Anda di halaman 1dari 18

DENNY SANTI NINI KARTINI ABBAS RIANTO

FRANSISKO IMELDA FADLIANA SERLI

Obat

penurun

tekanan

darah

yang

memperlambat pergerakan kalsium ke dalam sel jantung dan dinding arteri (pembuluh darah

yang membawa darah dari jantung ke jaringan)


sehingga arteri tekanan menjadi dan aliran relax darah dan di menurunkan jantung.

CCB bukanlah agen lini pertama tetapi merupakan obat antihipertensi yang efektif, terutama pada ras kulit hitam. CCB mempunyai indikasi khusus untuk yang beresiko tinggi penyakit koroner dan diabetes, tetapi sebagai obat tambahan atau pengganti. Data menunjukkan kalau dihidropiridine tidak memberikan perlindungan terhadap kejadian jantung (cardiac events) dibandingkan dengan terapi konvensional (diuretik dan penyekat beta) atau ACEI pada pasien tanpa komplikasi.

Studi dengan CCB nondihidropiridin diltiazem

dan verapamil terbatas, tetapi studi menemukan


diltiazem ekivalen dengan diuretik dan penyekat beta dalam menurunkan kejadian kardiovaskular. CCB dihidropiridin sangat efektif pada lansia dengan hipertensi sistolik terisolasi ( isolated

systolic hypertension).

CCB digunakan

dihidropiridin sebagai

long-acting tambahan

dapat bila

terapi

diuretik tiazid tidak dapat mengontrol tekanan

darah, terutama pada pasien lansia dengan


tekanan darah sistolik meningkat. CCB bekerja dengan menghambat influx kalsium sepanjang membran sel.

Ada dua tipe

voltage gated calcium

channel : high voltage channel (tipe L) dan low voltage channel (tipe T). CCB yang ada hanya

menghambat

channel

tipe

L,

yang

menyebabkan vasodilatasi koroner dan perifer.

Beberapa tipe penyakat-kanal-kalsium adalah tipe L (tempat ditemukan: Otot,saraf), tipe T (tempat ditemukan : jantung, saraf), tipe N

(tempat ditemukan : saraf), tipe P (tempat


ditemukan saraf purkinje serebral).

Cara kerja kanal kalsium tipe L merupakan

tipe yang dominan pada otot jantung dan otot


polos dan diketahui terdiri dari beberapa reseptor obat. Telah dibuktikan bahwa ikatan nifedipine dan dyhidropyridine lainnya terdapat pada satu situs, sedangkan verapamil dan diltiazem diduga mengadakan ikatan pada reseptor yang berkaitan erat, tetapi tidak identik pada regio lainnya.

1.

2.

Dyhidropyridine, contoh : Amilodipine, Felodipine, Isradipine, Nicardipine, Nifedipine, Nimodipine, Nisoldipine, Nitrendipine. Non-dyhidropyridine Dyphenilalkilamine : Verapamil Benzotiazepin : Diltiazem Piperazine : Sinarizine lain-lain : Bepridil

Amilodipine Nama Generik: Amlodipine tablet 5mg, 10mg. Nama Dagang: Tensivask (Dexa Medica) tablet 5mg; 10mg, Norvask (Pfizer) tablet 5mg, 10mg. Indikasi: Hipertensi, Angina. Kontraindikasi: Hipersensitivitas terhadap dyhidropiridine. Efek samping: sakit kepala, udema, letih, somnolensi, mual, nyeri perut, kulit memerah, palpitasi, pening. Peringatan: ganguan fungsi ginjal dan hati, kehamilan dan menyusui, anak-anak dan orang tua. Dosis dan aturan pakai: 1x sehari 1 tablet 5mg atau 10mg; Angina dosis awal 1x sehari 2,5mg, dosis maksimum 1x sehari 10mg. Bentuk sediaan obat : Tablet.

Diltiazem Nama Generik: Diltiazem tablet 30mg, 60mg. Indikasi: Hipertensi, Angina pectoris. Kontraindikasi: gagal ginjal parah, wanita hamil,hipersensitivitas, hipotensi, bradikardia, Sick Siannus Syndrome, A-V Blok Efek samping: Peringatan: Dosis dan aturan pakai: Angina Pectoris 3x sehari 1 tablet 30mg, Herbesser 3x sehari 1 tablet dapat ditingkatkan menjadi 60mg (3x sehari 1 tablet)

Felodipine Nama Generik: Felodipine tablet 2,5mg, 5mg, 10mg. Nama Dagang: Nirmadil (Fahrenheit) tablet 5mg, Plendil (AstraZeneca) tablet 2,5mg, 5mg, 10mg. Indikasi: Hipertensi, Angina pectoris. Kontraindikasi: Wanita menyusui, kehamilan termasuk tahap dini. Efek samping: Peringatan: Dosis dan aturan pakai: 1x sehari 1 tablet, dosis awal mulai 2,5mg selanjutnya 5-10mg. Bentuk sediaan obat : Tablet.

Nifedipine Nama Generik: Nifedipine tablet 5mg, 10mg. Indikasi: terapi dan propilaksi gangguan koroner, terutama angina pectoris, hipertensi, insufisiensi koroner kronik Kontraindikasi: wanita hamil dan menyusui, syok kardiogenik, hipersensitivitas, Efek samping: ringan dan hanya sementara, rasa panas, rasa berat kepala, mual dan pusing, udem subcutan, hipotensi dan palpitasi. Peringatan: dapat meningkatkan aktivitas sediaan yang menurunkan tekanan darah dan penghambat beta reseptor. Dosis dan aturan pakai: diberi dosis tunggal atau 3x sehari 5mg10mg sebelum makan; Angina dosis awal 1x sehari 2,5mg, dosis maksimum 1x sehari 10mg. Bentuk sediaan obat : Tablet.

Verapamil Nama Generik: Verapamil tablet 80mg. Nama Dagang: Cardiover (Landson) tablet 80mg, Isoptin/ Isoptin SR (Tunggal IA, Knoll) tablet 80mg, 240mg/kaplet. Indikasi: Angina pectoris Kontraindikasi: hipotensi atau syok kardiogenik, gangguan konduksi(AV blok tingkat 2 dan 3, SA blok), sick sinus syndrome, penderita dengan atrialflutter atau fibrasi atrial dan accessory by pass tract, misalnya wolf Parkinson. Efek samping: ortostastik hipotensi, mual, konstipasi, sakit kepala, gelisah. Peringatan: Dosis dan aturan pakai: dewasa 3x sehari 1 tablet jam sebelum makan Bentuk sediaan obat : Tablet.

Nondihidropiridin

(verapamil

dan

diltiazem) meng-

menurunkan
konduksi

denyut

jantung

dan

memperlambat

nodal

atriventrikular.

Verapamil

hasilkan efek negatif inotropik dan kronotropik yang

bertanggung jawab terhadap kecenderungannya untuk


memperparah atau menyebabkan gagal jantung pada pasien resiko tinggi. Diltiazem juga mempunyai efek ini

tetapi tidak sebesar verapamil.

Verapamil dan diltiazem harus diberikan secara hati-hati dengan penyekat beta untuk mengobati hipertensi karena meningkatkan

resiko heart block dengan kombinasi ini. Bila


CCB perlu di kombinasi dengan penyekat beta, dihidropirine harus dipilih karena tidak akan meningkatkan resiko heart block .

Anda mungkin juga menyukai