Anda di halaman 1dari 72

PEMAKAIAN OBAT PADA PENYAKIT HEPATOBILIER DAN PANKREAS SERTA STRATEGI PEMILIHAN OBAT PADA PENYAKIT HEPAR

JENIS TERAPI
Terapi

tanpa obat Terapi dengan obat Terapi dengan vaksinasi Terapi transplantasi hati

TERAPI TANPA OBAT


Diet

seimbang, jumlah kalori yang dibutuhkan sesuai dengan tinggi badan, berat badan, dan aktivitas. Pada keadaan tertentu, diperlukan diet rendah protein, banyak makan sayur dan buah Melakukan aktivitas sesuai kemampuan untuk mencegah sembelit, menjalankan pola hidup yang teratur dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan. segera beristirahat bila merasa lelah menghindari minuman beralkohol.

Tujuan terapi diet


menghindari

kerusakan hati yang permanen meningkatkan kemampuan regenerasi jaringan hati dengan keluarnya protein yang memadai memperhatikan simpanan nutrisi dalam tubuh mengurangi gejala ketidaknyamanan yang diakibatkan penyakit ini pada penderita sirosis hati, mencegah komplikasi asites, varises esofagus dan ensefalopati hepatik yang berlanjut ke komplikasi hepatik hebat.

TERAPI DENGAN OBAT


Aminoglikosida

Antibiotik digunakan pada kasus abses hati yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Preparat ini diberikan tiga kali sehari secara teratur selama tidak lebih dari tujuh hari, atau sesuai anjuran dokter.

Antiamuba

seperti metronidazole, tinidazole adalah preparat yang digunakan untuk amubiasis. Dengan terapi ini maka risiko terjadinya abses hati karena amuba dapat diminimalkan.

Antivirus

Lamivudine adalah obat antivirus yang efektif untuk penderita hepatitis B. Virus hepatitis B membawa informasi genetik DNA. Obat ini mempengaruhi proses replikasi DNA dan membatasi kemampuan virus hepatitis B berproliferasi.

Dalam

Zidovudine,

pengobatan Anti Retroviral (ARV) pada koinfeksi hepatitis C, saat ini tersedia ARV gratis di Indonesia. ARV yang tersedia gratis adalah Duviral (Zidovudine + Lamivudine) dan Neviral (Nevirapine). Sedangkan Efavirenz (Stocrin) tersedia gratis dalam jumlah yang amat terbatas. Didanosine atau Stavudine tidak boleh diminum untuk penderita yang sedang mendapat pengobatan Interferon dan Ribavirin, karena beratnya efek samping terhadap gangguan faal hati.
termasuk Duviral dan Retrovir harus ketat dipantau bila digunakan bersama Ribavirin (untuk pengobatan hepatitis C), karena masing-masing memudahkan timbulnya anemia. Anemia bisa diantisipasi dengan pemberian eritropoetin atau transfusi darah.

Diuretik Diuretik tertentu, seperti Spironolactone, dapat membantu mengatasi edema yang menyertai sirosis hati, dengan atau tanpa asites. Obat ini tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan keseimbangan elektrolit atau gangguan ginjal berat karena menyebabkan ekskresi elektrolit. Furosemida

kolelitolitik dan hepatic protector. Golongan ini digunakan untuk melindungi hati dari kerusakan yang lebih berat akibat hepatitis dan kondisi lain. Misal calcium pantothenate, L-ornithineL-aspartate, lactulose, metadoxine, phosphatidyl choline, silymarin dan ursodeoxycholic acid dapat digunakan pada kelainan yang disebabkan karena kongesti atau insufisiensi empedu, misalnya konstipasi biliari yang keras, ikterus dan hepatitis ringan, dengan menstimulasi aliran empedu dari hati. Namun demikian, jangan gunakan obat ini pada kasus hepatitis viral akut atau kelainan hati yang sangat toksik.

