Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji dan Syukur kami panjatkan ke Allah SWT, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai KEPRIBADIAN MANUSIA. Makalah ini telah dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Medan, November 2013

|Kelompok 2|

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... 1 DAFTAR ISI .......................................................................................................... 2 BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 3 A. LATAR BELAKANG MASALAH ............................................................. 3 B. PERMASALAHAN ..................................................................................... 5 BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 6 A. PENGERTIAN KEPRIBADIAN ................................................................. 6 B. KONSEP-KONSEP YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPRIBADIAN ........................................................................................... 9 C. UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN ........................................................... 10 D. FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN............................................... 12 E. PEMBAGIAN KEPRIBADIAN ................................................................ 14 F. USAHA-USAHA MEMPELAJARI KEPRIBADIAN .............................. 17 BAB III PENUTUP ............................................................................................. 18 A. KESIMPULAN .......................................................................................... 18 B. SARAN ...................................................................................................... 18 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 19

|Kelompok 2|

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Manusia adalah makhluk hidup yang senantiasa bergaul dan bersosialisasi satu sama lain. Dalam melangsungkan sosialisasi dengan sesamanya, tidak jarang manusia mengalami perbedaan cara pandang dan cara berpikir. Terkadang perbedaan-perbedaan itulah yang membuat manusia sering bersitegang satu sama lain. Jika keduanya sama-sama keras kepala dan tidak mau disalahkan, titik temu perdamaian tidak akan pernah dijumpai sehingga masalah tidak akan selesai. Dalam hal ini, mereka butuh orang lain yang bijak dan mampu membantu mereka menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Penengah ini harus memberi pemahaman kepada pihak yang berseteru bahwa setiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda sehingga bisa

menimbulkan cara pandang dan cara berpikir yang berbeda pula, sehingga kedua pihak tersebut bisa lebih bertoleransi kepada perbedaan-perbedaan yang terjadi diantara mereka. Tak dapat dipungkiri bahwa kepribadian manusia berperan penting dalam kelangsungan hidup tiap individu. Kepribadian mempengaruhi banyak hal seperti yang sudah dipaparkan di atas, yaitu menghasilkan cara pandang dan cara pikir yang berbeda pada setiap manusia. Kepribadian membuat seseorang berbeda dengan yang lainnya. Ada yang menganggap bahwa kepribadian seseorang telah terbentuk semenjak ia lahir. Sedangkan pihak lain menganggap kepribadian terbentuk karena pengaruh lingkungan sekitarnya. Namun, ada pula yang menggabungkan kedua hal tersebut. Khusus dalam mempelajari kepribadian seseorang tidak hanya dapat dilihat dari tampak luarnya saja, karena sering kali apa yang terlihat dari luar tidak sama dengan kenyataan yang terjadi, yang dialami seseorang, dan semua yang tampak dari luar hanyalah sebagai topeng saja. Sekian banyak upaya yang telah diarahkan untuk memahami manusia. Tetapi tidak semua upaya tersebut membawa hasil, namun upaya
|Kelompok 2| 3

pemahaman tentang manusia tetap memiliki arti penting dan tetap harus dilaksanakan. Bisa dikatakan bahwa kualitas hidup manusia, tergantung kepada peningkatan pemahaman kita tentang manusia. Dan psikologi, baik secara terpisah maupun sama-sama dengan ilmu-ilmu lain, sangat berperan secara mendalam dalam penganganan masalah kemanusiaan ini. Kepribadian sering disamakan atau digunakan secara bergantian dengan istilah watak atau karakter dan tempramen, padahal masing-masing dari hal tersebut merupakan sesuatu yang berbeda. Watak adalah aspek sosial dari kepribadian manusia, sedangkan tempramen adalah aspek badaniah dari kepribadian. Masing-masing hanyalah salah satu aspek kepribadian, di samping aspek-aspek yang lain. Menurut ilmu Antropologi, kepribadian ditentukan oleh akal dan jiwa manusia itu sendiri. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itulah yang disebut sebagai kepribadian atau personality. Hal itu memberikan suatu identitas sebagai individu yang khusus kepada masing-masing manusia. Kepribadian memiliki 3 unsur penting, yaitu pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Tiga unsur inilah yang berperan dalam pembentukan kepribadian tiap-tiap manusia.

|Kelompok 2|

B. PERMASALAHAN
1. Apakah pengertian kepribadian? 2. Apa saja yang berhubungan dengan kepribadian? 3. Unsur-unsur apa saja yang terdapat di dalam kepribadian? 4. Faktor apa saja yang membentuk dan mempengaruhi kepribadian? 5. Bagaimanakah pembagian kepribadian? 6. Bagaimana usaha-usaha untuk mempelajari kepribadian?

