Anda di halaman 1dari 0

PROFIL

PROFIL
BADAN PENELITIAN DAN
BADAN PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN KESEHATAN
PENGEMBANGAN KESEHATAN
2005
2005
DEPARTEMEN KESEHATAN RI
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Jl. Percetakan Negara No. 29 Jakarta 10560
Telp. (021) 4261088 Fax. (021) 4243933
www.litbang.depkes.go.id
E- mail: sesban@litbang.depkes.go.id
ISBN 979-8270-39-8
KATA PENGANTAR


Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan atas berkat dan
karunia-Nya, Profil Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tahun 2005 dapat
tersusun dengan baik.

Profil berisikan tentang sejarah, kemampuan sumber daya manusia fungsional
utamanya Ahli Peneliti dan jenjang pendidikan Strata 3, serta kemampuan laboratorium.

Pada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya sehingga tersusunnya profil
ini, kami mengucapkan terima kasih. Harapannya dengan terbitnya buku ini dapat
memberikan gambaran kemampuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan
dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Jakarta, 12 Juli 2005
Kepala Badan Litbangkes

Dr. Dini Latief, M.Sc

1

SEJARAH SINGKAT



Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) pada awal
perkembangannya bernama Lembaga Makanan Rakyat (LMR) yang terbentuk pada tahun
1950 dan setahun kemudian, pada tahun 1951 berubah menjadi Lembaga Pusat
Penyelidikan Pemberantasan Penyakit Kelamin (LP4K). Kemudian pada tahun 1965 berubah
nama menjadi Lembaga Kesehatan Nasional (LKN). Lembaga ini merupakan unit yang
bertanggung jawab langsung kepada Menteri Kesehatan mengenai semua penelitian di
bidang kesehatan. Selanjutnya pada tahun 1968 terjadi perubahan mendasar dengan
terbentuknya Lembaga Riset Kesehatan Nasional (LRKN) dan lembaga ini merupakan
embrio dari Badan Litbang Kesehatan. Melalui Keputusan Presiden No. 44 tahun 1975 dan
diperkuat dengan Keputusan Menteri Kesehatan No 114 tahun 1975, maka terbentuklah
Badan Litbang Kesehatan.

Saat ini, sebagai dasar hukum organisasi dan tata kerja mengacu kepada Kepmenkes No.
1277/MENKES/SK/XI/2001 tanggal 27 November 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Departemen Kesehatan.






2

Pimpinan Badan Litbangkes: Periode Kepemimpinan:
1. Prof. DR. Dr. Soelianti Saroso, MPH 12 Desember 1975-24 Agustus 1978
2. Prof. DR. Dr. AA. Loedin, SpB 24 Agustus 1978-29 Februari 1988
3. DR. Dr. Hapsara Habib Rahmat, DPH 29 Februari 1988-10 Mei 1989
4. Prof. DR. Dr. Sumarmo Poorwo Soedarmo, SpA(K) 2 Juni 1989-10 Februari 1994
5. Dr. Brahim 10 Februari 1994-16 Juli 1997
6. Prof. Dr. Umar F Achmadi, MPH, PhD 16 Juli 1997-10 April 2000
7. Dr. Sri Astuti S. Suparmanto, MScPH 10 April 2000-5 Maret 2003
8. Dr. Sumarjati Arjoso, SKM 5 Maret 2003-18 Februari 2004
9. Dr. Dini Latief, MSc 18 Februari 2004-sekarang


VISI, MISI, TUGAS DAN FUNGSI, KEGIATAN POKOK
SERTA STRUKTUR ORGANISASI

Visi

Penelitian dan pengembangan kesehatan berkualitas yang mendukung Indonesia Sehat
2010

Misi

1. Membina penelitian dan pengembangan kesehatan
2. Melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan
3. Meningkatkan promosi penelitian dan pengembangan kesehatan

Tugas dan Fungsi

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) mempunyai tugas
melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.
Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Badan Litbangkes mempunyai fungsi:
1. Perumusan kebijaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pelayanan dan
teknologi kesehatan, pemberantasan penyakit, ekologi kesehatan, farmasi dan obat
tradisional, gizi dan makanan.
2. Penyusunan program penelitian dan pengembangan di bidang pelayanan dan teknologi
kesehatan, pemberantasan penyakit, ekologi kesehatan, farmasi dan obat tradisional,
gizi dan makanan; laboratorium penelitian dan rujukan.
3. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pelayanan dan teknologi
kesehatan, pemberantasan penyakit, ekologi kesehatan, farmasi dan obat tradisional,
gizi dan makanan, analisis, kajian dan pengembangan kebijakan kesehatan serta
laboratorium penelitian dan rujukan.
4. Perumusan pedoman dan bimbingan serta pelaksanaan advokasi penelitian di bidang
kesehatan.
5. Pelaksanaan penyebaran hasil penelitian dan pengembangan kesehatan.
6. Evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan.
7. Pelaksanaan manajemen penelitian.
8. Pelaksanaan pengembangan institusi untuk mendukung penelitian.

3

Kegiatan Pokok Badan Litbangkes

1. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.
2. Peningkatan sumber daya manusia, sarana dan prasarana.
3. Penyebarluasan dan pemanfaatan hasil-hasil litbangkes.



4
STRUKTUR ORGANISASI
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
BADAN
PUSAT
LITBANG PELAYANAN &
TEKNOLOGI KESEHATAN
PUSAT
LITBANG
FARMASI &
OBAT TRADISIONAL
PUSAT
LITBANG
PEMBERANTASAN
PENYAKIT
PUSAT
LITBANG
EKOLOGI KESEHATAN
SEKRETARIAT
BADAN
UNIT PELAKSANA
TEKNIS
3 BALAI PENELITIAN (BPVRP, BPTO, BP GAKI)
6 LOKA LITBANG P2B2 (Baturaja, Ciamis, Banjarnegara,
Waikabubak, Donggala, Tanah Bumbu)
2 UPF (Papua dan NAD)
PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN
KESEHATAN
PUSAT
LITBANG
GIZI DAN MAKANAN
Melaksanakan Penelitian dan
Pengembangan di bidang Kesehatan
Memberikan Pelayanan Teknis dan
Administrasi kepada semua unsur di
lingkungan Badan
Melaksanakan
Litbang Yantekkes
Melaksanakan Litbang
Pemberantasan Penyakit
Melaksanakan Litbang
Ekologi Kesehatan
Melaksanakan Litbang
Farmasi & Obat
Tradisional
Melaksanakan Litbang
Gizi dan Makanan
Surkesnas
Komite
Etik Litkes
& Ilmiah
Komnas
Etik litkes
Jarlitbangkes
Komisi
Bioetika
Nasional














5
UNIT FUNGSIONAL

Untuk menjalankan fungsinya, Kepala Badan Litbangkes dibantu oleh beberapa Unit
Fungsional:

1. Komisi Ilmiah dan Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KIKE)

Program penelitian dan pengembangan kesehatan harus dilaksanakan dalam kerangka
sistem nasional penelitian dan pengembangan kesehatan serta mendukung
pengembangan kebijakan dan pelaksanaan program kesehatan agar terjamin mutu dan
pemanfaatannya. Dimensi yang lain menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian
kesehatan yang bermutu harus memperhatikan aspek ilmiah maupun etik.

Untuk menjamin terlaksananya kegiatan di atas, Badan Litbangkes telah membentuk
KIKE Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Tugas Komisi Ilmiah:
a. Memberi saran untuk peningkatan dan pengembangan kapasitas litbangkes di
Badan Litbangkes meliputi SDM, prasarana dan sarana, sistem informasi ilmu
pengetahuan dan teknologi serta kerjasama lintas program/sektor
b. Membantu penyususnan prioritas litbangkes baik untuk tingkat nasional maupun
regional
c. Menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan berbagai pedoman untuk pelaksanaan
penelitian kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien
d. Mengkoordinasikan pembinaan perencanan dan pelaksanaan litbangkes yang
pembiayaannya bersumber dari anggaran Badan Litbangkes dan dari luar Badan
Litbangkes
e. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan proposal, protokol, pelaksanaan
penyusunan laporan akhir dan publikasi hasil litbangkes
f. Melakukan pembinaan terhadap PPI Puslitbang
g. Mengeluarkan rekomendasi ilmiah pelaksanaan litbangkes bagi penelitian yang
pembiayaannya bersumber dari luar anggaran Badan Litbangkes
h. Melaksanakan sosialisasi hasil-hasil Litbangkes
i. Membina penelitian dalam kajian hasil penelitian untuk menghasilkan rekomendasi
kebijakan pembangunan kesehatan
j. Membuat laporan kegiatan kepada Ketua Komite Etik Litkes dan Ilmiah Badan
Litbangkes

Tugas dari Komisi Etik Penelitian:
a. Melakukan kajian aspek etik protokol penelitian kesehatan yang menggunakan
manusi sebagai subyek dan hewan percobaan yang diajukan melalui Badan
Litbangkes
b. Mengeluarkan persetujuan etik (ethical clearance)
c. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan penelitian yang telah
memperoleh persetujuan etik

6
d. Melakukan sosialisasi pedoman etik penelitian kesehatan baik di lingkungan Badan
Litbangkes maupun di institusi lain
e. Menyelenggarakan pelatihan Etik Penelitian Kesehatan baik di lingkungan Badan
Litbangkes maupun di institusi lain
f. Membuat laporan kegiatan kepada Ketua Komite Etik Litkes dan Ilmiah dan Komisi
Nasional Etik Penelitian Kesehatan
g. Pelaksanaan butir-butir tersebut di atas mengacu kepada pedoman persetujuan
etik penelitian kesehatan

2. Panitia Penilai Jabatan Fungsional Peneliti (P2JP) Instansi

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.
01/Kep/Menpan/1983, P2JP instansi bertugas membantu Kepala Badan Litbangkes
untuk melakukan penilaian hasil Karya Tulis Ilmiah para peneliti di lingkungan Badan
Litbangkes.

3. Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan (KNEPK)

KNEPK ditetapkan oleh SK Menkes No. 1334/Menkes/SK/X/2002 untuk melakukan
pembinaan dan pengawasan pelaksanaan etik penelitian dan pengembangan
kesehatan.

Semua penelitian kesehatan yang mengikutsertakan relawan manusia sebagai subyek
penelitian harus dilaksanakan mengikuti tiga prinsip etik umum, yaitu menghormati
harkat martabat manusia (respect for persons), berbuat baik (benefience) dan tidak
merugikan (nomale ficence) serta keadilan (justice).

Komisi ini mempunyai tugas:
a. Membina pelaksanaan penegakan etik penelitian dan pengembangan kesehatan
sesuai etik yang berlaku
b. Menyusun pedoman-pedoman nasional di bidang etik penelitian kesehatan
c. Memberikan pertimbangan atau sebagai saksi ahli dalam pemeriksaan penelitian
kesehatan apabila diperlukan
d. Memberikan persetujuan etik/ethical clearance terhadap penelitian yang aspek
etiknya perlu ditinjau secara khusus
e. Mengembangkan jaringan komunikasi nasional etik penelitian kesehatan
f. Melindungi hak-hak dan keselamatan objek penelitian
g. Melaksanakan monitoring pelaksanaan etik peneltian di tingkat institusi
h. Menyampaikan laporan tahunan kepada Menteri Kesehatan

4. Komisi Bioetika Nasional

Komisi ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Negara Riset dan
Teknologi, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pertanian, No. 108/M/Kp/IX/2004, No.
1045/Menkes/SKB/IX/2004, dan 540.1/Kpts/OT.160/9/2004 tertanggal 17 September
2004 tentang Pembentukan Komisi Bioetika Nasional. Komisi ini memiliki tugas untuk

7
memajukan telaah masalah yang terkait dengan prinsip-prinsip bioetika, memberi
pertimbangan kepada Pemerintah mengenai aspek bioetika dalam penelitian,
pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis pada
ilmu-ilmu hayati, dan menyebarluaskan pemahaman umum bioetika.

Dalam menjalankan tugasnya, komisi ini memiliki fungsi:
a. Penelaahan prinsip-prinsip bioetika dalam memajukan ilmu pengetahuan dan
teknologi, serta mengkaji dampaknya pada masyarakat
b. Peninjauan etika terhadap arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
khususnya di bidang ilmu-ilmu hayati
c. Pemberian pertimbangan kepada Pemerintah untuk hal-hal yang berkenaan
dengan etika bagi industri, khususnya bioindustri, organisasi penelitian, organisasi
profesi ilmiah, dan perorangan dalam melakukan penelitian yang berkenaan
dengan manusia, hewan, tumbuhan, jasad renik, dan lingkungan hidup
d. Pengembangan pedoman nasional bioetika melalui pengkajian pedoman etika
penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan
dengan manusia, hewan, tumbuhan, jasad renik, dan lingkungan hidup
e. Pelayanan informasi dari dan kepada Pemerintah dan masyarakat luas mengenai
bioetika dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu-ilmu hayati modern
f. Penguatan jaringan antarkelompok yang berkepentingan dengan aspek etika,
secara berkala dan/atau menurut kebutuhan dengan para ahli dan masyarakat
g. Penyelenggaraan kerjasama dalam masalah yang terkait dengan bioetika di forum
internasional
h. Penyelenggaraan fungsi-fungsi lain di bidang bioetika yang berkaitan dengan tugas
komisi






















8
SUMBER DAYA

1. Sumber Daya Manusia
Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, Badan Litbang Kesehatan memiliki
sumber daya manusia berjumlah 1089 orang, dengan kualifikasi berpendidikan S-3 35
orang (3,2%), S-2 183 orang (16,8%), S-1 291 orang (26,7%), D-3 167 orang
(15,3%), dan SLTA ke bawah 413 orang (38%), yang tersebar di Sekretariat Badan,
lima Puslitbang, dan sembilan Unit Pelaksana Teknis.