Kolagogum,

Multivitamin

dengan mineral Golongan ini digunakan sebagai terapi penunjang pada pasien hepatitis dan penyakit hati lainnya. Biasanya penyakit hati menimbulkan gejala-gejala seperti lemah, malaise, dan lain-lain, sehingga pasien memerlukan suplemen vitamin dan mineral. Hati memainkan peranan penting dalam beberapa langkah metabolisme vitamin. Vitamin terdiri dari vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (fat-soluble) seperti vitamin A, D, E dan K atau yang larut dalam air (water-soluble) seperti vitamin C dan B-kompleks.

TERAPI DENGAN VAKSINASI


Interferon

adalah glikoprotein yang diproduksi oleh sel-sel tertentu dan T-limfosit selama infeksi virus. Ada 3 tipe interferon manusia, yaitu interferon a, interferon B dan interferon y; yang sejak tahun 1985 telah diperoleh murni dengan jalan teknik rekombinan DNA. Pada proses ini, sepotong DNA dari leukosit yang mengandung gen interferon, dimasukkan ke dalam plasmid kuman E.coli. Dengan demikian, kuman ini mampu memperbanyak DNA tersebut dan mensintesa interferon.

INTERFERON (INF) ADALAH :

GLICOPROTEIN YANG DIPRODUKSI OLEH SEL-SEL TERTENTU DAN OLEH T-LIMFOSIT SELAMA INFEKSI VIRUS DIBUAT DARI DNA YANG MENGANDUNG GEN INTERFERON DIBIAKKAN DALAM PLASMID KUMAN E COLI. KUMAN INI MAMPU MEMPERBANYAK DNA DAN INTERFERON

MEKANISME KERJA INTERFERON


1)

SEBELUM DI INJEKSI INTERFERON


VIRUS MEMBRAN SEL SEHAT VIRUS DAPAT MASUK KE DALAM SEL

ADA 3 JENIS INTERFERON MANUSIA :


INTERFERON ALFA (UNTUK HEPATITIS) INTERFERON BETA (UNTUK MS) INTERFERON GAMMA
RESEPTOR VIRUS

FUNGSI INTERFERON :

UNTUK MENCEGAH INVEKSI VIRUS LEBIH LANJUT, DENGAN CARA MENDUDUKI RESEPTOR VIRUS DI MEMBRAN SEL, SEHINGGA VIRUS TIDAK DAPAT MASUK KE DALAM SEL BERSIFAT VIRUSTATIKA JUGA SEBAGAI CYTOSTATIKA (ANTI TUMOR), KARENA INTERFERON DAPAT MENSTIMULIR PRODUKSI MAKROFAG DAN NK-CELL (NATURAL KILLED CELL) YANG DAPAT MENDETEKSI DAN MEMHANCURKAN SEL YANG TERINFEKSI VIRUS INTERFERON ALFA UNTUK HEPATITIS DAN LEUKEMIA TERTENTU INTERFERON BETA UNTUK MULTIPLE SCLEROSIS (MS) INTERFERON GAMMA UNTUK MNGATUR IMUN (KHASIAT ANTI VIRALNYA LEMAH)

2)

SESUDAH DI INJEKSI INTERFERON


VIRUS HIV TIDAK DAPAT MASUK KE DALAM SEL

INTERFERON

Umar Said/Man.Pel.Log.2005

HEPATITIS

DEFINISI
Hepatitis adalah peradangan hati Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut hepatitis kronis.

Hepatitis virus adalah infeksi yang dapat menghancurkan sel-sel hati yang disebabkan oleh virus tertentu.

Hepatitis non-virus disebut juga toksik atau hepatitis akibat obat-obatan, merupakan bentuk dari hati yang meradang akibat pemakaian obat-obatan dan bahan kimia

Hepatitis autoimun merupakan jenis penyakit hepatitis yang disebabkan karena adanya kelainan pada sistem imun yang bersifaat bawaan

Hepatitis non-virus

PENYEBAB
Hepatitis virus
Zat kimia (ex. Karbon tetraklorida, vinil klorida, trikloroetilena), alkohol, obat tertentu, kekurangan oksigen.

