Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

Payudara itu tidak selalu sama besar, selalu ada perbedaan sedikit. Adakalanya yang sebelah tidak berkembang sesempurna yang sebelahnya. Ini tidak perlu dikhawatirkan sebagai suatu hal yang patologik.1 Payudara pada wanita menonjol mulai dari iga ke II / III sampai ke VI/VII dan dari dekat pinggir sternum sampai garis axillaris anterior. Tetapi jaringan payudara yang sebenarnya lebih luas lagi, ia bisa sampai kla ikula sebagai suatu lapisan jaringan tipis dan ke medial sampai garis median, ke lateral sampai pinggir m. !atissimus dorsi. "ebagai tonjolan payudara itu terdiri dari jaringan lemak.1 #eluhan utama penderita kelainan payudara sehingga datang berobat ke dokter adalah berupa adanya benjolan $%& persen hingga &' persen(, rasa nyeri atau sakit $1' persen hingga 1) persen(, adanya *airan keluar dari puting susu $+ persen hingga , persen(. Ada beberapa anomali yang terjadi pada mamma, yaitu - Amastia, .aringan mamma aksesoris $"upernumerary breast( atau mamma aberrans dan bentuk abnormal dari payudara.1 /amma Aberrans merupakan hasil dari kegagalan regresi jaringan payudara selama embriogenesis.1 0al ini dapat hadir di mana saja sepanjang garis susu $milk line(, dari regio aksila ke inguinal.)12 Insiden /amma Abberans tidak pasti, tetapi umumnya diyakini menjadi sekitar 13 dalam suatu populasi.),1' /amma Abberans tanpa kehadiran puting terletak di luar pinggiran kelenjar dide4inisikan sebagai jaringan payudara menyimpang dan sering 5misdiagosed6 sebagai, subkutan lesion.1),1+,17 "ehingga sebagai dokter umum untuk membedakannya dari penyakit lain yang berhubungan dengan payudara, dibutuhkan pengetahuan tentang /amma Aberrans itu sendiri dan kemampuan untuk mediagnosa serta penatalaksanaan awal dengan baik penyakit tersebut.

BAB II LAPORAN KASUS


2.1. Identifikasi 8ama .enis kelamin :sia #ebangsaan Agama "tatus Pekerjaan Alamat Tanggal masuk - 8y. 9 - Perempuan - )% tahun - Indonesia - Islam - "udah menikah - Ibu ;umah Tangga - .l. <ipo ;T 11 ;= '> - '1 <esember )'1)

Tanggal pemeriksaan - ') <esember )'1) 2.2. Anamnesis Keluhan Utama Terdapat benjolan yang menyerupai payudara di bawah ketiak kanan, sejak ? 1 tahun yang lalu. Ri!a"at Pe#$alanan Pen"akit "ejak ? 1 tahun "/;", penderita mengaku teraba benjolan di bawah ketiak kanan sebesar telur puyuh, benjolan dapat digerakkan, nyeri $1(, merah $1(,. "ejak ? & bulan "/;", penderita mengaku mun*ul benjolan ke*il yang menyerupai puting di atas benjolan yang sebelumnya, nyeri $1(, merah $1(, mengeluarkan *airan $1(. "ejak ? 1 bulan "/;" penderita mengaku benjolan semakin membesar, nyeri $@(, merah $1(, mengeluarkan *airan $1(. Penderita mengeluhkan benjolan terasa semakin ken*ang dan nyeri menjelang mensturasi.

Ri!a"at Pen"akit Dahulu ;iwayat penyakit dengan keluhan yang sama disangkal oleh penderita. ;iwayat hipertensi dalam kehamilan ada. Ri!a"at Pen"akit dalam Kelua#%a ;iwayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam keluarga disangkal oleh penderita. 2.&. Peme#iksaan 'isik Status (ene#alis
1 #eadaan umum - *ompos mentis 1 #esadaran 1 Tekanan darah 1 8adi 1 Pernapasan 1 "uhu

- A+/,V7 - 1,'/1'' mm0g - &% x/menit - )1 x/menit - >,,% 'B

1 Kulit ikterik $1(, sianosis $1( 1 Ke)ala

8ormo*ephali, rambut hitam dan tidak mudah rontok, sudut nasolabialis simetris.
a. /ata

- edema palpebra $1/1(, konjungti a anemis $1/1(, sklera ikterik $1/1(, pupil isokor, re4leks *ahaya $@/@(, - sekret $1/1(, napas *uping hidung $1/1( kotor $1(, papil atrophi $1(, tonsil T1/T1, 4aring hipermis $1(

b. 0idung

c. /ulut dan Tenggorokkan - mukosa bibir anemis $1(, sianosis $1(, lidah

d. Telinga 1 Lehe#

- nyeri tekan tragus $1/1(, gangguan pendengaran $1/1(

Inspeksi - simetris, massa $1( Palpasi .VP - pembesaran kelenjar tiroid $1(, pembesaran #CD $1( - 71) *m0)E

