Anda di halaman 1dari 19

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

Motivasi Rusia Dalam Upaya Pembentukan Uni Eurasia (Russian Motivation in Efforts to the Formation of Eurasian Union)
Fariz Abi Karami Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta fariz.abi.2008@fisipol.umy.ac.id Dosen Pembimbing: Bambang Sunaryono, S.I.P., M.Si.

Abstrak This paper aims to describe the reasons behind the efforts of Russia to the formation of Eurasian Union. The term of Eurasian Union rose by Vladimir Putin in an article in the Izvestia daily newspaper in October 2012. Since then, the old idea of economic integration among the Post Soviet States resurfaced. Russia, Belarus and Kazakhstan became troika who started the efforts towards integration. All three countries have long held the stage of cooperation towards further integration. Now, they are also trying to attract other Post Soviet States to join. In this paper, described at least two reasons that motivate Russia to realize the Eurasian Union. Russia basically sees the opportunities of economic benefit by intensity of trade that will be created by the wider integration. Furthermore politically, Eurasian Union becomes a means to maintain, even increase the former Soviet Union as Sphere of Influence for Russia. Keywords: Russia, Post Soviet States, Eurasian Union, Economic Integration

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

Pendahuluan Sebuah format pengembangan kerjasama ekonomi kembali muncul di Post Soviet States setelah Vladimir Putin pada Oktober 2011, yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Rusia dan sedang dicalonkan sebagai Presiden Rusia periode selanjutnya, menguraikan gagasan pembentukan Uni Eurasia dalam sebuah artikel di hari Izvestia. Uni Eurasia diupayakan untuk memperkuat integrasi ekonomi dan politik masing-masing negara menjadi sebuah persatuan supranasional. Ide ini sebenarnya pernah dicetuskan Presiden

Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, pada pidato tahun 1994 di Universitas Moskow, kurang dari tiga tahun setelah pembubaran Uni Soviet. Proyek ini juga didukung Presiden Belarus, Aleksandar Lukashenko. Artikel itu menguraikan sebuah proyek besar untuk mengintegrasikan negara-negara pecahan Soviet menjadi sebuah kerja sama yang lebih erat. Putin menjadikan Uni Eurasia sebagai prioritas kebijakan luar negerinya. (Putin Serukan Pembentukan Uni Eurasia
http://internasional.kompas.com/read/2011/10/04/15084248/Putin.Serukan.Pembentukan. Uni.Eurasia, diakses 15 Mei 2012)

Dalam artikelnya tersebut Putin menyebutkan beberapa garis besar gagasannya membentuk Uni Eurasia. Ia mengusulkan sebuah model serikat supranasional yang kuat, ia mengharapkan model ini mampu menjadi salah satu kutub di dunia modern dan memainkan peran efektif yang mengikat Eropa dan kawasan Asia-Pasifik yang dinamis. Proyek ini menurutnya adalah upaya transisi ke koordinasi yang lebih erat pada kebijakan ekonomi yang telah ada yaitu CU (Custom Union/ Uni Bea Cukai) dan CES (Common Economic Space/Ruang

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

Ekonomi Tunggal) dan mendirikan serikat ekonomi secara penuh. Uni Eurasia menurut Putin akan berfungsi sebagai pusat integrasi lebih lanjut. Artinya, akan terbentuk integrasi bertahap dari struktur yang ada selama ini. Struktur yang dimaksud Putin adalah CU dan CES yang digawangi Rusia, Belarus, dan Kazakhstan. (A new integration project for Eurasia: The future in the making, http://premier.gov.ru/eng/events/news/16622/, diakses pada 5 Mei 2012) Uni Eurasia akan dibentuk mengikuti konsep Uni Eropa di mana terdapat penggabungan secara terpadu pada bidang politik dan ekonomi dengan kedaulatan yang sejajar di antara negara anggota. Kampanye pembentukan Uni Eurasia pun telah gencar dilakukan. Di Rusia, Uni Eurasia telah diiklankan di televisi. Rancangan logo integrasi baru ini pun telah diedarkan. Demikian pula di Televisi Ukraina, iklan Uni Eurasia mulai diputar. Pernyataan-pernyataan yang diberikan sejauh ini oleh troika (tiga serangkai) Rusia, Belarus, dan Kazakhstan menyampaikan gambaran

