Anda di halaman 1dari 17

RANGKUMAN MATA KULIAH AGAMA AQIDAH Akidah menurut bahasa Arab ( Etimologi) adalah : 1.

. Al-Aqdu yang artinya ikatan ; 2. At-Tautsiiqu yang artinya kepercayaan atau keyakinan yang kuat ; 3. Al-Ihkaamu yang artinya mengokohkan (menetapkan) ; 4. Ar-rabthubiquwah yang artinya mengikat dengan kuat. Sedangkan menurut istilah (terminology) aqidah adalah iman yang teguh dan pasti yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya. Pentingnya aqidah yang shahih (baik) akan menumbuh suburkan secara efektif mahabah (cinta), raja (pengharapan), khauf (takut) serta menjadi benteng yang kokoh untuk menolak berbagai cobaan, penyimpangan paham, bidah (ajaran baru) serta aliran sesat dari islam. Adapun penyebab penyimpangan aqidah adalah sebagai berikut : 1. Jahalah, jahalah adalah kebodohan karena tidak ada kemauan untuk mempelajari sesuatu sehingga tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. 2. Taashub, taashub adalah fanatic terhadap suatu tradisi nenek moyang. 3. Taqlid, taqlid adalah mengikuti suatu pendapat secara buta. 4. Ghuluw, ghuluw adalah berlebihan dalam mencintai makhluk Allah SWT. 5. Ghaflah, ghaflah adalah lalai dalam merenungi ayat Quraniyah dan ayat Kauniyah. 6. Usrah Fasidah, usrah fasidah adalah keluarga yang hampa dari ajaran agama islam. 7. Biah Sayyiah, biah sayyiah adalah godaan terhadap lingkungan. Seorang muslim pasti memiliki aqidah, berikut adalah aqidah seorang muslim : 1. Islam sebagai Agama Wahyu Agama yang bersumberkan wahyu Allah SWT yang kesuciannya sangat teruji, hal ini tercantum dalam Al-Quran Qs.Annisa:82. 2. Islam sebagai Agama Fitrah Konsisten mensucikan Allah SWT secara uluhiyah, mulkiyah dan rububiyah. 3. Islam sebagai Agama Haq Agama yang membawa manusia kepada ajaran dan kebenaran yang sejati. 4. Islam sebagai Agama Aql

Agama yang selaras dengan nilai-nilai akal dan ilmiah, hal ini tercantum dalam pada ayat Al-Quran Qs.Al-Imron:191. 5. Islam sebagai Agama Syamili (menyurut) Agama yang membimbing kehidupan secara komprehensif. 6. Islam sebagai Agama Tanfidi Agama yang mengajarkan nilai-nilai yang bisa dilaksanakan (applicable), hal ini tercantum dalam Qs.Al-Baqarah:286. 7. Islam sebagai Agama Tawazun (seimbang) Berorientasi kepada kseimbangan fisik-ruhani, fikir-dzikir dan dunia-akherat. 8. Islam sebagai Agama Akhlaq Agam yang bermisikan pembangunan moral. 9. Islam sebagai Agama Nashihah Agama yang bermetodekan bimbingan jiwa. 10. Islam sebagai Agama Rahmah Agama yang berkaraktek kedamaian, kebajikan, dan rahmat bagi kehidupan. TAUHID Definisi Tauhid Bentuk mashdar-wahhada-yuwahhidu-tauhid yang artinya menjadi sesuatu menjadi satu. Tauhidullah secara garis besar dibagi menjadi tiga, yaitu : 1. Tauhid Uluhiyah Aliha yalihu yang memiliki arti menyembah. Fungsi tauhid uluhiyah adalah: Allah sebagai tujuan (tercantum dalam Qs.6:162) Allah sebagai dzat yang kita mengabdi pada diri-Nya.

2. Tauhid Mulkiyah Malika yamliku yang memiliki arti meiliki dan berkuasa penuh atas apa yang dimilikiNya. Fungsi tauhid mulkiyah adalah: Allah sebagai pemimpin (tercantum dalam Qs.7:196) Allah sebagai pembuat hukum atau undang-undang (tercantum dalam Qs.6:57) Allah sebagai perintah atau yang berhak memerintah (tercantum dalam Qs.7:54).

