Anda di halaman 1dari 47

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah Penduduk Lanjut Usia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup. Pada tahun 1980 penduduk lanjut usia baru berjumlah 7,7 juta jiwa atau ,! persen dari seluruh jumlah penduduk. Pada tahun 1990 jumlah penduduk lanjut usia meningkat menjadi 11," juta orang atau 8,9 persen. #umlah ini meningkat di seluruh $ndonesia menjadi 1 ,1 juta jiwa pada tahun !000 atau 7,! persen dari seluruh penduduk. %an diperkirakan pada tahun !0!0 akan menjadi !9 juta orang atau 11,& persen. 'al ini menunjukkan bahwa penduduk lanjut usia meningkat se(ara konsisten dari waktu ke waktu. )ngka harapan hidup penduduk $ndonesia berdasarkan data *iro Pusat +tatistik pada tahun 19,8 adalah & ,7 tahun, pada tahun 1980 ."0 tahun, pada tahun 198 - 8,19 tahun, pada tahun 1990 - ,1,1! - ,0,0 tahun serta tahun !000 - ,&.0 tahun

tahun, dan tahun 199 .*P+.!000/.

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia akan membawa dampak terhadap sosial ekonomi baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam pemerintah. $mplikasi ekonomis yang penting dari peningkatan jumlah penduduk adalah peningkatan dalam ratio ketergantungan usia lanjut . old age ratio dependency/. +etiap penduduk usia produkti0 akan menanggung semakin banyak penduduk usia lanjut. 1irakartakusuma dan )nwar .199&/

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

memperkirakan angka ketergantungan usia lanjut pada tahun 199 adalah ,,9"2 dan tahun !01 menjadi 8,7&2 yang berarti bahwa pada tahun 199 sebanyak 100 penduduk produkti0 harus menyokong 7 orang usia lanjut yang berumur , tahun ke atas sedangkan pada tahun !01 sebanyak 100

penduduk produkti0 harus menyokong 9 orang usia lanjut yang berumur , tahun ke atas. 3etergantungan lanjut usia disebabkan kondisi orang lanjut usia banyak mengalami kemunduran 0isik maupun psikis, artinya mereka mengalami perkembangan dalam bentuk perubahan4perubahan yang

mengarah pada perubahan yang negati0. +e(ara umum kondisi 0isik seseorang yang telah memasuki masa lanjut usia mengalami penurunan. 'al ini dapat dilihat dari beberapa perubahan .1/ perubahan penampilan pada bagian wajah, tangan, dan kulit .!/ perubahan bagian dalam tubuh seperti sistem sara0 - otak, isi perut limpa, hati ."/ perubahan pan(a indra - penglihatan, pendengaran, pen(iuman, perasa .&/ perubahan motorik antara lain berkurangnya kekuatan, ke(epatan dan belajar keterampilan baru. Perubahan4perubahan tersebut pada umumnya mengarah pada

kemunduruan kesehatan 0isik dan psikis yang akhirnya akan berpengaruh juga pada akti5itas ekonomi dan sosial mereka. +ehingga se(ara umum akan berpengaruh pada akti5itas kehidupan sehari4hari. 6asalah umum yang dialami lanjut usia yang berhubungan dengan kesehatan 0isik, yaitu rentannya terhadap berbagai penyakit , karena berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi pengaruh dari luar. 6enurut data +378 .+ur5ey 3esehatan

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

7umah 8angga/ masih tinggi. +378 tahun 1980 menunjukkan angka kesakitan penduduk usia tahun ke atas sebesar ! ,7 persen. *erdasarkan tahun 1 ,12, dan menurut +378

+378 tahun 198, angka kesakitan usia

199 angka kesakitan usia & 4 9 sebesar 11,, persen . 1irakartakusumah !000/. %alam penelitian Pro0il Penduduk Usia Lanjut %i 3odya Ujung Pandang ditemukan bahwa lanjut usia menderita berbagai penyakit yang berhubungan dengan ketuaan antara lain diabetes melitus, hipertensi, jantung koroner, rematik dan asma sehingga menyebabkan akti0itas bekerja terganggu .$lyas 1997/. %emikian juga temuan studi yang dilakukan Lembaga %emogra0i Uni5ersitas $ndonesia di 3abupaten *ogor tahun 1998, sekitar 7& persen lansia dinyatakan mengidap penyakit kronis. 8ekanan darah tinggi adalah penyakit kronis yang banyak diderita lanjut usia, sehingga mereka tidak dapat melakukan akti0itas kehidupan sehari4hari .1irakartakusumah - !000/. Penurunan kondisi 0isik lanjut usia berpengaruh pada kondisi psikis. %ari segi inilah lanjut usia mengalami masalah psikologis, yang banyak mempengaruhi kesehatan psikis, sehingga menyebabkan orang lanjut usia kurang mandiri. 3ondisi kesehatan mental lanjut usia di 3e(amatan *adung *ali menunjukkan bahwa pada umumnya lanjut usia di daerah tersebut tidak mampu melakukan akti5itas sehari4hari, mereka mengeluh mengalami gangguan tidur. 6ereka merasa tidak senang dan bahagia dalam masa tuanya, karena berbagai kebutuhan hidup dasar tidak terpenuhi, dan merasa sangat sedih, sangat kawatir terhadap keadaan lingkungannya. %alam sosialisasi dalam urusan di masyarakat kurang akti0 .+uryani, 1999/. %ari hasil

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

penelitian tersebut menunjukkan bahwa beberapa kondisi kesehatan mental lanjut usia mempengaruhi berbagai kondisi lanjut usia yang lain seperti kondisi ekonomi, yang menyebabkan orang lanjut usia tidak dapat bekerja untuk men(ukupi kebutuhan hidupnya dan kondisi sosial yang menyebabkan kurangnya hubungan sosial antara lanjut usia dengan masyarakat. 6asalah ekonomi yang dialami orang lanjut usia adalah tentang pemenuhan kebutuhan hidup sehari4hari seperti kebutuhan sandang, pangan, perumahan, kesehatan, rekreasi dan sosial. %engan kondisi 0isik dan psikis yang menurun menyebabkan mereka kurang mampu menghasilkan pekerjaan yang produkti0. %i sisi lain mereka dituntut untuk memenuhi berbagai ma(am kebutuhan hidup sehari4hari yang semakin meningkat dari sebelumnya, seperti kebutuhan akan makanan bergi9i seimbang, pemeriksaan kesehatan se(ara rutin, perawatan bagi yang menderita penyakit ketuaan dan kebutuhan rekreasi. +edangkan penghasilan mereka antara lain dari pensiun, tabungan, dan bantuan keluarga. *agi lanjut usia yang memiliki asset dan tabungan (ukup, tidak terlalu banyak masalah. 8etapi bagi lanjut usia yang tidak memiliki jaminan hari tua dan tidak memiliki aset dan tabungan yang (ukup maka pilihan untuk memperoleh pendapatan jadi semakin terbatas. #ika tidak bekerja berarti bantuan yang diperoleh mereka dapatkan dari bantuan keluarga, kerabat atau orang lain. %engan demikian maka status ekonomi orang lanjut usia pada umumnya berada dalam lingkungan kemiskinan. 3eadaan tersebut akan mengakibatkan orang lanjut usia tidak mandiri, se(ara 0inansial tergantung kepada keluarga atau masyarakat bahkan pemerintah *anyak lanjut usia dengan sia4sia

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

men(ari suatu bentuk pekerjaan . Upaya untuk men(ari pekerjaan setelah pensiun mengalami kesulitan, karena berbagai lowongan pekerjaan di berbagai media masa selalu menghendaki tenaga kerja dengan pendidikan tinggi, penampilan menarik, energik, loyalitas tinggi, dan usia maksimal yang dikehendaki pada umumnya ! : "0 tahun. #ika hal ini dikaitkan dengan pen(ari kerja yang sudah lanjut usia yang pada umumnya berpendidikan rendah, menurut 1irakartakusumah .!000/ sekitar !, persen dari 1"," juta lansia tidak pernah sekolah, tidak tamat +% sekitar !7,8 persen atau ",7 juta orang, sehingga dengan demikian 80 persen lansia berpendidikan +% ke bawah dan tidak memenuhi beberapa persyaratan yang dikehendaki perusahaan;industri maka membuat tenaga kerja lanjut usia semakin tersingkir dari dunia kerja yang diharapkan. 3urangnya pasaran kerja, membuat mereka tidak mampu bersaing dengan orang4orang yang lebih muda dan berpendidikan. %isamping itu menurunnya kondisi 0isik yang tidak mungkin dapat menyesuaikan dengan pekerjaan4pekerjaan yang memegang prinsip e0ekti0itas dan kualitas serta kuantitas yang tinggi ikut berpengaruh. %engan demikian pengangguran lanjut usia akan semakin banyak, dan lanjut usia semakin berada pada garis kemiskinan dan semakin tergantung pada generasi muda %i 9aman modernisasi, hubungan orang muda dan orang tua semakin renggang. 3esibukan yang melanda kaum muda hampir menyita seluruh waktunya, sehingga mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk memikirkan orang tua. 3ondisi seperti ini menyebabkan kurangnya komunikasi antara

