Anda di halaman 1dari 8

TUGAS VII PERILAKU KONSUMEN

Pengaruh Individu terhadap Perilaku Konsumen


(Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Perilaku Konsumen)

Oleh

Nama NPM Kelas Dosen

: Rochehat Pardede : 16211426 : 3EA27 : Tomi Adi Sumiarso,SE

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA 2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Berkat dan Kasih Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas dengan judul Pengaruh Individu terhadap Perilaku Konsumen. Adapun tujuan pembuatan tugas ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perilaku Kosumen kelas 3EA27 Universitas Gunadarma. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Tomy Adi Sumiarso, SE selaku dosen mata kuliah perilaku konsumen, serta teman-teman kelas 3EA27 yang telah memberikan dukungan sehingga tugas ini dapat diselesaikan. Penulis menyadari bahwa dalam tugas ini masih banyak terdapat kekurangan baik dalam bentuk penulisan, pengejaan, dan diksi yang kurang tepat, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi perbaikan di masa mendatang. Demikianlah tugas ini dapat diselesaikan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis memohon maaf apabila dalam tugas ini terdapat kesalahan. Terimakasih.

Jakarta, 18 Januari 2014

(Rochehat Pardede)

BAB I PENDAHULUAN
Dalam perilaku konsumen banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah individu itu sendiri. Setiap individu yang satu dengan individu yang lain dalam mengkonsumsi suatu barang dan jasa pasti berbeda. Tetapi ada kalanya seorang individu dalam mengkonsumsi suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh individu lain sehingga individu tersebut mengikuti individu yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, pengaruh individu sangat menentukan dalam perilaku konsumsi. Konsumen yang selektif akan aktif melibatkan diri mereka dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Hal ini dapat menghindari resiko yang dapat ditimbulkan oleh produk. Jika tingkat keterlibatan tinggi secara pribadi maka konsumen tersebut sebagai pemimpin opini. Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu juga berarti bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Pengaruh personal atau individu merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang berasal dari faktor pada diri si konsumen, yang diantaranya : 1. Usia dan tahap daur hidup Orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang kehidupan mereka. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai dengan usia. Pembelian dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga. Sehingga pemasar hendaknya

memperhatikan perubahan minat pembelian yang terjadi yang berhubungan dengan daur hidup manusia. 2. Pekerjaan Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Dengan demikian pemasar dapat mengidentifikasi kelompok yang berhubungan dengan jabatan yang mempunyai minat di atas rata-rata terhadap produk mereka. 3. Keadaan Ekonomi Keadaan ekonomi sangat mempengaruhi pilihan produk. Pemasar yang produknya peka terhadap pendapatan dapat dengan seksama memperhatikan kecenderungan dalam pendapatan pribadi, tabungan dan tingkat bunga. Jadi jika

indicator-indikator ekonomi tersebut menunjukkan adanya reses, pemasar dapat mencari jalan untuk menetapkan posisi produknya. 4. Gaya Hidup Orang yang berasal dari subkultur, kelas social dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yangberbeda. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat dan pendapatnya. Konsep gaya hidup apabila gigunakan oleh pemasar secara cermat, dapat membantu untuk memahami nilai-nilai konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen. 5. Kepribadian dan Konsep Diri Tiap orang mempunyai kepribadian yang khas dan ini akan mempengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang unik yang menimbulkan tanggapan relative konstan terhadap lingkungannya sendiri. Kepribadian sangat bermanfaat untuk menganalisis perilaku konsumen bagi beberapa pilihan produk atau merk, atau pemasar juga dapat menggunakan konsep diri atau citra diri seseorang. Untuk memahami perilaku konsumen, pemasar dapat melihat pada hubungan antara konsep diri dan harta milik konsumen. Konsep ini telah berbaur dalam tanggapan konsumen terhadap citra mereka.

