Anda di halaman 1dari 11

I.

TEMUAN MASALAH :

1. Kalkulus pada regio a,c,d.e.f dan perdarahan interdental pada region a dan c. D/ Gingivitis included plaque DD/ gingivitis marginalis Alasan: o Ditemukannya perubahan warna pada tepi gingiva yang berwarna merah tua dan ditemukannya perdarahan ketika probing pada gigi yang terdapat kalkulus dan plak. Penjelasan: o Gingivitis include plak adalah istilah medis untuk inflamasi/peradangan gingiva (gusi) yang merupakan bentuk ringan dari penyakit gingiva dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri sebagai akibat dari pembentukan plak. Sedikit perdarahan dan pembengkakan ringan pada gusi adalah tanda-tanda dan gejala awal. Jika hadir dalam tahap awal, gingivitis dapat diperbaiki dengan langkahlangkah sederhana seperti menyikat gigi, flossing dan pembersihan (Alison, 2006). o Etiologi/patologi: infiltrat inflamasi sebagai respon dari akumulasi plak pada margin gingiva. Flora awal pada plak adalah kokus Gram positif dalam waktu 47 hari, kemudian diikuti organisme Gram negatif filamen dan fusiform setelah 2 minggu (Millett & Welbury, 2000). o Gejala klinis: bengkak dan eritem pada margin gingiva. Berdarah saat menggosok gigi atau makan (Millett & Welbury, 2000). Gingiva kemungkinan sakit saat disentuh, gingiva mudah berdarah saat menyikat gigi atau memakai dental floss, napas bau, gigi sensitif (Alison, 2006).

2. Lesi karies D3 dibagian oklusal gigi 18, 17, 16, 26, 27, 28, 35, 36, 37, 45, 47, dan mesial gigi 15 D/ pulpitis reversible. Alasan: Ditemukannya lesi email berwarna kehitaman pada pit dan fisur, sondasi (+), perkusi (), palpasi (-), gigi masih vital dan pasien tidak mengeluhkan sakit. Penjelasan: Menurut ICDAS, karies diklasifikasikan :

1. D1, terlihat lesi putih pada permukaan gigi saat kering 2. D2, terlihat lesi putih pada permukaan gigi saat basah 3. D3, karies mencapai email 4. D4, karies hampir menyerang dentin (mencapai DEJ) 5. D5, karies menyerang dentin 6. D6, karies menyerang pulpa Pulpitis reversible merupakan proses inflamasi ringan yang apabila penyebabnya dihilangkan maka inflamasi menghilang dan pulpa akan kembali normal. Faktor-faktor yang menyebabkan pulpitis reversible, antara lain stimulus ringan atau sebentar seperti karies insipient, erosi servikal, atau atrisi oklusal, sebagian besar prosedur operatif, kuretase periodontium yang dalam dan fraktur email yang menyebabkan tubulus dentin terbuka. Pulpitis reversibel dapat berkisar dari hiperemia ke perubahan inflamasi ringan hingga sedang terbatas pada daerah dimana tubuli dentin terlibat. Pulpitis reversible bersifat asimtomatik dapat disebabkan karena karies yang baru muncul dan akan kembali normal bila karies dihilangkan dan gigi direstorasi dengan baik, apabila ada gejala (bersifat simtomatik) biasanya berbentuk pola khusus. Aplikasi stimulus dingin atau panas, dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam. Jika stimulus ini dihilangkan, nyeri akan segera reda. Stimulus panas dan dingin menimbulkan nyeri yang berbeda pada pulpa normal. Ketika panas diaplikasikan pada gigi dengan pulpa yang tidak terinflamasi, respon awal yang langsung terjadi (tertunda), namun jika stimulus panas ditingkatkan maka intensitas nyeri akan meningkat. Sebaliknya, jika stimulus dingin diberikan, pulpa normal akan segera terasa nyeri dan menurun jika stimulus dingin dipertahankan. Berdasarkan observasi hal ini, respon dari pulpa sehat maupun terinflamasi tampaknya sebagian besar disebabkan oleh perubahan dalam tekanan intrapulpa.