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

orang tua dan anak, kurangnya perhatian dan pemberian perawatan terhadap orang tua. 3ondisi perkotaan yang berpa(u untuk memperoleh kekuasaan dan kekayaan banyak menimbulkan rasa ke(emasan, ketegangan, ketakutan, bagi penduduknya yang dapat menyebabkan penyakit mental. 3ondisi perkotaan yang besi0at indi5idualisme menyebabkan kontak sosial menjadi longgar sehingga penduduk merasa tidak aman, kesepian dan ketakutan. Untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia lanjut usia perlu mengetahui kondisi lanjut usia di masa lalu dan masa sekarang sehingga orang lanjut usia dapat diarahkan menuju kondisi kemandirian. +ehubungan dengan kepentingan tersebut perlu diketahui kondisi lanjut usia yang menyangkut kondisi kesehatan, kondisi ekonomi, dan kondisi sosial. %engan mengetahui kondisikondisi itu, maka keluarga, pemerintah, masyarakat atau lembaga sosial lainnya dapat memberikan perlakuan sesuai dengan masalah yang menyebabkan orang lanjut usia tergantung pada orang lain. #ika lanjut usia dapat mengatasi persoalan hidupnya maka mereka dapat ikut serta mengisi pembangunan salah satunya yaitu tidak tergantung pada orang lain. %engan permasalahan yang komplek yang dialami oleh lanjut usia maka peneliti memilih permasalahan pengaruh 0aktor40aktor kondisi kesehatan, kondisi ekonomi dan kondisi sosial terhadap kemandirian orang lanjut usia.

1.2. Rumusan Masalah

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

*erdasarkan permasalahan4permasalahan lanjut usia tersebut maka rumusan masalah dari pengaruh 0aktor40aktor kondisi kesehatan, kondisi ekonomi dan kondisi sosial terhadap kemandirian orang lanjut usia adalah 1. )pakah de0enisi masa tua .lanjut usia/< !. )pa saja perubahan 0isik yang terjadi pada lansia< ". )pa saja perubahan Psikologis yang terjadi pada lansia<

1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Umum Untuk mengetahui gangguan kesehatan pada lansia. 1.3.2. husus 1. Untuk mengetahui de0enisi gangguan kesehatan pada lansia !. Untuk mengetahui gangguan kesehatan pada lansia se(ara 0isik ". Untuk mengetahui gangguan kesehatan pada lansia se(ara psikososial ekonomi

1.!. Man"aat Penelitian 1. 6engembangkan penelitian tentang lanjut usia. !. 'asil penelitian ini dapat menjadi a(uan bagi lanjut usia untuk mengatasi persolan4persoalan hidup lanjut usia agar mereka dapat hidup mandiri. ". 'asil penelitian ini dapat dijadikan a(uan bagi pra lansia untuk mempersiapkan diri sebelum masa lanjut usia tiba agar mereka bisa mandiri di usia lanjut.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

&. 'asil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk penelitian lanjut usia berikutnya.

BAB ## T#N$AUAN PU%TA A

2.1. Masa Tua Pengertian masa tua &lanjut usia' Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. 6asa ini dimulai dari umur enam puluh tahun sampai meninggal, yang ditandai dengan adanya perubahan yang bersi0at 0isik dan psikologis yang semakin menurun. Proses menua .lansia/ adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi 0isik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. *erikut beberapa pendapat mengenai pengertian masa tua ( Menurut Hurl)*k .!00!/, tahap terakhir dalam perkembangan ini dibagi menjadi usia lanjut dini yang berkisar antara usia enampuluh sampai tujuh puluh tahun dan usia lanjut yang dimulai pada usia tujuh puluh tahun hingga akhir kehidupan seseorang. =rangtua muda atau usia tua .usia , hingga 7& tahun/ dan orangtua yang tua atau usia tua akhir .7 tahun atau lebih/ .*altes, +mith>+taudinger, ?harness>*osmann/ dan orang tua

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

lanjut .8 tahun atau lebih/ dari orang4orang dewasa lanjut yang lebih muda .#ohnson>Perlin/. ( Menurut $.+. %antr)*k .#.1.+antro(k, !00!, h.190/, ada dua pandangan tentang de0inisi orang lanjut usia atau lansia, yaitu menurut pandangan orang barat dan orang $ndonesia. Pandangan orang barat yang tergolong orang lanjut usia atau lansia adalah orang yang sudah berumur , tahun keatas, dimana usia ini akan membedakan seseorang masih dewasa atau sudah lanjut. +edangkan pandangan orang $ndonesia, lansia adalah orang yang berumur lebih dari ,0 tahun. Lebih dari ,0 tahun karena pada umunya di $ndonesia dipakai sebagai usia maksimal kerja dan mulai tampaknya (iri4(iri ketuaan. ( Ba,an kesehatan ,unia &+H-' menetapkan , tahun sebagai usia yang menunjukkan proses penuaan yang berlangsung se(ara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi. =rganisasi 3esehatan %unia .1'=/ menggolongkan lanjut usia menjadi & yaitu - usia pertengahan .middle age/ & 4 9 tahun, Lanjut usia .elderly/ ,0 47& tahun, lanjut usia tua .old/ 7 : 90 tahun dan usia sangat tua .5ery old/ diatas 90 tahun. ( Menurut Pra.itn) dalam )ryo .!00!/ mengatakan bahwa setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia , tahun ke atas, tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya men(ari na0kah untuk keperluan pokok bagi kehidupannya sehari4hari.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

Penggolongan lansia menurut %epkes dikutip dari )9is .199&/ menjadi tiga kelompok yakni a/ 3elompok lansia dini . memasuki lansia. b/ 3elompok lansia ., tahun ke atas/. (/ 3elompok lansia resiko tinggi, yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun. : ,& tahun/, merupakan kelompok yang baru

%ari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, lanjut usia merupakan periode di mana seorang indi5idu telah men(apai kemasakan dalam proses kehidupan, serta telah menunjukan kemunduran 0ungsi organ tubuh sejalan dengan waktu, tahapan ini dapat mulai dari usia sampai meninggal. tahun

/iri ( *iri masa tua a. 6enurut 'urlo(k .'urlo(k, 1980, h."80/ terdapat beberapa (iri4(iri orang lanjut usia, yaitu @ Usia lanjut merupakan periode kemunduran. 3emunduran pada lansia sebagian datang dari 0aktor 0isik dan 0aktor psikologis. 3emunduran dapat berdampak pada psikologis lansia. 6oti5asi memiliki peran yang penting dalam kemunduran pada lansia. 3emunduran pada lansia semakin (epat apabila memiliki moti5asi yang rendah, sebaliknya jika memiliki moti5asi yang kuat maka kemunduran itu akan lama terjadi.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

@ =rang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas. Lansia memiliki status kelompok minoritas karena sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap orang lanjut usia dan diperkuat oleh pendapat4pendapat klise yang jelek terhadap lansia. Pendapat4pendapat klise iu seperti - lansia lebih senang mempertahankan pendadapatnya daripada mendengarkan pendapat orang lain. @ 6enua membutuhkan perubahan peran. Perubahan peran tersebut dilakukan karena lansia mulai mengalami kemunduran dalam segala hal. Perubahan peran pada lansia sebaiknya dilakukan atas dasar keinginan sendiri bukan atas dasar tekanan dari lingkungan. @ Penyesuaian yang buruk pada lansia. Perlakuan yang buruk terhadap orang lanjut usia membuat lansia (enderung mengembangkan konsep diri yang buruk. Lansia lebih memperlihatkan bentuk perilaku yang buruk. 3arena perlakuan yang buruk itu membuat penyesuaian diri lansia menjadi buruk.

