Anda di halaman 1dari 22

BAB I TUJUAN

Setelah

melakukan

praktek

labor

sistem

pengetanahan,

pratikan

diharapkan untuk dapat : 1. Melakukan pengukuran tahanan pengetanahan secara benar. 2. Membandingkan hasil pengukuran dengan perhitungan. 3. Untuk mendapatkan tahanan efektif yang lebih kecil sesuai dengan ketentuan.

4. Membandingkan sistem pengetanahan rid, !od serta "ombinasinya dan dapat men#elaskan sistem pengetanahan yang baik untuk pengaman peralatan.

BAB II TEORI DASAR

1. $engertian Salah satu tindakan pengaman untuk mencegah tegangan sentuh tidak langsung yang besar pada suatu instalasi listrik adalah dengan sistem pengetanahan. %u#uan pengetanahan itu sendiri adalah untuk membatasi tegangan antara bagian&bagian peralatan dengan tanah sampai pada suatu harga yang aman 'tidak membahayakan( untuk semua kondisi operasi normal atau tidak normal sehingga tidak membahayakan bagi manusia. )gar suatu sistem pengetanahan dapat beker#a efektif, harus memenuhi syarat&syarat sebagai berikut : 1. Membuat #alur impedansi rendah ke tanah untuk pengamanan personil dan peralatan, menggunakan rangkaian efektif. 2. *apat mela+an dan menyebarkan gangguan berulang dan arus akibat sur#a hubung 'surge current(. 3. Menggunakan bahan tahan korosi terhadap berbagai kondisi kimia+i tanah yang dilindungi. 4. Menggunakan sistem mekanik yang kuat, namun mudah dalam pelayanan. Sistem pengetanahan dapat dikatakan handal dan baik apabila mempunyai tahanan pengetanahan yang kecil, untuk perlindungan, pengaman peralatan dan personil, diusahakan tahanan pengetanahan lebih kecil dari - ohm. *engan semakin kecil tahanan pengetanahan maka bahaya yang berakibat fatal bagi manusia yang disebabkan oleh tegangan, arus gangguan yang besar dapat diketanahkan.

)kibat&akibat yang dapat ditimbulkan oleh tegangan, arus listrik terhadap manusia mulai dari yang ringan sampai yang paling berat, yaitu : & %erke#ut & $ingsan & Meninggal. !ingan atau beratnya bahaya yang ditimbulkan tergantung dari beberapa faktor yaitu : 1. %egangan dan kondisi orang terhadap tegangan tersebut. 2. .esarnya arus yang mela+an tubuh manusia. 3. /enis arus, searah atau bolak&balik. Macam&macam gangguan yang disebabkan oleh tegangan adalah : a. %egangan sentuh. b. %egangan langkah. c. %egangan pindah. 2. %egangan sentuh. %egangan sentuh yaitu tegangan yang terdapat diantara suatu obyek yang disentuh dan suatu titik ber#arak 1 meter.

ambar -.1 : !angkaian pengganti tegangan sentuh. "eterangan gambar : & & & 0s 1 %egangan sentuh !k 1 %ahanan badan orang '1222 ohm( !f 1 %ahanan kontak ketanah dari satu kaki pada tanah yang diberi lapisan koral 12 cm '3222 ohm( & 3k 1 .esarnya arus yang melalui badan ')(

*ari rangkaian pengganti tersebut didapatkan rumus sebagai berikut :


Rf Es = Rk + . Ik 2

'1.1(

3. %egangan langkah. %egangan langkah adalah tegangan yang timbul diantara 2 kaki orang yang sedang berdiri diatas tanah yang sedang dialiri arus kesalahan ketanah.

ambar -.2 : !angkaian pengganti tegangan langkah. "eterangan gambar : & & & & 0p 1 %egangan langkah !k 1 %ahanan badan orang '1222 ohm( !f 1 %ahanan kontak ketanah dari satu kaki 1 3s s 1 3222 ohm&meter

*ari rangkaian pengganti tersebut didapatkan rumus :