>

1 *h+#a,

"imetris, gerak napas tertinggal $1/1(, pektus ekska atum $1( Pulm+ a. Inspeksi b. Palpasi *. Perkusi -+# a. Inspeksi
b. Palpasi

- sela iga melebar $1/1(, otot bantuan napas $1/1( - okal 4remitus hemitoraks dextra F sinistra - sonor, batas paru1hepar IB" VI

d. Auskutasi - esikuler $@/@( normal, ronki $1/1(, wheeGing $1/1( - iktus kordis tidak tampak - iktus kordis teraba di IB" V linea mid *la i*ula sinistra - batas atas batas kiri - IB" II - IB" V linea mid aksilaris anterior sinistra batas kanan - linea parasternalis dextra
d. Auskultasi - "1/") $@( reguler, murmur $1(, gallop $1(

*. Perkusi

1 A.d+men Inspeksi Palpasi Perkusi - datar, lemas, massa $1( - nyeri tekan $1(, teraba massa $1(, hepar1lien tidak teraba - timpani, nyeri ketok $1(

Auskultasi - bising usus $@( normal 1 Ekst#emitas


a. "uperior - akral hangat, edema $1/1( sianosis $1/1(, B;T H ) detik b. In4erior

- akral hangat, edema $1/1(, pitting edema $1/1(, sianosis $1/1(, B;T H ) detik

Status L+kalis
a. ;egio Axillaris <extra

Inspeksi - ukuran ? 2 x & *m, sewarna kulit, permukaan rata, terdapat benjolan ke*il seperti putting di atas benjolan dengan ukuran sekitar ',7 x ',7 *m, retraksi $1(, edema $1(, dis*harge $1(.

Palpasi

- konsistensi kenyal, batas tegas, mobile, nyeri tekan $1(

2./. Peme#iksaan Penun$an% a. !aboratorium <ilakukan pemeriksaan pada tanggal )+ september )'1). 1. 0ematologi 1 0b - 1>,) gr/dl
1 !eukosit - &.%'' / ul

1 Trombosit - )1'.''' / ul 1 0ematokrit - >2 3 1 Colongan darah - D, ;h $@( 1 DT - > menit 1 BT - 2 menit 1.0. Dia%n+sis Ke#$a Mamma Aberrans 1.1. Penatalaksanaan a. /edikamentosa 1 IV9< ;! gtt II/mnt
1 #aptopril ) x )7 mg tab

1 <iaGepam ) x ) g b. Tindakan operasi Akstirpasi jaringan mamma. *. ;en*ana post operasi 1 Diopsi .aringan mamma
1 #ontrol > hari pas*a operasi untuk mengetahui kemungkinan terjadi

penyulit. 1.2. P#+%n+sis Juo ad itam - bonam.

Juo ad 4un*tionam - dubia.

BAB III *IN3AUAN PUS*AKA

&.1. Em.#i+l+%i dan Anat+mi 4amma a. Ambriologi Pada minggu ke lima atau enam embrional kehamilan, terdapat dua entral band dari penebalan ektoderm $mammary ridges, milk lines(. Pada mammalia, penebalan ini terbentang bilateral dari axila ke ul a. Pada minggu kesembilan, milk lines ini menjadi atro4i, ke*uali di daerah pe*toralis dan mulai tampak tunas putting susu $primordium payudara(. Pada minggu ke dua belas tunas putting susu diin asi oleh epitel skuamosa ektodermis. Pada bulan ke lima, jaringan ikat mesenkim mengin4iltrasi primordium payudara dan berdi4erensiasi menjadi l7 sampai )' 4ilamen padat yang terdistribusi simetris dibawah kulit tunas puting susu. <u*tulus mamma berkembang sebagai pertumbuhan ke dalam entral dari sisa embriologi ini, yang terbagi ke dalam duktus susu primer dan berakhir dalam tunas lobulus. Tunas putting susu akan terbuka dan membentuk mammary pitKyang selanjutnya akan terele asi dan membentuk puting susu.1

Cambar 1 - milk lines

Cambar ) - mammary bridges $1. mulai tampak primordium payudara, ). in asi oleh epitel skuamosa ektodermis, >. jaringan ikat mesenkim mengin4iltrasi primordium payudara dan berdi4erensiasi menjadi l7 sampai )' 4ilamen padat, +. <u*tulus mamma berkembang sebagai pertumbuhan ke dalam entral(

Cambar >. Perkembangan Payudara b. Anatomi

Payudara terletak pada hemithoraks kanan dan kiri dengan batas1batas sebagai berikut 1. Datas1batas payudara yang tampak dari luar 1 superior - iga II atau III 1 in4erior - iga VI atau VII 1 medial - pinggir sternum
1 lateral

- garis aksilaris anterior / linea mid axillae

).

