Anda di halaman 1dari 11

TUGAS INDIVIDU

NAMA : ANNISA FITRI RAHMAN NIM : 1215041015 PRODI : PENDIDIKAN GEOGRAFI

PROSES PERKEMBANGAN TANAH DAN SIFAT FISIK TANAH


Proses perkembangan tanah adalah berkembangnya fase
pembentukan tanah setelah masa pelapukan batuan dan atau dekomposisi bahan organik.

Perkembangan tanah terjadi sebagai hasil perpaduan dari lima faktor, yaitu ; 1. Batuan Induk 2. Iklim 3. Organisme Tanah 4. Topografi 5. Waktu

perkembangan horison tanah :


Tahap pembentukan Horizon C, yaitu tahap pelapukan batuan menjadi tanah mineral, sebagai akibat dari efek komponen iklim terhadap batuan. Tahap pembentukan Horizon O dan atau Pertumbuhan Vegetasi, Pada tahap ini terjadi pertumbuhan vegetasi di atas horizon C kemudian mati atau melepas sisasisa bagian tanaman yang mati, tertimbun di permukaan atau kemudian terdekomposisi menjadi humus atau tetap berupa seresah

Tahap Pembentukan Horizon A, Horizon A terbentuk dari hasil percampuran antara tanah mineral dengan bahan organik yang dapat dilakukan oleh: Organisme tanah (dekomposisi dan mineralisasi serta metabolisme). Manusia (pengolahan tanah dan pemupukan). Proses alam lainya.

Tahap Pembentukan Horizon B. Horizon B adalah sub horizon tanah yang terbentuk dari adanya pencucian (elluviasi) tanah dari lapisan tanah O dan A. Dengan demikian Horizon B ialah horizon tanah dibawah permukaan (sub horizon) bertekstur gumpal atau prismatik atau tiang (kolumnar) berwarna lebih merah dari horizon lainnya. Berkonsistensi teguh hingga sangat teguh, berwarna lebih merah.

Horizon-horizon tanah mengandung komposisi unsur serta karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

SIFAT-SIFAT TANAH

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

8.
9.

SIFAT FISIK TANAH Tekstur Struktur Kepadatan Tanah Porositas Konsistensi Warna Air Tanah Temperatur Aerasi

TEKSTUR TANAH
1.

2.

3.

Perbandingan kandungan partikelpartikel tanah primer yaitu debu, liat dan pasir dalam satu masa tanah Tekstur tanah menunjukkan kasar atau halusnya suatu tanah Ukuran relatif partikel tanah dinyatakan dlm istilah tekstur, pada kehalusan atau kekasaran tanah. Lebih khasnya, tekstur= perndingan relatif antara fraksi pasir, debu dan tanah liat (lempung)

STRUKTUR TANAH
Struktur

tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan ruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk agregat dari hasil proses pedogenesis Macam macam struktur tanah: 1. Struktu tanah berbutir (granular): Agregat yang membulat, diameternya tidak lebih dari 2 cm. Umumnya terdapat pada horizon A yang dalam keadaan lepas disebut Crumbs atau Spherical. 2. Kubus (Bloky): Berbentuk jika sumber horizontal sama dengan sumbu vertikal. Jika sudutnya tajam disebut kubus (angular blocky) dan jika sudutnya membulat maka disebut kubus membulat (sub angular blocky). Ukuranya dapat mencapai 10 cm.

3.

Lempeng (platy): Bentuknya sumbu horizontal lebih panjang dari sumbu vertikalnya. Biasanya terjadi pada tanah liat yang baru terjadi secara deposisi (deposited)
4. Prisma: Bentuknya jika sumbu vertikal lebih panjang dari pada sumbu horizontal. Jadi agregat terarah pada sumbu vertikal. Seringkali mempunyai 6 sisi dan diameternya mencapai 16 cm. Banyak terdapat pada horizon B tanah berliat. Jika bentuk puncaknya datar disebut prismatik dan membulat disebut kolumner

KONSISTENSI TANAH
Sifat fisika tanah yang Menggambarkan ketahanan tanah pada saat memperoleh gaya atau tekanan dari luar yang menggambarkan bekerjanya gaya kohesi (tarik menarik antar partikel) dan adhesi (tarik menarik antara partikel dan air) dengan berbagai kelembaban tanah

DAFTAR PUSTAKA
Madjid, A. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bahan Ajar online. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya.
Anonim.

2013. http://budisma.web.id/prosespembentukan-tanah.html. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2013 Anonim. 2013. http://pinterdw.blogspot.com/2013/09/penger tian-faktorpembentuktanah.html. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2013