Anda di halaman 1dari 17

BAB I PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN IDEOLOGI NASIONAL

Bagi masayarakat Indonesia, pancasila bukanlah sesuatu yang asing. Pancasila terdiri atas 5(lima) sila, tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV dan di peruntukan sebagai dasar negara republik Indonesia. Meskipun didalam pembukaan UUD 1945 tersebut tidak sec ara eksplisit disebutkan kata pancasila, namun sudah di kenal luas bahwa 5(lima) sila yang di maksud adalah pancasila untuk dimaksudkan sebagai dasar negara. Dengan demikian uraian bab ini meliputi hal-hal sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pancasila dalam pendekatan filsafat Makna pancasila sebagai dasar negara Implementasi pancasila sebagai dasar negara Makna pancasila sebagai ideologi nasional Implementasi pancasila sebagai ideologi nasional Pengamalan pancasila dalam kehidupan bernegara

A.

PANCASILA DALAM PENDEKATAN FILSAFAT

Pancasila dalam pendekatan ilmu filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mendalam mengenai pancasila. Filsafat pancasila dapat didefisinikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasi onal tentang pancasila dalam bangunan bangsa dan negara Indonesia. 1. Nilai-nilai yang terkandung pada pancasila Berdasarkan pemikiran filsafat, pancasila sebagai filsafat pada hakikatnya merupakan suatu nilai. Rumusan pancasila sebagai mana terdapat dalam pembukaan UUD 1945 a linea IV adalah sebagai berikut. Ketuhanan Yang Maha Esa Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwa kilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Yang merupakan perasan dari sila-sila tersebut adalah 1. Nilai ketuhanan

2. 3. 4. 5.

Nilai kemanisaan Nilai persatuan Nilai kerakyatan Nilai keadilan

2. Mewujudkan nilai-nilai pancasila sebagai norma bernegara Setiap norma pasti mengandung nilai. Nilai sekaligus menjadi sumber bagi norma. Yang tampak dalam kehidupan dan melingkup kehidupan kita ada;ah norma. Norma yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari ada 4(empat), yaitu sebagai berikut : a. Norma agama Norma ini di sebut juga dengan norma religi atau kepercayaan. Sumber norma ini adalah ajaran-ajaran kepercayaan atau agama yang oleh pengikut-pengikutnya dianggap sebagai perinta Tuhan. b. Norma moral (etik) Norma ini disebut dengan norma kesusilaan atau etika atau budi pekerti. Sumber norma ini adalah dari manusia sendiri yang bersifat otonom dan tidak di tunjukan pada sikap lahir, tetapi ditunjukan kepada sikap batin manusia. c. Norma kesopanan Norma ini disebut juga norma adat, sopan santun, tata krama, atau norma ftsoen. Sanksi ata pelanggaran norma kesopanan berasal dari masyarakat itu sendiri. d. Norma hukum Norma hukum berasal dari luar diri manusia. Dalam hal ini pengadilanlah sebagai lembaga yang mewakili masyarakat resmi untuk menjatuhkan hukuman.

B. MAKNA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Pancasila sebagai dasar (filsafat) negara mengandung makna bahwa nilai-nilai yan g terkandung dalam pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi penyelenggaraan berneg ara. Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai-nilai pancasila menjadi pedoman normat if bagi penyelenggaraan bernegara. Konsekuensi dari rumusan demikian berarti seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah negara Indonesia termaksuk peraturan per undang undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai pancasila.

C. IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Pancasila adalah dasar negara dari negara kesatuan Republik Indonesia. Menurut t eori jenjang norma (stufentheorie) yang di kemukakan oleh Hans Kelsen menyebutkan b ahwa norma-norma hukum itu berjenjang dan berlapis-lapis dalam suatu hierarki tata sus unan tertentu. Hans Nawiasky berpendapat bahwa kelompok norma hukum negara terdiri atas 4 (empat) kelompok besar, yaitu: 1. 2. 3. 4. Staatundamentalnorm atau norma fundamental negara Staatgrundgesetz atau aturandasar/pokok negara Formellgesetz atau undang-undang Verordnung dan autonome satzung atau aturan pelaksanaan dan aturan otonom