terfragmentasi yang terbaik dari Uni Eurasia. Ekspansi ke negara-negara lain ditargetkan ketiga negara tersebut pada Januari 2016. Ekspansi yang dimaksud adalah ekspansi ke negara-negara bekas Uni Soviet. Demikian pula target besar hingga pembuatan mata uang tunggal di dalam integrasi tersebut. Menarik jika melihat konsep Uni Eurasia justru digagas oleh pemimpin tiga negara yaitu Rusia, Belarus, dan Kazakhstan. Jika disebutkan bahwa Uni Eurasia berbasis konsep Uni Eropa, Uni Eurasia jelas akan menekankan prinsipprinsip demokrasi, kebebasan, dan pasar bebas dalam proses perjalanan organisasi supranasional ini nantinya. Padahal, para pemimpin ketiga negara baik Rusia,

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

Belarus, dan Kazakhstan justru dikenal sebagai pemimpin dengan rezim otoriter (authoritarian regime) di masing-masing negara. Presiden Belarus Aleksandar Lukashenko adalah pemimpin negara tersebut sejak pecah dari Uni Soviet. Demikian juga Kazakhstan. Nursultan Nazarbayev sejak awal berdirinya negara ini hingga sekarang tetap menjadi Presiden negara ini. Meski demikian, upaya integrasi ini agaknya semakin memperoleh perhatian banyak kalangan. Sejumlah negara mulai menunjukkan ketertarikannya seperti Kyrgyzstan, Kazakhstan, dan Ukraina, bahkan negara-negara non-pecahan Uni Soviet seperti Suriah dan Turki. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka untuk memudahkan pemecahan masalah dan sebagai pedoman dalam pembahasan lebih lanjut, maka penulis merumuskan pokok permasalahan sebagai berikut: Mengapa Rusia berupaya merealisasikan terbentuknya Uni Eurasia?"

Kerangka Teori Penulis menggunakan Konsep Integrasi dan Konsep Sphere of Influence dalam menyelesaikan permasalah di atas. Konsep intergrasi muncul Dimulai pada pertengahan tahun 1950-an, dipelopori Karl W. Deutsch (1957) nda Ernst E. Haas (1958), kajian integrasi regional mulai diperhatikan sebagai satu konsep untuk menggambarkan proses. Konsep ini dikaitkan dengan apa yang terjadi di kawasan Eropa akan terdapat gambaran mengenai lahirnya Uni Eropa. Karl Deutsch, berpendapat bahwa integrasi adalah: the attainment, within territory, of a sense of community and of institution and practices strong enough and widespread enough to assure,

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

for a long time, dependable expectations of peaceful change among its population. (Masoed, 1998) Sementara Ernst Haas, dengan cara sedikit berbeda mendefinisikan Integrasi sebagai: proses dengan mana aktor-aktor politik di beberapa wilayah nasional yang berbeda terdorong untuk memindahkan kesetiaan dan harapan, dan kegiatan politik mereka ke suatu pusat baru yang lembaga-lembaganya memiliki atau menuntut jurisdiksi atas negara-negara yang ada sebelumnya (Masoed, 1998) Dalam penelitian ini, penulis akan memfokuskan konsep integrasi pada bentuk Integrasi ekonomi di mana salah satu faktor pembentukan integrasi dapat dilihat dari interdependensi ekonomi yang terjadi di antara negara-negara. Didefinisikan Holzman, integrasi ekonomi situasi di mana dua kawasan menjadi satu atau mempunyai pasar yang ditandai harga barang dan faktor produksi yang sama di antara dua kawasan tersebut. Definisi ini mengasumsikan tidak adanya hambatan dalam pergerakan barang, jasa dan faktor produksi di antara kawasan dan adanya lembaga yang memfasilitasi pergerakan tersebut. Sementara konsep Sphere of Influence (Wilayah Pengaruh) diartikan sebagai suatu wilayah yang terdiri dari negara-negara kecil atau lemah yang dikuasai oleh sebuah negara yang lebih besar atau kuat yang berdekatan letaknya, memiliki sumber alam sehingga muncul keinginan untuk memperluas

pengaruhnya demi kepentingan negara sendiri. (Nolan, 2005: 362)

