Anda di halaman 1dari 24

A.

Latar Belakang Masalah Low back pain atau nyeri punggung bawah adalah salah satu alasan paling umum yang membuat orang dirujuk ke fisioterapi. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa low back pain mengenai kira-kira 7585% anggota masyarakat semasa hidupnya ( aller,!""8#. $enderita Low back Pain %" % sembuh dalam & bulan, '" % sembuh dalam % bulan,tetapi kemungkinan '" % akan kambuh lagi (Basuki, !""7#. Low back pain adalah masalah kesehatan utama dengan biaya ekonomi dan sosial yang tinggi, Biaya kesehatan untuk perawatan penderita Low back pain di (nggris sulit untuk diukur, tapi dapat diestimasikan sekitar )%5.7 juta *uro per tahun. Biaya tersebut meliputi biaya untuk inter+ensi fisioterapi sekitar !)-%' juta *uro per tahun (,offet,&--7# $ada karya tulis ini penulis membahas low back pain akibat spondylosis yang disebabkan penyakit degeneratif yang proses terjadinya dikarenakan adanya kemunduran kekenyalan dis.us yang kemudian menipis, diikuti lipatan ligamentum, di sekelilling korpus +ertebrae terjadi perkapuran/terbentuk osteofit. 0eadaan ini akan menimbulkan nyeri apabila telah mengenai ner+us spinalis sehingga dapat menyebabkan gangguan impairment dan keterbatasan akti+itas sehari-hari (1$21/ 1sian $hysi.al 2herapy 1ssosiation, &--7#. 3isioterapi dalam hal ini memegang peranan untuk mengembalikan dan mengatasi impairment dan keterbatasan akti+itas tersebut, sehingga pasien dapat berakti+itas kembali tanpa adanya keluhan. $enulis dalam hal ini menggunakan modalitas fisioterapi yaitu 14uati. therapy untuk mengatasi masalah low back pain akibat spondylosis. 1$21 mendeskripsikan a4uati. therapy adalah suatu inter+ensi yang dilakukan di dalam air, dapat digunakan pada kondisi neurologi, ortopedi ataupun kondisi yang lain yang dilakukan oleh seorang

fisioterapi. 14uati. therapy adalah program pool terapi yang diran.ang untuk indi+idu guna meningkatkan fungsi neuromuskular dan muskuloskeletal. $engurangan beban sebagai efek buoyan.y dan tekanan hidrostatik air mengurangi beban pada semua sendi terutama pada otot 5 otot postural. 6ullemin dkk, melaporkan manfaat positif yang bisa didapatkan dalam waktu singkat (!' hari# pada penggunaan hot underwater term (%' 7# untuk mengurangi intensitas dan durasi nyeri, kekakuan lumbal serta pengurangan konsumsi obat pada -8 pasien dengan Low back pain kronis.

B.

Rumusan Masalah Bagaimana a4uati. therapy dapat mengurangi nyeri pada Low back pain akibat spondylosis 8

C.

Tujuan 9ntuk mengetahui manfaat a4uati. therapy dalam pengurangan nyeri pada Low back pain akibat spondylosis.

D.

Kegunaan 0egunaan dari a4uati. therapy adalah untuk memfasilitasi pemulihan fungsional dengan menyediakan ruang atau lingkungan yang dapat mempermudah pasien atau (0isner,!""7# : a. ,emfasilitasi berbagai gerakan (;ingkup 6erak <endi# latihan b. ,engawali latihan tahanan .. ,emfasilitasi kegiatan menahan beban d. ,enyediakan akses tiga dimensi untuk pasien e. ,emfasilitasi latihan kardio+askular f. ,elakukan replikasi akti+itas fungsional g. ,inimalkan risiko .edera atau reinjury selama rehabilitasi h. ,eningkatkan relaksasi pasien. praktisi untuk melakukan berbagai inter+ensi terapeutik di dalam air. 2ujuan spesifik meliputi

E.