3. Atrisi gigi 32. D/ pulpitis reversibel Alasan: terlihat adannya kehilangan substansi gigi pada bagian insisal sehingga batas DEJ terlihat. Penjelasan: Pulpitis reversible dapat ditimbulkan oleh stimuli ringan atau yang berjalan sebentar seperti karies insipien, erosi servikal atau atrisi oklusal, sebagian

prosedur operatif, kuretasi periodontium yang dalam, dan fraktur enamel yang menyebabkan terbukanya dentin. Biasanya pulpitis reversible tidak menimbulkan gejala (asimtomatik), akan tetapi jika ada, gejala biasanya timbul dari suatu pola tertentu. 4. Malposisi kearah bukal gigi 18 dan 28. D/ bukoversi gigi 18 dan 28 Malposisi kearah labial gigi 13, 22, dan 43 serta diastema anatara gigi 42 dan 43 kurang lebih 2mm. D/ labioversi gigi 13,22, dan 43 Malposisi kearah mesial gigi 14. D/ mesioversi gigi 14 Malposisi kearah distal gigi 24. D/distoversi gigi 24 Malposisi kearah mesial dan rotasi gigi 47 dan 48. D/ mesiotorsiversi gigi 47 dan 48 Alasan: ditemukan gigi yang tidak pada posisi yang tepat sehingga meyebabkan diastema dan menganggu oklusi Penjelasan: Malposisi merupakan gigi yang terletak secara tidak benar dan tidak pada posisi yang tepat (terletak salah). Nomenklatur yang dikemukakan oleh Lischer, banyak digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan malposisi gigi. Penamaan ini dianggap lebih mudah, karena hanya dengan menambahkan akhiran versi pada kata yang mengindikasikan arah dari posisi normal. Berikut merupakan klasifikasi dari Lischer : Mesioversi Distoversi Lingouversi Labioversi Bukoversi Infraversi Supraversi Axiversi Torsiversi Transversi : Lebih ke mesial dari posisi normal : Lebih ke distal dari posisi normal : Lebih ke lingual dari posisi normal : Lebih ke labial dari posisi normal : Lebih ke bukal dari posisi normal : Lebih rendah atau jauh dari garis oklusi : Lebih tinggi atau panjang melewati garis oklusi : Inklinasi aksial yang salah, tipped. : Rotasi pada sumbunya yang panjang : Perubahan pada urutan posisi.

Istilah tersebut dapat digabungkan ketika gigi mengasumsikan malposition yang melibatkan lebih dari satu arah dari normal. Jadi, misalnya, dikatakan bahwa keadaan gigi adalah di mesiolabioversi. 5. Garis bergelombang berwarna putih, menimbul, sejajar dengan garis kunyah pada mukosa pipi kanan dan kiri, memanjang dari gigi graham dua kecil ke graham dua besar kurang lebih 3cm. D/ linea alba bukalis DD/ marsicatio buccarum Penjelasan: linea alba bukalis adalah suatu temuan intraoral umum yang tampak sebagai garis bergelombang putih, menimbul, dengan panjang yang bervariasi dan terletak pada garis oklusi di mukosa pipi. Secara umum kelainan ini tanpa gejala memiliki lebar 1 sampai 2mm dan memanjang dari mukosa daerah pipi daerah molar sampai kaninus. Lesi tersebut biasanya bilateral dan tidak dapat dihapus. Perubahan-perubahan epitel yang menebal terdiri atas jaringan hiperkrotik yang merupakan suatu respon terhadap gesekan pada gigi-gigi. Keadaan tersebut seringkali dikaitkan dengan crenated tongue dan dapat merupakan tanda dari bruksisme, clenching, atau tekanan mulut negatif. Gambaran klinisnya

menunjukan cirri diagnostik dan tidak perlu perawtan.

