Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM PERAWATAN

POMPA SENTRIFUGAL
Dosen pembimbing : Tanggal praktikum : Saripudin, ST. MT. 14 September 2012

Tanggal pengumpulan : 21 September 2012

Disusun oleh : Kelas 3C

KELOMPOK 1 Esti Herlina Abdullah M. Ridha Annisa Leoni Amalinda 091411072 101411065 101411066

JURUSAN TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2012

POMPA SENTRIFUGAL I. Tujuan 1. Memahami bagian-bagian dari pompa sentrifugal dan fungsinya. 2. Memahami cara kerja dari pompa sentrifugal. 3. Dapat menguraikan dan merangkai kembali unit pompa sentrifugal. 4. Menggambar skema alat pada bagian penting dari 3 (tiga) arah yang berbeda. 5. Mengetahui metoda secara umum perawatan dan perbaikan Landasan Teori Operasi proses produksi di industri maupun di pabrik, hampir sebagian besar memerlukan peralatan pendukung proses yang salah satunya adalah pompa sentrifugal. Umumnya digunakan untuk mengalirkan atau mensirkulasikan untuk keperluan proses. Pompa sentrifugal adalah alat untuk mengalirkan atau memindahkan fluida cair dengan aliran sentrifugal, yang penting dari aliran sentrifugal adalah laju alir fluida, bagian isap (suction) dan keluaran (discharge), tinggi tekanan (head) yang dihasilkan sehingga berpengaruh pada efisiensi pompa. Prinsip-prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut: gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat, kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa (volute atau diffuser) menjadi tekanan atau head. Pompa sentrifugal diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain: 1. Bentuk arah aliran yang terjadi di impeller. Aliran fluida dalam impeller dapat berupa axial flow, mixed flow, atau radial flow. 2. Bentuk konstruksi dari impeller. Impeller yang digunakan dalam pompa sentrifugal dapat berupa open impeller, semi-open impeller, atau close impeller. 3. Banyaknya jumlah suction inlet. Beberapa pompa setrifugal memiliki suction inlet lebih dari dua buah. Pompa yang memiliki satu suction inlet disebut single-suction pump sedangkan untuk pompa yang memiliki dua suction inlet disebut double-suction pump. 4. Banyaknya impeller. Pompa sentrifugal khusus memiliki beberapa impeller bersusun. Pompa yang memiliki satu impeller disebut single-stage pump sedangkan pompa yang memiliki lebih dari satu impeller disebut multi-stage pump. Beberapa terminologi dan istilah khusus yang sering berkaitan dengan pompa, ialah: 1. TDH = Total Dynamic Head, yaitu besarnya head pompa. Merupakan selisih antara head discharge dengan head suction; terkadang disebut head atau total head.

II.

2. BEP = Best Efficiency Point, yaitu kondisi operasi dimana pompa bekerja paling optimum. 3. NPSHr = Net Positive Suction Head required, yaitu nilai head absolut dari inlet pompa yang dibutuhkan agar tidak terjadi kavitasi. 4. NPSHa = Net Positive Suction Head available, yaitu nilai head absolut yang tersedia pada inlet pompa. 5. Kavitasi, yaitu kondisi dimana terjadinya bubble (gelembung udara) di dalam pompa akibat kurangnya NPSHa (terjadi vaporisasi) dan pecah pada saat bersentuhan dengan impeller atau casing. Agar tidak terjadi kavitasi, maka NPSHa harus lebih besar dari NPSHr. 6. Minimum flow, yaitu flow rate yang terkecil yang dibutuhkan agar pompa beroperasi dengan baik. Apabila laju alir lebih rendah dari minimum flow, pompa dapat mengalami kerusakan. 7. Efficiency, yaitu besarnya perbandingan antara energi yang dipakai (input) dengan energi output pompa. 8. BHP = brake horsepower, yaitu power (daya) yang dibutuhkan oleh pompa untuk bisa bekerja sesuai dengan kurvanya; memiliki satuan hp. III. Langkah Kerja

IV.

