Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Lansia merupakan periode akhir dari rentang kehidupan manusia. Melewati masa ini, lansia memiliki kesempatan untuk berkembang mencapai pribadi yang lebih baik dan semakin matang. Lansia masih dapat mengembangkan diri dan berkreasi sesuai dengan minat mereka. Lansia dapat melakukan sesuatu yang berarti untuk diri mereka sendiri dan orang lain. Penduduk Indonesia sedang bergerak kearah struktur penduduk menua (ageing population). Pada tahun 2000, Indonesia menduduki peringkat ke sebelas di dunia dalam perihal populasi lansia yaitu sebesar !,"#$ dan diperkirakan akan meningkat men%adi 22$ pada tahun 20&0." Periode tahun "'#0 %umlah lansia di Indonesia mencapai !.''#.&() atau sebesar &,(&$ dari %umlah penduduk, periode "''0 mencapai"".2!!.&&! atau sebesar *,2'$ dari %umlah penduduk, periode 2000 mncapai "(.()'.'*! atau sebesar !,"#$. +ahun 200&, %umlah penduduk lansia di Indonesia adalah "&.#"(.&"" orang atau !.'! $ dari %umlah penduduk Indonesia. Periode tahun 200* mencapai ,"' %uta atau sebesar #,'0$ dari %umlah penduduk, pada periode 20"0 %umlah penduduk lansia mencapai ,2),' %uta atau sebesar ',!!$ dari %umlah penduduk, sedangkan prakiraan periode tahun 2020 %umlah penduduk lansia mencapai ,2#,# %uta atau sebesar "",)($.2 -ari se%umlah lansia yang terdapat di Indonesia pada tahun 200&, se%umlah ""2.*0! orang atau sebesar ),"*$ masih akti. beker%a baik seluruh waktu maupun paruh waktu.) Peningkatan usia harapan hidup dan penurunan tingkat .ertilitas meningkatkan %umlah lansia di Indonesia yang akan berdampak pada peningkatan rasio dependensi. /sia harapan hidup penduduk Indonesia %uga mengalami peningkatan dari periode ke periode. Periode tahun "'#0 usia harapan hidup mencapai &2,2 tahun, tahun "''0 mencapai &',# tahun, tahun
1

2000 mencapai *(,& tahun, tahun 200* mencapai **,2 tahun, prakiraan tahun 20"0 mencapai *!,( tahun, dan prakiraan tahun 2020 mencapai !"," tahun.( 0erdasarkan -ata 1tatistik Indonesia didapatkan %umlah populasi lansia di -2I 3akarta pada tahun 200& se%umlah (0(.0"0 orang.) -i perkotaan sendiri presentase lansia yang beker%a pada tahun 20"" adalah )#,''$. 1ebanyak !0$ dari lansia di 3akarta masih merupakan kepala rumah tangga dan tulang punggung untuk menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya. 1edangkan di 2elurahan 2ebagusan, 2ecamatan Pasar Minggu 3akarta 1elatan sendiri terdata sebanyak 2*( lansia. Peningkatan populasi orang lansia diikuti pula berbagai persoalan persoalan bagi orang lansia itu sendiri. +ermasuk salah satunya adalah aktualisasi diri untuk membuktikan bahwa dirinya masih dapat tetap akti. dan berperan baik bagi keluarganya maupun masyarakat walaupun kapasitas .ungsionalnya sudah menurun dibandingkan saat dirinya dalam usia produkti.. 1ecara normati., penduduk lansia merupakan kelompok penduduk yang seyogyanya tinggal menikmati masa tuanya tanpa harus beker%a. 1eharusnya seorang lansia dapat men%alani masa tuanya dengan menikmati hasil dari %erih payahnya semasa muda, akan tetapi pada negara berkembang seperti Indonesia, para lansia secara tidak langsung dituntut untuk tetap produkti. terutama dalam membantu perekonomian keluarga. 4dapun peker%aan yang dapat dilakukan agar seorang lansia tetap akti. di masa tuanya semestinya tidak membebani orang itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk memberi pengetahuan pada masyarakat,petugas kesehatan, dan berbagai instansi yang terkait guna mempersiapkan masa tua yang produkti. bagi generasi selan%utnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH ". 0agaimana usia berperan terhadap tingkat produkti5itas pada lansia6 2. 0agaimana %enis kelamin berperan terhadap tingkat produkti5itas lansia6 ). 0agaimana kesehatan .isik berperan terhadap terhadap tingkat produkti5itas lansia6 (. 0agaimana keadaan lingkungan dan sosial sosial berperan terhadap tingkat produkti5itas lansia6

