Anda di halaman 1dari 14

STUDI VARIASI KECEPATAN PENGADUKAN DAN KONSENTRASI NATRIUM BISULFIT PADA ISOLASI SITRAL DARI MINYAK SEREH DAPUR

PROPOSAL SKRIPSI
KONSENTRASI HAYATI Diajukan untuk memenuhi tugas metodologi penelitian

Diusulkan oleh: David Johan Dewi Nugrahani Sisca Ameliawati 115061100111013 115061100111001 115061101111015

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA MALANG 2013

ABSTRAK
Di Indonesia, minyak sereh dapur masih jarang dikomersialkan. Padahal minyak sereh dapur mempunyai nilai jual dan daya guna yang cukup tinggi sehingga saat ini banyak diminati di pasaran dunia. Minyak sereh dapur mempunyai kandungan utama berupa sitral, yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum atau senyawa ionone. Metode isolasi sitral dari minyak sereh dapur dilakukan dengan cara distilasi (metode fisika) atau pengendapan dengan penambahan natrium bisulfit (metode kimia). Sitral yang diperoleh kemudian akan diuji kemurniannya dengan menggunakan kromatografi gas-spektrometri. Metode isolasi sitral dengan cara pengendapan biasanya menghasilkan rendemen sitral yang lebih rendah daripada metode distilasi. Hal inilah yang membuat penulis ingin membuat variasi pengadukan dan konsentrasi natrium bisulfit untuk mendapatkan rendemen sitral yang lebih tinggi. Keyword :sitral, minyakserehdapur, natriumbisulfit

DAFTAR ISI
ABSTRAK .......................................................................................................................... i DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii I. BAB I PENDAHULUAN .. .................................................................................... 1 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. II. Latar Belakang .................................................................................................. 1 Rumusan Masalah ............................................................................................. 2 Tujuan ............................................................................................................... 2 Manfaat ............................................................................................................. 2 Batasan Masalah ............................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 3 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. Pengembangan Minyak Atsiri di Dunia ............................................................ 3 Minyak Atsiri .................................................................................................... 3 Minyak Sereh Dapur ......................................................................................... 4 Sitral .................................................................................................................. 6

III.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................................... 8 3.1. Alat dan Bahan .................................................................................................. 8 Alat ........................................................................................................ 8 Bahan .................................................................................................... 8

3.1.1. 3.1.2. 3.2.

Metode .............................................................................................................. 8 Penyulingan Minyak Sereh Dapur ........................................................ 8 Pemisahan Sitral dari Minyak Daun Sereh Dapur ................................ 8 Uji Kemurnian Sitral ............................................................................. 9

3.2.1. 3.2.2. 3.2.3. IV.

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 10

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Negara kita termasuk negara penghasil minyak atsiri dan minyak ini juga merupakan komoditi yang menghasilkan devisa negara. Oleh karena itu pada tahun-tahun terakhir ini, minyak atsiri mendapat perhatian yang cukup besar di mata pemerintah Indonesia. Selama ini, minyak atsiri yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia diantaranya yaitu: minyak cengkeh, minyak kenanga, minyak nilam, minyak akar wangi, minyak pala, minyak kayu putih dan minyak sereh dapur. Industri minyak atsiri di Indonesia sebagian besar masih merupakan industri hulu yang baru, tetapi mampu menyediakan minyak atsiri kasar yang dapat langsung diekspor. Sampai saat ini, minyak atsiri yang masih jarang diusahakan secara komersial di Indonesia adalah minyak sereh dapur. Saat ini, minyak sereh dapur diminati oleh pasar dunia karena memiliki daya guna yang cukup tinggi (misalnya sebagai aromaterapi), hal inilah yang akhirnya membuat harga jual minyak sereh dapur dipasaran menjadi sangat tinggi. Saat ini saja harga minyak sereh dapur berkisar antara $12.5 USD/10ml. Harga jual yang tinggi dari minyak sereh dapur dikarenakan adanya kandungan sitral yang menjadi komponen utama penyusun minyak sereh dapur. Selain itu, minyak sereh dapur juga dapat dimanfaatkan sebagai pewangi sabun, detergen, pembersih lantai, aerosol. Minyak sereh dapur (lemongrass oil) memiliki aroma khas karena mengandung sebuah senyawa bergugus aldhehid, yakni sitral sebagai senyawa utama penyusun minyak tersebut. Selain sitral komponen dalam minyak sereh dapur adalah sitronelal, metil metan, n-desil aldhehida, linalool, dan genraniol, mirsen, nelol, farnesol, metil heptenol, dipenten, dan senyawa-senyawa lain dalam jumlah kecil. Sitral dalam minyak banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan flavor, parfum, kosmetik, maupun sebagai bahan baku pembuatan senyawa senyawa ionon. Terdapat banyak metode untuk memisahkan sitral dari minyak sereh dapur. Saat ini terdapat tiga metode pemisahan, yaitu metode simple atau fractional distillation, steam distillation, dan pengendapan dengan ditambahkan natrium bisulfit jenuh.

