Anda di halaman 1dari 12

1

GANGGUAN PSIKOLOGI MENSTRUASI

Disusun Oleh : Irma Yulistiani

AKADEMI KEBIDANAN ADILA BANDAR LAMPUNG 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha esa yang telah melimpahkan rahmatnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan studi kasus yang berjudul PERUBAHAN PSIKOLOGI PADA IBU PASKA MENGALAMI ABORTUS. Penulis menyelesaikan makalah ini guna menyesaikan tugas mata kuliah PSIKOLOGI. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Dahro, selaku dosen mata kuliah Psikologi serta Ibu Dosen selaku pembimbing akademik. Penulis berharap studi kasus ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam menambah wawasan juga menyadari bahwa studi kasus ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu penulis menerima kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki penulisan makalah yang akan datang.

Bandar Lampung, Januari 2015

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah


Di Indonesia, kesehatan dan jasa-jasa lainnya secara umum semakin lama mulai menanggapi kebutuhan-kebutuhan dan permintaan dari kebanyakan remaja. Sejumlah proyek dan program yang didukung oleh pemerintah dengan atau tanpa bantuan donatur telah ada selama beberapa waktu, namun kebanyakan dari mereka hanya berfokus pada sejumlah isu-isu yang terbatas saja yang berhubungan dengan remaja dan tidak pada kebutuhan mereka secara keseluruhan. Fokus projek untuk tahun 2013-2014 adalah untuk mendukung pengembangan lebih lanjut dari rencana pembangunan remaja nasional dan daerah dan pelaksanaannya, termasuk kebutuhan koordinasi antara para mitra, akses dan mutu dari jasa kesehatan yang ramah remaja dalam konteks pendekatan yang lebih "ramah publik" dan akses bagi remaja ke informasi yang dapat diandalkan dan relevan yang mana remaja dapat mendasarkan keputusannya

Keluarnya (rabas) cairan dari vagina merupakan salah satu keluhan yang sering dinyatakan oleh kaum wanita. Beberapa rembesan adalah umum dan normal, dengan bahan yang dikeluarkan hanya terdiri atas lendir yang disekreasi oleh kelenjar-kelenjar di dalam rahim dan leher rahim, serta cairan yang keluar melalui dinding vagina dari jaringan di sekitarnya.

Menurut infeksi pada vulva yang lazim disebut vulvitis sebagian besar dengan gejala keputihan atau leukorea dan tanda infeksi lokal. Keputihan didefinisikan sebagai keluarnya cairan dari vagina. Cairan tersebut bervariasi dalam konsistensi (padat, cair, kental), dalam warna (jernih, putih, kuning, hijau) dan bau (normal, berbau). Sebagian wanita menganggap cairan yang keluar dari vagina masalah biasa ada juga yang menganggap masalah keputihan mengganggu aktivitas seharihari. Masalah yang perlu diwaspadai adalah apakah keputihan tersebut normal atau ada sesuatu kelainan/ penyakit.

Jika keputihan menyebabkan gatal-gatal dan nyeri di dalam vagina, atau di sekeliling saluran pembuka vulva, kondisi ini secara umum disebabkan oleh penyakit, dan tentunya memerlukan pemeriksaan. Tiga jenis utama gangguan dapat menimbulkan masalah, yaitu candidiasis penyebab paling umum gatal-gatal pada vagina. Infeksi sering mengenai vulva dan menimbulkan gatal-gatal. Jamur menyerang sel pada saluran vagina dan sel kulit vulva. Pada beberapa wanita, jamur masuk ke lapiran sel yang lebih dalam dan beristirahat di sana sampai diaktifkan kembali karena satu alasan. Sel-sel yang terinfeksi tidak teralu parah gugur ke dalam vagina, sehingga menyebabkan keputihan. Sekitar 15% wanita terinfeksi, tetapi gejala keputihan dan gatal-gatal terjadi hanya dalam 3% sampai 5% wanita (Jones, 1997).

Keluarnya cairan dari vagina adalah normal pada usia reproduksi, cairan tersebut jumlahnya tidak banyak, jernih, tidak bau dan tidak gatal. Secara alami cairan yang keluar merupakan produksi dari kelenjar di mulut rahim, bercampur

dengan sel-sel vagina, bakteri dan sekresi kelenjar-kelenjar di jalan lahir. Secara fisiologis keluarnya cairan dapat dijumpai pada saat ovulasi, saat menjelang dan setelah haid, rangsangan seksual, dan dalam kehamilan. Sifat dan banyaknya keputihan dapat memberi petunjuk ke arah penyebab. Demikian pula halnya dengan indikasi lain seperti lama keluhan, terus menerus atau pada waktu tertentu saja, warna, bau disertai rasa gatal atau tidak.

BAB II PEMBAHASAN
Identifikasi Masalah

Dari latar belakang di atas maka identifikasi masalah yang ada yaitu bahwa di Desa Gunung Sari Kecamatan Way Khilau banyak terdapat remaja putri yang berusia 10-19 tahun, sedangkan pada data pra survey menunjukkan 7 dari 10 remaja putri di Desa Gunung Sari Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran tersebut mengalami keputihan dan belum mengetahui tentang pengertian, penyebab, dan perawatan jika terjadi keputihan.

Rumusan Masalah dan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah pada karya tulis ilmiah ini yaitu bagaimana gambaran pengetahuan remaja putri tentang pengertian, penyebab, dan perawatan jika terjadi keputihan.

Pertanyaan Penelitian

Bagaimanakah tingkat pengetahuan remaja putri tentang pengertian keputihan? Bagaimanakah tingkat pengetahuan remaja putri tentang penyebab keputihan? Bagaimanakah tingkat pengetahuan remaja putri tentang perawatan yang harus dilakukan jika terjadi keputihan?

