Anda di halaman 1dari 63

Asuhan Keperawatan : Sindrome Steven Jonson

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Be a!an" Sindroma steven jhonson merupakan gangguan kulit yang berpotensial fatal dan kebanyakan terjadi eritenma multiforme (Smeltzer, 2008, hlm.1 !2". Sindroma Steven #ohnson terjadi 1 sampai ! kasus per 1 juta penduduk dunia setiap tahun. Sindroma ini dapat terjadi pada setiap ras, bahkan juga dapat terjadi pada anjing, ku$ing, dan kera. %ngka kematian Sindroma Steven #ohnson, yaitu sekitar 1& ' ((ustia)an, 2010, http*++sabdaspa$e.$om, diunduh tgl 20 ,ktober 2011" Sindroma Steven #ohnson jarang terjadi. -i indonesia kejadian Sindroma Steven #ohnson adalah kasus yang langka dan hanya 1 dari 2000 orang yang menkonsumsi antibiotik penissilin yang terkena Sindroma Steven #ohnson. .erdasarkan data yang didapat dari bagian medi$al re$ord /S0- -r Soedarso 1ontianak, jumlah penderita Sindroma Steven #ohnson dari bulan januari sampai april 2010 tidak ada, namun penderita yang mengalami penyakit kulit dari bulan #anuari sampai %pril 2010 sebanyak 22 orang yang berjenis kelamin laki3laki !1,84 ' dan perempuan 28,15 '. (6asdin, 2010, http*++pajjakadoi.$o.id, diunduh tgl 20 ,ktober 2011". -ari masalah di atas, keterlibatan tim kesehatan lah yang bisa dianggap mampu memberikan solusi dari masalah tersebut dan untuk me)ujudkan hal tersebut diperlukan kerjasama antara tiap tim kesehatan. 1era)at merupakan bagian dari tim kesehatan yang memiliki lebih banyak kesempatan untuk melakukan intervensi kepada pasien, sehingga fungsi dan peran pera)at dapat dimaksimalkan dalam memberikan asuhan keper)atan terhadap penderita seperti memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesehatan fisik, pera)at juga dapat melakukan pendekatan spiritual, psikologis dan mengaplikasikan fungsi edukatornya dengan memberikan penyuluhan kesehatan terhadap penderita sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan penderita dan keluarga yang nantinya diharapkan dapat meminimalisir resiko maupun komplikasi yang mungkin mun$ul dari Syndrom Steven #ohnson tersebut. -alam penyusunan makalah ini, penyusun mengharapkan seorang pera)at dapat

melakukan asuhan kepera)atan se$ara komprehensif berdasarkan teori yang telah diterima dan kebutuhan dari pemulihan kondisi pasien. 1era)at sebagai salah satu pelaksana asuhan kepera)atan yang akan memberikan pelayanan kesehatan untuk men$egah terjadinya komplikasi yang akan mun$ul pada klien. B. #u$uan Penu isan 7ujuan penyusunan makalah ini adalah untuk * 1. 6emberi gambaran dan ilmu pengetahuan tentang konsep dasar penyakit steven johnson 2. %gar mahasis)a dapat menyusun asuhan kepera)atan pada pasien dengan penyakit steven johnson dengan baik dan benar %. &etode Penu isan 6etode penulisan pada makalah ini dengan metode deskriptif dan melalui pengumpulan literatur dari berbagai sumber. -alam penyampaian ini kami menggunakan metode presentasi supaya para audien$e dapat dengan mudah men$erna materi ini. D. Sistemati!a Penu isan Sistematika penulisan pada makalah ini yaitu * .ab 8 * .ab 88 * 1endahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan, metode penulisan dan sistematika 1enulisan. 7injauan 7eoritis terdiri dari %natomi 9isiologi Sistem 8mun (-efinisi Sistem 8mun, 6ekanisme 1ertahanan Sistem 8mun, Stadium /espon 8mun dan 9aktor yang mempengaruhi 9ungsi /espon 8mun", :onsep -asar 1enyakit Steven #ohnson (1engertian, etiologi, tanda dan gejala, prognosis penyakit, patofisiologi, pemeriksaan penunjang, komplikasi dan penatalaksanaan", dan %suhan :epera)atan Steven #ohnson (1engkajian, -iagnosa :epera)atan, /en$ana %suhan :epera)atan dan ;valuasi". .%. 888* 1enutup terdiri dari :esimpulan dan Saran -%97%/ 10S7%:% BAB II #INJAUAN #E'(I#IS A. Anatomi Sistem Imun Sistem 8mun adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit.

Sistem kekebalan juga berperan dalam perla)anan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan mela)an sel yang teraberasi menjadi tumor. Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. #ika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghan$urkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. #ika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan penga)asan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker. B. )isio o"i Sistem imun 1. 6ekanisme 1ertahanan Sistem 8mun :etika tubuh diserang atau diinvasi oleh bakteri atau virus atai mikroorganisme patogen lainnya, maka ada 2 ma$am $ara yang dilakukan tubuh untuk mempertahankan dirinya sendiri. :etiga $ara tersebut adalah sebagai berikut * a. /espon 8mun 9agositik, meliputi sel3sel darah putih (granulosit dan makrofag" yang dapat memakan partikel3partikel asing. Sel3sel ini bergerak ketempat serangan dan kemudian menelan serta menghan$urkan mikroorganisme penyerang tersebut. b. /espon <umoral, yang kadang3kadang bekerja sebagai antibodi. 6ulai bekerja dengan terbentuknya limfosit yang dapat mengubah dirinya menjadi sel3sel plasma yang menghasilkan antibodi. %ntibodi ini merupakan protein yang sangat spesifik yang diangkut dalam aliran darah dan memilki kemampuan untuk melumpuhkan penyerangnya. $. /espon 8mun Seluler, juga melibatkan limfosit disamping mengubah dirinya menjadi sel plasma, juga dapat mengubah sel menjadi sel3sel 7 sitotoksik khusus yang dapat menyerang mikroorganisme patogen itu sendiri. (Smeltzer,2002. <lm. 14 0". 2. Stadium /espon 8mun %da empat stadium yang batasnya jelas dalam suatu respon imun, keempat stadium ini adalah * stadium pengenalan, proliferasi, respon dan efektor. =ang akan disampaikan disini adalah tinjauan keempat stadium ini, yang diikuti dengan uraian tentang imunitas humoral, imunitas seluler, dan sistem komplemen (Smeltzer, 2002. <lm* 14 1314 5" a. Stadium 1engenalan

-asar setiap reaksi imun adalah pengenalan (recognition" yang merupakan tahap yang pertama dan paling penting. 7ahap atau stadium ini merupakan kemempuan dari sistem imunitas untuk mengenali antigen sebagai unsur yang asing atau bukan bagian dari dirinya sendiri dan dengan demikian merupakan kejadian pendahulu dari sistem imun. Surveilans oleh Nodus Limfatikus dan Limfosit. 7ubuh akan melaksanakan tugas pengenalan atau recognition dengan menggunakan nodus limfatikus dan limfosit sebagai penga)as (surveilans". Limfosit Bersirkulasi. %da limfosit yang terdapat dalam nodus limfatikus sendiri dan ada pula limfosit yang beredar dalam darah. #umlah limfosit dalam tubuh menambah massa sel dengan jumlah yang mengesankan. Sebagian limfosit yang beredar dapat bertahan hidup selama sepuluh tahun. Sebagian dari sel b. Stadium 1roliferasi >imfosit yang beredar dan mengandung pesan antigenik akan kembali ke nodus limfatikus terdekat. .egitu berada didalam nodus limfatikus, limfosit telah disensitisasi akan menstimulasi sebagian limfosit nonaktif (dormant" yang menghuni nodus tersebut untuk membesar, membelah diri, mengadakan proliferasi, dan berdiferensiasi menjadi limfosit 7 atau .. 1embesaran nodus limfatikus dalam leher yang menyertai sakit leher merupakan salah astu $ontoh dari respon imun. $. Stadium /espons -alam stadium respons, imun yang sudah berubah akan berfungsi dengan $ara humoral dan seluler. Respons Humoral Inisial. 1roduksi antibodi oleh limfosit . sebagai reaksi terhadap suatu antigen spesifik akan memulai respons humoral. <umoral menga$u kepada kenyataan bah)a antibodi dilepas kedalam aliran darah dan dengan demikian akan berdiam didalam plasma atau fraksi darah yang berupa $airan. Respons Seluler Inisial. >imfosit yang sudah disensitisasi dan kembali ke nodus limfatikus akan bermigrasi kedaerah nodus limfatikus (yang bukan daerah yang mengandung limfosit yang sudah diprogram untuk menjadi sel3sel plasma" tempat sel3sel tersebut menstimulasi limfosit yang berada dalam nodus ini untuk menjadi sel3sel yang kan menyerang langsung mikroba dan bukan menyerangnya le)at kerja antibodi. d. Stadium ;fektor yang berukuran ke$il dan bersifat keras ini akan mempertahankan sirkuit soliternya sepanjang hidup orang tersebut.

-alam stadium efektor, antibodi dari respons humoral atau sel 7 sitotoksik dari respons seluler akan menjangkau antigen dan terangkai dengan antigen tersebut pada permukaan objek yang asing. 2. 9aktor yang mempengaruhi 9ungsi Sistem 8mun Seperti halnya sistem imun yang lain, sistem imun akan berfungsi pada taraf yang dikehendaki menurut fungsi sistem tubuh yang lain dan faktor3faktor yang ada hubungannya seperti usia, jenis kelamin, nutrisi, penyakit, serta berbagai pengaruh dari luar (Smeltzer, 2002. <lm.14 831!00". a. 0sia ,rang yang berada pada kedua ujung rentang usia akan lebih besar kemungkinannya untuk menghadapi masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi sistem imun ketimbang orang3 orang yang berusia ditengah rentang tersebut. 1enurunan fungsi berbagai sistem organ yang berkaitan dengan pertambahan usia juga turut menimbulkan gangguan imunitas. b. #enis :elamin :emampuan hormon3hormon seks untuk memodulasi imunitas telah diketahui dengan baik. %da bukti yang menunjukkan bah)a estrogen memodulasi aktivitas limfosit 7 (khususnya sel3sel supresor" sementara androgen berfungsi untuk mempertahankan produksi interleukin32 (8>32" dan aktivitas sel supresor. ;strogen $enderung menggalakkan imunitas ( immunoenhancing" sedangkan androgen bersifat imunosupresif. $. ?utrisi ?utrisi yang adekuat sangat esensial untuk men$apai fungsi sistem imun yang optimal. (angguan fungsi imun disebabkan oleh defesiensi protein kalori dapat terjadi akibat kekurangan vitamin yang diperlukan untuk sintesis -?% dan protein. @itamin juga membantu dalam pengaturan proliferasi sel dan maturasi sel3sel imun. d. 9aktor 1sikoneuro3imunologik .ukti dari hasil observasi klinik dan berbagai penelitian pada manusia serta he)an menunjukkan bah)a respon imun se$ara parsial diatur dan dimodulasi oleh pengaruh neuroendokrin (7err,1 1".