1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.3.1 Tujuan Umum /ntuk meningkatkan %umlah lansia yang produkti. 1.3.2 Tujuan Khusus

". Menilai peran usia terhadap tingkat produkti5itas pada lansia. 2. Menilai peran %enis kelamin terhadap tingkat produkti5itas lansia. ). Menilai peran kesehatan .isik terhadap terhadap tingkat produkti5itas lansia. (. Menilai peran lingkungan dan sosial terhadap tingkat produkti5itas lansia.

1.4 HIPOTESIS PENELITIAN 7ipotesis dalam penelitian sebagai berikut 8 ". 4da peran usia terhadap tingkat produkti5itas pada lansia. 2. 4da peran %enis kelamin terhadap tingkat produkti5itas lansia.

). 4da peran kesehatan .isik terhadap terhadap tingkat produkti5itas lansia. (. 4da peran lingkungan dan sosial terhadap tingkat produkti5itas lansia.

1. . MAN!AAT PENELITIAN ". 0agi Instalasi 9 pro.esi 2esehatan Institusi yang terkait dapat melakukan upaya yang berkenaan dengan peningkatan produkti5itas pada lansia. 2. 0agi Pengembangan Penelitian /ntuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang .aktor .aktor yang berperan dalam meningkatkan produkti5itas pada lansia. ). 0agi Masyarakat i. 1ebagai bahan masukan bagi petugas kesehatan khususnya dokter puskesmas untuk melakukan usaha peningkatan produkti5itas dan status kesehatan lansia. ii. 1ebagai sumber in.ormasi bagi para keluarga yang mempunyai anggota keluarga lansia agar dapat meningkatkan produkti5itas lansia. 1." RUANG LINGKUP PENELITIAN 1.".1 Ruan# L$n#%u& T'm&a( :uang lingkup tempat pada penelitian ini adalah 2elurahan 2ebagusan, 3akarta 1elatan 1.".2 Ruan# L$n#%u& )a%(u :uang lingkup waktu dalam penelitian adalah pada bulan 1eptember 20") sampai ;ktober 20").

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 TINJAUAN PUSTAKA 2."." -e.inisi lan%ut usia Lan%ut usia (lansia) merupakan periode akhir dari rentang kehidupan manusia. Melewati masa ini, lansia memiliki kesempatan untuk berkembang mencapai pribadi yang lebih baik mengembangkan diri dan berkreasi sesuai dengan minat mereka. 0erdasarkan /ndang /ndang :epublik Indonesia <omor ") tahun "''# tentang kese%ahteraan lansia, pada 0ab I men%elaskan bahwa lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia *0 tahun keatas. & 1ecara lebih rinci menurut 1etyonegoro pengelompokan lansia sebagai berikut8 lansia (geriatric age) lebih dari *& tahun atau !0 tahun, young old (!0 !& tahun), old (!& #0 tahun), 5ery old (lebih dari #0).&,* 2.".2 Pemenuhan 2ebutuhan -asar Pada Lansia 2ebutuhan dasar manusia merupakan unsur unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan .isiologis maupun psikologis, yang tentunya bertu%uan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Menurut 4braham Maslow kebutuhan dasar manusia terdiri dari 8 (") 2ebutuhan .isiologis memiliki prioritas tertinggi dalam hirarki Maslow. 1eorang yang beberapa kebutuhannya tidak terpenuhi secara umum akan melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan .isiologisnya terlebih dahulu. (2) 2eselamatan dan :asa 4man (Safety and Security Needs) adalah kebutuhan akan rasa keamanan dan ketentraman, baik lahiriah maupun batiniah seperti kebutuhan akan %aminan hari tua, kebebasan, kemandirian dan sebagainya ()) 2ebutuhan :asa =inta, Memiliki, dan -imiliki ( Love and Belonging Needs) manusia pada umumnya membutuhkan perasaan bahwa mereka dicintai oleh keluarga mereka dan diterima oleh teman sebaya dan