Ep = ( Rk + 2 Rf ) . Ik

'2(

Metode sistem pengetanahan yang biasa digunakan sebagai pengaman peralatan yaitu sistem pasak tanam 'grounding rod(, sistem pelat tanam 'grounding grid( serta kombinasi dari graounding rod dengan grounding grid, yaitu : 1. Sistem grounding rod yaitu sistem pengetanahan dimana batang elektroda ditanam tegak lurus '4ertikal( terhadap permukaan tanah. %ahanan pengetanahan dapat dicari dengan menggunakan persamaan : a. Untuk satu batang elektroda,

R=

4L 1 ln 2L a

'3(

b. Untuk dua batang elektroda,


Tahanan 2 pasak . paralel 1 + X = Tahanan. pasak . tunggal 2

'4(

c. Untuk tiga batang elektroda,


Tahanan 3 pasak . paralel 1 + 2 X = Tahanan. pasak . tunggal 3

'-(

d. Untuk n batang elektroda,


Tahanan. n. pasak . paralel 1+k.X = Tahanan. pasak . tunggal n

'5(

*imana :
X = L 46. L ln a 1

'7( *imana : 8 1 $an#ang konduktor yang ditanam 'm( a 1 /ari&#ari batang konduktor 'm( d 1 /arak antara 2 pasak paralel 'm( k 1 "onstanta yang tergantung #umlah batang konduktor 2. Sistem grounding grid yaitu sistem pengetanahan yang menggunakan batang yang ditanam hori9ontal 'se#a#ar( terhadap permukaan tanah. %ahanan pengetanahan dapat dicari dengan menggunakan persamaan :
R=

g 2 L L + K1 K 2 ln L h: A

'6(

*imana : 1 %ahana #enis tanah 'ohm&meter( 8 1 $an#ang elektroda 'meter( ) 1 8uas areal 'm2( "1 1 1,37 "2 1 -,7

3. Sistem pengetanahan kombinasi grid dan rod merupakan gabungan dari grounding rod dengan grounding grid, persamaannya sebagai berikut :
Rg = R1xR 2 R12 2 R1 + R 2 2 R12

';(

R1 =

g 2 L L + K1 K 2 ln L h : A

'12(

R2 =

p 6l l 1 + 2 K1 ln A 2nl d 2

2 n 1

'11(

R12 =

p 2 L L + K1 ln K 2 + 1 A L l

'12(

*imana : !g !1 !2 !12 g 1 %ahanan pengetanahan 'ohm( 1 %ahanan grid 'ohm( 1 %ahanan rod 'ohm( 1 <asil dari pengetanahan grid dan rod 'ohm( 1 %ahanan #enis tanah pada grid 'ohm&meter(

p 8 l h

1 %ahanan #enis tanah pada rod 'ohm&meter( 1 $an#ang konduktor grid yang digunakan 'meter( 1 $an#ang konduktor rod 'meter( 1 "edalaman pemasangan grid 'meter(
h.: = hd 1

d1 d2 ) "1 "2

1 *iameter konduktor grid 'meter( 1 *iameter konduktor rod 'meter( 1 8uas daerah, areal grid 'm2( 1 1,37 1 -,7

BAB III ALAT DAN BAHAN

1. )lat ukur pengetanahan 'megeer( dengan tiga terminal 0, S dan < 1 unit. 2. Sistem pengetanhan rod 'permanen( -2 mm2, 4 = 1,6 m 3. Sistem pengetanhan grid 'permanen( 3- mm2, '5 = 5(>'4=12( 1 75 m 4. 0lektroda bantu 3- mm2 , 2 = 1,- m -. "lem kombinasi. 5. $alu. 7. Meteran. 6. $en#epit kabel. ;. "abel hubung. 4 buah 1 buah 1 unit 5 buah secukupnya

BAB IV DIAGRAM RANGKAIAN

1.

ambar areal sistem peralatan pengetanahan kombinasi grid dan rod.

2.

ambar sistem pengukuran dengan menggunakan megeer.