-ilain pihak, proses imun ternyata dapat mempengaruhi fungsi neural dan endokrin, termasuk prilaku. #adai interaksi sistem saraf dan sistem imun tampaknya bersifat dua arah. e. ,bat3obatan ,bat3obatan tertentu dapat menyebabkan perubahan yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki pada fungsi sistem imun. %da empat klasifikasi obat utama yang memilki potensi untuk menyebabkan imunosupresi * antibiotik, kortikosteroid, obat anti inflamasi nonsteroid (?S%8-" dan preparat sitotoksik. %. Konsep Dasar Pen*a!it Steven Johnson 1. 1engertian sindrom steven jhonson Sindroma Steven #ohnson adalah penyakit kulit akut berat, terdiri dari erupsi kulit, kelainan mukosa dan lesi pada mata (Siregar, 200&,hlm.151". Sindroma Steven #ohnson adalah gangguan kulit yang berpotensial fatal dan kebanyakan terjadi eritenma multiforme (Smeltzer, 2008, hlm.1 !2". Sindroma Steven #ohnson (SS#" adalah penyakit kulit yang berpotensi menyebabkan kematian dan sebagian besar disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap obat. Sindroma Steven #ohnson juga bisa disebabkan infeksi (biasanya infeksi virus", penyakit keganasan, radiasi, dan idiopatik. ((ustia)an, 2010, http*++sabdaspa$e.$om, diunduh tgl 20 ,ktober 2011" :esimpulan dari pengertian diatas, bah)a Sindroma Steven #ohnson merupakan gangguan kulit dengan tanda eritema, vesikel atau bula, kelainan mukosa dan lesi pada mata yang berakibat fatal bagi penderitanya. 2. ;tiologi ;tiologi yang pasti belum diketahui, salah satu penyebabnya adalah alergi obat se$ara sistemik, diantaranya peni$illin dan semisintetiknya, streptomisin, sulfonamide, tetrasiklin dan antipiretik + analgetik. Selain itu dapat diakibatkan infeksi bakteri, virus, jamur, parasit, neoplasma, pas$a vaksinasi, radiasi, dan makanan. (<udak A (allo, 2010. <lm* 401" 2. 7anda dan gejala Sindroma Steven #ohnson ini umunya terdapat pada anak dan de)asa, jarang dijumpai pada usia 2 tahun keba)ah. :eadaan umumnya bervariasi dari baik sampai buruk sampai kesadarannya spoor dan koma. .era)al dari penyakit akut dapat disertai gejala prodromal

berupa demam tinggi, malaise, nyeri kepala, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan. 7rias Steven #ohnson (<udak A (allo, 2010. <lm* 401" adalah * a. :elainan kulit berupa eritema, vesikel, dan bula yang kemudian meme$ah sehingga terjadi erosi yang luas. 1urpura dapat terjadi dan prognosisnya menjadi lebih buruk. 1ada keadaan berat kelainannya generalisata. b. :elainan selaput lendir orifisium, yang tersering ialah mukosa mulut (100'", orifisium genitalia eksterna (&0 '", lubang hidung (8'", dan anus (5'". $. :elainan mata (80'" yang tersering konjungtivitis kataralis. -apat terjadi konjungtivitis purulen, perdarahan, simblefaron, ulkus kornea, iritis dan iridosiklitis. Selain kelainan tersebut dapat terjadi kelainan lain, misalnya nefritis dan onikolisis. 5. 1atofisiologi 6enurut 8gnatavi$ius, Borkman (2008, hlm.1415", Syndrom Steven #ohnson disebabkan karena adanya trauma dan kelainan neurologis yang akan mengakibatkan gangguan syaraf pernafasan dan otot pernafasan sehingga menyebabkan peningkatan permeabilitas membran alveolar kapiler. :arena gangguan tersebut dapat menyebabkan adanya dua ma$am gangguan yaitu yang pertama yaitu apithelium alveolar yang menyebabkan penumpukan $airan alveoli sehingga terjadi edema pulmo sehingga penurunan $omlain paru, $airan surfaktan menurun dan mengakibatkan gangguan pengembangan paru sehingga terjadi ventilasi dan perfusi yang tidak seimbang dengan penyakit hipoksemia dan hiperkpnia denga melakukan tindakan primer tetapi menyababkan dampak ventilasi mekanik seperti resiko infeksi dan resiko $edera. Sedangkan gangguan yang kedua adalah yaitu dan bersihan jalan nafas tidak efektif. &. :omplikasi 6enurut mansjoer, % (2000,hlm.12!" komplikasi yang dapat terjadi pada klien dengan Sindrom Steven #ohnson yaitu bronkopneumonia, sepsis, kehilangan $airan atau darah, gangguan keseimbangan atau elektrolit, syok, dan kebutaan karena gangguan lakrimasi. 4. 1enatalaksanaan a. 9armakologi 6enurut Siregar (200&, hlm.151" menjelaskan penatalaksanaan klien dengan Sindrom Steven #ohnson sebagai berikut * gangguan endothelium kapiler dengan $airan masuk keintestinal sehingga peningkatan tahanan nafas dan kehilangan fungsi silia saluran pernafasan

1" 0mum * a" 6engembalikan keseimbangan $airan dan elektrolit dengan pemberian $airan intravena b" #ika penderita koma, lakukan tindakan darurat terhadap keseimbangan ,2 dan C,2. 2" :husus sistemik a" :ortikosteroid dosis tinggi, 1rednisone 803200 mg ( live saving" se$ara perenteral + per oral, kemudian turunkan perlahan3lahan b" 1ada kasus berat diberi -eksametason 8@, dosis 5D& mg selama 2310 hari. #ika keadaan umum membaik, penderita dapat menelan, maka obat diganti dengan 1rednisone (dosis ekivalen". 1ada kasus ringan diberikan 1rednisone 5D& mg35D20 mg+ hari, dosis diturunkan se$ara bertahap jika telah terjadi penyembuhan $" 1engobatan lain * %C7<( (Sintetik" 1 mg, ,bat %naboli$, :C> ( :alium :lorida" 2D&00 mg %ntibioti$, ,bat <emostatik (%dona" dan %ntihistamin. 2" 7opikal a" @esikel dan bula yang belum pe$ah diberi bedak salisil 2' b" :elainan yang basah dikompres dengan asam salisil 1' $" :elainan mulut yang berat diberikan kompres asam borat 2' d" :onjungtivitis diberi salep mata yang mengandung antibioti$ dan kortikosteroid. (Siregar, 1 4E hal, 145" !. 1rognosis penyakit 7es SC,/7;? adalah tes untuk menskoring derajat keparahan Sindroma Steven #ohnson. 1erhitungan dilakukan dalam 25 jam untuk memprediksi kematian. %danya penampakan dari tiap hal diba)ah ini mendapat skor 1, dan jumlah dari poin3poin inilah yang dinamakan angka SC,/7;? dengan maksimum skor !. 1enampakan yang diukur * umur lebih dari 50 tahun, adanya keganasan, nadi lebih dari 120 kali per menit, kadar glukosa lebih dari 2&2 m;F+>&, luas permukaan tubuh yang terkena lebih dari 10 ' ((ustia)an, 2010, http*++sabdaspa$e.$om, akses tgl 20 ,ktober 2010". 6enurut Siregar, /S (200&, hlm.152" prognosis umumnya baik, dapat sembuh se$ara sempurna bergantung pada pera)atan dan $epatnya mendapat terapi yang tepat. #ika terdapat purpura, prognosisnya lebih buruk, angka kematian lebih kurang &31& ' karena purpura dapat menyebabkan pendarahan ke$il didalam kulit, membran mukosa, atau permukaan serosa tetapi dapat menyebabkan terjadinya lesi ber$orak anular atau serpiginosa dan biasanya terjadi setelah

penyakit menular yang ditandai dengan gejala demam, anemia, dan pendarahan kulit simetris yang timbul mendadak serta $epat meluas pada ekstrimitas ba)ah, sring ditandai dengan ganggren dan trombosis intravaskuler yang luas.

BAB III ASUHAN KEPE(A+A#AN KLIEN DEN,AN ,AN,,UAN SIS#E& I&UN DAN HE&A#'L',I SIND('& S#E-EN JH'NS'N %suhan kepera)atan klien dengan Sindroma Steven #ohnson se$ara teoritis * A. Pen"!a$ian

6enurut Smeltzer (2008, hlm. 1 !&" pengkajian pasien dengan Sindrom Steven #ohnson diantaranya melakukan pangkajian fisik dengan penekanan khusus pada manifestasi kulit terhadap * 1. %danya eritema, area kemerahan yang disebabkan oleh peningkatan jumlah darah yang teroksigenasi pada vaskularisasi dermal 2. %danya area yang melepuh dan perkembangannya ditubuh 2. 1engeluaran $airan pada bulla (lepuhan" baik jumlah, )arna dan bau 5. 1ada area mulut adakah terdapatnya bula atau lepuhan dan lesi arosive serta adanya rasa gatal, rasa terbakar dan kekeringan dimata. &. :emampuan klien dalam menelan dan minum serta berbi$ara se$ara nornal juga ditentukan 4. 77@ dan perhatian khusus terhadap adanya demam, pernafasan yang $epat, dalam, ritme, dan batuk !. :arakteristik dan banyaknya sekret dalam rongga pernafasan diobservasi 8. 1engkajian terhadap adanya demam tinggi, dan adanya takikardi dan kelemahan yang berlebihan serta fatigue sering mun$ul mengingat faktor3faktor tersebut merupakan proses nikrosis epidermal, peningkatan metabolisme, dan kemungkinan adanya pengelupasan mukosa pada gastrointestinal dan pernafasan. . %danya pemasukan intra vena dilihat adanya tanda3tanda lokal infeksi 10. .erat badan tiap hari 11. 1asien ditanya gambaran fatigue, dan tingkat nyeri 12. 6elakukan evaluasi terhadap adanya ke$emasan serta koping mekanisme yang digunakan serta strategi koping dapat dikenali. B. Dia"nosa !eperawatan 6enurut Smeltzer (2008, hlm. 1 !&" diagnosa kepera)atan yang dapat ditegakkan pada pasien dengan Sindrom Steven #ohnson meliputi * a. $. e. (angguan integritas kulit yang berhubungan dengan inflamasi dermal dan epidermal ?yeri akut berhubungan dengan inflamasi pada kulit (angguan persepsi sensori* kurang penglihatan berhubungan dengan konjungtivitis b. (angguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kesulitan menelan d. (angguan intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik

%. 6enurut Smeltzer (2008, hlm. 1 !&" , adapun ren$ana asuhan yang dapat disusun berdasarkan diagnosa dengan pasien sindrom steven johson diatas sebagai berikut * (en.ana Asuhan Keperawatan ?o 1. -D. :epera)atan 7ujuannya (angguan integritas kulit Setelah dilakukan pera)atan epidermal kriteria hasil * -s* 33 -o * 2. 6enunjukkan kulit #aringan kulit yang utuh #aga kebersihan alat tenun.

8ntervensi ,bservasi kulit setiap hari $atat tur yang terjadi. lembut.

b.d. inflamasi dermal dan kulit selama 2D25 jam dengan sirkulasi dan sensori serta perubahan lain

(unakan pakaian tipis dan alat tenun y

(angguan nutrisi kurang Setelah dilakukan pemenuhan dari kebutuhan tubuh b.d. nutrisi kesulitan menelan -s * 33 -o * 6enunjukkan berat badan stabil 1eningkatan berat badan selama 2D25 dengan kriteria hasil *

:olaborasi dengan tim medis. :aji kebiasaan makanan yang disukai+ti

jam disukai. .erikan makanan dalam porsi sedikit sering. :erjasama dengan ahli gizi.

<idangkan makanan dalam keadaan hanga

2.

