Anda di halaman 1dari 26

• Disusun Oleh:

• Sartika W.
Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah
istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi
(keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia.

Reaksi reduksi adalah reaksi penyerapan elektron dan


bilangan oksidasi berkurang pada saat mengalami reduksi.

Reaksi Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron dan


bilangan oksidasi bertambah pada zat yang mengalami
oksidasi.

Zat yang mengalami oksidasi disebut reduktor, sedangkan

Zat yang mengalami reduksi disebut oksidator.


Reaksi antara hidrogen dengan fluorin

Berasal dari reaksi:


2. Oksidasi
Terjadi pelepasan elektron

5. Reduksi

Terjadi penyerapan elektron


Dan ion-ion akan bergabung membentuk hidrogen fluorida:

Contoh lain:
Oksidasi : Ca Ca2+ + 2e
Reduksi : S + 2e S2-
Redoks : Ca + S Ca2+ + S2-
2e

Ca + S Ca2+ + S2-
reduktor oksidator hasil oksidasi hasil reduksi

oksidasi reduksi
Bilangan oksidasi suatu unsur dalam suatu senyawa adalah muatan
yang diemban oleh atom unsur itu jika semua elektron ikatan
didistribusikan kepada unsur yang lebih elektronegatif.

Contoh :
H +
Pada H2O : x o oo H x o- 2
O o o
x o oo x oOo
H + o
H

Karena atom O lebih elektronegatif daripada atom H maka


elektron ikatan didistribusikan kepada atom O.
Jadi b.o O = -2 sedangkan H masing-masing = +1.
1). Semua unsur bebas mempunyai bilangan oksidasi = 0
(nol).
Contoh : bilangan oksidasi H dalam H2 = 0.
N dalam N2 = 0
Fe dalam Fe =0
2). Bilangan oksidasi O umumnya = -2.
Contoh :
Bilangan oksidasi O dalam senyawa H2O, MgO, BaO = -2.
Perkecualian :
a). Dalam F2O, bilangan oksidasi O = +2
b). Dalam peroksida, misalnya H2O2, Na2O2 dan
2 →
IA
L 2 2O
BaO , biloks K
O =2 O
-1. 2 , Na 2 O2
LIIAO2 →CaO2 , BaO2
1
2
c). Dalam
IA superoksida, misalnya KO2 dan NaO2,
L O2 →KO2 , NaO2
biloks O = -
3). Biloks H dalam senyawa = +1,
contoh : H dalam H2O
H dalam H3PO4
= +1
H dalam NaHSO4
H dalam Al(OH)3
Kecuali Hidrida = -1
Logam dengan H
H dalam KH
H = -1
H dalam CaH2
H dalam AlH2
4). Bilangan oksidasi unsur logam selalu bertanda
positif (+).
Unsur golongan IA, IIA dan IIIA dalam senyawanya
memiliki bilangan oksidasi = muatan positif
golongannya.
Contoh : K dalam K2SO4  K = +1
Ca dalam CaCO3  Ca = +2
Al dalam Al(OH)3  Al = +3
5). Bilangan Oksidasi unsur-unsur dalam suatu ion
monoatom / poliatom = muatan listriknya.
Contoh : Fe3+  biloks = +3
MnO42-  Mn + 4O = -2
Mn + (-8) = -2
Mn = +6
6). Golongan VII A dalam senyawa tanpa Oksigen =
-1
7). Jumlah Bilangan Oksidasi dalam
senyawa = 0
Contoh :
CaSO4  Ca + S + 4O =0
+2 + S +(-8) =0
S = +6

MnSO4  Mn + SO42- =0
Mn + (-2) =0
Mn = +2
Reaksi Redoks
Pada reaksi ini, terjadi peningkatan dan penurunan b.o pada
unsur yang terlibat reaksi.
Contoh :
Fe + H2SO4 FeSO4 + H2
0 +1 +6 - 2 +2 +6 - 2 0

b.o naik reduksi


oksidasi b.o turun
Keterangan :
Oksidator = H2SO4
Reduktor = Fe
Hasil reduksi = H2
Hasil oksidasi = FeSO4
Penyetaraan redoks adalah
suatu cara untuk menentukan
koefisien persamaan reaksi
agar diperoleh persamaan
reaksi yang setara.

Penyetaraan redoks dapat dilakukan dengan dua


cara, yaitu dengan metode setengah reaksi dan
metode perubahan bilangan oksidasi
1. Metode Setengah Reaksi

Metode ini didasarkan pada jumlah elektron reaksi


oksidasi dan reduksi harus sama. Penyetaraan
dengan metode ini juga disebut dengan metode ion
elektron.

Metode ini hanya dapat digunakan untuk


menyetarakan persamaan reaksi redoks yang
berlangsung dalam larutan.
Tabel Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Cara Setengah Reaksi

Suasana Asam Suasana Basa

Tulis reaksi ionnya Tulis reaksi ionnya


Berikan biloks tiap unsur Berikan biloks tiap unsur
Tuliskan masing-masing reaksi Tuliskan masing-masing reaksi
oksidasi & reduksi oksidasi & reduksi

Bagian yang kekurangan oksigen, Bagian yang kelebihan oksigen,


tambahkan H2O tambahkan H2O

Tambahkan ion H+ Tambahkan ion OH-

Samakan muatan ruas kiri dengan Samakan muatan ruas kiri dengan
ruas kanan ruas kanan
Samakan jumlah elektron dan Samakan jumlah elektron dan
jumlahkanlah jumlahkanlah
Kembalikan ke persamaan semula Kembalikan ke persamaan semula
Contoh Soal:

7. Setarakan reaksi berikut dengan


menggunakan metode setengah reaksi!