Datas1batas payudara yang sesungguhnya 1 superior - hampir sampai ke kla ikula 1 medial - garis tengah
1 lateral

- m. latissimus dorsi

"ekitar )/> bagian payudara terletak pada m. pektoralis mayor, dan 1/> nya pada m. latissimus dorsi. Pada sekitar 273 wanita, terdapat perpanjangan batas kuadran lateral atas payudara sampai ke axilla, yaitu 5axillary tail o4 spen*e6. Pada daerah ini jaringan payudara memasuki suatu rongga pada 4as*ia axillaris yang disebut 59oramen o4 !anger6K sehingga payudara pada daerah ini terletak dibawah 4as*ia axillaris, dan bukan super4isial dari 4as*ia axillaris.

Cambar +. The axillary tail o4 "pen*e

&

St#uktu# Pa"uda#a Payudara terdiri dari berbagai struktur 1 parenkim epitelial

1 lemak, pembuluh darah, sara4, dan saluran getah bening 1 otot dan 4as*ia Parenkim epitelial dibentuk oleh kurang lebih 17 L )' lobus, yang masing1 masing mempunyai saluran tersendiri untuk mengalirkan produknya, dan bermuara pada putting susu. Tiap lobus dibentuk oleh lobulus1lobulus yang masing1masing terdiri dari 1' L 1'' asini grup. !obulus1lobulus ini merupakan struktur dasar dari glandula mamma. Payudara dibungkus oleh 4asia pektoralis super4isialis dimana permukaan anterior dan posterior dihubungkan oleh ligamentum Booper. !igamentum 5suspensory6 Booper ini bekerja sebagai jaringan penunjang yang kuat diantara lobus dan parenkim, dan diantara dermis kulit dengan bagian dalam 4as*ia pektoralis super4isilais. Pada in asi keganasan, bagian ligamen ini dapat terkontraksi, membentuk 4iksasi dan retraksi kulit. Papilla mammae dan areola mammae Apidermis pada puting susu dan areola adalah berpigmenK yang dilapisi keratinisasi dari epitel strati4ied aMuamous. Pada pubertas, puting semakin berpigmen dan menonjol. Terdapat kumpulan serabut otot polos yang radier dan sirkum4erensial, serta longitudinal pada daerah duktus lakti4erus. Pada daerah areola terdapat kelenjar sebasea, kelenjar keringat, dan glandula areola 5/ontgomery kelenjar areola asesorius. #elenjar asesori ini membentuk penonjolan1penonjolan ke*il pada permukaan areola yang disebut tuber*les6 Pada pun*ak puting terdapat banyak akhiran sel1sel sara4 dan /eissnerNs Borpus*les pada dermis puting. Areola mengandung sedikit sitruktur ini.

Cambar 7. Parenkim mamma

Cambar 6 : Ligamentum Booper

1'

Pada keadaan normal, komponen glandular tampak renggangK mengandung banyak elemen duktus. Pada awal siklus menstruasi, duktulus tampak seperti tali dengan lumen yang sempit. Pada saat o ulasi, dengan stimulasi estrogen, lumen membesar, dan terdapat penumpukan sekresi kelenjarK sehingga *airan dan lemak tertimbun di jaringan penunjang. .ika proses stimulasi ini berhenti, komponen glandular ini akan kembali regresi. Vaskularisasi Payudara 1. Arteri Payudara mendapat pendarahan terutama dari dua sumber utama, yaitu *abang1*abang per4orantes anterior arteri mamaria interna dan thorakalis lateralisa. Babang1*abang per4orantes a. /ammaria interna. Babang1*abang I, II,

arteri

III, dan IV dari a. /ammaria interna menembus dinding dada dekat pinggir sternum pada interkostal yang sesuai, menembus m. Pertoralis mayor dan memberi pendarahan tepi medial glandula mamma.
b. Babang1*abang dari a. Axillaris-

Rami pectoralis a. Thorako-akromialis Arteri ini berjalan turun diantara m. Pektoralis minor dan m. Pektoralis mayor. Pembuluh ini merupakan pembuluh utama m. Pektoralis mayor. "etelah menembus m. Pektoralis mayor, arteri ini akan mendarahi glandula mamma bagian dalam $deep sur ace(. Arteri thorakalis lateralis !a. Mammaria eksterna" Pembuluh darah ini jalan turun menyusuri tepi lateral m. Pektoralis mayor untuk mendarahi bagian lateral payudara Arteri thorako-dorsalis Pembuluh darah ini merupakan *abang dari a. "ubskapularis. Arteri ini mendarahi m. !atissimus dorsi dan m. "erratus magnus. =alaupun arteri ini tidak memberikan pendarahan pada glandula mamma, tetapi sangat penting artinya. #arena pada tindakan

11

radikal mastektomi, perdarahan yang terjadi akibat putusnya arteri ini sulit dikontrol, sehingga daerah ini dinamakan 5the bloody angle6. ). Vena Pada daerah payudara, terdapat tiga grup ena a. Babang1*abang per4orantes V. /ammaria interna

Vena ini merupakan

ena terbesar yang mengalirkan darah dari . /ammaria interna yang

payudara. Vena ini bermuara pada kemudian bermuara pada . Innominata.

b. Babang1*abang . Aksilaris yang terdiri dari . Thorako1akromialis, .