masyarakat. 2ebutuhan ini secara umum meningkat setelah kebutuhan .isiologis dan keselamatan terpenuhi hanya pada saat indi5idu merasa selamat dan aman, mereka mempunyai waktu dan energi untuk mencari cinta dan rasa memiliki serta untuk membagi cinta tersebut dengan orang lain.2ebutuhan ini meliputi memberi dan menerima kasih sayang, perasaan dimiliki dan hubungan yang berarti dengan orang lain, kehangatan, persahabatan, serta mendapat tempat atau diakui dalam keluarga, kelompok dan lingkungan sosialnya. (() 2ebutuhan 7arga -iri (Self Esteem Need) menggambarkan se%auhmana indi5idu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memeiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten. 2ebutuhan ini meliputi perasaan tidak bergantung pada orang lain, kompeten, serta penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain. (&) 2ebutuhan aktualisasi diri (Self Actualization Needs) adalah kebutuhan untuk mengungkapkan kemampuan .isik, rohani maupun daya pikir berdasar pengalamannya masing masing, bersemangat untuk hidup, dan berperan dalam kehidupan.*,! 2ebutuhan menurut Maslow harus memenuhi kebutuhan yang paling penting dahulu kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting. /ntuk dapat merasakan nikmat suatu tingkat kebutuhan perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada pada tingkat di bawahnya. Manusia memiliki kebutuhan dasar bersi.at heterogen. <amun pada hakikatnya setiap manusia mempunyai kebutuhan dasar yang sama. 2ebutuhan tersebut bersi.at manusiawi dan men%adi syarat keberlangsungan hidup seorang manusia. Menurut maslow pemenuhan berabagai kebutuhan tersebut didorong oleh dua kekuatan (moti5asi) yakni moti5asi kekurang (de.iciency moti5ation) dan moti5asi pertumbuhan atau perkembangan ( growth moti5ation) dan dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada.',"0 Lalu %ika gagal memenuhi kebutuhannya, manusia akan berpikir lebih keras dan bergerak untuk berusaha mendapatnya (7idayat, 200').'

Menurut 7idayat (200') 2ebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai .aktor berikut'8 a. Penyakit. 4danya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara .isiologis maupun psikologis, karena beberapa .ungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar dari biasanya. b. 7ubungan keluarga. 7ubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rasa curiga, dan lain lain. c. 2onsep diri. 2onsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. 2onsep diri yang positi. memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. 2onsep diri yang sehat menghasilkan perasaan positi. terhadap diri. ;rang yang merasakan positi. tentang dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya. d. +ahap perkembangan. 1e%alan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. 1etiap tahap perkembangan tersebut memilki kebutuhan yang berbeda, baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial, maupun spiritual, mengingat berbagai .ungsi organ tubuh %uga mengalami proses kematangan dengan akti5itas yang berbeda. 2.".) Produkti5itas pada lansia Menurut >alter 4igner dalam ?Motivation and Awareness@, .iloso.i dan spirit tentang produkti5itas sudah ada se%ak awal peradaban manusia karena makna produkti5itas adalah keinginan (Will) dan upaya (Effort) manusia untuk selalu meningkatkan kualitas di dalam segala bidang.* 1ecara ekonomi, penduduk lan%ut usia lebih dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya. 0anyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak man.aat, bahkan ada yang sampai

beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan secara negati. sebagai beban keluarga dan masyarakat serta dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini. /sia tua dialami dengan cara yang berbeda beda. 4da orang berusia lan%ut yang mampu melihat arti penting usia tua dalam konteks eksistensi manusia, yaitu sebagai masa hidup yang memberi mereka kesempatan kesempatan untuk tumbuh berkembang dan bertekad berbakti. ;rang lan%ut usia %uga memiliki kebutuhan hidup yang sama agar dapat hidup se%ahtera. 2ebutuhan hidup orang lan%ut usia antara lain kebutuhan akan makanan bergiAi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, perumahan yang sehat dan kondisi rumah yang tentram dan aman, kebutuhan kebutuhan sosial seperti bersosialisasi dengan semua orang dalam segala usia, sehingga mereka mempunyai banyak teman yang dapat dia%ak berkomunikasi, membagi pengalaman, memberikan pengarahan untuk kehidupan yang baik.! 2ebutuhan tersebut diperlukan oleh lan%ut usia agar dapat mandiri. +ingkat pemenuhan kebutuhan tersebut tergantung pada diri orang lan%ut usia, keluarga dan lingkungannya . 3ika kebutuhankebutuhan tersebut tidak terpenuhi akan timbul masalah masalah dalam kehidupan orang lan%ut usia yang akan menurunkan kemandiriannya. 2.".( Baktor 2esehatan Baktor kesehatan meliputi keadaan .isik dan keadaan psikis lan%ut usia. Baktor kesehatan .isik meliputi kondisi .isik lan%ut usia dan daya tahan .isik terhadap serangan penyakit. Baktor kesehatan psikis meliputi penyesuaian terhadap kondisi lan%ut usia.# Baktor kesehatan meliputi keadaan .isik dan keadaan psikis lan%ut usia. # 2eadaan .isik merupakan .aktor utama dari kegelisahan manusia. 2ekuatan .isik, pancaindera, potensi dan kapasitas intelektual mulai menurun pada tahap tahap tertentu. 2emunduran .isik ditandai dengan beberapa serangan penyakit seperti gangguan pada sirkulasi darah, persendian, sistem perna.asan,

