Anda di halaman 1dari 11

NAMA NPM

: AYU BARYANDINA : 1102008277

Kelompok: B-7
SKENARIO 1 MATA MERAH TUGAS INDI IDU PB! Mem"#"m$ %"& me&'el"(k"& pe&)"k$* $&+ek($ ko,&e" -.lk.( ko,&e"/
A0 De+$&$($ Ulkus kornea merupakan hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea. Terbentuknya ulkus pada kornea mungkin banyak ditemukan oleh adanya kolagenase oleh sel epitel baru dan sel radang. Dikenal dua bentuk ulkus pada kornea yaitu sentral dan marginal / perifer. Ulkus kornea perifer dapat disebabkan oleh reaksi toksik, alergi, autoimun dan infeksi. Infeksi pada kornea perifer biasanya oleh kuman Stafilokok aureus, H. influenza dan B0 E*$olo1$ "enyebab ulkus kornea # $. Infeksi bakteri %akteri yang sering menyebabkan ulkus kornea adalah Streptokokus alfa hemolitik, Stafilokokus aureus, Moraxella likuefasiens, Pseudomonas aeroginosa, Nocardia asteroids, Alcaligenes sp, Streptokokus anaerobic, Streptokokus beta hemolitik, Enterobakter hafniae, Proteus sp, Stafilokokus epidermidis, infeksi !ampuran &rogenes dan Stafilokokus aureus. '. Infeksi jamur (. Infeksi )irus *. Defisiensi )itamin + ,. -agophtalmus akibat parese .. /II dan ..III 0. Trauma yang merusak epitel kornea 1. Ulkus ooren . la!unata.

20 Kl"($+$k"($ %erdasarkan lokasi , dikenal ada ' bentuk ulkus kornea , yaitu# $. a. Ulkus kornea bakterialis b. Ulkus kornea fungi !. Ulkus kornea )irus d. Ulkus kornea a!anthamoeba '. Ulkus kornea perifer a. Ulkus marginal b. Ulkus mooren 2ulkus serpinginosa kronik/ulkus roden3 !. Ulkus !in!in 2ring ul!er3 Ulk.( Ko,&e" Se&*,"l Ulk.( Ko,&e" B"k*e,$"l$( Ulk.( S*,ep*okok.( : 4has sebagai ul!us yang menjalar dari tepi ke arah tengah kornea 2serpinginous3. Ulkus be5arna kuning keabu6abuan berbentuk !akram dengan tepi ulkus yang menggaung. Ulkus !epat menjalar ke dalam dan menyebabkan perforasi kornea, karena eksotoksin yang dihasilkan oleh streptokok pneumonia. Ulk.( S*"+$lokok.( # "ada a5alnya berupa ulkus yang be5arna putik kekuningan disertai infiltrat berbatas tegas tepat diba5ah defek epitel. +pabila tidak diobati se!ara adekuat, akan terjadi abses kornea yang disertai edema stroma dan infiltrasi sel leukosit. 7alaupun terdapat hipopion ulkus seringkali indolen yaitu reaksi radangnya minimal. Ulk.( P(e.%omo&"( # -esi pada ulkus ini dimulai dari daerah sentral kornea. ulkus sentral ini dapat menyebar ke samping dan ke dalam kornea. "enyerbukan ke dalam dapat mengakibatkan perforasi kornea dalam 5aktu *8 jam. gambaran berupa ulkus yang ber5arna abu6abu dengan kotoran yang dikeluarkan ber5arna kehijauan. 4adang6kadang bentuk ulkus ini seperti !in!in. Dalam bilik mata depan dapat terlihat hipopion yang banyak. Ulk.( P&e.mokok.( # Terlihat sebagai bentuk ulkus kornea sentral yang dalam. Tepi ulkus akan terlihat menyebar ke arah satu jurusan sehingga memberikan gambaran karakteristik yang disebut Ulkus Serpen. Ulkus terlihat dengan infiltrasi sel yang penuh dan ber5arna kekuning6kuningan. "enyebaran ulkus sangat !epat dan sering Ulkus kornea sentral