2.2. Peru0ahan 1isik Pa,a Masa Tua Perkembangan 0isik pada masa lansia terlihat pada perubahan perubahan 0isiologis yang bisa dikatakan mengalami kemunduran, perubahan perubahan biologis yang dialami pada masa lansia yang terlihat adanya kemunduran tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan terhadap kondisi psikologis. Perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut, membawa penurunan 0isik yang lebih besar dibandingkan dengan periode periode usia sebelumnya.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

3ita akan men(atat rentetan perubahan perubahan dalam penurunan 0isik yang terkait dengan penuaan, dengan penekanan pentingnya perkembangan perkembangan baru dalam penelitian proses penuaan yang men(atat bahwa kekuatan tubuh perlahan lahan menurun dan hilangnya 0ungsi tubuh kadangkala dapat diperbaiki. 8erdapat sejumlah perubahan 0isik yang terjadi pada periode lansia menurut Alida Prayitno yaitu

Perubahan 0isik bukan lagi pertumbuhan tetapi pergantian dan perbaikan sel4sel tubuh. Penurunan mitosis menyebabkan ke(epatan jumlah sel yang rusak tidak seimbang dengan jumlah sel yang baru. 3eadaan ini menyebabkan tubuh lebih banyak kehilangan sel, daripada jumlah sel yang baru sebagai pengganti. %iperkirakan orang berusia antara umur , : 70 tahun akan kehilangan !0 2 dari keseluruhan sel4sel sara0 yang dimilikinya.

Pertumbuhan dan reproduksi sel4sel menurun. Pada proses ini terjadi banyak kegagalan dalam pergantian sel4sel tersebut sehingga lansia lebih lama sembuh apabila mengalami sakit. 3ehilangan sel4sel tubuh yang menyebabkan penurunan kekuatan dan e0isiensi 0ungsi tubuh, dan kemampuan indera perasa pada lansia. 'al ini terkait dengan perubahan otot, yaitu terjadinya penurunan 9at kolagen yang ber0ungsi untuk menjaga elastisitas

Penurunan %orongan +eks. 6enurut 6aster dan #ohnson .19,8/ bahwa se(ara psikologis tidak ada alasan mengatakan bahwa orang yang sudah tua tidak dapat lagi menikmati hubungan seks dengan pasangannya,

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

bahkan wanita mengalami pembaruan minat dan kesenangan terhadap hubungan seks. Pada pria yang telah mengalami klimakterium akan memerlukan waktu lama untuk men(apai ereksi dan lebih lama jarak periode re0a(tory, namun bukan berarti mereka terkena impoten. 8erpeliharanya ekspresi seksual tergantung pada kesehatan 0isik dan mental lansia tersebut 6enurut 'urlo(k .1980/ terjadi perubahan 0isik berupa penampilan pada usia dewasa akhir, diantanya adalah 1. %aerah kepala !. 'idung menjulur lemas *entuk mulut akan berubah karena hilangnya gigi 6ata kelihatan pudar %agu berlipat dua atau tiga 3ulit berkerut da kering 7ambut menipis dan menjadi putih

%aerah 8ubuh *ahu membungkuk dan tampak menge(il Perut membesar dan tampak membun(it Pinggul tampak menggendor dan tampak lebih besar Baris pinggang melebar Payudara pada wanita akan mengendor

".

%aerah persendian Pangkal tangan menjadi kendor dan terasa berat

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

3aki menjadi kendor dan pembuluh darah balik menonjol 8angan menjadi kurus kering 3aki membesar karena otot4otot mengendor 3uku tangan dan kaki menebal, mengeras dan mengapur.

Pada umumnya perubahan pada masa lansia meliputi perubahan dari tingkat sel sampai kesemua sistem organ tubuh, diantaranya sistem perna0asan, pendengaran, penglihatan, kardio5askuler, sistem pengaturan tubuh, muskuloskeletal, gastrointestinal, genito urinaria, endokrin dan integumen. a. Sistem pernafasan pada lansia. 3apasitas perna0asan pada lansia akan menurun pada usia !0 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru paru kehilangan elatisitasnya, dada menyusut, dan dia0ragma melemah. 6eskipun begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut dapat memperbaiki 0ungsi paru paru dengan latihan latihan memperkuat dia0ragma. 1/ =tot perna0asan kaku dan kehilangan kekuatan, sehingga 5olume udara inspirasi berkurang, sehingga perna0asan (epat dan dangkal. !/ Penurunan akti5itas silia menyebabkan penurunan reaksi batuk sehingga potensial terjadi penumpukan sekret. "/ Penurunan akti5itas paru .mengembang > mengempisnya/ sehingga jumlah udara perna0asan yang masuk keparu mengalami penurunan, kalau pada perna0asan yang tenang kira kira 00 ml. &/ )l5eoli semakin melebar dan jumlahnya berkurang .luas permukaan normal 0mC/, D menyebabkan terganggunya prose di0usi.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

Penurunan oksigen .=!/ )rteri menjadi 7 mm'g menggangu prose oksigenasi dari hemoglobin, sehingga =! tidak terangkut semua kejaringan.

,/

?=! pada arteri tidak berganti sehingga komposisi = ! dalam arteri juga menurun yang lama kelamaan menjadi ra(un pada tubuh sendiri.

7/ kemampuan batuk berkurang, sehingga pengeluaran sekret > (orpus alium dari saluran na0as berkurang sehingga potensial terjadinya obstruksi. b. Perubahan Sistem persyarafan. 1/ ?epatnya menurunkan hubungan persyara0an. !/ Lambat dalam merespon dan waktu untuk ber0ikir. "/ 6enge(ilnya syara0 pan(a indera. &/ *erkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, menge(ilnya syara0 pen(ium > perasa lebih sensiti0 terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.
5)

=tak dan sistem syara0. )spek yang signi0ikan dari proses penuaan mungkin adalah bahwa neuron neuron itu tidak mengganti dirinya sendiri. 6eskipun demikian otak dapat (epat sembuh dan

memperbaiki kemampuannya, hanya kehilangan sebagian ke(il dari kemampuannya untuk bisa ber0ungsi di masa dewasa akhir. ,/ Perkembangan +ensori. Perubahan sensori 0isik masa dewasa akhir melibatkan indera penglihatan,pendengaran, perasa, pembau, dan indera peraba. Pada masa dewasa akhir penurunan indera penglihatan bisa mulai dirasakan

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

dan terjadi mulai awal masa dewasa tengah. )daptasi terhadap gelap lebih menjadi lambat, yang berarti bahwa orang rang lanjut usia membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kembali penglihatan mereka ketika keluar dari ruangan yang terang menuju ke tempat yang agak gelap. Penurunan penglihatan ini biasanya dapat dirunut dari pengurangan kualitas dan intensitas (ahaya yang men(apai retina. %i pun(ak usia tua, perubahan ini mungkin disertai oleh perubahan perubahan kemunduran dalam retina, menyebabkan beberapa kesulitan dalam penglihatan. 6eskipun pendengaran dapat mulai pada masa dewasa tengah, hal itu biasanya tidak banyak membawa kesulitan sampai masa dewasa akhir. Pada saat itu banyak sekali alat bantu pendengaran yang bisa dipakai untuk bantuan pendengaran. 8uli, biasanya disebabkan oleh

kemunduran selaput telinga, syara0 penerima penerima suara didalam telinga. +elain berukurangnya penglihatan dan pendengaran juga mengalami penurunan dalam kepekaan rasa dan bau. 3epekaan terhadap rasa pahit dan masam bertahan lebih lama dibandingkan dengan rasa manis dan asin. c. Perubahan panca indera yang terjadi pada lansia. ?iri : (iri perubahan pada indra masa lansia salahsatunya sekresi sali5a berkurang mengakibatkan pengeringan rongga mulut. Papil4papil pada permukaan lidah mengalami atro0i sehingga terjadi penurunan

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

sensiti5itas terhadap rasa terutama rasa manis dan asin. 3eadaan ini akan mempengaruhi na0su makan, dan dengan demikian asupan gi9i juga akan terpengaruh. 3eadaan ini mulai pada usia 70 tahun. Perubahan indera pen(iuman, penglihatan dan pendengaran juga mengalami penurunan 0ungsi seiring dengan bertambahnya usia. *erikut ini perubahan : perubahan pada pan(a indra tersebut

Penglihatan

a/ 3ornea lebih berbentuk skeris. b/ +0ingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar. (/ Lensa lebih suram .kekeruhan pada lensa/. d/ 6eningkatnya ambang pengamatan sinar - daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat, susah melihat dalam (ahaya gelap. e/ 'ilangnya daya akomodasi. 0/ 6enurunnya lapang pandang > berkurangnya luas pandang. g/ 6enurunnya daya membedakan warna biru atau warna hijau pada skala.