Dari 1089 orang di atas, menduduki jabatan struktural dan fungsional. Jabatan
fungsional utama pada Badan Litbangkes adalah peneliti. Jumlah peneliti sebanyak 287
orang, yang memiliki berbagai bidang kepakaran sebagai berikut:

a. Ilmu Kedokteran (Medical Science), terdiri dari:
1) Kedokteran Klinik (Clinical Sciences)
2) Biomedik (Biomedical Sciences)

b. Farmasi (Pharmacy), terdiri dari:
1) Ilmu Kefarmasian (Pharmaceutical Sciences)
2) Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)
3) Kebijakan dan Manajemen Farmasi (Pharmaceutical Policy and Management)
4) Tanaman Obat dan Obat Tradisional (Medicinal Plant and Traditional Medicine)

c. Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health), terdiri dari:
1) Pelayanan Kesehatan (Health Services)
2) Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (Health Policy and Management)
3) Epidemiologi dan Biostatistik (Epidemiology and Biostatistic)
4) Perilaku Kesehatan (Health Behaviour)
5) Kesehatan Reproduksi (Reproductive Health)

d. Ilmu Kesehatan Lingkungan (Environmental Health), terdiri dari:
1) Sanitasi (Sanitation)
2) Biologi lingkungan (Environmental Biology)
3) Biologi Molekuler Vektor dan Pejamu, Rekayasa Lingkungan (Moleculer Biology
of Vector & reservoir, Environment Engineering)

e. Ilmu Pengobatan Komplementer dan Alternatif (Complementary and Alternative
Medicine Science), terdiri dari:
1) Pengobatan Tradisional dengan obat bahan alam/asli Indonesia (Medication
Therapy)
2) Pengobatan Tradisional tanpa Obat Bahan alam/Asli Indonesia (Non
Medication Therapy)

f. Ilmu Gizi dan Makanan (Food and Nutrition), terdiri dari:
1) Gizi Masyarakat (Community Nutrition)
2) Gizi Perorangan (Human Nutrition)
3) Ilmu Pangan dan Gizi (Food Sciences and Nutrition)

9
2. Sarana dan Prasarana
Sarana yang dimiliki oleh Badan Litbangkes:
a. Pengembangan Laboratorium Terpadu
Kemampuan laboratorium saat ini meliputi virologi, bakteriologi, parasitologi,
bioteknologi dan immunologi, farmakologi, toksikologi, entomologi, kesehatan
lingkungan, kimia, biologi lingkungan, biokimia gizi, fisiologi gizi, gizi klinik balita,
teknologi pangan, pengobatan tradisional, serta kesehatan reproduksi.

Laboratorium virologi dengan fasilitas BSL-2 (laboratorium polio, campak, dengue,
influenza) merupakan laboratorium rujukan untuk tingkat nasional.

Laboratorium yang lengkap dan terakreditasi sesuai perkembangan IPTEK
merupakan hal yang dibutuhkan dalam rangka penguatan tugas dan fungsi Badan
Litbangkes dalam pembangunan kesehatan. Mengingat kondisi laboratorium yang
ada saat ini masih kurang memadai, maka kini sedang dibangun laboratorium
terpadu. Pembangunan laboratorium direncanakan 7 lantai dengan luas bangunan
5355 m
2
dan telah terealisasi 2 lantai, yang akan dilengkapi dengan Laboratorium
Biosafety Level 3 (BSL-3).











b. Pendukung Laboratorium
Hewan percobaan
Kebun percobaan dengan luas 13,5 ha
Koleksi tanaman obat sebanyak 950 spesies
Etalase tanaman obat tradisional
Rumah kaca tanaman (green house)

c. Perpustakaan Badan Litbangkes
Perpustakaan menyediakan koleksi untuk menunjang kegiatan penelitian,
pengembangan, pendidikan, dan masyarakat umum di seluruh Indonesia,
mencakup subjek bidang kesehatan dan kedokteran.

Koleksi yang dimiliki Perpustakaan Badan Litbangkes meliputi:
Buku ada 17.231 judul terdiri dari buku kesehatan, laporan penelitian,
pertemuan ilmiah, disertasi, dan literatur sekunder seperti bibliografi, indeks,
serta abstrak penelitian kesehatan termasuk terbitan WHO

10
Majalah sebanyak 102 judul majalah kesehatan dan kedokteran dalam dan
luar negeri
CD-ROM yang ada CD-ROM Medline dari tahun 1969 sampai dengan 2003
Digital Library (Digilib) sebanyak 2.257 judul

Selain perpustakaan Badan Litbangkes, terdapat juga dua perpustakaan yang
dimiliki oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Pelayanan dan
Teknologi Kesehatan, Surabaya, dan Puslitbang Gizi dan Makanan, Bogor.

Penelusuran atau akses informasi dapat dilakukan melalui:
Internet dengan homepage
http://www.litbang.depkes.go.id
http://isisonline.litbang.depkes.go.id
http://digilib.litbang.depkes.go.id
Online Public Access Catalogues (OPAC) sebanyak 2.615 judul
Electronic Document Delivery Service ( EDDS-SEAMIC)-Jepang
Information Service Base Table of Contents (ITOC)-WHO
CD-ROM Medline
Berbagai literatur sekunder seperti indeks dan abstrak penelitian dalam bentuk
cetakan
Katalog manual berbentuk kartu
Katalog Induk (buku, majalah, laporan, penelitian, prosiding)


















d. Gedung Pelatihan litbangkes dengan fasilitas ruang sidang dan fasilitas
penginapan
Jakarta: 10 kamar full AC dan TV
Bogor: 8 kamar full AC dan TV, serta 50 kamar standar
Surabaya: 35 kamar full AC dan TV, serta 40 kamar standar
Baturaja: 13 kamar standar

11
Tawangmangu: 11 kamar standar
Salatiga: 16 kamar standar
Donggala: 24 kamar standar
Jayapura: 4 kamar full AC


KEGIATAN-KEGIATAN DALAM KOORDINASI BADAN LITBANGKES

1. Survei Kesehatan Nasional (Surkesnas)
Surkesnas diselenggarakan dalam siklus tiga tahunan dimulai tahun 2001, 2004, 2007
dan 2010. Putaran kedua (2004-2006) difokuskan pada pengumpulan data untuk
tujuan pemantauan program kesehatan, khususnya program-program yang
diselenggarakan berdasarkan masukan kajian hasil putaran pertama (2001-2003).
Pengumpulan data dilakukan terhadap berbagai data dalam mendukung Indonesia
Sehat 2010, Kewenangan Wajib (KW)/Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan
kesepakatan global. Hasil-hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan
keputusan di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota.

2. Riset Pembinaan Kesehatan (Risbinkes)
Risbinkes ditujukan untuk menumbuhkan minat meneliti bagi peneliti-peneliti pemula.
Terdapat 5 bidang yakni: keperawatan dan kedokteran, kesehatan masyarakat, gizi dan
pangan, farmasi dan toksikologi, serta kesehatan lingkungan dan biologi. Tahun 2005
dilaksanakan sebanyak 20 judul penelitian dengan prioritas utama ditujukan bagi Loka
Litbang P2B2 yang berada di Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan
Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur; Dinas Kesehatan
Provinsi/Kabupaten/Kota; Poltekkes; Puskesmas; Balai Pelatihan Kesehatan;
Universitas; dan peneliti junior Badan Litbangkes.

3. Riset Pembinaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran (Risbin
Iptekdok)
Risbin Iptekdok ditujukan untuk menumbuhkan minat peneliti di Fakultas Kedokteran
dan Fakultas Kedokteran Gigi. Pelaksanaannya dimulai pada tahun 1997
dikoordinasikan oleh LIPI, kemudian pada tahun 1998-2000 dikoordinasikan Badan
Litbangkes. Pada tahun 2005 kegiatan dimulai kembali dengan persiapan seleksi
proposal yang masuk dari FK dan FKG di Indonesia, sebagai fasilitator adalah Badan
Litbangkes dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.











12
KERJASAMA DAN JEJARING

1. Kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman:

Kerjasama yang telah dilakukan berupa penandatangan nota kesepahaman dengan:
a. Jaringan laboratorium Polio dan Campak nasional dengan WHO, Ditjen P2M & PL,
BLK, PT. Biofarma dan Puslabkes.
b. The National Vaccine Institute, Seoul, Korea tentang penelitian penyakit typhoid,
cholera, dan shigelloasis.
c. Hellen Keller Indonesia tentang Studi Efikasi dan Efektifitas Vitalita di 2 provinsi.
d. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam Pengembangan dan penyebarluasan
ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan.
e. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan
Nasional, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Badan Litbang
Pertanian, Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Institute Pertanian Bogor, South
East Asian Regional Centre for Tropical Biology, tentang Jaringan Informasi
Keanekaragaman Hayati Nasional.
f. Inspektorat Jenderal tentang Peningkatan kerjasama kegiatan pengawasan dan
penelitian bidang kesehatan.
g. Induk Koperasi Jamu tentang Pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi di bidang pengobatan dan tanaman obat asli Indonesia.
h. Lembaga Biologi Molekuler Eijkman tentang Penelitian dan pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi kedokteran.
i. Provinsi DKI Jakarta tentang Puslitbang Pemberantasan Penyakit sebagai
laboratorium rujukan untuk pemeriksaan dengue.
j. Provinsi Maluku Utara tentang Penelitian dan pengembangan kesehatan di wilayah
Provinsi Maluku Utara
k. Kabupaten Purworejo tentang Penelitian dan pengembangan kesehatan.
l. Kabupaten Tangerang tentang Pemecahan masalah kesehatan masyarakat menuju
Kabupaten Tangerang Sehat 2008
m. Kabupaten Magelang tentang Penelitian dan pengembangan kesehatan
n. Kabupaten Barito Utara tentang Puslitbang Yantekkes sebagai laboratorium
pengembangan system kesehatan Kabupaten Barito Utara.
o. Universitas Surabaya tentang Puslitbang Yantekkes sebagai laboratorium
pengembangan kesehatan masyarakat perkotaan.
p. Universitas Jenderal Soedirman tentang Loka P2B2 Banjarnegara sebagai
laboratorium lapangan P2B2 FKM.
q. Universitas Diponegoro tentang BP GAKI sebagai Laboratorium rujukan GAKI.

2. WHO Collaborating Centre (WHO CC)

Terdapat 4 WHO CC yang berada di bawah koordinasi Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan.
a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit sebagai WHO CC for
Training and Testing of Vaccine use in EPI

13
b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan sebagai
WHO CC for Health System Research.
c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan sebagai WHO CC on
Vitamin A and Anemia.
d. Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit sebagai WHO CC for Pesticide
Evaluation.

3. Asean-disease-surveillance.net (ADS. Net)

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dijadikan host situs ASEAN.net. Nama
situs tersebut adalah: www.asean-disease-surveillance.net. Peresmian dilakukan oleh
Menteri Kesehatan tanggal 18 Februari 2003.

Misi dari ASEAN.net adalah memberikan fasilitas kerjasama regional dalam peningkatan
deteksi dini dan kemampuan penanggulangan wabah penyakit menular.

4. DOMI International Vaccine Institute

The Diseases of The Most Improvised Program merupakan kerjasama dengan
International Vaccine Institute Korea Selatan yang mengambil lokasi di Jakarta Utara
dalam rangka meneliti kelayakan uji vaksin tifoid.

5. Early Warning Outbreak Recognition System (EWORS)

EWORS merupakan sebuah sistem pendeteksian dini penyakit-peyakit yang berpotensi
KLB secara cepat berdasarkan gejala. Kegiatan ini telah dilaksanakan di 11 rumah sakit
dan akan dikembangkan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Program ini merupakan
kerjasama antara Badan Litbangkes dengan United States Naval Medical Research Unit
No. 2 (US NAMRU-2) dan Ditjen PPM & PL.


















14
KEGIATAN UNGGULAN DAN SPESIFIK

1. Simposium Nasional I Badan Penelitian dan Pengembangan pada tanggal 20-21
Desember 2004 di Hotel Aryaduta dengan tema Peran Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan dalam Mendukung Pembangunan Berwawasan Kesehatan yang membahas
dan memamerkan riset unggulan yang telah dilakukan oleh Badan Litbang Depkes RI.

2. Buku Kajian Asesmen Kesehatan Akibat Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam
Buku ini merupakan kerjasama Badan Litbangkes dengan unit-unit utama yang ada di
Departemen Kesehatan RI dengan mengumpulkan hasil-hasil yang telah dicapai dan
dibahas guna masukan pada saat tahap rekonstruksi pada tanggal 26 Maret 2005 serta
sebagai bahan informasi pada saat pertemuan WHA di Genewa bulan Mei 2005

3. Asesmen Gizi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Survey ini dilaksanakan atas kerjasama Puslitbang Gizi dan Makanan, Direktorat Gizi
Masyarakat dan UNICEF guna mengetahui status gizi setelah bencana gempa dan
tsunami.

4. Laboratorium Lapangan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (L3)
Untuk mengantisipasi terjadinya KLB pasca bencana di NAD dan guna memenuhi
kebutuhan pemeriksaan etiologi KLB, Badan Litbangkes dengan bantuan dana dari
USAID, NAMRU-2, dan WHO mendirikan laboratorium sebagai penunjang diagnosa pasti
penyakit-penyakit yang timbul setelah tsunami. Pada saat ini dengan surat keputusan
Kepala Badan Litbangkes Nomor HK.00.06.2.4.1759 tanggal 28 Juni 2005, L3
ditingkatkan menjadi unit pelaksana fungsional Badan Litbangkes yang wilayah
kerjanya meliputi provinsi NAD, Sumatera Utara, dan Riau. Pada masa yang akan
datang ditingkatkan menjadi unit pelaksana teknis Badan Litbangkes.

5. Post Hold Tsunami Survey
Saat ini sedang dilaksanakan penelitian di Provinsi NAD untuk mengetahui dampak
yang dirasakan oleh masyarakat setelah datangnya bencana gempa dan tsunami oleh
tim teknis Surkesnas Badan Litbangkes.

6. Program Pendampingan Pemberantasan Penyakit Malaria di Provinsi NAD
Untuk membantu manajemen pemberantasan penyakit malaria di Provinsi NAD,
bersama-sama dengan Ditjen PPM & PL melakukan pendampingan manajemen
pemberantasan malaria di beberapa kabupaten Provinsi NAD.