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

Istilah ini sebelumnya digunakan pada area di mana suatu klaim hegemoni kekuatan luar dengan tujuan untuk kemudian mendapatkan control yang lebih pasti, seperti dalam penjajahan, atau dengan tujuan mengamankan sebuah monopoli ekonomi atas wilayah tanpa asumsi kontrol politik. Denagn demikian, dapat diartikan bahwa sebuah ruang lingkup pengaruh biasanya diklaim oleh bangsa imperialistik atas suatu negara terbelakang atau lemah berbatasan dengan koloni yang sudah ada. Sphere of Influence biasanya terjadi setelah peresmian sebuah perjanjian, baik antara dua negara colonial yang setuju untuk tidak ikut campur dalam satu wilayah lain, atau antara bangsa penjajah dan wakil dari wilayah itu. Secara teoritis, kedaulatan suatu negara tudaj dirugikan oleh pembentukan sebuah wilayah pengaruh dalam perbatasan, dalam kenyataanya, dominasi kekuatan mampu melaksanakan kewenagan yang besar di wilayah ini, dan jika gangguan terjadi itu berada dala posisi untuk memegang kendali. Jadi penciptaan lingkungan yang berpengaruh seringkali menjadi pendahuluan untuk kolonialisasi atau pembentukan protektorat. Istilah dalam pengertian ini tidak lagi diakui dalam hukum internasional, namun saat ini digunakan oleh negara-negara yang lebih kuat di dunia untuk menunjukkan kepentingan eksekutif atau dominasi mereka mungkin di beberapa wilayah dunia, terutama untuk tujuan keamanan nasional.
(

Protectorates and Sphere of Influence. http://www.encyclopedia.com/doc/1G2-

3402300125.html diakses pada 4 Juli 2012)

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

Perjalanan Menuju Uni Eurasia Dalam perjalanan menuju sistem ekonomi yang kolektif, Rusia menjadi salah satu negara yang aktif mewujudkan kondisi yang lebih baik dengan kerjasama-kerjasama ekonomi yang bersifat regional. Rusia bersama Belarus dan Kazakhstan sejak awal dibentuknya CIS, berinisiasi membangun sebuah integrasi ekonomi dari level yang paling awal. Sejumlah percobaan tiga serangkai akhirnya menemui titik positif saat diluncurkannya Uni Bea Cukai atau Customs Union (CU) pada tahun 2010. Momentum positif ini lalu disambut negara tiga serangkai tersebut untuk membentuk proyek jangka panjang menuju intergrasi ekonomi yang lebih dalam. Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam sebuah artikel di harian Izvestia akhir tahun 2011 tentang gagasan intergrasi ini lalu menyebutnya sebagai Eurasian Union atau Uni Eurasia. Ide pembentukan integrasi ekonomi di antara negara pecahan Uni Soviet sebenarnya dimulai pada tanggal 24 September 1993 saat negara-negara CIS menandatangani Economic Union. Sementara itu CIS customs union ditargetkan hingga penghapusan penuh hambatan tariff dan non-tarif untuk perpindahan barang dan jasa, dan pembentukan tarif bea masuk bersama serta korrdinasi kebijakan perdagangan eksternal terhadap negara luar. Economic Union Treaty, menjadi sebuah kesepakatan mengenai kerangka yang selanjutnya diaplikasikan ke ranah praktis dengan sejumlah kesepakatan lain, termasuk kesepakatan tahun 1994 tentang pembentukan Free Trade Area (CIS FTA), sebuah area tanpa hambatan perdagangan internal. Namun, integrasi di dalam CIS-12 tersebut menemui sejumlah permasalahan sehingga

