-rempah di negara penghasil rempah-rempah 4. Dorongan semangat tiga G ( gold = ekonomi ), gospel =agama , dan glory = petualangan serta kemuliaan ) B. KEDATANGAN NUSANTARA BANGSA EROPA KE

1. Kedatangan Bangsa Portugis Pada tahun 1511 Portugis di bawah pimpinan Alfonso dAlbuquerqee berhasil menguasai Malaka. Dari Malaka inilah Portugis meluaskan pengaruh dan perdagangannya ke Indonesia. Mula-mula Alfonso dAlbuquerqee mengirim ekpedisi ke Aceh. Ekspedisi ini mengalami kegagalan Selanjutnya, Alfonso dAlbuquerqee mengirim ekpedisi ke Maluku. Ekpedisi ini kemudian disusul dengan ekpedisi berikutnya ke Ternate dan Tidore. Mereka semua semula diterima dengan baik. Di Maluku
Page 1

SMP STRADA SLAMET RIYADI hubungan Portugis dengan Ternate semakin mantab. Bahkan pada tahun 1522 Portugis mendirikan benteng pertahanan Saint John di Ternate. Dengan kedudukan yang semakin kuat ini, Portugis kemudian menguasai kegiatan perdagangan rempah-rempah di Maluku. 2. Kedatangan Bangsa Spanyol Keberhasilan Portugis mendorong bangsa Eropa yang lain untuk ikut mencari untung. Kalau Portugis lebih memusatkan perhatian di Ternate, Spanyol lebih tertarik bersekutu dengan Tidore. Terjadilah persaingan antara Portugis dan Spanyol di kawasan Maluku. Spanyol kemudian membangun benteng di Tidore. Pembangunan benteng ini semakin memperuncing persaingan persekutuan Portugis dan Ternate dengan Spanyol dan Tidore. Akhirnya pada tahun 1527 terjadilah pertempuran antara Ternate dengan bantuan Portugis melawan Tidore yang dibantu oleh Spanyol. Benteng yang dibangun Spanyol di Tidore dapat direbut oleh persekutuan Ternate dan Portugis. Portugis dan Spanyol menyadari kerugian yang ditimbulkan akibat persaingan itu. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada tahun 1534 keduanya menyepakati diadakanlah Perjanjian Saragosa. Isi perjanjian itu antara lain; 1) Maluku menjadi daerah pengaruh dan kegiatan Portugis 2) Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan diri di Filipina Perjanjian ini semakin mengokohkan kedudukan Portugis di Maluku. Dalam melaksanakan monopoli perdagangan, Portugis juga memiliki ambisi untuk menanamkan kekuasaan di Maluku. Itulah sebabnya, rakyat dan raja Ternate kemudian menentang Portugis. 3. Kedatangan Bangsa Belanda Keberhasilan bangsa Portugis dan Spanyol mendorong bangsa Belanda ingin mencari penghasil rempah-rempah. Di bawah pimpinan Cornelis de Heutman pada tahun 1596 rombongan orang-orang Belanda sampailah di banten. Kedatangan orang-orang Belanda ini pada mulanya diterima dengan baik-baik. Namun karena sikap mereka yang sombong, congkak dan kasar, orang-orang Belanda ini pun diusir dari Banten. Pada tahun 1598 datang lagi rombongan orangorang Belanda di bawah pimpinan van Nede dan
Atanasia YayukWidihartanti

February 3, 2012

van Heemskerck di Banten. Kali ini mereka dapat diterima baik-baik. Pada tahun 1599 datang armada yang dipimpin Jacob van Neck di Maluku. Karena rakyat Maluku waktu itu sedang bersengketa dengan Portugis, kedatangan orang-orang Belanda ini diterima dengan baik-baik. Rombongan orang-orang Belanda ini akhirnya mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Dalam perkembangan selanjutnya, aktivitas perdagangan Belanda di Indonesia dengan kekuatannya mulai menampakkan dominasi perdagangan sehingga perdagangan masyarakat Indonesia dibatasi. Bangsa kita hanya dibatasi sebagai penyedia barang dagangan saja, terutama setelah Belanda mendirikan kongsi dagang dengan nama VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie). VOC didirikan pada 1602, dipimpin oleh seorang gubernur jenderal yang bernama Pieter Both. Tujuan utama didirikannya VOC adalah untuk menguasai perdagangan rempahrempah di Nusantara. Pemerintah Belanda merasa diuntungkan dengan adanya VOC ini. Untuk itulah, pemerintah Belanda memberikan hak-hak istimewa kepada VOC, di antaranya adalah: 1) boleh membentuk tentara dan mendirikan benteng; 2) boleh berperang, damai, dan mengadakan perjanjian dengan raja-raja wilayah setempat; 3) boleh mengangkat dan memberhentikan pegawai; 4) boleh membuat mata uang sendiri; dan 5) mendapatkan hak monopoli. Akan tetapi, pada 13 Desember 1799, VOC dibubarkan oleh pemerintah Belanda, dan berita acara pembubarannya diterima resmi oleh Hindia Belanda pada 1 Januari 1800. Sejak itulah Nusantara diperintah oleh pemerintah Belanda. Pada 1808 pemerintah Belanda mengangkat Gubernur Jenderal yang bernama Herman Willem Daendells di Indonesia. Dengan tugas pokoknya, yaitu: 1) Mengadakan pembantuan dalam sistem pemerintahan. 2) Pulau Jawa dibagi menjadi sembilan daerah. 3) Bupati dijadikan sebagai pegawai pemerintah Belanda. 4) Membentuk pengadilan dan penyelewengan. 5) Memberantas korupsi dan penyelewengan. Selain lima tugas pokok tersebut, ia juga ditugasi untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Oleh karena itu, ia
Page 2