D. MAKNA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL 1. Pengertian ideologi Idiologi berasal dari kata idea yang berati gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita, da n logos berarti ilmu. Secara harfiah idiologi berarti ilmu tentang pengertin dasar, ide.dala m pengertian sehari-hari, idea di sakan artinya dengan cita-cita yang di maksud adalah ci ta-cita bersifat tetap yang harus di capai sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar , pandangan/paham. 2. Landasan dan makna pancasila sebagai ideologi bangsa Adapun makna pancasila sebagai ideologi nasional menurut ketetapan MPR RI No. II/M PR/1978 adalah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi pancasila menjadi cita -cita normatif penyelenggaraan bernegara. Pancasila sebagai ideologi nasional yang berf ungsi sebagai cita-cita adalah sejalan dengan fungsi utama dari sebuah ideologi sebagai mana dinyatakan di atas.

5. 1.

IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Perwujudan ideologi pancasila sebagai cita-cita bernegara

Dalam ketetapan MPR No. VII/MPR/2001 dinyatakan bahwa visi indonesia masa depan terdi ri dari 3 visi, yaitu : 1. 2. 3. Visi ideal Visi antara Visi lima tahunan

Untuk mengukur tingkatan keberhasialan perwujudan visi indonesia 2020 di pergunakan indi

kator-indikator utama sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Religius Manusiawi Bersatu Demokrat Adil Sejahtera Maju Mandiri Baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara

2.

Perwujudan pancasila sebagai kesepakatan atau nilai integatif bangsa

Pancasila sebagai nilai integratif, sebagai sarana pemersatu dan prosedur penyelesaian konfli k perlu juga di jabarkan dalam praktik kehidupan bernegara. Pancasila sebagai sarana pemers atuan dalam masyarakat dan prosedur penyelesaian konflik itulah yang terkandung dalam nila i intregratif pancasila.pancasila sudah diterima oleh masyarakat indonesia sebagai sarana pem ersatu, artinya sebagai suatu kesepakatan bersama bahwa nilai-nilai yang terkandung di dala mnya di setujui sebagai milik bersama.

6.

PENGALAMAN PANCASILA

Tibalah saatnya akhir uraian mengenai pancasila ini pada katapengalaman pancasila. Penga laman pancasila dalam kehidupan bernegara dapat di lakukan dengan cara: 1. Pengalaman secara objektif

Pengalaman secara objektif adalah dengan melaksanakan dan mentaati peraturan perundangundangan sebagai norma hukum negara yang berlandaskan pada pancasila. 2. Pengalaman secara subjektif

Pengalaman secara subjektif adalah dengan menjalankan nilai-nilai pancasila yang berwujud norma etik secara pribadi atau kelompok dalam bersikap dan bertingkah laku pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

BAB 2 IDENTITAS NASIONAL

Aristoteles, seorang ilmu filsuf yunani mengatakan manusia adalah zoon politicon, yang arti nya manusia adalah makhluk uang berkelompok. Negara dan bangsa memiliki pengertian yang berbeda. Apabila negara adalah organis asi dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjukan pada persekutuan hidup manusia itu sendiri. Baik bangsa maupu negara memiliki ciri khas yang membedakan bangsa atau negara tersebut dengan bangsa atau negara lain di dunia. Untuk mengkaji tentang identitas nasional, maka uraian pada bab ini mencakup: 1. 2. 3. 4. 5. 7. Hakikat bangsa Identitas nasonal Hakikat negara Bangsa dan negara Indonesia Identitas Nasional Indonesia HAKIKAT BANGSA

3.

Bangsa dalam arti sosiologis antropologis

Bangsa dalam pengertian sosiologis dan antropologis adalah persekutuan hidup masyarakat y ang berdiri sendiri yang masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesat uan ras, bangsa, agama, adat istiadat. Jadi, mereka menjadi satu bangsa karena di satukan ole h kesamaan ras, budaya, keyakinan, bahasa, dan sebagainya. Ikatan demikian disebut ikatan p rimodial. 4. Bangsa dalam arti politis

Bangsa dalam pengertian polotik adalah suatu mayarakat dalamsuatu daerah yang sama dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke d alam.