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

perkembangannya berjalan sangat lambat. Pada tahun 1997, dibentuk Interstate Economic Committee yang direncankan sebagai sebuah badan supranasional yang dipercaya mengurusi masalah administrasi. Demikian juga CIS Economic Court yang dirancang untuk mempromosikan implementasi dari kesepakatan yang telah dibuat, dan juga dibentuk dengan kompetensi memberikan rekomendasirekomendasi. Namun, target yang dicanangkan tidak tercapai. Permasalahan yang muncul adalah terlalu banyaknya pengecualian dan sulitnya harmonisasi kebijakan eksternal akibat jumlah negara yang tentu memiliki kesiapan berbedabeda untuk menerima perdagangan bebas. Hal ini menggiring intergrasi ke bentuk di mana hanya negara-negara yang siap yang akan terlibat. 26 November 1999, Russia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan menandatangani perjanjian pembentukan CU dan Ruang Ekonomi Tunggal (Single Economic Space), dan dan pada 17 Februari 2000 negara yang sama menandatangani Aggrement in Common Customs Tariff di antara negara anggota CU. Dengan target mengubah formasi CU dan SES menjadi institusi, Presiden Rusia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan berkumpul di Astana (Kazakhstan) pada 10 Oktober 2000 untuk menandatangani Perjanjian pendirian Eurasian Economic Community (EurAsEC). Dengan masuknya Uzbekistan pada Januari 2006, EurAsEC menyatukan organisasi Central Asian Cooperation ke dalam landsan organsasi. Namun, di akhir tahun 2008, Uzbekistan mencabut keanggotaanya. Formasi CU membutuhkan harmonisasi kebijakan perdangan luar negeri dari seluruh wilayah konstituen, pada kenyataannya hal ini menemui tantangan

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

yang sangat besar di antara para negara anggota. Hal ini menjadi lebih sulit karena pebedaan hasil dari upaya para negara anggota untuk menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), di mana Kyrgyzstan diterima sebagai anggota WTO pada tahun 1998, sementara negara anggota EurAsEC lain tidak. Dengan alasan inilah, intergrasi pada awalnya hanya Rusia, Kazakhstan dan Belarus sepakat untuk mendirikan CU dengan rencana negara anggota EurAsEC tersisa akan bergabung nantinya. Dengan ini, ketiga negara akan menetapkan kebijakan dangan bersama pada level ini, sementara negara lain yang bersedia masuk nantinya akan mengadaptasi kebijakan yang telah diambil. Pada 6 Oktober 2007, Presiden ketiga negara sepakat untuk membentuk CU dengan wilayah pabean tunggal. Sejak pembentukan tersebut, sejumlah dokumen operasional dan upaya harmonisasi diaplikasikan ke ranah praktis. Mereka lalu mengumumkan akan meluncurkan CU pada 1 Januari 2010 dan semua prosedur yang dibutuhkan akan diselesaikan sebelum 1 Juli 2011. Dengan peluncuran pada 1 Januari 2010 termasuk peraturan yang mengatur tariff dan non-tarif pabean bersama serta pembentukan Komisi CU, langkah pertama pembentukan CU telah selesai. Sejak saat itu hingga akhir tahun 2011, sebanyak 48 persetujuan diratifikasi. Pada Juli 2011, ketiga negara lalu memberlakukan tahap yang signifikan dalam aspek koopreasi ekonomi internasional. Tahap tersebut adalah penghapusan kontrol pabean tanpa batas ketiga negara. Dengan sejumlah kooperasi dalam mengurangi hambatan pabean dalam perdagangan Rusia, Belarus, dan Kazakhstan, kerjasama di antara ketiga negara tersebut melonjak hingga 35 persen. (Shadikhodjaev, Russian Analitical Diggest, No 87, 2012)

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

Ketiga negara pada 18 November 2011 lalu melanjutkan kooperasi yang terjadi ke tahapan yang lebih tinggi. Presiden ketiga negara menandatangani Deklarasi Intergrasi Ekonomi Eurasia (Declaration of Eurasian Economic Integration). Deklarasi itu meluncurkan Common Economic Space (CES) pada Januari 2012 sebagai tahap ke dunia integrasi ekonomi seletah CU. Dalam CES bukan hanya arus barang secara bebas yang akan terealisasi, jasa, saham, dan tenaga kerja pun akan bebas bergerak di tiga negara tersebut meliputi 165 juta konsumenSelain itu, juga direncankan pembentuk Eurasian Economic Commision (ECC) menggantikan Komisi CU yang akan menkoordinasi kebijakan makro ekonomi di antara negara anggota CES.