neurologik, metabolik, neoplasma dan mental. #,"" 1ehingga keluhan yang sering ter%adi adalah mudah letih, mudah lupa, gangguan saluran pencernaan, saluran kencing, .ungsi indra dan menurunnya konsentrasi. Pada umumnya pada masa lan%ut usia ini orang mengalami penurunan .ungsi kogniti. dan psikomotorik.","" Bungsi kogniti. meliputi proses bela%ar, persepsi pemahaman, pengertian, perhatian dan lain lain yang menyebabkan reaksi dan perilaku lan%ut usia men%adi semakin lambat. Bungsi psikomotorik meliputi hal hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan, tindakan, koordinasi yang berakibat bahwa lan%ut usia kurang cekatan.# 2.".& Baktor Lingkungan Pada umumnya para lan%ut usia adalah pensiunan atau mereka yang kurang produkti. lagi. 1ecara ekonomis keadaan lan%ut usia dapat digolongkan men%adi ) (tiga) yaitu golongan mantap, kurang mantap dan rawan. ! Colongan mantap adalah para lan%ut usia yang berpendidikan tinggi, sempat menikmati kedudukan9%abatan baik. Mapan pada usia produkti., sehingga pada usia lan%ut dapat mandiri dan tidak tergantung pada pihak lain. * # Pada golongan kurang mantap lan%ut usia kurang berhasil mencapai kedudukan yang tinggi , tetapi sempat mengadakan in5estasi pada anak anaknya, misalnya mengantar anak anaknya ke %en%ang pendidikan tinggi, sehingga kelak akan dibantu oleh anak anaknya. 1edangkan golongan rawan yaitu lan%ut usia yang tidak mampu memberikan bekal yang cukup kepada anaknya sehingga ketika purna tugas datang akan mendatangkan kecemasan karena terancam kese%ahteraan. Pemenuhan kebutuhan ekonomi dapat ditin%au dari pendapatan lan%ut usia dan kesempatan ker%a.*,"" Pendapatan orang lan%ut usia berasal dari berbagai sumber. 0agi mereka yang dulunya beker%a, mendapat penghasilan dari dana pensiun. 0agi lan%ut usia yang sampai saat ini beker%a mendapat penghasilan dari ga%i atau upah. *.# 1elain itu sumber keuangan yang lain adalah keuntungan, bisnis, sewa, in5estasi, sokongan dari pemerintah atau swasta, atau dari anak, kawan dan

