Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN ASI (Air Susu Ibu)

Pokok Bahasan Sasaran Target Waktu Hari/tanggal Tempat


a. Latar Belakang

: Pentingnya mengetahui peranan ASI . : Ibu anak dan keluarga. : Ibu anak di ruang Perinatologi RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya. : 10.00- 11.00 WIB : Kamis, 26 Juli 2012 : Ruang Perinatologi RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya

ASI merupakan makanan yang pertama, utama, dan terbaik bagi bayi, yang bersifat alamiah. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Terkait itu, ada suatu hal yang perlu disayangkan, yakni rendahnya pemahaman ibu, keluarga, dan masyarakat mengenai pentingnya ASI bagi bayi. Akibatnya, program pemberian ASI Eksklusif tidak berlangsung secara optimal (Prasetyono, 2009, hlm 21). Sebenarnya menyusui, khususnya yang secara eksklusif merupakan cara pemberian makan bayi yang alamiah. Namun, sering kali ibu-ibu kurang mendapatkan informasi bahkan sering kali mendapat informasi yang salah tentang manfaat ASI eksklusif, tentang bagaimana cara menyusui yang benar, dan apa yang harus dilakukan bila timbul kesukaran dalam menyusui bayinya (Roesli, 2000, hlm 2). Para ahli meneliti 1.204 bayi yang meninggal pada usia 24 hari sampai satu tahun akibat kelainan bawaan atau tumor berbahaya dan 7.740 bayi yang masih hidup pada usia satu tahun. Mereka menelusuri angka kematian bayi tersebut keterkaitan dengan ASI dan durasi dampak reaksinya. Bayi yang tidak pernah mendapat ASI beresiko meninggal 21% lebih tinggi dalam periode sesudah kelahiran.
b. Tujuan Instruksional Umum

Setelah diberikan penyuluhan ibu mengerti tentang pentingnya ASI untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
c. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah menerima materi ini, ibu : 1. Mengenal manfaat ASI. 2. Mengetahui cara perawatan payudara 3. Belajar cara merangsang ASI.
d. Garis Besar Materi

1. ASI 2. Cara perawatan payudara. 3. Perawatan putting susu.

e. Metode

1. Ceramah. 2. Tanya jawab. 3. Diskusi.


f. Media

1. Leaflet.
g. Pengorganisasian

1. Penanggung jawab : Fransiska Trivera Febe 2. Pemateri : Fransiska Trivera Febe 3. Peraga dan fasilitator : Fransiska Trivera Febe
h. Proses kegiatan

No. 1. Pendahuluan

Kegiatan Memberi salam Menjelaskan materi yang akan disampaikan Menjelaskan tujuan

Waktu 10 menit

Respon
Membalas Menyimak

salam

Menyimak

2.

Penjelasan materi 1. ASI 2. Cara perawatan payudara. 3. Perawatan puting susu. Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya Menjawab pertanyaan peserta

40 menit

Menyimak

Menyimak

3.

Penutup Menyimpulkan materi penyuluhan Memberikan evaluasi secara lisan. Memberikan salam penutup

10 menit

Meyimak

Memperhatikan dan menjawab

Membalas salam

i. Evaluasi

Evaluasi proses : 1. Ibu mampu menyebutkan manfaat ASI. 2. Ibu mampu menyebutkan cara merawat payudara. 3. Ibu mampu menyebutkan cara merawat putting susu. 2

j.

Lampiran Materi

Manfaat ASI 1. Pengertian ASI Eksklusif


ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan (Depkes RI, 2004). Pemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa bubur nasi dan tim ( Roesli U, 2001 ) Pada tahun 2001 World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi. (WHO, 2001) 2. Manfaat ASI Bagi bayi : ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi anda. Dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat. ASI mudah dicerna oleh bayi. Jarang menyebabkan konstipasi. Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi. ASI kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya.. ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium. Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI sampai lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena ASI mengandung DHA/AA. Hal ini ditunjukkan anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual Quotient) lebih rendah tujuh sampai delapan poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI eksklusif. Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 6 bln akan menurunkan resiko sakit jantung bila mereka dewasa. ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak. Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi. Bagi Ibu : Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan. Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil. Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan lebih cepat. Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat rendah. Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan, sehingga memberi jarak antar anak yang lebih panjang alias menunda kehamilan berikutnya Karena kembalinya menstruasi tertunda, ibu menyusui tidak mem butuhkan zat besi sebanyak ketika mengalami menstruasi.