7. Paket Pelatihan yang Dilaksanakan oleh Badan Litbangkes
a. Etik Litkes
b. Manajemen Litbang
c. Metodologi Penelitian
d. Advokasi
e. Analisis Kebijakan
f. Teknis laboratorium

15
g. Tenaga Fungsional entomolog kesehatan
h. Analisis biaya satuan
i. Statistik kesehatan
j. Health System Performance Assessment
k. Health System Research
l. Manajemen Gizi Buruk

8. Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di bidang Pengukuran, Standarisasi,
Pengujian, dan Mutu
a. Puslitbang pemberantasan penyakit: Standarisasi KIT pemeriksaan sampel,
pengujian potensi vaksin, dan pengujian obat malaria.
b. Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional: Standarisasi ekstrak
c. Puslitbang Gizi: Standarisasi antropometri
d. Balai Penelitian Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (BP GAKI): Standarisasi
Palpasi gondok
e. BP Tanaman Obat (BPTO): Standarisasi simplisia dan tanaman obat
f. BP Vektor dan Reservoir Penyakit (BPVRP): Pengujian insektisida untuk
pemberantasan vektor





























16
HASIL UNGGULAN

Dari hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh Badan Litbangkes sampai
tahun 2005, telah menghasilkan temuan-temuan penting di bidang kesehatan, antara lain:
1. Genotype virus campak G2, G3, D9.
2. H5N1 (flu burung) pada manusia di Indonesia
3. Dengue tipe 3 dengan genotype yang mengalami mutasi
4. Sarung tangan pengrajin kulit
5. Liquid Bacillus Thuringiensis H14 strain lokal sebagai pengendali hayati larva Anopheles
maculatus
6. Tanaman Stevia Klon BPTO


































17
HASIL PENELITIAN YANG BERIMPLIKASI KEBIJAKAN

NO JUDUL PENELITIAN HASIL IMPLIKASI KEBIJAKAN
PUSLITBANG PELAYANAN DAN TEKNOLOGI KESEHATAN
1. Pengembangan Model Puskesmas
Mandiri Di Era Desentralisasi
(Tahun 2002-2004)
Disusun desain model pelayanan Puskesmas dengan
melakukan sintesa dari Stakeholder kesehatan
Kabupaten/Kota dan konsep nasional Puskesmas
Mandiri
Sebagai acuan dalam rangka pembuatan Kebijakan
berupa SK Menkes tentang Puskesmas Mandiri di
dalam pengelolaan Puskesmas dalam hal kebebasan
manajemen dan kebebasan untuk menggali serta
mengalokasi sumber daya
2. Pengembangan Model Self Simple
Diagnostic Pelayanan Kesehatan Gigi
dengan Peran Serta Kader Kesehatan
Di Posyandu
(Tahun 2002-2003)
Model Self Simple Diagnostic telah memberikan
peningkatan hasil cakupan preventif dan promotif 100%
dapat menjangkau wilayah Posyandu yang jauh dari
Puskesmas dengan peran aktif kader sebagai tenaga
penyuluh kesehatan gigi.
Sebagai Acuan kebijakan tentang model Self Simple
Diagnostic pelayanan kesehatan gigi dan mulut
dengan peran serta kader kesehatan agar dapat
diterapkan dan dikembangkan secara operasional
pada tingkat Puskesmas dan Posyandu untuk
meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
3. Pengembangan Model Pembinaan
Kesehatan Usia Lanjut Terpadu
(Tahun 2002)

Telah dikembangkan rancangan model pembinaan
kesehatan usia lanjut terpadu berupa pengembangan
materi tentang pengetahuan kesehatan usia lanjut bagi
petugas puskesmas, keluarga usila dan bagi usila. Juga
telah dikembangkan prosedur pelayanan terpadu usila
di Puskesmas termasuk pemanfaatan teknologi
accupressure dan obat tradisional.
Sebagai acuan kebijakan pembinaaan kesehatan usila
yang meliputi promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif secara terpadu dan berkesinambungan
dengan system rujukan di RS dan pola Kemitraan
dengan LSM
4. Pengembangan Model Kemitraan
dalam Dewan Kesehatan
Kabupaten/Kota (District Health
Committee) sebagai Bentuk
Pemberdayaan Masyarakat di Bidang
Kesehatan
(Tahun 2002-2004)
Dihasilkan Pengembangan Model DHC (District Health
Committee) serta Buku Panduan Pelaksanaannya
Sebagai acuan pengembangan model dan
pelaksanaan kegiatan DHC (District Health Committee)
5. Implementasi Model Peningkatan
Kapabilitas Penganggaran Dan
Pembiayaan Kesehatan Daerah
Dengan Pendekatan Kinerja
(Tahun 2002-2004)
Dihasilkan 4 (empat) Modul Penganggaran dan
Pembiayaan yang meliputi :
a. Modul penyusunan anggaran berdasarkan kinerja,
b. Modul penghitungan pembiayaan kesehatan
dengan pendekatan District Health Account (DHA)
c. Pelaporan keuangan unit kerja dengan
menggunakan Akuntansi Keuangan Daerah,
d. Modul perencanaan kesehatan dengan pendekatan
konsep-konsep ekonomi.
Sebagai acuan kebijakan untuk meningkatkan
kapabilitas karyawan dalam rangka penyusunan
penganggaran dan pembiayaan kesehatan berbasis
kinerja.
6. Studi Safe Injection dalam program
Imunisasi dan poliklinik
9 dari 10 provinsi yang diteliti
menunjukkan masalah keamanan dalam penyuntikan
SubDit Imunisasi PPM-PLP telah memperkenalkan
penggunaan Auto-Destruct Syringe dan Auto-Disable
Syringe untuk program imunisasi rutin dan Pekan
Imunisasi Nasional

18
NO JUDUL PENELITIAN HASIL IMPLIKASI KEBIJAKAN
7. Dampak kesehatan dan ekonomi
penggunaan tembakau
Dampak negatip yang ditimbulkan pada masyarakat,
jauh lebih besar dari pada cukai yang diperoleh
Pemerintah
Dipergunakan sebagai bahan advokasi dalam
penanggulangan masalah tembakau
8. Studi peningkatan SIK Puskesmas dan
RSU Kabupaten/Kota
Diperoleh model pencatatan dan pelaporan, umpan
balik serta prosedur analisis untuk tingkat
kabupaten/kota
Model ini telah diadopsi oleh Pusdatin DepKes untuk
disempurnakan lagi sebagai model nasional, termasuk
pengembangan perangkat lunak komputer
9. Studi Evaluasi PIN dan program
imunisasi rutin
Cakupan kegiatan PIN cukup tinggi, sedangkan cakupan
imunisasi lengkap program rutin menurun dibanding
sebelum desentralisasi
Bahan advokasi pada Dinas`Kesehatan
kabupaten/kota
Koreksi program oleh PPM-PLP, termasuk pengadaan
suku-cadang rantai dingin imunisasi
10. Studi Diagnosis Related Group/DRG Didapat gambaran biaya penderita rawat inap untuk
Major Diagnosis Category/MDC tertentu, termasuk
Case-Mix

Digunakan sebagai persiapan pelaksanaan Jaminan
Sosial Nasional, komponen asuransi sosial
11. Pengembangan sistem kesehatan
perkotaan pada tingkat kecamatan
Dikembangkan model-model (6) pengembangan
pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Perkotaan
Masukan untuk sistem kesehatan perkotaan
PUSLITBANG PEMBERANTASAN PENYAKIT
1. Penelitian mendukung
penanggulangan KLB demam berdarah
Dengue
a. Konfirmasi Lab P5 dengan uji HI, ELISA, Rapid Test
menunjukkan 70-80% konfirmasi DBD & sebagian
besar sekunder infeksi
b. Isolasi Virus, RT-PCR/DNA Sequence menunjukkan
dominan DEN-3 disertai DEN-4 dan adanya indikasi
mutasi genotype DEN-3
c. Adanya kecenderungan peningkatan kasus dewasa
dengan gejala-gejala klinis DBD yang kurang tipikal
a. Intensifikasi EWORS dgn pemeriksaan HI bila ada
kecurigaan KLB
b. Indikasi perubahan genotype (DEN-3 genotype 5)
& peningkatan kasus dewasa memerlukan
kewaspadaan pada seriusnya KLB
c. Pemetaan genome virus DBD di wilayah endemis
Indonesia
d. Penggunaan antigen virus Dengue strain
Indonesia untuk reagen diagnosis laboratorium
(HI, Elisa, Rapid test)
e. Antisipasi kemungkinan adanya outbreak DHF
like illness lainnya
f. Menristek: Hi-tech penanggulangan DHF- prioritas
BIO-ISLAND
2. Penelitian dalam rangka antisipasi KLB
severe acute respiratory syndrome
(SARS)
Dari pemeriksaan lab. 39 status kasus tersangka SARS
(2 probable, 7 suspect SARS, 30 observasi): seluruh
spesimen menunjukkan SARS (-) & 3 pasien didiagnosis
influenza A(H3N2)
a. Tersusunnya & tersosialisasinya petunjuk
pengambilan spesimen & pemeriksaan laborat
untuk kasus tersangka SARS
b. Dikembangkan sistem kewaspadaan dini SARS
dan pemeriksaan lab standarnya
c. Harus mempunyai tenaga terlatih virologi dan
laboratorium yang memenuhi standar minimal
BSL 2+ untuk melakukan pemeriksaan SARS
spesimen



19
NO JUDUL PENELITIAN HASIL IMPLIKASI KEBIJAKAN
3. Penelitian Virologi KLB Flu burung
(Avian influenza/AI) pada suspek
kontak unggas AI 2004
a. 1046 serum suspek kontak unggas AI yang
diperiksa
b. Pemeriksaan serologi seluruhnya menunjukkan
A(H5N1) (-)
c. 43 spesimen yang diperiksa PCR menunjukkan
A(H5N1) (-)
d. Hasil isolasi virus dari unggas menunjukkan adanya
(+) H5N1
a. Alokasi dana untuk investigasi KLB harus
disiapkan
b. Secara periodik melakukan pemeriksaan rutin
terhadap populasi risiko tinggi (peternak unggas
dsb)
4. Penelitian virologi dalam rangka
mendukung program penanggulangan
KLB Campak di Indonesia
a. Dari 13 Kejadian Luar Biasa diduga campak dengan
diagnose pasti IgM Elisa dan Isolasi virus
menunjukkan 30 % bukan KLB campak (Rubella
atau campuran campak + rubella, Chikungunya)
b. Identivikasi genotipe virus campak didapatkan 4
genotipe (G2, G3, D4 dan D9.)
a. Jika positif campak segera diberikan imunisasi
campak di sekitar daerah tersebut untuk
mencegah terjadi KLB yang lebih luas
b. Perlu dipikirkan adanya imunisasi rubella di
masyarakat
c. Jika positif chikungunya segera dilakukan
pengasapan terhadap vektornya di daerah KLB
5. Disease of the most impoverished
(DOMI) (1) Litbang Shigella, cholera
& Salmonella 2001 - 3
Mengidentifikasi disease burden, pola serotype, pola
resistensi obat, social behaviour, health economic, dan
pengembangan vaksin generasi baru
a. Kelompok usia 619 th merupakan kelompok
berisiko tertinggi (incidence rates 199/100.000
pertahun) di Jakarta Utara
b. Resistensi thd obat first line drugs s/d generasi ke
3 belum merupakan masalah di Indonesia
c. 49% KK belum mendapatkan akses air bersih
d. 90% masyarakat tahu tentang penyakit typhoid
bahwa penyakit tsb. Sangat serius dan severe
e. >80% demand masyarakat thd ketersediaan dan
penggunaan vaksin typhoid & bersedia untuk
membayar bila telah tersedia vaksin tsb
f. Biaya berobat in patient/kasus di RS relatif tinggi
berkisar Rp. 6 juta & untuk berobat out patient per
kasus berkisar Rp 2 -3 juta
g. Pada uji coba Vi. Polysacharida vaccine pada 4800
murid SD usia 611 th: coverage di 91,1% tak ada
severe adverse event (setelah 1 bln vaksinasi)
a. Vi Polysacharida vaccine yang ada sekarang
masih diimport dan harganya amat mahal.
Dengan demikian perlu diantisipasi agar bisa
diproduksi didalam negeri sehingga harga dapat
terjangkau dan dapat mencakup kelompok usia
berisiko
b. Transfer tekno vaksin untuk produksi yang pada
saat ini masih dalam proses (BIO-FARMA)
c. Program vaksinasi typhoid melalui sekolah
didaerah urban endemis typhoid terutama anak
kel umur 6-15 th









20
NO JUDUL PENELITIAN HASIL IMPLIKASI KEBIJAKAN
6. Penelitian pengobatan malaria:
Kombinasi artemisinin
Rational
a. Kasus resisten P. falciparum & P. vivax thd obat
malaria standar (klorokuin dan
sulfadoksin/pirimetamin) meluas dan bertambah
berat obat alternatif
b. Pengobatan dengan kombinasi meningkatkan cure
rate dan mencegah resistensi
c. Artemisinin derivates partner drug terbaik:
kerjanya sangat cepat, belum ada kasus resisten,
aman, gametositosidal & efektif untuk P.
falciparum & P. vivax
d. Dosis tunggal, harian 2-3 hari praktis dan
kepatuhan minum obat baik
Hasil Uji klinis (hasil sementara):
a. Efikasi pada malaria tanpa komplikasi:
Bangka (transmisi rendah): 87 100% (P.
vivax)
Timika (transmisi tinggi: 71 91% (P.
falciparum); 89% (P. vivax)
b. Mortalitas malaria berat dengan komplikasi:
Artemether/artesunat: 6 13% ( kina >20%)
Dicanangkan oleh Menkes bahwa kombinasi
artemisinin sebagai obat malaria line 3
7. Pengembangan model penanggu-
langan faktor risiko bersama penyakit
tak menular utama berbasis
masyarakat: Kel. Abadijaya Depok
a. Prevalensi faktor risiko 20012003 menurun, yaitu
merokok pada laki 43,9% ke 33,4% dan berat
badan lebih 48,7% ke 44,0%
b. Mean faktor risiko 20012003 menurun, yaitu:
tekanan darah sistolik 135,3 ke 123,9 mm Hg,
diastolik 86,6 ke 74,5 mmHg, gula darah puasa
96,0 ke 90,7 mg% dan kolesterol 188,9 ke 185,9
mg%
c. Pembentukan 10 Posyandu PTM untuk pencegahan
primer PTM di masyarakat & 1 Posyandu PTM
untuk pencegahan sekunder PTM di Puskesmas
d. Pelembagaan program penanggulangan PTM
berupa: seksi PTM pada Dinas Kesehatan, alokasi
anggaran pada APBD dan jaringan
penanggulangan melalui Forum Kota Sehat
a. Pengembangan model serupa di daerah lain,
terutama yang telah komit yaitu: Bangli,
Purworejo, DIY, Bengkulu, Jateng dan Kalbar
b. Adopsi model sebagai kebijakan Ditjen yanmedik,
Binkesmas, dan P2MPL sebagai Kebijakan
Surveilans PTM Utama di Indonesia







21
NO JUDUL PENELITIAN HASIL IMPLIKASI KEBIJAKAN
PUSLITBANG EKOLOGI KESEHATAN
1. Efikasi Formulasi Liquid Bacillus
thuringiensis H-14 Strain Lokal dan
Vectobac 12 AS (Bt H-14) Terhadap
Anopheles spp di Kec. Kokap Kab.
Kulon Progo,DIY
a. Efektivitas formulasi liquid Bt. H-14 strain lokal
dosis 2,145 ppm/m
2
terhadap larva An. maculatus
bertahan sama lama (7,35 hari) dengan Vectobac
12 AS (6,52 hari) dosis 0,037 ppm/m
2

b. Efektivitas formulasi liquid Bt H-14 strain lokal dosis
10,72 ppm/m
2
terhadap larva An. maculatus
bertahan lebih lama (8,14 hari) daripada Vectobac
12 AS (6,73 hari) dosis 0,185 ppm/m
2

Liquid Bacillus thuringiensis H-14 Strain Lokal dapat
digunakan sebagai pengendali hayati larva
An.maculatus
2. Potensi Pangium edule (Pucung)
Sebagai Insektisida Hayati Terhadap
lalat
Hasil pengamatan, ikan yang ditambah serbuk maupun
ekstrak buah pucung masih dihinggapi la1at, tetapi
tidak ada belatung yang tumbuh, lalat yang hinggap
pada ikan asin adalah berurutan dari paling dominan:
Chrysomiia megacephala, Musca domestica dan
Sarchopaga. Ikan asin tidak ditumbuhi bakteri
Salmonella, Staphylococcus, tetapi masih ditemukan
E.coli kurang dari 3 koloni per plate yang masih dalam
batas normal. Jamur yang tumbuh dalam ikan asin yang
proses pembuatannya dengan perendaman selama 24
dan 48 jam pada bulan ke-2 penyimpanan ditemukan
jamur jenis Khamir, Scopularriopsis sp dan Aspergillus
sp yang merupakan jamur kontaminan dari udara,
tanah dan air
Ekstrak buah pucung lebih efektif sebagai repelen
untuk mengusir lalat daripada insektisida.