3. Tauhid Rububiyah

Rabba yarubbu yang memiliki arti al-murabbi (pemilihara), al-nashir (penolong), almalik (pemilik), al-mushlih (yang memperbaiki), al-sayid (tuan), dan al-wali (wali). Fungsi tauhid rububiyah adalah: Allah sebagai pencipta (tercantum dalam Qs.2:21-22) Allah sebagai pemberi rezeki (tercantum dalam Qs.51:56-57) Allah sebagai pemilik (tercantum dalam Qs.286).

IBADAH Ibadah menurut bahasa berasal dari kata abdiyah, al-ubudiyah, al-umudah dan aliradah yang artinya taat atau tumbuh. Sedangkan menurut istilah ibadah adalah berbagai macam bentuk aktivitas yang dilakukan manusia yang dicintai dan diridhai oleh Allah SWT dari ucapan maupun perbuatan, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Ibadah juga memiliki prinsip, berikut adalah prinsip dalam ibadah: Menjunjung tinggi kemurnian tauhid Ikhlas karena Allah SWT Ittiba (mengikuti) kepada syariat Islam Keseimbangan jasmani dan rohani.

Ibadah memiliki tujuan, tujuan ibadah tercantum dalam Qs. Al-Baqarah ayat 21 dan AlBaqarah ayat 183. 1. Qs. Al-Baqarah ayat 21 2. Qs. Al-Baqarah ayat 183 Ibadah terbagi menjadi dua, yaitu: 1. Ibadah Mahdoh Tata cara dan aturannya sudah ditetapkan. Contohnya solat, puasa Ramadhan dan sebagainya. 2. Ibadah Gairu mahdoh Tata cara dan aturannya tidak ditetapkan. Hubungan antara aqidah, ibadah dan akhlaq : Aqidah sebagai bentuk keyakinan terhadap kebenaran Ibadah sebagai realisasi dan implementasi keyakinan hamba Akhlaq sebagai buah dari aqidah ibadah seorang hamba.

IMAN SEBAGAI DASAR AKIDAH 1. Pengertian Iman Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota (Ali bin Abi Thalib). Iman merupakan hakikat yang aktif dan dinamis, yang apabila sudah mantap di dalam hati maka ia akan berusaha merealisasikan diri di luar dalam bentuk amal saleh. Inilah iman Islami, yang tidak mungkin stagnan (mandeg) tanpa bergerak.
Iman adalah hubungan wujud insani yang fana, kecil, dan terbatas ini dengan asal yang mutlak dan azali serta abadi yang menjadi sumber semesta. 2. Pengertian Aqidah Akaid : beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur sedikitpun dengan keragu-raguan (Hasan al-Bana Majam al-Rasail). Akidah : sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan akal, wahyu, dan fithrah. Kebenaran itu dipatrikan dalam hati dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu (Abu Bakar al-Jazairi Akidah al-Mukmin). 3. Ruang Lingkup Aqidah :

1. Ilahiah 2. Nubuwah 3. Ruhaniah 4. Samiyah 4. Kompetensi Iman yang Sempurna : 1. Segala perilaku disaksikan oleh Allah, QS 23: 2-9 2. Memelihara shalat dan amanat 3. Menghindari perbuatan maksiat 4. Mentaati segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, QS 49: 13. 5. Selalu bersyukur bila bahagia, QS 4: 147 6. Selalu bersabar bila menderita, QS 2: 155-156 7. Rido atas segala ketentuan Allah, QS 6: 162 8. Selalu bertawakal pada setiap rencana, QS 3: 159