Pendengaran.

a/ Presbiakusis .gangguan pada pendengaran/ - 'ilangnya kemampuan .daya/ pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara, antara lain nada nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata kata, 0 2 terjadi pada usia diatas umur , tahun. b/ 6embran timpani menjadi atropi menyebabkan otosklerosis. (/ 8erjadinya pengumpulan serumen, dapat mengeras karena

meningkatnya kreatin.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

Penge(ap dan penghidu.

a/ 6enurunnya kemampuan penge(ap. b/ 6enurunnya kemampuan penghidu sehingga mengakibatkan selera makan berkurang.

Peraba.

a/ 3emunduran dalam merasakan sakit. b/ 3emunduran dalam merasakan tekanan, panas dan dingin. d. Perubahan cardiovaskuler pada usia lanjut. 8idak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. *agaimanapun, kita mengetahui bahwa ketika sakit jantung tidak mun(ul, jumlah darah yang dipompa sama tanpa mempertimbangakan usia pada masa dewasa. 3enyataannya para ahli penuaan berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas meningkat bukan menurun.

*erikut ini perubahannya 1/ 3atub jantung menebal dan menjadi kaku. !/ 3emampuan jantung memompa darah menurun 1 2 pertahun sesudah berumur !0 tahun. 'al ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan 5olumenya. "/ 3ehilangan elastisitas pembuluh darah. 3urangnya e0ekti0itasnya pembuluh darah peri0er untuk oksigenasi, perubahan posisi dari tidur

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

keduduk . duduk ke berdiri / bisa menyebabkan tekanan darah menurun menjadi , mm'g . mengakibatkan pusing mendadak /. &/ 8ekanan darah meningkat akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah peri0er .normal E 170;9 mm'g /. e. Sistem genito urinaria. 1/ Binjal, 6enge(il dan nephron menjadi atropi, aliran darah ke ginjal menurun sampai 0 2, penyaringan diglomerulo menurun sampai 0 2, 0ungsi tubulus berkurang akibatnya kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin, berat jenis urin menurun proteinuria . biasanya F 1 / G *UH meningkat sampai !1 mg 2 G nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat. !/ Iesika urinaria ; kandung kemih, =tot otot menjadi lemah, kapasitasnya menurun sampai !00 ml atau menyebabkan 0rekwensi *)3 meningkat, 5esika urinaria susah dikosongkan pada pria lanjut usia sehingga meningkatnya retensi urin. "/ &/ / Pembesaran prostat E 7 2 dimulai oleh pria usia diatas , tahun. )tropi 5ul5a. Iagina, +elaput menjadi kering, elastisotas jaringan menurun juga permukaan menjadi halus, sekresi menjadi berkurang, reaksi si0atnya lebih alkali terhadap perubahan warna. ,/ %aya seJual, Krekwensi sexsual intercouse (endrung menurun tapi kapasitas untuk melakukan dan menikmati berjalan terus. f. Sistem endokrin / metabolik pada lansia. 1/ Produksi hampir semua hormon menurun.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

!/ "/

Kungsi paratiroid dan sekesinya tak berubah. Pituitary, Pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah dan hanya ada di pembuluh darah dan berkurangnya produksi dari )?8', 8+', K+' dan L'.

&/

6enurunnya akti5itas tiriod *67 turun dan menurunnya daya pertukaran 9at.

/ ,/

6enurunnya produksi aldosteron. 6enurunnya sekresi hormon bonads - progesteron, estrogen, testosteron.

7/

%e0isiensi hormonall dapat menyebabkan hipotirodism, depresi dari sumsum tulang serta kurang mampu dalam mengatasi tekanan jiwa .stess/.

g. Perubahan sistem pencernaan pada usia lanjut. 1/ 3ehilangan gigi, Penyebab utama adanya periodontal disease yang biasa terjadi setelah umur "0 tahun, penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gi9i yang buruk. !/ $ndera penge(ap menurun, )danya iritasi yang kronis dari selaput lendir, atropi indera penge(ap .E 80 2/, hilangnya sensiti5itas dari syara0 penge(ap dilidah terutama rasa manis, asin, asam > pahit. "/ &/ Aso0agus melebar. Lambung, rasa lapar menurun .sensiti5itas lapar menurun /, asam lambung menurun, waktu mengosongkan menurun. / ,/ Peristaltik lemah > biasanya timbul konstipasi. Kungsi absorbsi melemah .daya absorbsi terganggu/.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

7/

Li5er .hati/, 6akin menge(il > menurunnya tempat penyimpanan, berkurangnya aliran darah.

h. Sistem muskuloskeletal. 1/ 8ulang kehilangan densikusnya D rapuh. !/ resiko terjadi 0raktur. "/ kyphosis. &/ persendian besar > menjadi kaku. / pada wanita lansia L resiko 0raktur. ,/ Pinggang, lutut > jari pergelangan tangan terbatas. 7/ Pada diskus inter5ertebralis menipis dan menjadi pendek . tinggi badan berkurang/. a. Berakan 5olunter - gerakan berlawanan. b. Berakan re0lektonik - Berakan diluar kemauan sebagai reaksi terhadap rangsangan pada lobus. (. Berakan in5olunter - Berakan diluar kemauan, tidak sebagai reaksi terhadap suatu perangsangan terhadap lobus d. Berakan sekutu - Berakan otot lurik yang ikut bangkit untuk menjamin e0ekti0itas dan ketangkasan otot 5olunter. i. Perubahan sistem kulit & karingan ikat. 1/ 3ulit keriput akibat kehilangan jaringan lemak. !/ 3ulit kering > kurang elastis karena menurunnya (airan dan hilangnya jaringan adiposa "/ 3elenjar kelenjar keringat mulai tak bekerja dengan baik, sehingga tidak begitu tahan terhadap panas dengan temperatur yang tinggi.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

&/ 3ulit pu(at dan terdapat bintik bintik hitam akibat menurunnya aliran darah dan menurunnya sel sel yang meproduksi pigmen. / 6enurunnya aliran darah dalam kulit juga menyebabkan

penyembuhan luka luka kurang baik. ,/ 3uku pada jari tangan dan kaki menjadi tebal dan rapuh. 7/ Pertumbuhan rambut berhenti, rambut menipis dan botak serta warna rambut kelabu. 8/ Pada wanita L ,0 tahun rambut wajah meningkat kadang kadang menurun. 9/ 8emperatur tubuh menurun akibat ke(epatan metabolisme yang menurun. 10/ 3eterbatasan re0lek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang banyak rendahnya akit0itas otot. j. Perubahan sistem reproduksi dan kegiatan sexual. 1/ Perubahan sistem reprduksi. a/ selaput lendir 5agina menurun;kering. b/ men(iutnya o5arium dan uterus. (/ atropi payudara. d/ testis masih dapat memproduksi meskipun adanya penurunan se(ara berangsur berangsur. e/ dorongan seJ menetap sampai usia diatas 70 tahun, asal kondisi kesehatan baik. !/ 3egiatan seJual.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

Pada masa usia lanjut khususnya pada wanita salah satu (iri perubahannya yaitu mengalami 0ase menopause. )kibat berhentinya haid, berbagai organ reproduksi akan mengalami perubahan. 7ahim mengalami antropi .keadaan kemunduran gi9i jaringan/, panjangnya menyusut, dan dindingnya menipis. #aringan miometrium .otot rahim/ menjadi sedikit dan lebih banyak mengandung jaringan 0ibriotik .si0at berserabut se(ara berlebihan/. Leher rahim .ser5iks/ menyusut tidak menonjol kedalam 5agina bahkan lama4lama akan merata dengan dinding 5agina. Lipatan4lipatan saluran telur menjadi lebih pendek, menipis, dan mengerut. 7ambut getar yang ada pada ujung saluran telur atau 0imbria menghilang .3asdu, !00! - 8/. )kibat perubahan organ reproduksi maupun hormon tubuh pada saat menopouse mempengaruhi berbagai keadaan 0isik tubuh seorang wanita. 3eadaan ini berupa keluhan4keluhan ketidaknyamanan yang timbul dalam kehidupan sehari4hari. 1/ Hot flushes .perasaan panas/ )dalah rasa panas yang luar biasa pada wajah dan tubuh bagian atas .seperti leher dan dada/. %engan perabaan tangan akan terasa adanya peningkatan suhu pada daerah tersebut. Bejolak panas terjadi karena jaringan4jaringan yang sensiti0 atau yang bergantung pada esterogen akan terpengaruh sewaktu kadar estrogen menurun. Pan(aran panas diperkirakan merupakan akibat dari pengaruh hormon pada bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur temperatur tubuh.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

!/

3eringat *erlebihan ?ara bekerjanya se(ara persis tidak diketahui, tetapi pan(aran panas pada tubuh akibat pengaruh hormon yang mengatur termostat tubuh pada suhu yang lebih rendah. )kibatnya, suhu udara yang semula dirasakan nyaman, mendadak menjadi terlalu panas dan tubuh mulai menjadi panas serta mengeluarkan keringat untuk mendinginkan diri. +elain itu, dalam kehidupan seorang wanita, jaringan4jaringan 5agina menjadi lebih tipis dan berkurang kelembabannya seiring dengan kadar estrogen yang menurun. Bejala lain yang dialami wanita adalah berkeringat dimalam hari.