keluarga. /pah9ga%i sebagai imbalan dari hasil ker%a para lan%ut usia tidaklah tinggi. +ingkat pendidikan lan%ut usia pada umumnya sangat rendah. 7al ini berpengaruh terhadap produkti5itas ker%a sehingga pendapatan yang diperoleh %uga semakin kecil. Lebih lan%ut di%elaskan bahwa sumber utama kiner%a yang e.ekti. yang mempengaruhi indi5idu adalah kelemahan intelektual, kelemahan psikologis, kelemahan .isik . 2.".* Baktor sosial Baktor hubungan sosial meliputi hubungan sosial antara orang lan%ut usia dengan keluarga, teman sebaya9 usia lebih muda, dan masyarakat. #,"2 -alam hubungan ini dika%i berbagai bentuk kegiatan yang diikuti lan%ut usia dalam kehidupan sehari hari. 0agi lan%ut usia, keluarga merupakan sumber kepuasaan. -ukungan keluarga dan masyarakat ikt mempengaruhi produkti5itas lansia.* -ata awal yang diambil oleh peneliti terhadap lan%ut usia berusia &0, *0 dan !0 tahun di kelurahan 3ambangan menyatakan bahwa mereka ingin tinggal di tengah tengah keluarga."2,") Mereka tidak ingin tinggal di Panti >erdha. Para lan%ut usia merasa bahwa kehidupan mereka sudah lengkap, yaitu sebagai orang tua dan %uga sebagai kakek dan nenek. ") 1istem pendukung lan%ut usia ada tiga komponen menurut 3oseph. 3 Callo ("''#), yaitu %aringan %aringan in.ormal, system pendukung .ormal dan dukungan dukungan semi.ormal.") 3aringan pendukung in.ormal meliputi keluarga dan kawan kawan. 1istem pendukung .ormal meliputi tim keamanan sosial setempat, program program medikasi dan kese%ahteraan sosial. -ukungan dukungan semi.ormal meliputi bantuan bantuan dan interaksi yang disediakan oleh organisasi lingkungan sekitar seperti perkumpulan penga%ian, gere%a, atau perkumpulan warga lansia setempat.

10

11

BAB III KERANGKA KONSEP* +ARIABEL DAN DE!INISI OPERASIONAL 3.1 KERANGKA KONSEP

/sia

3enis 2elamin

Bisik

Cangguan 2esehatan 3asmani 3en%ang Pendidikan Lingkungan 1tatus Dkonomi Produkti5itas Lansia

-ukungan Masyarakat

-ukungan 2eluarga

1osial

Pelayanan 2esehatan

12

3.2 +ARIABEL ).2." E4:I40DL -DPD<-D< 8 Produkti5itas lansia. ).2.2 E4:I40DL I<-DPD<-D< 8 Bisik o /sia o 3enis 2elamin o Cangguan organik Lingkungan 8 8

o 3en%ang Pendidikan 1osial 8

o -ukungan Masyarakat o -ukungan 2eluarga

13

14

15

BAB I+ BAB I+ METODE PENELITIAN

4.1 JENIS PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode obser5asional analitik dengan rancangan cross sectional (potong silang). -alam penelitian cross sectional peneliti mencari hubungan antara 5ariabel bebas dan 5ariabel tergantung dengan melakukan pengukuran pada saat tertentu. -alam penelitian ini 5ariabel dependennya adalah produkti5itas lansia dan 5ariabel independennya adalah .aktor .isik, sosial, dan lingkungan. 4.2 LOKASI ,an )AKTU PENELITIAN 4.2.1 L-%as$ &'n'.$($an Penelitian ini dilakukan di kelurahan 2ebagusan, 3akarta 1elatan. 4.2.2 )a%(u &'n'.$($an Penelitian ini dilakukan se%ak bulan 1eptember 20") F ;ktober 20"). 4.3 POPULASI ,an SAMPEL PENELITIAN 4.3.1 P-&u.as$ P'n'.$($an Populasi target adalah lansia yang produkti. di 3akarta 1elatan. Populasi ter%angkau adalah seluruh lansia yang masuk dalam kelompok pembinaan di kelurahan 2ebagusan yang tercatat pada tahun 20"). 4.3.2 K/$('/$a $n%.us$ ,an '%s%.us$ 1. K/$('/$a $n%.us$ a) Lansia berusia diatas *0 tahun.

16

b) Lansia yang pernah mengikuti pendidikan .ormal. d) Lansia yang tidak termasuk lansia binaan yang bertempat tinggal dalam radius & m dengan tempat tinggal lansia binaan. c) Lansia yang mampu berkomunikasi akti.. e) Lansia yang bersedia berpartisipasi dengan penelitian. 2. K/$('/$a '%s%.us$ a) Lansia dengan gangguan mental. 4.3.3 Sam&'. P'n'.$($an B'sa/ Sam&.$n# Perkiraan besar sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan rumus. Rumus &-&u.as$ $n0$n$( 1

<o G

HI P K

G +ingkat kemaknaan yang dikehendaki '&$ besarnya ",'* G Pre5alensi kelompok lansia yang produkti. (&,("$J G Pre5alensi atau proporsi yang tidak mengalami peristiwa yanng

diteliti 8 " 0,(&(" G 0,&(&' d G 4kurasi dari ketepatan pengukuran untuk p L"0$ adalah 0,0&

17

<o G

G )#0,' dibulatkan men%adi )#".