5.

Cultural unity dan political unity

Melalui pemahaman yang kurang lebih sama, bangsa pada dasarnya memiliki dua arti yaitu b angsa dalam pengertian kebudayaan (cultural unity) dan bangsa dalam pengertian politik ken egaraan (political unity) 6. Proses pembentukan bangsa-negara

Secara umum dikenal adanya dua proses pembentukan bangsa-negara, yaitu model ortodoks dan model mutakhir. Model ortodoks yaitu bermula dari adanya suatu bangsa terlebih dahulu, untuk kemudian bangsa itu membentuk suatu negara tersendiri. Model mutakhir yaitu beraw al dari adanya negara terlebih dahulu yang terbentuk melalui proses tersendiri, sedangkan pen duduk negara merupakan sekumpulan suku bangsa dan ras. 8. IDENTITAS NASIONAL

Kata identitas berasal dari bahasa inggris indentity yang memiliki pengertian harfiah: ciri, ata u tanda jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. 3. a. b. c. d. Faktor pembentuk identitas bersama Primordial Sakral Tokoh Bhinneka Tunggal Ika

e. f. g. 4.

Sejarah Perkembangan ekonomi Kelembagaan Identitas cultural unity atau identitas kesukubangsaan

Identitas cultural unity dapat disebut identitas kesukubangsaan. Identitas yang dimiliki oleh s ebuah culturak unity kurang lebih bersifat aksfiptif (sudah ada sejak lahir), bersifat alamiah (b awaan), primer dan etnik. 5. Identtas political unity atau identitas kebangsaan

Political unity merujuk pada bangsa dalam pengertian politik yaitu bangsa negara. 9. 6. HAKIKAT NEGARA Arti negara

Pertama, negara adalah organisasi di suatu wilayah yang ,mempunyai kekuasaan tertinggi yan g sah dan di taati rakyatnya. Kedua, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi dibawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai satu kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. 7. a. b. c. d. 8. e. 1. Unsur-unsur negara Rayat Wilayah Pemerintah yang berdaulat Pengakuan dari negara lain Teori terjadinya negara Proses terjadinya negara secara teoritis Teori hukum alam

Menrut plato dan aristoteles terjadinya negara adalah sesuatu yang alamiah. 2. Teori ketuhanan

Menurut freiderich Julius Stalh , Thomas Aquinas, dan Agustinus Terjadinya negara adalah k arena kehendak Tuhan, didasari kepercayaan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan dan ter jadi atas kehendak Tuhan. 3. Teori perjanjian

Menurut Thomas Hobbes, John,J.J.Rousseau, dan Montesquien negara terjadi sebagai hasil p erjanjian antara manusia/individu.manusia berada dalam dua keadaa: yaitu keadaan sebelum bernegara dan keadaan setelah bernegara. f. a. Proses terjadinya negara di zaman modern Penaklukan atau occupatie

b. c. d. e. f. g. 4. h. 1. 2. 3. i. 4. 5. 6. j. 7. 8. 9. 10. k. 11. 12. 10. 7.

peleburan atau fusi pemecahan pemisahan diri perjuangan atau revolusi penyerahan/pemberian pendudukan atas wilayah yang belum ada pemerintah sebelumnya. Fungsi dan tujuan negara John Locke Fungsi legislatif Fungsi eksekutif Fungsi federatif Montesquieun Fungsi legislatif Fungsi eksekutif Fungsi yudikatif Van Vallon Hoven Regeling Bestuur Rechtspraak Politie Goodnow Policy making Policy executting BANGSA DAN NEGARA INDONESIA Hakikat negara Indonesia

Negara kita adalah negara Republik Indonesia Prokalmasi 17 agustus 1945. Dengan moment proklamasi 17 agustus 1995 itulah, bangsa Indonesia berhasil mendirikan negara negara sekal igus menyatakan kepada dunia luar mengenai adanya negara baru, yaitu Indonesia. Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan moden. Negara keba ngsaan modern adalah negara yang pembentukannya di dasarkan pada semangat kebangsaanatau nasionalisme- yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersam a di bawah satu negara yang sama walaupun warga negara masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya. 8. Proses terjadinya negara Indonesia

a.