(angguan kulit.

rasa

nyaman, Setelah dilakukan pera)atan rasa jam selama -s * :lien berkurang -o * 6enunjukkan ekspresi )ajah melaporkan nyeri 2D25 dengan

:aji keluhan nyeri, perhatikan lokasi .erikan tindakan kenyamanan dasar pijatan pada area yang sakit. 1antau 77@. .erikan analgetik sesuai indikasi.

nyeri b.d. inflamasi pada pemenuhan kriteria hasil *

nyaman intensitasnya.

rileks 5. (angguan aktivitas fisik b.d. 1ostur tubuh rileks intoleransi Setelah dilakukan latihan :aji respon individu terhadap aktivitas

kelemahan aktivitas selama 2D25 jam .antu klien dalam memenuhi aktivitas seh dengan kriteria hasil * hari dengan tingkat keterbatasan yang dimil -s * klien melaporkan peningkatan toleransi aktivitas -o * 33 :lien #elaskan pentingnya pembatasan energy

>ibatkan keluarga dalam pemenuhan aktiv klien

&.

(angguan persepsi sensori* Setelah dilakukan pera)atan kurang penglihatan konjungtifitis

:aji dan $atat ketajaman pengelihatan

b.d persepsi sensori selama 2D25 :aji deskripsi fungsional apa yang dapat jam dengan kriteria hasil * dilihat+tidak. -s * Sesuaikan lingkungan dengan kemampuan 6enyadari

hilangnya pengelihatan penglihatan se$ara permanen :aji jumlah dan tipe rangsangan yang dapa -o * diterima klien. :ooperatif dalam tindakan

D. Pe a!sanaan Keperwatan / imp ementasi 0 1elaksanaan kepera)atan adalah tindakan keper)atan se$ara nyata berupa serangkaian kegiatan yang sistematis berdasarkan peren$anaan untuk men$apai hasil yang optimal. %pabila tindakan kepera)atan dilakukan bersama dengan pasien dan atau keluarga hendaknya penjelasan diberikan terlebih dahulu men$akup tindakan yang akan dilakukan dan bantuan yang diharapkan dari pasien atau keluarganya. #uga apabila tindakan kepera)atan dilakukan oleh beberapa orang tenaga pera)at hendaknya tindakan yang akan dilakukan didiskusikan terlebih dahulu. %dapun pelaksanaan yang dilakukan pada pasien yang sindrom steven jhonson adalah disesuaikan dengan ren$ana kepera)atan yang telah dibuat berdasarkan prioritas yag timbul. E. Eva uasi Keperawatan ;valuasi atau penilaian pada dasarnya adalah merujuk kepada suatu benda, fakta". -alam konteks kepera)atan evaluasi adalah penilaian fase proses kepera)atan, mempertimbangkan efektifitas tindakan kepera)atan dan menunjukan perkembangan pasien terhadap pen$apaian tujuan. -ari masalah yang timbul pada pasien dengan sindrom steven jhonson, maka hasil yang diharapkan pasien akan * 1. 2. 2. 5. 6enunjukkan keadaan kulit normal 6enunjukkan berat badan stabil 6enunjukka keadaan nyeri berkurang 6enunjukkan toleransi aktivitas. kegiatan yang dimaksudkan untuk mengambil keputusan dalam rangka memberi nilai terhadap suatu (orang,

BAB III PENU#UP A. Kesimpu an Sistem imunitas atau 1ertahanan dalam tubuh manusia yang berfungsi melindungi tubuh manusia dari masuknya infeksi baik itu virus, bakteri, protozoa maupun penyakit. %pabila pertahanan

tubuh manusia tidak dapat mengenali antigen yang masuk kedalam tubuh maka akan meyebabkan penyakit sistem imun dan hematologi seperti salah satunya Syndrom Steven #ohnson atau yang biasanya disebut dengan penyakit kulit yang sangat parah atau akut berat. 1enyakit ini disebabkan oleh adanya reaksi hipersensitivitas terhadap obat, infeksi virus, bakteri, radiasi, makanan dan sebagainya. %pabila mengalami penyakit ini maka akan mengalami tanda dan gejala seperti adanya eritema, vesikel, bula, selaput lendir orifisium, dan kelainan pada mata. Sedangkan penatalaksanaan yang dapat dilakukan adalah dengan tiga (2" $ara yaitu dengan penatalaksanaan umum, khusus sistemik dan topikal. %dapun asuhan kepera)atan yang akan dilakukan men$akup pengkajian, diagnosa kepera)atan, ren$ana asuhan kepera)atan dan evaluasi. 1engkajian yang dapat kita lakukan adalah men$akup inspeksi kulit, inspeksi mulut, kemampuan menelan, 77@, sistem pernafasan, nutrisi + berat badan, dan tingkat nyeri. .erdasarkan pengkajian diatas maka dapat diangkat empat (5" diagnosa sekaligus menyusun ren$ana asuhan kepera)atan berdasarkan diagnosa ini yaitu gangguan integritas kulit yang b.d dengan inflamasi dermal dan epidermal, gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d kesulitan menelan, gangguan rasa nyaman nyeri b.d inflamasi pada kulit, gangguan intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik, dan gangguan persepsi sensoriE kurang penglihatan b.d konjungtivitis. B. Saran .erdasarkan kesimpulan diatas, maka penyusun mengambil saran dalam rangak meningkatkan pelayanan asuhan kepera)atan. %dapun saran3saran adalah sebagai berikut * 1. 1asien %pabila sudah mengetahui dan memahami gejala dari penyakit steven johnson hendaknya segera memba)a pasien kerumah sakit agar dapat dilakukan tindakan kepera)atan. 2. 1era)at .agi seorang pera)at sebaiknya harus memahami dan mengerti baik se$ara teoritis maupun praktek tentang penyakit steven johnson agar dapat melakukan tindakan kepera)atan. 2. /umah Sakit .agi rumah sakit hendaknya melengkapi fasilitas rumah sakit sehingga pada penderita steven johnson mendapatkan ruangan dan fasilitas medis yang seharusnya ada sehingga dapat

melakukan tindakan kepera)atan untuk mengurangi dari gejala dan komplikasi penyakit steven johnson.

DA)#A( PUS#AKA Carpenito, >ynda #uall.(1 8". Diagnosa Keperawatan. %lih bahasa 6oni$a ;ster. #akarta * ;(C

-oenges. (2001". Rencana suhan Keperawatan !disi ". #akarta* ;(C. 8gnatavi$ius, Borkman.(2004". #edical Surgical Nursing$ critical thinking in client care$ fourth edition$ volume %$ 0pper Saddle /iver, .y 1renti$e <all. 6ansjoer, %. (2000". Kapita Selekta Kedokteran. #akarta * ;(C Smeltzer, Suzanne C.(2008". &e't(ook of #edical Surgical Nursing$ 1hiladelphia * .y. >ippi$ott3/aven 1ublishers Smeltzer, Suzanne C.(2001". Keperawatan #edical Bedah Brunner ) Suddart !disi * +olume %$ alih bahasa %gung Baluyo. #akarta * ;(C Smeltzer, Suzanne C. (2002". Keperawatan #edical Bedah Brunner ) Suddart !disi * volume "$ alih bahasa oleh %ndry <artono, dkk. #akarta * ;(C Siregar. (200&". Saripati ,en-akit Kulit. #akarta * ;(C (ustia)an, 2010, http*+sabdaspa$e.$om, akses tgl 20 ,ktober 2010.

Lampiran 1 %'N#'H KASUS :lien ?y.S (20 tahun" masuk kerumah sakit dengan gangguan sindron steven johnson. :lien mengatakan nyeri pada sendi, nyeri saat menguyah terutama saat membuka mulut. .elum mandi selama 11 hari. 7ubuh pasien melepuh, konjungtiva pu$at, makan 5 gelas promina ukuran 1&o $$(400 $$"+hari.<b ,0 gr+dl. .alutan infus belum diganti selama 2 hari. 7- 100+80 mm<g, S 24, 0$, ? 82D+menit, dan // 18D+menit. :eluarga mengatakan pasien hanya tamat S- dan tidak bisa memba$a. %. 1. 1;?(:%#8%? 8ndentitas klien ?ama 0mur %gama 1endidikan 1ekerjaan %lamat /uangan, 7anggal masuk -iagnosa 6edis * 7?. 8 * &! 7ahun * 8slam * Smp * S)asta(1abrik .esi" *#alan.7anjung /aya 88, (g. :arya .akti * 6a)ar * 2& oktober 2011 * glaukoma

#enis :elamin * >aki3>aki .angsa + Suku * 8ndonesia+ 6elayu

Status 1erka)inan *Sudah :a)in

?omor registrasi * 010! 2180411 7anggal 1engkajian* 24 oktober 2011 1enanggung ja)ab* istri 7n.8

2.

/i)ayat kesehatan masa lalu

1enyakit )aktu ke$il, atau apakah pernah menderita penyakit mata dan apakah pasien mempunyai ri)ayat sakit pada saat melihat. 2. %namnesis ri)ayat kesehatan sekarang 1engkajian difokuskan pada gejala sekarang, apakah pasien mengeluh sakit kepala, mual muntah, melihat lingkaran seperti pelangi pada mata, nyeri sekitar mata. 5. /i)ayat kesehatan keluarga 7anyakan pada pasien apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit glaukoma atau penyakit lainnya yang berhubungan dengan penglihatan. &. Struktur keluarga + genogram

0ntuk mengetahui faktor G faktor kesehatan keluarga dilihat dari strukturnya, $ontoh genogram adalah sebagai berikut * *

:eterangan * * 6eninggal * >aki3laki * 1erempuan * 7inggal serumah

* :lien 4. -ata nutrisi

-alam menentukan data nutrisi hal3hal yang harus diperhatikan* % H .. * 80 kg, 7. * 1!2, >8>% * 50 $m, . H <b * 10 mm<g, C H /ambut klien tampak berminyak dan kering,kulit klien tampak kering, mata klien tampak keruh pada retina dan berlendir, berat badan klien sesuai dengan usianya, mukosa klien pink kemerahan dan lembab - H 1orsi makan klien 2 sendok nasi, klien tidak nafsu makan, mual dan muntah pada saat makan.

!.

1emeriksaaan fisik 1era)aat melakukan pemeriksaan fisik pada klien, hal G hal yang bisa diperhatikan*

a.

keadan umum

* klien tampak meringis nyeri * C,61,S 6;78S * Suhu * 2!,& C, ?adi * 80 I+menit, 7- *

b. 7ingkat kesadaran klien $. 77@

120+80 I+ menit, // * 22 I+menit d. .. * 80 :g 7. * 1!2 $m

e. Sistem Sensori 1ersepsi 1" Sistem penglihatan* a" @isus sangat menurun b" 78, * 50 mm<g $" 6ata merah

d" :ornea keruh e" .ilik mata depan dangkal f" /in$ian iris tidak tampak

g" 1upil sedikit melebar, tidak bereaksi terhadap sinar h" -iskus optikus terlihat merah dan bengkak 2" 8 Sistem pernapasan * * bentuk thoraks klien simetris antara kiri dan kanan, tidak terdapat kelainan pada thorak, tidak terdapat distress pernafasan, 1 1 * tidak terdapat kelainan bunyi pada thorak *tidak terdapat benjolan pada thorak, tidak ada perbedaan getaran antara kiri dan kanan.

% * tidak ada terdapat bunyi yang abnormal pada saat di auskultrasi. 2" Sistem kardiovaskuler 1ada saat pemeriksaan fisik tidak ada masalah mengenai jantung klien, dan tidak ada keabnormalan pada jantung klien 5" %bdomen 8 H tidak ada kelain pada abdomen klien % H tidak terdengar bising usus yang abnormal. 1 H tidak terdapat masalah pada sat di perkusi 1 H pada saat palsasi ginjal, klien tidak mengalami sakit, dan tidak terdapat kelain pada sat dipalsasi. 8. 1ola eliminasi :lien mengatakan pola eliminasinya sebelum sakit dan saat sakit tidak ada mengalami gangguan, .%. nya 1 kali sehari dan .%: nya 4 kali sehari.