HAV masa inkubasi 28 hari, penyebaran melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

HCV penyebaran melalui tranfusi darah dari donor yang tidak mempunyai gejala.

HFV belum lama ditemukan, bahan-bahan genetisnya belum diamalisa secara lengkap.

HBV masa inkubasi panjang 120 hari, penyebaran melalui tranfusi darah, dan feses.

HDC (hepatitis delta) ditemukan pada penderita hepatitis B.

HGV penyebaran via tranfusi dan jarum yang terkontaminasi,berlangsung tanpa gejala yang nyata.

GEJALA
Tingkat pertama penderita merasa cepat lelah, kehilangan nafsu makan (BB turun), gelisah, depresi, sakit kepala, lemah, sedikit sensistif terhadap cahaya dan kadang disertai muntah.

Selanjutnya timbul demam (1-5 hari sebelum penyakit kuning), urin berwarna hitam dan feses berwarna hitam kemerahan.

Selama stadium penyakit kuning ( 1-2 minggu), penderita merasa sakit dan bengkak terutama untuk hepatitis B dan C. Dokter akan mendeteksi perut yang rapuh juga hati yang membesar dan rapuh.

Selama masa penyembuhan, kebanyakan gejala akan berkurang atau hilang dan hati yang membesar mengalami pengurangan. Tingkatan ini biasanya berakhir 2-12 minggu.

1. Pengertian
Jenis yang disebabkan virus VHA menular melalui makanan/minuman yang tercemar kotoran (tinja) yang terinfeksi masuk kemulut orang lain.

2. Gejala hepatisis A
Jika anak-anak yang terkena virus maka tidak ada gejala apapun Jika orang dewasa gejalanya yaitu : a. kulit dan mata jadi kuning (ikterus) b. kelelahan c. sakit perut kanan-atas d. hilang nafsu makan e. berat badan menurun f. demam g. mual & mencret / diare h. air seni seperti the/kotoran berwarna dempul i. sakit sendi

1. Pengertian
Jenis yang disebabkan virus VHB atau virus nonsitopatik artinya tidak langsung merusak hati tapi sebaliknya menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga terjadi peradangan.

2. Gejala hepatisis B
Sekitar 30-40 % orang terinfeksi virus ini tidak mengalami gejala apapun biasanya 4-6 minggu setelah terinfeksi. Demam,sakit kepala,mual ,sakit otot,hilang nafsu makan ,mata & kulit kuning, airseni berwarna gelap.

Urtikaria (rasa gatal yang berbintik-bintik merah),artritis (peradangan sendi), dan polineuropati (semutan atau rasa terbakar pada lengan dan kaki).

1. Pengertian
Jenis yang disebabkan virus VHC yang dapat menyebabkan infeksi seumur hidup,sirosis hati, kanker hati, kegagalan hati dan kematian.

2. Gejala hepatitis C
Demam, sakit kepala, mual, sakit otot, hilang nafsu makan, mata&kulit kuning, airseni berwarna gelap.
Jadi hepatitis C itu paling berbahaya!

HEPATITIS D

HDV atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan atau amat progresif.

HEPATITIS E

Memiliki gejala mirip hepatitis A. Penyakit yang akan sembuh sendiri (self-limited), kecuali bila terjadi pada kehamilan, khususnya trisemester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi.

HEPATITIS F

Hepatitis F baru sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

HEPATITIS G

Gejala hepatitis G serupa dengan Hepatitis C. Seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B atau hepatitis C.

Perjalanan Hepatitis virus


Hepatitis Akut

Sembuh (90%) Kronik (10%) Hepatitis kronik Sirosis hati Kanker hati Kronik (90%) Sembuh (10 % )

Interferon Interferon alfa Interferon alfa-2a Interferon alfa-2b Lamivudin Adefovir Ribavirin Analog Nucleotide lainnya : Entecavir, telbivudine, Emtricitabine, Clevudine.

