Anda di halaman 1dari 12

REGRESI ROBUST UNTUK MENGATASI OUTLIER PADA REGRESI LINIER BERGANDA Isma Hasanah isma_semangat@yahoo.co.id Agustini Tripena, Br.

Sb Universitas Jenderal Soedirman ABSTRACT. Regression analysis is statistic analysis for building a relation model
between dependent variable and independent variable. To get a fit regression model, a good data is needed. A good data is a data which is laid surrounding the regression line. Actually, sometimes there is data which is laid far from the regression line or all of data pattern. The data is known as outlier. This research use least square method to estimate parameter of multivariate regression model, while to solve outlier use M estimation. Procedure of M estimation is minimizing the objective function, so the estimation of parameter model is obtained. Keywords : Outlier, M estimation and robust regression model. ABSTRAK. Analisis regresi merupakan analisis statistik yang bertujuan untuk memodelkan hubungan antara variabel tak bebas dengan variabel bebas. Model regresi yang baik, memerlukan data yang baik pula, yaitu data yang berada disekitar garis regresi. Kenyataannya, terkadang terdapat data yang terletak jauh dari garis regresi atau pola data keseluruhan. Data tersebut dikenal dengan istilah pencilan atau outlier. Pada penelitian ini, digunakan metode kuadrat terkecil untuk mengestimasi parameter model regresi linier berganda, sedangkan untuk mengatasi outlier digunakan estimasi M. Prosedur estimasi M adalah meminimalisasi fungsi obyektif, sehingga diperoleh persamaan estimasi parameter model regresi robust.

Kata Kunci: Outlier, estimasi M dan model regresi robust. 1. PENDAHULUAN Analisis regresi merupakan analisis statistik yang bertujuan untuk memodelkan hubungan antara variabel tak bebas dengan variabel bebas. Model regresi yang baik memerlukan data yang baik pula. Suatu data dikatakan baik apabila data tersebut berada di sekitar garis regresi. Kenyataannya, terkadang terdapat data yang terletak jauh dari garis regresi atau pola data keseluruhan. Data tersebut dikenal dengan istilah pencilan atau outlier. Outlier merupakan suatu keganjilan dan menandakan suatu titik data yang sama sekali tidak tipikal dibanding data lainnya (Draper dan Smith,1992).

Outlier tidak dapat dibuang atau dihapus begitu saja dari pengamatan. Menurut Draper dan Smith (1992), adakalanya outlier memberikan informasi yang tidak bisa diberikan oleh titik data lainnya, misalnya karena outlier timbul dari kombinasi keadaan yang tidak biasa yang mungkin saja sangat penting dan perlu diselidiki lebih jauh. Outlier dapat diabaikan apabila setelah ditelusuri ternyata merupakan akibat dari kesalahan mencatat amatan yang bersangkutan atau kesalahan ketika menyiapkan peralatan. Salah satu metode untuk mengatasi outlier adalah regresi robust. Regresi robust merupakan metode regresi yang digunakan ketika distribusi dari residual tidak normal dan atau mengandung beberapa outlier yang berpengaruh pada model (Ryan, 1997). Regresi robust digunakan dengan tujuan untuk memperoleh model terbaik yang robust atau kekar terhadap outlier. Teori mengenai regresi robust pernah dikaji oleh Fox pada tahun 2002. Chen (2002) mengaplikasikan metode-metode estimasi yang ada pada regresi robust dengan jenis data yang berbeda-beda. Momeni, dkk (2010) juga mengaplikasikan regresi robust pada analisis data finansial. Hal tersebut menggambarkan bahwa regresi robust dapat diterapkan diberbagai bidang, seperti bidang ekonomi, pertanian dan lain-lain. Artikel ini mengkaji regresi robust dalam mengatasi outlier pada model regresi berganda. Adapun studikasus yang digunakan adalah pengaruh banyaknya benih padi, pupuk organik dan pupuk kimia terhadap produksi padi. 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini meliputi studi pustaka dan studi kasus. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data produksi padi di kecamatan Purwodadi kabupaten Purworejo pada tahun 2011, yang diperoleh dari Widhyotami (2012). Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data adalah: a. Mencari data sekunder. b. Mengestimasi parameter model regresi menggunakan metode kuadrat terkecil.