RUKUN IMAN 1. Iman kepada Allah SWT memiliki prinsip hidup yang kokoh dan mulia Rasa aman (berserah diri kepada Allah SWT) Kepercayaan diri Integritas Kebijaksanaan Motivasi memiliki prinsip kepercayaan yang teguh Loyalitas (mengikuti dan patuh) Komitmen Kebiasaan memberi dan mengawali Kebiasaan menolong Saling percaya memiliki jiwa kepemimpinan yang agung Pemimpin yang dicintai Pemimpin yang disayangi Pembimbing Pemimpin yang berkepribadian Pemimpin yang abadi memiliki jiwa pembelajar yang tidak kenal lelah Kebiasaan membaca buku dan situasi Kebiasaan fikr dan kritis Kebiasaan mengevaluasi Kebiasaan menyempurnaan Memiliki pedoman selalu berorientasi pada masa depan

2. Iman kepada Malaikat

3. Iman kepada Rasul

4. Iman kepada Kitab

5. Iman kepada Hari Kiamat

Ketenangan batiniah (selalu mengingat Allah SWT dengan berdzikir Jaminan masa depan Kendali diri dan social Optimalisasi upaya Berorientasi tujuan selalu berorientasi manajemen yang teratur, disiplin, sistematis dan integratif

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Orientasi pemeliharaan system menjaga sinergi Orientasi pembentukan system prinsip sinergi Pemahaman arti proses Kepastian hukum social Kepastian hukum alam.

Adapun faktor-faktor pembinaan iman: 1. Ilmu (tercantum dalam Qs.17:36) 2. Amal soleh (tercantum dalam Qs.24:55) 3. Jihad (tercantum dalam Qs.29:69) 4. Penyerahan diri (tercantum dalam Qs.2:112) 5. Keridhaan Allah SWT (tercantum dalam Qs.5:16) 6. Memakmurkan mesjid (tercantum dalam Qs.9:18) 7. Kesediaan mendengarkan bacaan ayat Al-Quran (tercantum dalam Qs.8:2-4) 8. Dzikir dan fakir (tercantum dalam Qs.3:191). KITAB ALLAH SWT AL-QURAN Definisi Etimologi : bacaan Terminology : kalam Allah swt yang merupakan mukzijat yang diturunkan (diwahyukan) kepada nabi Muhammad saw yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan secara serta membacanya ibadah. Yang termasuk muzijat Allah swt: Jasad Firaun (Qs. Yunus 92) Ashabul kahfi (Qs. Al-Kahfi 18) Sperma

Mekanisme penurunan Al-Quran : Malaikat memasukkan ke dalam hati nabi saw Qs. Asy-syuroh (42) 51 Malaikat menjelma menjadi manusia lalu menyampaikan dalam bentuk kata kata yang dihafal benar oleh nabi saw Malaikat dating dengan rupa aslinya lalu menyampaikan wahyu

Hikmah diturunkannya ayat ayat Al-Quran secara berangsur Dalam masa 22 tahun, 22 bulan, 22 hari atau di Mekah dan di Madinah 10 tahun Makkiyah Makkiyah 19/30 juz, 86 surah, 4780 ayat, ayat ayatnya pendek rata rata ayatnya dimulai dengan ya Ayyuhannas, isinya keimanan, ancaman dan pahala, kisah umat terdahulu Madaniyah Madaniyah 11/30 juz, 28 surah, 1456 ayat, ayat ayatnya panjang rata rata ayatnya dimulai dengan ya Ayyuhaladzinaamanu, isinya hukum hukum ( syariat, adat dan dunia ). Nama nama Al-Quran: Sesuai dengan keanekaragaman Al Quran yang menyentuh segala macam sisi-sisi kehidupan manusia. Berikut adalah nama nama lain Al Quran yang diturunkan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW: 1. Al Kitaab. Al Quran disebut juga dengan Al Kitaab karena merupakan sinonim baginya.

Artinya: Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS Al Baqarah [2] : 2)

2. Al Furqaan. Al Quran disebut juga Al Furqaan karena memiliki fungsi sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah.

Artinya: Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). (QS Al Furqaan [25] : 1) 3. Az Zikr. Al Quran disebut juga Al Zikr karena memiliki funsi sebagai pemberi peringatan.