Tinjauan Pustaka &. Low back pain e.. Spondylosis a. =efinisi 14uati. therapy adalah program pool terapi yang diran.ang untuk indi+idu guna meningkatkan fungsi neuromuskular dan muskuloskeletal. >yeri adalah suatu yang tidak menyenangkan dan merupakan pengalaman emosional yang berhubungan dengan kerusakan jaringan optimal maupun potensial dan terkadang nyeri digunakan untuk menyatakan adanya kerusakan jaringan. Low back pain akibat spondylosis adalah penyakit degeneratif yang proses terjadinya dikarenakan adanya kemunduran kekenyalan dis.us yang kemudian menipis, diikuti lipatan ligamentum, di sekelilling korpus +ertebrae terjadi perkapuran/terbentuk osteofit. b. 1pplied 1natomi <pine atau .olumna +ertebralis merupakan struktur dasar batang tubuh. =imana jumlah spine atau .olumna +ertebralis terdiri dari %% 5 %) +ertebra dan dis.us inter+ertebralis. ?ertebra dibagi menjadi 7 +ertebra .er+ikalis, &! +ertebra thorakalis, 5 +ertebra lumbalis, 5 +ertebra sakralis, dan ) 5 5 +ertebra cocccygea. ?ertebra lumbal merupakan .olumna +ertebra yang terletak paling bawah sebelum sa.rum pada regio lumbal. <eluruh struktur +ertebra lumbal dihubungkan dengan ar.us +ertebra yang tumpul dan kuat. 1r.us +ertebra terbentuk dari dua lamina yang berjalan ke arah &7 posterior dan medial tetapi terletak dalam bidang yang oblique ke arah inferior dan lateral. =i antara dua korpus +ertebra dihubungkan oleh dis.us inter+ertebralis. =is.us inter+ertebralis merupakan fibro.artilago kompleks yang membentuk artikulasio antara korpus +ertebra yang dikenal

sebagai symphisis joint. =is.us juga dapat memungkinkan adanya gerakan yang luas pada +ertebra.

6ambar no. & <etiap dis.us terdiri ! komponen yaitu nucleus pulposus dan annulus fibrosus. ;igamen yang memperkuat dis.us inter+ertebralis adalah ligamen longitudinal anterior dan posterior. @tot-otot pada regio lumbal terbagi atas % kelompok yaitu : a. *re.tor spine 2erdiri atas : Musculus illiocostalis thoracis, M. illiocostalis lumborum, M. longisimus thoracis, M. spinalis thoracis. 6rup otot ini merupakan penggerak utama pada gerakan ekstensi lumbal dan sebagai stabilisator +ertebra lumbal saat tubuh dalam keadaan tegak. b. =eep lateralis mus.le 2erdiri atas : M. quadratus lumborum, M. psoas major. .. 1bdominal wall mus.le $ada grup otot ini ada ) otot abdominal yang penting dalam fungsi spine, yaitu : M. rectus abdominis, M obligus externus, M. obligus internus dan M. trans ersus abdominis. 6roup otot ini

merupakan fleksor trunk yang sangat kuat dan berperan dalam mendatarkan kur+a lumbal. .. $atologi >yeri didefinisikan sebagai suatu yang tidak menyenangkan dan merupakan pengalaman emosional yang berhubungan dengan kerusakan jaringan optimal maupun potensial dan terkadang nyeri digunakan untuk menyatakan adanya kerusakan jaringan. >yeri merupakan suatu pengalaman sensorik yang berbeda dengan modalitas sensorik lainnya. Aeseptor nyeri perifer (akhiran saraf bebas yang disebut nosiseptor# terdapat pada setiap struktur kutan, somati. dalam maupun +isera tubuh (meliputi kulit, bantalan lemak, otot, ligament, fasia, kapsul sendi, periosteum, tulang subkondral dan dinding pembuluh darah#. 1danya stimulasi noksius atau stimuli noksius potensial, nosiseptor akan melepaskan Bat-Bat kimiawi endogen yang selanjutnya akan mentransduksi stimuli ini menjadi impuls nyeri (noseptif# melalui mekanisme yang belum diketahui dengan pasti. 1da % tipe kimiawi endogen untuk nyeri yaitu : (&# yang menghasilkan nyeri lokal se.ara langsung (misalnya bradikin, histamin, asetilkolin dan kalium#, (!# yang memfasilitasi nyeri dengan .ara mensitisasi nosiseptor tanpa menstimulasinya (misalnya prostaglandin, leukotrien, interleukin dan tromboksan# dan (%# yang menghasilkan ekstra+asasi neuropeptida (misalnya bahan $ dan calcitonin generelated peptide 5 76A$#. $elepasan bahan $ dan neupeptida se.ara berlebihan akan membantu terjadinya efek priinflamasi di jaringan dan akan menyebabkan inflamasi neurologik yang akan menjadi kontributor terjadinya sindroma nyeri kronik ($arjoto, !""'#.