Obat untuk Hepatitis. 1. Lamivudin Indikasi : Hepatitis B kronik. Dosis : Dewasa, anak > 12 tahun : 100 mg 1 x sehari. Anak usia 2 11 tahun : 3 mg/kg 1 x sehari (maksimum 100 mg/hari). Efek samping : diare, nyeri perut, ruam, malaise, lelah, demam, anemia, neutropenia, trombositopenia, neuropati, jarang pankreatitis.

2.

Interferon Indikasi : Hepatitis B kronik, hepatitis C kronik Dosis : Hepatitis B kronik a. Interferon -2a SC/IM, 4,5 x 106 unit 3 x seminggu. Jika terjadi toleransi dan tidak menimbulkan respon setelah 1 bulan, secara bertahap naikkan dosis sampai dosis maksimum 18x106 unit, 3 x seminggu. Pertahankan dosis minimum terapi selama 4-6 bulan kecuali dalam keadaan intoleran. b.Interferon -2b SC, 3 x 106 unit, 3 x seminggu. Tingkatkan dosis 5-10x106 unit, 3 x seminggu setelah 1 bulan jika terjadi toleransi pada dosis lebih rendah dan tidak berefek. Pertahankan dosis minimum terapi selama 4-6 bulan kecuali dalam keadaan intoleran. Hepatitis C kronik Gunakan bersama Ribavirin (kecuali kontraindikasi). Kombinasi Interferon dengan Ribavirin lebih efektif. a. Interferon -2a dan -2b SC, 3 x 106 unit 3 x seminggu selama 12 minggu. Lakukan tes Hepatitis C RNA dan jika pasien memberikan respon, lanjutkan selama 6-12 bulan. b. Peginterferon -2a

SC, 180 g 1 x seminggu c.Peginterferon -2b SC, 0,5 g/kg (1 g/kg digunakan untuk infeksi genotip 1) 1 x seminggu.

3. Ribavirin dengan Interferon Indikasi : Hepatitis C kronik pada pasien penyakit hati >18 tahun yang mengalami kegagalan dengan monoterapi menggunakan Interferon -2a atau -2b. Ribavirin dengan Peginterferon -2a atau -2b

PENGEMBANGAN OBAT BARU


1. INTERFERON Interferon tidak memiliki khasiat antivirus langsung tetapi merangsang terbentuknya berbagai macam protein efektor yang mempunyai khasiat antivirus. Salah satu kekurangan interferon adalah efek samping dan pemberian secara injeksi. Dosis interferon 5-10 juta MU 3 kali / minggu selama 16 minggu 2. LAMIVUDIN Lamivudin merupakan antivirus melalui efek penghambatan transkripsi selama siklus replikasi virus hepatitis B. Namun lamivudin memicu resistensi. Risiko resistensi terhadap lamivudin meningkat dengan makin lamanya pemberian. 3. ADEFOVIR Adefovir merupakan analog asiklik dari deoxyadenosine monophosphate (dAMP), yang sudah disetujui oleh FDA untuk digunakan sebagai anti virus terhadap hepatitis B kronis. Cara kerjanya adalah dengan menghambat amplifikasi dari cccDNA virus. Dosis yang direkomendasikan untuk dewasa adalah 10 mg/hari oral paling tidak selama satu tahun Kelebihan adefovir adalah risiko resistennya yang lebih kecil.

4. PEGINTERFERON Disimpulkan bahwa berdasarkan hasil kombinasi (serokonversi HBeAg, normalisasi ALT, penurunan HBV DNA dan supresi HBsAg), peginterferon memberikan hasil lebih baik dibandingkan Lamivudin (Lau et al).

5. ANALOG NUKLEOTIDA LAINNYA Di samping entecavir, saat ini beberapa obat antivirus sedang dalam tahap penelitian, seperti : telbivudine, emtricitabine, clevudine dan LB 80380 (ANA 380). Emtricitabine yang merupakan derivat lamivudin, mempunyai potensi dan peluang yang hampir sama dengan lamivudin dalam memicu terjadinya mutasi YMDD. Clevudine yang merupakan analog pirimidin, sedang dalam studi fase II.