1ola kebersihan a. mandi Sebelum sakit klien mengatakan dia mandi 1 hari 2 kali.dan pada saat di rumah sakit klien mengatakan 2 hari 1 kali.

a.

(osok gigi Sebelum sakit klien mengatakan dia menggosok gigi 1 hari 2 kali. Saat sakit klien mengatakan dia menggosok gigi 2 hari sekali.

10. 1ola aktifitas :lien memiliki kebiasaan 1 minggu sekali berolahraga jalan pagi. 11. -ata psikologis a. Status emosi * klien tampak tenang emosinya teratur dan kadang3kadang klien tampak gelisah. klien seorang kepala rumah tangga yang masih diperdulikan oleh keluarga. $. (aya komunikasi :lien berkomunikasi dengan bahasa melayu dan pera)at mengerti. d. 8nteraksi sosial :lien mau bergaul dengan pasien lain diruangannya. 12. -ata sosial a. 1endidikan dan pekerjaan 1asien tamat S61 dan pekerjaan pasien s)asta (pabrik besi" b. <ubungan sosial. :lien dalam berinteraksi sangat $epat. $. 9aktor sosial kultural Semua tindakan pera)at tidak ada yang bertentangan dengan klien. d. (aya hidup 1asien memiliki kebiasaan merokok dan makan makanan yang instan. b. konsep diri

12. -ata spiritual

1asien mengatakan bah)a dirinya sholat & )aktu dan selama dirumah sakit klien hanya sholat 2 )aktu dengan kondisi duduk karena kesulitan dalam beraktifitas. 15. -ata penunjang 7onometri * tekanannya 50 mm<g 1. Dia"nosa Keperawatan a. $. ?yeri akut berhubungan dengan proses penyakitE kerusakan mukosa mulut dan bibir :urang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi. b. :erusakan integritas kulit berhubungan dengan hipersensitivitas

2. (en.ana Asuhan Keperawatan N' 1.

DIA,N'SA KEPE(A+A#AN #UJUAN 3 K(I#E(IA HASIL IN#E(-ENSI ?yeri akut berhubungan dengan -s * ?yeri hilang+berkurang setelah 1. :aji karakteristik nyeri proses penyakitE kerusakan dilakukan tindakan kepera)atan selama 2. 2D25 jam dengan kriteria hasil * -s * :lien mengatakan tidak nyeri lagi pada saat membuka mulut :lien mengatakan tidak nyeri lagi pada saat mengunyah setelah mandi :lien mengatakan mulutnya terasa enak -o * :lien tidak meringis lagi pada saat membuka mulut :lien tidak meringis lagi pada saat menggerakkan mulut >uka pada rongga mulut berkurang dan mengering 7idak terdapat stomatitis pada bibir :lien tidak lemah lagi :onjungtiva dan mukosa mulut tidak pu$at 77@ dalam batas normal * 7- * 120+ 0 mm<g S * 2432!0$ ? * 403100D+menit !. :lien mengatakan badannya terasa segar 4. 2. mukosa mulut dan bibir. membuka mulut jika terjadi nyeri nyeri datang &. ,bservasi 77@ .antu klien untuk rambut, dan oral hygiene

:aji kemampuan kli

8stirahatkan daerah sek

5. %jarkan teknik relaksasi

kebutuhan dasar * ma

:olaborasi dengan ti

dalam memberikan analg

2.

:erusakan berhubungan

integritas

// * 14325D+menit kulit 8ntegritas kulit membaik setelah

1. :aji keadaan umum dan kulit klien

dengan dilakukan tindakan kepera)atan selama

hipersensitivitas 33

2D25 jam dengan kriteria hasil * -s * -o *

2.

,bservasi adanya ta infeksi

2. <indari lesi akibat tekana 5. .erikan diit 7:71 6emper$epat ' 1.

7idak terdapat bula dikedua lengan atas &. 7erdapat penumbuhan jaringan baru >uka di)ajah mulai mengering 4. :urang penyakit pengetahuan berhubungan tentang :lien mengetahui dan memahami dengan tentang proses penyakitnya setelah dilakukan tindakan kepera)atan selama 2. 1D20 menit dengan kriteria hasil * -s * :lien mengatakan sudah mengetahuin tentang proses penyakitnya -o * :lien tampak senang dan mengerti

kompres betadin $air dan

:aji pengetahuan klie penyakit penyakit klien

kurang terpaparnya informasi.

>akukan penkes tenta

KA#A PEN,AN#A(

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat %llah SB7 karena atas berkat rahmat dan karunianya kami dapat mengerjakan makalah Sistem <ematologi dan 8munitas. 1enyusunan makalah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang %suhan :epera)atan 1asien dengan Syndrom Steven #ohnson. -an kami juga mengu$apkan terima kasih sebesar3besarnya kepada 8bu ?s. 9lorensa, S.:ep. selaku dosen pembimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini. :ami menyadari bah)a dalam penyusunan makalah ini, kami mengalami beberapa kesulitan, namun karena bantuan dan kerja sama dengan dosen pembimbing, serta teman3teman sekelompok akhirnya makalah ini dapat kami selesaikan. ,leh karena itu kami ingin mengu$apkan terima kasih. #ika ada kesalahan dalam pembuatan makalah ini kami mohon maaf yang sebesar3besarnya.

Pontiana!5 '!to6er 2717

Pen*usun

&AKALAH SIS#E& HE&A#'L',I DAN I&UNI#AS 8 ASUHAN KEPE(A+A#AN KLIEN DEN,AN S9ND('& S#E-EN J'HNS'N 8 D'SEN PE&BI&BIN,: IBU NS. )L'(ENSA S.KEP #u"as Individu &UA&&A( SEK'LAH #IN,,I IL&U KESEHA#AN 9A9ASAN (U&AH SAKI# ISLA& P'N#IANAK P('DI SI KEPE(A+A#AN #AHUN AJA(AN 2717:271I -iposkan 1!th %pril 2012 oleh ?ers %mma/ 0

Add a .omment

&uammar Khada;i
J J J J J J J J .eranda

SIND('& #E(&AL DAN SEN,A#AN LIS#(IK Inde!s ADL BA(#HEL /BAI0 Asuhan Keperawatan : Sindrome Steven Jonson ASKEP Pada K ien Den"an Hospita isasi ASKEP SIS#E& IN#E,U&EN Asuhan Keperawatan : Karsinoma Lidah &a!a ah 'titis &edia A!ut &a!a ah &ode Konseptua : &ode Komuni!asi &AKALAH #E'(I#IS A#ELEK#ASIS

SIND('& #E(&AL DAN SEN,A#AN LIS#(IK


.%. 8 1;?-%<0>0%? %. >atar .elakang Sengatan listrik (electric shock" atau yang lebih dikenal dengan kesentrum adalah sebuah fenomena dalam kehidupan. Se$ara sederhana kesetrum dapat dikatakan sebagai suatu proses terjadinya arus listrik dari luar ke tubuh. Sengatan listrik dapat terjadi karena kontak dari tubuh manusia dengan sumber tegangan yang $ukup tinggi sehingga dapat menimbulkan arus melalui otot atau rambut. :etika tersengat lsitrik, terdapat beda potensial (arus dari potensial tinggi ke rendah" sehingga mun$ul tegangan listrik antara tubuh dan lingkungan kita. 7aruma akibat sengatan listrik adalah kerusakan yang disebabkan oleh adanya aliran arus listrik yang mele)ati tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun menyebabkan terganggunya fungsi organ dalam. %rus listrik yang mengalir kedalam tubuh manusia akan menghasilkan pans yang dapat membakar dan menghan$urkan jaringan tubuh. 7anda dan gejalanya meliputi luka bakar pada kulit, kerusakan organ dalam dan jaringan lainnya, aritmia, serta gagal nafas. :ejadian ke$elakaan karena sengatan arus listrik pada manusia lebih sering dikarenakan arus bolak3balik (%C" dibandingkan arus searah (-C". 6anusia lebih sensitif 534 kali terhadap arus %C dibandingkan arus -C. %rus -C menyebabkan satu kontraksi otot, sedangkan arus %C menyebabkan kontaksi otot yang kontinu dapat men$apai 503110 kali+detik, sehingga menyebabkan luka yang lebih

parah. -alam terjadinya luka akibat arus listrik ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain yaitu * intensitas, voltase, tahanan, arah arus, )aktu, jenis kelamin, berat badan dan kondisi sekitar. %ngka kejadian sengatan listrik sebagian besar terjadi pada anak3anak kurang dari 4 tahun dan sisanya pada de)asa. Sengatan listrik yang terjadi pada anak3anak biasanya terjadi saat berada di rumah. %nak3anak mempunyai predisposisi untuk terjadinya luka akibat sengatan listrik yang bersumber dari tegangan rendah, seperti kabel listrik karena keterbatasan mobilitas anak. Sedangkan de)asa luka sengatan listrik biasanya bersumber dari tengangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian. 1asien yang dapat bertahan setelah mengalami sengatan listrik sekitar 2' dari 100.000 pasien. -i %merika 1200 orang meninggal dunia karena tersengat listrik tiap tahunnya. Sengatan listrik pada anak biasanya terjadi di rumah, sedangkan pada orang de)asa lebih sering dikarenakan ke$elakaan kerja. Sindrom termal adalah sekumpulan gejala gangguan pada termoregulasi manusia. 7eori termal berpengaruh terhadap perpindahan panas dalam tubuh manusia, terdapat empat proses dalam perpindahan panas, yaitu konduksi, konveksi, radiasi dan evaporasi. 7erjadinya gangguan perpindahan panas dalam tubuh manusia dapat mempengaruhi suhu tubuh seseorang. 7erdapat tiga jenis kelainan suhu pada manusia yaitu hipertemia, hipotermia dan heatstroke, diantara ketiga kelainan diatas yang paling tinggi angka kejadian dan paling mematikan adalah heatstroke. .. 1. 7ujuan 1enulisan 7ujuan 0mum 7ujuan umum dari penulisan makalah ini adalah mahasis)a mampu memahami asuhan kepera)atan kega)atdaruratan pada klien sindrom termal dan sengatan listrik. 2. 7ujuan :husus

7ujuan khusus dalam penulisan makalah asuhan kepera)atan kega)atdaruratan pada klien sindrom termal dan sengatan listrik adalah sebagai berikut * a. b. $. C. 6ahasis)a mampu mengetahui dan memahami konsep dasar dari kega)atdaruratan sindrom termal dan sengatan listrik. 6ahasis)a mampu memahami penyebab dan tanda gejala dari sindrom termal dan sengatan listrik. 6ahasis)a dapat mengetahui dan memahami penatalaksanaan kega)atdaruratan sindrom termal dan sengatan listrik. 6etode 1enulisan 6etode penulisan yang dipergunakan dalam penulisan makalah ini adalah deskriptif, tim berusaha menjelaskan setiap point dalam makalah yang bersumber daru berbagai sumber seperi buku3buku dari perpustakaan, internet, konsultasi pembimbing dan diskusi kelompok. -. Sistematika 1enulisan

BAB II #INJAUAN #E'(I#IS

Sindron termal dan sengatan listirk memilki kesamaan didalam segi sifatnya, yaitu dalam segi konduktivitas, ketika seseorang mengalami sindrom termal dan sengatan listrik sering sekali mengalami manifestasi yang sama salah satunya adalah luka, terutama luka bakar, namun dengan penanganan pertama darisindrom temal dan sengatan listrik berbeda, untuk itulah sindrom termal dan sengatan listrik sering kali dibahas bersamaan untuk menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan diantara keduanya. %. :onsep sindrom termal 1. -efenisi 6enurut 8ng Sihanna (2010", definisi termal dapat dirunut dari bahasa =unani KthermL yang berarti kalor (penyebab dan efek, pembangkitan dan penggunaan", serta dari bahasa >atin KtemperL yang berarti $ampuran (original digunakan untuk Msuhua $aeliM, kombinasi langit". Sistem didefinisikan sebagai suatu obyek, sejumlah materi dalam suatu daerah ruangan, yang ditetapkan dalam bahasan dan dipisahkan dari sekeliling (lingkungan" oleh batas sistem. .atas sistem dapat bersifat fisik real ataupun berupa imajiner sesuai dengan keperluan untuk membedakan elemen sistem dan elemen lingkungan. >ingkungan dinyatakan sebagai semua elemen yang bukan merupakan bagian dari sistem. Sindrom termal merupakan keadaan berlebihan, yang dititikan pada suhu, diantaranya yaitu hipotermia dan hipertermia. /%ru B, dkk. 200 ".