Kronologi Pokok Perkembangan Uni Eurasia 6 Oktober 2007 Kesepakatan Pembentukan Customs Union (CU) ditandatangani Presiden Rusia, Belarus, dan Kazakhstan. 1 Januari 2010 Peluncuran Common Customs Tariff. CU Commision mulai bekerja 1 Juli 2010 Common Customs Territory mulai efektif. CU Customs Code mulai berlaku. 1 Juli 2011 Penghapusan kontrol batas fisik pabean di antara anggota CU 1 Januari 2012 Peluncuran Common Economic Space (CES). Eurasian Economic Commission (EEC) dirancang. 1 Juli 2012 EEC resmi efektif menggantikan CU Commision. 1 Januari 2015 Target peresmian Eurasian Union. Sumber: Rilka Dragneva, Kataryna Wolczuk. Russia, the Eurasian Customs Union and the EU: Cooperation, Stagnation or Rivalry. Chatam House www.chatamhouse.org

Menurut para ekonom European Bank for Rescruction and Development (EBRD), CU menjadi satu-satunya contoh sukses intergrasi ekonomi regional di antara negara-negara pecahan Uni Soviet. Hal ini membuat mereka berpendapat

10

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

bahwa integrasi kali ini memiliki potensi besar menuju langkah integrasi yang lebih jauh. Meningkatnya perdagangan di antara tiga serangkai ini disebabkan pembenahan ekonomi pasca krisis ekonomi global, namun juga akibat berkurangnya hambatan non-tarif dan sejumlah kebijakan yang diambil CU. Pertambahan jumlah keseluruhan ekspor impor di dalam CU bahkan mencapai 70 persen jika dihitung dari 2009 hingga 2011. (EBRD, 2012) Menurut laporan dari Eurasian Economic Commission, perdagangan di antara ketiga negara mencapai angka 62,7 milyar Dollar AS pada tahun 2011. Jumlah itu memperlihatkan peningkatan jumlah perdagangan sebanyak 32 % dari tahun sebelumnya. Sementara pada tiga bulan pertama tahun 2012, jumlah perdagangan meningkat sebanyak 17.6 % dari perbandingan pada periode yang sama tahun 2011, dengan kata lain jumlah tersebut adalah 16,5 milyar Dollar AS. Rusia menjadi negara yang paling banyak melakukan ekspor dalam CU ke dua negara lain dibanding sebaliknya. Hal ini terjadi salah satunya karena kekuatan Rusia pada sumber energi yang dimiliki negara ini, yang merupakan 45 % barang yang diperdagangkan di dalam CU. (Shumylo T, The Carnegie Papers, 2012)

Motivasi Ekonomi dalam Pembentukan Uni Eurasia Integrasi ekonomi didefinisikan sebagai situasi di mana dua kawasan menjadi satu atau mempunyai pasar yang ditandai harga barang dan faktor produksi yang sama di antara dua kawasan tersebut. Berdasarkan situasi yang terjadi, telah terjadi upaya integrasi ekonomi di Post Soviet Space, meskipun upaya tersebut belum berada di tahap yang sangat jauh. Sejak tanggal 1 Januari