BAB III PEMECAHAN MASALAH

Tujuan Penelitian Tujuan Umum


Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri terhadap keputihan di Desa Gunung Sari Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran pada Bulan Desember sampai dengan Januari tahun 2013-2014

Tujuan Khusus
Untuk dapat mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang pengertian keputihan Untuk dapat mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang penyebab keputihan Untuk dapat mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang perawatan yang harus dilakukan jika terjadi keputihan

Manfaat Penelitian
Bagi Masyarakat

Manfaat penelitian bagi masyarakat khususnya remaja putri, yaitu untuk memberikan informasi tentang pengertian, penyebab, dan penanganan keputihan.

Bagi Pihak Institusi Pendidikan


Sebagai bahan acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai penyebab maupun penanganan keputihan yang terjadi pada wanita.

Bagi Responden
Sebagai bahan informasi tentang pengertian, penyebab dan cara perawatan jika terjadi keputihan.

Bagi Peneliti Lainnya


Dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian yang lengkap di tempat lain.

Ruang Lingkup Penelitian


Jenis Peneliti Subjek Objek Lokasi penelitian Pesawaran : Deskriptif : Remaja putri dengan usia 10-19 tahun : Pengetahuan remaja putri tentang keputihan : Desa Gunung Sari Kecamatan Way Khilau Kabupaten

Berdasarkan data pra survey terhadap 10 remaja putri yang berusia 10-19 tahun di Gunung Sari Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran pada bulan Desember tahun 2013, didapat bahwa 7 dari 10 remaja putri tersebut yang mengalami keputihan mengatakan tidak mengetahui tentang pengertian, penyebab dan perawatan yang harus dilakukan jika terjadi keputihan.

GANGGUAN PSIKOLOGI MENSTRUASI


Pada masa menstruasi banyak sekali terdapat gangguan-gangguan baik dari segi fisik maupun dasi segi psikologis. Gangguan-gangguan menstruasi ini dapat menyebabkan tergangguanya aktivitas-aktivitasdari wanita yang mengalami

gangguan menstruasi menstruasi yaitu :

tersebut. Gangguan-gangguan psikologi pada saat

1. kecemasan atau ketakutan terhadap menstruasi, sehingga menimbulkan fobia terhadap menstruasi. Maksudnya disini jika keregangan dan kecemasan ini secara terus menerus serta berlebihan serta tidak segera diatasi maka akan menimbulkan fobia pada menstruasi. 2. Merasa terhalangi atau merasa dibatasi kebebasan dirinya oleh datangnya menstruasi. Wanita akan merasa kebebasannya terbatas akibat datangnya menstruasi ini misalnya saja wanita akan terbatas dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari contohnya ia tidak dapat melaksanakan ibadah, aktivitas olahraga dan aktivitas-aktivitas lainnya. 3. Mudah tersinggung atau mudah marah. Perasaan ini timbul dikarenakan akibat dari perubahan cara kerja hormone-hormon serata karena pengaruh rasa nyeri yang timbul pada saat menstruasi. 4. Perubahan pola makan pola makan cenderung meningkat terutama pada makan yang manis 5. Merasa gelisa dan gangguan tidur. Pada saat menstruasi seorang wanita akan mengalami gangguan atau masala susah tidur atau insomnia.

CARA MENGATASI GANGGUAN PSIKOLOGI MENSTRUASI


Cara mengatasi gangguan-gangguan psikologi pada masa menstruasi adalah dengan melakukan konsultasi atau konsling pada tenaga kesehatan seperti bidan, dokter dan sebagainya dan menjadikan tenaga kesehatan tersebut sebagai konselor. Peran atau tugas sebagai konselor ini yaitus ebagai berikut:

10

1. Memberi penjelasan kepada klien, bahwa proses menstruasi merupakan suatu proses fisiologi atau normal yang pasti akan terjadi dan akan dialami oleh setiap wanita yang subur 2. Memberi informasi-informasi positif yang berguna mengenai menstruasi agar tidak terjadi kesalah pahaman terhadap proses menstruasi tersebut. 3. Memberikan saran untuk mengurangi ketegangan dan rasa nyeri proses menstruasi berlangsung, seperti istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan melakukan kompres air hangat pada bagian perut. 4. Memberikan support mental atau dukungan pada klien, agar lebih percaya diri dan tidak merasa takut dalam menghadapi masa menstruasi

11

BAB IV PENUTUP

1. Kesimpulan
Peristiwa paling penting pada masa pubertas anak gadis adalah gejala menstruasi atau haid yang menjadi pertanda biologi dari kematangan seksual. Timbullah kini bemacam peristiwa, yaitu reaksi hormonal, biologis, dan psikis. Proses-proses somatis yang berlangsung secara siklis da terjadi pengulangan secara periodik peristiiwa menruasi. Semua ini bisa berproses dalam suasana hati yang normal pada anak gadis, tapi kadang juga bisa berjalan tidak normal yang bisa menimbulkan macam-macam masalah psikosomatis (penyimpangan-

penyimpangan dan gangguan psikis yang menimbulkan gangguan pada kesehatan jasmaniah).

2. Saran
Sebaiknya pasien dapat menciptakan kondisi yang rileks antara tubuh dan pikiran agar saling mempengaruhi. Pikiran yang tenang akan mencegah terjadinya gangguan fisiologis dengan membuat sekresi hormon bekerja dengan baik dan seimbang

12

DAFTAR PUSTAKA

Dahro, Ahmad. 2011. Hal 70. Psikologi Kebidanan. Bandar Lampung : Salemba Medika http://www.sumbarsehat.com/2012/09/gangguan-psikologi-pada-masareproduksi_17.html (Diunduh Tanggal 17 Desember 2013)