2. Sifat

Sifat termal, meliputi konduktivitas panas, temperatur kerja maksimum, koefisien ekspansi termal, difusivitas termal, dll. :onduktivitas adalah suatu besaran intensif bahan yang menunjukkan kemampuannya untuk menghantarkan panas. Semua keramik boleh dikatakan dibuat dengan melalui pemanasan pada temperatur tinggi dan sejumlah keramik dimanfaatkan karena sifat termalnya yang unggul, seperti sifat tahan panas, hantaran panas, ketahanan terhadap kejutan termal, dan sebagainya. Sejalan denganitu titik $air tidak dapat ditentukan dari analisa sederhana pada fasa padat saja. %da dua mekanisme dari penyerapan panas oleh kristal, yang pertama adalah oleh getaran atom yang kedua oleh pergerakan elektron. 0mumnya yangpertama relatif sangat besar. -engan mengumpamakan semua atom dalam kristal bergetar se$ara harmonis pada frekuensi tunggal yang sama, se$ara teoritis ;instein menurunkan harga kapasitas panas volum tetap sama dengan nol pada temperatur nol derajat :elvin dan mendekati harga 2 / (&, 4 kal.mol31.der31" pada temperatur tinggi. -ebye mengumpamakan bah)a ada distribusi tertentu pada frekuensi getaran atom dan menurunkan persamaan yang menjelaskan kapasitas panas terukur lebih baik dari rumus ;instein. 2. :lasifikasi sindrom termal a. <ipotermia <ipotermia diakibatkan oleh lepasnya panas karena konduksi, konveksi, radiasi, atau transpirasi. Local cold in.ur- dan frost(ite timbul karena terjadihipotermia karena penurunan viskositas darah dan kerusakan intraselular ( intra$ellular injury". (%ru B, dkk. 200 ". 1" 1engertian hipotermia

2" 6anifestasi klinis 6anifestasi tidak seberat frost(ite yang berupa luka begabung dan tidak ada jaringan yang terlepas. &rench foot diakibatkan jaringan dilingkungan yang lembab pada suhu dingin selama bebrapa jam sampai beberapa hari. %kan timbul hiperhidrosis jangka panjang dan insensitivitas dingin. -erajat pertama dan kedua fro(ite superfi$ial ditandai dengan edama, luka bakar, dan eritema, serta melepuh pada derajat kedua. -erajat ketiga frost(ite ditandai dengan luka yang lebih dalam timbul sedalam kutis dan jaringan subkutis. -erajat ketiga ditandai dengan luka yang men$apai jaringan subkuteneus, otot, tendon, dan tulang. 1asien datang dengan sianosis dan bias terjadi hemoragik dan nekrosis kulit. :adang G kadang jaringan menjadi seperti mumi. :lasifikasi luka dingin menurut berat kasus -erat 8 -erajat 88 -erajat 888 1. :ulit membeku sebagian eritema, 1. >uka jaringan 1. #aringan kutis dan edema, hyperemia. 2. 7idak melepuh atau nekosis. 2. 10 hari kemudian" (ejala 2. kulit. subkutaneus, otot, ;ritema, vesikel tendon, dan tulang $airan melepuh Seperti sengatan dan rasa merupakan terbakar, berdenyut dan bisa timbul dekuamasi hiperhidrosi. jaringan 5. bening 2. ;dema lokal. 2. %)alnya luka ber)arna merah tua dan atau $yanosi :adang3kadang

-eskuamasi kulit jarang (& sampai substansial dengan membeku.

kehitaman. (ejala gangguan vasomotor kasus berat


7able 2.1 tabel klasifikasi luka hipotermi

jaringan mengering, hitam, mumi. Sendi nyeri pada seperti

6ati rasa dan (ejala

#ild h-pothermia "%o / 0*1$23 9" sampai 2&o C ( &,9" menyebabkan timbulnya menggigil, takikardi, dan peningkatan tekanan darah. 6engigil mengakibatkan penurunan deyut jantung dan tekanan darah ketika temperature diba)ah 22o C (8 ,40 9". 6ental melambat dan kehilangan refleD menelan. :omplikasi yang umum terjadi adalah aspirasi. -engan temperature yang sangat rendah, pasien menjadi letargi dan koma. 8mobilisasi menimbulkan resiko rabdomiolisis dan gagal ginjal akut. <emokonsentrasi dan pengurangan volume bisa menimbulkan thrombosis intravaskuler dan koagulasi intravaskuler diseminata. <iperglikemia bisa terjadi )alaupun lebih dari 50' penderita mengalami hipoglikemia. (angguan keseimbangan asam basa bisa timbul tetapi tidak mengikuti pola tertentu. 1ada ;:( terlihat interval 1/,N/S dan N7 memanjang dan gelombang ,sborn #. irama jantung takikardia sampai bradikardi juga fibrilasi atrial ventrikuler hingga bias terjadi asistolik pada temperature yang sangat rendah.

2" -iagnosis <ipotermia didiagnosis bila suhu tubuh diba)ah 2&o C ( &09" penyakit yang menyerupai gejala hipotermia seperti * a" -efisiensi tiroid, insufisiensi adrenal , difungsi susunan saraf pusat, infeksi, sepsis, penyakit kulit, kera$unan obat dan gangguan metabolism yang perlu dipertimbangan dan dievaluasi. b" Cold injury yang terlokalisir didapatkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. b. <ipertermi :eringat dan penguapan jumlahnya $ukup tinggi terjadi bila temperatur men$apai 2&OC ( &O9" atau lebih tinggi. :elembaban mengurangi kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri sendiri melalui keringat. :etidakmampuan respon termoregulasi dan kontrol terhadap sistem peningkatan presipitat atau depresi pusat temperatur disebabkan disfungsi organ lain, dapat menimbulkan manifestasi klinis antara lain hipertemia. 1en$egahan terjadinya peningkatan suhu abnormal tergantung pada keseimbangan antara pelepasan panas dan pembentukan panas. 1akaian, ventilasi, latihan dan air serta pelepasan garam ditimbulkan oleh panas dan kesanggupan tubuh untuk mengatur temperatur tubuh. >atihan yang berat harus disesuaikan dengan suhu udara, kelembaban udara, garam, dan yang lebih penting lagi, pelepasan air harus $ukup dan diberikan sebelum timbul gangguan gejala suhu (heat illnes". 0sia muda, usia lanjut, dan orang3orang dengan penyakit tertentu,

umumnya penyakit kardiovaskular, kemungkinan terjadi resiko sakit akibat heat stress. Salah satu akibat yang ditimbulkan oleh heat stress adalah heat stroke.

5. 1atofisiologi 1atofisiologi sindrom thermis menyebabkan gangguan kesimbangan $airan dan elektrolit serta syo$k, yang dapat menimbulkan asidosis, nekrosis tubular akut, dan disfungsi serebral. :ondisi ini dapat dijumpai pada fase a)al + akut + syo$k biasanya berlangsung sampat !2 jam pertama. -engan kehilangan kulit pada klien yang menglamai luka bakar akan menyebabkan kehilangan fungsi barier sehingga luka sangat mudah terinfeksi. Selain itu, dengan kehilangan kulit luas, terjadi penguapan $airan tubuh yang berlebihan, penguapan $airan ini disertai pengeluaran protein dan energi sehingga terjadi gangguan metabolisme. #aringan nekrosis yang ada melepas toksin yang dapat menimbulkan S8/S bahkan sepsis yang menyebabkan disfungsi dan kegagalan fungsi organ3organ seperti hepar dan paru yang bisa menyebabkan kematian. /eaksi inflamasi yang berkepanjangan akibat sindrom thermal menyebabkan kerapuhan jaringan dan struktur3 struktur fungsional seperti peningkatan suhu yang berkepanjangan dan kehilangan $airan dalam tubuh yang sangat banyak. 0#ans.oer rief$ %4445. &. 1enatalaksanaan 1enatalaksanaan pada kondisi pasien sindrom termal diambil $ontoh dari kasus hipotermi dan hipertermi sama saja, yang membedakan nya hanya terapi suhu yang diberikan.

Saat menangani klien yang mengalami sindrom termal diambil $ontoh hipotermi6enurut .runner A Suddarth (1 yang dapat dilakukan adalah * a. $. 1emberian $airan dan elektrolit untuk mengembalikan kekurangan $airan pada klien %nalgesik opioid parenteral (misalnya 6orfin 0,1 mg+kg iv" untuk mengurangi nyeri pleural". 7emperatur $airan bilas bisa sampai 52O C (10!O 9". e. f. g. 1ada fibrilasi ventrikular dilakukan defibrillasi sampai temperatur 20O C (847", meskipun 2 $ountersho$k hares diukur. b. 1en$airan dalam air hangat (50O C sampai 52O C" selama 10320 menit sampai ekstremitas melunak dan kemerahan.

4",penatalaksanaan

d. #ika ada ketidakstabilan kardiovaskular, dibutuhkan pemanasan yang lebih agresif (bilas lambung, kandung kemih, lavase peritoneal dan

1emanasan kembali melalui sirkuit ekstrakorporal merupakan metode pilihan pada pasien hipotermia berat dalam henti jantung. #ika perlengkapan tidak tersedia, resusitasi trakeostomi dan pijat jantung dalam dan bilas mediastinal merupakan alternatif yang dapat diterima. Semua pasien dengan firosbite superfi$ial terlokalisir atau hipotermia sedang dapat dirujuk ke /S. 1asien tidak dira)at, mereka bisa kembali pada lingkungan yang hangat.

#ika terdapat luka hal yang perlu kita lakukan adalah sebagai berikut * a. b. >uka dikaki ditangani dengan pengangkatan, penghangatan, dan pembalutan jari yang luka. ?ifedipin 20 mg per oral 2 kali sehari., kortikosteroid topi$al prednisone, dan prostaglandin ;1 (limaprost 20 mg per oral 2b kali sehari " dapat membantu. 1emanasan $epat dengan air yang mengalir pada suhu 52 oC (10!09"selama 10320 menit pada ekstermitas yang mengalami fro(ite. 1asien bisa diberi narkotik, ibuprofen, dan aloevera. 1emberian peni$illin ; &00.000 u setiap 4 jam selama 58 3!2 jam memperlihatkan hasil yang baik.

$. d. e. f. g.