Artinya: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran dan pasti Kami (pula) yang memeliaranya. (QS Al Hijr [15] : 9) 4. Al Mauizah. Al Quran disebut juga Al Muizah karena ia merupakan pelajaran atau nasihat.

Artinya: Wahai manusia! Sesungguhnya, telah datang kepadamu pelajaran (Al Quran) dari Tuhanmu penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orangorang yang beriman. (QS Yuunus [10] : 57) 5. Al Hikmah. Al Quran disebut juga Al Hikmah karena segala yang terkandung di dalam Al Quran adalah kebijaksanaan.

Artinya: Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS Al Israa [17] : 39) 6. Asy Syifa. Al Quran disebut juga Asy Syifa karena mampu mengobati atau menyembuhkan penyakit baik lahir maupun batin.

Artinya: Wahai manusia! Sesungguhnya, telah datang kepadamu pelajaran (Al Quran) daru Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (QS Yuunus [10] : 57) 7. Al Hudaa. Al Quran disebut juga Al Hudaa karena ia juga berfungsi sebagai petunjuk.

Artinya: Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al Quran), kami beriman kepadany. Maka barangsiapa beriman kepadaTuhan maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa. (QS Al Jin [72] : 13) 8. Al Tanziil. Al Quran disebut juga Al Tanziil karena ia adalah kitab suci yang diturunkan.

Artinya: Dan sungguh, (Al Quran) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam. (QS Asy Syuaraa [26] : 192) 9. Ar Rahmah. Al Quran disebut juga Al Rahman karena ia berfungsi sebagai petunjuk dan karunia bagi umat manusia dan alam semesta.

Artinya: Dan sungguh, (Al Quran) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orangorang yang beriman. (QS An Naml [27] : 77) 10. Ar Ruuh. Al Quran disebut juga Ar Ruuh karena ia mampu menghidupkan akal pikiran dan membimbing manusia kepada jalan yang lurus.

Artinya: Dan demikianlah Kami wahyulan kepadamu (Muhammad) ruh (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al Quran dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al Quran itu cahaya, dengan itu Kami member petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus. (QS Asy Syuuraa [42] : 52)

11. ka Bayaan. Al Quran disebut juga Al Bayaan karena ia berfungsi sebagai penjelas dan penerang kebenaran dari Tuhan.

Artinya: Inilah (Al Quran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, da menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS Ali Imraan [3] : 138) 12. Al Kalaam. Al Quran disebut juga Al Kalaam karena ia adalah firman Allah dan merupakan kitab suci yang diucapkan.

Artinya: Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadanmu, maka lindungilah agar dia dapar mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS At Taubah [9] :6) 13. Al Busyraa. Al Quran disebut juga Al Busyraa karena ia berfungsi sebagai pembawa kabar gembira.

Artinya: Katakanlah, Rohulkudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan kebenaran untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang berserah diri (kepada Allah). (QS An Nahl [16] : 102)

14. An Nuur. Al Quran disebut juga An Nuur karena ia mapu membawa manusia memperoleh cahaya ketuhanan.

Artinya: Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran). (QS An Nisaa [4] : 174) 15. Al Basaair. Al Quran disebut juga Al Basaair karena ia berfungsi sebagai pedoman.

Artinya: (Al Quran) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS Al Jaasiyah [45] : 20) 16. Al Balaag. Al Quran disebut juga Al Balaag karena ia berfungsi sebagai penyampai kabar atau penjelasan bagi manusia.

Artinya: (Al Quran) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS Ibraahiim [14] : 52)

17. Al Qaul. Al Quran disebut juga Al Qaul karena ia merupakan perkataan atau ucapan yang dapat menjadi pelajaran bagi manusia.