"/

Iagina 3ering Perubahan pada organ reproduksi, diantaranya pada daerah 5agina sehingga dapat menimbulkan rasa sakit pada saat berhubungan intim. +elain itu, akibat berkurangnya estrogen menyebabkan keluhan gangguan pada epitel 5agina, jaringan penunjang, dan elastisitas dinding 5agina. Padahal, epitel 5agina mengandung banyak reseptor estrogen yang sangat membantu mengurangi rasa sakit dalam berhubungan seksual.

&/

8idak dapat menahan air seni 3etika usia bertambah, air seni sering tidak dapat ditahan pada saat bersin dan batuk. 'al ini akibat estrogen yang menurun sehingga salah satu dampaknya adalah inkonsitensia urin .tidak dapat mengendalikan 0ungsi kandung kemih/. Perlu diketahui, dinding serta lapisan otot polos uretra perempuan juga mengandung banyak reseptor estrogen.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

3ekurangan estrogen menyebabkan terjadinya gangguan penutupan uretra dan perubahan pola aliran urin menjadi abnormal sehingga mudah terjadi in0eksi pada saluran kemih bagian bawah. / 'ilangnya jaringan penunjang 7endahnya kadar estrogen dalam tubuh berpengaruh pada jaringan kolagen yang ber0ungsi sebagai jaringan penunjang pada tubuh. 'ilangnya kolagen menyebabkan kulit kering dan keriput, rambut terbelah4belah, rontok, gigi mudah goyang dan gusi berdarah, sariawan, kuku rusak, serta timbulnya rasa sakit dan ngilu pada persendian. ,/ Penambahan berat badan +aat wanita mulai menginjak usia &0 tahun, biasanya tubuhnya mudah menjadi gemuk, tetapi sebaliknya sangat sulit menurunkan berat badannya. *erdasarkan penelitian, setiap kurun 10 tahun, akan bertambah berat badan atau tubuh melebar kesamping se(ara bertahap. 'al ini diduga ada hubungannya dengan turunnya estrogen dan gangguan pertukaran 9at dasar metabolisme lemak. 7/ Bangguan mata 3urang dan hilangnya estrogen mempengaruhi produksi kelenjar air mata sehingga mata terasa kering dan gatal. 8/ Hyeri tulang dan sendi +eiring dengan meningkatnya usia maka beberapa organ tidak lagi mengadakan remodeling, diantaranya tulang. *ahkan, mengalami proses penurunan karena pengaruh dari perubahan organ lain. +elain

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

itu dengan bertambahnya usia penyakit yang timbul semakin beragam. 'al ini tentu saja berkaitan dengan kebugaran dan kesehatan tubuh wanita .3asdu, !00! - ,/. k. Perubahan otot Penurunan berat badan sebagai akibat hilangnya jaringan otot dan jaringan lemak tubuh. Presentasi lemak tubuh bertambah pada usia &0 tahun dan berkurang setelah usia 70 tahun. Penurunan Lean *ody 6ass . otot, organ tubuh, tulang/ dan metabolisme dalam sel4sel otot berkurang sesuai dengan usia. Penurunan kekuatan otot mengakibatkan orang sering merasa letih dan merasa lemah, daya tahan tubuh menurun karena terjadi atro0i. *erkurangnya protein tubuh akan menambah lemak tubuh. Perubahan metabolisme lemak ditandai dengan naiknya kadar kolesterol total dan trigliserida.

2.3. Peru0ahan Psik)s)sial ,an Ek)n)mi Pa,a Masa Tua Proses menua .aging/ adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi 0isik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. 3eadaan itu (enderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan se(ara umum maupun kesehatan jiwa se(ara khusus pada lansia. 1akt)r("akt)r .ang Mem2engaruhi )da beberapa 0aktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. Kaktor40aktor tersebut hendaklah disikapi se(ara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka dengan bahagia. )dapun beberapa

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

0aktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikuta. Penurunan 3ondisi Kisik +etelah orang memasuki masa lansia umumnya mulai dihinggapi adanya kondisi 0isik yang bersi0at patologis berganda .multiple pathology/, misalnya tenaga berkurang, enerji menurun, kulit makin keriput, gigi makin rontok, tulang makin rapuh, dsb. +e(ara umum kondisi 0isik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan se(ara berlipat ganda. 'al ini semua dapat menimbulkan gangguan atau kelainan 0ungsi 0isik, psikologik maupun sosial, yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. b. Penurunan Kungsi dan Potensi +eksual Penurunan 0ungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan 0isik seperti ( ( ( ( ( Bangguan jantung Bangguan metabolisme, misal diabetes millitus Iaginitis *aru selesai operasi - misalnya prostatektomi 3ekurangan gi9i, karena pen(ernaan kurang sempurna atau na0su makan sangat kurang ( Penggunaan obat4obat tertentu, seperti antihipertensi, golongan steroid, tranMuili9er.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

Faktor psikologis yang menyertai lansia antara lain :


7asa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia +ikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya.

3elelahan atau kebosanan karena kurang 5ariasi dalam kehidupannya. Pasangan hidup telah meninggal. %is0ungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya (emas, depresi, pikun dsb.

(. Perubahan )spek Psikososial Pada umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan 0ungsi kogniti0 dan psikomotor. Kungsi kogniti0 meliputi proses belajar, persepsi, pemahaman, pengertian, perhatian dan lain4lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. +ementara 0ungsi psikomotorik .konati0/ meliputi hal4hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan, tindakan, koordinasi, yang berakibat bahwa lansia menjadi kurang (ekatan. d. Perubahan yang *erkaitan %engan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. 6eskipun tujuan ideal pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua, namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya, karena pensiun sering diartikan sebagai kehilangan

penghasilan, kedudukan, jabatan, peran, kegiatan, status dan harga diri. 7eaksi setelah orang memasuki masa pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

e.

Perubahan %alam Peran +osial di 6asyarakat )kibat berkurangnya 0ungsi indera pendengaran, penglihatan, gerak 0isik dan sebagainya maka mun(ul gangguan 0ungsional atau bahkan ke(a(atan pada lansia. 6isalnya badannya menjadi bungkuk, pendengaran sangat berkurang, penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan. 'al itu sebaiknya di(egah dengan selalu mengajak mereka melakukan akti5itas, selama yang bersangkutan masih sanggup, agar tidak merasa terasing atau diasingkan. 3arena jika keterasingan terjadi akan semakin menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan kdang4kadang terus mun(ul perilaku regresi seperti mudah menangis, mengurung diri, mengumpulkan barang4 barang tak berguna serta merengek4rengek dan menangis bila ketemu orang lain sehingga perilakunya seperti anak ke(il.

#.

Pen.esuaian Diri Pa,a Masa Tua &A,justment' Nang dimaksud dengan penyesuaian diri pada lanjut usia adalah kemampuan orang yang berusia lanjut untuk menghadapi tekanan atau kon0lik akibat perubahan : perubahan 0isik, maupun sosial : psikologis yang dialaminya dan kemampuan untuk men(apai keselarasan antara tuntutan dari dalam diri dengan tuntutan dari lingkungan, yang disertai dengan kemampuan mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan : kebutuhan dirinya tanpa menimbulkan masalah baru.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

Pada orang : orang dewasa lanjut yang menjalani masa pensiun dikatakan memiliki penyesuaian diri paling baik adalah lanjut usia yang sehat, memiliki pendapatan yang layak, akti0, berpendidikan baik, memiliki relasi sosial yang luas termasuk diantaranya teman : teman dan keluarga, dan biasanya merasa puas dengan kehidupannya sebelum pensiun .Palmore, dkk, 198 /. =rang : orang dewasa lanjut dengan penghasilan tidak layak dan kesehatan yang buruk, dan harus menyesuaikan diri dengan stres lainnya yang terjadi seiring dengan pensiun, seperti kematian pasangannya, memiliki lebih banyak kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan 0ase pensiun .+tull > 'at(h, 198&/. Penyesuaian diri lanjut usia pada kondisi psikologisnya berkaitan dengan dimensi emosionalnya dapat dikatakan bahwa lanjut usia dengan keterampilan emosi yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan bahagia dan berhasil dalam kehidupan, menguasai kebiasaan pikiran yang mendorong produkti5itas mereka. =rang yang tidak dapat menghimpun kendali tertentu atas kehidupan emosinya akan mengalami pertarungan batin yang merampas kemampuan mereka untuk

berkonsentrasi ataupun untuk memiliki pikiran yang jernih. =hman > +oares .1998/ melakukan penelitian yang menghasilkan kesimpulan bahwa sistem emosi memper(epat sistem kogniti0 untuk mengantisipasi hal buruk yang mungkin akan terjadi. +timuli yang rele5an dengan rasa takut menimbulkan reaksi bahwa hal buruk akan terjadi. 8erlihat bahwa rasa takut mempersiapkan indi5idu untuk antisipasi datangnya hal tidak menyenangkan yang mungkin akan terjadi. +e(ara otomatis indi5idu akan