>uka bersih banyak mengandung prostaglandin dan tromboksan dapat dibersihkan atau diaspirasi. >uka yang berdarah seharusnya dibersihkan dan dirapikan kembali. 7eknik penghangatan termasuk penghangatan pasif, penghangatan aktif eksternal, dan penghangatan pera)atan aktif. 1asien dengan hipotermia sedang dapat diatasi dengan penghangatan pasif dengan $ara memindahkannya dari lingkungan dingin dan menggunakan selimut kolasi. 1asien dengan hipotermia berat, sebaiknya dipantau dengan pilse oDymetri 1erhatikan jalan nafas, pernafasan, dan jantung. .ila tidak ada gangguan kardiovaskular, penghangatan aktif vaskular dapat diterapkan (radiasi panas, selimut hangat, dan objek yang dipanaskan" dengan $airan hangat 8@ dan oksigen yang dihangatkan.

.. :onsep sengataan listrik 1. -efenisi :esetrum atau dalam bahasa ilmiah disebut sengatan listrik ( electric shock5 adalah sebuah fenomena dalam kehidupan. Se$ara sederhana kesetrum dapat dikatakan sebagai suatu proses terjadinya arus listrik dari luar ke tubuh. Sengatan listrik dapat terjadi karena kontak dari tubuh manusia dengan sumber tegangan yang $ukup tinggi sehingga dapat menimbulkan arus melalui otot atau rambut. :etika tersengat lsitrik, terdapat beda potensial (arus dari potensial tinggi ke rendah" sehingga mun$ul tegangan listrik antara tubuh dan lingkungan kita. :esetrum adalah fenomena yang terjadi karena adanya arus yang resistansi dengan plasma darah dalam tubuh kita. %rus terjadi karena ada perpindahan elektron dan proton, pergerakan arus yang terhambat akan menghasilkan energy panas.

2. ;tiologi sengatan listrik 1enyebab terjadinya sengatan listrik bukan karena tegangan listrik, tetapi karena adanya arus listrik yang mengalir. Sebenarnya arus listrik pun memang sudah ada di tubuh kita sebagai pengantar informasi dari indera ke otak (seperti sensor dan prosesor". Seseorang bisa tersengat listrik karena ada banyak kemungkinan, antara lain * a. $. e. 6enyentuh kabel terbuka berarus listrik :egagalan peralatan -isambar petir (akan dibahas khusus dalam proteksi petir. b. 6enyentuh kabel berarus yang isolasinya rusak d. 7erkena muatan listrik statis

2. 1atofisiologi :etika terjadinya kontak antarabagian tubuh manusia dengan suatu sumber tegangan listrik yang $ukup tinggi, kejadian itulah yang mampu mengakibatkan arus listrik mengalir kedalam tubuh manusia tepatnya melalui. %rus listrik memiliki sifat sifat mengalir dari pontensial tinggi ke potensial rendah. -alam kasus sehari3 hari sumber tegangan listrik ini memilki potensial tinggi, sementara bumi tempat berpijak memilki potensial rendah. #adi, tegangan ini ingin mengalirkan arusnya kebumi. 1ada saat terjadi kontak antara manusia dengan sumber tegangan saat manusia ini meninjak bumi, maka tubuh manusia ini akan menjadi suatu konektor antara sumber tegangan dengan bumi. 1erlu diingat bah)a tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, sehingga tubuh manusia merupakan konduktor yang baik, karena air merupakan konduktur yang baik. Saat terkena sengatan listrik, arus listrik menimbulkan, gangguan karena rangsangan terhadap saraf dan otot. ;nergi panas yang timbul akibat tahanan jaringan yang dilalui dapat menyebabkan luka bakar. >uka bakar ini timbul akibat dari

bunga api listrik yang suhunya dapat men$apai 2.&00 oC. 7egangan lebih baru &00 volt merupakan reesiko tinggi terhadap keselamatan ji)a. %rus bolak balik menimbulkan rangsangan otot berupa kejang G kejang. .ila arus tersebut melalui jantung, kekuatan sebesar 40 miliamper saja sudah $ukup untuk menimbulkan jantung (fiblilasi ventrikel". .ila ka)at berarus listrik terpegang olh tangan, maka pegangan akan sulit dilepaskan karena arus listrik tersebut menimbulkan kontraksi dari otot G otot jari tangan. ,tot fleksor atau otot mengenggam jari lebih kuat dari otot ekstensor. #ika arus listrik tengangan tinggi mengenai dada akan menyebabkan gangguan pernafasan. .ila menganai kepala, dapat menyebabkan tidak sadarkan diri. 1ada tegangan rendah, arus searah tidak berbahaya dibandingkan dengan arus bolak balik. :elan$aran arus masuk ketubuh tergantung juga basah atau keringnya kulit yang kontak dengan arus listrik. .ila kulit basah atau lembab, arus listrik akan mudah masuk kedalam tubuh. 1ada tempat masuk arus listrik, akan tampak luka masuk yang merupa luka bakar sedangkan pada tempat luka keluar akan terkesan lon$atan arus keluar. %rus keluar biasanya sulit ditemukan. 1anas yang timbul yang mengenai pembuluh darah akan dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang semakin lama dapat menyebakan kematian jaringan. :adang lukabakar yang tampak dari luar tampak ringan tetapi kerusakan jaringan yang lebih dalam, luas dan berat. :erusakan otot yang berat dapaat terlihatpada ken$ing yang ber)arna gelap karena ber$ampur dengan mioglobin yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal. %kibat dari sengatan listrik bisa berma$am G ma$am. 6ulai dari sekedar terkejut, membuat luka bakar ditubuh, atau tergolong fatal yang merupa kematian. Salah satu efek terberat dari sengatan listrik adalah terjadinya luka bakar. 5. 6anifestasi klinis tubuh terhadap sengatan listrik %rus listrik menimbulkan gangguan karena rangsangan terhadap saraf dan otot. ;nergi panas yang timbul akibat tahanan jaringan yang dilalui dapat menyebabkan luka bakar. >uka bakar ini timbul dapat akibat dari bunga api listrik yang suhunya dapat men$apai 2.&00

derajat $el$ius. 7egangan lebih dari &00 volt merupakan risiko tinggi terhadap keselamatan ji)a. %rus bolak3balik menimbulkan rangsangan otot berupa kejang3kejang. .ila arus tersebut melalui jantung, kekuatan sebesar 40 milliamper saja sudah $ukup untuk menimbulkan gangguan jantung (fibrilasi ventrikel". .ila ka)at berarus listrik terpegang oleh tangan, maka pegangan akan sulit dilepaskan karena arus listrik tersebut menimbulkan kontraksi dari otot3otot jari tangan. ,tot fleksor atau otot menggenggam jari lebih kuat dari otot ekstensor. #ika arus listrik tegangan tinggi mengenai dada akan menyebabkan gangguan pernafasan. .ila mengenai kepala, dapat menyebabkan tidak sadarkan diri. 1ada tegangan rendah, arus searah tidak berbahaya dibandingkan dengan arus bolak3balik. :elan$aran arus masuk ke tubuh tergantung juga basah atau keringnya kulit yang kontak dengan arus listrik. .ila kulit basah atau lembab, arus listrik akan mudah masuk ke dalam tubuh. 1ada tempat masuknya arus listrik, akan tampak luka masuk yang berupa luka bakar sedangkan pada tempat luka keluar akan terkesan lon$atan arus keluar. %rus keluar biasanya sulit ditemukan. 1anas yang timbul yang mengenai pembuluh darah akan dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang semakin lama dapat menyebabkan kematian jaringan. :adang luka bakar yang tampak dari luar tampak ringan tetapi kerusakan jaringan yang lebih dalam luas dan berat. :erusakan otot yang berat dapat terlihat pada ken$ing yang ber)arna gelap karena ber$ampur dengan mioglobin yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal. %kibat dari sengatan listrik bisa berma$am3ma$am. 6ulai dari sekedar terkejut, membuat luka bakar ditubuh, atau yang tergolong fatal berupa kematian. Salah satu efek terberat dari sengatan listrik adalah terjadinya luka bakar. &. (ambaran :linis

>istrik dapat menyebabkan kerusakan jaringan sebagai efek langsung arus listrik searah pada sel dan oleh kerusakan termal dari panas yan diteruskan oleh jaringan. ;nergy terbesa rterjadi pada titik kontak sehingga kerusakan jaringan pada daerah tersebut harus diobservasi lebih baik. >uka keluar sengatan listrik lebih besar dari pada luka masuk. .ila sengatan listrik masuk kedalam tubuh, kerusakan terbesar terjadi pada jaringan saraf, pembuluh darah dan otot. Sengatan listrik dapat mengakibatkan nekrosis berupa koagulasi, kematiansaraf, dan kerusakan pembuluh darah. >uka yang ditimbulkan lebih menyerupai jaringan nekrosis atau kerak dari pada luka bakar termal. :arena ukuran dari luka karena sengatan listrik tidak berkolerasi baik dengan kerusakan yang ditimbulkan, pemeriksaan teliti untuk luka yang dalam sangat penting. >uka traumati$ sering terjadi bersamaan dengan sengatan listrik. 4. -iagnosis Sengatan listrik berdasarkan ri)ayat penyakit . .ila ri)ayat penyakit tidak jelas, $iri3$iri luka pada kulit sangat menolong. 1emeriksaan yang menyeluruh serta memperhatikan luka akibat sengatan listrik sangat penting untuk mengesampingkan adanya suatu trauma. 1emeriksaan untuk tulang patah dan dislokasi tetap dilakukan )alaupun tanpa ri)ayat trauma. 7idak ditemukannya luka sengatan listrik pada pemeriksaan jaringan mengesampingkan sengatan listrik serius. 1emeriksaanlaboratoriumhitungdarahlengkapelektrolit, kalsium, urea nitrogen darah, kreatinin, analisa gas darah, myoglobin (6.", kreatinin kinase (C:". C: dan 6. dapat meningkatkan pada kerusakan otot jantung tapi ada luka otot se$ara ekstensif. 9ungsi hati dan amylase diperiksa bila diduga ada luka abomen. ;:( dapat dilakukan bila ada indikasi E pemeriksaan radiologis dilakukan pada sisi luka sengatan listrik. /& Scan kepala merupakan indikasi pada luka kepala yang berat, koma atau bila ada perubahan mental.

!. 1enatalaksanaan 1enatalaksanaan a)al sebelum penderita ditangani adalah tentunya memutuskan sumber arus listriknya. .isa dengan mematikan peralatan yang menjadi sumber setruman atau langsung dari 6C.. Setelah itu, segera pindahkan korban ke tempat aman serta bersirkulasi udara lan$ar. .aringkan korban lalu evaluasi kesadaran penderita apakah sadar atau tidak, serta periksa denyut nadi dan pernapasannya. 8. :omplikasi sengatan listrik a. :ardiovaskuler :ematian mendadak (fibrilasiventrikel, asistolik", ?yeri dada, disritonia, segmen S737 abnormal, blok $abang berkas, kerusakan miokardial, disfungsi ventrikel, 6C8, hipotensi (volume deplesi", hipertensi (pelepasan katekolamin". b. ?eurologis Status mental, agitasi, koma, kejang, edema serebral, ensefalopati hipoksia, nyerikepala, afasia, lemah, paraplegia, kuadriplegia, disfungsi sumsum tulang, pheriperal neuropati, insomnia, emosilabil. $. :ulit >uka akibat sengatan listrik, akibat sekundel luka bakar. d. @askuler 7hrombosis, nekrosiskoagulasi, -8C, rupture pembuluh darah, aneurisma sindrom kompartemen. e. 1ulmonal

<entinapas (sentral atau perifermis tetanus". 1neumonia aspirasi, edema pulmonal, kontusi pulmonal, kerusakan inhalasi. f. (astrointestinal 1erforasi, tukak stress (/urling 6lcer5$ perdarahan (87. g. 6us$ular. 6ionekrosis, sindrom kompartemen. h. Skeletal 9raktur kompresi vertebra, fraktur tulang, dislokasi bahu (anterior dan posterior", fraktur s$apula. i. j. ,ptamologi /ornel (urns$ dela-ed cataract$ thrombosis atau hemoragia intrao$ular, uveitis, frakturorbita. 1endengaran <ilangnya pendengaran, tinnitus, perforasi, membrane timpani, mastoiditis, meningitis. k. ,ral burns <emoragia arteri labialis, scarring dan deformitas fasialis, gangguan bi$ara, perubahan bentuk mandibula dan pembentukan gigi. l. ,bstetri$ %borsi spontan, kematian janin.