BAB V LANGKAH KERJA

). Membuat pengukuran tahanan pengetanahan pada sistem pengetanahan rod. 1. Menentukan peralatan yang akan dipraktekan. 2. Membuat rangkaian seprti gambar percobaan. & %erminal 0 dihubungkan dengan elektroda pengetanahan. & %erminal S dihubungkan dengan elektroda sementara & %erminal < dihubungkan dengan elektroda bantu. 3. Mengecek, memeriksa baterai alat ukur pengetanahan 'megeer(. 4. Menekan tombol faktor perkalian sesuai dengan harga tahanan pengetanahan. -. Menekan tombol ?Meas@. 5. Memasukan harga tahanan pengetanahan yang didapat pada tabel 1. 7. Menekan tombol ?Aff@ setiap selesai melakukan pengukuran. Batatan : .atang elektroda rod dipasang permanen sedalam 1,7 m dari permukaan tanah. .. $engukuran tahanan pengetanahan pada sistem pengetanahan grid. 1. Membuat rangkaian seperti gambar percobaan. 2. Mengulangi langkah ker#a pada percobaan ). 3. Mengukur tahanan pengetanahan grid 'dipasang permanen( sedalam 2,- m dari permukaan tanah dengan luas areal 52 m2. 4. Memasukan hasil pengukuran pada tabel 2. B. $engukuran tahanan pengetanahan dengan sistem pengetanahan kombinasi grid dan rod.

1. Mengulangi langkah percobaan ) dan .. 2. Mengukur tahanan pengetanahan kombinasi dengan mengkombinasikan & Satu batang elektroda rod dengan pengetanahan grid & *ua batang elektroda rod dengan pengetanahan grid & %iga batang elektroda rod dengan pengetanahan grid & 0mpat batang elektroda rod dengan pengetanahan grid. 3. Memasukan hasil pengukuran pada tabel 3.

BAB VI TABULASI DATA

Co. 1. 2. 3. 4. -. 5. 7. 6. ;. 12. 11. 12. 13. 14. 1-.

0lektroda rod 'batang( elektroda 1 elektroda 2 elektroda 3 elektroda 4 1 ,, 2 1 ,, 3 1 ,, 4 2 ,, 3 2 ,, 4 3 ,, 4 1 ,, 2 ,, 3 1 ,, 2 ,, 4 1 ,, 3 ,, 4 2 ,, 3 ,, 4 1 ,, 2 ,, 3 ,, 4

%ahanan 'ohm( -22 422 -42 422 352 352 352 422 3;2 422 3-2 3-2 3-2 3-2 332

BAB VII ANALISA

$ada praktek kali ini, kita akan mempraktekkan tentang sistem pentanahan kombinasi grid dan rod. Dang mana dalam praktek kita akan menghitung besarnya nilai tahanan yang dimiliki oleh elektroda, saat berada dalam keadaan tunggal maupun saat dikombinasikan atau dihubungkan dengan elektroda yang lainnya. .erikut adalah beberapa analisa dari praktek yang telah dilakukan : 1. )nalisa rangkaian. <ubungan elektroda dalam sistem pentanahan grid dan rod dapat digambarkan sebagai berikut :

Masing&masing titik pertemuan kita anggap merupakan elektroda, dari gambar di atas terdapat 24 titik pertemuan, berarti dapat kita tetapkan terdapat 24 elektroda, namun dalam praktek kita hanya menggunakan ; elektroda

Selan#utnya rangkaian untuk menghubungkan alat ukurnya 'earth resistance(. Dang mana pada alat ukur ini terdapat tiga terminal '0, S, adn <(. *alam rangkaian, terminal < kita hubungkan ke elektroda bantu, terminal S kita hubungkan ke elektroda sementara, dan terakhir terminal 0 kita hubungkan ke elektroda yang ingin kita ukur nilai tahanannya. *alam pemakain alat ukur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : a. Sebelum melakukan pengukuran, lakukanlah check battery terlebih dahulu, dengan menekan tombol check batt, hingga lampu pada simbol ok menyala. b. )tur pada skala terbesar terlebih dahulu. c. .aru hidupkan alat, dan lakukan penyesuaian skala untuk pembacaan yang lebih teliti. $ada pengukuran ini, elektroda akan kita ukur secara tunggal dan nantinya kita kombinasikan. .isa dengan menghubungkan 2 elektroda, 3 elektroda, dan seterusnya. *an nantinya kita dapat melihat, nilai tahanan mana yang lebih kecil, saat tunggal atau saat elektroda dihubungkan.