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

bersiap menghadapi hal4hal buruk yang mungkin terjadi bila mun(ul rasa takut. 3etika indi5idu memasuki 0ase lanjut usia, gejala umum yang nampak yang dialami oleh orang lansia adalah Operasaan takut menjadi tuaP. 3etakutan tersebut bersumber dari penurunan kemampuan yang ada dalam dirinya. 3emunduran mental terkait dengan penurunan 0isik sehingga mempengaruhi kemampuan memori, inteligensi, dan sikap kurang senang terhadap diri sendiri. 6enurut suatu jurnal, disebutkan bahwa semakin tinggi usia seseorang maka a0ek4a0ek positi0nya akan lebih banyak. 'al tersebut dikarenakan adanya 0aktor pendewasaan, pengalaman hidup, dll walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan, dijumpai lansia yang emosinya tidak OintegratedP, hal tersebut sangat berkaitan erat dengan pengalaman hidup yang telah dilalui. .)ge47elated %i00eren(es and ?hange in Positi5e and Hegati5e )00e(t =5er !" Nears, #ournal o0 Personality and +o(ial Psy(hology !001, Iol. 80, Ho. 1, 1",41 1/.

1. Pen.esuaian ,iri ,alam kehi,u2an s)sial -rang lanjut usia memiliki status kel)m2)k min)ritas Lansia memiliki status kelompok minoritas karena sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap orang lanjut usia dan diperkuat oleh pendapat4pendapat klise yang jelek terhadap lansia. Pendapat4pendapat klise iu seperti - lansia lebih senang mempertahankan pendadapatnya daripada mendengarkan pendapat orang lain. 6enua membutuhkan perubahan peran. Perubahan peran tersebut dilakukan

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

karena lansia mulai mengalami kemunduran dalam segala hal. Perubahan peran pada lansia sebaiknya dilakukan atas dasar keinginan sendiri bukan atas dasar tekanan dari lingkungan. Pen.esuaian .ang 0uruk 2a,a lansia Perlakuan yang buruk terhadap orang lanjut usia membuat lansia (enderung mengembangkan konsep diri yang buruk. Lansia lebih memperlihatkan bentuk perilaku yang buruk. 3arena perlakuan yang buruk itu membuat penyesuaian diri lansia menjadi buruk. Peru0ahan s)sial Umumnya lansia banyak yang melepaskan partisipasi sosial mereka, walaupun pelepasan itu dilakukan se(ara terpaksa. =rang lanjut usia yang memutuskan hubungan dengan dunia sosialnya akan mengalami kepuasan. Pernyataan tadi merupakan disaggrement theory. )kti5itas sosial yang banyak pada lansia juga mempengaruhi baik buruknya kondisi 0isik dan sosial lansia. .#.1.+antro(k, !00!, h.!"9/ 2. Pen.esuaian ,iri terha,a2 keluarga Peru0ahan kehi,u2an keluarga +ebagian besar hubungan lansia dengan anak jauh kurang memuaskan yang disebabkan oleh berbagai ma(am hal. Penyebabnya antara lain - kurangnya rasa memiliki kewajiban terhadap orang tua, jauhnya jarak tempat tinggal antara anak dan orang tua. Lansia tidak akan merasa terasing jika antara lansia dengan anak memiliki hubungan yang memuaskan sampai lansia tersebut berusia 0 sampai tahun.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

=rang tua usia lanjut yang perkawinannya bahagia dan tertarik pada dirinya sendiri maka se(ara emosional lansia tersebut kurang tergantung pada anaknya dan sebaliknya. Umumnya ketergantungan lansia pada anak dalam hal keuangan. 3arena lansia sudah tidak memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. )nak4anaknya pun tidak semua dapat menerima permintaan atau tanggung jawab yang harus mereka penuhi. Perubahan4perubahan tersebut pada umumnya mengarah pada kemunduruan kesehatan 0isik dan psikis yang akhirnya akan berpengaruh juga pada akti5itas ekonomi dan sosial mereka. +ehingga se(ara umum akan berpengaruh pada akti5itas kehidupan sehari4hari. 3. Hu0ungan s)si)(em)si)nal lansia 6asa penuaan yang terjadi pada setiap orang memiliki berbagai ma(am penyambutan. )da indi5idu yang memang sudah mempersiapkan segalanya bagi hidupnya di masa tua, namun ada juga indi5idu yang merasa terbebani atau merasa (emas ketika mereka beranjak tua. 8akut di tinggalkan oleh keluarga, takut merasa tersisihkan dan takut akan rasa kesepian yang akan datang. 3eberadaan lingkungan keluarga dan sosial yang menerima lansia juga akan memberikan kontribusi positi0 bagi perkembangan sosio4 emosional lansia, namun begitu pula sebaliknya jika lingkungan keluarga dan sosial menolaknya atau tidak memberikan ruang hidup atau ruang interaksi bagi mereka maka tentunya memberikan dampak negati0 bagi kelangsungan hidup lansia.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

6enurut teori akti5itas .activity theory/, semakin orang dewasa lanjut akti0 dan terlibat, semakin ke(il kemungkinan mereka menjadi renta dan semakin besar kemngkinan mereka merasa puas dengan

kehidupannya. %alam hal ini penting bagi para dewasa lanjut untuk menemukan peran4peran pengganti untuk tetap menjaga keakti0an mereka dan keterlibatan mereka didalam akti5itas kemasyarakatan. %engan adanya akti5itas pengganti ini maka dapat menghindari indi5idu dari perasaan tidak berguna, tersisihkan, yang membuat mereka menarik diri dari lingkungan. %alam teori rekonstruksi gangguan sosial .social breakdownreconstruction theory/ .3uypers > *engston, 197"/ menyatakan bahwa penuaan dikembangkan melalui 0ungsi psikologis negati5e yang dibawa oleh pandangan4pandangan negati0 tentang dunia sosial dari orang4orang dewasa lanjut dan tidak memadainya penyediaan layanan untuk mereka. 7ekonstruksial dapat terjadi dengan merubah pandangan dunia sosial dari orang4orang dewasa lanjut dan dengan menyediakan sistem4sistem yang mendukung mereka. 3etersediaan layanan bagi dewasa lanjut dapat mengubah pandangan mereka mengeanai lingkungan sosialnya. 6ereka akan tetap mampu untuk berperan akti0 dengan layanan yang ada dan juga mereka akan mengubah pandangan dunia sosial yang negati0 dan meniadakan pemberian label sebagai seseorang yang tidak mampu .incompetent/. %orongan untuk berpartisipasi akti0 orang4orang dewasa lajut di masyarakat dapat meningkatkan kepuasan hidup dan perasaan positi0 mereka terhadap dirinya sendiri.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

##.

Masa Pensiun &Pekerjaan' Pa,a Masa Tua Pensiun ialah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan harus diberhentikan, ataupun atas permintaan sendiri .pensiun muda/. +eseorang yang pensiun biasa mendapat uang pensiun atau pesangon. #ika mendapat pensiun, maka ia tetap mendapatkan sema(am dana pensiun sampai meninggal dunia Pensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba sebagian orang sudah merasa (emas karena tidak tahu kehidupan ma(am apa yang akan dihadapi kelak. %alam era modern seperti sekarang ini, pekerjaan merupakan salah satu 0aktor terpenting yang bisa mendatangkan kepuasan .karena uang, jabatan dan memperkuat harga diri/. =leh karenanya, sering terjadi orang yang pensiun bukannya bisa menikmati masa tua dengan hidup santai, sebaliknya, ada yang malahan mengalami problem serius .kejiwaan atau pun 0isik/.

1akta %ekitar Pensiun

Penurunan kesehatan ti,ak disebabkan secara langsung oleh pensiun, melainkan oleh problem kesehatan yang sebelumnya .sudah/ dialami

Pensiun sebaliknya dapat meningkatkan kesehatan dengan berkurangnya beban tekanan yang harus dihadapi.