Terjadinya negara tidak sekedar di mulai dari proklamasi, tetapi adanya pengakuan

akan hak setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya. b. Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Perjuangan panjang bangsa

Indonesia menghasilkan proklamasi. c. Terjadinya negara Indonesia adalah kehendak bersama seluruh bangsa Indonesia,

sebagai suatu keinginan luhur bersama. d. Negara Indonesia perlu menyusun alat-alat perlengkapan negara yang meliputi tujuan

negara, betuk negara, sistem pemerintahan negara, UUD negara, dan dasar negara. 9. Cita-cita, tujuan, dan visi negara Indonesia

Hal ini sesuai dengan amanat dalam alinea II pembukaan UUD 1945, yaitu negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Tujuan negara indonesia selanjutnya terjabar dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 : a. b. c. d. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Memajukan kesejhteraan umum. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Ikut melaksanakanketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi,

dan keadilan sosial. Adapun visi bangsa Indonesia adalah tewujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokr atis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, be rakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengeta huan dan teknologim memiliki etos kerja yang tinggi serta disiplin(TAP MPR No. VII/MPR/ 2001). 11. Identitas nasional Indinesia

Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia, adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. i. Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia Bendera negara yaitu sang merah putih Lagu kebangsaan yaitu indonesia raya Lambang negara yaitu garuda pancasila Semboyan negara yaitu bhinneka tunggal ika Dasar filasafat negara yaitu pancasila Konstitusi (hukum dasar) negara yaitu UUD 1945 Bentuk negara kesatuan republik indonesia yang berkedaulatan rakyat Konsepsi wawasan nusantara

j.

Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional

BAB 3 HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA Warga negara memiliki hubungan dengan negaranya. Kedudukan sebagai warga negara menc iptakan hubungan berupa peranan, hak, dan kewajiban yang bersifat timbal balik. Pada akhirn ya pola hubungan yang baik antara warga negara dengan negara dapat mendukung kelangsun gan hidup bernegara. Lebih jauh mengenai hal tersebut, bahasan bab ini akan meliputi : 1. 2. 3. 12. 10. Pengertian warga negara dan kewarganegaraan Kedudukan warga negara dalam negara Hak dan kewajiban warga negara indonesia PENGERTIAN WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN Warga negara

Warga negara artinya warga atau anggota dari suatu negara. Warga diartika sebagai anggota a tu peserta. Jadi, warga negara secara sederhana di artikan sebagai anggota dari suatu negara. Istilah warga negara merupakan terjemahan kata citizen (bahasa inggris) yang mempunyai art i sebagai berikut : e. f. g. h. 11. Warga negara Petunjuk dari sebuah kota Sesama warga negara, sesama penduduk, orang setanah air Bawahan atau kawula Kewarganegaraaan

Istilah kewarganegaraan (citizenship) memiliki arti keanggotaan yang menunjukan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. Pengertian kewarganegaraan di bedakan menjadi 2 , yaitu : a. 1. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum

antara orang-orang dengan negara. 2. Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan

hukum, tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air. b. 3. Kewarganegaraan dalam arti formil dan materil Kewarganegaraan dalam arti formil menunjuk pada tempat

kewarganegaraan dalam sistimatika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik. 4. Kewarganegaraan dalam arti materil menunjuk pada akibat hukum dari

status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara. 13. KEDUDUKAN WARGA NEGARA DALAM NEGARA Warga negara memiliki hak dan kewajiban terhadap warganya. Sebalikny a, negara memiliki hak dan kewajiban terhadap warganya. Orang-orang yang tinggal diwilaya h negara, tapi bukan warga negara dari negara itu tidak memiliki hubungan timbal balik deng an negara tersebut. 9. Penentu warga negara