terlihat ulkus yang menggaung dan di daerah ini terdapat banyak kuman. Ulkus ini selalu di temukan hipopion yang tidak selamanya sebanding dengan beratnya ulkus yang terlihat.diagnosa lebih pasti bila ditemukan dakriosistitis. 30.Ulk.( Ko,&e" 4.&1$ ata dapat tidak memberikan gejala selama beberapa hari sampai beberapa minggu sesudah trauma yang dapat menimbulkan infeksi jamur ini. "ada permukaan lesi terlihat ber!ak putih dengan 5arna keabu6abuan yang agak kering. Tepi lesi berbatas tegas irregular dan terlihat penyebaran seperti bulu pada bagian epitel yang baik. Terlihat suatu daerah tempat asal penyebaran di bagian sentral sehingga terdapat satelit6satelit disekitarnya..Tukak kadang6kadang dalam, seperti tukak yang disebabkan bakteri. "ada infeksi kandida bentuk tukak lonjong dengan permukaan naik. Dapat terjadi neo)askularisasi akibat rangsangan radang. Terdapat injeksi siliar disertai hipopion. 50 Ulk.( Ko,&e" $,.( Ulk.( Ko,&e" He,pe( 6o(*e, # %iasanya dia5ali rasa sakit pada kulit dengan perasaan lesu. 9ejala ini timbul satu $6( hari sebelum timbulnya gejala kulit. "ada mata ditemukan )esikel kulit dan edem palpebra, konjungti)a hiperemis, kornea keruh akibat terdapatnya infiltrat subepitel dan stroma. Infiltrat dapat berbentuk dendrit yang bentuknya berbeda dengan dendrit herpes simple:. Dendrit herpes zoster ber5arna abu6abu kotor dengan fluoresin yang lemah. 4ornea hipestesi tetapi dengan rasa sakit keadaan yang berat pada kornea biasanya disertai dengan infeksi sekunder. Ulk.( Ko,&e" He,pe( ($mple7 : Infeksi primer yang diberikan oleh )irus herpes simple: dapat terjadi tanpa gejala klinik. %iasanya gejala dini dimulai dengan tanda injeksi siliar yang kuat disertai terdapatnya suatu dataran sel di permukaan epitel kornea disusul dengan bentuk dendrit atau bintang infiltrasi. terdapat hipertesi pada kornea se!ara lokal kemudian menyeluruh. Terdapat pembesaran kelenjar preaurikel. %entuk dendrit herpes simple: ke!il, ul!eratif, jelas di5arnai dengan fluoresin dengan benjolan diujungnya %0 Ulk.( Ko,&e" A5"&*#"moe3"

+5al dirasakan sakit yang tidak sebanding dengan temuan kliniknya, kemerahan dan fotofobia. Tanda klinik khas adalah ulkus kornea indolen, !in!in stroma, dan infiltrat perineural.

Ulk.( Ko,&e" Pe,$+e, Ulk.( M",1$&"l %entuk ulkus marginal dapat simpel atau !in!in. %entuk simpel berbentuk ulkus superfisial yang ber5arna abu6abu dan terdapat pada infeksi stafilo!o!!us, toksit atau alergi dan gangguan sistemik pada influenza disentri basilar gonokok arteritis nodosa, dan lain6lain. ;ang berbentuk !in!in atau multiple dan biasanya lateral. Ditemukan pada penderita leukemia akut, sistemik lupus eritromatosis dan lain6lain. Ulk.( Moo,e& erupakan ulkus yang berjalan progresif dari perifer kornea kearah sentral. ulkus mooren terutama terdapat pada usia lanjut. "enyebabnya sampai sekarang belum diketahui. %anyak teori yang diajukan dan salah satu adalah teori hipersensiti)itas tuber!ulosis, )irus, alergi dan autoimun. %iasanya menyerang satu mata. "erasaan sakit sekali. Sering menyerang seluruh permukaan kornea dan kadang meninggalkan satu pulau yang sehat pada bagian yang sentral. R$&1 Ul5e, Terlihat injeksi perikorneal sekitar limbus. Di kornea terdapat ulkus yang berbentuk melingkar dipinggir kornea, di dalam limbus, bisa dangkal atau dalam, kadang6 kadang timbul perforasi.Ulkus marginal yang banyak kadang6kadang dapat menjadi satu menyerupai ring ul!er. Tetapi pada ring ul!er yang sebetulnya tak ada hubungan dengan konjungti)itis kataral. "erjalanan penyakitnya menahun. D0 Pe,'"l"&"& Pe&)"k$* Ulk.( Ko,&e" $. "rogresif "ada proses kornea yang progresif dapat terihat, infiltrasi sel lekosit dan limfosit yang memakan bakteri atau jaringan nekrotik yang terbentuk. '. <egresif (. embentuk jaringan parut