PERKEMBANGAN OBAT BARU


PEGINTERFERON -2a

Deskripsi

Peginterferon -2a merupakan zat sintetik yang secara normal diproduksi di dalam tubuh untuk melawan infeksi. Mekanisme kerja peginterferon -2a

Menurunkan jumlah virus hepatitis C (HCV) atau virus hepatitis B (HBV) di dalam tubuh.

Keunggulan Peginterferon -2a

Peginterferon -2a merupakan kombinasi dari interferon dan polyethyleneglycol, yang membantu kerja interferon bekerja lebih lama dibandingkan obat hepatitis lainnya, yaitu interferon . Dibandingkan dengan interferon :

Peginterferon -2a cukup diberikan sekali dalam seminggu. Interferon -2a diberikan 3 kali dalam seminggu.

Kegunaan Peginterferon -2a

Untuk pengobatan hepatitis C kronis. Untuk pengobatan hepatitis B kronis pada orang dewasa dengan HBeAg (+) dan HBeAg (-). Untuk pengobatan pada pasien liver disease dan yang disebabkan oleh virus serta peradangan pada hati. Digunakan untuk pasien yang belum pernah menggunakan pengobatan dengan interferon .

Efek samping

Sering terjadi :

Lelah, kurang konsentrasi, susah dan nyeri saat kencing, rambut dan kulit susah tidur, napas pendek, dsb.
Nyeri pada tulang, konstipasi, rambut dan kulit kering, takikardi, demam, rambut rontok, sakit perut.

Jarang terjadi :

Bentuk sediaan

Parenteral ( injeksi) Nama paten : Pegasys Harus dengan resep dokter.

Dosis Parenteral

Dosis disesuaikan secara individual pasien. Untuk hepatitis B dan C kronis:

Dewasa : 180 g sekali seminggu selama 24 sampai 48 minggu. Anak-anak < 18 tahun : Jika terjadi kehilangan dosis (missed dose), berikan segera mungkin. Tidak boleh diberikan dosis yang ganda.

Ket :

Hal yang harus diperhatikan pada pemberian peginterferon -2a

Alergi Wanita hamil

Peginterferon -2a belum diteiliti penggunaannya untuk wanita hamil. Penelitian pada tikus yang hamil bisa menyebabkan kematian pada janin. Tapi bisa asumsikan Peginterferon -2a sangat berbahaya bagi wanita hamil dan janin.

ASI belum diketahui peginterferon -2a dapat


melewati kelenjar susu. Tapi untuk lebih amannya, disarankan untuk menghentikan pemberian susu sementara atau menghentikan penggunan peginterferon -2a.

Anak-anak dan manula

Interaksi Obat

Didanosin ( Videx ) tidak diperkenankan diberikan bersamaan dengan obat ini. Methadone (Methadose): efek meningkat bila diberi bersamaan dengan peginterferon -2a . NRTIs ( Obat HIV AIDS) tidak boleh diberikan pada waktu yang sama. Ribavirin ( Virazole) : dapat diberikan bersamaan dengan obat ini. Theophylin (Slo-bid, Theodur, Uniphyl): efek meningkat bila diberi bersamaan dengan peginterferon -2a .

Penyimpanan

Jauhkan dari jangkauan anak-anak Simpan di tempat yang kering dan sejuk Simpan di lemari es (freezer).