BAB III

ASUHAN KEPE(A+A#AN KE,A+A# DA(U(A# SIND('& #E(&AL DAN SEN,A#AN LIS#(IK 1ada bab ini penulis akan menyajikan proses kepera)atan kega)at daruratan yang dimulai tindakan primer dan diikuti tindakan se$ondary. A. Primar* Survei 1. 7indakan primer sindrom termal dan sengatan listrik a. 1" %ir)ay 6emastikan ada tidaknya sumbatan jalan nafas total* pada pasien sindrom termal dan sengatan listrik apakah ada sumbatan yang menghambat nafas klien. .ila ada muntah+darah atau benda lain di mulut klien, keluarkan segera 2" %danya -istress pernafasan 2" :emungkinan fraktur servikal (sengatan listrik akibat gerakan yang terjadi saat tersetrum" 5" 7elentangkan posisi klien, tekuk kepalanya ke belakang, tarik rahangnya ke depan agar lidah tidak menutup lubang tenggorokan. b. .reathing 6emastikan pasien masih bernafas atau sudah tidak bernafas, diantarannya dengan 2 $ara* 1" >,,:* lihat ada trauma, lihat pergerakan dada, irama, kedalaman, simetris atau tidak* a" :esadaran akan menurun + agitasi %gitasi P <ipoksemia :arena sumbatan jalan nafas

1enurunan kesadaran P <iperkarbia yang disebabkan oleh hipoventilasi akibat sumbatan jalan nafas.

b" 1ergerakan dada dan perut ?ormalnya kedua bergerak sama G sama, kalau ada sumbatan jalan nafas keduanya bergerak berla)anan. $" /etraksi sela iga, supra klavikula + subkostal d" Cyanosis sebagai tanda adanya hipoksemia e" -eformitas daerah yang patah 2" >8S7;?* dengarkan suara nafas dengan stetoskop %danya suara nafas tambahan yang didengar, berupa * a" -engkuran ( S?,/8?( " P >idah yang menutup orofaring b" :umuran ( (0/(>8?( " P Sekret, darah, muntahan $" Siulan ( C/,B8?( " P 1enyempitan karena spasme, edema atau pendesakan 2" 9;;>* rasakan adanya hembusan nafas dari hidung 6eraba ha)a ekspirasi dari hidung + mulut dan raba getaran di leher 5" 1emberian oksigen se$ara manual #ika %nda menemukan korban dalam keadaan tidak bernapas, segera beri napas bantuan, telentangkan si korban, tekuk kepalanya ke belakang, buka mulut dan tarik nafas , kemudian tutup mulut dan tiupkan udara ke mulut korban sekuat3kuatnya sampai rongga paru3paru terangkat, pijit hidungnya agar udara yang ditiupkan tidak keluar, amati turunnya dada kembali, faktor penentu adalah ke$epatan dalam

bertindak, karena itu 2 atau 5 kali peniupan pertama dilakukan se$epat mungkin, penipuan selanjutnya diulang lebih kuarng 10 kali setiap menit. $. Cir$ulation

1" 6emastikan ada tidaknya denyut nadi karotis, radialis, brakhialis, femoralis, dorsadipedis 2" %da tidaknya perdarahan eksternal. 7utupi titik luka bakar yang terjadi akibat masuk dan keluarnya arus listrik pada tubuh karena bisa memper$epat pengurangan $airan dalam tubuh. (unakan kain, perban atau benda apapun yang bersifat tidak mengantarkan panas. 2" 1ola ?adi B. Se.ondar* surve* 1. 1enatalaksanaan sindrom termal 6enurut .runner A Suddarth (1 a. $. 4",penatalaksanaan yang dapat dilakukan adalah * 1emberian $airan dan elektrolit untuk mengembalikan kekurangan $airan pada klien %nalgesik opioid parenteral (misalnya 6orfin 0,1 mg+kg iv" untuk mengurangi nyeri pleural". 7emperatur $airan bilas bisa sampai 52O C (10!O 9". e. 1ada fibrilasi ventrikular dilakukan defibrillasi sampai temperatur 20O C (847", meskipun 2 $ountersho$k hares diukur.

b. 1en$airan dalam air hangat (50O C sampai 52O C" selama 10320 menit sampai ekstremitas melunak dan kemerahan. d. #ika ada ketidakstabilan kardiovaskular, dibutuhkan pemanasan yang lebih agresif (bilas lambung, kandung kemih, lavase peritoneal dan

f. g.

1emanasan kembali melalui sirkuit ekstrakorporal merupakan metode pilihan pada pasien hipotermia berat dalam henti jantung. #ika perlengkapan tidak tersedia, resusitasi trakeostomi dan pijat jantung dalam dan bilas mediastinal merupakan alternatif yang dapat diterima. Semua pasien dengan firosbite superfi$ial terlokalisir atau hipotermia sedang dapat dirujuk ke /S. 1asien tidak dira)at, mereka bisa kembali pada lingkungan yang hangat.

#ika terdapat luka hal yang perlu kita lakukan adalah sebagai berikut * a. >uka dikaki ditangani dengan pengangkatan, penghangatan, dan pembalutan jari yang luka. ?ifedipin 20 mg per oral 2 kali sehari., kortikosteroid topi$al prednisone, dan prostaglandin ;1 (limaprost 20 mg per oral 2b kali sehari " dapat membantu. b. 1emanasan $epat dengan air yang mengalir pada suhu 52 oC (10!09"selama 10320 menit pada ekstermitas yang mengalami fro(ite. 1asien bisa diberi narkotik, ibuprofen, dan aloevera. 1emberian peni$illin ; &00.000 u setiap 4 jam selama 58 3!2 jam memperlihatkan hasil yang baik. $. >uka bersih banyak mengandung prostaglandin dan tromboksan dapat dibersihkan atau diaspirasi. >uka yang berdarah seharusnya dibersihkan dan dirapikan kembali. d. 7eknik penghangatan termasuk penghangatan pasif, penghangatan aktif eksternal, dan penghangatan pera)atan aktif. e. f. g. 1asien dengan hipotermia sedang dapat diatasi dengan penghangatan pasif dengan $ara memindahkannya dari lingkungan dingin dan menggunakan selimut kolasi. 1asien dengan hipotermia berat, sebaiknya dipantau dengan pilse oDymetri 1erhatikan jalan nafas, pernafasan, dan jantung. .ila tidak ada gangguan kardiovaskular, penghangatan aktif vaskular dapat diterapkan (radiasi panas, selimut hangat, dan objek yang dipanaskan" dengan $airan hangat 8@ dan oksigen yang dihangatkan.

2. Se$ondary survey sengatan listrik 6enurut >ong, .arbara C, 1 6enurut %ru B, dkk. 200 a. $. irwa-$ (reathing dan sirkulasi harus diperbaiki, mobilisasi spinal harus diperhatikan karena potensial terjadi trauma spinal. 6onitor jantung, pulse oksimetri, pemantauan tekanan darah non invasive. membutuhkan tindakan langsung. e. f. Cairankristoloidivdengan bolus inisial 20350 ml+kg setela hsatu jam pertama. 1erbaikan $airan tergantung pada luasnya luka bakar pasien. 0ntuk mengukur output urine digunakan kateter 9oley pada kasus berat. #ika terjadi rabdomiolisis, lebih banyak dibutuhkan $airan untuk men$egah gagal ginjal. g. 1rofilaksis tetanus sebaiknya diberikan. h. %ntibioti$ profilaksis tidak penting sekali, ke$uali bila ditemukan luka terbakar yang besar. i. j. :ejang diobati dengan terapi standar. 9raktur dan luksasi setepat mungkin dikurangi b. 1emberian ,2 tekanan tinggi dengan masker. d. 9ibrilisasi ventrikel, asistolik atau takikardi ventri$ular dapat diterapkan dengan proto$ol standar %C>S. -isritmia sering timbul tapi tidak 4.1enatalaksanaan a)al sebelum penderita ditangani adalah tentunya memutuskan sumber arus listriknya ..isa dengan mematikan peralatan yang menjadi sumber setruman atau langsung dari stop kontak.

k. >uka bakar pada kulit dapat diobati dengan silver sulfadia7ine sesudah dibersihkan.

l.

:onsultasi dengan dokter bedah umum bila terjadi luka jaringan yang dalam dan luas. 1asien di atas membutuhkan eksplorasi luka bakar, debridemen, fasiotomi, dan pera)atan $ukup lama. %nak3anak dengan luka lo$al dapat dievaluasi dengan spesialis ;?7 atau bedah plasti$. Banita hamil yang mengalami sengatan listrik membutuhkan konsultasikan dungan untuk penanganan dan monitor janin. 1asien dengan sengatan listrik yang berat dapat diisolasi di unit luka bakar atau pusat trauma.

m. %nak3anak yang mengalami luka lo$al yang terlokalisir atau luka pada tangan dapat dipulangkan. ,rang tuanya harus diberi instruksi untuk mengontrol pendarahan arteri labialis yang dapat timbul kemudian. n. 1asien yang mengalami sengatan listrik 1103220@ tanpa gejala+luka. ;:( normal dan pemeriksaan fisik normal dapat dipulangkan.

%. ASUHAN KEPE(A+A#AN 1. 1;?(:%#8%? a. %ktifitas+istirahat* 7anda* 1enurunan kekuatan, tahananE keterbatasan rentang gerak pada area yang sakitE gangguan massa otot, perubahan tonus. b. Sirkulasi* 7anda (dengan $edera pada sengatan listrik dan sindrom thermal lebih dari 20'"* hipotensi (syok"E penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang $ederaE vasokontriksi perifer umum dengan kehilangan nadi, kulit putih dan dingin (syok listrik"E takikardia (syok+ansietas+nyeri"E disritmia (syok listrik"E

$.