Low back pain merupakan keluhan yang sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. $enderita selalu menyampaikan keluhan gejala nyeri, spasme (kaku# otot, gangguan fungsional, dan tidak jarang penderita menyatakan adanya penurunan fungsi pada akti+itasnya. Low back pain bukan saja menjadi masalah bagi penderita, akan tetapi juga menjadi masalah sosial dan ekonomi bagi masyarakat oleh karena penurunan produkti+itas dan besarnya biaya yang diperlukan untuk diagnosa dan pengobatan (Cayson,&---, dikutip oleh ,eliala, !"")#. Low !ack Pain e.. Spondylosis adalah penyakit degeneratif yang proses terjadinya dikarenakan adanya kemunduran kekenyalan dis.us yang kemudian menipis, diikuti lipatan ligamentum sehingga di sekelilling korpus +ertebrae terjadi perkapuran/terbentuk osteofit. 0eadaan ini akan menimbulkan nyeri apabila telah mengenai ner+us spinalis sehingga dan dapat menyebabkan akti+itas gangguan sehari-hari impairment keterbatasan

(1$21/1sian $hysi.al 2herapy 1ssosiation, &--7#. $ada keadaan yang berat, dapat menyebabkan penekanan pada saraf yang akan akan menyebabkan gangguan sensori dan/atau motor, seperti sakit, paraesthesia, dan kelemahan dari otot di daerah punggung.

6ambar no. !

6ambar no. % $ada saat .elah antara tulang +ertebra menyempit, kompresi dari saraf spinal dapat menyebabkan timbulnya radikulopathy (gangguan sensorik dan motorik, seperti nyeri di bagian leher, punggung, lengan, pinggang dan kaki disertai kelemahan otot#. $asien mungkin akan merasakan paraestesia (berkurangnya sensasi# pada kaki

karena adanya penekanan pada saraf dan dapat juga menyebabkan menurunnya aliran darah sistemik. d. *tiologi Low !ack Pain e.. spondylosis terjadi karena adanya kelainan degeneratif pada dis.us inter+ertebralis se.ara progresif yang kemudian mengarah terjadinya perubahan pada daerah perbatasan tulang dan dis.us. Dal ini terjadi karena penekanan berlebihan dan terus menerus pada +ertebra lumbal dan mengakibatkan kemunduran pada dis.us. 0etika dis.us mengalami kemunduran, jaringan elastis dari anulus fibrosus berkurang dan digantikan oleh jaringan fibrous, sehingga elastisitas dan fleksibilitas dari pergerakan antara ruas-ruas tulang belakang dalam kemampuannya untuk meredam (shock breaker# berkurang. =is.us inter+ertebralis menekan keluar sehingga mendorong ligamen longitudinal posterior. ;igamen yang memperkuat +ertebra tersebut menjadi kendor dan tubuh mengalami suatu reaksi iritasi (defance mechanism# dengan penggantian jaringan disekitar +ertebra dan diikuti proses pengapuran dan akhirnya menjadi osteofit yang dapat dilihat dengan foto ronsen (7ailliet, &-8&#. 0elainan-kelainan yang terjadi seperti terbentuknya osteofit-osteofit, osteolisis, korteks tulang, $roses penyempitan degenerasi sela itu persendian, penyempitan jarak antara korpora +ertebra, osteosklerosis. multifaktoral dimana faktor hereditas dan proses menua memegang peranan utama (<idharta, &-8)#. e. $atofisiologi Spondylosis "spondilartrosis deformans# merupakan proses terjadinya degenerasi jaringan elastik yang