3. Kandungan (Isi) ASI


3

ASI mengadung: Laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan. Didalam usus laktosa akan dipermentasi menjadi asam laktat. yang bermanfaat untuk: Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen. Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan asam organik dan mensintesa beberapa jenis vitamin. Memudahkan terjadinya pengendapan calsium-cassienat. Memudahkan penyerapan berbagai jenis mineral, seperti calsium, magnesium. ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin. ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Komposisi ASI tiap 100ml dan perbandingannya dengan susu sapi. KADAR ZAT GIZI PROTEIN LEMAK LAKTOSA KALORI VITAMIN A VITAMIN B1 VITAMIN C KALSIUM BESI ASI 12 gr 3,8 gr 7,0 gr 75,0 Kal 53,0 KI 0,11 mgr 43,0 mgr 30,0 mgr 0,15 mgr SUSU SAPI 3,3 gr 3,8 gr 4,8 gr 66,0 Kal 34,0 KI 0,42 mgr 1,8 mgr 125,0 mgr 0,1 mgr

Perbedaan antara ASI dengan susu formula Perbedaan Komposisi ASI ASI mengandung zat-zat gizi, antara lain:faktor pembentuk selsel otak, terutama DHA, dalam kadar tinggi. ASI juga mengandung whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada kasein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65:35. Mengandung imunoglobulin dan kaya akan DHA (asam lemak tidak polar yang berikat banyak) yang dapat membantu bayi menahan infeksi serta membantu 4 Susu Formula Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein. Perbandingan whey: casein susu sapi adalah 20:80.

Nutrisi

Protein yang dikandung oleh susu formula berguna bagi bayi lembu tapi kegunaan bagi manusia sangat terbatas lagipula immunoglobulin dan gizi yang

Pencernaan

Kebutuhan

Ekonomi

Kebersihan

Ekonomis

perkembangan otak dan selaput ditambah di susu formula yang mata. telah disterilkan bisa berkurang ataupun hilang. Protein ASI adalah sejenis Tidak mudah dicerna: protein yang lebih mudah dicerna serangkaian proses produksi di selain itu ada sejenis unsur lemak pabrik mengakibatkan enzimASI yang mudah diserap dan enzim pencernaan tidak digunakan oleh bayi. Unsur berfungsi. Akibatnya lebih elektronik dan zat besi yang banyak sisa pencernaan yang dikandung ASI lebih rendah dari dihasilkan dari proses susu formula tetapi daya serap metabolisme yang membuat dan guna lebih tinggi yang dapat ginjal bayi harus bekerja keras. memperkecil beban ginjal bayi. Susu formula tidak mengandung Selain itu ASI mudah dicerna posporlipid ditambah bayi karena mengandung enzim- mengandung protein yang tidak enzim yang dapat membantu mudah dicerna yang bisa proses pencernaan antara lain membentuk sepotong susu yang lipase (untuk menguraikan membeku sehingga berhenti di lemak), amilase (untuk perut lebih lama oleh karena itu menguraikan karbohidrat) dan taji bayi lebih kental dan keras protease (untuk menguraikan yang dapat menyebabkan susah protein). BAB dan membuat bayi tidak nyaman. Dapat memajukan pendirian Kekurangan menghisap payudara: hubungan ibu dan anak. ASI mudah menolak ASI yang adalah makanan bayi, dapat menyebabkan kesusahan bayi memenuhi kebutuhan bayi, menyesuaikan diri atau makan memberikan rasa aman kepada terlalu banyak, tidak sesuai bayi yang dapat mendorong dengan prinsip kebutuhan. kemampuan adaptasi bayi. Lebih murah: menghemat biaya Biaya lebih mahal: karena alat-alat, makanan, dll yang menggunakan alat,makanan, berhubungan dengan pelayanan kesehatan, dll. Untuk pemeliharaan, mengurangi beban memelihara sapi. Biaya ini sangat perekonomian keluarga. subjektif yang menjadi beban keluarga. ASI boleh langsung diminum jadi Polusi dan infeksi: pertumbuhan bias menghindari penyucian botol bakteri di dalam makanan buatan susu yang tidak benar ataupun hal sangat cepat apalagi di dalam kebersihan lain yang disebabkan botol susu yang hangat biarpun oleh penyucian tangan yang tidak makanan yang dimakan bayi bersih oleh ibu. Dapat adalah makanan bersih akan menghindari bahaya karena tetapi karena tidak mengandung pembuatan dan penyimpanan anti infeksi, bayi akan mudah susu yang tidak benar. mencret atau kena penularan lainnya. Tidak perlu disterilkan atau lebih Penyusuan susu formula dan alat mudah dibawa keluar, lebih yang cukup untuk menyeduh mudah diminum, minuman yang susu. paling segar dan suhu minuman 5

yang paling tepat untuk bayi. Penampilan Bayi mesti menggerakkan mulut untuk menghisap ASI, hal ini dapat membuat gigi bayi menjadi kuat dan wajah menjadi cantik.

Pencegahan Bagi bayi yang beralergi, ASI dapat menghindari alergi karena susu formula seperti mencret, muntah, infeksi saluran pernapasan, asma, bintik-bintik, pertumbuhan terganggu dan gejala lainnya. Kebaikan Dapat membantu kontraksi rahim bagi ibu ibu, lebih lambat datang bulan sehabis melahirkan sehingga dapat ber-KB alami. Selain itu dapat menghabiskan kalori yang berguna untuk pengembalian postur tubuh ibu. Berdasarkan biodata statistik, ibu yang menyusui ASI lebih rendah kemungkinan menderita kanker payudara, kanker rahim dan keropos tulang.