Thorakalis lateralis dan . Thorako dorsalis


c. Vena1 ena ke*il yang bermuara pada . Interkostalis.

Vena interkostalis bermuara pada . Vertebralis, kemudian bermuara pada . AGygos $melalui ena1 ena ini metastase dapat langsung terjadi di paru(.

1)

Persara an Persara4an kulit payudara bersi4at segmental dan berasal dari segmen dermatom T) sampai T,. "ela iga pertama terutama dipersara4i oleh sara4 ke mus*ulus sub*la ius. "egmen dermatom area ini bisa didener asi total atau sebagian setelah ele asi 4lap kulit untuk mastektomi radikal atau modi4ikasi. <engan pemotongan 4lap kulit dalam axilla, maka suatu *abang utama ner us inter*ostobra*hiales bisa dikenali dan dikorbankan. "ara4 ini terutama terdiri dari serabut dari *abang *utaneus lateralis ner i inter*ostales kedua dan ketiga serta berjalan tegak lurus dan anterior terhadap mus*ulus latissimus dorsi. #er$us thoracodorsalis 8er us thora*odorsalis terdapat pada m. "ubs*apularis, mempersara4i m. !atissimus dorsi dan mun*ul dari 4as*i*ulus posterior plexus bran*hialis $B7, B,, dan B%(. Ia lewat di belakang 4as*i*ulus medialis dan pembuluh axillaries untuk berjalan lateral terhadap ner us thora*i*us longus dan memasuki batas anterior mus*ulus latissimus dorsi. Dila terpotong, rotasi interna dan abduksi akan melemah, walaupun tidak mengakibatkan de4ormitas. Cangguan 4ungsionalnya adalah oposisi kuat lengan

1>

atas ke dinding dada lateral, terutama bila penderita perlu membawa sesuatu yang dijepit diantara lengan atas dan dinding dadanya. #er$us thoracalis longus 8er us thora*alis longus terdapat pada m. "erratus anterior

mempersara4inya. Bedera pada ner us ini menyebabkan morbiditas 4ungsional yang jauh lebih besar akibat kelemahan bahu dan menimbulkan de4ormitas Owinged s*apulaN #er$us pectoralis lateralis 8er us pe*toralis lateralis berasal dari 4as*i*ulus lateral plexus bran*hialis untuk mempersara4i m. Pe*toralis mayor dan minor. "ara4 ini berjalan medial terhadap m. Pe*toralis minor dan harus dilindungi sewaktu melakukan modi4ikasi mastektomi radikal untuk men*egah atro4i mus*ulus pe*toralis mayor.

#er$us pectoralis medialis <alam pembedahan, ner us pe*toralis medialis yang berasal dari 4as*i*ulus medialis plexus bra*hialis, berjalan lateral terhadap mus*ulus pe*toralis minor dan mensara4i mus*ulus pe*toralis mayor dan minor. "ara4 ini biasanya dikorbankan sewaktu membuang mus*ulus pe*toralis minor sebagai bagian modi4ikasi mastektomi radikal. .ika ner us pestoralis lateralis dilindungi, maka mus*ulus pe*toralis major tidak akan atro4i dan setelah operasi bentuk dinding dada akan sesuai dengan m. Pe*toralis mayor dan tidak dengan sangkar iga.

1+

%istem Lim atik Payudara Pengaliran pembuluh lim4atik terutama bersi4at unidireksional $searah(, ke*uali di daerah subareolar dan daerah sentral payudara, atau pada keadaan dimana terjadinya obstruksi lim4atik menyebabkan terjadinya sehingga aliran balik ini memungkinkan terjadinya metastasis. Pengaliran lim4atik dibagi > bagian1. <rainase #ulit /engalirkan pembuluh lim4e dari kulit sekitarnya, dan tidak termasuk areola dan papilla. Terdapat komunikasi antara pembuluh dermis dengan pembuluh dermis pada payudara kontralateral, sehingga memungkinkan terjadinya penyebaran tumor ke #CD dan payudara kontralateral ). <rainase Areolar Paitu pleksus subareolar dari "appeyK selanjutnya akan bergabung dengan #CD aksilla. >. <rainase Aksiler Terdapat enam grup kelenjar getah bening aksila aliran balik bidireksional. 0al ini dapat terjadi karena pembuluh lim4e tidak berkatupK

17

1. &'( mammaria eksterna. :ntaian kelenjar ini terletak di bawah tepi

lateral m. Pektoralis mayor, sepanjang tepi medial aksila. Crup ini dibagi dalam dua kelompok 1 1 ). &'( %kapula #CD terletak sepanjang asa subskapularis dan thorako1dorsalis, mulai dari per*abangan . Aksilaris menjadi . "ubskapuralis, sampai ke tempat masuknya . Thorako1dorsalis ke dalam m. !atissimus dorsi.
3. &'( sentral !central nodes"