Nama dagang obat-obat Hepatitis

Peginterferon -2b (PEG-Intron ) Interferon -2a (Roferon-A ) Interferon -2b (Intron A ) Interferon alfacon-1 (Infergen ) Interferon -2b plus ribavirin (Rebetron) Lamivudin oral (Zeffix).Filipina 1999

R/ Suc

Pegasys 180 mcg IV Copegus S 2 dd II Pro : Tn. Robin Komposisi : Interferon alfa-2a Dosis : 180 mcg/minggu (selama 24-48 minggu) Indikasi : untuk hepatitis C kronik dan hepatitis B kronik CXX

PEGASYS

COPEGUS

Komposisi : Ribavirin Dosis : 800-1200 mg/hari Indikasi : kombinasi dengan PEGASYS untuk terapi hepatitis C

sicklePEGASYS

Kontraindikasi: Hipersensitif PEGASYS, wanitahamil,pasien dengan hemoglobinopathies (seperti thalassemia mayor, cell anemia),hepatitis autoimmun, pasien Sirosis. Efek Samping: Gejala seperti flu, demam, panas dingin, sakit otot, lelah, gangguan perut, mual, muntah, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, depresi, sulit mengontrol kadar gula darah, rekasi kulit seperti ruam, kering, gatal, batuk, hidung mampet dan lain-lain.

COPEGUS tersumbat,

Kontraindikasi : Wanita hamil, hipersensitif terhadap COPEGUS, pasien dengan hemoglobinopathies (seperti thalassemia mayor, sickle-cell anemia). Efek Samping : Anemia, gatal-gatal, ruam, hidung batuk.

SIROSIS HATI

Definisi :
Penyakit hati kronis yang ditandai dengan gambaran degeneratif Nekrosis destruksi struktur hati pseudolobulus serta fibrosis difus

Etiologi
Yang pasti : ? Faktor etiologi : - Hepatitis virus - Alkohol - Nutrisi - parasit ( schistosomiasis ) - Kriptogenik

Gambaran klinik
Stadium : 1. Kompensata 2. Dekompensata Gambaran klinis akibat : 1. Kegagalan sel hati 2. Hipertensi portal

Akibat kegagalan sel hati


Ikterus Spider naevi Palmar eritem Gynaecomastia Atrofi testis Rambut seksual berkurang Edem/asites

Akibat hipertensi portal


Kolateral Caput meducae Hemetemesis melena Splenomegali Varises esofagus hemoroid

Liver cirrhosis

Sirosis Hati dengan Asites


Obat Dosis per hari Tabel 2. Obat-obat untuk terapi Asites Keuntungan Efek Samping Antagonis aldosteron Spironolactone 100-600 mg Slow diuresis Hiperkalemia, ginekomastia, mengantuk, letargi, ruam, sakit kepala, ataksia, impotensi, jarang agranulositosis

Furosemide

40-160 mg

Diuresis cepat

Rasa tidak enak pada abdominal, hipotensi ortostatik, gangguan GI, penglihatan kabur, pusing dehidrasi, Hipo kalemia atau hipo natremia

Sirosis Hati dengan Ensefalo Hepatic


Obat Dosis

Efek Samping

Lactulose

15-30 ml per oral 2-4 x sehari

Flatulen, rasa tidak enak pada perut, diare, ketidakseimbangan elektrolit

Metronidazole

400-800 mg per oral per hari dalam dosis terbagi

Gangguan GI, mual, anoreksia, rasa kecap logam, muntah, urtikaria, pruritus

Neomycin

2-4 g per oral per hari dalam dosis terbagi

Nausea, muntah, diare, reaksi alergi, diare, jarang ototoksisitas, nefrotoksisitas

Sirosis Hati dengan Peritonitis Bakteri


Obat Dosis Kontraindikasi Efek Samping

Dewasa : Oral, 250-500 mg setiap 6 jam. Maksimum 4 g sehari.

IM/IV, 500 mg-1g setiap 4-6 jam

Ampicilin

Anak-anak : Oral 7,5-25 mg/kg setiap 6 jam sampai 4 g sehari IM/IV, 10-25 mg/kg setiap 6 jam, maksimum 50 mg/kg setiap 4 jam Dewasa : IV 1-2 g setiap 8-12 jam, maksimum 12 g sehari Anak-anak : IV 25-50 mg/kg setiap 8 jam Dewasa : IM/IV 1-2 g 1 x sehari (atau dalam 2 dosis terbagi), maksimum 4 g sehari. Anak-anak : IM/IV 50 mg/kg 1 x sehari

Reaksi alergi, anafilaksis, diare, Hipersensitivitas terhadap penicilin mual, muntah, nyeri abdomen, superinfeksi.