Gambar 17. Linea alba bukalis

6. Benjolan, memanjang yang berada di tengah langit-langit kurang lebih 3cm. D/ torus palatine DD/ adenoma pleomorfik Penjelasan: Torus palatum adalah suatu bentuk eksostosis tulang yang terjadi pada kira-kira 20% penduduk dewasa. Kelainan ini sering kali diturunkan; karena banyak

anggota keluarga yang mendapatkannya. Insidesni torus palatum lebih tinggi terjadi pada perempuan dari pada pria. Torus sangat bervariasi dalam bentuk dan ukuran klinis, serta cenderung untuk bertambah perlahan-lahan dalam semua dimensi sesudah pubertas. Letaknya selalu digaris tengah palatum keras di sekitar kedua gigi premolar atau molar. Torus palatinus biasanya berupa pembengkakan sekeras tulang, berbentuk kubah, licin, tunggal; tetapi versi bosselate kadang-kladang dijumpai dengan suatu lekuk garis tengah dan beberapa tonjolan setempat. Mukosa yang menutupi adalah merah muda pucat, tipis dan lembut; batas dari lesi dilukiskan oleh kontur oval yang timbul dari atap palatum. Torus oalatum seringkali tanpa gejala jika tidak terkena trauma dan pasien dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak tahu adanya torus samapai peristiwa traumatic terjadi. Ulkus yang terjadi harus dipantau samapai sembuh, jika tidak kunjung sembuh maka iritan kronis harus diidentifikasi dan dihilangkan. Torus palatum harus dibuang jika menganggu bicara, pengunyahan atau pembuatan alat prostetik.

Gambar18. Torus palatinus

7. Lekukan pada tepi lateral lidah yang terdapat pada kedua sisi lidah yang mencetak seperti pola tertentu yang tampak sebagai oval-cekung, dibatasi dengan tepi yang menimbul. D/ scallop tongue DD/ makroglosia Penjelasan: Scallop tongue adalah suatu keadaan yang umum, ditandai oleh lekukan-lekukan pada tepi lateral lidah. Kedaan tersebut biasanya bilateral, tetapi dapat unilateral atau terisolasi pada daerah dimana lidah berkontak erat dengan gigi-gigi. Tekanan

abnormal dari gigi-gigi pada lidah mencetak pola tertentu yang tampak seperti pola oval cekung yang dibatasi tepi seperti kerang putih dan menimbul.

Panebabnya meliputi keadaan-keadaan yang menyebabkan tekanan abnormal pada lidah seperti gerakan gesek dari lidah terhadap gigi dan diastema, kebiasaan menjulurkan lidah, menghisap lidah, clenching atau lidah yang membesar. Keadaan ini sama sekali tidak berbahaya dan tanpa gejala. Perawatan sering diarahkan untuk menghilangkan kebiasaan.

Gambar19. Scallop Tongue

II.

URUTAN PRIORITAS PERAWATAN : : Scalling dan root planning

1. Pro periodonsia Alasan :

Scalling merupakan prosedur awal pembuangan kalkulus, plak, akumulasi materi dan stain dari mahkota gigi dan permukaan akar. Root planning merupakan teknik menghilangkan permukaan sementum atau dentin yang berubah karena adanya penyakit atau merupakan tindakan menghaluskan dan mengambil sisa-sisa plak dan kalkulus agar permukaan akar menjadi licin, keras, dan bersih. Root planning dapat dapat dicapai melaui tindakan mekanis, prosedur kimiawi atau kombinasi keduanya.

Scalling dan root planning adalah prosedur yang penting dalam semua fase terapi periodontal. Preparasi gigi secara mekanis biasanya meliputi scalling dan root planning. Seringkali sulit untuk memisahkan kapan scalling berhenti root planning dimulai karea prosedur ini biasanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

2. Pro konservasi

1. Tumpatan resin komposit kelas 1 pada gigi 18, 17, 16,15, 26, 27, 28, 35, 36, 37, 45, 47 Alasan: Lesi karies merupakan karies email pada pit dan fissure belum mencapai dentin, pulpcapping tidak diperlukan dan langsung dilakukan penumpatan resin komposit kelas 1 sebagai tumpatan awal dengan membuang email yang telah terkena karies untuk mencegah perkembangan karies.