digantikan jaringan fibrosa, akibatnya terjadi penyempitan dis.us sehingga ligamen akan mengerut karena tekanan intradis.us yang menurun, ligamen yang mengerut itu dapat lepas dari periosteum dan menekan jaringan peka nyeri. <elain itu terdapat osteofit yang membentuk spur formation serta dapat menimbulkan penyempitan foramen inter+ertebralis yang akan mengiritasi radiks (>uartha , !""7#. ,ekanisme spondylosis lumbal yaitu ditemukan adanya degenerasi dis.us inter+ertebra se.ara progresif yang kemudian mengarah terjadinya perubahan pada daerah perbatasan tulang-tulang +ertebra dan ligamen. 0etika degenerasi dis.us terjadi, elastisitas serabut-serabut dari annulus menurun dan berubah menjadi jaringan fibrous sehingga menyebabkan fleksibilitas dan gerakan daerah lumbal menjadi kaku. ;igamen-ligamen yang menambat pada posterior +ertebra menjadi lemah sehingga setiap tekanan terhadap ligamen memungkinkan terlepasnya tambatan pada periosteal yang menyebabkan material dis.us dari pe.ahan annulus akan mendorong jaringan dis.us antara +ertebra dan mendorong ligamen menonjol keluar kemudian menghasilkan reaksi nyeri. Aeaksi iritasi dapat menyebabkan perubahan jaringan fibrous yang diikuti terjadinya pengapuran. $enyempitan ruang dis.us dalam sendi +ertebra dikarenakan tekanan berat badan akan merubah alignment dari permukaan faset sehingga menimbulkan strain pada jaringan sino+ial arti.ular kapsuler. $enyempitan foramen inter+ertebra dari depan oleh lipatan-lipatan ligament longitudinal posterior atau osteofit, dari belakang oleh lipatan ligamen fla+um atau osteoarthritis faset yang

mendasari timbulnya nyeri radikuler pada spondylosis (7ailliet, &-8&#. (ndikasi dari a4uati. therapy yaitu (0isner,!""7#: a. 0ondisi inflamasi b. >yeri .. <pasme otot d. 0eterbatasan Aange of ,otion (A@,# 0ontra indikasi a4uati. therapy (0isner,!""7#: a. 6agal jantung dan angina pe.toralis b. 6angguan pernafasan .. 6angguan +askuler d. $erdarahan e. $enyakit ginjal f. ;uka terbuka dan infeksi kulit g. 6angguan bladder dan bowel

f. 2anda dan 6ejala 6ejala yang sering mun.ul pada low back pain akibat spondylosis antara lain : &# 0eluhan nyeri pada punggung bawah, biasanya bertambah saat aktifitas, gerakan fleksi, side fleksi, ekstensi lumbal yang berlebihan dan nyeri berkurang bila tidur. !# $enderita mengalami spasme otot oleh karena nyeri pada daerah lumbal yang mengakibatkan pasien

menetap pada posisi tertentu sehingga terjadi kontraksi terus-menerus pada otot lumbal. %# ,obilitas atau lingkup gerak lumbal terbatas oleh karena adanya nyeri dan spasme otot. !. 14uati. therapy 14uati. therapy adalah program pool terapi yang diran.ang untuk indi+idu guna meningkatkan fungsi neuromuskular dan muskuloskeletal. $engurangan beban sebagai efek buoyan.y dan tekanan hidrostatik air mengurangi beban pada semua sendi terutama pada otot 5 otot postural. 6ullemin dkk, melaporkan manfaat positif yang bisa didapatkan dalam waktu singkat (!' hari# pada penggunaan hot underwater term (%' 7# untuk mengurangi intensitas dan durasi nyeri, kekakuan lumbal serta pengurangan konsumsi obat pada -8 pasien dengan Low back pain kronis. 1$21 mendeskripsikan a4uati. therapy adalah suatu inter+ensi yang dilakukan di dalam air, dapat digunakan pada kondisi neurologi, ortopedi ataupun kondisi yang lain yang dilakukan oleh seorang fisioterapi. 14uati. therapy merupakan penggunaan dari kolam yang memfasilitasi berbagai ma.am inter+ensi terapi, meliputi stret.hing, strengthening, mobilisasi sendi, keseimbangan, latihan jalan dan ;atihan daya tahan. $ada a4uati. therapy untuk kondisi Low back pain memerlukan program fleksibilitas dan meningkatkan kekuatan otot untuk kaki dan trunk (0isner,!""7#. 3isioterapis menggunakan a4uati. therapy untuk pengoptimalan gerak fungsi. ,odalitas air akan lebih memudahkan pergerakan eEer.ise daripada di darat.