Cefotaxime

Hipersensitivitas terhadap penicilin, Pankreatitis, anafilaksis sefalosporin atau carbapenem

Cefriaxone

Hipersensitivitas terhadap penicilin, Pankreatitis, anafilaksis sefalosporin atau carbapenem

FATTY LIVER
Penimbunan

lemak berlebihan di sel liver. Liver menjadi warna kuning mengkilat karena berlemak, membesar dan lebih berat dari keadaan normal

Sindroma metabolik :

Obesitas - Dislipidemia - DM - Insulin resisten - Hipertensi


-

Dulu dianggap bukan masalah, sekarang terbukti dapat menjadi sirosis dan kanker hati

c.

Obat untuk mengatasi Perlemakan Hati

Untuk perlemakan hati dapat digunakan obat-obat yang dapat menurunkan kadar glukosa dan menurunkan kadar lipid. Obat- obat tersebut diantaranya : 1. Insulin-sensitizing agent Obat Pioglitazone Dosis 15-30 mg 1 x sehari, dapat ditingkatkan sampai dosis maksimum 45 1 x sehari setelah 4 minggu pengobatan tidak menimbulkan efek

Dosis awal 4 mg 1 x sehari, dapat ditingkatkan sampai 8 Rosiglitazone mg/hari dalam 1 atau 2 dosis jika tidak menimbulkan efek setelah 6-8 minggu pengobatan Metformin 500 mg 1- 3 x sehari, dapat ditingkatkan sampai 850 mg 2-3 x sehari berdasarkan respon

Tabel 6. Obat-obat yang termasuk Insulin-Sensitizing Agent 2. Obat yang dapat menurunkan kadar lemak Gemfibrozil Dosis : 600 mg 2 x sehari Kontraindikasi : Alergi terhadap Gemfibrozil Efeksamping : Mulut kering, sakit kepala, mialga, apenditis, impotensi, depresi, urtikaria 3. Obat yang dapat memperbaiki aliran darah Pentoxifylline Dosis : 400 mg 2-3 x sehari Efeksamping : Nausea, muntah, sakit kepala, angina, palpitasi, jarang hipersensivitas, ruam, urtikaria, perdarahan, halusinasi

Penatalaksanaan NASH

KONTROL BERAT BADAN KONTROL DIABETES & LIPID OAD , METFORMIN UDCA GEMFIBROZIL BETAINE VITAMIN E , ANTIOKSIDAN

Pankreatitis - Akut - Kronik

Radang

pankreas akut Akibat enzim pankreas Akibat alkohol , batu saluran empedu Mortalitas 10% Penyebab lain infeksi , trauma dll

Penyebab tersering batu Keluhan rasa nyeri di epigastrium keluhan mual , muntah

Terapi : analgetik Anti emetik pemberian enzim

KOLESISTITIS
Terjadi akibat sumbatan duktus sistikus oleh batu yang terjebak di dalam kantung Hartman Kolesistitis akut tanpa batu empedu disebut kolesistitis akalkulosa, dapat ditemukan pasca bedah Faktor trauma kantung empedu oleh hati dapat menyebabkan pelepasan fosfolipase yang mengubah lesitin di dalam empedu menjadi lisolesitin yaitu senyawa toxic yang dapat memperberat proses peradangan Perubahan pada patologi proses awal berupa oedem subserosa, lalu perdarahan mukosa dan bercakbercak nekrosis dan akhirnya fibrosis
Gambaran klinis

Keluhan nyeri perut bagian kanan atas bersifat kolik atau terus menerus nyeri menyebar ke punggung dan ke arah skapula mual / muntah demam Tanda suhu 38-38.50 C tanda peritonitis kanan atas nyeri subkostal perut kanan atas san gerak inspirasi terhenti nyeri tekan interkostal tidak ada mungkin teraba kantung empedu atau massa di kanan atas mungkin ikterus ringan