2. )nalisa data. *ari hasil percobaan didapatkan hasil sebagai berikut : Co. 1. 2. 3. 4. -. 5. 7. 6. ;. 12. 11. 12. 13. 14. 1-. 0lektroda rod 'batang( elektroda 1 elektroda 2 elektroda 3 elektroda 4 1 ,, 2 1 ,, 3 1 ,, 4 2 ,, 3 2 ,, 4 3 ,, 4 1 ,, 2 ,, 3 1 ,, 2 ,, 4 1 ,, 3 ,, 4 2 ,, 3 ,, 4 1 ,, 2 ,, 3 ,, 4 %ahanan 'ohm( -22 422 -42 422 352 352 352 422 3;2 422 3-2 3-2 3-2 3-2 332

*ari tabel di atas dapat kita #elaskan sebagai berikut : a. $ercobaan dengan satu elektroda. & *isaat mengukur nilai tahanan elektroda 2 dengan earth resistance didapatkan nilai tahanannya 1 -22 Ahm. & *isaat mengukur nilai tahanan elektroda 3 dengan earth resistance didapatkan nilai tahanannya 1 422 Ahm. & *isaat mengukur nilai tahanan elektroda 4 dengan earth resistance didapatkan nilai tahanannya 1 -42 Ahm.

&

*isaat mengukur nilai tahanan elektroda 1 dengan earth resistance didapatkan nilai tahanannya 1 422 Ahm.

b. $ercobaan 2 elektroda. $ada percobaan ini, kita akan mengukur nilai tahanan elektroda yang dihubungkan dua buah. & *isaat elektroda 1 dan elektroda 2 dihubungkan, didapatkan nilai tahanannya 1 352 ohm. & *isaat elektroda 1 dan elektroda 3 dihubungkan, didapatkan nilai tahanannya 1 352 ohm. & *isaat elektroda 1 dan elektroda 4 dihubungkan, didapatkan nilai tahanannya 1 352 ohm. & *isaat elektroda 2 dan elektroda 3 dihubungkan, didapatkan nilai tahanannya 1 422 ohm. & *isaat elektroda 2 dan elektroda 4 dihubungkan, didapatkan nilai tahanannya 1 3;2 ohm. & *isaat elektroda 3 dan elektroda 4 dihubungkan, didapatkan nilai tahanannya 1 422 ohm. c. $ercobaan 3 elektroda. $ada percobaan ini, kita akan menghubungkan tiga buah elektroda, lalu mengukur nilai tahanannya : & *isaat elektroda 1, 2, dan 3 dihubungkan didapatkan nilai tahanannya : 3-2 Ahm. & *isaat elektroda 1, 2, dan 4 dihubungkan didapatkan nilai tahanannya : 3-2 Ahm. & *isaat elektroda 1, 3, dan 4 dihubungkan didapatkan nilai tahanannya : 3-2 Ahm.

&

*isaat elektroda 2, 3, dan 4 dihubungkan didapatkan nilai tahanannya : 3-2 Ahm.

d. $ercobaan 4 elektroda. $ada saat kita menghubungkan 4 buah elektroda 1, 2, 3, dan 4. *idapatkan nilai tahanan elektrodanya 332 Ahm. /adi, setelah kita lihat dari data&data di atas, semakin banyak kita kombinasikan atau kita hubungkan elektroda, maka nilai tahanan yang dihasilkan akan semakin kecil.