F.

Metodologi 14uati. therapy untuk kondisi Low back pain memerlukan program fleksibilitas dan meningkatkan kekuatan otot untuk kaki dan trunk (0isner,!""7#. Berikut adalah program atau metode yang dapat meningkatkan fleksibilitas untuk kaki dan trunk : &. ,etode Bad AagaB ,etode Bad AagaB adalah metode yang menggunakan % .in.in pengambang dan menggunakan daya apung untuk flotasi atau proses pengapungan bukan sebagai latihan pembebanan. ,etode .in.in Bad AagaB dikembangkan pada pertengahan &-""Fan di perairan hangat Bad AagaB, <wiss. $asien melakukan stabilisasi atau latihan aktif dengan bantuan .in.in apung, sehingga diberi nama Gmetode .in.inG. $asien memulai gerakannya dengan berbaring horiBontal dalam air dan di dukung dengan .in.in di leher, sebuah .in.in di sekitar panggul, dan satu .in.in di kedua pergelangan kaki. 7in.in tengah besar digunakan untuk mendukung pusat gra+itasi tetapi tidak harus disekitar pinggang karena dapat mengarah ke hyperlordosis. Bentuk latihan ini adalah sebagai berikut : a. 2angan terapis memegang telapak kaki pasien

kemudian tungkai bawah ke atas.

6ambar no. )

b. 2erapis memegang pada kaki pasien kemudian lutut pasien bergerak menekuk dan meluruskan tungkai.

6ambar no. 5

.. 2angan terapis memegang telapak kaki dan ankle kemudian gerakkan membuka dan menutup.

6ambar no. '

d. 2angan terapis memegang kaki penderita kemudian digerakkan abduksi dan adduksi.

6ambar no. 7 e. $egangan tangan terapis pada tungkai kanan dan kiri , pasien bergerak ke kanan dan ke atas begitu sebaliknya.

6ambar no. 8

f. $egangan pada kedua tungkai, pasien bergerak ke samping kanan dan kiri.

6ambar no. g. $egangan terapis pada lengan bawah, kemudian gerakkan ke samping kanan dan kiri.

6ambar no. &"

h. $egangan terapis pada lengan gerakkan badan ke samping kanan dan kiri.

6ambar no. && i. $egangan terapis pada lengan atas dan tungkai yang sesisi kemudian pasien bergerak memutar pinggul ke dalam dan ke luar.

6ambar no. &!

j. $asien diminta untuk rileksasi dengan berdiam diri untuk mengapung.

6ambar no. &%

!. <tret.hing *Eer.ise ( 0isner, !""7 #: a. 2hora.al and ;umbar <pine : lateral fleksi $osisi terapis : bediri di samping pasien yang akan di stret.hing, tarik tangan dan tungkai pasien bersamaan dan searah (bila akan menstre.hing kearah lateral kanan maka terapis berdiri di sisi kanan pasien begitu pula sebaliknya#.

$osisi pasien : terlentang, pasien mengabduksikan lengannya untuk membantu stret.hing. $egangan terapis : memfiksasi lengan pasien atau alternatif yang lain yaitu memfiksasi deltod bila lengan pasien tidak terabduksi. $eganggan di ekstremitas bawah di bagian lateral. $ergerakan : stabilisasi pasien dengan hip terapis kemudian tarik pasien kearah latera fleksi. 2ehnik ini memungkinkan +ariasi posisi dan pegangan untuk mengiolasi pegerakan dari segmen +ertebra.

6ambar no. &) b. Dip *kstensi $osisi terapis : menyangga pasien. $osisi pasien : terlentang dengan ekstensi hip dengn knee semi fleksi. $egangan terapis : stabilisasi di ekstremitas pasien dengan menempelkan hip terapis ke hip pasien. $egang sabuk apung pasien dengan pegangan tangan untuk mengarahkan gerakan. $ergerakan : gerakkan tungakai pasien ke bawah.