Dalam penentu kewarganegaraan di dasarkan pada sisi kelahiran dikenal dua asas yaitu : g. Asas ius soli

Asas yang menyatakan bahwa kewarga negaraan seseorang ditentukan dari tempat dimana or ang itu dilahirkan. h. Asas ius sanguinis

Asas yang menyatakan bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan berdasarkan keturunan dari orang tersebut. Penentuan kewaganegaraan dapat didasarkan pada aspek perka winan yang mencakup asas kesatuan hukum dan asas persamaan drajat. a. Asas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri

adalah suatu ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. b. Asas persamaan derajat berasumsi bahwa suatu perkawinan tidak

menyebabkan perubahan status kewarganegaraan suami/istri. 10. Warga negara Indonesia

Negara Indonesia telah menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Ketentuan terseb ut tercantum dalam pasal 26 UUD 1945 sebagai berikut : c. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli

dan orang-orang bangsa lain yang di sahkan dengan undang-undang sebagi warga negara. d. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang

bertempat tinggal di Indonesia e. undang. 11. ketentuan undang-undang mengenai warga negara Indonesia Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk di atur dengan undang-

undang-undang No.62 tahun 1958 tentang kewarganegaraan Republik Indonesia. Pokok mate

ri yang di atur dalam undang-undang ini adalah : a. b. c. d. e. 14. 1. Siapa yang menjadi warga negara Indonesia Syarat dan tata cara memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia Kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia Syarat dan tata cara memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia sebut Ketentuan pidana HAK DAN KEWAJIBAN NEGARA INDONESIA Wujud hubungan warga negara dengan negara

Di indonesia, hubungan antara warga negara dengan negara telah di atur dalam UUD1945. H ubungan antara warga negara dengan negara indonesia tersebut de gambarkandengan baik dal am pengaturan mengenai hak dan kewajiban. Baik itu hak dan kewajiban warga negara terhad ap negara maupun hak dan kewajiban negara terhadap warganya. 2. Hak dan kewajiban warga negara indonesia

Hak dan kewajiban warga negara tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 19 45. Selain ditentukan pula hak dan kewajiban negara terhadap yang dimiliki negara terhadap warga negara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan k ewajiban dan hak warga negara terhadap negara. Beberapa ketentuan tentuan tersebut, antara lain sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintah Hak negara untuk dibela Hak negara untuk menguasai bumi, air, dan kekayaan untuk kepentingan rakyat Kewajiban negara untuk menjamin sistem hukum yang adil Kewajiban negara untuk menjaminhak asasi warga negara Kewajiban negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat Kewajiban negara memberikan jaminan sosial Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah

Selainadanya hak dan kewajiban warga negara di dalam UUD 1945, tercantum pula adanya h ak asasi manusia. Hak asasi manusia di bedakan dengan hak warga negara. hak warga negara merupakan hak yang di tentukan dalam suatu konstitusi negara. munculnya hak ini adalah kar ena adanya ketentuan undang-undang dan berlaku bagi orang yang berstatus sebagai warga n egara.

BAB 4 NEGARA DAN KONSTITUSI Konstitusi merupakan hukum dasarnya suatu negara. dasar-dasar penyelenggaran bernegara d idasarkan pada konstitusi sebagai hukum dasar. Bahasan mengenai negara dan konstitusi pada bab ini akan dimulai dengan gagasan tentang k unstitusionalisme. Secara terinci pembahasan bagian ini terdii atas subbahasan : 1. 2. 3. 4. 15. 12. Konstitusionalisme Konstitusi negara UUD 1945 sebagai konstitusi negara Republik Indinesia Sistem ketatanegaraan Indonesia KONSTITUSIONALISME Gagasan tentang konstitusionalisme

