Anda di halaman 1dari 10

TEORI BEHAVIORIS DALAM BIMBINGAN DAN KAUNSELING

DISEDIAKAN OLEH : ABDUL QAHHAR BIN MOHD RADZI MUHAMMAD RIDUAN BIN

PANDANGAN TOKOH TEORI BEHAVIORIS


MANUSIA DILAHIRKAN NEUTRAL, POTENSI YANG SAMA. TINGKAH LAKU YANG DIPELAJARI BOLEH DIHAPUSKAN DAN BOLEH DIGANTIKAN DENGAN SESUATU YANG BARU BELAJAR DAN SIMPAN POLAPOLA TINGKAH LAKU DAN AKAN MELAKUKAN POLA TINGKAH LAKU TERSEBUT MAMPU MEMBERI RESPON TERHADAP APA YANG DIKETAHUI SAHAJA.

RANGSANGAN GERAK BALAS BERGANTUNG KEPADA PENGALAMAN

PERANAN KAUNSELING
BERORE ANTASIK AN TINDAKA N MENYEMP URNAKAN TUGASAN YANG DIBERI.

PERANAN KAUNSELI NG TERHADAP KLIEN

KLIEN BERHAK MENYELES AIKAN MASALAH MEREKA SENDIRI

MENGAMAL KAN TINGKAH LAKU YANG DIPILIH.

MEMANTAU TINGKAH LAKU YANG KURANG WAJAR.

PERANAN GURU BIMBINGAN

PERANAN GURU BIMBINGAN

MERANCANG UNTUK MENGUKUHKAN TINGKAH LAKU YANG WAJAR, SAMBIL MENGHAPUSKAN TINGKAH LAKU YANG KURANG WAJAR/TIDAK BOLEH DITERIMA

KEKUATAN TEORI BEHAVIORIS


Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya interaksi ini menghasilkan polapola prilaku yang kemudian membentuk keperibadian prilaku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya sehingga prilaku manusia yang dipelajari dapat diubah

Pendekatan ini menekankan proses kaunseling dipandang sebagai proses belajar yang akan menghasilkan perubahan perilaku klien secara nyata. Pendekatan ini menunjukkan keupayaan yang tinggi, kerana tujuan kaunseling dan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan tersebut disesuaikan dengan pilihan klien

Pendekatan ini akan membantu individu untuk membantu dirinya untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan.

KELEMAHAN TEORI BEHAVIORIS


Pendekatan ini tidak bermanfaat untuk klien berkaitan dengan kehilangan makna dalam hidup. Dengan kata lain, kaunseling ini hanya menangani klien bagi tingkah laku yang salah/tidak sesuai 1. Kauseling behavioral bersifat dingin, kurang menyentuh aspek peribadi, manipulatif dan mengabaikan hubungan antara peribadi. 2. Konseling behavioral lebih tertumpu kepada teknik.

3.Konstruk belajar yang di kembangkan dan di gunakan oleh konselor behavior tidak cukup komprehensif untuk menjelaskan belajar dan harus dipandang hanya sebagai suatu hipotesis yang harus di tes. 4. Perubahan klien hanya berupa gejala yang dapat berpindah kepada bentuk prilaku yang lain.

TEKNIK/STRATEGI UNTUK MEMBANTU KLIEN


OPERAN KLASIKAL
DESENSITASI BERSISTEMATIK

PEMBENTUKAN

MODELING

PELAZIMAN AVERSIF

EKONOMI TOKEN

MAIN PERANAN

Anda mungkin juga menyukai