11

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

2010, integrasi ekonomi yang terjadi di antara Russia, Belarus dan Kazakhstan telah mencapai tahap Customs Union. Hal ini dibuktikan dengan diluncurkannya Common External Tariff di antara ketiga negara, di mana pada saat yang bersamaan CU Commision mulai bekerja. Integrasi berlanjut pada tahap Common Market pada 1 Januari 2012 di mana diluncurkan Common Economic Space. Tahun 2015 menjadi target terciptanya Uni Eurasia, artinya integrasi hingga tahap akhir di Post Soviet Space ini pada dasarnya diharapkan terealisasi pada tahun 2015. Dalam mendorong terealisasinya Uni Eurasia, Rusia memiliki motivasi meraih keuntungan secara ekonomi dari negara-negara bekas Uni Soviet. Hal ini akan terjadi jika terjadi intensitas aktifitas ekonomi di antara mereka terus meningkat. Menurut laporan dari Eurasian Economic Commission, perdagangan di antara ketiga negara mencapai angka 62,7 milyar Dollar AS pada tahun 2011. Jumlah itu memperlihatkan peningkatan jumlah perdagangan sebanyak 32 % dari tahun sebelumnya. Sementara pada tiga bulan pertama tahun 2012, jumlah perdagangan meningkat sebanyak 17.6 % dari perbandingan pada periode yang sama tahun 2011, dengan kata lain jumlah tersebut adalah 16,5 milyar Dollar AS. Kesepakatan menuju CU telah ditandatangani Rusia, Belarus dan Kazakhstan sejak 6 Oktober 2007. Sejak saat itu, sejumlah negara bekas Uni Soviet telah memperlihatkan ketertarikan untuk bergabung. Negara-negara tersebut adalah Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Moldova. Bahkan Suriah, yang merupakan negara Asia dan bukan negara bekas Uni Soviet pun sempat memperlihatkan ketertarikannya. (Eurasian Union, A Trinket for Three Comrades

12

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

http://www.euinside.eu/en/analyses/Eurasia-Union-Putin-Kazakhstan-Belarus diakses 15 November 2012) Jika benar-benar meluasnya keanggotaan integrasi ini jelas akan meningkatkan aktifitas perdagangan antara Rusia dengan negara-negara anggota. Hal ini di mana ketergantungan negara-negara lain terhadap Rusia melebihi sebaliknya. Di tahun 2010, ekspor Rusia ke negara-negara CIS hampir mendekati 60 triliun Dollar AS, sementara Rusia hanya mengimpor barang setengahnya, 31 triliun Dollar AS. Lebih jauh, Rusia juga akan diuntungkan dengan kekuatan di sektor energi. Dengan hilangnya hambatan perdagangan di antara negara-negara Uni Soviet, Rusia akan dapat menjual minyak dan gas lebih murah ke konsumen utama mereka, Uni Eropa. Rusia memang bergantung pada pasar Uni Eropa, di mana hampir 80 % ekspor minyak Rusia di kirim ke sana. Demikian pula ekspor gas Rusia yang 60 % produk yang dihasilkan kini mengalir ke Eropa. Aliran minyak dan gas ke Eropa selama ini bergantung kepada negara-negara yang berada di antara Eropa Barat dan Rusia, di antaranya Ukraina, Georgia, negaranegara Baltik dan negara lain. Lebih rendahnya harga energi jika negara-negara ini bergabung bisa saja membuat permintaan minyak dan gas dari Rusia meningkat.

Penguatan Pengaruh di Post Soviet Space Upaya pembentukan intergrasi ekonomi yang lebih dalam tentunya akan menguatkan hubungan secara ekonomi di antara negara-negara anggota. Namun bagi Rusia, upaya mencapai Uni Eurasia tak sekadar alasan ekonomi. Lebih jauh

13

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

Rusia memiliki alasan politik, yaitu menguatkan pengaruhnya di negara-negara bekas Uni Soviet. Moskow dengan proyek ini dimotivasi untuk membangun kembali kontrol terhadap negara-negara tetangganya. Upaya menguatkan pengaruh di Post Soviet Space menjadi penting lantaran dengan pengaruh yang besar di negara-negara tersebut. Rusia dapat menekan negara-negara tersebut untuk mendapatkan kepentingan nasionalnya. Apalagi di luar Post Soviet Space, muncul sejumlah kekuatan-kekuatan baik politik, militer dan ekonomi lain yang membuat pengaruh Rusia terhadap negara-negara bekas Uni Soviet berkurang. Dalam konteks negara-negara pecahan Uni Soviet, Rusia menjadi negara dengan wilayah terbesar. Meskipun luas wilayah pada dasarnya tak menjamin kekuatan sebuah negara dibanding negara lain, namun luas wilayah Rusia membuat Rusia juga memiliki sumber daya alam yang besar, di mana produksi minyak dan gas Rusia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Hal ini membuat Rusia memiliki potensi yang lebih besar dalam mengembangkan kekuatan nasionalnya di Post Soviet Space. Dengan intesitas hubungan yang terbangun dengan proyek Uni Eurasia, Rusia dapat memperbesar kekuatan tersebut. Pada dasarnya pembentukan CIS sejak awal kolapsnya Uni Soviet merupakan langkah membawa hubungan yang lebih dekat di antara negara-negara bekas Uni Soviet, meskipun dalam konteks yang lebih longgar. Namun pada perjalanannya, CIS hanya sekadar payung di mana tanpa ikatan kuat sehingga negara-negara anggota tetap bebas melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak terikat dengan keanggotaan CIS. Bahkan seringkali terjadi perselisihan besar di antara negara-negara anggota. Bagi Rusia, kondisi ini tak cukup untuk