Gagasan bahawa kekeuasaan negara harus dibatasi serta hak-hak dasar rakyat di jamin dalam suatu konstitusi negara dinamakan konstitusionalisme. Carl j. Friedrich berpendapat konstitu sionalisme adalah gagasan bahwa pemerintah merupakan suatu kumpulan aktivitas yang dile nggarakan atas nama rakyat, tetapi yang tunduk pada beberapa pembatasan yang di maksud untuk memberi jaminan bahwa kekuasaan yang di perlukan untuk pemerintahan tidak di sala h gunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah. Pembatasan yang dimaksud termakud dalam konstitusi. 13. Negara konstitusional

Negara konstitusional tidak cukup hanya memiliki konstitusi, tetapi negara tersebut juga haru s juga harus menganut gagasan tentang konstitusionalisme. Konstitusionalisme merupakan ga gasan bahwa konstitusi suatu negaara harus mampu memberi batasan kekuasaan pemerintaha n serta memberi perlindungan pada hak-hak dasar warga negara. Negara konstitusional bukan sekedar konsep formal, tetapi juga memiliki makna normatif. Ne gara yang menganut gagasan konstitunasionalisme inilah yang disebut negara konstitusional.

16. 14.

KONSTITUSI NEGARA Pengertian konstitusi

Konstitusi berasal dari istilah bahasan prancis constituer yang artinya membentuk. Arti kon stitusi dari kamus bahasa indonesia : (1) segala ketentuan dan aturan mengenai ketatanegaraa n; (2) undang-undang dasar suatu negara. undang-undang dasar ialah hukum dasar yang tertul is. Hukum dasar yang tidak tertulis di sebut konvensi. 15. Kedudukan konstitusi

Meskipun konstitusi yang ada di dunia ini berbeda-beda baik dalam hal tujuan, bentuk dan isi nya, tetapi umumnya mereka mempunyai kedudukn formal yang sama yaitu : i. j. 16. Konstitusi sebagai hukum dasar Konstitusi sebagai hukum tertinggi Isi, tujuan, dan fungsi konstitusi negara

Isi konstitusi adalah pembagian kekuasaan antara pemerintah negara bagian, prosedur penyel esaian masalah pelanggaran yurisdiksi lembaga negara. 3 tujuan konstitusi : 1. Memeberi pembatasan sekaligus pengawasan terhadap kekuasaan politik

2. 3.

Melepaskan kontrol kekuasaan dari penguasa itu sendiri Memberi batasan-batasan ketetapan bagi para penguasa dalam menjalankan

kekuasaannya fungsi- fungsi konstitusi negara : 1. 2. 3. 4. fungsi penentu atau pembatas kekuasaan negara fungsi pengatur hubungan kekuasaan antar organ negara fungsi pengatur hubungan kekuasaan antara organ negara dengan warga negara fungsi pemberi atau sumber legitimasi terhadap kekuasaan negara ataupunn kegiatan

penyelenggaraan kekuasaan negara 5. 6. 7. 8. 17. fungsi penyalur atau pengalih kewenangan dari sumber kekuasaan yang asli fungsi simbolik yaitu sebagai sarana pemersatu fungsi sebagai sarana pengadilan masyarakat fungsi sebagai sarana perekayasaan dan pembaruan masyarakat UUD 1945 SEBAGAI KONSTITUSI NEGARA INDONESIA

Konstitusi negara Indonesia adalah undang-undang dasar 1945 yang untuk pertama kali di sa hkan oleh panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 agustus 1945. 1. Konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia

Penetapan UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia oleh PPKI dilakukan dalam dua ta hap, yaitu sebagaiberikut : k. alinea l. Pengesahan batang tubung undang-undang Dasar Negara Indonesia yang terdiri atas Pengesahan pembukaan undang-undang Dasar Negara Indonesia yang terdiri dari 4

16 bab, 37 pasal, 4 pasal aturan peralihan, dan 2 ayat aturan tambahan Periode berlakunya UUD RIS 1949 dari tanggal 27 desember 1949 sampai 17 agustus 1950, oleh Moh.Yamin disebut konstitusi II Konstitusi RIS atau UUD RIS 1949 terdiri atas: m. n. Mukadimah yang terdiri atas 4 alinea Bagaimana batang tubuh yang terdiri atas 6 bab,197 pasal dan lampiran.