c. Untuk masing-masing iterasi t, hitung , , , dan pembobot


Nilai ( dihitung sesuai fungsi Huber, dan , ,

, ,

d. Mencari estimasi pada masing-masing iterasi dengan weighted least square, yaitu (XTWt-1X)-1XTWt-1Y. e. Tahap (c) dan (d) diulang sampai diperoleh estimasi parameter model yang konvergen, artinya selisih hasil iterasi t dengan iterasi 1 bernilai nol.

f. Perhitungan dilakukan menggunakan program komputer, yaitu Minitab 14 dan perhitungan secara manual. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini membahas estimasi M dan penerapannya dalam mengatasi outlier pada suatu studi kasus. Studi kasus yang digunakan adalah pengaruh banyaknya benih, pupuk organik dan pupuk kimia terhadap produksi padi. 3.1 Estimasi M Estimasi parameter menggunakan jumlah kuadrat terkecil menjadi kurang baik apabila distribusi residual-nya tidak normal dan mengandung outlier. Salah satu solusinya adalah menggunakan regresi robust. Metode regresi robust yang paling sering digunakan adalah estimasi M, yang diperkenalkan oleh Huber pada tahun 1973 (Chen, 2002). Secara umum, persamaan model regresi linier yaitu

untuk data ke-i dan n pengamatan. Taksiran modelnya adalah

Menurut Fox (2002), pada umumnya, estimasi M meminimalisasi fungsi obyektif dengan persamaan

. .

3.1

3.2

0, 1, 2, ..., k dan disamakan dengan nol. Hal ini menghasilkan p = k + 1 persamaan estimasi sebagai berikut ,

Kemudian, dicari turunan parsial pertama fungsi obyektif terhadap , j = 3.3

dengan dan merupakan fungsi influence yang digunakan untuk

memperoleh bobot. Lalu, residual-nya distandardisasi, sehingga persamaan (3.3) menjadi . / Menurut Fox (2002), nilai ,, dengan MAR merupakan Median

Didefinisikan fungsi pembobot , dengan merupakan residual


atau / .

. Absolute Residual, yang dapat dicari dengan rumus yang distandardisasi, sehingga . Persamaan (3.4) dapat ditulis menjadi . 3.5

3.4

Persamaan (3.5) dapat ditulis sebagai berikut

W merupakan matriks diagonal berukuran , dengan sebagai elemen estimasi parameternya menjadi . 3.6

diagonalnya. Persamaan (3.5) dikalikan dengan pada kedua ruas,

3.2 Studi Kasus

tersebut sebagai berikut.

organik () dan pupuk kimia (),terhadap produksi padi (Y). Adapun data

Peneliti ingin mengetahui pengaruh banyaknya benih (), pupuk

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

(Kg) 2,5 10 15 2 7 5 15 30 5 40 12 20 8 7

(Kg) 320 1000 1000 1200 1500 2000 2000 2000 570 5000 2500 2500 1500 2000

(Kg) 5 70 150 100 30 20 100 200 55 350 20 100 15 20

Tabel 1. Data Pengamatan Produksi Padi Y (Kg) 280 1100 3000 1200 1700 1000 2800 3600 2400 6000 2200 3000 1200 1200 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 15 5 3,5 3 15 10 7 10 15 14 10 8 10 7 11 9 2500 1000 500 500 2000 1500 2000 2500 3000 2500 1500 2000 1000 1000 2000 1500 50 10 5 3 100 15 10 20 100 55 90 45 40 5 10 15 1500 1000 600 500 3000 1700 1700 2000 3600 2500 2200 2000 2300 1200 1800 1800

3.2.1 Estimasi Regresi Linier Berganda Selanjutnya, data pada Tabel 1 diestimasi menggunakan metode kuadrat terkecil untuk mendapatkan estimasi parameter model regresi linier berganda. Rumus yang digunakan sebagai berikut .