#elompok superior. #elompok #CD ini terletak setinggi interkostal II1III #elompok im4erior. #elompok #CD ini terletak setinggi interkostal IV1V1VI

#CD ini terletak di dalam jaringan lemak di pusat ketiak. #adang1kadang beberapa diantaranya terletak sangat super4i*ial, di bawah kulit dan 4asia pada pusat ketiak, kira1kira pada pertengahan lipat ketiak depan dan belakang. #CD ini adalah kelenjar yang relati4 paling mudah diraba. <an merupakan kelenjar aksila yang terbesar dan terbanyak jumlahnya.
4. &'( interpektoral $Rotter*s nodes(

#CD ini terletak diantara m. Pektoralis mayor dan minor, sepanjang rami pektoralis . Thorako1akromialis. .umlah satu sampai empat.
5. &'( $. Aksilaris

#elenjar1kelenjar ini terletak sepanjang . Aksilaris bagian lateral, mulai dari white tendon m. !atissimus dorsi sampai ke sedikit medial dari per*abangan . Aksilaris L . Thorako1akromialis 6. &'( subkla$ikula #elenjar1kelenjar ini terletak sepanjang . Aksilaris, mulai dari sedikit medial per*abangan . Aksilaris L . Thorako1akromialis sampai di mana . Aksilaris menghilang di bawah tendo m. "ubkla ius. #elenjar ini merupakan kelenjar aksila yang tertinggi dan termedial letaknya. "emua getah bening yang berasal dari kelenjar1kelenjar getah bening aksila

1,

masuk ke dalam kelenjar ini. "eluruh #CD aksila ini terletak di bawah 4asia kostokorakoid #elompok kelenjar ini kemudian dibagi lagi dalam > le el atau tingkat, berdasarkan hubungannya dengan m. Pe*toralis minor. !e el I Terletak lateral / dibawah batas bawah m. Pe*toralis minor. Termasuk#CD mamaria eksterna 1 1 !e el II Terletak didalam $deep( atau dibelakang dari m. Pe*toralis minorK yaitu grup sentral. b. !e el III Terletak medial atau diatas dari batas atas m. Pe*toralis minoK yaitu grup sub*la i*ular. #CD ena aksilaris #CD grup s*apular

Cambar %. #elenjar getah bening mamma

1%

&.2. Definisi Mamma Aberrans Mamma aberrans adalah terdapatnya payudara atau papillae mamma yang lebih dari dua. !etaknya pada garis susu dari axilla sampai ke inguinal tapi kebanyakan di axilla.

Cambar &. /amma Aberrans &.&. Eti+l+%i dan E)idemi+l+%i Mamma Aberrans <owner menemukan dari kepustakaan ? +>' kasus. /enurut 0aagensen insidensi anomali ini 11) 3 pada wanita kulit putih. Tetapi penduduk Asia agaknya lebih banyak. Iwai menemukan 1,&& 3 pada pria dan 7,12 3 pada wanita. Taheya menemukan >,& 3 pada pria Tionghoa. /enurut 0aagensen mamma aberrans ditemukan ) kali lebih banyak pada wanita dari pada laki1laki, yang ditemukan di Dandung hampir selalu wanita. Anomalis tersebut ada hubungannya dengan keturunan. Terdapat pada keluarga 1 keluarga tertentu.

1&

&./. Pat+fisi+l+%i Mamma Aberrans Pada minggu ke lima atau enam embrional kehamilan, terdapat dua entral band dari penebalan ektoderm $mammary ridges+ milk lines(. Pada mammalia, penebalan ini terbentang bilateral dari axila ke ul a.1 Pada minggu kesembilan, mammary ridges ini menjadi atro4i, ke*uali di daerah pe*toralis. <isepanjang milk lines terdapat rudimen multipel untuk perkembangan payudara dikemudian hari. ;udimen multiple tersebut akan berkembang dikemudian hari jika terdapat pengaruh hormonal baik pada masa pubertas ataupun kehamilan. 0asil kegagalan regresi mammary ridges pada mamma aberrans memiliki berbagai tingkat ekspresi klinis termasuk jaringan payudara dengan puting tanpa memiliki areola, jaringan kelenjar dengan areola tapi tanpa puting, atau hanya dengan jaringan payudara bukan merupakan areola atau nipple.1,7,&,17 Terjadinya jaringan payudara menyimpang yang paling sering terjadi di kawasan aksila.1, &.0. Klasifikasi Mamma Aberrans /amma aberrans memiliki beberapa bentuk dan telah diklasi4ikasikan oleh #aja a sebagai berikut a. payudara lengkap dengan puting, areola, dan jaringan kelenjar, b. jaringan payudara tanpa areola tapi dengan puting dan jaringan kelenjar, c. payudara tanpa puting tapi dengan jaringan areola dan kelenjar, d. payudara tanpa puting atau areola, e. pseudomamma dengan puting dan areola tapi tanpa kelenjar jaringan

$jaringan payudara digantikan oleh lemak(,


f. polythelia $Adanya puting saja(K g. polythelia areolaris $keberadaan dari areola saja(, h. polythelia pilosa $kehadiran hanya sepetak rambut( ),1+,1&.

