Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1.

Pemeriksaan Esofagoskopi Esofagoskopi merupakan pemeriksaan yang dianjurkan untuk semua pasien akalasia oleh karena beberapa alasan yaitu untuk menentukan adanya esofagitis retensi dan derajat keparahannya, untuk melihat sebab dari obstruksi, dan untuk memastikan ada tidaknya tanda keganasan. Pada pemeriksaan ini, tampak pelebaran lumen esofagus dengan bagian distal yang menyempit, terdapat sisa-sisa makanan dan cairan di bagian proksimal dari daerah penyempitan, Mukosa esofagus berwarna pucat, edema dan kadang - kadang terdapat tandatanda esofagitis aldbat retensi makanan. Sfingter esofagus bawah akan terbuka dengan melakukan sedikit tekanan pada esofagoskop dan esofagoskop dapat masuk ke lambung dengan mudah. . Pemeriksaan Manometrik !unanya untuk menilai fungsi motorik esofagus dengan melakukan pemeriksaan tekanan di dalam lumen sfingter esofagus. Pemeriksaan ini untuk memperlihatkan kelainan motilitas secara- kuantitatif dan kualitatif. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan pipa untuk pemeriksaan manometri melalui mulut atau hidung. Pada akalasia yang dinilai adalah fungsi motorik badan esofagus dan sfingter esofagus bawah. Pada badan esofagus dinilai tekanan istirahat dan aktifitas peristaltiknya. Sfingter esofagus bagian bawah yang dinilai adalah tekanan istirahat dan mekanisme relaksasinya. !ambaran manometrik yang khas adalah tekanan istirahat badan esofagus meningkat, tidak terdapat gerakan peristaltik sepanjang esophagus sebagai reaksi proses menelan. "ekanan sfingter esofagus bagian bawah normal atau meninggi dan tidak terjadi relaksasi sfingter pada waktu menelan. #riteria manometrik$ a. #eadaan normal $ % "ekanan SE& 1'- ( mm)g dengan relaksasi normal % *mplitudo peristaltik esofagus distal +'-11' mm)g % "idak dijumpai kontraksi spontan, repetitif, atau simultan % !elombang tunggal % ,aktu gelombang peristaltik esofagus distal rata-rata -' detik

b. Pada akalasia $ % "ekanan SE& meningkat . ( mm)g atau .-' mm)g % /elaksasi SE& tidak sempurna % *peristaltik korpus esofagus % "ekanan intraesofagus meningkat 0.lambung1 -. Menelan barium atau esofagogastroduodenoskopi 0E!213 4 pemantauan p) esofagus atau manometer. Pemeriksaan radiologis barium biasa dikombinasikan dengan pemeriksaan diagnostic lambung dan duodenum 0rangkaian pemeriksaan radiologis gasyrointestinal bagian atsa menggunakan barium sulfat1 menggunakan barium sulfat dalam cairan atau suspens kri yang ditelan . Mekanisme menelan dapat terlihat secara langsung dengan pemeriksaan fluoroskopi atau perekaman gambaran radiografik. &ila dicurigai terdapat kelainan esophagus ahli radiologi dapat meletakkan penderita dalam berbagai posisi. 5. Pemeriksaan motilitas &erfungsi memriksa bagian motorik esophagus dengan menggunakan kateter peka tekanan atau balon mini mg diletakkan dalamlambung dan kemudian naikkan kembali. "ekanan kemudian ditransmisi ke transduser yang diletakkan di luar tubuh penderita, pengukuran perubahan tekanan esophagus dan lambung sangat menambah pengertian akti6itas esophagus pada keadaan sehat atau sakitsaat istirahat dan selama menelan.

2aftra Pustaka$ http$77ntparisa.wordpress.com7 '1'7'87 7achalasia-esofagus-refrat-radiologi7 http$77prematuredoctor.blogspot.com7 ''97117akalasia.html