Penyusuan susu formula dengan botol susu akan mengakibatkan penyedotan yang tidak puas lalu menyedot terus yang dapat menambah beban ginjal dan kemungkinan menjadi gemuk. Bagi bayi yang alergiterhadap susu formula tidak dapat menghindari mencret, muntah,infeksi saluran napas, asma, kemerahan, pertumbuhan terganggu dan gejala lainnya yang disebabkan oleh susu formula. Tidak dapat membantu kontraksi rahim yang dapat membantu pengembalian tubuh ibu jadi rahim perlu dielus sendiri oleh ibu. Tidak dapat memperlambat waktu datang bulan yang dapat menghasilkan cara KB alami. Berdasarkan biodata statistik, ibu yang menyusui susu formula lebih tinggi kemungkinan menderita kanker payudara.

Cara Perawatan Payudara


Perawatan payudara (Breast Care) setelah melahirkan merupakan suatu tindakan dengan melakukan beberapa pemijatan, menjaga kebersihan serta tindakan-tindakan pada kelainan payudara, sehingga tidak mengalami kesulitan pada masa menyusui. Tahap-tahap: 1. Membersihkan puting susu. 2. Melakukan pemijatan. 3. Pengompresan. Langkah-langkah membersihkan puting susu: 1. Ibu duduk bersandar. 2. Pakaian atas dibuka. 3. Handuk diletakkan di bawah payudara. 4. Kapas dibasahi dengan kapas alcohol. 5. Kedua puting susudikompres dengan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak/baby oil selama 3-5 menit. 6. Kapas digosokkan disekitar putting susu untuk mengangkat kotoran kemudian kedua tangan dibasahi dengan baby oil. Berikut ini kiat masase payudara yg dapat anda praktekkan sejak hari ke-2 usai persalinan, sebanyak 2 kali sehari. 1. Cucilah tangan sebelum memasase. Lalu tuangkan minyak ke dua belah telapak tangan secukupnya. 2. Pengurutan dimulai dengan ujung jari, caranya : Sokong payudara kiri dengan tangan kiri. Lakukan gerakan kecil dengan dua atau tiga jari tangan kanan, mulai dari pangkal payudara dan berakhir dengan gerakan spiral pada daerah putting susu.

3. Selanjutnya buatlah gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir pada putting susu di seluruh bagian payudara. Lakukan gerakan seperti ini pada payudara kanan

4. Gerakan selanjutnya letakkan kedua telapak tangan di antara dua payudara. Urutlah dari tengah ke atas sambil mengangkat kedua payudara dan lepaskan keduanya perlahan. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali. Variasi lainnya dalah gerakan payudara kiri dengan kedua tengan, ibu jari di atas dan empat jari lainnya di bawah. Peras dengan lembut payudara sambil meluncurkan kedua tangan ke depan ke arah puting susu. Lakukan hal yg sama pada payudara kanan

5. Lalu cobalah posisi tangan paralel. Sangga payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah pangkal payudara ke arah puting susu. Lakukan gerakan ini sekitar 30 kali. Setelah itu, letakkan satu tangan di sebelah atas dan satu lagi di bawah payudara. Luncurkan kedua tangan secara bersamaan ke arah putting susu dengan cara memutar tangan. Ulangi gerakan ini sampai semua bagian payudara terkena urutan

Semua gerakan itu bermanfaat melancarkan refleks pengeluaran ASI. Selain itu juga merupakan cara efektif menigkatkan volume ASI. Terakhir yg tak kalah penting, mencegah bendungan pada payudara. Sumber : Parents Guide Vol. 1 No.8

Perawatan Puting Susu


1. Puting Susu Normal (Menonjol) Dilakukan pada trimester terakhir kehamilan Caranya: Kedua puting susu dikompres dengan kapas yang telah dibasahi minyak selama 5 menit agar kotoran disekitar puting susu terangkat. Ibu jari dan telunjuk diolesi dengan minyak kemudian diletakkan pada puting susu. Dilakukan gerakan memutar ke arah dalam 30 kali putaran untuk meningkatkan elastisitas otot puting susu. Gunakan handuk yang kasar setiap kali membersihkan payudara agar otot payudara menjadi kuat.

2. Puting Susu Datar Atau Masuk Caranya: Kedua ibu jari diletakkan di sebelah kiri dan kanan puting susu kemudian secara perlahan-lahan ditekan serta dihentakkan ke arah luar menjauhi puting susu. Kedua ibu jari diletakkan di atas dan di bawah puting susu, kemudian secara perlahan-lahan ditekan serta dihentakkan ke arah luar menjauhi puting susu.

Referensi Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 3, FKUI. 1995. Original Article : http://www.mayoclinic.com/health/respiratory-synctial-virus/DS00414 www.terbit@harianterbit.com / 2006 Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ketiga, Jilid 2, Penerbit Media Aesculapius, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Elana Pearl Ben-Joseph, MD Originallyreviewed by: And Steven Dowshen. MD, Date reviewed: May 2004 www.Google.com/Bronchiolitis in Childreen-Keep Kids Healthy.htm. www.eMedicine-Pediatrics, BronchiolitisArticle by Mark Louden, MD. FACEP.htm

Anda mungkin juga menyukai