12

&.2. 4anifestasi Klinis Mamma Aberrans ,ctopic breast tissue mungkin mun*ul sebagai sesuatu dari jaringan subkutan dan memiliki 4ungsi penuh.1, "e*ara histologi, supernumerary breast mungkin memiliki sistem duktal yang terorganisir pada kulit eksternal, sedangkan ectopic breast tissue sendiri tidak memiliki perkembangan duktus tersebut dan tidak terhubung ke payudara ipsilateral. .aringan ini mengikuti kontrol hormon normal dan dapat menjadi klinis yang jelas saat perempuan memasuki masa puber atau selama kehamilan. Payudara ektopik dengan kompleks areolar lengkap akan ber4ungsi sebagai payudara normal, termasuk menyusui. Cejala pada jaringan payudara aksila dilaporkan memburuk dengan kehamilan berikutnya, menyebabkan rasa sakit meningkat dan iritasi lokal. 8amun, beberapa studi menunjukkan bahwa jaringan mungkin tanpa gejala.1%,1&,12 Polythelia dihubungkan dengan kelainan pada saluran kemih. #elainan ginjal tersebut termasuk kegagalan pembentukan ginjal dan karsinoma ginjal. 0ubungan polythelia dan anomali ginjal tidak begitu kuat tetapi sangat didukung oleh beberapa studi. "ebuah studi dari Israel melaporkan +'3 dari anak1anak dengan polythelia memiliki anomali ginjal

)'

obstrukti4 atau duplikasi dari sistem ekskretoris. #ehadiran puting ekstra pada anak1anak harus meningkatkan ke*urigaan klinisi anomali ginjal. :mumnya, mamma aberrans terjadi se*ara sporadis, tetapi kasus1 kasus 4amilial dilaporkan. <alam keluarga, mamma aberrans dapat dilihat pada saudara kandung. Toumbis1Ioannou dan Bohen menggambarkan seorang wanita dengan sisi kiri polythelia dan ginjal kanan ektopik. #akaknya memiliki sisi kiri polythelia, dan kakaknya memiliki payudara supernumerary lengkap di sisi kirinya. &.5. Dia%n+sis Klinis Mamma Aberrans :ntuk mendiagnosis suatu benjolan / massa, baik itu yang terdapat di regio aksilaris ataupun regio mammaria, ada beberapa hal yang harus kita pikirkan. Apakah benjolan merupakan suatu anomali, tumor jinak, keganasan atau merupakan suatu in4eksi baik itu spesi4ik maupun non spesi4ik. 0al tersebut dapat kita bedakan melalui anamnesis, pemeriksaan 4isik, maupun pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan. :ntuk suatu benjolan atau massa apapun, diagnosis jaringan diperlukan. <iagnosis dini karsinoma pada mamma aberrans memerlukan diagnosis jaringan awal karena diagnosis klinis tidak dapat diandalkan. .ika ditemani oleh kompleks puting1areolar, massa mungkin tidak salah didiagnosis sebagai lipoma, kelenjar getah bening, kista sebasea, atau suppurati a hidradenitis. /amma aberrans berisiko untuk menjadi jinak ataupun ganas. <iagnosa dilaporkan termasuk penyakit 4ibrokistik, mastitis, 4ibroadenoma, hiperplasia atipikal, dan karsinoma. Penyakit keganasan yang paling sering dilaporkan adalah in4iltrating du*tal *ar*inoma $%23(, diikuti oleh meduler dan karsinoma lobular $2,73(. "atu studi tentang mamma aberrans didiagnosis dengan aspirasi jarum halus hanya ditemukan ) kasus kemungkinan kanker dari ,2 kasus, dan sebuah studi terpisah dari jaringan payudara aksilaris menyimpang dihapus untuk tujuan kosmetik menemukan kanker tidak ada dalam )& kasus.

