Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PRAKTIKUM KEPELABUHAN

PERANAN PELABUHAN TANJUNG PRIOK TERHADAP EKSPOR IMPOR PRODUK PERIKANAN DI JAWA BARAT

Disusun Oleh: Kelompok 3 Muhammad Wildy Kamaali E. Abdul Mutalib Taufiq Nora Akbarsyah Ilham Akbar Minanga (C451120181) (C451124041) (C451130091) (C451130061) (C451130051)

SEKOLAH PASCASARJANA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PERIKANAN LAUT DEPARTEMEN PAMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013

I. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Kegiatan ekspor dan impor selama ini dapat melalui berbagai macam cara, salah satu proses pengiriman dapat melalui pelabuhan. Pelabuhan sebagai salah satu elemen transportasi memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan regional. Pelabuhan sebagai prasarana angkutan laut di Indonesia memiliki peran strategis menghubungkan antar pulau dalam kegiatan perdagangan dan angkutan umum lainnya. Jumlah pelabuhan di Indonesia mencapai 1.889 pelabuhan, terdiri dari pelabuhan lokal, pelabuhan regional, pelabuhan nasional dan pelabuhan internasional (Ditjen Perhubungan Laut, 2009). Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan internasional terbesar dan pintu gerbang Indonesia, sebagian besar (kira-kira enam puluh lima persen (65%)) dari total arus barang nasional diangkut melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Letak kawasan Pelabuhan Tanjung Priuk berada di Jawa Barat. Kontribusi kawasan Jawa Barat menjadi daerah yang sangat potensial bagi para investor, artinya pertumbuhan industri dan perdagangan akan makin ramai baik pada skala nasional maupun internasional. Letak Jawa Barat yang strategis telah menyebabkan kawasan ini sangat penting untuk menghubungkan propinsi-propinsi di pulau Jawa, sehingga pada titik inilah peranan transportasi laut menjadi sangat vital. Keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok memegang peranan strategis sebagai pintu gerbang (gateway) Indonesia ditinjau dari kegiatan usaha angkutan barang ekspor-impor. Peranan strategis Pelabuhan Tanjung Priok terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan regional perlu dijaga keberlangsungannya. Sejalan dengan mainstream pembangunan berkelanjutan (sustainable development), maka kebijakan sektor perhubungan, yaitu sub sektor perhubungan laut juga mengadopsi prinsipprinsip pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian kebijakan pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bagian dari sub sektor perhubungan laut harus

mengikuti prinsip-prinsip berwawasan lingkungan dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan. Daerah belakang Pelabuhan Tanjung Priok ditinjau dari wilayah asal dan tujuan barang sangat luas, mencapai seluruh wilayah nasional Indonesia. Hal ini didukung oleh jangkauan pelayanan dengan fasilitas, prasarana dan sarana Pelabuhan Tanjung Priok yang lengkap. Ditinjau dari kedudukan geografis, maka daerah belakang Pelabuhan Tanjung Priok meliputi Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Propinsi Banten, Propinsi Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah Bagian Barat, sedangkan daerah belakang utamanya adalah wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) yang merupakan pemasok barang-barang industri dan barangbarang dagang terbesar di Indonesia.

1.2 Tujuan Tujuan dibuatnya makalah ini adalah : Untuk mengetahui peran pelabuhan Tanjung Priok terhadap ekspor dan impor produk perikanan daerah hinterland.

1.3 Manfaat Manfaat dari adanya makalah ini adalah : mahasiswa mengetahui ulasan mengenai sebaran wilayah hinterland tanjung priok dan distribusi barang-barangnya.