CrI3 + KOH + Cl2  K2CrO4 + KIO4 + KCl + H2O


Jawab :
Langkah 1
Tulis reaksi ionnya.
Cr3+ + 3I- + K+ + OH- + Cl2  2K+ + CrO42- + K+ + IO4- + K+ + Cl- + H2O
Langkah 2
Berikan biloks tiap unsur
Cr3+ + 3I- + K+ + OH- + Cl2  2K+ + CrO42- + K+ + IO4- + K+ + Cl- + H2O
+3 -1 +1 -2 +1 0 +1 +6 -2 +1 +7 -2 +1 -1 +1 -2
Langkah 3
Tulis masing-masing reaksi oksidasi dan reduksinya.
Cr3+  CrO42- (reaksi oksidasi)
3I-  IO4- (reaksi oksidasi)
Cl2  Cl- (reaksi reduksi)
Langkah 4
Setarakan unsur oksigen dengan cara menambahkan H2O pada:
• bagian yang kekurangan oksigen (suasana asam / netral)
• bagian yang kelebihan oksigen (suasana basa)
Cr3+  CrO42- + 4H2O
3I-  IO4- + 12H2O
Cl2  Cl-
Langkah 5
Setarakan unsur hidrogen dengan menambahkan:
• H+ (suasana asam)
• OH- (suasana basa)
Cr3+ + 8OH-  CrO42- + 4H2O
3I- + 24OH-  IO4- + 12H2O
Cl2  Cl-
Langkah 6
Samakan muatan ruas kiri dan ruas kanan pada masing-masing reaksi
dengan cara menambah elektron.
Cr3+ + 8OH-  CrO42- + 4H2O + 3e-
3I- + 24OH-  3IO4- + 12H2O + 24e-
Cl2 + 2e-  2Cl-
Langkah 7
Samakan jumlah elektron pada reaksi oksidasi dan reduksi, lalu jumlahkan
kedua reaksi tersebut.
2Cr3+ + 16OH-  2CrO42- + 8H2O + 6e-
6I- + 48OH-  6IO4- + 24H2O + 48e-
27Cl2 + 54e-  54Cl- +
2Cr3+ + 6I- + 64OH- + 27Cl2  2CrO42- + 6IO4- + 54Cl- + 32H2O
Langkah 8
Kembalikan ke persamaan semula lalu setarakan unsur lain yang belum sama
2CrI3 + 64KOH + 27Cl2  2K2CrO4 + 6KIO4 + 54KCl + 32H2O (setara)
• Penyetaraan redoks dengan
metode ini berdasarkan pada
jumlah perubahan bilangan
oksidasi. Bilangan oksidasi pada
reaksi oksidasi dan reduksi
harus sama.
• Metode ini dapat digunakan baik
untuk reaksi redoks yang
berlangsung dalam larutan
maupun bukan dalam larutan.
Langkah-langkah penyetaraan reaksi redoks
dengan metode perubahan bilangan oksidasi:
• Tulis reaksi yang terjadi
• Masukkan bilangan oksidasi pada tiap unsur
• Tentukan unsur yang mengalami perubahan biloks
• Tentukan jumlah aljabar kenaikan dan penurunan
biloks
• Setarakan jumlah kenaikan biloks (elektron yang
dilepas) dan penurunan biloks (elektron yang
diikat) dengan mengalikan koefisien dari atom
yang bersangkutan dengan bilangan bulat
tertentu
1. Setarakan jumlah muatan reaksi:
• Tambahkan ion H+ (suasana asam)
• Tambahkan ion OH- (suasana basa)
• Samakan jumlah H dengan cara
menambah H2O pada ruas yang
kekurangan unsur H pada persamaan
redoks.
• Unsur-unsur yang belum setara,
disetarakan.
Contoh Soal:
2. Setarakan reaksi dibawah ini dengan
menggunakan metode perubahan
bilangan oksidasi!

MnO + PbO2  MnO4- + Pb2+


Jawab:
Langkah 1
Tulis reaksi yang terjadi
MnO + PbO2  MnO4- + Pb2+

Langkah 2
Masukkan bilangan oksidasi pada tiap unsur
MnO + PbO2  MnO4- + Pb2+
+2 +4 +7 +2
Langkah 3
Tentukan unsur yang mengalami perubahan biloks

MnO + PbO2  MnO4- + Pb2+


+2 +4 +7 +2
Selisih +5 (Oksidasi)

Selisih -2 (reduksi)

Langkah 4
Setarakan jumlah kenaikan biloks dan penurunan biloks

}
MnO x2
2MnO + 5PbO2  2MnO4- + 5Pb2+
PbO2 x5
Langkah 5
Periksa masing-masing biloks yang berada
pada ruas kiri dan kanan lalu jumlahkan

2MnO + 5PbO2  2MnO4- + 5Pb2+


+2 -2 +4 -2 +7 -2 +2

0
+8
Langkah 6
Setarakan jumlah muatan reaksi:
• Tambahkan ion H+ (suasana asam)
• Tambahkan ion OH- (suasana basa)
(Di ruas kiri lebih bermua5an negatif (0),
agar jumlah muatan kiri sama dengan
muatan kanan, maka ruas kiri ditambah 8
ion H+, berarti suasana asam).
2MnO + 5PbO2 + 8H+  2MnO4- + 5Pb2+
Langkah 7
Samakan jumlah H dengan cara menambah H2O pada
ruas yang kekurangan unsur H pada persamaan
redoks.

2MnO + 5PbO2 + 8H+  2MnO4- + 5Pb2+ + H2O

Langkah 8
Unsur-unsur yang belum setara, disetarakan.
2MnO + 5PbO2 + 8H+  2MnO4- + 5Pb2+ + 4H2O