3. Studi Sitogenetika Vektor Malaria
Nyamuk Anopheles maculatus dan
Anopheles balabacensis di daerah
Purworejo, Jawa Tengah
Kariotipe kromosom mitotik dari An. maculatus
berbeda-beda, terdiri dari dua pasang autosom
(metasentrik dan submetasentrik) dan satu pasang sex
kromosom dengan berbagai bentuk dan ukuran yaitu
nyamuk betina dengan 3 variasi bentuk kromosom X,
yaitu Xl, X2 clan X3 sedangkan pada nyamuk jantan
dengan 2 variasi bentuk kromosom Y, yaitu YI dan Y2.
Mendukung pemberantasan nyamuk malaria melalui
pendekatan Bioteknolog1
4. Penelitian Kualitas Air Minum Isi Ulang
(Tanpa Kemasan) di Jakarta,
Tangerang dan Bekasi
a. 13,2 % air baku dan 7,9 % air minum tidak
memenuhi persyaratan pH.
b. 31,6% air baku tidak memenuhi persyaratan
kandungan total coli dan 28,9 % tidak memenuhi
persyaratan kandungan fecal coli. Sedangkan air
minum 28,9% tidak memenuhi persyaratan
kandungan total coli 18,4% tidak. memenuhi
persyaratan kandungan fecal coli.
c. Hanya 42,1% depot yang memeriksakan air baku
maupun air minum hasil pengolahan ke
laboratorium
Diperlukan pengaturan pengawasan operasional depot
air isi ulang.


22
NO JUDUL PENELITIAN HASIL IMPLIKASI KEBIJAKAN
5. Deteksi Status Kerentanan Insektisida
Organofosfat Secara Bioekemis, Pada
Larva Nyamuk dan Nyamuk Dewasa
Aedes aegypti
Jentik nyamuk Ae. aegypti di beberapa desa di
Kabupaten Grobogan menunjukkan penurunan status
kerentanan terhadap insektisida Temephos.
Penggunaan Temephos dibatasi pada daerah-daerah
yang masih rentan.
6. Pengembangan Model Peran Serta
Masyarakat dan Kemitraan Dalam
Pemberantasan Malaria di Kabupaten
Purworejo, Jawa Tengah
Telah terbentuk forum komunikasi malaria yang disebut
Masyarakat Peduli Malaria yang disingkat dengan
MPM sebagai penggerak peran serta masyarakat dalam
pemberantasan malaria. Dari hasil evaluasi kinerja
MPM, menunjukkan bahwa MPM dapat menjadi model
peran serta masyarakat dan kemitraan dalam
pemberantasan malaria
MPM dapat diterapkan diseluruh desa di Kabupten
Purworejo
PUSLITBANG FARMASI DAN OBAT TRADISIONAL
1. Pengembangan ekstrak daun waru
(Hibiscus similis l) dan pegagan
(Cantella asiatica l) sebagai fito
farmaka anti tuberkulosis.
a. Ekstrak daun Waru dan Herba Pegagan yang
digunakan untuk penelitian mempunyai karakter
yang jelas
b. Ekstrak dan Waru (Hibiscus similis L) 36 mg/ml
dapat menghambat pertumbuhan Mycobacte-rium
tuberculosis H37RV
c. Ekstrak Waru tidak menghambat perubahan MDR
d. Ekstrak Kaki kuda/Pegagan (Centella asiatica L)
22,5 mg/ml dapat menghambat pertumbuhan
Mycobacterium tuberculosis H37RV
e. Ekstrak Waru (Hibiscus similis L) dosis 36 mg/20g
bb dapat meningkatkan kadar Imuno-globulin G
sebesar 310,375 mg/dl sebanding dengan Vitamin
A dosis 400 UI/20 g bb (p = 0,407)
f. Ekstrak Pegagan tidak menghambat perubahan
MDR
g. Ekstrak Kaki kuda/Pegagan (Centella asiatica L)
dosis 22,5 mg/dl dapat meningkatkan kadar
Imunoglobulin G 361,25 mg/dl sebanding dengan
Vitamin A dosis 400 UI/ 20 g bb (p= 0,684)
Ekstrak daun Waru dan herba Pegagan dapat
dimanfaatkan sebagai komplemen obat tuberkulosis
yang sudah ada.












23
NO JUDUL PENELITIAN HASIL IMPLIKASI KEBIJAKAN
2. Penetapan residu dan asumsi
penetapan Batas Maksimum Residu
(BMR) pestisida pada simplisia obat
tradisional

Adapun Simplisia Obat tradisional yang positif
mengandung residu pestisida adalah:
a. Daun Wungu (Tawangmangu) mengandung lindan
0,24 mg/kg
b. Daun Pegagan (Perkebunan Purwodadi)
mengandung lindan 0,36 mg/kg, aldrin 0,31 mg/kg
dan op-DDE 0,54 mg/kg
c. Daun Pegagan (Tawangmangu) mengandung
heptaklor 0,15 mg/kg dan op-DDE 0,11 mg/kg
Hasil perhitungan BMR heptaklor dan Lindan
berdasarkan asumsi pemakaian rata-rata jamu perhari
0,1186 mg/kg adalah 0,05 mg/kg dan 0,5 mg/kg

Penetapan BMR pestisida pada simplisia dan
pemantauan secara berkala untuk mengetahui tingkat
pencemaran terutama residu organoklorin yang telah
dilarang.

3. Pedoman evaluasi pengelolaan dan
pembiayaan obat di pelayanan
kesehatan kabupaten

a. Hasil pelatihan indikator evaluasi pengelolaan dan
pembiayaan obat terhadap 54 tenaga pengelola
obat di 8 Kabupaten menunjukkan peningkatan
pengetahuan secara bermakna pada pelatihan
pertama dan pelatihan kedua.
b. Peningkatan pengetahuan tenaga pengelola obat
pada pelatihan kedua lebih tinggi dari pada
pelatihan pertama.
c. Peningkatan pengetahuan tenaga pengelola obat
yang berpendidikan Asisten Apoteker lebih tinggi
dari pada yang bukan berpendidikan Asisten
Apoteker .
d. Hasil ujicoba menunjukkan 7 kelompok indikator
yang mencakup 29 indikator evaluasi pengelolaan
dan pembiayaan obat di 9 pelayanan kesehatan
dapat digunakan oleh Kabupaten untuk menilai
pengelolaan dan pembiayaan obat di
Kabupatennya.
Dinas Kesehatan Kabupaten melakukan :
a. Pelatihan penghitungan indikator evaluasi
pengelolaan dan pembiayaan obat terhadap
tenaga pengelola obat di Puskesmas dan gudang
farmasi.
b. Sosialisasi yang lebih intensif bagi dokter
puskesmas untuk menulis resep sesuai dengan
pedoman pengobatan dasar di Puskesmas.
c. Kenaikan retribusi Puskesmas masih
dimungkinkan karena rerata kemampuan pasien
Puskesmas lebih tinggi dari tarif puskesmas saat
ini.
d. Pemerintah daerah meningkatkan biaya
pengelolaan Puskesmas dengan cara menurunkan
persentase retribusi yang harus disetorkan oleh
Puskesmas.













24
NO JUDUL PENELITIAN HASIL IMPLIKASI KEBIJAKAN
4. Standarisasi formulir data
penyalahgunaan Amphetamine Type
Stimulant (ATS) di sektor kesehatan
Sistem Pelaporan penyalahgunaan Napza terdapat dua
macam, yaitu:
a. Sistem pelaporan rutin :
Sistem Informasi Rumah Sakit (RL)
Sistem Informasi Puskesmas
b. Sistem pelaporan proyek :
Laporan individu Kasus Penyalahgunaan
NAPZA (DitjenPOM)
Laporan individu Kasus NAPZA Pusdatin
Laporan Rekapitulasi penyalahgunaan NAPZA
BNN
Sistem Informasi Keracunan
c. Alur pelaporan antar kelompok maupun antar
dalam kelompok terlihat sangat bervariasi dari
yang berjenjang sampai dengan yang langsung.
d. Jenis ATS teridentifikasi pada sistem pencatatan
dan pelaporan kelompok proyek
e. Variabel-variabel yang dikumpulkan sebagian dapat
diperoleh dari Rekam medik standar dan sebagian
yang lain harus diperoleh melalui wawancara
(anamnesis) tambahan dengan pasien. Adanya
variasi variabel antara yang ada, yang dilaporkan
dan yang dikehendaki UNODC
a. Form laporan tahunan morbiditas rawat jalan,
rawat inap dan IGD (RL) dari 4 kelompok
penyakit menjadi lebih rinci untuk NAPZA sampai
kategori tiga karakter (F10 F19)
b. Form laporan surveillance triwulan rawat jalan
dan rawat inap (RL) juga ditambahkan untuk
NAPZA
c. Membentuk tim pengembangan registry kasus
medis NAPZA tingkat Pusat (Badan
Litbangkes/Pusdatin/Universitas/Badan
POM/BNN)
d. Mengembangkan pedoman baku registry kasus
medis NAPZA untuk menjawab kebutuhan stake-
holders baik domestik maupun global
e. Mengembangkan Pilot Project untuk registry
kasus medis NAPZA sebagai dasar untuk
mengembangkan registry skala nasional
f. Mengembangkan registry kasus medis NAPZA
yang representatif untuk skala nasional
g. Mengembangkan survai berkala kasus NAPZA
anak sekolah
h. Mengembangkan survai berkala dokter/psikolog
praktek penanganan kasus NAPZA
i. Alur pelaporan rutin (RL) RS sesuai petunjuk dari
Ditjen Yanmedik atau dikembangkan bersama
SIKNAS
PUSLITBANG GIZI DAN MAKANAN
1. Formulasi makanan anak usia diatas 6
bulan
Formulasi sesuai kebutuhan anak dan kondisi daerah
MP-ASI lokal berbeda dengan standar Codex
Menambahkan beberapa micronutrient dlm MP-ASI lokal
Formula dijadikan pertimbangan untuk SNI MP-ASI
Formula local dapat dijadikan formula MP-ASI
disaerah, namun perlu dg penambahan zat gizi mikro
tertentu
2. Formula tempe Formula tempe mengandung isoflavon & bioavailability
zat besi yang relatif tinggi, mencegah diare dan
membantu pertumbuhan anak balita
Formula tempe digunakan oleh masyarakat dan
diproduksi masyarakat.
3. Teknologi pembuatan garam
beryodium

Teknologi tepat guna alat yodisasi garam Alat ini sudah dipakai di Bali, Sulsel, Magelang dan
cocok untuk industri kecil (petani garam)
4. Triple fortifikasi pada garam Fortifikasi garam dengan vit.A, yodium dan Fe sudah
stabil
Diproduksi garam hasil triple fortifikasi oleh industri
kecil
5. Fortifikasi terigu dengan Fe dan Zn
pada tepung terigu menggunakan
teknologi stable isotop
Efektifitas fortifikasi Fe dan Zn pada tepung terigu.
Fortifikasi dg Zinc oksida lebih bagus dari pada zinc
sulfat
Program fortifikasi tepung terigu

25
NO JUDUL PENELITIAN HASIL IMPLIKASI KEBIJAKAN
6. Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Model Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi, indikator
untuk pengamatan SKPG

Diterapkan sebagai salah satu program pemantauan di
pusat dan di daerah serta terintegrasi dengan
program penanganan krisis
7. Studi pengukuran Tinggi Badan Anak
Baru Masuk Sekolah
Indikator pembangunan dengan menggunakan standar
TBABS

Dipakai sebagai indikator monitoring pertumbuhan
anak sekolah
8. Penelitian berat badan pada anak
balita, anak sekolah dan ibu hamil
Standar pertumbuhan anak balita dan ibu hamil berupa
Kartu Menuju Sehat (KMS)
KMS dipakai sebagai Indikator monitoring
pertumbuhan balita, anak sekolah dan ibu hamil
9. Pengembangan indikator gizi Model fasilitasi yang cocok, efektif untuk
memberdayakan keluarga di bidang gizi
Dipakai sebagai Indikator keluarga sadar gizi (Kadarzi)
10. Penelitian efektifitas peberian vitamin
A dosis tinggi 200.000 IU
Peningkatan status vitamin A balita dan pencegahan
Xeropthalmia
Menjadi program nasional pemberian kapsul vitamin A
untuk balita dan ibu nifas
Penghargaan (award) dari HKI untuk pemerintah
Indonesia, 1995
11. Penelitian kapsul minyak beryodium Survei nasional pemberian kapsul beryodium Kebijakan Nasional pemberian kapsul beryodium untuk
ibu hamil, nifas, anak sekolah
12. Anemia Surveillance untuk pemantauan status besi
Pemberian pil besi dari UNICEF berwarna hijau kurang
disukai, diganti dengan pil besi berwarna merah dari
Kimia Farma
Compliance pil besi ibu hamil 15%, anak sekolah 40%
Program nasional pemberian pil besi untuk anak
sekolah dan ibu hamil
Fortifikasi garam dengan besi
13. Pengembangan model rawat jalan
rehabilitasi gizi buruk sebagai alternatif
rawat inap/standar WHO
Model rawat jalan karena rawat inap sulit dijalankan
bagi gakin
Dipakai untuk penanggulangan gizi buruk pada
Puskesmas
Pelatihan tenaga Puskesmas dari Tanggerang










26
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PELAYANAN DAN TEKNOLOGI KESEHATAN























Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan (Puslitbang
Yantekkes) mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang
pelayanan dan teknologi kesehatan.