Hasil yang diperoleh sebagai berikut

551 53 0,274 6,48. sehingga, taksiran modelnya menjadi 3.2.1.1Identifikasi Outlier a. Boxplot Identifikasi outlier dapat menggunakan metode grafis, yaitu boxplot. Adapun hasil yang diperoleh menggunakan Minitab 14 sebagai berikut:

551 53 , 0,274 6,48

Boxplot of Produksi
6000 5000

Boxplot of Pupu k organ ik

5000

4000

Pupuk organik

4000 Produksi

3000

3000

2000

2000 1000

1000

Gambar 2.BoxplotVariabel Produksi Padi (Y).


B oxp lot of B en ih

Gambar 4.Boxplot Variabel Pupuk Organik.


B oxplot of Pu pu k kim ia
400

40

300

30
Pupuk kimia

Benih

200

20

100

10

Gambar 3. Boxplot Variabel Benih.

Gambar 5.Boxplot Variabel Pupuk Kimia.

1,5 IQR terhadap kuartil 1, atau bernilai lebih dari 1,5 IQR terhadap kuartil 3. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan nilai kuartil 1, kuartil 3 dan IQR agar dapat mengidentifikasi outlier menggunakan boxplot. Adapun perhitungan tersebut sebagai berikut.
Tabel 2. Perhitungan IQR Variabel X1 X2 X3 Y Nilai Q1 6,5 1000 17,5 1200 Nilai Q3 15 2125 100 2575 Nilai IQR 8,5 1125 82,5 1375

Suatu data dikatakan outlier apabila data tersebut bernilai kurang dari

lebih dari 3 IQR terhadap Q3, atau nilainya kurang dari 3 IQR terhadap Q1,

Berdasarkan Tabel 2, diketahui bahwa tidak terdapat data yang nilainya

itu, dapat disimpulkan bahwa titik yang terdapat di luar kotak boxplot merupakan outlier. Selanjutnya data keberapa saja yang merupakan outlier dapat diketahui menggunakan metode DfFITS. b. Metode DfFITS Selain menggunakan metode grafis, untuk mengidentifikasi outlier dapat

namun terdapat data yang nilainya lebih dari 1,5 IQR terhadap Q3. Oleh karena

menggunakan metode DfFITS. Data yang merupakan outlier merupakan data yang nilai mutlak DfFITS-nya lebih besar dari 2 2 0,632

Tabel 3. Nilai DfFITS Data ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 DfFITS -0,43283 -0,47205 0,51878 -1,17832 0,07974 -0,42811 0,11994 -1,01068 1,05234 |DfFITS| 0,43283 0,47205 0,51878 1,17832 0,07974 0,42811 0,11994 1,01068 1,05234 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 -1,53870 0,16792 0,04277 -0,14258 -0,26309 -0,67382 -0,08323 -0,22045 -0,26448 0,21605 0,07036 1,53870 0,16792 0,04277 0,14258 0,26309 0,67382 0,08323 0,22045 0,26448 0,21605 0,07036 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 0,10920 0,08515 0,72951 0,10491 0,07659 0,11291 0,47854 -0,01820 0,03946 0,14625 0,10920 0,08515 0,72951 0,10491 0,07659 0,11291 0,47854 0,01820 0,03946 0,14625

Berdasarkan nilai DfFITS pada Tabel 3 di atas,terlihat bahwa ada beberapa data yang nilainya lebih besar dari 0,6325 (data yang dicetak tebal). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat outlier pada data ke-4, ke-8, ke-9, ke-10, ke-15 dan data ke-23. 3.2.2Regresi Robust Estimasi M Dari hasil identifikasi outlier disimpulkan bahwa terdapat outlier pada data. Selanjutnya, untuk mengatasi hal tersebut digunakan regresi robust estimasi M. Adapun prosedur penyelesaiannya sebagai berikut: a. Mengestimasi parameter model regresi menggunakan metode kuadrat terkecil, , , dan menghitung i,0 = ,, yang diperlakukan sehingga didapatkan