2. Aplikasi desensitisasi pada gigi 32 Gigi 32 yang atrisi mengalami pulpitis reversibel hipersensitif dentin. Terapi dengan aplikasi bahan desensitisasi merupakan terapi non invasive terapi ini ringan dan mudah dilakukan oleh pasien maupun dokter gigi. Terapi non invasive ini lebih sederhana dan murah dibandingkan terapi invasive.

3. Pro oral medicine

: Observasi Alasan: Penemuan keadaan intra oral berupa linea alba bukalis, torus palatine, dan scallop tongue merupakan keadaan umum yang tidak berbahaya, namun tetap dibutuhkan observasi untuk mencegah kondisi menjadi parah dan menghilangkan kebiasaan buruk yang merupakan penyebab timbulnya keadaan tersebut.

4. Pro Orthodonsia

: aplikasi alat orthodonsi lepasan Alasan: Alat orthodonsi lepasan diaplikasikan untuk mengembalikan posisi gigi yang mengalami malposisi sehingga fungsi oklusi kembali normal.

5. Dental Health Education

1. Kontrol plak 2. Edukasi dan instruksi cara menyikat gigi yang benar 3. Instruksi menjaga kebersihan gigi dan mulut 4. Intruksi pasien kedokter gigi 6 bulan sekali Alasan: DHE adalah suatu usaha atau aktivitas yang mempengaruhi orang-orang untuk bertingkah laku sedemikian rupa sehingga baik untuk kesehatan gigi dan mulut pribadi maupun masyarakat. Pemberian DHE ini penting untuk merubah pola hidup pasien dan meningkatkan pengetahuan pasien mengenai kebersihan gigi dan mulut. Tahapan DHE Plak Kontrol Pengertian: Tindakan untuk memeriksa bersih tidaknya gigi dengan menggunakan bahan pewarna plak. Maksud : 1.Untuk menunjukkan gigi sudah bersih atau masih kotor. 2.Untuk melihat apakah cara menyikat gigi sudah baik dan benar Pelaksanaan: 1. Bila bahan pewarna berupa cairan, teteskan di ujung lidah dan dengan lidah dioleskan ke seluruh gigi. 2. Bila bahan pewarna berupa tablet, kunyahlah dan ratakan dengan lidah keseluruh pemukaan gigi. Penilaian Melalui cermin dapat dilihat keadaan gigi yang masih kotor : o Bagian gigi yang masih berwarna merah menunjukkan adanya plak. o Bahan pewarna plak ada beberapa bentuk yaitu : berupa cairan, tablet, bubuk (sumbah kue). Cara Sikat Gigi Menggosok gigi tiap hari dengan cara yang salah tidaklah membantu dalam mengurangi akumulasi plak pada gigi. Metode penyikatan gigi harus dapat membersihkan semua permukaan gigi, khsususnya daerah leher gingiva dan