Kelompok Program Penelitian yang terdapat di Puslitbang Yantekkes yaitu:

Kelompok Program Penelitian Ketua
1. Ketenagaan DR. Drs. Wasis Budiarto, MS
2. Manajemen Pelayanan Kesehatan Lestari Kanti Wiludjeng,
SKM, M.Kes
3. Pelayanan Kesehatan Dr. Sulistyawati H, MA
4. Teknologi Pelayanan Kesehatan dan
Keperawatan
DR. Dr. Andryansyah Arifin, MPH
5. KIE dan Peran Serta Masyarakat DR. Drs. Paiman Soeparmanto
6. Kebijakan dan Ekonomi Kesehatan Dr. Soewarta Kosen, MPH, DR.PH
7. Kecenderungan Informasi dan Dampak
Pelayanan Kesehatan
Dr. Achmad Ridwan Malik, MPH, C.HE

Terdapat 2 Kelompok Program Penelitian yang berdomisili di Jakarta, yaitu KPP Kebijakan
dan Ekonomi Kesehatan, dan KPP Kecenderungan Informasi dan Dampak Pelayanan
Kesehatan

27
Sumber Daya Manusia (SDM)
SDM fungsional peneliti yang tertinggi adalah Ahli Peneliti Utama. Ahli Peneliti yang ada di
Puslitbang Pelayanan dan Teknologi Kesehatan yaitu:

Ahli Peneliti Utama
1. DR. Dr. Harijadi Soeparto, DOR, MSc
2. Dr. Soemartono, DHSA
3. DR. Drs. Paiman Soeparmanto

Ahli Peneliti Madya
1. DR. Drs. Wasis Budiarto, MS

Ahli Peneliti Muda
1. Cholis Bachroen, SKM, MPH
2. Dr. SK Poerwani, MARS

Pendidikan dengan tingkat Strata 3
1. DR. Dr. Harijadi Soeparto, DOR, M.Sc
2. DR. Drs. Paiman Soeparmanto
3. DR. Drs. Wasis Budiarto, MS
4. DR. Dr. Andryansyah Arifin, MPH
5. Dr. Betty Roosmihermiatie, MSPH, PhD
6. Dr. Soewarta Kosen, MPH, DR.PH
7. DR. Dr. Koosnadi Saputra, Sp.R
8. DR. Drg. Ninik L. Pratiwi, M.Kes

Peneliti selama tahun berjalan menjadi konsultan paruh waktu:

No Nama Bidang
1 DR. Dr. Harijadi Soeparto,
DOR, M.Sc
Konsultan RSUD Dr. Soetomo, Konsultan FK Unair,
Konsultan Lemlit Unair
2 Dr. SK. Poerwani, MARS Konsultan Manajemen Pelayanan Kesehatan PT Sentra
Manajemen Informasi
3 Dr. Bambang Wasito Tjipto,
MS, Sp.And
Dokter Konsultan Ahli Andrologi pada RS Surya
Sidoarjo dan RS Adi Husada Surabaya
4 DR. Dr. Koosnadi Saputra,
Sp.R
Konsultan Pengobatan Kanker Terpadu Paripurna
Yayasan Kanker Wisnuwardhana Surabaya
5 Dr. Soewarta Kosen, MPH,
DR.PH
Konsultan Proyek Peningkatan Sistem Kesehatan NTT,
GTZ
Konsultan on the job training, personal contract oleh
EU untuk pengumpulan data dasar Support for
Community Health Services (Uni Eropa) di Papua,
Sumatra Selatan dan Jambi
6 Dra. Martuti Budiharto, Apt,
MM
Konsultan Proyek PHP2 dalam Penyusunan Pedoman
Pelaksanaan Desentralisasi, Dekonsentrasi dan Tugas
Pembantuan Bidang Kesehatan

28
7 Siti Sundari, MPH, MSc. Konsultan Perencanaan Bidang Kesehatan Kab/Kota
dengan menggunakan metode PROSPEK (evidence
base)

Kemampuan Laboratorium
Kemampuan laboratorium penelitian dan pengembangan pelayanan meliputi:

1. Akupunktur
a. Memberikan pelayanan khusus akupunktur
b. Memberikan kursus gelar reguler untuk tenaga medis dan non medis dalam
keahlian akupunktur
c. Melakukan pelatihan teknologi tepat guna akupunktur pada tenaga Puskesmas
d. Melakukan penelitian darah dan terapan di bidang akupunktur
e. Sebagai narasumber di bidang pendidikan dan pelatihan serta pembicara.

2. Pengobatan Tradisional
a. Melakukan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit melalui
cara tradisional.
b. Melakukan pelatihan yang terkait dengan obat tradisional dan penyembuhan
tenaga dalam bagi peminat.
c. Melakukan uji manfaat bahan berkhasiat sesuai dengan program Departemen
Kesehatan.
d. Melakukan penelitian terapan terhadap pengaruh penyembuhan tenaga dalam baik
pasif maupun aktif.

3. Pengobatan Tenaga Dalam
a. Memberikan pelayanan khusus pengobatan tanaga dalam
b. Melakukan penelitian terapan terhadap pengaruh penyembuhan tenaga dalam baik
pasif maupun aktif.
c. Melakukan pendidikan dan pelatihan di bidang tenaga dalam

4. Sentra Kesehatan Reproduksi
a. Memberikan konsultasi gangguan perkembangan seksualitas anak
b. Memberikan konsultasi disfungsi seksualitas
c. Memberikan konsultasi tentang kemandulan (infertilitas)
d. Memberikan konsultasi tentang pra nikah
e. Memberikan konsultasi tentang kontrasepsi pria
f. Memberikan konsultasi tentang pemilihan jenis kelamin bakal janin
g. Melakukan inseminasi.
h. Memberikan konsultasi tentang penuaan pria
i. Melakukan analisa sperma rutin dan spesifik






29
Penelitian yang telah dilakukan selama tahun berjalan baik dari dalam maupun dari luar
Badan Litbangkes:

No Judul Penelitian Ketua Pelaksana
1. Evaluasi Tindak Lanjut Pasca Pelatihan Building Learning
Organization
DR. Dr. Andryansyah
Arifin, MPH
2. Kajian Pemanfaatan dan Pemeliharaan Sarana dan Alat
Kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas
Dr. Tri Juni Angkasawati,
MSc
3. Pengembangan Sistem Kesehatan Daerah Kabupaten/
Kota
Lestari Kanti Wiludjeng,
SKM, M.Kes
4. Pengembangan Jaringan Kerja Lembaga Sosial
Masyarakat (LSM), Asosiasi, dan Dunia Usaha dalam
Upaya Pembangunan Kesehatan di Kabupaten/Kota
DR. Drs. Paiman S, APU
5. Pengembangan Peran Dalam Peningkatan Kinerja Joint
Health Council (JHC) dan District Health Committee
(DHC) Untuk Pembangunan Kesehatan Daerah
DR. Drg. Niniek L. P,
M.Kes
6. Peningkatan Kapasitas Penelitian dan Pengembangan
(Litbang) Kesehatan di Daerah Provinsi dan
Kabupaten/Kota
Dr. Siswanto, MHP, DTM
7. Pengembangan Model Rekruitmen dan Pendayagunaan
Tenaga Paramedis di Daerah Terpencil
DR. Drs. Wasis Budiarto,
MS
8. Pengembangan Prototipe Sistem Pelayanan Kesehatan
Pasca Bencana (Studi Kasus di Kabupaten Aceh Besar,
Nias dan Alor)
Dr. SK. Poerwani, MARS
9. Penyempurnaan Sistem Informasi Kesehatan di
Kabupaten/Kota
Dra. Martuti Budiharto,
Apt, MM
10. Assessmen Kinerja dan Pelaksanaan Urusan Wajib-
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten dan Kota
Dr. Soewarta Kosen,
MPH, DR.PH


















30
Alamat Kantor

Jalan Indrapura 17, Surabaya 60176
Telp. (031) 3522952, 3528748
Fax. (031) 3528749.
www.litbang.depkes.go.id/p4tk
E-mail: suwandimakmur@litbang.depkes.go.id
suwandimakmur@yahoo.com
Jalan Percetakan Negara No. 23 A,
Jakarta 10560.
Telp. (021) 4243314
Fax. (021) 4211013.
Email: tutibs@litbang.depkes.go.id



31

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PEMBERANTASAN PENYAKIT




Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit (Puslitbang P2) mempunyai
tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan pemberantasan penyakit.

Kelompok Program Penelitian yang terdapat di Puslitbang P2 yaitu:

No. Kelompok Program Penelitian Ketua
1. Penyakit Tular Langsung Drs. Eko Rahardjo
2. Penyakit Tular Vektor Drg. Sekar Tuti, M.Kes
3. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi Drs. Djoko Yuwono, MS
4. Penyakit kardiovaskuler, endokrin dan kanker Drg. Wasis Sumartono, SpPK
5. Penyakit jiwa, cidera, toksikologi, gigi dan mulut, dan
kesehatan kerja.
Dr. FX. Suharyanto, MS

Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM fungsional peneliti yang tertinggi adalah Ahli Peneliti Utama. Ahli Peneliti yang ada di
Puslitbang Pemberantasan Penyakit yaitu:

Ahli Peneliti Utama
1. Dr. Agus Suwandono, MPH, DR.PH
2. Dra. Misnadiarly
3. Dra. Harijani AM
4. Dra. Muljati Prijanto
5. Dr. Emiliana Tjitra, M.Sc, Ph.D


32
Ahli Peneliti Muda
1. Drs. Djoko Yuwono, MS
2. Drh. Gendro Wahyuwono, MTH
3. Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH
4. Drs. Bambang Heriyanto, M.Kes
5. Drg. Sekartuti, M.Kes
6. Dr. Faisal Yatim, MPH

Pendidikan dengan tingkat Strata 3
1. Dr. Erna Tresnaningsih, MOH, Sp.OK, Ph.D
2. Dr. Agus Suwandono, MPH, DR.PH
3. Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH
4. Dr. Emiliana Tjitra, M.Sc, Ph.D
5. DR. Dr. Laurentia Mihardja, MS
6. DR. Drg. Magdarina Destri Agtini, M.Kes
7. DR. Dr. Dwi Susilowati, M.Sc
8. DR. Rustika, SKM, M.Kes
9. Dr. Ganda Siburian, SpJP, Ph.D
10. DR. Ekowati Rahajeng, SKM
11. DR. Drg. Farida Soetiarto

Peneliti selama tahun berjalan menjadi konsultan paruh waktu:

No Nama Bidang
1 DR. Dr. Dwi Susilowati, M.Sc Maternal Child Health
2 Dr. Emiliana Tjitra, M.Sc, PhD Malaria
3 Dr. Agus Suwandono, MPH, DR.PH Rapid Assessment

Kemampuan Laboratorium

No. Laboratorium Penanggung Jawab
1. Bakteriologi Drs. Syahrial Harun, MS
2. Virologi Drs. Bambang Heriyanto, M.Kes
3. Parasitologi Drh. Rita Marleta Dewi, M.Kes
4. Immunologi dan Biomolekuler Dra. Sarwo Handayani
5. Hewan Percobaan dan Toksikologi Drs. Cornelis Adimunca
6. Unit Manajemen Data Anna Maria Sirait, SKM, MKes

Kemampuan laboratorium meliputi:
1. Bakteriologi
a. Melakukan pemeriksaan mikroskopis, kultur, isolasi, identifikasi, dan test resistensi
terhadap bakteri, antara lain TBC, cholera, typhoid, bakteri pencemar makanan
dan minuman, penyakit menular seksual, penyebab ISPA, leptospira, dan
legionella.
b. Melakukan pemeriksaan bakteriologi makanan, minuman dan air.

33
c. Melakukan penentuan lymphocyte test (LT: test Enzyme Linked Immunosorbent
Assay/ELISA; suckling mice test/ST; Entero Toxic E. Colli/ETEC; dan sereny test).

2. Parasitologi
a. Melakukan pemeriksaan mikroskopis, kultur, isolasi, identifikasi, dan test resistensi
terhadap parasit malaria, filaria, cacing (Fasciolopsis buski, Taenia saginata, dll)
schistosoma, plasmodium.
b. Melakukan infeksi buatan.
c. Melakukan uji coba obat.

3. Virologi
a. Melakukan pembiakan jaringan untuk polio dan enterovirus (vero, Hep-2, dan RD-
50), campak (vero dan B95A), Dengue (C6/36, LCMK, BHK21), serat Flue (MDCK)
b. Melakukan pemeriksaan serologi (netralisasi, Haemoglutinasi inhibisi/HI test,
ELISA) terhadap virus: dengue, polio, campak, influenza, rubella, chikungunya,
Japanese enchepalitis, rotavirus, hantaan, dan HIV. .
c. Melakukan isolasi dan identifikasi terhadap virus polio, campak, dengue dan
influenza.
d. Melakukan standarisasi kit pemeriksaan.
e. Melakukan uji untuk menentukan tipe rotavirus.

4. Imunologi dan Bioteknologi
a. Melakukan uji imunologis
b. Melakukan pengujian keamanan dan toksisitas vaksin.
c. Melakukan pemeriksaan antibodi terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi
d. Melakukan identifikasi virus, bakteri dan parasit secara biomolekuler seperti PCR,
sekuensing, dan binatang percobaan.

5. Binatang percobaan
a. Mengembangbiakkan dan menyediakan hewan percobaan.
b. Melakukan kontrol genetik melalui coat colour test, skin graft test, mandible shape
test dan biochemical marker test.
c. Melakukan uji biologis.
d. Melakukan kontrol penyakit hewan percobaan konvensional.
e. Melakukan penelitian kualitas makanan, toksikologi, dan obat tradisional pada
hewan percobaan.
f. Melakukan diagnosis penyakit hewan percobaan.

6. Toksikologi
a. Melakukan pemeriksaan proximate.
b. Melakukan pemeriksaan bahan tambahan makanan.
c. Melakukan pemeriksaan residu pestisida dalam bahan makanan
d. Melakukan pemeriksaan nilai kimia darah.



34
Penelitian yang telah dilakukan selama tahun berjalan baik dari dalam maupun dari luar
Badan Litbangkes:

No Judul Penelitian Ketua Pelaksana
1. Pengembangan Model Intervensi Pencegahan
Katarak di Kab. Karawang
Dr. Lusianawaty
2. Pengembangan Surveilans Cedera Akibat
Kecelakaan Lalu Lintas pada Pengendara
Sepeda Motor
Dra. Woro Riyadina
3. Pengembangan Strategi Peningkatan Cakupan
Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode
Inspeksi Visual dengan Asam Asetat di Depok
Anna Maria Sirait, SKM, MKes
4. Penelitian Seroepidemiologi Pre Imunisasi
Campak + Rubella dan Pasca Imunisasi Combo
DPT H.B
Dra. Sarwo Handayani
5. Penelitian Kuman terhadap OAT pada Kasus
Penderita TBC Paru di Puskesmas Rujukan
Mikroskopis
Dr. Masri Sembiring Maha,
DTMH, MCTM
6. Penelitian Pemberantasan/Pengendalian Malaria
di Kabupaten Purworedjo
Drh. Basundari Sri Utami, MKes
7. Uji Validitas dan Reliabilitas General Health
Questionnaire untuk Skrining Distres Psikologik
dan Disfungsi Sosial di Masyarakat
Dr. Sri Idaiani, SpKJ
8. Aspek Epidemiologi Pengobatan Penderita
Tuberkulosis Paru
Dr. Umar Firdous, M.Kes
9. Pengaruh TH I dan TH II Dominan Terhadap
Kejadian Syok pada Penderita DBD dan DSS
Anak-anak di RSCM
Drh. Harti Novriani
10. Uji Coba Kartu Pemeriksaan Data Dasar dalam
Upaya Menunjang Implementasi Kebijakan
Dokter Gigi Keluarga
Drg. Tince A. Jovina
11. Investigasi Etiologi dan Karakteristik Penyakit
yang Berpotensi Menimbulkan Kejadian Luar
Biasa
Puslitbang Pemberantasan
Penyakit












35

Alamat Kantor

Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560.
Telp. (021) 4261088 ext. 130, 4259860
Fax. (021) 4245386
www.litbang.depkes.go.id/kp3m
Email: anorital@litbang.depkes.go.id

Laboratorium Hewan Percobaan dan Toksikologi
Jl. Salemba Raya No. 6
Telp. 0213152021

36

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
EKOLOGI KESEHATAN




















Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan (Puslitbang Ekokes) mempunyai
tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang ekologi kesehatan.