.. Dip eksternal rotasi $osisi terapis : berdiri di samping paha pasien dengan tangan berada di bawah lutut pasien. $osisi pasien : terlentang fleksi hip 7"H dan knee -"H. $egangan terapis : pegang sabuk apung dengan tangan yang berlawanan pada saat tangan yang berada di bawah lutut memegang paha. $ergerakan : eksternal rotasi hip dengan pergerakan tangan se.ara lamban untuk menambah stret.hing. d. Dip internal rotasi $osisi terapis : berdiri di samping paha pasien dengan tangan berada di bawah lutut pasien. $osisi pasien : terlentang fleksi hip 7"H dan knee -"H. $egangan terapis : pegang sabuk apung dengan tangan yang berlawanan pada saat tangan yang berada di bawah lutut memegang paha. $ergerakan : internal rotasi hip dengan pergerakan tangan se.ara lamban untuk menambah stret.hing. %. <trengtening *Eer.ise ( 0isner, !""7 #: a. Dip 1dduksi $osisi terapisi: Berdiri di samping paha pasien dengan menghadap ke arah medial. $osisi pasien: terlentang, dengan abduksi hip. $egangan : salah satu tangan memegang pada sabuk apung dan tangan lain memberikan tahanan di bagian medial paha pasien. $ergerakan : kontraksi aktif adduktor hip menyebabkan kedua tungkai mendekat ke arah tahanan tangan terapis. b. Dip 1bduksi

$osisi pasien : Berdiri di samping paha pasien dengan menghadap ke arah medial. $osisi pasien: terlentang, dengan adduksi hip. $egangan : salah satu tangan memegang pada sabuk apung dan tangan lain memberikan tahanan di bagian lateral paha pasien. $ergerakan : kontraksi aktif abduktor hip menyebabkan kedua tungkai menjauh dari tahanan tangan terapis. .. Dip fleksi dengan knee fleksi $osisi pasien : berdiri di samping pasien dengan menghadap kepala pasien $osisi pasien : terlentang $egangan : salah satu tangan memegang paha pasien, tangan yang lain memberikan tahanan pada distal tibiofibula joint $ergerakan : kontraksi aktif dari hip dan knee fleksi menyebabkan badan pasien bergerak ke arah praktisi ke arah ekstremitas distal. d. Dip internal/eksternal rotasi $osisi pasien : Berdiri di samping paha pasien dengan menghadap ke arah medial $osisi pasien : terlentang, hip ekstensi netral pada " dengan knee fleksi -" $egangan : pegangan tangan pada bagian distal paha dibagian medial dapat menahan gerakan ke arah internal rotasi dan pada bagian lateral dapat menahan eksternal rotasi. 2ahanan diberikan pada distal tungkai

1rah

gerakan

gerakan

aktif

dari

rotasi

hip

menyebabkan tubuh pasien bergerak kearah menjauhi segmen distal.

G.

Temuan dan Pem ahasan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh 6unsoo Dan,et.

yang tertulis di jurnal G 2he *ffe.t of ,us.le <trength and ?isual 1naloge <.ale $ain of 14uati. 2herapy for (ndi+iduals with ;ow Ba.k $ain G pada tahun !"&& didapatkan hasil yang signifikan ($I","&# antara sebelum dan sesudah pelaksanaan a4uati. therapy pada pasien dengan kondisi Low back pain. 1dapun prosedur penelitian yang digunakan yaitu dengan $re and $ost design dan e+aluasinya menggunakan ?isual 1naloge <.ale (?1<#. $enelitian tersebut menggunakan !7 subyek dengan waktu penelitian selama ) minggu. $rosedur penelitian dilakukan 5 kali dalam seminggu dan dibagi menjadi % bagian yaitu pemanasan &" menit, gerakan utama %" menit dan pendinginan &" menit. 14uati. therapy dapat digunakan untuk berbagai ma.am kondisi, diantaranya pada kondisi inflamasi, nyeri, spasme otot dan keterbatasan Aange of ,otion (A@,#. 14uati. therapy memiliki beberapa keuntungan salah satunya adalah $on weight bearing atau tanpa tumpuan berat badan (0endall,&--7#. $asien menyatakan bahwa gerakan lebih mudah dilakukan dalam air dan dapat meminimalisir nyeri. Beberapa penelitian menyatakan a4uati. therapy dapat meningkatkan relaksasi, mengurangi spasme otot dan nyeri, meningkatkan Aange of ,otion (A@,# dan penguatan selama proses terapi. ,ereka juga melaporkan jika latihan dilakukan se.ara teratur dapat meningkatkan aktifitas sehari-hari. Berdasarkan jurnal yang disusun oleh aller,!""8 dengan judul G2herapeuti. a4uati. eEer.ise in the treatment of low ba.k pain: a systemati. re+iewJ menyatakan bahwa a4uati. therapy merupakan latihan yang aman dan efektif bagi pasien yang mengalami %hronic Low !ack Pain. $enelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan

bagi pasien yang mengalami Low !ack Pain. *+aluasi penelitian dengan menggunakan @westry =issability (ndeE (@=(#. $enyebab Low !ack Pain sangat +ariatif, (mbalan.e mus.le di +ertebrae dapat menyebabkan malfungsi biomekanikanya. <trengtening dari ba.k mus.le dapat meningkatkan stabilitas dari +ertebrae. 14uati. 2herapy dilaporkan membantu memperbaiki postur dengan .ara strengthening dan stret.hing dari ba.k mus.le yang dapat mengurangi nyeri. ;atihan tersebut dapat meningkatkan ketahanan kardiopulmunal, ?@! maE, dan fleksibilitas. 14uati. 2herapy juga dapat menurunkan nyeri dengan meningkatkan kekuatan otot abdominal (Dan,!"&&#. $enyebab terjadi spondilosis adalah : &. 9sia !. $enekanan/ stressor atau trauma dari jatuh, perubahan postur %. Derediter Dal ini dapat menyebabkan menipisnya dis.us inter+ertebra, dan diikuti dengan perubahan postur yang jelek. ,anifestasi klinis yang timbul akibat perubahan postur adalah mun.ulnya nyeri. ,odalitas akuatik terapi berfungsi untuk memfasilitasi kegiatan menahan beban, memfasilitasi berbagai gerakan latihan dan meningkatkan relaksasi pasien. =engan manfaat tersebut dapat mengoptimalkan latihan-latihan stret.hing dan strengthening yang dilakukan didalam air. 0edua latihan tersebut memberikan manfaat berupa penurunan nyeri. <tret.hing dapat mengembalikan fleksibilitas otot dan ekstensibilitas otot sehingga pada otot-otot yang mengalami penegangan akan menjadi rileks (tambahan skripsi bu su.i#. <ementara itu, strengthening pada otot-otot abdominal dan ba.k mus.le akan membantu tulang belakang dalam menopang beban atau berat badan, sehingga beban yang terdapat pada tulang belakang akan berkurang karena dibantu oleh kontraksi otot-otot abdominal dan ba.k mus.le. !. Kesim"ulan dan #aran &# 0esimpulan

DAFTAR P$#TAKA

Basuki, >ur. !""7. &ematologi.1kfis. <olo 7ailliet, Aene. &-8&. Low !ack Pain second edition. 3.1 =a+is 7ompany $hiladhelpia 0isner,7arolyn.!""7. 'herapeutic (xercise. 31 =a+is 7ompany. $hiladelphia 6unsoo Dan,et..!""&. 'he (ffect of Muscle Strength and )isual *naloge Scale Pain of *quatic 'herapy for +ndi iduals with Low !ack Pain. 0endall, 0yla ?. &--7. 2D* =K>1,(7< @3 1L912(7 2D*A1$K:$A*?*>2(@> 1>= A*D1B(;(212(@> 2A*12,*>2<. 2eEas te.h uni+ersity. ,artin,7raig .!""). ,ydrotherapy-&e iew on the effecti eness of its

applications in physiotherapy. orksa+e ,offet, 0laber, et..&--7. * fitness programme for patients with chronic low back pain. !-year follow-up of a randomised .ontrolled trial.(1<$.90

$arjoto,<lamet.!""'. 2erapi Listrik .ntuk Modulasi $yeri.. <emarang:(3( <emarang $riguna, <idharta. &-8). $eurologi /linis 0alam Praktek .mum1 %etakan /eenam. Cakarta : $2. =ian Aakyat aller,Benjamin,!""8. 'herapeutic aquatic exercise in the treatment of low back pain- a systematic re iew.<age $ubli.ations.;1 www.spineuni+erse..om