"ada pembentukan jaringan parut akan terdapat epitel, jaringan kolagen baru dan fibroblast. %erat ringannya penyakit juga ditentukan oleh keadaan fisik pasien, besar dan )irulensi inokulum. E0 Ge'"l" Kl$&$( $. ata merah '. Sakit mata ringan hingga berat (. =otofobia *. "englihatan menurun ,. 4ekeruhan ber5arna putih pada kornea 9ejala yang dapat menyertai adalah terdapatnya penipisan kornea, lipatan Des!emet, reaksi jaringan kornea 2akibat gangguan )askularisasi iris3, berupa suar, hipopion, hifema dan sinekia posterior. 40 P"*o1e&e($(

G0 G"m3","& Ulk.( "ada ulkus kornea yang disebabkan oleh jamur dan bakteri akan terdapat defek epitel yang dikelilingi " .. %ila infeksi disebabkan )irus, akan terlihat reaksi hipersensitifitas disekitarnya. %iasanya kokus gram positif, Stafilokokus aureus dan Streptokokus pneumoni akan memberikan gambaran ulkus yang terbatas, berbentuk bulat atau lonjung, ber5arna putih abu6abu pada anak ulkus yang supuratif. Daerah kornea yang tidak terkena akan tetap ber5arna jernih dan tidak terlihat infiltrasi sel radang. %ila ulkus disebabkan "seudomonas maka ulkus akan terlihat melebar dengan !epat, bahan purulen ber5arna kuning hijau terlihat melekat pada permukaan ulkus.

%ila ulkus disebabkan jamur maka infiltrat akan ber5arna abu6abu dikelilingi infiltrat halus disekitarnya 2fenomena satelit3. %ila ulkus berbentuk dendrite akan terdapat hipestesi pada kornea. Ulkus yang berjalan !epat dapat membentuk des!emetokel atau terjadi perforasi kornea yang berakhir dengan membuat suatu bentuk lekoma adheren.

%ila proses pada ulkus berkurang maka akan terlihat berkurangnya rasa sakit, fotofobia, berkurang infiltrate pada ulkus dan defek epitel kornea menjadi bertambah ke!il.

H0 Pe&e1"k"& D$"1&o($( Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan klinis dengan menggunakan slit lamp dan pemeriksaan laboratorium. +namnesis pasien penting pada penyakit kornea, sering dapat diungkapkan adanya ri5ayat trauma, benda asing, abrasi, adanya ri5ayat penyakit kornea yang bermanfaat, misalnya keratitis akibat infeksi )irus herpes simplek yang sering kambuh. Hendaknya pula ditanyakan ri5ayat pemakaian obat topikal oleh pasien seperti kortikosteroid yang merupakan predisposisi bagi penyakit bakteri, fungi, )irus terutama keratitis herpes simplek. >uga mungkin terjadi imunosupresi akibat penyakit sistemik seperti diabetes, +IDS, keganasan, selain oleh terapi imunosupresi khusus. "ada pemeriksaan fisik didapatkan gejala obyektif berupa adanya injeksi siliar, kornea edema, terdapat infiltrat, hilangnya jaringan kornea. "ada kasus berat dapat terjadi iritis yang disertai dengan hipopion. Disamping itu perlu juga dilakukan pemeriksaan diagnostik seperti # 4etajaman penglihatan Tes refraksi Tes air mata "emeriksaan slit-lamp 4eratometri 2pengukuran kornea3 <espon reflek pupil

"e5arnaan kornea dengan zat fluoresensi. 9oresan ulkus untuk analisa atau kultur 2pulasan gram, giemsa atau 4?H3 "ada jamur dilakukan pemeriksaan kerokan kornea dengan spatula kimura dari dasar dan tepi ulkus dengan biomikroskop dilakukan pe5arnaan 4?H, gram atau 9iemsa. -ebih baik lagi dengan biopsi jaringan kornea dan di5arnai dengan periodi! a!id S!hiff. Selanjutnya dilakukan kultur dengan agar sabouraud atau agar ekstrak maltosa. I0 Pe&1o3"*"& Ulk.( Ko,&e" "engobatan pada ulkus kornea betujuan menghalangi hidupnya bakteri dengan antibiotika dan mengurangi reaksi radang dengan steroid. $. "engobatan Umum Sikloplegik 4ebanyakan dipakai sulfas atropine karena bekerja lama $6' minggu. &fek kerja sulfas atropine # 6 6 6 Sedatif, menghilangkan rasa sakit. Dekongestif, menurunkan tanda6tanda radang. enyebabkan paralysis Dengan lumpuhnya . siliaris dan . konstriktor pupil. . konstriktor . siliaris mata tidak mempunyai daya akomodsi