Artinya: Dan sungguh, Kami telah menyampaikan perkataan ini (Al Quran) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya. (QS Al Qasas [28] 51) Kebenaran Al-Quran : 1. Qs. An-Naml (27):6 2. Qs. Al-Ihsan (76): 20 3. Qs. Ar-Rahman (55):1-2 BERSIAPKAH MENIKAH ??? Macam-macam Gharizah (naluri), yaitu: 1. Gharizah At-Tadayyun (naluri beragama) 2. Gharizah Al-Baqa (naluri untuk meneruskan dan mempertahankan kehidupan) 3. Gharizah Al-Nau / Al-Jins (naluri seks) Hikmah pernikahan menurut Al-Ghazali, yaitu : 1. Regenerasi Bertujuan untuk menambah kualitas umat Muhammad saw. 2. Lembaga Cinta 3. Realisasi Jiw dan Raga 4. Manajemen Keluarga 5. Terapi Psikis atau Asah Asih Asih Kemungkinan resiko dari perniakahan 1. Gelap mata dan tersesat jalan 2. Emosional 3. Waktu tersisa

ILMU ALLAH SWT Ilmu Allah SWT. Yaitu: 1. Ilmu Allah sangat luas dibanding ilmu makhluk-Nya 2. Manusia tidak sanggup untuk menuliskannya, meskipun dengan tinta dari 7 lautan dan pena dari semua pepohonan yang ada tak kan cukup (18:109, 31:27) 3. Sedangkan ilmu makhluk-Nya sangat terbatas (2:32, 17:85) 4. Oleh karena itu, Allah adalah sumber segala ilmu. Allah SWT, 1. Pencipta Allah adalah Pencipta segala sesuatu (6:102) Menciptakan yang Telah tiada Sekarang ada Akan ada

Allah tidak pernah berhenti dalam mencipta tertolaklah anggapan bahwa Allah menciptakan alam ini dalam 6 hari (Ahad Jumat) dan beristirahat pada hari Sabtu. Kalau berhenti mencipta, hancurlah alam semesta ini. 2. Paling Tahu Karena Pencipta, maka Allah paling tahu segala sesuatu (2:29) Allah Maha Mengetahui 59:22 : Yang abstrak (ghoib) Yang nyata (syahadah)

Sedikit mendetailkan pengetahuan Allah yang ditulis di Lauh Mahfuzh 6:59 : apa yang di daratan dan di lautan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula) tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering

3. Jalur Ilmu Khusus Karena ini jalur resmi, maka hanya orang-orang khusus yang menerimanya. Ilmu ). Wahyu sendiri yang diberikan oleh Allah melalui jalur resmi berupa wahyu ( secara bahasa berarti : Bisikan ( = membisikkan, 6:121 = membisikkan ) 6:112 Ilham 16:68 = = ( ilham, petunjuk, dan bimbingan); 28:7 dan Kami ilhamkan (kepada ibunda Nabi Musa AS) Mengatur atau membentuk 41:12 Perintah 99:5 .

4. Jalur Ilmu Umum Ilmu Allah diberikan juga melalui jalur umum atau jalur tidak resmi, yakni berupa ilham. Ilmu ini tidak melalui perantara para Rasul Allah atau Nabi Allah, tetapi ditanamkan langsung oleh Allah. Tentu dibawa oleh malaikat Jibril kepada yang bersangkutan. Jadi sampainya ilmu kepada manusia secara umum itu bersifat langsung ( ). Kecerdesan berpikir; mampu mengerti dengan terang dan sanggup pula memberikan pengertian kepada orang lain dengan terang pula. 5. Wahyu ( Ayat-ayat Qauliyah ) Wahyu yang berikan kepada Rasul disebut pula ayat ayat kauliyah (Firman Allah). Ayat-ayat qauliyah ini ada yang dalam bentuk lembaran-lembaran (shuhuf) dan ada pula yang berupa kitab. Surat Al-Ala secara keseluruhan (ada juga yang mengatakan ayat 14-17 saja) terdapat dalam shuhuf Ibrahim dan Musa, sedangkan yang berupa kitab: Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran. Al-Quran sendiri selalu disebut dalam kitab-kitab sebelumnya (26:196). 6. Wahyu (Ayat-ayat Kauniyah ) Ilham yang diberikan kepada manusia berupa ayat-ayat kauniyah (AK), tentang fenomena alam atau sunnatullah di alam semesta 3:190-191, 41:53. Melalui tiga potensi yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia (pendengaran, penglihatan dan hati), manusia mampu memahami apa yang terjadi di alam merumuskannya dalam suatu ilmu pengetahuan diaplikasikan menjadi teknologi yang berguna.