)1

&.6. Penatalaksanaan Mamma Aberrans /amma aberrans untuk sebagian besar kasus hadir sebagai masalah kosmetik dan mungkin pembedahan. /ereka juga dapat dibuang ketika menyebabkan ketidaknyamanan karena terasa mengganjal , menseksresikan *airan susu atau bahkan adanya kekuatiran bila terjadi karsinoma yang tidak mudah diketahui . <alam kasus mamma aberrans ektirpasi yang direkomendasikan. Eperasi tersebut harus dilakukan dengan tenang dan sebaliknya dengan narkose agar yang dianggap benar1benar jaringan kelenjar payudara yang dimaksud, bukan jaringan lemak subkutan. &.17. K+m)likasi Mamma Aberrans "eperti disebutkan, jaringan mamma aberrans dapat menjalani perubahan patologis yang sama seperti payudara normal. #asus mamma aberrans dengan perubahan kistik jinak, tumor jinak $adenoma dan 4ibroadenoma(, dan karsinoma telah dilaporkan. #etika massa terletak di sepanjang 5milk lines6, kemungkinan adanya jaringan payudara harus dipertimbangkan. /assa tersebut, misalnya di ketiak, mungkin pada pemeriksaan awal keliru untuk kelenjar getah bening yang membesar. "ejumlah kasus kanker payudara yang timbul pada jaringan payudara ektopik telah dilaporkan. #asus tersebut dapat menyajikan sebuah tantangan untuk kedua dokter dan ahli patologi dalam membuat diagnosis yang benar.

))

BAB I8 ANALISIS KASUS


#eluhan utama "ejak ? 1 bulan "/;" penderita mengaku teraba benjolan di bawah ketiak kanan benjolan semakin membesar, terasa mengganjal, nyeri saat ditekan $@(, merah $1(, mengeluarkan *airan $1(. Penderita mengeluhkan benjolan terasa semakin ken*ang dan nyeri menjelang mensturasi. ;PP "ejak ? 1 tahun "/;", penderita mengaku teraba benjolan di bawah ketiak kanan sebesar telur puyuh, benjolan dapat digerakkan, nyeri $1(, merah $1(,. "ejak ? & bulan "/;", penderita mengaku mun*ul benjolan ke*il yang menyerupai puting di atas benjolan yang sebelumnya, nyeri $1(, merah $1(, mengeluarkan *airan $1(. <ari keluhan utama dan riwayat perjalanan penyakit ini dapat dipikirkan beberapa diagnosis untuk keluhan seperti yang dirasakan oleh pasien ini dengan usia muda )% tahun, yaitu suatu anomali $mamma aberrans(, neoplastik berupa in4eksi $mastitis atau lim4adenitis( dan neoplastik jinak dapat berupa 4ibroadenoma, lipoma, adenoma dan papiloma. :ntuk diagnosis anomali sendiri dapat dilihat dari anamnesis, pasien mengeluh terdapat benjolan yang mnyerupai mamma pada ketiak bawah nya, dimana pada benjolan juga terdapat benjolan ke*il menyerupai putting sehingga dapat menyingkirkan suatu 9A/, lipoma adenoma dan papilloma, benjolan juga tidak terasa nyeri, tidak ada tanda1tanda peradangan dan tidak mengeluarkan *airan apapun yang dapat menyingkirkan adanya mastitis $tidak ada demam(, pertumbuhan benjolan juga tidak terlalu *epat sehingga bisa menyingkirkan suatu keganasan, tidak ada benjolan lain di daerah aksilla, subkla ikula, suprakla ikula sehingga dapat menyingkirkan lim4adenitis. <iagnosis banding berupa keganasan $Ba mamma( dapat disingkirkan dengan melihat usia pasien yang masih muda

)>

$H>7 tahun(, gejala berupa pertumbuhan benjolan yang *epat membesar dan tidak dipengaruhi oleh siklus mensturasi, tidak nyeri, perubahan permukaan benjolan $peau de orange(, kasar, berbenjol sampai tukak, keluar *airan berupa darah, riwayat tumor jinak sebelumnya tidak ada, riwayat keluarga mendertia penyakit yang sama tidak ada . ;iwayat benjolan dipengaruhi oleh siklus mensturasi juga semakin menguatkan suatu anomali, dimana mamma aberrans tipe lengkap juga memiliki keluhan yang sama dengan payudara pada umumnya. <ari hasil pemeriksaan 4isik status generalis tekanan darah 1,'/1'' mm0g, termasuk 0ipertensi grade II dan pasien memiliki riwayat hipertensi dalam kehamilan, sehingga perlu diperhatikan apabila pasien akan dilakukan tindakan operasi. <apat diberikan obat antihipertensi, dan dapat dilakukan operasi apabila tekanan darah normal kembali. <ari hasil pemeriksaan status lokalis aksillaris didapatkan ukuran benjolan ? 2 x & *m, sewarna kulit, permukaan rata, terdapat benjolan ke*il seperti putting di atas benjolan dengan ukuran sekitar ',7 x ',7 *m, retraksi $1(, edema $1(, dis*harge $1(. Pada palpasi konsistensi kenyal, batas tegas, mobile, nyeri tekan $1(, sudah dapat menyingkirkan suatu in4eksi dan neoplasia jinak. <ari hasil pemeriksaan laboratorium darah maupun kimia darah dalam batas normal sehingga kemungkinan terjadi in4eksi pada pasien ini dapat disingkirkan Derdasarkan hasil temuan baik dari anamnesis, pemeriksaan 4isik, maupun hasil pemeriksaan penunjang, maka dapat disimpulkan bahwa pasien ini mengalami Mamma Aberrans. Penderita ini diren*anakan akan dilakukan ekstirpasi jaringan mamma. 8amun, sebelum dilakukan tindakan ini, keadaan umum pasien perlu distabilkan terutama pada tekanan darah karena kemungkinan komplikasi perdarahan hebat dapat terjadi dengan pemasangan IV9< ;! gtt II/menit, dan antihipertensi berupa *aptopril 1 x )7 mg tab, diaGepam ) x ) gr tab. Prognosis pada pasien ini untuk -uo ad $itam+ yaitu bonam, dan -uo ad unctionam, yaitu bonam.