II. Pembahasan

2.1 Profil Pelabuhan Tanjung Priok Sejarah perkembangan Pelabuhan Tanjung Priok dari tahun 1960-2012 dapat dilihat dibawah ini: Periode 1960 1963 Pengelolaan pelabuhan umum di lakukan oleh Perusahaan Negara (PN) Pelabuhan 1s/d VIII berdasarkan Undang-undang Nomor: 19 prp tahun 1960. Periode 1964 - 1969 Aspek kormesil dari pengelolan pelabuhan tetap dilakukan oleh PN Pelabuhan, tetapi kegiatan dikoordinasikan oleh lembaga pemerintah yang disebut Port Authority. Periode 1969 - 1983 Pengelolan pelabuhan umum dilakuan oleh Badan Pengusahaan Pelabuhan (BPP) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1969. PN Pelabuhan dibubarkan dan lembaga pemerintah Port Authority diganti menjadi BPP. Periode 1983 - 1992 Pada tahun 1983, BPP diubah lagi menjadi Perusahaan Umum (PERUM) Pelabuhan yang hanya meangelola pelabuhan umum yang diusahakan, sedangkan pengelolaan pelabuhan umum yang tidak usahakan dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubngan Laut sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 1983. PERUM Pelabuhan dibagi menjadi 4 wilayah operasi yang dibentuk berdsarkan Peaturan Pemerintah Nomor 15 tahun 1983. Periode 1992 - 2012 Perubahan status PERUM Pelabuhan II menjadi PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 57 tanggal 19 Oktober 1991, dan dikukuhkan dengan Akta Notaris Imas Fatimah Sarjana Hukum di Jakarta pada tanggal 1 Desember 1992. Peningkatan status perusahaan dari PERUM PELABUHAN II menjadi PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) merupakan suatu

kepercayaan dari pemerintah, didasarkan pada pertimbangan keberhasilan manajemen meningkatkan pengelolaan pelabuhan-pelabuhan yang diusahakan selama ini.

Gambar1. Peta Pelabuhan Tanjung Priok

Secara umum fasilitas Pelabuhan Tanjung Priok terbagi atas : a. Fasilitas yang melayani kegiatan bongkar muat secara konvensional; Pengelolaannya berada dibawah manajemen Cabang Pelabuhan Tanjung Priok yang berfungsi melayani kegiatan bongkar muat barang umum, bag cargo, curah cair/kering dan petikemas antar pulau. b. Fasilitas yang khusus melayani bongkar muat Petikemas Internasional; Pengelolaannya berada dibawah manajemen PT. Jakarta International Petikemas Terminal, Terminal Petikemas Koja dan PT. Multi Terminal Indonesia (MTI). c. Fasilitas yang khusus melayani bongkar muat curah cair; Dermaga DKP pengelolaannya berada dibawah manajemen cabang Pelabuhan Tanjung Priok berkerjasama dengan PT. Dharma Karya Perdana (DKP) dan

Dermaga PT. Pertamina dikelola dan dioperasikan oleh PT. Pertamina (Persero). d. Fasilitas yang khusus melayani bongkar muat curah kering ; Curah kering khusus semen dan batu bara Pengelolaannya berada dibawah manajemen Pelabuhan Tanjung Priok yang pengoperasiannya bekerjasama dengan PT. MTI dan PT. Semen Padang. Curah kering khusus pangan Merupakan pengembangan fasilitas pelabuhan laut Tanjung Priok yang pengelolaan dan pengoperasiannya bekerjasama dengan PT. Bogasari dan PT. Sarpindo. e. Fasilitas yang khusus melayani naik turun penumpang ; Pengelolaannya berada dibawah manajemen cabang Pelabuhan Tanjung Priok yang berfungsi khusus melayani kegaiatan turun naik penumpang kapal laut

2.2 Wilayah Hinterland Pelabuhan Tanjung Priok Pertumbuhan perdagangan ekspor - impor dan antar pulau yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah kegiatan industri, perdagangan, dan jasa yang terjadi di daerah belakang kawasan Tanjung Priok. Daerah belakang utama yang mendukung kegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok meliputi wilayah Propinsi DKI Jakarta, wilayah Propinsi Banten, Khususnya Kabupaten Tangerang, dan wilayah ropinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor (Cibinong dan Cileungsi), Kabupaten Bandung, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Sumedang. Daerah daerah ini yang memasok barang barang untuk di ekspor dengan jumlah tonase dan nilai rupiah terbesar dari seleuh wilayah Indonesia. Peta daerah Belakang Utama Pelabuhan Tanjung Priok di tunjukkan oleh gambar 2.

