Anda di halaman 1dari 2

Sains Menurut Richard Feynman dan Taksonomi Bloom

Gurit Ginrahita

Saya akan mengungkapkan apa yang bukan sains menurut Richard Fynman sebelum saya mengungkapkan apa itu sains. Menurut Ricahard Feynman sains bukan tentang nama dan sains bukan definisi. Tetapi nama dan definisi penting untuk mempelajari sains. Maka berdasarkan Taksonomi Bloom Pengatahuan Faktual adalah bukan sains. Definisi dan nama adalah pengtahuan faktual. Feynman juga menambahkan bahwa nama hanya memberikan informasi mengenai apa kata orang, bukan tentang apa yang terjadi. Richard Feynman juga berkata ,apa itu sains adalah hasil dari penemuan yang sangat perlu untuk diperiksa kembali dengan pengalaman baru langsung, dan tidak perlu mempercayai pengalaman manusia dari masa lalu. Itu adalah definisi terbaik saya. Kata-kata tersebut adalah inti dari apa itu sains menurut Richard Feynman. Setidaknya kalimat tentang apa itu sains tersebut tersebut yang mudah saya kaitkan dengan taksonomi bloom. Saya akan menguraikan kata-kata tersebut manjadi tiga bagian yaitu: i. sains adalah hasil penemuan, ii. Sangat perlu untuk diperiksa kembali dengan pengalaman baru langsung, dan iii. tidak perlu mempercayai pengalaman manusia dari masa lalu. i. Sains adalah hasil penemuan Saya dapat menyebut orang yang menghasilkan sains sebagai penemu karena sains adalah hasil penemuan. Penemu sebelumnya memrlukan pengetahuan prosedural dalam penelitiannya. Dalam penelitiannya ia harus memahami,mengaplikasikan, menganalisis, dan mengevaluasi sebalum ia dapat membuat atau menghasilkan sebuah penamuan. Maka penemuan tersebut adalah pengetahuan konseptual atau sains adalah pengetahuan konseptual, karena sains bukan pengetahuan procedural,bukan pengetahuan faktual apalagi pengetahuan metakognitif. ii. Sangat perlu untuk diperiksa kembali dengan pengalaman baru langsung. Bagian ini sudah mngacu pada s penerima sains. Setiap orang yang mempelajari sains hendaknya melaksanakan bagian ini. Maksud dari kalimat di atas sains harus diuji dengan eksperimen. Pengetahuan yang sangat diperlukan adalah pengetahuan prosedural. Pada bagian ini proses kognitif yang perlu dilakukan adalah memahami, mengaplikasikan, menganalisis, dan mengevaluasi. Proses ini dilibatkan dalam pengalaman baru langsung atau eksperimen. iii. Tidak perlu mempercayai pengalaman manusia dari masa lalu. Ini merupakan penekanan dari bagian ii. Setiap orang yang mempelajari sains atau menerima sains tidak harus percaya sepenuhnya pada si penemu. Itulah pentingnya eksperimmen.

Menurut saya beliau juga mengatakan kalimat i,ii,dan iii tersebut dalam bentuk lain yaitu sains adalah percaya terhadap ketidaktahuan ahli. Ahli bisa disamakan dengan penemu. Beliau ingin menekankan bahwa sains bukan semata- mata hasil tetapi juga input terhadap seorang yang belajar sains. seorang yang belajar sains tidak boleh langsung percaya begitu saja. Seorang yang belajar sains juga harus punya pengalaman sendiri tentang sains, sehingga ia akan mendapat sesuatu setidaknya seperti yang didapat oleh penemu.

Jika uraian saya diringkas maka sains menurut Richard Feynman dan Taksonomi Bloom adalah pengetahuan konseptual yang didapat melalui proses memahami, mengaplikasikan, menganalisis, dan mengevaluasi. Kalimat tersebut berbunyi sepeti itu karena saya adalah orang yang sedang belajar dan bukan penemu sains.