SMP STRADA SLAMET RIYADI membangun pertahanan Pulau Jawa dengan cara: 1) Membuat jalan dari Anyer (Jawa Barat) ke Panarukan (Jawa Timur) + 1.000 km dengan kerja paksa (rodi). 2) Membangun benteng dan pangkalan kapal perang di Banten dan Surabaya. 3) Mendirikan pabrik senjata dan mesin di Batavia dan Surabaya. 4) Mendirikan pabrik pangkalan di Rembang dan Jepara. Karena terlalu kejam terhadap rakyat, pada 1811 Daendels dipanggil ke negeri Belanda dan digantikan oleh Gubernur Jenderal Joanssens. Di Eropa, Prancis yang menguasai Belanda mengalami kekalahan oleh Inggris. Akibatnya, bukan hanya Belanda yang dikuasai Inggris, tanah jajahannya pun menjadi milik Inggris, termasuk Indonesia. Akan tetapi, pada 1815 Inggris kembali menyerahkan Indonesia kepada Belanda karena Prancis kembali dikalahkan oleh negara-negara Eropa. SISTEM KERJA PAKSA (TANAM PAKSA) Pada 1830, pemerintah Hindia Belanda mengalami kerugian akibat Perang Diponegoro (1825-1830). Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia mengajukan rencana untuk meningkatkan produksi tanaman yang dapat diekspor di Indonesia dengan tujuan devisa untuk menutupi keuangan negeri Belanda. Sistem ini disebut dengan Cultur Stelsel. Adapun ketentuan-ketentuannya sebagai berikut: 1) Petani wajib menyediakan tanahnya untuk ditanami kopi, tebu, tembakau, dan teh. 2) Penduduk yang tidak memiliki tanah harus bekerja rodi selama 65 hari per tahun di tanah perkebunan milik pemerintahan Belanda. 3) Hasil panen harus dijual kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditentukan. 4) Tanah yang dipakai untuk tanam paksa dibebaskan dari pajak. 5) Tanaman yang rusak bukan akibat kesalahan petani menjadi tanggung jawab pemerintah. Dalam pelaksanaan tanam paksa banyak melakukan penyimpangan, di antaranya adalah: 1) Tanah yang diminta Belanda lebih dari bagian, bahkan ada yang setengahnya. 2) Kerja paksa lebih dari 65 hari, bahkan sepanjang tahun. 3) Hasil panen harus dijual kepada Belanda dengan harga yang jauh lebih murah. 4) Petani harus mengganti apabila panen gagal atau rusak.
Atanasia YayukWidihartanti

February 3, 2012

Akibat pelaksanaan tanam paksa, penderitaan rakyat makin bertambah. Di berbagai daerah timbul kelaparan dan banyak orang yang meninggal akibat kekurangan makan. Penderitaan dan kesengsaraan rakyat Indonesia sampai terdengar ke Belanda. Pada 1850 mulai timbul kecaman-kecaman untuk menghapus tanam paksa. Kecaman-kecaman tersebut datang dari: 1) Edward Douwes Dekker (Mantan Residen Lebak Banten dengan menggunakan nama samaran Multatuli, ia menulis buku yang berjudul Max Havelar . 2) Frans Van de Patted dan Baron Van Houvel (mantan pendeta di Jakarta). Ia menulis buku Suliker Cpunbroten. Kedua buku ini menceritakan penderitaan rakyat Indonesia akibat pelaksanaan tanam paksa. Sejak kedatangan penjajah Portugis, Inggris, maupun Belanda, rakyat Indonesia bertambah sengsara, karena harta kekayaan telah dikuras habis untuk kepentingan penjajah.

Page 3