6asyarakat mulai memandang bahwa masa pensiun sebenarnya masa yang penuh kesempatan menarik

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

3emungkinan untuk bersantai berkurang karena waktu (enderung tersita untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga

3epuasan perkawinan tidak se(ara signi0ikan dipengaruhi oleh kondisi pensiun yang dialami

)kan

lebih

banyak

waktu

dan

kesempatan

kebersamaan

bagi

keluarga;pasangan

Pengalokasian ke rumah jompo, meninggalnya pasangan, penyakit serius serta adanya (a(at tertentu biasanya menyebabkan perubahan gaya hidup yang drastis

Pre,ikt)r Penentu Terja,in.a Masalah Pa,a Masa Pensiun e2uasan kerja ,an 2ekerjaan Pekerjaan membawa kepuasan tersendiri karena disamping

mendatangkan uang dan 0asilitas, dapat juga memberikan nilai dan kebanggaan pada diri sendiri .karena berprestasi atau pun kebebasan menuangkan kreati5itas/. Hamun ada (atatan, orang yang mengalami problem saat pensiun biasanya justru mereka yang pada dasarnya sudah memiliki kondisi mental yang tidak stabil, konsep diri yang negati0 dan rasa kurang per(aya diri terutama berkaitan dengan kompetensi diri dan

keuangan;penghasilan. +elain itu, masalah harga diri memang sering menjadi akar depresi semasa pensiun karena orang4orang dengan harga diri yang rendah semasa produkti0nya (enderung akan jadi overachiever semata4mata untuk membuktikan dirinya sehingga mereka habis4habisan dalam bekerja sehingga mengabaikan sosialisasi dengan sesamanya pula. Pada saat pensiun,

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

mereka merasa kehilangan harga diri dan ditambah kesepian karena tidak punya teman4teman. Pada orang dengan kondisi kejiwaan yang stabil, konsep diri positi0, rasa per(aya diri kuat serta didukung oleh keuangan yang (ukup, maka orang tersebut akan lebih dapat menyesuaikan diri dengan kondisi pensiun tersebut karena selama tahun4tahun ia bekerja, ia QmenabungQ pengalaman, keahlian serta keuangan untuk menghadapi masa pensiun.

Usia *anyak orang yang takut menghadapi masa tua karena asumsinya jika sudah tua, maka 0isik akan makin lemah, makin banyak penyakit, (epat lupa, penampilan makin tidak menarik dan makin banyak hambatan lain yang membuat hidup makin terbatas. Pensiun sering diidentikkan dengan tanda seseorang memasuki masa tua. *anyak orang mempersepsi se(ara negati0 dengan menganggap bahwa pensiun itu merupakan pertanda dirinya sudah tidak berguna dan dibutuhkan lagi karena usia tua dan produkti5itas makin menurun sehingga tidak menguntungkan lagi bagi perusahaan;organisasi tempat mereka bekerja. +eringkali pemahaman itu tanpa sadar mempengaruhi persepsi seseorang sehingga ia menjadi o5er sensiti0 dan subyekti0 terhadap stimulus yang ditangkap. 3ondisi ini lah yang membuat orang jadi sakit4 sakitan saat pensiun tiba. 6emang, masa tua harus dihadapi se(ara realistis karena tidak mau menghadapi kenyataan bahwa dirinya getting older dan harus pensiun juga membawa masalah serius seperti halnya post power4 syndrome dan depresi. +alah satu (ara mengatasi persepsi negati0 terhadap

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

masa tua adalah dengan mengatakan pada diri sendiri - "Act your age but ! don"t want to act old" esehatan *eberapa orang peneliti melakukan penelitian dan menemukan bahwa kesehatan mental dan 0isik merupakan prekondisi yang mendukung keberhasilan seseorang beradaptasi terhadap perubahan hidup yang disebabkan oleh pensiun. 'al ini masih ditambah dengan persepsi orang tersebut terhadap penyakit atau kondisi 0isiknya. #ika ia menganggap bahwa kondisi 0isik atau penyakit yang dideritanya itu sebagai hambatan besar dan bersikap pesimistik terhadap hidup, maka ia akan mengalami masa pensiun dengan penuh kesukaran. 6enurut hasil penelitian, pensiun tidak

menyebabkan orang jadi (epat tua dan sakit4sakitan, karena justru berpotensi meningkatkan kesehatan karena mereka semakin bisa mengatur waktu untuk berolah tubuh .lihat 0akta seputar pensiun/. %tatus s)sial se0elum 2ensiun +tatus sosial berpengaruh terhadap kemampuan seseorang menghadapi masa pensiunnya. #ika semasa kerja ia mempunyai status sosial tertentu sebagai hasil dari prestasi dan kerja keras .sehingga mendapatkan penghargaan dan pengakuan dari masyarakat atau organisasi/, maka ia (enderung lebih memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik .karena konsep diri yang positi0 dan so(ial network yang baik/. Hamun jika status sosial itu didapat bukan murni dari hasil jerih payah prestasinya .misalnya lebih karena politis dan uang;harta/ maka orang itu justru (enderung mengalami kesulitan saat menghadapi pensiun karena begitu pensiun, maka

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

kebanggaan dirinya lenyap sejalan dengan hilangnya atribut dan 0asilitas yang menempel pada dirinya selama ia masih bekerja.

P)st 2)3er s.n,r)me )rti dari QsyndromeQ itu adalah kumpulan gejala. QPowerQ adalah kekuasaan. #adi, terjemahan dari post power syndrome kira4kira adalah gejala4gejala pas(a kekuasaan. Bejala ini umumnya terjadi pada orang4orang yang tadinya mempunyai kekuasaan atau menjabat satu jabatan, namun ketika sudah tidak menjabat lagi, seketika itu terlihat gejala4gejala kejiwaan atau emosi yang kurang stabil. Bejala4gejala itu biasanya bersi0at negati0, itulah yang diartikan post power syndrome. )da banyak 0aktor yang menyebabkan terjadinya post4power syndrome. Pensiun dini dan P'3 adalah salah satu dari 0aktor tersebut. *ila orang yang mendapatkan pensiun dini tidak bisa menerima keadaan bahwa tenaganya sudah tidak dipakai lagi, walaupun menurutnya dirinya masih bisa memberi kontribusi yang signi0ikan kepada perusahaan, post4power syndrome akan dengan mudah menyerang. )palagi bila ternyata usianya sudah termasuk usia kurang produkti0 dan ditolak ketika melamar di perusahaan lain, post4power syndrome yang menyerang akan semakin parah. Bejala post4power syndrome1. Bejajala 0isik, misalnya menjadi jauh lebih (epat tua tampaknya dibandingkan waktu dia menjabat. 7ambut semakin banyak beruban, keriput, sakit4sakitan, dan menjadi lemah.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

!. Bejala emosi, misalnya (epat teringgung, merasa tidak berharga, menarik diri dari pergaulan,dsb. ". Bejala perilaku, misalnya malu bertemu orang lain, lebih mudah melakukan pola4pola kekerasan atau menunjukkan kemarahan. ?iri4(iri orang yang rentan menderita post4power syndrome1. =rang yang terlalu senang dihargai dan dihormati orang lain, permintaanya senantiasa terlaksana;dituruti, suka dilayani. !. =rang yang membutuhkan pengakuan dari orang lain karena kurangnya harga diri, dengan jabatan dia lebih merasa diakui orang lain. ". =rang yang meletakkan arti hidupnya pada prestise jabatan dan pada kemampuan mengatur orang lain, untuk dapat berkuasa atas orang lain. Post4power syndrome hampir selalu dialami terutama orang yang sudah lanjut usia dan pensiun dari pekerjaannya. 'anya saja banyak orang yang berhasil melalui 0ase ini dengan (epat dan dapat menerima kenyataan dengan hati yang lapang. 8etapi pada kasus4kasus tertentu, dimana seseorang tidak mampu menerima kenyataan yang ada, ditambah dengan tuntutan hidup yang terus mendesak, dan dirinya adalah satu4satunya penopang hidup keluarga, resiko terjadinya post4power syndrome yang berat semakin besar. *eberapa kasus post4power syndrome yang berat diikuti oleh gangguan jiwa seperti tidak bisa berpikir rasional dalam jangka waktu tertentu, depresi yang berat, atau pada pribadi4pribadi intro0ert .tertutup/ terjadi psikosomatik .sakit yang disebabkan beban emosi yang tidak tersalurkan/ yang parah. Post4power syndrome dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. )ntara pria dan wanita, pria lebih rentan terhadap post power sindrome karena

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

pada wanita umumnya lebih menghargai relasi dari pada prestise, prestise dan kekuasaan itu lebih dihargai oleh pria. 3ematangan emosi dan kehangatan keluarga sangat membantu untuk melewati 0ase ini. %an satu (ara untuk mempersiapkan diri menghadapi post4power syndrome adalah gemar menabung dan hidup sederhana. 3arena bila post4power syndrome menyerang, sementara penderita sudah terbiasa hidup mewah, akibatnya akan lebih parah. )pabila seseorang telah mampu menaklukan 0ase Post4Power +yndrome akan jauh menjadi lebih bijaksana dan mampu membuktikan keberman0aatan atas eksistensinya.