|Kelompok 2|

BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KEPRIBADIAN
Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan personare, yang artinya menembus. Istilah topeng berkenaan dengan salah satu atribut yang dipakai oleh para pemain sandiwara pada zaman Yunani kuno. Dengan topeng yang dikenakan dan diperkuat dengan gerak-gerik dan apa yang diucapkan, karakter dari tokoh yang diperankan tersebut dapat menembus keluar, dalam arti dapat dipahami oleh para penonton. Dari sejarah pengertian kata personality tersebut, kata persona yang semua berarti topeng, kemudian diartikan sebagai pemaiannya sendiri, yang memainkan peranan seperti digambarkan dalam topeng tersebut. Dan sekarang ini istilah personality oleh para ahli dipakai untuk menunjukkan suatu atribut tentang individu, atau untuk menggambarkan apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku manusia.1 Menurut ilmu Antropologi, kepribadian ditentukan oleh akal dan jiwa manusia itu sendiri. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itulah yang disebut sebagai kepribadian atau personality.

Drs. Kuntjojo, M.Pd. Psikologi Kepribadian, 2009 : 4.

|Kelompok 2|

Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Pengertian kepribadian menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

1. G.W. Allport Kepribadian adalah suatu organisasi psikofisik yang dinamis dalam diri individu, yang menentukan tingkah laku yang khas (unik) dari orang tersebut.

2. R.B. Cattell Kepribadian adalah sesuatu yang memungkinkan kita untuk

meramalkan apa yang akan dilakukan oleh seseorang dalam situasi tertentu.

3. A. Adler Kepribadian adalah gaya hidup individu, atau cara yang khas dari individu tersebut dalam berespons terhadap masalah-masalah hidup.

4. J.P. Chaplin Kepribadian adalah integrasi dari sifat-sifat tertentu yang dapat diselidiki dan dijabarkan, untuk menyatakan kualitas yang unik dari individu.2

Waluyo, S. Pd.MM, 3-5.

|Kelompok 2|

Dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai berikut: Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri dari aspek psikis, seperti : inteligensi, sifat, sikap, minat, citacita, dst. serta aspek fisik, seperti : bentuk tubuh, kesehatan jasmani, dst. Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami perubahan secara terusmenerus, dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik. Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan, tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat tetap. Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu.3

Sedangkan pengertian kepribadian secara umum adalah sebagai berikut: Kepribadian adalah sesuatu yang menggambarkan ciri khas (keunikan) dari seseorang, yang membedakan orang tersebut dari orang lain.

Drs. Kuntjojo, M.Pd. Psikologi Kepribadian, 2009 : 5-6.

|Kelompok 2|

B. KONSEP-KONSEP KEPRIBADIAN
Abin Syamsuddin

YANG

BERHUBUNGAN

DENGAN

(2003)

mengemukakan

tentang

aspek-aspek

kepribadian, yang di dalamnya mencakup :

Karakter yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.

Temperamen yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi lingkungan. terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari

Sikap yaitu sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen.

Stabilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa

Responsibilitas (tanggung jawab) adalah kesiapan untuk menerima risiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima risiko secara wajar atau melarikan diri dari risiko yang dihadapi.

Sosiabilitas yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.

|Kelompok 2|

C. UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN
Unsur-unsur kepribadian4 ada 3, yaitu: 1. Pengetahuan Pengetahuan merupakan suatu unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa orang yang sadar. Dalam alam sekitar manusia terdapat berbagai hal yang diterimanya melalui panca inderanya, yang masuk ke berbagai sel di bagian-bagian tertentu dari otaknya. Dan di dalam otak tersebutlah semuanya diproses menjadi susunan yang dipancarkan oleh individu ke alam sekitar. Di dalam psikologi, hal tersebut dikenal sebagai persepsi yaitu; seluruh proses akal manusia yang sadar. Ada kalanya suatu persepsi yang diproyeksikan kembali menjadi suatu penggambaran berfokus tentang lingkungan yang mengandung bagianbagian. Penggambaran yang terfokus yang terjadi karena pemusatan secara lebih intensif di dalam pandangan psikologi biasanya disebut dengan pengamatan.

2.

Perasaan Selain pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung

berbagai macam perasaan. Sebaliknya, dapat juga digambarkan seorang individu yang melihat suatu hal yang buruk atau mendengar suara yang tidak menyenangkan. Persepsi-persepsi seperti itu dapat menimbulkan dalam kesadaranya perasaan negatif. Perasaan, di samping segala macam pengetahuan agaknya juga mengisi alam kesadaran manusia setiap saat dalam hidupnya. Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena

pengetahuannya dinilai sebagai keadaan yang positif atau negatif.