Konstitusi inilah yang akan menyusun undang-undang dasar yang bersifat tetap. UUD 1950 terdiri atas: a. b. 2. Mukadimah yang terdiri dari 4 alinea Batang tubuh yang terdiri atas 6 bab dan 146 pasal Proses amandemen UUD1945

a.

Amandemen pertama terjadi pada sidang umum MPR tahun 1999, disahkan 19

oktober 1999 b. c. d. Amandemen kedua terjadi pada sidang tahunan MPR, disahkan 18 agustus 2000 Amandemen ketiga terjadi pada sidang tahunan MPR, disahkan 10 november 2001 Amandemen keempat terjadi pada sidang tahunan MPR, disahkan 10 agustus 2002

3.

Isi undang-undang dasar negara indonesia tahun 1945

UUD 1945 sekarang ini hanya terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pembuka dan bagian pasal pasal. Pembukaan UUD 1945 mengandung pokok-pokok pikiran. Pokok-pokok pikiran itu i alah : a. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

dengan berdasar atas persatuan. b. c. Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakayat Indonesia. Negara berkedaulatan rakyat, berdasar atas asas kerakyatan dan permusyawaratan

perwakilan. d. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusian yang adil

dan beradab. 18. SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

Sistem ketatanegaraan Indonesia menurut UUD 1945 adalah sebagai berikut : a. b. c. d. 1. Bentuk negara adalah kesatuan. Bentuk pemerintah adalah republik. Sistem pemerintah adalah presidensial. Sistem politik adalah demokrasi atau kedaulatan rakyat. Bentuk negara kesatuan

UUD 1945 menetapkan bahwa bentuk susunan negara Indonesia adalah kesatuan bukan serik at atau federal. Negara kesatuan adalah negara yang bersusun tunggal. Suatu bentuk negara y ang tidak terdiri atas negara-negara bagian atau negara yang didalamnya tidak terdapat daerah yang bersifatnegara. 2. Bentuk pemerintahan republik

UUD 1945 menetapkan bahwa bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik bukan monark i atau kerajaan. Secara teoritis, ada dua klasifikasi bentuk pemerintahan di era modern, yaitu r epublik bukan monarki. Bentuk pemerintahan dinsebut republik apabila cara pengangkatan k epala negara melalui pemilihan, sedangkan bentuk pemerintahan disebut kerajaan apabila car a pengangkatan kepala negara melalui pewaris secara turun-menurun.

3.

Sistem pemerintah presidensial

Ciri-ciri sistem pemerintahan presidensial adalah sebagai berikut : 1. Penyelenggaraan negara berada di tangan presiden. Presiden adalah kepala negara dan

sekaligus kepala pemerintah. Presiden tidak dipilih oleh oleh parlemen, tetapi di pilih langsung oleh rakyat atau oleh suatu dewan/majelis. 2. Kabinet(dewan mentri) di bentuk oleh presiden. Kabinet bertanggung jawab kepada

presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen/legislatif. 3. Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlimen. Hal ini karena presiden tidak di

pilih oleh parlemen. 4. 5. Presiden tidak dapat membubarkan parlemenseperti dalam sistem parlementer. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota

parlemen di pilih oleh rakyat. 6. 4. Presiden tidak berada di bawah pengawasan langsung parlemen. Sistem politik demokrasi

Sistem politik yang dianut negara indonesia adalah sistem politik demokrasi. Hal ini secara je las dinyatakan dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945 bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar. Hakikat demokrasi itu sendiri adalah kekuas aan dalam negaraberadadi tangan rakyat. Secara normatif sistem politik demokrasi yang di anut di Indonesia didasarkan atas nilai-nilai bangsa yaitu pancasila. Oleh karena itu, sistem politik demokasi di Indonesia adalah sistem p olitik demokrasi pancasila, yaitu sistem politik demokrasi yang didasarkan atas nilai-nilai das ar pancasila. Bahasan secara rinci mengenai sistem politik demokrasi tersaji dalam bab tentan g demokrasi dan pendidikan demokrasi.