###. gangguan 2sik)l)gis 2a,a masa tua a. Bangguan persepsi 'alusinasi dan ilusi pada lanjut usia merupakan 0enomena yang disebabkan oleh penurunan ketajaman sensorik. Pemeriksa harus men(atat apakah penderita mengalami kebingungan terhadap waktu atau tempat selama episode halusinasi dapat disebabkan oleh tumor otak dan patologo 0okal yang lain. b. Proses berpikir Bangguan pada progresi pikiran adalah neologisme, gado4gado kata, sirkumstansialitas, asosiasi longgar, asosiasi bunyi, 0light o0 ideas, dan retardasi. 'ilangnya kemampuan untuk dapat mengerti pikiran abstrak. (. Bangguan +ensorik dan kogniti0

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

+ensorik mempermasalhkan 0ungsi dari indra tertentu, sedangkan kogniti5 merupakan kemampuan seseorang untuk menerima, mengolah, menyimpan dan menggunakan kembali semua masukan sensorik se(ara baik. Kungsi kogniti0 terdiri dari unsur4unsur, memperhatikan .atensi/, mengingat .memori/, mengerti pembi(araan;berkomunikasi .bahasa/, bergerak .motorik/, dan meren(anakan ;melaksanakan keputusan .eksekuti0/ juga intelektual. d. Bangguan 3esadaran $ndikator yang peka terhadap dis0ungsi otak adalah adanya perubahan kesadaran, adanya 0luktuasi tingkat kesadaran. Pada keadaan yang berat penderita dalam keadaan somnolen atau stupor. e. Bangguan =rientasi Bangguan orientasi terhadap waktu, tempat dan orang

berhubungan dengan gangguan kognisi. Bangguan orientasi sering ditemukan pada gangguan kogniti0, gangguan ke(emasan, gangguan buatan, gangguan kon5ersi dan gangguan kepribadian, terutama selam periode stres 0isik atau lingkungan yang tidak mendukung. Pemeriksa dilakukan dengan dua (ara- )pakah penderita mengenali namanya sendiri dan apakah juga mengetahui tanggal, tahun, bulan dan hari. 0. Bangguan %aya ingat %aya ingat dinilai dalam hal daya ingat jangka panjang, pendek dan segera.8es yang diberikan pada penderita dengan memberikan angka enam digit dan penderita diminta untuk mengulangi maju mundur. Penderita dengan daya ingat yang tak terganggu biasanya

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

dapat mengingat enam angka maju dan lima angka mundur. %aya ingat jangka panjang diuji dengan menanyakan tempat dan tanggal lahir, nama dan hari ulang tahun anak4anak penderita. %aya ingat jangka pendek dapat diperiksa dengan beberapa (ara, misalnya dengan menyebut tiga benda pada awal wawan(ara dan meminta penderita mengingat kembali benda tersebut akhir wawan(ara atau dengan memberikan (erita singkat pada penderita dan penderita diminta untuk mengulangi (erita tadi se(ara tepat;persisi. g. Bangguan Kungsi intelektual 3onsentrasi, in0ormasi dan ke(erdasan. +ejumlah 0ungsi intelektual mungkin diajukan untuk menilai pengetahuan umum dan 0ungsi intelektual. 6enghitung dapat diujikan dengan meminta penderita untu mengurangi 7 dari angka 100 dan mengurangi 7 lagi dari hasil akhir dan seterusnya sampai ter(apai angka !. Perasaan(2erasaan .ang Tim0ul 2a,a Masa Tua &Lansia' 6ood, perasaan dan a0ek. %i negara lain, bunuh diri adalah salah satu penyebab utama kematian pada golongan usia lanjut. =leh karena itu pemeriksaan ide bunuh diri pada penderita lanjut usi sangat penting. Perasaan kesepian, tidak berguna, putus asa dan tidak berdaya adalah gejala depresi. 3esepian merupakan alasan yang paling sering dinyatakan oleh para lanjut usia yang ingin bunuh diri. %epresi merupakan resiko yang tinggi untuk bunuh diri. a. 3esepian

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

3esepian atau loneliness,biasanya dialami oleh seorang lanjut usia pada saat meninggalnya pasangan hidup atau teman dekat ,terutama bila dirinya sendiri saat itu juga mengalami penurunan status

kesehatan,misalnya menderita berbagai penyakit 0isik berat,gangguan mobilitas atau gangguan sensorik,terutama gangguan pendengaran .*ro(klehurst4)llen,1987/. 'arus dibedakan antara kesepian dengan hidup sendiri.*anyak diantara lansia yang hidup sendiri tidak mengalami kesepian,karena akti5itas sosial yang masih tinggi,taetapi dilain pihak terhadap lansia yang walaupun hidup dilingkungan yang beranggotakan (ukup banyak ,mengalami kesepian. Pada penderita kesepian ini peran dari organisasi sosial sangat berarti,karena bisa bertindak menghibur,memberikan moti5asi untuk lebih meningkatkan peran sosial penderita,disamping memberikan bantuan pengerjaan pekerjaan dirumah bila bila memang terdapat disabilitas penderita dalam hal4hal tersebut.

b.

%epresi 6enurut kriteria baku yang dikeluarkan oleh %+64$$$ 7 Nang dikeluarkan oleh )sosiasi Psikiater )merika, diagnosis depresi harus memenuhi kriteria dibawah ini .Ian der ?ammen,1991/ untuk diagnosis depresi Perasaan tertekan hampir sepanjang hari

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

+e(ara nyata berkurang perhatian atau keinginan untuk berbagi kesenangan,atau atas semua atau hampir semua akti5itas.

*erat badan turun atau naik se(ara nyata,atau turun atau naiknya selera makan se(ara nyata.

$somnia atau justru hipersomnia. )gitasi atau retardasi psikomotorik. 7asa (apai;lemah atau hilangnya kekuatan. Perasaan tidakn berharga,rasa bersalah yang berlebihan atau tidak tepat .seiring bersi0at delusi/.

'ilangnya kemampuan untuk berpikir,berkosentrasi atau membuat keputusan.

Pikiran

berulang

tentang

kematian

.bukan

sekedar

takut

mati/,pikiran berulang untuk lakukan bunuh diri tanpa ren(ana yang jelas,atau upaya bunuh diri atau ren(ana khusus untuk melakukan bunuh diri 8akdapat dibuktikan bahwa perasaan;gangguan tersebut

disebabkan oleh gangguan organik Bangguan tersebut bukan suatu reaksi normal atas kematian seseorang yang di(intainya .3omplikasi duka4(ita/. Pada saat gangguan tersebut tidak pernah terjadi ilusi atau halusinasi selama berturut4turut ! minggu tanpa adanya gejala perasaan hati yang nyata .misal sebelum gejala perasaan hati tersebut atau setelah perasaan hati menjadi lebih baik/.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

8idak merupakan superimposing pada suatu ski9o0renia, gangguan ski9o0reni0orm,gangguan delusional atau psikotik.

BAB ### PENUTUP esim2ulan Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. %alam mende0inisikan batasan penduduk lanjut usia menurut *adan 3oordinasi 3eluarga *eren(ana Hasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial .*33*H 1998/. 6enurut *erni(e Heugarten .19,8/ #ames ?. ?halhoun .199 / masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. 8etapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. 6enurut +upardjo .198!/ usia kronologis merupakan usia seseorang ditinjau dari hitungan umur dalam angka. %ari berbagai aspek pengelompokan lanjut usia yang paling mudah digunakan adalah usia kronologis, karena batasan usia ini mudah untuk diimplementasikan, karena in0ormasi tentang usia hampir selalu tersedia pada berbagai sumber data kependudukan.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8

%aran +aran dan kritik sangat kami harapkan dalam memperbaiki kekurangan4 kekurangan maupun koreksi4koreksi kesalahan demi kesempurnaan makalah ini.

GANGGUAN KESEHATAN PADA LANSIA

Page 8