14

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

menguatkan pengaruhnya di negara-negara tetangga. Negara-negara tersebut cenderung berupaya keluar dari pengaruh Rusia dengan melakukan kebijakankebijakan yang bertentangan dengan Rusia. Kondisi inilah yang membuat Rusia membutuhkan sejumlah strategi untuk tetap menarik negara-negara bekas Uni Soviet ke dalam Sphere of Influence milik Rusia. Bagi Rusia Uni Eurasia adalah salah satu upayanya. Perilaku Rusia sejak dipimpin Vladimir Putin menunjukkan pentingnya negara-negara sekitar bagi kepentingan nasional Rusia. Sehingga Rusia fokus membangun organisasi-organisasi yang dapat menyokong kekuatan Rusia. Di CSTO, Rusia mendominasi komando, menyumbang paling banyak pasukan dan biaya, serta menyediakan senjata dengan harga yang terjangkau. SCO pun dibangun untuk memperkuat kekuatan Rusia, termasuk dengan paham anti perluasan NATO dan demokrasi ala Barat. Rusia juga menggunakan kekuatannya di ranah militer. Kekuatan persenjataan Rusia digunakan untuk mendapatkan kepentingannya. Yang paling banyak berurusan dengan aktifitas militer Rusia adalah Georgia. Apalagi setelah muncul kembali gerakan separatisme di Abkhazia dan Ossetia Selatan. Rusia menggunakan kekuatannya untuk membantu dua wilayah tersebut, hingga mendorong negara-negara bekas Soviet lain untuk mengakui kedaulatan negara tersebut. Negara-negara bekas Uni Soviet juga terbiasa mendapatkan harga murah di sektor industri dari Rusia. Menurut sebuah studi di Swedia, Russia menggunakan energi, minyak dan gas sebagai kekuatan untuk menekan negara-

15

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

negara CIS sebanyak 55 kali sejak tahun 1991 hingga tahun 2006. Pada tahun 2009, terjadi Gas War antara Rusia dan Ukraina yang bahkan berimbas bagi 18 negara Eropa yang mendapatkan gas dari Rusia melalui Ukraina. Rusia juga mengambil kebijakan sektor energi dalam mempengaruhi pemilihan umum. Dengan perilaku-perilaku Rusia yang biasa menggunakan kekuatannya untuk menekan negara lain demi kepentingan nasional inilah, Rusia menjadi sangat ambisius untuk melakukan upaya-upaya mendapatkan alat untuk mempengaruhi negara-negara bekas Uni Soviet. Keberhasilan CU menjadi momentum bagi Rusia untuk membawanya menjadi integrasi ekonomi yang lebih jauh. Hal ini menjadi lebih penting karena di luar perilaku-perilaku Rusia untuk mempengaruhi negara-negara di sekitarnya tak selalu berhasil. Hal ini diakibatkan Rusia harus berkompetisi dengan kekuatan-kekuatan lain. Uni Eropa, NATO, dan entitas lain menjadi ancaman yang selama ini telah membuat pengaruh Rusia terhadap negara-negara bekas Soviet berkurang. Negara-negara Baltik sejak awal memilih untuk tidak bergabung dengan CIS. Kecenderungan negara-negara tersebut justru lebih melihat Eropa Barat dengan demokrasinya. Rusia juga tidak memiliki pengaruh besar d Turkmenistan. Georgia, setelah sejumlah kemelut dengan Rusia, terutama tentang konflik Abkhazia dan Ossetia Selatan, memiliki hubungan yang semakin jauh dengan Rusia. Georgia memilih keluar dari CIS pada tahun 2008. Bahkan Georgia menunjukkan ketertarikannya terhadap NATO. Georgia pada Mei 2009 mempersilakan NATO melakukan latihan militer di wilayah negaranya. Sementara Ukraina bahkan menunjukkan ketertarikannya untuk bergabung