EMPEDU :

TEMPAT MENGHASILKAN KOLAT (GARAM EMPEDU) YANG BERGUNA UNTUK MEMBANTU PROSES PENCERNAAN BILA SALURAN EMPEDU TERGANGGU/ TERSUMBAT, MAKA PROSES PENCERNAAN AKAN TERGANGGU

BATU EMPEDU,TERDIRI DARI : KOLESTEROL (80 %), TERBENTUK KARENA KELEBIHAN KOLESTEROL GARAM CALSIUM BILIRUBIN PROTEIN GEJALA BILA TERJADI PENYUMBATAN : BILA MENYUMBAT SALURAN EMPEDU, MAKA MENIMBULKAN NYERI KOLIK YANG HEBAT, DENGAN GEJALA : KOLIK /KEJANG YANG HEBAT DI BAGIAN KANAN ATAS PERUT (15 MENIT) MUNTAH, DEMAM NYERI SAMPAI KE BAHU OBATNYA : KENO DIOKSIKOLAT (PELARUT BATU DAN PENGHAMBAT SEKRESI) URSO DEOKSIKOLAT (PENGURAI KOLESTEROL MENJADI ASAM KOLAT) KERJANYA : MENGHAMBAT SEKRESI KOLESTEROL, PENGOBATANNYA LAMA 3 BULAN S/D 2 TAHUN

Umar Said/Man.Pel.Log.2005

STRATEGI PEMILIHAN OBAT

Prinsip Umum penggunaan Obat pada penyakit hati yang berat


1. 2.

3.

Pilih obat yang eliminasinya terutama melalui ekskresi ginjal Hindarkan penggunaan obat : depresi SSP (morfin), diuretik tiazid dan diuretik kuat, antikoagulan oral, kontrasepsi oral, & obat obat hepatotoksik Gunakan dosis lebih rendah dari normal atau penyesuaian dosis.

Hepatotoksisitas oleh obat terbagi 2


Hepatotoksisitas intrinsik : dapat diprediksi tergantung dosis, frekuensi penggunaan misalnya PCT pemberian OD, MTX pemberian lama, tetracyclin pemberian lama, kontrasepsi oral penyebab kolestasis Hepatotoksisitas idiosinkrasi : tidak dapat diprediksi misal CPZ setelah dihentikan baru muncul gejala kolestasis. Co amoxyclav, eritromisin, asam fusidat, glibenclamid, na.valproat, amitriptilinm haloperidol. INH jadi jaundice note Nekrosis ( kokain, halotan, isoniazid, paracetamol ) Fatty Liver ( steroid, tetracyclin, valproat, amiodaron, alkohol, INH, rifampicin, sulfasalazin, salisilat, halotan ) Kolestasis (amitriptilin, ko amosiclav,eritromisin, asam fusidat, glibenclamid, CPZ, haloperidol, hormon seks) Fibrosis (vit A dan MTX)

obat-obatan dapat digunakan dengan aman pada penderita penyakit hati: Dosis obat diturunkan bila diketahui bahwa suatu obat mengalami ekskresi atau metabolisme yang bermakna dalam hati. Penderita diawasi lebih lanjut secara ketat terhadap tanda-tanda keracunan dan jika dapat diperoleh kadar obat dalam serum atau darah dipantau Obat-obat alternatif yang tidak mengalami ekskresi atau metabolisme yang bermakna dalam hati digunakan sebagai pengganti apabila tersedia. Obat-obatan yang berkaitan dengan timbulnya penyakit hati kronik dihindari.

Obat-obat

di bawah ini hendaknya digunakan dengan hatihati atau jika mungkin dihindari pada pasien-pasien dengan penyakit hati kronis : Acetaminophen Amiodarone Chlorpromazine Dantrolene Ethanol Halothane Isoniazid Methyldopa Nitrofurantoin Oxyphenisatin Propylthiouracil Sulfonamida