JPersentase didapatkan berdasarkan Pusat -ata dan In.ormasi 2emenkes :I. Cambaran 2esehatan /sia Lan%ut di Indonesia, 20") dalam buletin %endela data dan in.omasi kesehatan."(

Rumus &-&u.as$ 0$n$(

nG

n n0 <

G 0esar sampel yang dibutuhkan untuk populasi yang .init G 0esar sampel dari populasi yang in.init G 0esar sampel populasi .init

2arena %umlah lansia yang terdapat di kelurahan 2ebagusan ber%umlah 2*( orang maka 8

nG

G "&&,*

antisipasi drop out G "0$ M n antisipasi drop out G "0$ M "&&,* G "&,& +otal sampel G n , antisipasi drop out +otal sampel G "&&,* , "&,& G "!"," "!" orang

18

19

4.4 2ARA PENGAMBILAN SAMPLE


Kecamatan Pasar Minggu Purposive sampling Kel. !ati"a#ang Kel.Pe$aten&mr Kel. Kebagusan Kel. agunan Kel.Pe$aten %rt

Lansia yang masuk dalam kelompok pembinaan kelurahan 2ebagusan pada tahun 20")

Lansia yang datang dalam pembinaan kelurahan 1ampel 2ebagusan pada bulan penelitian 1eptember 20") F ;ktober 20") ( 200 orang)

1ampel penelitian "!" orang

=ara pengambilan sampel diambil dari populasi ter%angkau yang ditentukan, kemudian dipilih sampel yang dikehendaki dengan cara NonPro a ility sampling %enis !onsecutive Sampling yaitu semua subyek yang datang dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dimasukkan dalam penelitian sampai subyek yang diperlukan terpenuhi.

1ampel penelitian
( 200 orang)

20

4. INSTRUMEN PENELITIAN Instrumen penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner.

NO "

INSTRUMEN 2uesioner 8 "ealt#y Aging $uiz % Australian

!UNGSI /ntuk mengetahui apa sa%a yang mempengaruhi lansia untuk produkti..

4." MANAJEMEN DATA 4.".1 Data entry 1etelah data diperoleh maka dilakukan pengolahan dengan tahapan sebagai berikut 8 &' Editing Memeriksa kelengkapan data yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. 2. 2oding Memberi kode pada masing masing %awaban untuk dilakukan pengolahan data. (' )ata entry Pemindahan data ke dalam komputer agar diperoleh data masukan yang siap diolah. -ata yang telah terkumpul dari hasil kuesioner diolah dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS statistics *+.

21

4.".2 Ana.$s$s Da(a a. 4nalisis /ni5ariat 4nalisis ini dilakukan pada masing masing 5ariabel. 7asil ini berupa distribusi dan persentase pada 5ariabel 5ariabel yang diteliti.

b. 4nalisis 0i5ariat 4nalisis yang dilakukan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara 5ariabel bebas dengan 5ariabel tergantung. -alam analisis ini, dilakukan c#i s,uare (2ai kuadrat) untuk mengetahui apakah ada hubungan antara 5ariabel bebas dengan 5ariabel tergantung. =#i s,uare (2ai kuadrat) dilakukan karena 5ariabel bebas dan 5ariabel tergantung bersi.at nominal.

4.".3

P'n3aj$an Da(a

-ata yang telah terkumpul dan diolah akan disa%ikan dalam bentuk 8 a. +ekstular Penya%ian data hasil penelitian dengan menggunakan kalimat b. +abular Penya%ian data hasil penelitian dengan menggunakan tabel c. Cra.ik Penya%ian data hasil penelitian dengan menggunakan diagaram batang.