Pelabuhan Tanjung Priok


Kab. Tangerang

Kab. Bekasi
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan DKI Jakarta

Kota Bekasi

Kota Bogor Kab. Bogor

Gambar 2. Daerah Belakang Utama Pelabuhan Tanjung Priok (Wilayah Jabotabek), 2009

Wilayah Jabotabek dipilih sebagai daerah belakang (hinterland) utama, dikarenakan konsentrasi penyebaran kawasan industri dan perdagangan yang cukup tinggi dan dengan konsentrasi penduduk di wilayah Jabotabek.

2.3 Ekspor dan Impor Produk Perikanan Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan internasional yang menjadi pintu gerbang ekspor impor bahan baku dan hasil industri. Pelabuhan Tanjung Priok melayani 60 70 unit kapal perharinya. Pola perdagangan yang dilakukan dengan perantara Tajung Priok mengalami perkembangan mulai dari hanya pelabuhan ekspor impor hingga berkembang menjadi transshipment. Lalu lintas barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 65%, sedangkan untuk barang transhipment antar pulau mencapai angka 35% (PT Pelindo II (P) Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, 2009). Sampai dengan tahun 2013 ini, kegiatan ekspor impor yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok telah mencapai angka 70%. Arus peti kemas yang masuk dan keluar pelabuhan rata rata mencapai 50.000 kontainer perhari nya (JPNN,2013). Nilai ekspor produk perikanan pada daerah Jawa Barat mengalami pertumbuhan sebesar 29%, sedangkan jika dilihat dari volume produknya, nilainya

mengalami pertumbuhan sebesar 33,5%. Pada Tahun 2010 volume ekspor produk perikanan di JawaBarat sebesar 18.362 ton, dan sebesar 24.000 ton pada tahun 2011. Negara tujuan ekspor yaitu Jepang, Korea, Cina, Amerika Serikat (AS), hingga ke Belgia (PRLM,2012). Rachlan (2011), mengemukakan bahwa China merupakan Negara utama yang memanfaatkan produk perikanan dari daerah Jawa Barat, pada tahun 2011, China menyerap produk perikanan Jawa Barat sebesar 9.000 ton. Nomor urut kedua setelah China adalah Vietnam sebesar 4.600 ton, dan selanjutnya adalah Spanyol sebesar 3.200 ton. Menurut Noviani (2013), Ekspor produk perikanan dari seluruh Indonesia juga merambah sampai ke Rusia. Nilai ekspornya pada periode 2008 2012 mencapai US $5,93 juta dan mengalami kenaikan sehingga menjadi US $15 juta dan US $36,01 juta pada tahun 2012. Melihat besarnya nilai rupiah yang dihasilkan dari kegiatan ekpor dan impor produk perikanan, maka tidak luput dari peranan keberadaan pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan pengumpan yang mengirim barang hasil industri dan menerima bahan baku yang digunakan dalam industri.

DAFTAR PUSTAKA

JPNN, 2013. Pisahkan Pelabuhan Ekspor-Impor, Usul Pengusaha untuk Tekan Dwelling Time. http://www.jpnn.com/read/2013/07/23/183166/PisahkanPelabuhan-Ekspor-Impor-. Diakses pada Tanggal 11 Desember 2013. Noviani, A. 2013. Suspensi Ekspor Ikan, 24 Eksportir Didaftarkan ke Rusia. http://www.kkp.go.id/index.php/arsip/c/10000/Suspensi-Ekspor-Ikan-24Eksportir- Didaftarkan-ke-Rusia/?category_id=58. Diakses pada tanggal 11 Desember 2013. PRNM, 2013. Nilai Ekspor Produk Perikanan Jabar Tumbuh 29%. http://www.pikiran-rakyat.com/node/193806. Diakses pada tanggal 11 Desember 2013.