Kelompok Program Penelitian yang terdapat di Puslitbang Ekokes yaitu:

No Kelompok Program Penelitian Ketua
1. Kesehatan Lingkungan D. Anwar Musadad, SKM, MSi
2. Biologi Lingkungan Drs. Supratman Sukowati, MS, PhD
3. Sosial Antropologi Kesehatan Drs. Kasnodihardjo
4. Indikator Kesehatan Dr. Felly Senewe, M.Kes
5. Vektor Penyakit Drs. Damar Tri Boewono, MS, PhD

Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM fungsional peneliti yang tertinggi adalah Ahli Peneliti Utama. Ahli Peneliti yang ada di
Puslitbang Ekologi Kesehatan yaitu:

Ahli Peneliti Utama
1. DR. M. Sudomo
2. DR. Drs. I. Gede Saregeg, MS
3. Soeharsono Soemantri, M.Sc, PhD
4. DR. Drs. Amrul Munif, MS
5. Drs. Mardjan Soekirno

37

Ahli Peneliti Madya
Drg. Christina Maria Khristanti

Ahli Peneliti Muda
1. Drs. Supratman Sukowati, MS, Ph.D
2. Dra. Nunik Siti Aminah, MS
3. Dra. Sunanti Zalbawi, MM
4. Drs. Kasnodihardjo

Pendidikan dengan tingkat Strata 3
1. DR. M. Sudomo
2. DR. Drs. I. Gede Saregeg, MS
3. Soeharsono Soemantri, M.Sc, Ph.D
4. Drs. Supratman Sukowati, MS, Ph.D
5. Pretty Multihartina, Ph.D
6. DR. Drs. Amrul Munif, MS

Peneliti selama tahun berjalan menjadi konsultan paruh waktu:

Nama Bidang
- DR. Drs. Amrul Munif, MS.PH Entomologi
- Drs. Suwarto Entomologi
- DR. M. Sudomo, APU Schistosomiasis

Kemampuan Laboratorium

Kemampuan laboratorium meliputi:

1. Biologi Lingkungan I:
a. Lab. Entomologi; mempunyai kemampuan mengidentifikasi nyamuk inkriminasi
vektor (ELISA), mikroorganisme, dan cendawan
b. Lab. Sitogenetika dan genetika populasi; mempunyai kemampuan Analisis
Sitogenetika (polytene & mitotic khromosom),Isosim, Fotografi khromosom, dan
pembuatan preparat.
c. Lab. Percobaan Insektisida; dapat menguji efikasi insektisida, uji resistensi.
d. Insektarium; sebagai tempat memelihara & kolonisasi serangga.

2. Biologi Lingkungan II:
a. Lab Mammologi dan parasitologi; dengan kemampuan:
- Identifikasi jenis mamalia sebagai reservoir penyakit
- Pengamatan identifikasi endo dan ektoparasit
- Pembuatan foto mikroskopis
- Pemeriksaan agent penyakit
- Pemeriksaan malaria, filariasis, schistosomiasis
b. Koleksi referensi dari spesimen berbagai mamalia kecil, ektoparasit, dan endoparasit

38

3. Laboratorium Kesehatan Lingkungan:
a. Laboratorium pengujian udara:
Mempunyai kemampuan memeriksa sampel udara, terhadap PM10, SO
2
, NO
2
, O
x
,
HC, Pb.
b. Laboratorium pengujian air (fisika dan kimia)
Mempunyai kemampuan memeriksa sampel air terhadap 10 unsur logam berat:
Hg, Cd, Cr, Pb, As, Cu, Zn, Fe, Ag, Ni,
c. Laboratorium Radiasi:
Mempunyai kemampuan memeriksa medan magnit, medan listrik dan frekuensi
radio.
d. Laboratorium dampak dan klinik:
Mempunyai kemampuan memeriksa logam berat atau untuk pencemar lain pada
darah, urine, rambut dan kuku pada manusia.

Penelitian yang telah dilakukan selama tahun berjalan baik dari dalam maupun dari luar
Badan Litbangkes:

No Judul Penelitian Ketua Pelaksana
1. Penelitian Kepulauan Seribu Dede Anwar Musadad, SKM,
M.Kes
2. Kajian sosial budaya dalam pemberian obat
filariasis di Kab. Bekasi
Dra. Sunanti Zalbawi, MM
3. Pengembangan Model Pondok Pesantren Dr. Herryanto, M.Kes
4. Pencemaran Pertambangan Ir. Inswiasri, M.Kes
5. Bionomi sebagai pengendalian vektor di
Sukabumi
DR. Drs. Amrul Munif, MS
6. Studi ekologi kualitas udara Ir. Sukar
7. Kajian pencemaran Cobalt di Kabupaten Sidoarjo Drs. Hendro Martono,
MSc.PH
8. Bionomik vektor Anopheles di Kab. Magelang Dra. Widiarti
9. Pengembangan model keluarga ibu siaga Kenti Friskarini, SKM
10. Penelitian infeksi virus hantaan penyebab
Haemorrhagic Fever di Bandung
Drh. Ima Nurisa Ibrahim,
M.Sc.
11. Design laboratory and field testing of an
exposure free bednet trap for sampling adult
Arthropod vectors
DR. Drs. Amrul Munif, MS
12. Identification of Anopheline vectors in relation to
malaria transmission and disease risk in an
endemic malaria region of Sukabumi, West Java,
Indonesia
DR. Drs. Amrul Munif, MS






39
Alamat Kantor







Jalan Percetakan Negara No. 29
Jakarta 10560
Telp. (021) 4261088 ext. 260, 42872393
Fax. (021) 42872392
www.litbang.depkes.go.id/ekologi
Email: tppek@litbang.depkes.go.id

40

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
FARMASI DAN OBAT TRADISIONAL


Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional (Lt. 3-4)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional (Puslitbang FOT)
mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan farmasi dan obat
tradisional.

Kelompok Program Penelitian yang terdapat di Puslitbang FOT yaitu:

No Kelompok Program Penelitian Ketua
1 Obat Tradisional Drs. Bambang Wahjoedi, APU
2 Manajemen Farmasi Drs. Abdul Munim, MM
3 Sintesis dan Analisis Farmasi Dra. Ani Isnawati, M.Kes
4 Khasiat dan Keamanan Obat Dra. Retno Gitawati, MS
5 Teknologi Farmasi dan Biofarmasi Dra. Anny Victor Purba, MSc, PhD

Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM fungsional peneliti yang tertinggi adalah Ahli Peneliti Utama. Ahli Peneliti yang ada di
Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional yaitu:

Ahli Peneliti Utama
Drs. Bambang Wahjoedi, APU

Ahli Peneliti Madya
Drs. Sarjaini Jamal, MS

41

Ahli Peneliti Muda
1. Dra. Anny Victor Purba, M.Sc, Ph.D
2. Dra. Sriana Azis, SE, Apt
3. Drs. Saroni
4. DR. Drs. Sudibyo Soepardi, MS

Pendidikan dengan tingkat Strata 3
1. Dra. Anny Victor Purba, M.Sc, Ph.D
2. DR. Drs. Sudibyo Supardi, Apt, MS

Kemampuan Laboratorium

Kemampuan laboratorium meliputi:
1. Analisis Kimia
Melakukan analisis secara kimia obat, cemaran kimia, bahan berbahaya, pestisida dll.

2. Farmakologi Eksperimental
a. Melakukan pemeriksaan toksisitas akut, toksisitas sub kronik.
b. Melakukan pemeriksaan teratogenitas, efek antipiretik, anti inflamasi, anti diare,
anti diabetes.
c. Melakukan pemeriksaan diuretika, analgetik, batu kandung kemih, kardiovaskuler,
hepatoprotektor, pirogen, efek androgenik, spermisid, dan efek pada organ
terisolasi.

Selain kemampuan laboratorium di atas, institusi juga menerima jasa pelayanan
pemeriksaan: kimia air, dan khasiat dan keamanan obat tradisional pada sediaan jamu.

Penelitian yang telah dilakukan selama tahun berjalan baik dari dalam maupun dari luar
Badan Litbangkes:

No Judul Penelitian Ketua Pelaksana
1. Penelitian (Tallinum triangulare willd) sebagai Ginseng
Indonesia: Tahap I; Khasiat Kolesom sebagai Penambah
Tenaga dan Uji Toksisitas Sub Khronik
Dra. Yun Astuti Nugroho,
MKes
2. Penelitian Pelayanan Prima di Apotek: Tahap III;
Pengembangan Indikator Evaluasi serta Uji Coba Model
Drs. Abdul Munim, MM,
Apt.
3. Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Herba Keladi (Thyphonium
flagelliforme) terhadap Sel Kanker Serviks secara In Vitro
Harfiah Mudahar, SSi,
Apt., MSi.
4. Identifikasi Zat-Zat Berbahaya yang Terkandung di dalam
Produk Pelangsing yang Beredar di Jakarta
Ida Diana Sari, SSi., Apt.
5. Survei Pengobatan Tradisional (BATTRA) Ramuan dan
Review Penelitian Tanaman Obat Indonesia
Drs. Saroni, MKes
6. Analisis Situasi dan Baseline data Obat untuk Menunjang
Pengembangan Kebijakan Obat Nasional
Drs. Sarjaini Jamal, MS


42
Alamat Kantor

Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560.
Telp. (021) 4216058, 4216059, Fax. (021) 4216059.
www.litbang.depkes.go.id/farmasi
Email: p3fot@litbang.depkes.go.id


43

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
GIZI DAN MAKANAN




Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan (Puslitbang GM) mempunyai tugas
melaksanakan penelitian dan pengembangan gizi dan makanan.

Kelompok Program Penelitian yang terdapat di Puslitbang GM yaitu:

No Kelompok Program Penelitian Ketua
1. Biokimia Gizi dan Fisiologi DR. Marjani Susilowati, MSc
2. Gizi Masyarakat DR Ir. Anies Irawati, MKes.
3. Teknologi Makanan dan Potensi Gizi DR. Uken SS. Soetrisno, MSc.
4. Epidemiologi Gizi DR. Herman Sudiman, SKM
5. Komunikasi, Informasi dan Edukasi Gizi DR. Abas Basuni Jahari, MSc.

Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM fungsional peneliti yang tertinggi adalah Ahli Peneliti Utama. Ahli Peneliti yang ada di
Puslitbang Gizi dan Makanan yaitu:

Ahli Peneliti Utama
1. DR. Mien Karmini Moch. Soleh, M.Sc
2. DR. Herman Sudiman, SKM
3. Komari, M.Sc, Ph.D
4. DR. Jajah Kusbandiyah, MS

44

Ahli Peneliti Madya
DR. Marjani Susilowati, MSc

Pendidikan dengan tingkat Strata 3
1. DR. Abas Basuni Jahari, M.Sc
2. DR. Herman Sudiman, SKM
3. DR. Mien Karmini Moch. Soleh, M.Sc
4. DR. Jajah Kusbandiyah, MS
5. Komari, M.Sc, Ph.D
6. DR. Imam Sumarno, MPS
7. DR. Marjani Susilowati, MSc
8. DR. Sandjaja, MPH
9. DR. Uken Sukaeni Sanusi, M.Sc
10. Djoko Kartono, M.Sc, PhD
11. DR Ir. Anies Irawati, MKes.

Peneliti selama tahun berjalan menjadi konsultan paruh waktu:

Nama Bidang
- Komari, M.Sc, Ph.D Pangan
- DR. Uken Sukaeni Sanusi, M.Sc Pangan
- DR. Marjani Susilowati Herman, MSc Anemia

Kemampuan Laboratorium
Kemampuan laboratorium meliputi:
1. Gizi Klinis
Penatalaksanaan gizi kurang dan gizi buruk dengan rawat jalan.