)+

DA'*AR PUS*AKA
1. ). !angman .- /edi*al embryology, 7th ed. =illiams Q =ilkins, Daltimore, /<, 12&7. 9ra**hioli ", Puopolo /, <e !a !ongrais IA, "*oGGa4a a /, Dogliatto 9, Arisio ;, /i*heletti !, #atsaros <- Primary 5breast1like6 *an*er o4 the ul a- a *ase report and *riti*al re iewo4 the literature. Int . Cyne*ol Ban*er, 1,- +)>1+)&, )'',. >. "hin "., "heikh 9", Allenby PA, ;osen PP- In asi e se*retory $ju enile( *ar*inoma arising in e*topi* breast tissue o4 the axilla. Ar*h Pathol !ab /ed, 1)7- 1>%)11>%+, )''1. +. Bhung1Park/, Rheng !iu B, Ciampoli A., Amery .<, "halodi A-/u*inous adeno*ar*inoma o4 e*topi* breast tissue o4 the ul a. Ar*h Pathol !ab /ed, 1),- 1)1,11)1&, )''). 7. ,. Durdi*k AA, Thomas #A,=elsh A- Axillary polymastia. . Am A*ad <ermatol, +2- 117+1117,, )''>. Pin B, Bhapman ., Taw4ik E- In asi e mu*inous $*olloid( adeno*ar*inoma o4 e*topi* breast tissue in the ul a- A *ase report. Dreast ., 2- 11>1117, )''>. %. &. 2. Ciron Cl, 9riedman I, 9eldman "- !obular *ar*inoma in e*topi* axillary breast tissue. Am "urg, %'- >1)1>17, )''+. Alghamdi 0- A**essory breasts- =hen to ex*iseS Dreast ., 11- 177117%, )''7. Paksoy 8- A*topi* lesions as potential pit4alls in 4ine needle aspiration *ytology- a report o4 > *ases deri ed 4rom the thyroid, endometrium and breast. A*ta Bytol, 71- )))1)),, )''%. 1'. 11. Canaraj A, Petrek .A- <iagnosis and treatment o4 *an*er arising in e*topi* breast tissue. Blin ;e , 7&- 7,,17%', )''). Perra !, #arunad AD, Votaw /!- Primary breast *an*er in aberrant breast tissue in the axilla. "outh /ed ., 2'- ,,11 ,,), 122%.

)7

1).

;ho .P, .uhng "#, Poon #.- Bar*inoma originating 4rom aberrant breast tissue o4 the right upper anterior *hest wall. . #orean /ed "*i, 1,- 71217)1, )''1.

1>.

;oorda A#, 0ansen .P, ;ider .A, 0uang ", ;ider <!- A*topi* breast *an*er- spe*ial treatment *onsiderations in the postmenopausal patient. Dreast ., &- )&,1)&2, )'').

1+. 17. 1,. 1%.

Cutermuth ., Audring 0, Voit B, 0aas 8- Primary *ar*inoma o4 e*topi* axillary breast tissue. . Aur A*ad <ermatol Venereol, )'- )1%1))1, )'',. A ans </, Cuyton <P- Bar*inoma o4 the axillary breast. . "urg En*ol, 7212'1127, 1227. /arshall /, /oynihan ., 9rost A, A ans ;. A*topi* breast *an*er- *ase report and literature re iew. "urg En*ol 122+K>-)27L>'+. !esa oy /, ComeG1Car*ia A, 8ejdl ;, Pospur C, "yiau T1., Bhang P. Axillary breast tissue- *lini*al presentation and surgi*al breast treatment. Ann Plast "urg 1227K>7->7,L>,'.

1&. 12.

8akao A, "aito ", Inoue 9, 8otohara #, Tanaka 8. A*topi* breast *an*er- a *ase report and re iew o4 the literature. Anti*an*er ;es 122&K1&->%>%L>%+'. <as <, Cupta ", /athew ", "heikh R, Al1;ubah 8. 9ine needle aspiration *ytology diagnosis o4 axillary a**essory breast tissue, in*luding its physiologi* *hanges and pathologi* lesions. A*ta Bytol 122)K>&-1>'L1>7.

),