Allah terus memberikan ilham sehingga penemuan demi penemuan terus berlangsung. Alam terlalu luas untuk dikaji oleh manusia, sehingga kesempatan untuk menemukan hal-hal baru selalu terbuka lebar. Hubungan antara AQ dan AK, antara AQ dan AK memiliki hubungan yang sangat erat : AQ memberikan ISYARAT ( )tentang AK 35:28 berbagai jenis barang tambang 57:25 besi yang berasal dari luar bumi yang sangat berguna bagi kehidupan 27:88 gunung-gunung yang berjalan seperti jalannya awan 39:6 ilmu embriologi (ada 3 tahapan perkembangan janin ) ) 86:11 adanya siklus terjadinya hujan, yang melalui tiga tahapan (30:48) dan hujannya pun memiliki ukuran (43:11) )atau mengkonfirmasi kebenaran AQ AK memberikan BUKTI ( Berbagai penemuan ilmiah menjadi bukti kebenaran Al-Quran (41:53) Apa yang tertulis di dalam Al-Quran memiliki tingkat kebenaran yang mutlak 2:1 Al-Quran ini tidak ada keraguan di dalamnya. Allah menjamin akan keaslian AlQuran sampai hari kiamat. Bukti kebenaran Al-Quran adalah tidak ada kontradiksi antara satu ayat dan ayat yang lain (4:82). Tidak ada yang mampu membuat yang serupa dengan al-Quran (17:88), atau serupa dengan 10 surat dalam al-Quran (11:13) atau salah satu suratnya saja (2:23). 8. Kebenaran Empiris Sedangkan kebenaran yang dicapai oleh penggalian melalui ayat-ayat kauniyah adalah kebenaran yang bersifat empiris, sesuai dengan pengalaman atau eksperimen. Rumusan teori atau penemuan selalu berkembang saja ada sisi-sisi tertentu yang belum digali oleh manusia, sehingga memunculkan penemuan baru. Penemuan demi penemuan menyempurnakan teori yang ada atau membatalkannya. Contoh perkembangan teori atom: a. John Dalton b. J. J. Thompson c. Rutherford

7. Kebenaran Mutlak

d. Bohr e. Modern 9. Pedoman Hidup Karena AQ kebenarannya bersifat mutlak, maka AQ yang berhak menjadi pedoman hidup manusia. Agama yang diridhoi oleh Allah adalah Islam (3:19). Siapa mencari agama selain Islam tidak akan diterima dan di akhirat akan merugi (3:85). AlQuran bersama As-Sunnah telah merinci berbagai pedoman dalam berbagai sisi kehidupan manusia : a. Manusia dengan Allah b. Manusia dengan sesamanya c. Manusia dengan makhluk hidup lainnya d. Manusia dengan alam semesta. 10. Sarana Hidup Sedangkan berbagai ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan manusia dari ayat-ayat kauniyah, dijadikan sebagai sarana hidup manusia. Hidup manusia makin mudah dengan berbagai pengembangan ilmu pengetahuan karena berbagai sarana hidup ditemukan. Dunia ini makin seperti desa yang besar, apa yang terjadi di belahan dunia lain, akan segera diketahui bahkan langsung diketahui oleh belahan lainnya. Kecepatan dalam transportasi antar kota, negara, bahkan benua. TAQWA Kata taqwa berasal dari Waqwa. Waqwa adalah mashdar dengan wazan no:5:Fiaalatan. Dari segi bahasa waqwa berarti pencegahan terhadap sesuatu yang negative baik lahir maupun batin. Waqwa yang yang artinya benteng, waqwa=taqwa artinya perlindungan Allah swt terhadap martabat manusia. Waqwa terdapat 4 buah benteng, yaitu : 1. Benteng : perintah perintah zhohir 2. Benteng : larangan larangan zhohir 3. Benteng : perintah perintah batin 4. Benteng : larangan larangan batin