16

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

dengan Uni Eropa. Sekutu terdekat yang juga termasuk dalam CU, Belarus bahkan meningkatkan minat Belarus terhadap EU Eastern Partnership di tahun 2007. Sementara itu Cina, meskipun memiliki hubungan baik dengan Rusia, memiliki ekonomi yang tumbuh pesat sehingga bisa saja menggeser pengaruh Rusia terutama di negara-negara Asia Selatan. Dengan sejumlah ancaman inilah, Uni Eurasia dijadikan salah upaya Rusia untuk memperbesar pengaruhnya di negara-negara bekas Uni Soviet.

Biliografi Zon, Fadli. (2002) Gerakan Etnonasionalis Bubarnya Imperium Uni Soviet. Jakarta: Surya Multi Grafika Masoed, Mochtar. (1990). Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi. Jakarta: LP3ES Masoed, Mochtar. (1998). Integrasi Regional. Bahan Kuliah UGM Nolan, Cathal J. (1995). The Longman Guide to World Affairs. New York: Longman Publisher Fahrurodji, A. (2005). Rusia Baru Menuju Demokrasi, Jakparta: Yayasan Obor. Saragih, Saragih. (2008). Bangkitnya Rusia, Peran Putin dan Eks KGB, Jakarta: Kompas. ________. (2012). Transition Report 2012, Integration across Borders, London: European Bank for Reconstruction and Development Sunaryono, Bambang. (2007). Akar Sejarah Otokrasi Rusia. Jurnal Hubungan Internasional, Vol. 3, No. 1. Hoffmann, Katharina. (2012). Eurasian Union, a New Name for an Old Integration Idea. Russian Analytical Digest No. 112 Chufrin, Gennady. (2012). A Difficult to Eurasian Economic Integration. Russian Analytical Digest No. 112. Oldberg, IIngmar. (2010). Russias Great Power Strategy under Putin and Medvedev. Swedish Institute of International Affairs Occasional UI Paper, No. 1. Shadikhodjaev, Sherzod. (2011) Russia and the Customs Union with Kazakhstan and Belarus, Russian Analytical Digest, No. 87. Shumylo, Olga, The Eurasian Customs Union: Friend or Foe of the EU, the Carnegie Papers. Putin Serukan Pembentukan Uni Eurasia. (2011). diakses 15 Mei 2012. http://internasional.kompas.com/read/2011/10/04/15084248/Putin.Serukan .Pembentukan.Uni.Eurasia,

17

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

A new integration project for Eurasia: The future in the making. (2011). diakses pada 5 Mei 2012. http://premier.gov.ru/eng/events/news/16622/ Russia, Belarus and Kazakhstan Agree on Customs Union. (2011). diakses pada 15 Mei 2012. http://www.turkishweekly.net/news/93507/russia-belarusand-kazakhstan-agree-on-customs-union.html Protectorates and Sphere of Influence. (2004). diakses pada 4 Juli 2012. http://www.encyclopedia.com/doc/1G2-3402300125.html Eurasian Union, A Trinket for Three Comrades, diakses 15 November 2012 http://www.euinside.eu/en/analyses/Eurasia-Union-Putin-KazakhstanBelarus

18

MOTIVASI RUSIA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN UNI EURASIA FARIZ ABI KARAMI

PENYUSUN Nama Lahir Lama Studi Alamat : Fariz Abi Karami : Sleman, 4 Oktober 1990 : 2008 2012 : Jalan Unib Permai 2B Blok 1 No 48 RT 14 RW 03, Bengkulu 38125

19