22

4.4

ORGANISASI PENELITIAN

Pembimbing 8 ". -r. dr. :ina 2 2usumaratna, M.2es 2. :atna Pelaksana dan Penyusun Penelitian 8 ". 2. ). (. <urika 4r5iana Pra%nya Paramitha :ara 4mourra :ini :osellini /tami

Perkiraan 0iaya Penelitian 8 ". 2ertas 4( , tinta 2. +ransportasi ). Botocopy (. 0iaya tak terduga Jum.ah :p 2&0.000, :p 200.000, :p )00.000, :p 2&0.000, R& 1.555.555*6

23

4.7 JAD)AL KEGIATAN PENELITIAN Taha& K'#$a(an 1 A P'/'n;anaan " Pemilihan topik dan %udul 2 Penulusuran kepustakaan ) Pembuatan proposal ( 2onsultasi dengan pembimbing & Presentasi proposal P'.a%sanaan " Pemilihan pasien 2 Pengumpulan data dan sur5ey ) Pengolahan data ( 2onsultasi deengan pembimbing P'.a&-/an Has$. " Penulisan laporan sementara 2 :e5isi ) Presentasi hasil penelitian )a%(u 8,a.am m$n##u9 2 3 4 " 4 7 :

15

24

DA!TAR PUSTAKA

". Eerma 12. >orking and non working rural and urban elderly sub%ecti5e well being and Nuality o. li.e. Indian 3ournal o. Cerontology 200#O 22(")8 p."0! "#. 2. 04PPD<41. Indonesia population pro%ection 2000 04PPD<41O 200&.
3. -ata 1tatistik Indonesia. 3umlah penduduk menurut kelompok umur,

202&. 3akarta8

%enis kelamin, pro5insi, dan kabupaten9 kota PonlineQ. -ata 1tatistik Indonesia8 200&. 4ccessed on "& 1eptember 20"). 45ailable at8 http899www.datastatistik indonesia.com9portal9indeM.php6 optionGcomRtabelStaskGSItemidG"*&. (. 0adan Pusat 1tatistik. 1tatistik Penduduk Lan%ut /sia 20"0. 3akarta 8 0P1O 20"0. &. -onatti =, Moor.iit L, -eans -. -iscussion Paper8 de.ining producti5e aging engaging consumers. <ational 1eniors Producti5e 4geing =entre8 200&. *. Eerma 12. >orking and <on working :ural and /rban Dlderly 1ub%ecti5e >ell being and Kuality o. Li.e. Indian 3ournal o. Cerontology 200#O 22(")8 p."0! "#. !. 3umita :. Baktor .aktor yang berhubungan dengan kemandirian lansia di wilayah ker%a puskesmas lampasi kecamatan payakumbuh utara. Padang8 /ni5ersitas 4ndalas PadangO 20"". #. 2omisi <asional Lan%ut /sia. Pedoman 4cti5e 4geing (Penuaan 4kti.) 0agi Pengelola dan Masyarakat PonlineQ. 2omnas Lansia8 200&. 45ailable at8

25

http899www.komnaslansia.or.id9downloads9pedomanRacti5eRageingRpd. . 4ccessed on "& 1eptember 20"). '. 1uhartini :. Baktor Baktor Tang Mempengaruhi 2emandirian ;rang Lan%ut /sia (1tudi 2asus di 2elurahan 3ombangan) +ahun 200( PthesisQ. /ni5ersitas 1umatra /tara8 200(. "0. -armo%o :0, Mariono, 77. Ceriatri (Ilmu 2esehatan /sia Lan%ut). Ddisi ke ). 3akarta8 0alai Penerbit B2/IO 200(. "". 1ari IM. 7ubungan 4ntara 2arakteristik Personal dengan 2emandirian dalam 4cti5ity o. -aily Li5ing (4-L) pada Lansia di Panti >redha -harma 0hakti Pa%ang 1urakarta +ahun 200' PthesisQ. 1urakarta8 Bakultas Ilmu 2esehatan /ni5ersitas MuhammadiyahO 200'. "2. -armo%o :0, Mariono, 77. Ceriatri (Ilmu 2esehatan /sia Lan%ut). Ddisi ke ). 3akarta8 0alai Penerbit B2/IO 200(. "). 1ari IM. 7ubungan 4ntara 2arakteristik Personal dengan 2emandirian dalam 4cti5ity o. -aily Li5ing (4-L) pada Lansia di Panti >redha -harma 0hakti Pa%ang 1urakarta +ahun 200' PthesisQ. 1urakarta8 Bakultas Ilmu 2esehatan /ni5ersitas MuhammadiyahO 200'. "(. Pusat -ata dan In.ormasi, 2ementerian 2esehatan :I. Cambaran 2esehatan Lan%ut /sia di Indonesia. -alam 8 0uletin 3endela -ata dan In.omasi. 3akarta O 20"). 7al " "#

26