Prof. Dr. Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi, 2009 : 84-90.

|Kelompok 2|

10

3.

Dorongan naluri Kesadaran manusia mengandung berbagai perasaan lain yang tidak

ditimbulkan karena diperanguhi oleh pengetahuannya, tetapi karena memang sudah terkandung di dalam organismenya, khususnya dalam gennya, sebagai naluri. Dan kemauan yang sudah merupakan naluri disebut dorongan. Ada 7 macam dorongan naluri: 1. 2. 3. 4. Dorongan untuk mempertahankan hidup. Dorongan seks. Dorongan untuk berupaya mencari makan. Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia. 5. 6. 7. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya. Dorongan untuk berbakti. Dorongan akan keindahan.

|Kelompok 2|

11

D. FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN


Ada dua pendapat yang bertentangan tentang faktor-faktor pembentuk kepribadian5 dan ada satu pendapat yang menggabungkan kedua hal tersebut, yaitu: 1. Aliran yang percaya bahwa kepribadian seseorang secara murni ditentukan oleh faktor bawaan. Tokohnya adalah Lombroso, yang dikenal dengan istilahnya a born criminal. Seseorang menjadi penjahat, karena memang ia sudah dilahirkan sebagai penjahat. Pengaruh lingkungan sama sekali tidak diperhatikan oleh aliran ini. Faktor bawaan memang adakalanya memberikan pengaruh yang dominan. Kita bisa melihat bagaimana misalnya, faktor genetik (kromosom), kelenjar endokrin (hormon) mempengaruhi tingkah laku atau kepribadian seseorang. Sebagai contoh: seorang anak yang dilahirkan dengan gen tertentu yang dikenal sebagai down syndrome. Hal ini menyebabkan dimilkinya Intelligence Quotient (IQ) yang sangat rendah dan mempengaruhi kepribadiannya.

2. Aliran yang mengagungkan pengaruh faktor lingkungan. Tokohnya: a. John Locke, yang dikenal dengan teori tabula rasa. Bayi yang dilahirkan adalah ibarat selembar kertas putih. Lingkunganlah yang dapat menentukan apakah kertas putih itu akan dijadikan hitam, kuning, merah atau apapun juga. b. J.B Watson. Berikan aku 10 orang bayi, dan saya bisa membentuk mereka sesuai dengan keinginan saya. Saya bisa menjadikannya sebagai seorang pengemis, seorang jendral, pengusaha atau apapun saja.

Waluyo, S. Pd.MM, 12-18.

|Kelompok 2|

12

3. Teori kepribadian yang lebih mutakhir menggabungkan kedua aliran yang muncul terdahulu. Baik faktor bawaan maupun faktor lingkungan, sama-sama punya andil dalam membentuk kepribadian. Pengaruh faktor genetika tidak kita sangsikan, dan karena manusia berinteraksi dengan lingkungannya, serta dapat menarik manfaat dari hasil pengalamannya itu, maka peran lingkungan dalam pembentukan kepribadian menjadi jelas adanya.

|Kelompok 2|

13

E. PEMBAGIAN KEPRIBADIAN
Menurut Renee Baron dan Elizabeth Wagele6, kepribadian seseorang dibagi dalam 9 tipe yaitu: 1. Perfeksionis Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah. 2. Penolong Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan. 3. Pengejar Prestasi Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan. 4. Romantis Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra. 5. Pengamat Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban. 6. Pencemas Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, pemberontak. merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan

Eneagram, 18-19.

|Kelompok 2|

14

7. Petualang Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia. 8. Pejuang Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah. 9. Pendamai Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.

Dilain pihak Paul Gunadi membagi tipe kepribadian seseorang menjadi empat jenis yaitu: 1. Tipe Sanguin Tipe ini mempunyai banyak kekuatan, bersemangat, mempunyai gairah hidup, bisa membuat lingkungannya gembira, senang. Tapi kelemahannya adalah cenderung impulsif, bertindak sesuai emosinya atau keinginannya. Jadi orang dengan kepribadian sanguin mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungannya dan rangsangan-rangsangan dari luar dirinya. Dia kurang bisa menguasai diri atau penguasaan dirinya lemah. Dalam buku milik Tim LaHaye, orang-orang sanguin cenderung mudah jatuh ke dalam pencobaan, karena godaan dari luar bisa begitu memikatnya, dan dia bisa masuk terperosok ke dalamnya.