8ntegritas ego*

(ejala* masalah tentang keluarga, pekerjaan, keuangan, ke$a$atan. 7anda* ansietas, menangis, ketergantungan, menyangkal, menarik diri, marah. d. ;liminasi* 7anda* haluaran urine menurun+tak ada selama fase daruratE )arna mungkin hitam kemerahan bila terjadi mioglobin, mengindikasikan kerusakan otot dalamE diuresis (setelah kebo$oran kapiler dan mobilisasi $airan ke dalam sirkulasi"E penurunan bising usus+tak adaE khususnya pada luka bakar kutaneus lebih besar dari 20' sebagai stres penurunan motilitas+peristaltik gastrik. e. 6akanan+$airan* 7anda* oedema jaringan umumE anoreksiaE mual+muntah. f. ?eurosensori*

(ejala* area batasE kesemutan. 7anda* perubahan orientasiE afek, perilakuE penurunan refleks tendon dalam (/7-" pada $edera ekstremitasE aktifitas kejang (syok listrik"E laserasi kornealE kerusakan retinalE penurunan ketajaman penglihatan (syok listrik"E ruptur membran timpanik (syok listrik"E paralisis ($edera listrik pada aliran saraf". g. ?yeri+kenyamanan* (ejala* .erbagai nyeriE $ontoh sengatan listrik derajat pertama se$ara eksteren sensitif untuk disentuhE ditekanE gerakan udara dan perubahan suhuE ketebalan sedang derajat kedua sangat nyeriE smentara respon pada tubuh ketebalan derajat kedua tergantung pada keutuhan ujung sarafE sengatan listrik dan sindrom thermal derajat tiga tidak nyeri.

h. 1ernafasan* (ejala* terkurung dalam ruang tertutupE terpajan lama (kemungkinan $edera inhalasi". 7anda* serakE batuk mengiiE partikel karbon dalam sputumE ketidakmampuan menelan sekresi oral dan sianosisE indikasi $edera inhalasi. 1engembangan torak mungkin terbatas pada adanya sengatan listrik disekitar lingkar dadaE jalan nafas atau stridor+mengii (obstruksi sehubungan dengan laringospasme, oedema laringeal"E bunyi nafas* gemeri$ik (oedema paru"E stridor (oedema laringeal"E sekret jalan nafas dalam (ronkhi". i. :eamanan* beberapa luka.%rea kulit tak terbakar mungkin dingin+lembab, pu$at, dengan pengisian kapiler lambat pada adanya penurunan $urah jantung sehubungan dengan kehilangan $airan+status syok. Cedera listrik* $edera kutaneus eksternal biasanya lebih sedikit di ba)ah nekrosis. 1enampilan luka bervariasi dapat meliputi luka aliran masuk+keluar (eksplosif", luka bakar dari gerakan aliran pada proksimal tubuh tertutup dan luka bakar termal sehubungan dengan pakaian terbakar. %danya fraktur+dislokasi (jatuh, ke$elakaan sepeda motor, kontraksi otot tetanik sehubungan dengan syok listrik" 2. -8%(?,S% :;1;/%B%7%? 6arilynn ;. -oenges dalam ?ursing $are plans, (uidelines for planning and do$umenting patient $are mengemukakan beberapa diagnosa kepera)atan sebagai berikut * 7anda* :ulit umum* destruksi jaringan dalam mungkin tidak terbukti selama 23& hari sehubungan dengan proses trobus mikrovaskuler pada

a. b. $. d.

/esiko tinggi bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obtruksi trakeabronkialEedema mukosa dan hilangnya kerja silia. Sengatan listrik telah mennyebar pada daerah leherE kompresi jalan nafas thorak dan dada atau keterdatasan pengembangan dada. /esiko tinggi kekurangan volume $airan berhubungan dengan kehilangan $airan melalui rute abnormal. /esiko kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan $edera inhalasi asap atau sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada atau leher. ?yeri berhubungan dengan kerusakan kulit+jaringanE pembentukan edema.

1eningkatan kebutuhan* status hypermetabolik, ketidak $ukupan pemasukan.

1. 8?7;/@;?S8 6enurut6arylin No 1. ;. -oenges. (2000", /en$ana%suhan:epera)atanpadakliendengannsindrom Intervensi %)asifrekuensi, irama, 1. Eperhatikanadanyapu$at+sia nosisdan mengandungkarbonataumer thermal (asiona 7akipnea, penggunaanototbantu, sianosisdanperubahan distress pernafasan+edema dansengatanlistrikdalahsebagaiberikut* Dia"nosaKeperawatan #u$uandanKriteriaHasi /esiko tinggi bersihan jalan Setelahdilakukanpera)atan 1. nafas obtruksi trakeabronkialEedema tidak efektif 2D25 berhubungan dengan bersihanjalannafaskembalie fektifdengankriteriahasil * .unyi nafas vesikuler

jam, kedalamanpernafasan

sputum sputum menunjukkanterjadi

mukosa dan hilangnya kerja silia. Sengatanlistriktelahmennye barpadadaerah leherE kompresi jalan nafas thorak dan dada atau keterdatasan pengembangan dada.

// dalam batas normal ahmuda. (18322 D+menit" .ebas dispnoe+$yanosis. 2. %uskultasiparu, perhatikan stridor, mengi+gemeri$ik, 2. penurunanbunyinafas, batukrejan. 2. 1erhatikanadanyapu$atatau )arnabuah$erimerahpadak ulit yang $idera 2.

parudankebutuhanintervens imedik.

,bstruksijalannafas+distres pernafasandapatterjadisang at$epatataulambat$ontohsa mpai 58 jam setelahterbakar.

-ugaanadanyahipoksemiaa 5. -orongbatuk+latihannafasd alamdanperubahanposisiser ing. &. %)asi 5. 6eningkatkanekspansiparu, 25 memobilisasidandrainasese taukarbonmonoksida.

jamkeseimbngan$airan, perhatikanvariasi+perubaha n. &.

kret.

1erpindahan$airanataukele 4. >akukan program bihanpenggantian$airanme ningkatkanrisiko edema /atatan kolaborasi meliputi *

.erikanpelembab paru. $ontoh masker )ajah

,2melalui$ara yang tepat, *Cederainhalasimeningkatk ankebutuhan$airansebanya k %)asi+gambaranseri (-% 4. ,2memperbaikihipoksemia+ asidosis. 1elembabanmenurunkanpe 2&' ataulebihkarena edema.

ngeringansaluranpernafasan danmenurunkanviskositas sputum. anlanjut kpengobatan. 1a,2kurangdari 1aC,2lebihbesardari danpenurunan anterjadinya 2. /esiko tinggi kekurangan Setelahdilakukanpera)atan volume $airan berhubungan 2D25 dengankehilangan melalui rute abnormal. 1eningkatankebutuhan* riahasil * 7idak ada manifestasi %)asi pengeluaran urine jam, $airan $airanterpenuhidengankrite %)asi tanda vital, C@1. kapiler kekuatan nadi perifer. pneumonia+S-1-. 6emberikan pedoman dan mengkaji respon &0, &0 p< -ata dasarpentinguntukpengkaji status pernafasandanpedomanuntu

menunjukkaninhalasiasapd

volume 1erhatikan

dan untuk penggantian $airan kardiovaskuler.

status

hypermetabolik, dehidrasi, /esolusi oedema, batas normal, <aluaran urine di atas 20 ml+jam.

dan

berat

jenisnya.

1enggantian $airan dititrasi pengeluaran urine 203&0 $$+jam pada orang de)asa. 0rine ber)arna merah pada kerusakan otot masif karena

ketidak$ukupanpemasukan.

,bservasi )arna urine dan untuk meyakinkan rata32

;lektrolit serum dalam hemates sesuai indikasi.

7imbang setiap hari

berat

badan adanyadarah dan keluarnya mioglobin.

0kur lingkar ekstremitas yang terbakar tiap hari sesuai indikasi >akukan .erikan program penggantian

1enggantian tergantung badan pada pertama

$airan berat dan

perubahan selanjutnya

kolaborasi meliputi * 6emperkirakanluasnyaoed ema+perpindahan$airan yang mempengaruhi

$airan 8@ yang dihitung, elektrolit, plasma, albumin.

%)asi hasil pemeriksaan volume urine.

laboratorium ( <b, elektrolit, sirkulasidanpengeluaran natrium ".

/esusitasi menggantikan $airan+elektrolit membantu komplikasi.

$airan kehilangan dan men$egah

S-6

6engidentifikasi kehilangan darah+kerusakan dan kebutuhan $airan dan penggantian

2.

/esiko pertukaran

kerusakan Setelahdilakukanpera)atan 1. gas 2D25

elektrolit. 1antau laporan (-% dan 1. 6engidentifikasi kemajuan penyimpangan yang dari hasil diharapkan.

jam, kadar karbon monoksida dan gas serum.

berhubungan dengan $edera tidakterjadipertukaran inhalasi asap atau sindrom dengankriteriahasil *

8nhalasi asap dapat merusak

kompartemen sekunder atau leher. terhadap

torakal

// 12325 D+mnt, )arna 2. (-% normal .unyi nafas bersih 7idak bernafas ada dalam renatng pada bantu pasien terjadi pernafasan dnegna tingkat 1asang dengan pada

alveoli, .erikan suplemen oksigen pertukaran ditentukan. atau selang

mempengaruhi gas pada

luka kulit normal

bakar sirkumfisial dari dada

yang membran kapiler alveoli.

kesulitan endotrakeal dan temaptkan 2.

Suplemen

oksigen jumlah

ventilator meningkatkan

mekanis sesuai pesanan bila oksigen yang tersedia untuk insufisiensi jaringan. @entilasi mekanik (dibuktikan diperlukan hipoksia, pernafasan pasie untuk dukungan dapat

hiperkapnia, rales, takipnea sampai dan perubahan sensorium". 2. %njurkan pernafasan dalam dengan penggunaan spirometri insentif setiap 2 jam selama tirah baring.

dilakukan se$ara mandiri.

2. 5.

1ernafasan

dalam alveoli, resiko

1ertahankan posisi semi mengembangkan fo)ler, bila hipotensi tak menurunkan ada. atelektasis.

&.

0ntuk luka bakar sekitar torakal, beritahu dokter bila terjadi dengan dispnea disertai 5. 6emudahkan ventilasi takipnea. dengan diafragma. >uka bakar sekitar torakal dapat membatasi ekspansi adda. 6engupas kulit (eskarotomi" memungkinkan dada. ekspansi menurunkan

Siapkanpasienuntukpembed tekanan abdomen terhadap ahaneskarotomisesuaipesan an. &.

5.

?yeri berhubungan dengan Setelahdilakukanpera)atan 1.

.erikan anlgesik narkotik 1.

%nalgesik

narkotik

kerusakan

kulit+jaringanE 2D25 ngankriteriahasil * 6enyangkal nyeri, 6elaporkan nyaman, tubuh rileks

jam, yang diresepkan prn dan diperlukan utnuk memblok 20 menit jaras nyeri dengan nyeri prosedur berat. %bsorpsi obat 86 %njurkan luka bakar luas yang oleh interstitial dnegan sebelum perasaan keefektifannya.

pembentukan edema.

nyeriberkurangatauhilangde sedikitnya

pera)atan luka. ;valuasi buruk pada pasien dengan analgesik 8@ bila luka bakar disebabkan perpindahan berkenaan 2. tertutup, tingkatkan suhu kapiler. ruangan selimut 2. dan ekstra berikan untuk 2. 1anas dan air hilang melalui jaringan luka bakar, hipoetrmia. ini menghemat eksternal

;kspresi )ajah dan postur luas.

1ertahankan pintu kamar peningkatan permeabilitas

memberikan kehangatan. temapt diperlukan. 5. tidur

.erikan ayunan di atas menyebabkan bila 7indakan membantu

kehilangan panas. .antu dengan pengubahan 2. 6enururnkan neyri dengan posisi setiap 2 jam bila mempertahankan berat

diperlukan.

-apatkan badan

jauh

dari

linen

bantuan tambahan sesuai temapat tidur terhadap luka kebutuhan, khususnya bila dan membalikkan sendiri. 5. 6enghilangkan pada tonjolan dependen. tekanan tulang -ukungan badan aliran udara. menuurnkan pasien tak dapat membantu pemajanan ujung saraf pada

adekuat pada luka bakar selama gerakan membantu meinimalkan ketidaknyamanan.

-iposkan !th ,$tober 2012 oleh ?ers %mma/ 0

Add a .omment

6emuat :irim masukan 7emplate -ynami$ @ie)s. (ambar template oleh -?=& . -iberdayakan oleh .logger.