diperoleh nilai = 551, = 53, = 0,274, = 6,48, sehingga diperoleh estimasi model dan nilai residual sebagai berikut.
Tabel 6. Nilai Estimasi Model dan Nilai Residual X1 2,5 10 15 2 7 5 15 30 5 40 12 20 8 7 15 5 3,5 3 15 10 7 10 15 14 10 8 10 7 11 9 X2 320 1000 1000 1200 1500 2000 2000 2000 570 5000 2500 2500 1500 2000 2500 1000 500 500 2000 1500 2000 2500 3000 2500 1500 2000 1000 1000 2000 1500 X3 5 70 150 100 30 20 100 200 55 350 20 100 15 20 50 10 5 3 100 15 10 20 100 55 90 45 40 5 10 15 Y 280 1100 3000 1200 1700 1000 2800 3600 2400 6000 2200 3000 1200 1200 1500 1000 600 500 3000 1700 1700 2000 3600 2500 2200 2000 2300 1200 1800 1800 803,58 1808,6 2592 1633,8 1527,4 1493,6 2542 3985 1328,58 6309 2001,6 2944 1483,2 1599,6 2355 1154,8 905,9 866,44 2542 1589,2 1534,8 1895,6 2816 2334,4 2075,2 1814,6 1614,2 1228,4 1746,8 1536,2
,

sebagai nilai awal. Berdasarkan hasil estimasi regresi linier berganda,

, -523,58 -708,6 408 -433,8 172,6 -493,6 258 -385 1071,42 -309 198,4 56 -283,2 -399,6 -855 -154,8 -305,9 -366,44 458 110,8 165,2 104,4 784 165,6 124,8 185,4 685,8 -28,4 53,2 263,8
,

b. Menentukan dan pembobot awal ,

diperoleh dengan menggunakan rumus ,

, dengan ,

| | ,

. Nilai

. Metode yang

digunakan untuk memperoleh fungsi pembobot adalah metode Huber, dengan

koefisien r yang digunakan bernilai 1,345. Menggunakan nilai, pada Tabel

6 diperoleh nilai = 435,95. Hasil perhitungan pembobot , sebagai berikut.


, , -1,0078 -1,3640 0,7854 -0,8350 0,3322 -0,9501 0,4966 -0,7411 2,0624 -0,5948 0,3819 0,1078 -0,5451 -0,7692 |, |

1,0078 1,3640 0,7854 0,8350 0,3322 0,9501 0,4966 0,7411 2,0624 0,5948 0,3819 0,1078 0,5451 0,7692

-1,0078 -1,345 0,7854 -0,8350 0,3322 -0,9501 0,4966 -0,7411 1,345 -0,5948 0,3819 0,1078 -0,5451 -0,7692

Tabel 7. Perhitungan , , -1,6458 -0,2980 -0,5888 -0,7054 0,8816 0,2133 0,3180 0,2010 1,5091 0,3188 0,2402 0,3569 1,3201 -0,0547 0,1024 0,5078

1 0,9861 1 1 1 1 1 1 0,6522 1 1 1 1 1

1,6458 0,2980 0,5888 0,7054 0,8816 0,2133 0,3180 0,2010 1,5091 0,3188 0,2402 0,3569 1,3201 0,0547 0,1024 0,5078

-1,345 -0,2980 -0,5888 -0,7054 0,8816 0,2133 0,3180 0,2010 1,345 0,3188 0,2402 0,3569 1,3201 -0,0547 0,1024 0,5078

0,8172 1 1 1 1 1 1 1 0,8913 1 1 1 1 1 1 1

c. Menyusun matriks pembobot berupa matriks diagonal dengan elemen regresi , dengan menggunakan rumus 454,8963 42,6409 . 0,3855 6,6022
b0, robust 454,8963 437,3306 434,8732 434,4871 434,4454 434,4284 434,4284

diagonalnya , , , , , ,. Kemudian menghitung penaksir koefisien tersebut diperoleh nilai estimasi parameter yaitu

Hasil iterasi selengkapnya tersaji pada tabel berikut.