|Kelompok 2|

15

2. Tipe Flegmatik Tipe ini adalah orang yang cenderung tenang dan dari luar cenderung tidak beremosi. Dia tidak menampakkan emosi, misalnya, sedih atau senang. Jadi naik turun emosinya tidak nampak dengan jelas. Orang ini cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik dan introspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Jadi dia adalah seorang pengamat yang kuat, penonton yang tajam dan juga seorang pengkritik yang berbobot. Kelemahannya adalah cenderung mau ambil

mudahnya, tidak mau susah. Kelemahannya ini membuat dia jadi orang yang kurang mau berkorban bagi yang lain. Maka salah satu hal yang perlu ditingkatkan dalam dirinya adalah kemurahan hati. Karena dia cenderung menjadi orang yang egois.

3. Tipe Melankolik Orang yang melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna, mengerti estetika keindahan hidup ini dan perasaannya sangat kuat, sangat sensitif. Kelemahan orang melankolik adalah orang-orang yang mudah sekali dikuasai oleh perasaan. Perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan yang murung. Tidak mudah bagi orang melankolik itu untuk terangkat, untuk senang, atau tertawa terbahak-bahak.

4. Tipe Kolerik Seorang kolerik berorientasi pada pekerjaan, dan pada tugas. Dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Kelemahan orang kolerik adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain, belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga minim, karena perasaannya kurang bermain.

|Kelompok 2|

16

F. USAHA-USAHA MEMPELAJARI KEPRIBADIAN


Usaha-usaha untuk mengerti perilaku atau menyingkap kepribadian manusia sudah lama dilakukan, salah satunya adalah dengan cara-cara yang sederhana. Dari cara-cara yang sangat sederhana lahirlah pengetahuan-pengetahuan yang bersifat spekulatif, dalam arti kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ada beberapa pengetahuan yang menjelaskan kepribadian secara spekulatif. Pengetahuan seperti ini disebut juga ilmu semu (pseudo science). Yang termasuk ilmu-ilmu semu antara lain sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 2005: 7-8): 1. Chirologi, yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajari kepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan. 2. Astrologi, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan

kepribadian atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apa yang sedang terjadi di alam, termasuk waktu kelahiran seseorang. 3. Grafologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar tulisan tangan. 4. Phisiognomi, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan wajah. 5. Phrenologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian berdasarkan keadaan tengkorak. 6. Onychology, pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan kuku.

|Kelompok 2|

17

BAB III PENUTUP


B. KESIMPULAN
1. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Tetapi, dapat kita pahami bahwa kepribadian adalah sesuatu yang menggambarkan ciri khas (keunikan) dari seseorang, yang membedakan orang tersebut dari orang lain. 2. Kepribadian memiliki beberapa aspek, yaitu: karakter, temperamen, sikap, stabilitas emosi, responsibilitas, dan sosiabilitas, dimana keenam hal tersebut berkaitan erat dengan kepribadian. 3. Hal-hal yang berperan penting dalam membentuk sebuah kepribadian adalah pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. 4. Faktor bawaan dan faktor lingkungan adalah dua aliran bertentangan yang dianggap mampu membentuk suatu kepribadian. Namun, ada satu pendapat yang menggabungkan keduanya sehingga keduanya punya andil dalam membentuk sebuah kepribadian. 5. Macam-macam kepribadian juga dapat dibedakan secara spesifik, seperti pengamat, perfeksionis, dan lain-lain. Ada pula yang membaginya secara tidak spesifik, seperti tipe melankolik, flegmatik, dan lain sebagainya. 6. Usaha-usaha untuk menyingkap kepribadian banyak dilakukan dengan cara sederhana, seperti melihat garis tangan, keadaan/struktur wajah, dan lain-lain.

C. SARAN
Kepribadian adalah materi yang sangat luas jika dipelajari. Tentunya makalah ini tidak luput dari banyak kekurangan. Maka dari itu, marilah kita cari dan baca referensi tentang kepribadian di berbagai buku-buku psikologi atau dari internet agar wawasan kita tentang kepribadian bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

|Kelompok 2|

18

DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi Edisi Revisi 2009. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Eneagram: Mengenal 9 Kepribadian Manusia dengan Lebih Asyik. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2005.

Drs. Kuntjojo, M.Pd. Psikologi Kepribadian. Pendidikan Bimbingan dan Konseling Universitas Nusantara PGRI Kediri, 2009.

Waluyo, S.Pd, MM. Kepribadian, Slide Share. Universitas Pamulang. http://agungdermawan.blogspot.com/2008/07/makalah-kepribadian.html

|Kelompok 2|

19