2. Biokimia Gizi dan Fisiologi Gizi
a. Spesimen Darah dan Serum
Vitamin larut lemak
(Retinol / Vit. A, alpha dan gamma-Tocopherol / Vit E) dan
Karotenoid
(Lutein, -Cryptoxanthin, Lycopene, alpha dan -Carotene)
Mineral
(Zn, Iodium, Fe, Se, Pb, Kalsium dan Natrium)
Haemoglobin (Hb), Haematocrit (ht), LED, Leucocyt, Erytrocyt, dan Trombocyt
Ferritin
Asam Urat (Uric Acid)
Fungsi Hati (SGOT / SGPT)
Lemak darah (Kolesterol total, LDL dan HDL) dan Trigliserida
Total protein, total albumin
Total gula darah



45
b. Spesimen Air Susu Ibu (ASI)
Vitamin larut lemak
(Retinol/Vit. A dan alpha dan gamma-Tocopherol/Vit. E) dan
Karotenoid
(Lutein, -Cryptoxanthin, Lycopene, alpha, dan -Carotene)
Mineral
(Zn, Iodium dan Fe)

c. Spesimen Feces
Telur cacing dan protozoa pada feces (Metode Ridley dan Kato)

d. Spesimen Urin
Pemeriksaan Iodium

e. Laboratorium hewan percobaan
Penelitian dengan menggunakan tikus, dan kelinci
Tikus: Uji klinis, toksisitas makanan, pembuatan makanan standard, net
protein utilization (NPU), protein efisiensi ratio (PER), pemeriksaan
makroskopis dan mikroskopis.
Kelinci: Uji klinis

f. Pengukuran Fisiologi yaitu tingkat kesegaran jasmani : ketahanan kardiovaskuler ;
ketahanan otot ; kekuatan otot ; kelenturan tubuh, dan komposisi tubuh
(ketebalan lemak)

3. Teknologi makanan
a. Penentuan Cara Titrasi/Spektrofotometri: proksimat (Air, Abu, Protein, Lemak,
Karbohidrat); vitamin C; total Karoten; -Karoten; Vitamin B1; Reducing Sugar,
dan total Sugar

b. Penentuan Cara Mikrobiologi: asam folat; vitamin B12; dan mikroba (Total Plate
Count)

c. Penentuan Cara AAS: Kalium, Kalsium, Natrium, Posfor, Fe

d. Penentuan Cara HPLC: vitamin A, vitamin B6, vitamin B2

e. VI. Penentuan Cara In-Vivo (6 Orang Subjek)
Glikemik Indeks (untuk promosi menu makanan diabet, overweight)







46
Penelitian yang telah dilakukan selama tahun berjalan baik dari dalam maupun dari luar
Badan Litbangkes:

No Judul Penelitian Ketua Pelaksana
1. Pengembangan Media Praktis tentang Pertumbuhan Balita
dengan Sasaran Ibu Balita Pengunjung Pelayanan
Kesehatan
Sri Poedji H.D.,SKM., M.Kes
2. Hubungan Status Pestisida dengan Status Iodium dalam
Darah pada Wanita Usia Subur di Daerah Gondok Endemik
Ir. Sukati Saidin, MS
3. Efikasi Minyak Iodium Dosis Rendah Ditambah Beta Karoten
untuk Menanggulangi GAKI pada Ibu Hamil
Astuti Lamid, MCN
4. Pengembangan Indikator Pola Konsumsi Untuk Surveillans
Anemia pada Wanita Usia Subur
Ir. Sri Prihatini, M.Kes
5. Pengaruh Suplementasi Pil Besi Terhadap Kadar Zat Besi
ASI pada Ibu Menyusui Bayi Umur 1-3 Bulan
Fitrah Ernawati, MSc
6. Fisibilitas Pedoman Cara Penerapan PUGS Sesuai Kondisi
Daerah
Ir. Tjetjep S.Hidayat, M.Kes
7. Efek Intervensi Iodium Secara Masif Terhadap Kejadian
Hipertiroidi di Daerah Replete Endemis Defisiensi Iodium
Ir. Basuki Budiman, MSc.PH
8. Reliabilitas dan Feasibilitas Penggunaan KMS Perkembangan
Motorik Kasar Anak
DR. Yayah K. Husaini
9. Pengaruh Pemberian Vitamin A 2x200,000 SI pada Ibu Nifas
Terhadap Kandungan Retinol ASI dan Morbiditas Bayi
Ir. Dewi Permaesih, M.Kes
10. Mengatasi Off Flavour pada Formula Tempe Nelis Imanningsih, STP, Msc
11. Pencapaian Pertumbuhan pada Balita Gizi Buruk dan Kurang
Selama Mengikuti Pemulihan di Klinik Gizi Bogor
Sri Mulyati, SKM., M.Kes
12. Analisis Vitamin dan Asam Lemak dari Berbagai Bahan
Makanan untuk Melengkapai Data Daftar Komposisi Bahan
Makanan
Dra. Heru Yuniati, Msi
13. Status Antioksidan Karotenoid pada Penderita Dislipidemia Dr. Reviana Ch
14. Peranan Penyuluhan dengan Menggunakan Alat Bantu
Leaflet Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Ibu
Balita Gizi Kurang
Ir. Salimar
15. Optimasi Potensi Tepung Garut (Maranta Arundinacea untuk
Mengoptimalkan Pertumbuhan Anak Sindrom Down
Dewi Rahmiarti Sumardi, SKM


Alamat Kantor

Jalan DR. Semeru No. 63, Bogor 16112
Telp. (0251) 321763
Fax. (0251) 326348.
www.litbang.depkes.go.id/gizi
Email: p3gizi@indo.net.id



47
SEKRETARIAT


Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mempunyai tugas memberikan
pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Litbangkes.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan mewnyelenggarakan fungsi:
a. Penyusunan program dan anggaran
b. Pengelolaan Kepegawaian
c. Pengelollaan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta pelaksanaan
urusan perpustakaan dan promosi hasil penelitian
d. Pelaksanaan urusan rumah tangga, perlengkapan, tata persuratan dan kearsipan, serta
urusan gaji, organisasi dan hukum

Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No. 29, Kotak Pos 1226, Jakarta 10560.
Telepon (021) 4261088, faksimile (021) 4243933.
Email: sesban@litbang.depkes.go.id



48

BALAI PENELITIAN VEKTOR DAN RESERVOIR PENYAKIT




Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 1351/Menkes/SK/XII/1999 tanggal 8
Desember 1999, Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit mempunyai tugas
melaksanakan penelitian penyakit tular vektor dan reservoir penyakit yang baru maupun
yang akan timbul kembali.

Untuk menjalankan tugas tersebut, BPVRP mempunyai fungsi:
1. Penelitian terhadap vektor dan reservoir penyakit
2. Pengembangan metode pengendalian vektor dan reservoir penyakit
3. Pelayanan masyarakat
4. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai.

Pada perkembangan selanjutnya dengan adanya Kepmenkes No. 556/Menkes/SK/VI/2002
tanggal 7 Juni 2002 secara tegas menjelaskan bahwa Balai Penelitian Vektor dan Reservoir
Penyakit merupakan Unit Pelaksana Teknis Departemen Kesehatan yang berada di bawah
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan dipimpin oleh seorang Kepala yang
bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan. Kepala Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit dalam melaksanakan
tugas teknis, secara fungsional dibina oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan
Ekologi Kesehatan.

Sumber Daya Manusia

SDM fungsional peneliti yang tertinggi adalah Ahli Peneliti Utama. Ahli Peneliti yang ada di
BPVRP yaitu:

Ahli Peneliti Utama
Drs. Barodji, MS




49
Ahli Peneliti Muda
1. Dra. Blondine Christina P, MKes
2. Drs. Hadi Suwasono, MS

Pendidikan dengan tingkat Strata 3
Drs. Damar Tri Boewono, MS, PhD

Pendidikan dengan tingkat Strata 2
1. Drs. Barodji, MS
2. Dra. Blondine Christina P, MKes
3. Drs. Hadi Suwasono, MS
4. Dra. Widiarti, MKes
5. Drs. Hasan Boesri, MS
6. Dra. Umi Widiastuti, MKes
7. Yohanes Sudini, SKM, MKes
8. Drs. Ristiyanto, MKes
9. Dra. Suskamdani, M.Kes

Peneliti selama tahun berjalan menjadi konsultan paruh waktu:
Drs. Hadi Suwasono, MS (Entomologi)

Laboratorium:
a. Microbiology
b. Biological control
c. Mammalogy
d. Reference collection
e. Research services
f. Insecticide evaluation

Penelitian yang telah dilakukan selama tahun berjalan baik dari dalam maupun dari luar
Badan Litbangkes:

No Judul Penelitian Ketua Pelaksana
1. Studi Tempat Perindukan Malaria di Desa Kalirejo, Kec.
Kokap, Kab. Kulonprogo, Prop. DIY
Y. Sudini, SKM, M.Kes
2. Pengendalian vektor Pes dan Penggunaan Barier Vegetasi di
Daerah Enzootik Pes Kab. Pasuruan, Jawa Timur
Drs. Ristiyanto, M.Kes
3. Pemetaan Daerah Endemis Tinggi Malaria (HCI) di Kab.
Purworejo dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi
(Arc View V.3.2)
Dra. Suskamdani, M.Kes
4. Studi faktor risiko di daerah endemis malaria di
Kec.Wadaslintang, Kab. Wonosobo Jawa Tengah.
Dr. Bagus Febrianto
5. Evaluation Multi-Country Study on the Acceptability of Long-
Lasting Insecticide Treated Mosquito Nets (Olyset
TM
Net)
Drs. Damar Tri Boewono, MS, PhD
6. Campaign the Impregnated bed nets used by the
community to support Roll Back Malaria (RBM)
Drs. Damar Tri Boewono, MS, PhD
7. The bioassay test of long lasting impregnated bed nets
(IBNs), against An. maculatus (laboratories scale trials)
Dra. Widiarti, MKes

50
No Judul Penelitian Ketua Pelaksana
8. The efficacy and residual effect of Abate 1 G (new product)
against dengue vector larvae Ae. aegypti in earthen water
jars (semi natural scale trial)
Dra. Umi Widyastuti, M.Kes
9. The trial of EMPIRE insecticide, against cockroaches
(laboratory scale trial)
Drs. Hasan Boesri, MS
10. Laboratory evaluation of Mosquiron 1%, a new insect
growth regulator (IGR), against malaria vector An.
maculatus (Diptera: Culicidae)
Dra. Blondine Ch. P., M.Kes

Alamat Kantor

Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit
Jl. Hasanudin No. 123 Box 200, Salatiga, Jawa Tengah.
Telp. (0298) 312107, 327096, fax. (0298) 327096
Email: damar@salatiga.wasantara.net.id
damar_tb@indo.net.id

51

BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT














Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 149/Menkes/SK/IV/1978 tanggal 28
April 1978, Balai Penelitian Tanaman Obat mempunyai tugas melaksanakan penelitian
dibidang adaptasi, pelestarian, kultivasi dan standarisasi tanaman obat (TO) yang meliputi
tanaman obat hyang digunakan dalam pengobatan modern, tanaman obat tradisional dan
tanaman obat yang menghasilkan bahan pemula (precusor) untuk pembuatan bahan baku
obat.

Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM fungsional peneliti yang tertinggi adalah Ahli Peneliti Madya. Ahli Peneliti yang ada di
BPTO yaitu

Ahli Peneliti Madya
Drs. Sutjipto

Ahli Peneliti Muda
Ir. Sugeng Sugiarso

Pendidikan dengan tingkat Strata 2
1. Ir. Yuli Widiastuti, MP
2. Ir. Rr. Yuni Kusumodewi, MP

Kemampuan Laboratorium:
1. Fitokimia
Melakukan pemeriksaan golongan kandungan kimia dan kromatografi lapis tipis
(KLT) tanaman obat.

2. Galenika
Membuat sediaan galenika (ekstraksi dan destilasi), isolasi minyak atsiri, serta
analisis kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri.


52
3. Farmakognosi
Mengidentifikasi simplisia secara mikrokopis dan makroskopis.

4. Bioteknologi
Mampu membuat bibit tanaman obat dengan cara kultur jaringan.


Penelitian yang telah dilakukan selama tahun berjalan baik dari dalam maupun dari luar
Badan Litbangkes:

No Judul Penelitian Ketua Pelaksana
1. Metode Perbanyakan Vegetatif Stevia (Stevia rebaudina Bertonii
M) Dengan Teknik Kultur Jaringan.
Drs. Slamet Wahyono, Apt.
2. Standarisasi Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) Tahap II: Studi
Produktivitas dan Kadar Piperin Cabe Jawa Hasil Pemulihan
Kultivar Unggul Dari Beberapa Daerah Sentra Produksi.
Ir. Sugeng Sugiarso
3. Eksplorasi Tumbuhan Obat di Taman Obat Nasional Kerinci Seblat
Bengkulu dan Adaptasinya di BPTO Tawangmangu.
Ir. Fauzi
4. Kajian Penelitian dan Pengembangan Budidaya Tanaman
Artemisia annua L.
Ir. Rr. Yuni Kusumodewi, MP
5. Standarisasi Tanaman Sambiloto Penentuan Lokasi Penanaman
dan Asal Bibit Tanaman.
Drs. Wahyu Jokopriyambodo,
Apt.
6. Skrining dan Uji Aktivitas Penurunan Asam Urat Darah Ekstrak
Secang (Caesalpinia sappan).
Dr. Agus Triyono
7. Aktivitas Biji Buah Mahkota Dewa (Pheleria nacrocarpa) (Scheff)
Boerl.) Terhadap Hama Tanaman Budidaya Secara In Vitro.
Sari Haryanti, S.Si, Apt.




Alamat Kantor

Balai Penelitian Tanaman Obat
Jl. Cemoro Sewu 10, Tawangmangu, Jawa Tengah 57792.
Telp. (0271) 97010, fax. (0271) 97451
e-mail: bpto_litbang@yahoo.com
bpto@litbang.depkes.go.id


53

GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN IODIUM














Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 1351 tahun 1999, Balai Penelitian
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan yang berkaitan dengan upaya
penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium.

Sumber Daya Manusia (SDM)

Pendidikan dengan tingkat Strata 3
Djoko Kartono, MSc., Ph.D

Pendidikan dengan tingkat Strata 2
1. Ir. Sukati Saidin, MKes
2. Untung S. Widodo, MPS
3. Dhuta Widagdo, MKes

Penelitian yang telah dilakukan selama tahun berjalan baik dari dalam maupun dari luar

No Judul Penelitian Ketua Pelaksana
1. Membangun surveillance penanggulangan GAKI
berkesinambungan di kabupaten Gunung Kidul
Untung S. Widodo, MPS
2. Hubungan pencemaran logam berat Plumbum (Pb)
dengan nilai fT4 pada petugas operator SPBU di kota
Yogyakarta
M. Samsudin, SKM
3. Pengembangan modul bagi guru dan petugas kesehatan
untuk pelaksanaan stimulasi kognitif di daerah endemik
GAKI
Leny Latifah, Psi.
4. Penerapan indepth interview dan FGD untuk mengetahui
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan
surveilans GAKI
Dhuta Widagdo, MKes


54














Alamat Kantor

Balai Penelitian Gangguan Akibat Kekurangan Iodium
Kavling Jayan, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553
Telp. (0293) 789434, fax. (0293) 789435
e-mail: bpgaki_mgl@yahoo.com


55

LOKA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PEMBERANTASAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG
(LOKA LITBANG P2B2)

Loka Litbang dibentuk setelah adanya persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara No. 283/M.PAN/8/2003 tanggal 29 Agustus 2003 tentang peningkatan kelembagaan
Unit Pelaksana Fungsional Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit menjadi Loka Penelitian
dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (Loka Litbang P2B2).

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 1406/Menkes/SK/IX/2003 tanggal 30
September 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja, tugas Loka Litbang P2B2 adalah
melakukan penelitian dan pengembangan pemberantasan penyakit bersumber binatang.
Untuk dapat menjalankan tugas tersebut, Loka Litbang P2B2 mempunyai fungsi :
1. Penyusunan rencana dan program penelitian dan pengembangan pemberantasan
penyakit bersumber binatang.
2. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan pemberantasan penyakit bersumber
binatang sesuai dengan ekosistemnya.
3. Penentuan karakteristik epidemiologi penyakit bersumber binatang sesuai dengan
ekosistemnya.
4. Pengembangan metode dan teknik pemberantasan penyakit bersumber binatang
sesuai dengan ekosistemnya.
5. Pelaksanaan kerjasama dan pelatihan penelitian dan pengembangan serta
pengembangan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pemberantasan
penyakit bersumber binatang.
6. Evaluasi dan penyusunan laporan.
7. Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Loka.