Tabel 8. Hasil Iterasi Iterasi 1 2 3 4 5 6 7 b1, robust 42,6409 43,5426 43,7432 43,7777 43,7832 43,7839 43,7839 b2, robust 0,3855 0,3929 0,3938 0,3939 0,3939 0,3939 0,3939 b3, robust 6,6022 6,4829 6,4589 6,4547 6,4541 6,4540 6,4540

Berdasarkan Tabel 8, terlihat bahwa selisih estimasi parameter pada iterasi ke-6 dan ke-7 sama dengan nol. Hal ini menunjukkan bahwa estimasi parameter telah konvergen, sehingga diperoleh model regresi robust sebagai berikut 434,4284 43,7839 0,3939 6,4540 . 3.10

3.2.1.2Koefisien Determinasi (R2)

Berdasarkan nilai R2dapat diketahui tingkat signifikansi atau kesesuaian hubungan antara variabel bebas dengan variabel tak bebas dalam model regresi yang dihasilkan. Menggunakan rumus R2

, diperoleh nilai R2 untuk

model regresi linier berganda sebesar 0,837 = 83,7%, dan untuk model regresi robust sebesar 0,8879 = 88,79%. 3.2.1.4Uji Signifikansi dan Kecocokan Model Regresi a. Uji Individu Hipotesis yang digunakan pada uji individu yaitu: H0 : Koefisien regresi tidak signifikan dan H1 : Koefisien regresi signifikan. Taraf signifikansi yang digunakan = 0,05. Digunakan statistik uji yaitu nilai untuk mengambil suatu kesimpulan, yang dapat dicari menggunakan rumus . Hasil yang diperoleh sebagai berikut.
Tabel 5. Nilai Model Regresi Linier Berganda Nilai 1,90 1,88 2,63

Tabel 9. Nilai Regresi Robust Variabel X1 X2 X3

Model

Variabel X1 X2 X3

maka H0 diterima, artinya koefisien regresi X1 dan X2 tidak signifikan. artinya koefisien regresi X3 signifikan. Variabel X1, X2, dan X3 pada model Variabel X3 mempunyai nilai lebih besar dari , maka H0 ditolak,

X1 dan X2 pada model regresi berganda mempunyai nilai kurang dari

Berdasarkan tabel statistik, diperoleh nilai = 2,056. Variabel

Nilai 4,139 4,37 5,587

ditolak, artinya koefisien model regresi robust X1, X2, dan X3 signifikan. b. Uji Serentak (Uji F)

regresi robust mempunyai nilai lebih besar dari , maka H0

Hipotesis yang digunakan pada uji serentak yaitu: H0 : Variabel bebas tidak berpengaruh pada variabel tak bebas, dan H1 : Variabel bebas berpengaruh pada variabel tak bebas. Taraf signifikansi yang digunakan = kesimpulan. Nilai untuk model regresi linier berganda sebesar 50,63, 0,05. Digunakan statistik uji yaitu nilai , untuk mengambil suatu

tabel statistik, diperoleh nilai = 2,98. Karena nilai model regresi artinya variabel bebas berpengaruh terhadap variabel tak bebas.

sedangkan untuk model regresi robust sebesar 231,1575. Berdasarkan

linier berganda dan regresi robust lebih besar dari , maka H0 ditolak,

4. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa koefisien determinasi model regresi menggunakan estimasi M lebih besar dibandingkan dengan koefisien determinasi model regresi menggunakan metode kuadrat terkecil, sehingga model regresi robust dikatakan lebih baik dibandingkan dengan model regresi menggunakan metode kuadrat terkecil. 4.2 SARAN Penelitian ini hanya menggunakan estimasi M untuk mengatasi outlier, sehingga untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan metode estimasi robust yang lain, seperti estimasi S, LTS, LMS dan MM. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Rina Reorita, M.Si selaku pembimbing II, beserta semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan artikel ini.

DAFTAR PUSTAKA Chen, C .2002. The Robust Regression and Outlier Detection with the ROBUSTREG Procedure . SUGI Paper 265-267 .SAS Institute : Cary , NC Draper, N dan H. Smith. 1992. Analisis Regresi Terapan, Terjemahan Edisi Kedua. Jakarta: PT. GramediaPustakaUtama. Fox, J. 2002. Robust Regression. New York. Momeni, M, M. D. Neyeri, A. F. Ghayoumi dan H. Ghorbani. 2010. Robust Regression and its Application in Financial Data Analysis. World Academy of Science, Engineering and Technology. Ryan, T. P. 1997. Modern Regression Methods. New York : A Wiley-Interscience Publication. Widhyotami, T. P. 2012. Studi Komparatif Usaha Tani pada Pengguna Pupuk di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Purwokerto: Unsoed.

Anda mungkin juga menyukai