Anda di halaman 1dari 2

PERBEDAAN ANALISIS GRAVIMETRIC DAN VOLUMETRIC BESERTA REAKSINYA GRAVIMETRI Pemeriksaan jumlah zat dengan cara menimbang hasil

reaksi pengendapan di sebut gravimetri. Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah zat yang paling tua dan yang paling sederhana di bandingkan dengan cara pemeriksaan kimia lainnya. Kesederhanaan itu jelas kelihatan karena dalam gravimetri julmah zat ditentukan dengan menimbag langsung massa zat yang dipisahkan dari zat-zat lain. Pada dasarnya pemisahan zat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Mula-mula cuplikan zat di larutkan dalam pelarut yang sesuai, lalu ditambahkan pengendap. Endapan yang terbentuk disaring, dicuci, dikeringkan atau dipijarkan dan setelah dingin ditimbang. Kemudian jumlah zat yang ditentukan dihitung dari faktor stokiometrinya. Hasilnya disajikan sebagai prosentasi bobot zat dalam cuplikan semula. Meskipun gravimetri merupakan cara pemeriksaan kimia terhitung yang paling tua dan yang paling jelas urutan kerjanya, namun pemakaiannya terbatas karena pengerkjannya memakan waktu yang lama. Selain itu, berbagai persyaratan harus dipenuhi agar penentuan perhitungan dapat dilakukan dengan memuaskan. Persyartan itu antara lain: 1. Zat yang akan ditentukan harus dapat diendapkan secara terhitung(sekurangnya 99,9%, kesempurnaan pengendapannya). Ini berarti, bahwa endapan yang terbentuk harus cukup sukar laru. Umumnya endapan yang dipakai dalam gravimetri mempunnyai kelarutan atau hasil kali kelarutan yang sangat rendah, sehingga kehilangan yang disebabkan oleh kelarutannya di abaikan. Selain itu, zat engendap yang berlebih harus ditambahkan pada proses pengendapan karena jumlah zat pengendap yang dibutuhkan untuk pengendapan tidak diketahui dengan pasti. Penambahan zat pengendap yang berlebihan juga akan mengurangi kehilangan endapan. 2. Endapan yang terbentuk harus cukup murni dan dapat dipero;eh dalam bentuk yang cocok untuk pengolahan sselanjutnya. RUANG LINGKUP ANALISA GRAVIMETRI Dari jumlah dan macam pekerjaan yang perlu dilakukan dan waktu tunggu untuk pekerjaanpekerjaan tertentu, jelas bahwa analisa secara gravimetri memerlukan banyak waktu. Setiap tahap pekerjaan memungkinkan terjadi kesalahan, misalnya zat tercecer atau kemasukan zat-zat yang mengotori, maka sumber kesalahan juga banyak. Baik untuk penyelesaian agar tidak menjadi semakin lama, maupun untuk mengurangi besarnya kesalahan, maka setiap tahap perlu dilakukan dengan cepat tetapi betul. Untuk itu perlu pengertian teori yang cukup tentang pengerjaanpengerjan maupun ketrampilan melakukannya; di samping itu detil harus diperhatikan dengan baik. Bila di lakukan dengan ketrampilan, mka cara gravimetri dapat sangat teliti dan cermat. Kekurangan cara lain gravimetri bahwa jumlah analat yang dapat dianalisa harus cukup besar. Bilaa terlalu sedikit, endapan pun akan sedikit dan sangat menyulitkan pengerjaannya. Suatu kesalahan kecil akan berakibat besar. Dibandingkan dengan gravimetri, maka titrimetri mempunyai keunggulan antara lain: Tekniknya lebig sederhana (tidak perlu mengendapkan, menyaring, mengeringkan, atau memijarkan, menimbang sampai berat tetap), dan lebih cepat;

Ketrampilan yang diperlukan lebih mudah tercapai; Sering lebih mudah mengalami gangguan; Dengan mengubah konsentrasi pereaksi, jumlah analat dapat lebih kecil. Misalkan