Hasil Pengamatan a. Perawatan pompa sentrifugal Agar pompa dapat beroperasi dengan baik, terdapat prosedur proteksi standar yang diterapkan pada pompa sentrifugal. Beberapa standar minimum paling tidak terdiridari: 1. Proteksi terhadap aliran balik. Aliran keluaran pompa dilengkapi dengan check valve yang membuat aliran hanya bisa berjalan satu arah, searah dengan arah aliran keluaran pompa. 2. Proteksi terhadap overload. Beberapa alat seperti pressure switch low, flow switch high, dan overload relay pada motor pompa dipasang pada sistem pompa untuk menghindari overload. 3. Proteksi terhadap vibrasi. Vibrasi yang berlebihan akan menggangu kinerja danber kemungkinan merusak pompa. Beberapa alat yang ditambahkan untuk menghindari vibrasi berlebihan ialah vibration switch dan vibration monitor. 4. Proteksi terhadap minimum flow. Peralatan seperti pressure switch high (PSH),flow switch low (FSL), dan return line yang dilengkapi dengan control valvedipasang pada sistem pompa untuk melindungi pompa dari kerusakan akibat tidak terpenuhinya minimum flow. 5. Proteksi terhadap low NPSH available. Apabila pompa tidak memiliki NPSHa yang cukup, aliran keluaran pompa tidak akan mengalir dan fluida terakumulasidalam pompa. Beberapa peralatan safety yang ditambahkan pada sistem pompaialah level switch low (LSL) dan pressure switch low (PSL). b. Pemeliharaan pompa sentrifugal. Pemeliharaan pompa sentrifugal adalah dengan melakukan pemeriksaan harian,bulanan, tahunan, pemeriksaan bagian aus dan penelusuran terhadap gangguan. 1. Pemeriksaan harian pemeriksaan harian kondisi operasi pompa meliputi : a. tekanan dan suhu b. arus dan tegangan listrik c. kebocoran air d. getaran dan kebisingan 2. Pemeriksaan bulanan pemeriksaan bulanan kondisi operasi pompa meliputi: a. suhu bantalan b. sekat c. motor d. poros kopling e. tahanan isolasi

3. Pemeriksaan tahunan meliputi pembongkaran dan pemeriksaan : a. karat/korosi b. rotor,poros dan bantalan c. motor 4. Pemeriksaan bagian aus : a. sekat (sekali setahun, atau jika sudah mengeras) b. sekat mekanik yang dapat menyebabkan kebocoran (sekali setahun) c. karet kopling (sekali setahun) d. bantalan peluru (sekali dalam 2-3 tahun) e. minyak pelumas (perlu diganti sekali setahun, atau jika sudah hitam atauencer) f. gasket (perlu diganti setiap kali mesin dibongkar) 5. Penelusuran gangguan Penelusuran gangguan meliputi fenomena/gejala, sebab, serta prosedur pemeriksaan : a. pompa horizontal ataupun vertical (benam) tidak bekerja/berjalan b. pompa tidak mengalirkan air c. laju aliran dan tekanan kurang d. arus listrik terlalu besar e. terjadinya getaran dan kebisingan f. pompa tidak bisa start otomatik V. VI. Pompahkgd fvfdvfd

DAFTAR PUSTAKA Agus suswasono. 2010. Teori dasar pompa sentrifugal (online) http://www.agussuwasono.com/artikel/mechanical/65-teori-dasar-pompasentrifugal.html?showall=1( 19 Oktober 2010) Rahadian Bayu. 2008. Dasar-dasar pompa sentrifugal (online)

http://majarimagazine.com/2008/05/dasar-dasar-pompa-sentrifugal-bagian-1/(19 Oktober 2010) Agus suswasono. 2010. Teori dasar pompa sentrifugal (online) http://www.agussuwasono.com/artikel/mechanical/65-teori-dasar-pompasentrifugal.html?showall=1( 19 Oktober 2010) http://www.tpub.com/content/doe/h1018v1/css/h1018v1_102.htm (19 Oktober 2010)