BAB II LANDASAN TEORI


Menurut Shiffman dan Kanuk (2000) Perilaku Konsumen adalah Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Sedangkan menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individuindividu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Sementara menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior/perilaku konsumen dijelaskan sebagai: the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi. Ada dua wujud konsumen yaitu : 1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri. 2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut. Menurut pendapat saya, perilaku konsumen tidak lepas dari pengaruh individu, individu memegang peran penting dalam mempengaruhi perilaku konsumen terhadap suatu produk. Pengambilan keputusan membeli, menilai, dan mengabaikan produk dilakukan oleh individu. Sehingga yang menjadi sasaran utama pasar adalah individu-individu tersebut. Untuk menarik minat konsumen dalam skala besar, haruslah dimulai dari individu-individu, dan individuindividu inilah yang nantinya berkumpul dan bersikap tertarik yang tentunya akan menimbulkan pengaruh terhadap keputusan membeli atau tidaknya suatu produk tersebut.

BAB III HASIL PENELITIAN


Pengaruh individu terhadap perilaku konsumen dapat dilihat dalam banyak kasus dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya yaitu : 1. Handphone. Keputusan pembelian handphone pada dasarnya berdasarkan pada gaya hidup dan keadaan ekonomi individu itu sendiri. Selain itu merek yang sedang tren atau terkenal di pasaran juga salah satu faktor keputusan pembelian handphone. Contohnya handphone merek Samsung dengan sistem Android yang ditawarkan saat ini banyak sekali jenisjenisnya dan sedang menjadi handphone tren di kalangan masyarakat. Tetapi para konsumen menetapkan keputusan pembelian pasti didasari dengan faktor individu konsumen itu sendiri. Konsumen yang memiliki pendapatan yang lebih tinggi dan gaya hidup yang mewah pasti membeli merek handphone yang lebih mahal dan memilik banyak keunggulan dalam fungsinya. Sedangkan yang memiliki pendapatan yang rendah, mereka akan membeli handphone yang sesuai dengan kebutuhan dan keuangannya saja.

2. Sabun Pembersih Muka Pembelian sabun pembersih muka tergantung kepada kepribadian individu itu sendiri, dan cenderung tidak berpengaruh dari orang lain. Hal ini karena produk pembersih muka langsung dilaksanakan manfaatnya oleh konsumen itu sendiri. jika konsumen merasa puas dan cocok di kulit maka konsumen akan terus memakai produk tersebut begitupun sebaliknya tanpa memperhatikan apakah itu produk terkenal atau tidak.

3. Mesin Cuci Keputusan pembelian mesin cuci didasarkan pada fungsi mesin cuci itu sendiri. Meskipun merek juga termasuk faktor keputusan pembelian. Contohnya seorang pekerja ingin membeli mesin cuci dengan merek pannasonic, ternyata setelah mengecek fungsi dari mesin cuci tersebut, ada mesin cuci yang lebih multifungsi yaitu Samsung. Maka si

pekerja tersebut akan membeli mesin cuci Samsung tersebut karena di anggap dapat meringankan pekerjaan rumahnya karena dia juga seorang pekerja.

4. Minuman Ringan Keputusan pembelian minuman ringan jika di ukur dari segi umur pasti ada perbedaan antara setiap pribadi, yaitu antara yang anak muda dan orang tua. Orang tua pasti akan memilih minuman yang menyehatkan misalkan pocari sweat. Sedangkan para anak muda banyak memilih untuk mengkonsumsi minuman bersoda seperti Coca Cola, Fanta dll.

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan Perilaku konsumen dibentuk oleh tahapan siklus hidup individu itu sendiri ataupun bersama keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis individu. Orang- orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya. Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu. Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang) Oleh karena itu, Perilaku konsumsi kita adalah fungsi dari siapa kita sebagai individu. Pikiran, perasaan, sikap, dan pola perilaku menentukan apa yang kita beli, ketika kita membelinya, dan bagaimana kita menggunakannya. Faktor internal memiliki dampak besar pada perilaku konsumen, dan tugas pemasar adalah untuk mencari tahu apa kebutuhan dan keinginan konsumen memiliki, dan apa yang memotivasi konsumen untuk membeli.

Anda mungkin juga menyukai