sehingga mata dalan keadaan istirahat. Dengan lumpuhnya

pupil, terjadi midriasis sehinggga sinekia posterior yang telah ada dapat dilepas dan men!egah pembentukan sinekia posterior yang baru +ntibiotika yang sesuai topi!al dan subkonjungti)a +nti biotik yang sesuai dengan kuman penyebabnya atau yang berspektrum luas diberikan sebagai salap, tetes atau injeksi subkonjungti)a. "ada pengobatan ulkus sebaiknya tidak diberikan salap mata karena dapat memperlambat penyembuhan dan juga dapat menimbulkan erosi kornea kembali. Tidak boleh dibebat, karena akan menaikkan suhu sehingga akan berfungsi sebagai inkubator. Sekret yang terbentuk dibersihkan * kali sehari. Diperhatikan kemungkinan terjadinya glaukoma sekunder.

Debridement sangat membantu penyembuhan.

"engobatan dihentikan bila terjadi epitelisasi dan mata terlihat tenang ke!uali bila penyebabnya pseudomonas yang memerlukan pengobatan ditambah $6' minggu. '. "embedahan "ada ulkus kornea dilakukan pembedahan atau keratoplasti apabila # Dengan pengobatan tidak sembuh. Terjadinya jaringan parut yang menganggu penglihatan.

(. Indikasi <a5at Inap ulkus sentral luas ulkus @ , mm ulkus dengan an!aman perforasi 2des!emento!ele seperti mata ikan3 ulkus dengan hipopion

80 Kompl$k"($ 4ebutaan parsial atau komplit dalam 5aktu sangat singkat 4ornea perforasi dapat berlanjut menjadi endoptalmitis dan panopthalmitis "rolaps iris Sikatrik kornea 4atarak 9laukoma sekunder

K0 P,o1&o($( "rognosis ulkus kornea tergantung pada tingkat keparahan dan !epat lambatnya mendapat pertolongan, jenis mikroorganisme penyebabnya, dan ada tidaknya komplikasi yang timbul. Ulkus kornea yang luas memerlukan 5aktu penyembuhan yang lama, karena jaringan kornea bersifat a)askular. Semakin tinggi tingkat keparahan dan lambatnya mendapat pertolongan serta timbulnya komplikasi, maka prognosisnya menjadi lebih buruk. "enyembuhan yang lama mungkin juga dipengaruhi ketaatan penggunaan obat. Dalam hal ini, apabila tidak ada ketaatan

penggunaan obat terjadi pada penggunaan antibiotika maka dapat menimbulkan resistensi. Ulkus kornea harus membaik setiap harinya dan harus disembuhkan dengan pemberian terapi yang tepat. Ulkus kornea dapat sembuh dengan dua metodeA migrasi sekeliling sel epitel yang dilanjutkan dengan mitosis sel dan pembentukan pembuluh darah dari konjungti)a. Ulkus superfisial yang ke!il dapat sembuh dengan !epat melalui metode yang pertama, tetapi pada ulkus yang besar, perlu adanya suplai darah agar leukosit dan fibroblas dapat membentuk jaringan granulasi dan kemudian sikatrik.

Mem"#"m$ %"& me&'el"(k"& me&1e&"$ me&'"1" m"*" %"& pe&1l$#"*"& 3e,%"(",k"& "'","& A1"m" I(l"m0
"erintah menjaga pandangan B katakanlah kepada orang6 orang beriman 2 laki6laki3 hendaknya menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, karena yang demikian itu membersihkan ji5a mereka dan sesungguhnya +llah aha engetahui dengan apa yang mereka lakukan. Dan katakanlah kepada 5anita hendaknya mereka menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan merekaB 2Cs. +n6.ur 2'*3# (D6($3 =irman +llah tentang mata E%ukanakah kami telah memberikan kepadanya dua buah mataB 2Cs. +l6%alad 2FD3# 83 Sang imam gojali di dalam kitabnya ihya ulmuddin menyabutkan, bah5a mata adalah panglima hati hamper semua perasaan dan perilaku a5alnya pi!u oleh pandangan mata. %ila mata di biarkan memandang itu di ben!i dan di larang maka pemiliknya berada di tepi jurang bahaya meskipun dia tidak sungguh6 sungguh jatuh kedalam jurang

+n nur ayat (D B4atakanlah kepada laki6laki2 kaum mukmin3 #BHendaklah mereka menundukn sebagian dari pandangan mereka dan hendaklah merka menjaga kemaluan mereka E +n nur ayat ($ E hendaklah mereka menundukan sebagian dari pandangan merekaB