daerah interdental. Gerakan sikat gigi tidak boleh melukai jaringan lunak maupun jaringan keras. Metode harus tersusun dengan baik sehingga setiap bagian gigi geligi dapat disikat bergantian dan tidak ada daerah yang terlewatkan. Beberapa metode penyikatan gigi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tekhnik Horizontal Semua permukaan gigi di gogok dengan maju mundur seperti menggosok lantai. Teknik ini biasanya dianjurkan pada anak-anak. 2. Teknik Fone Gigi dalam keadaan okulasi, bulu sikat ditekan kuat-kuat dan digerakan melingkar selebar mungkin. Untuk permukaan oklusal, lingual digosok dengan gerakan maju mundur. Teknik ini baik untuk gigi yang lengkap dan memiliki oklusi yang baik. 3. Teknik Charter Bulu-bulu sikat mengarah ke permukaan oklusal membentuk sudut 45, sikat ditekan sehingga serabut-serabutnya melengkung dengan ujung ditekan diantara kedua gigi kemudian dengan gerakan memutar pada gagangnya, ujung sikat dipertahankan pada posisi ini. Tehnik ini dianjurkan untuk pendertia dengan daerah interdental yang terbuka. 4. Teknik Roll Tehnik roll sangat bermanfaat bila digunakan pada gingival yang sensitive. Bagian samping sikat diletakkan berkontak dengan bagian samping gigi dengan bulu sikat mengarah ke apikal dan sejajar terhadap sumbu gigi. Sikat kemudian diputar perlahan-lahan ke bawah pada rahang atas dan keatas pada rahang bawah sehingga bulu sikat menyapu daerah gusi dan gigi. Permukaan oklusal dapat disikat dengan gerakan rotasi. 5. Teknik Stillman Posisi bulu sikat sama dengan tehnik roll tetapi dekat dengan mahkota gigi, digerakan maju mundur, Tehnik ini dilakukan sebanyak delapan kali tiap daerah interproksimal, membersihkan dan memijat. 6. Teknik Fisiologik

Menggunakan bulu sikat yang halus, digerakkan dari arah servical ke oklusal dengan gerakan untuk memijat gusi. Tehnik ini tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan penurunan gusi. 7. Teknik Bass Tehnik lain yang dapat digunakan adalah tehnik Bass. Tehnik ini baik digunakan bila gingival dalam keadaan sehat, karena tehnik ini dapat menimbulkan rasa sakit bila digunakan pada jaringan yang terinflamasi dan sensititf. Pada tehnik ini ujung sikat harus dipegang sedemikian rupa sehingga bulu sikat terletak 45 derajat terhadap sumbu gigi, dengan ujung bulu sikat mengarah ke leher ginggiva. Sikat kemudian ditekan kearah ginggiva dan digerakkan dengan gerakan memutar yang kecil sehingga bulu sikat masuk ke daerah leher ginggiva dan juga terdorong masuk diantara gigi.

Pencegahan Karies Dengan Flour : Kumur-kumur dengan larutan flour Pengertian : Kumur-kumur dengan larutan flour (NaF, 0,2%) Maksudnya : Untuk mencegah terjadinya karies gigi. Persiapan : menentukan jadwal. Menyediakan gelas plastik kumur. Menyediakan bahan flour dengan kepekatan 0,2% NaF. Kumur-kumur dilakukan setelah gosok denganbaik dan bebas dari sisa makanan serta karang gigi.

Pengolesan Flour Pada Gigi. Pengertian : tindakan pengolesan flour pada gigi geligi. Tujuan : Untuk mencegah terjadinya karies Menghentikan perjalanan karies yang masih dini. Persiapan :

Menyiapkanalat-alat diagnostic, chip blower, kapas, kain kasa gulung, kapas butir Menyiapkan bahan NaF 2% / SnF 8% /ApF 1,23% Pelaksanaan : Mendeteksi adanya karies dini. Membersikan permukaan gigi Blokir daerah sekitar gigi perkwadran yang akan dioles dengan flour. Gigi-gigi harus dalam keadaan kering. Oleskan dan basahi gigi dengan larutan flour. NaF2% dibiarkan selama 2-3 menit SnF8% dibiarkan selama 2-3 menit

Hanya setalah dioles penderita tidak diperbolehkan makan atau sikat gigi selama 3 jam. AFF1,2% dibiarkan selama 4menit.

Makanan/Nutrisi Untuk Kesehatan Gigi Pada dasarnya karbohidrat dalam makanan merupakan substrat untuk bakteri, yang melalui proses sintesa akan diubah menjadi zat-zat yang merusak jaringan mulut. Adapun makanan yang dianjurkan adalah makanan yang banyak mengandung serat dan air, Jenis makanan ini memiliki efek cleansing yang baik serta vitamin yang terkandung didalamnya akan memberi daya tahan pada jaringan peyangga gigi.

Anda mungkin juga menyukai