3. )nalisa perbandingan. )da beberapa sistem pentanahan yang biasa digunakan untuk

mengamankan peralatan yaitu sistem pasak tanam 'grounding rod(, sistem pelat tanam 'grounding grid( serta kombinasi dari graounding rod dengan grounding grid, yaitu : 1. Sistem grounding rod yaitu sistem pengetanahan dimana batang elektroda ditanam tegak lurus '4ertikal( terhadap permukaan tanah. %ahanan pengetanahan dapat dicari dengan menggunakan persamaan : a. Untuk satu batang elektroda,
R=

4L 1 ln 2L a

'1(

b. Untuk dua batang elektroda,


Tahanan 2 pasak . paralel 1 + X = Tahanan. pasak . tunggal 2

'2(

c. Untuk tiga batang elektroda,


Tahanan 3 pasak . paralel 1 + 2 X = Tahanan. pasak . tunggal 3

'3(

d. Untuk n batang elektroda,


Tahanan. n. pasak . paralel 1+k.X = Tahanan. pasak . tunggal n

'4(

*imana :
X = L 46. L ln a 1

'-( *imana : 8 1 $an#ang konduktor yang ditanam 'm( a 1 /ari&#ari batang konduktor 'm( d 1 /arak antara 2 pasak paralel 'm( k 1 "onstanta yang tergantung #umlah batang konduktor 2. Sistem grounding grid yaitu sistem pengetanahan yang menggunakan batang yang ditanam hori9ontal 'se#a#ar( terhadap permukaan tanah. %ahanan pengetanahan dapat dicari dengan menggunakan persamaan :
R=

g 2 L L + K1 K 2 ln L h : A

'5(

*imana : 1 %ahana #enis tanah 'ohm&meter( 8 1 $an#ang elektroda 'meter( ) 1 8uas areal 'm2( "1 1 1,37 "2 1 -,7

3. Sistem pengetanahan kombinasi grid dan rod merupakan gabungan dari grounding rod dengan grounding grid, persamaannya sebagai berikut :
Rg = R1xR 2 R12 2 R1 + R 2 2 R12

'7(

R1 =

g 2 L L + K1 K 2 ln L h: A

'6(

R2 =

p 6l l 1 + 2 K1 ln A 2nl d 2

2 n 1

';(

R12 =

p 2 L L + K1 ln K 2 + 1 A L l

'12(

*imana : !g !1 !2 !12 g p 8 l h 1 %ahanan pengetanahan 'ohm( 1 %ahanan grid 'ohm( 1 %ahanan rod 'ohm( 1 <asil dari pengetanahan grid dan rod 'ohm( 1 %ahanan #enis tanah pada grid 'ohm&meter( 1 %ahanan #enis tanah pada rod 'ohm&meter( 1 $an#ang konduktor grid yang digunakan 'meter( 1 $an#ang konduktor rod 'meter( 1 "edalaman pemasangan grid 'meter(
h.: = hd 1

d1 d2 ) "1 "2

1 *iameter konduktor grid 'meter( 1 *iameter konduktor rod 'meter( 1 8uas daerah, areal grid 'm2( 1 1,37 1 -,7

e. )nalisa rele4ansi. Sistem pentanahan grid dan rod biasa digunakan pada gardu&gardu induk atau pada gedung&gedung yang menggunakan banyak peralatan. Dang mana pentanahan dari semua peralatan disatukan dengan bantuan elektroda yang saling berhubungan. /adi, dengan sistem pentanahan grid dan rod ini, pentanahan masing& masing peralatan cukup dihubungkan pada salah elektroda terdekat dari peralatan tersebut. Misalnya :

trafo

Pentanahan trafo pada salah satu elektroda terdekat

BAB VIII

PENUTUP

). "esimpulan. 1. )da 3 macam sistem pentanahan yang biasa digunakan, yaitu sistem grid, sistem rod, dan gabungan dari sistem grid dan rod. 2. Sistem pentanahan grid dan rod biasa digunakan pada gardu induk atau sistem yang menggunakan banyak alat, yang memiliki #arak dalam letaknya. 3. *alam hubungan elektroda, semakin banyak elektroda yang kita hubungkan, maka nilai tahanan yang kita dapatkan akan semakin kecil.