Loka Litbang P2B2 merupakan Unit Pelaksana Teknis Departemen Kesehatan yang berada di
bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan dipimpin oleh seorang Kepala
yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan. Secara administrasi dibina oleh Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan, sedangkan secara teknis fungsional dibina oleh Kepala Pusat Penelitian dan
Pengembangan Ekologi Kesehatan dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan
Pemberantasan Penyakit.
Terdapat enam Loka Litbang P2B2, yaitu:
1. Baturaja, Sumatera Selatan
Fokus area penelitian di arahkan dalam rangka
menanggulangi masalah penyakit bersumber binatang
dengan ekosistem daerah perkebunan dan persawahan.
Alamat:
Jl. A. Yani, Kemelak Km 7, Baturaja,
Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Telp. (0735) 322774
e-mail: pvrp_baturaja@yahoo.com
akh.saikhu@gmail.com


56
2. Ciamis, Jawa Barat
Fokus area penelitian di arahkan dalam rangka
menanggulangi masalah penyakit bersumber binatang
dengan ekosistem daerah pantai dan rawa.
Alamat:
Jl. Raya Pangandaran Km 3, Pangandaran Ciamis, Jawa
Barat.
Telp. (0265) 639375, fax (0265) 639375
e-mail: lokaciamis@litbang.depkes.go.id
sugianto_cia@litbang.depkes.go.id


3. Banjarnegara, Jawa Tengah
Fokus area penelitian di arahkan dalam rangka
menanggulangi masalah penyakit bersumber binatang
dengan ekosistem daerah pegunungan, persawahan, dan
perkebunan salak.
Alamat:
Jl. Selamanik No. 16A, Banjarnegara, Jawa Tengah
Telp./Fax (0286) 594972
e-mail: loka_ban@litbang.depkes.go.id
byun_bna@litbang.depkes.go.id


4. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Fokus area penelitian di arahkan dalam rangka menanggulangi masalah penyakit
bersumber binatang dengan ekosistem daerah hutan, serta kepulauan karang terpencil
dan sekitarnya.
Alamat:
Kawasan Perkantoran Pemda Tanah Bumbu
Gunung Tinggi, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Telp. (0518) 7708530
Fax. (0518) 38023
e-mail: lokatanbu@litbang.depkes.go.id
daengewa@yahoo.com

5. Donggala, Sulawesi Tengah
Fokus area penelitian di arahkan dalam rangka
menanggulangi masalah penyakit bersumber binatang
dengan ekosistem daerah perkebunan cokelat dan kelapa,
serta persawahan di daerah pegunungan.
Alamat:
Jl. Masituju No. 58, Labuan Panimba, Kecamatan Labuan,
Kabupaten Donggala, Sulawesi Selatan
Telp./Fax. (0451) 488681
e-mail: p2b2donggala@yahoo.com
lokadonggala@litbang.depkes.go.id
jastal@litbang.depkes.go.id



57
6. Waikabubak, Nusa Tenggara Timur
Fokus area penelitian di arahkan dalam rangka
menanggulangi masalah penyakit bersumber binatang
dengan ekosistem daerah pegunungan dan pantai.
Alamat:
Jl. Basuki Rahmat Km. 5 Waikabubak, Sumba Barat, Nusa
Tenggara Timur
Telp./Fax. (0387) 22422
e-mail: lokawkb@litbang.depkes.go.id
budis_wkb@litbang.depkes.go.id



Sumber Daya Manusia (SDM)

Pendidikan dengan tingkat Strata 2
1. Loka Litbang P2B2 Baturaja
- Akhmad Saikhu, SKM, MSc.PH
- Yulian Taviv, SKM, MSi
2. Loka Litbang P2B2 Ciamis
- Sugianto, SKM, MSc.PH
- Roy Nusa Res, SKM, MSi
3. Loka Litbang P2B2 Banjarnegara
- Bambang Yunianto, SKM, MKes
4. Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu
- Lukman Waris, MKes
5. Loka Litbang P2B2 Donggala
- Jastal, SKM, MSi
6. Loka Litbang P2B2 Waikabubak
- Budi Santoso, SKM, MKes

Penelitian yang telah dilakukan selama tahun berjalan baik dari dalam maupun dari luar
Badan Litbangkes:

Judul Penelitian
Ketua
Pelaksana
Loka Litbang
P2B2
1. Efektifitas ikan cupang (Ctenops vittatus) dalam
pengendalian larva dan daya tahannya terhadap
Temephos (uji laboratorium dan lapangan)
Yulian Taviv,
SKM, MSi
Baturaja
2. Studi indeks larva nyamuk Ae. aegypti dan
hubungannya dengan PSP masyarakat tentang
penyakit DBD di kota Palembang, Sumsel
Anif Budianto,
SKM

3. PSP ibu terhadap malaria pada anak di kecamatan
Liat, kabupaten Bangka


Yahya, SKM

58
Judul Penelitian
Ketua
Pelaksana
Loka Litbang
P2B2
4. Peran serta masyarakat (PSM) dalam penemuan
kasus filariasis di desa endemis di Puskesmas
Betung, kabupaten Banyuasin, tahun 2005
Lasbudi
Ambarita, SSi

5. Studi longitodinal suspect vector malaria di desa
Tegal Rejo, kabupaten OKU Timur, tahun 2005
(tahap 2)
Hotnide Sitorus,
SKM

6. Studi transmisi malaria di desa endemis pada tipe
ekologi peralihan pantai dan hutan di desa
Sagara, kecamatan Cibalong, Garut
Endang Puji
Astuti, SKM
Ciamis
7. Uji resistensi nyamuk betina Aedes aegypti
terhadap insektisida malation di daerah endemis
DBD kota Depok
Roy Nusa Res,
SKM, MSi

8. Studi bionomik vektor setempat untuk menunjang
penanggulangan KLB malaria di Lengkong,
Sukabumi
Lukman Hakim,
BSc.

9. Pengembangan sistim informasi malaria melalui
remote sensing dan studi entomologi dalam SKD
KLB malaria di Cibalong, Garut
Sugianto, SKM,
MSc.PH

10. Studi ekologi Anopheles balabacensis di daerah
dengan atau tanpa kebun salak di kabupaten
Banjarnegara, tahun 2005
Bambang
Yunianto, SKM,
MKes
Banjarnegara
11. Pengembangan peran serta masyarakat dalam
pelaksanaan pengobatan filariasis di kecamatan
tirto, kabupaten Pekalongan, tahun 2005
Tri Ramadhani,
SKM

12. Studi bionomik vektor malaria di desa Makam,
kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga,
tahun 2005
Sunaryo, SKM
13. Studi dinamika penularan malaria di desa
Twelagiri, kecamatan Pegedongan, kabupaten
Banjarnegara, tahun 2005
Jarohman
Raharjo, SKM

14. Konfirmasi vektor malaria Anopheles pantai di
Kalimantan Selatan
Lukman Waris,
MKes
Tanah Bumbu
15. Studi dinamika dan transmisi malaria di areal
permukiman pertambangan batubara di desa
Sekerat, kecamatan Bengalon, kabupaten Kutai
Timur, Kaltim
Annida, SKM
16. Evaluasi pemakaian kelambu celup (ITN) di
kecamatan Pulau Sembilan, kabupaten Kotabaru,
Kalsel
Amalia Safitri,
SKM

17. Survei longitudinal Anopheles hutan di desa
Binawara, kecamatan Kelumpang, kabupaten
Kotabaru
Nita Rahayu,
SKM

18. Spot survey daerah masalah malaria di kabupaten
Berau dan Pamajan, Kaltim
Lukman Waris,
MKes


59
Judul Penelitian
Ketua
Pelaksana
Loka Litbang
P2B2
19. Studi filariasis pada masyarakat pedesaan di
wilayah Ampibabo, kabupaten Parigi Moutong,
Sulteng
Tri Wibowo
Ambar Garjito,
SSi
Donggala
20. Aplikasi Telephos (abate) ke dalam reservoir air
PDAM terhadap penurunan populasi Aedes
aegypti di wilayah Palu, Sulteng
Rosmini, SKM
21. Studi dinamika penularan malaria di kecamatan
Dolo, Donggala, Sulteng
Yunus Wijaya,
SKM

22. Efektifitas diagnosis mikroskopis malaria di
Puskesmas Donggala, Lembasada, dan Kulawi,
Donggala, Sulteng
Yudith Labadjo
23. Pengaruh PSP masyarakat terhadap kejadian
malaria di kecamatan Kasimbar, kabupaten Parigi
Moutong
Ahmad
Erlan,SKM

24. Fauna Anopheles spp. pada berbagai ekologi di
provinsi NTT
Budi Santoso,
SKM, MKes
Waikabubak
25. Dinamika penularan malaria di desa Wee Paboba,
kecamatan Palla
Rosiana K. Kulla,
SKM

26. Identifikasi tempat perindukan Anopheles spp.
potensial
Sri Sumarni,
SKM

27. Penentuan musim penularan malaria di desa
Dikira, Kecamatan Wewewa Timur
Muhammad
Kazwaini, SKM
























60
UNIT PELAKSANA FUNGSIONAL (UPF) JAYAPURA

Sebagai tindak lanjut terbentuknya Loka Litbang P2B2 di enam lokasi, di wilayah
Indonesia timur, khususnya di Papua, telah dibentuk UPF Badan Litbangkes yang
berkedudukan di Jayapura. UPF ini memanfaatkan sarana dan prasarana laboratorium yang
dikembangkan oleh NAMRU-2. Penyerahan aset ke Departemen Kesehatan dalam bentuk
hibah tertuang dalam Naskah Serah Terima yang ditandatangani oleh Direktur NAMRU-2
dan Menteri Kesehatan tanggal 17 September 2004. Laboratorium UPF ini memiliki
peralatan dan sarana penunjang untuk melakukan pemeriksaan parasitologi, entomologi,
dan serologi.
Alamat:
Jl. Kesehatan Dok II Jayapura
Telp. (0967) 534389
Fax. (0967) 534697
E-mail: upf-papua@litbang.depkes.go.id
lidwina@litbang.depkes.go.id

DAFTAR INFORMASI OBYEK WISATA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
PADA PUSAT-PUSAT/LABORATORIUM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN - DEPKES RI

NO
NAMA
PUSLITBANG/LAB.
ALAMAT
OBYEK YANG DITAMPILKAN
UNTUK PROMOSI
PENANGGUNG
JAWAB
TELP/FAKS/
E-MAIL
A. Puslitbang Pelayanan dan Tekonologi Kesehatan:
1 Laboratorium Litbang
Pelayanan Kesehatan
Reproduksi
Jl. Indrapura
No. 17 Surabaya
Pelayanan Kesehatan Infertilitas-
Andrologi
Dr. Bambang
Wasito, MSi,
SpAnd
HP: 0812-3529630
(R): 031-5042063
2 Laboratorium Litbang
Pelayanan Akupuntur
Jl. Indrapura
No. 17 Surabaya
- Pelayanan Pengobatan Akupuntur
- Pendidikan Akupuntur tingkat Dasar
untuk Dokter dan Non Dokter
DR. Dr. Koesnadi
S, SpR
031-3540089/
3558017
3 Laboratorium Litbang
Pelayanan dan
Penyembuhan Tanaga
Dalam
Jl. Indrapura
No. 17 Surabaya
- Pelayanan Penyembuhan Tenaga
Dalam
- Pelatihan Satria Nusantara
Dr. Sulistyowati,
MA
031-3540903
4 Laboratorium Litbang
Pelayanan Pengobatan
dan Obat Tradisional
Jl. Indrapura
No. 17 Surabaya
Tanaman Obat Tradisional Dr. Lestari
Handajani, MMed
031-3557813
5 Museum Kesehatan Dr.
Adhyatma, MPH
Jl. Indrapura
No. 17 Surabaya
- Koleksi bahan obat
- Koleksi pembuatan obat
- Koleksi metode penyembuhan
(upacara-upacara tradisional tentang
berbagai penyakit, a.l. melalui
spiritual, kepercayaan, metafisika,
homeopati, alopati, radiesthesi,
korona-husada, tenaga prana,
akupuntur, akupresur, dsb)
Cholis Bachroen,
MPH
031-3529748
Fax: 031-3528749
6 EtalaseTanaman Obat Jln Indrapura
No. 17 Surabaya
- Tanaman Obat Dr. Lestari
Handayani
031-3557813
7 Perpustakaan Jln Indrapura
No. 17 Surabaya
- Hasil-hasil penelitian
- Literatur
- Dll

Cholis Bachroen,
MPH
031-3529748
Fax: 031-3528749


62
NO
NAMA
PUSLITBANG/LAB.
ALAMAT
OBYEK YANG DITAMPILKAN
UNTUK PROMOSI
PENANGGUNG
JAWAB
TELP/FAKS/
E-MAIL
B. Puslitbang Gizi dan Makanan:
1 Klinik Gizi Jln Dr Sumeru
63
Bogor
- Penanganan Gizi Buruk DR. Anis Irawati,
MKes
Telp. 0251-321763
psw 208
Faks. 0251-326348
e-mail:
p3gizi@indo.net.id
2 Laboratorium Biokimia
& Fisiologi Gizi
Jl. Dr. Sumeru
63
Bogor
DR. Maryani
Susilowati, MSc.
Telp. 0251-321763
psw 207
Faks. 0251-326348
e-mail:
p3gizi@indo.net.id
3 Laboratorium Teknologi
Pangan
Jl. Dr. Sumeru
63
Bogor
- Analisis kimia makanan
- Uji potensi gizi
- Mikrobiologi pangan
- Toksikologi pangan
- Formulasi pangan
DR. Uken SS
Sutrisno, MSc.

4 Perpustakaan Jl. Dr. Sumeru
63
Bogor
- Hasil-hasil penelitian
- Literatur
- Dll

Drs. Damanhuri Telp. 0251-321763
psw 216
Faks. 0251-326348
e-mail:
p3gizi@indo.net.id
C. BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT (BPTO) TAWANGMANGU
1 Balai Penelitian
Tanaman Obat (BPTO)
Tawangmangu
Jl. Lawu,
Tawangmangu
- Kebun Tanaman Obat Ir. Sugeng
Sugiarso
Telp. (0271) 697010
Faks. (0271) 697451
D. BALAI PENELITIAN GANGGUAN AKIBAT KURANG IODIUM (GAKI)
1 Balai Penelitian
Gangguan Akibat
Kurang Yodium
Jl. Borobudur,
Magelang Jawa
Tengah
- Penanganan Masalah GAKY Dr. Suryati
Kumorowulan
Telp. 0293-789434,
789435
Faks. 0293-789435

TIM PENYUSUN


Drg. Titte K Adimidjaja, MSc,PH
Indah Yuning Prapti, SKM, M.Kes
Drs. Riswadi
Drs. Ondri Dwi Sampurno, Apt, MSc
Junediyono, SKM
Elvira Eka Putri, SKM, M.Kes
Ghotama Airlangga, SKM