Menurut Astuti (2012), rendemen sitral minyak sereh dapur yang diperoleh melalui metode pengendapan dengan penambahan natrium bisulfit sebesar 23,47%. Menurut Williamson dan Katherine (2011), pemisahan sitral menggunakan metode simple atau
1

fractional distillation dianggap tidak praktis karena lemongrass oil memiliki titik didih 2290C, yang mana pada suhu tersebut sitral memiliki kecenderungan untuk terpolimerisasi, teroksidasi, dan terdekomposisi selama proses distilasi. Dalam bukunya, Williamson dan Katherine juga menyebutkan bahwa metode pemisahan sitral menggunakan steam distilasi merupakan metode yang lebih baik daripada menggunakan distilasi fraksional karena melalui metode ini akan didapatkan distilat berupa sitral yang memiliki komposisi 10% neral dan 90% geranial. Dan menurut Steltenkamp (1973), rendemen sitral minyak sereh dapur yang diperoleh melalui metode steam distilasi adalah sebesar 70-75%. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang memvariasikan kecepatan pengadukan dan konsentrasi natrium bisulfit untuk mendapatkan rendemen sitral yang lebih tinggi.

1.2 Rumusan Masalah Apakah terdapat perbedaan rendemen sitral yang diperoleh melalui variasi pengadukan dan konsentras bisulfit pada metode pengendapan dan berapakah rendemen sitral maksimum yang dapat diperoleh pada variasi kecepatan pengadukan dan konsentrasi natrium bisulfit pada metode pengendapan 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui perbedaan rendemen sitral yang diperoleh melalui variasi kecepatan pengadukan dan konsentrasi natrium bisulfit pada metode pengendapan 2. Untuk mengetahui rendemen sitral maksimum yang dapat diperoleh pada variasi kecepatan pengadukan dan konsentrasi natrium bisulfit pada metode pengendapan 1.4 Manfaat 1. Dapat mengetahui kecepatan pengadukan dan konsentrasi natrium bisulfit yang paling optimum untuk mendapatkan rensemen sitral yang maksimum 2. Dapat mengetahui cara mengukur kemurnian sitral yang didapat dari minyak sereh dapur 1.5 Batasan Masalah 1. Mencari rendemen sitral yang dimiliki oleh lemon grass oil melalui variasi kecepatan pengadukan dan konsentrasi natrium bisulfit pada metode pengendapan 2. Pengujian kemurnian sitral dengan metode chromatography gas-spectrometri
2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengembangan Minyak Atsiri di Dunia Minyak atsiri memiliki potensi bisnis yang sangat menjanjikan. Setiap tahun, jumlah permintaan minyak atsiri di dunia mengalami kenaikan sekitar 10%. Meningkatnya permintaan minyak atsiri ini dipengaruhi oleh berbagai factor, diantaranya informasi berbagai manfaat minyak atsiri yang semakin gencar dan kecenderungan masyarakat untuk kembali ke penggunaan bahan alami (back to nature). (Rusli ,2010) Potensi bisnis minyak atsiri masih sangat terbuka. Pasalnya harga bahan bakunya masih relatif murah. Sementara itu, harga minyak atsiri masih sangat tinggi. Peluang pasar minyak atsiri masih terbuka lebar bagi pengusaha yang ingin memulai bisnis minyak atsiri karena cukup banyak tanaman yang potensial untuk dikembangkan sebagai produk minyak atsiri selain produk minyak atsiri yang terdapat di pasaran. Persaingan bisnis di dalam negeri sebenarnya masih kecil. Namun, persaingan yang berat justru berasal dari Negara lain penghasil tanaman minyak atsiri. Beberapa tanaman penghasil minyak atsiri khas Indonesia sudah mulai dibudidayakan di luar negeri. Karena itu, peningkatan teknologi produksi diperlukan dalam upaya meredam persaingan luar negeri. (Rusli ,2010) 2.2 Minyak Atsiri Minyak atsiri juga dikenal dengan nama minyak terbang atau minyak eteris (essential oil atau volatile). Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak atsiri yang cukup penting di dunia. Minyak atsiri dapat dihasilkan dari berbagai bagian tanaman, seperti akar, batang, ranting, daun, bunga, atau buah. Jenis tanaman penghasil minyak atsiri 150-200 spesies. Sementara itu, minyak atsiri yang beredar di pasaran dunia ada sekitar 70 jenis. (Kardinan, 2005) Minyak atsiri merupakan salah satu jenis minyak nabati yang multimanfaat. Karakteristik fisiknya berupa cairan kental yang dapat disimpan pada suhu ruang. Salah satu ciri utama minyak atsiri yaitu mudah menguap dan beraroma khas. Karena itu, minyak ini banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan wewangian dan kosmetika. (Rusli, 2010) Kandungan minyak atsiri memiliki efek menenangkan (relaxing). Senyawa minyak atsiri yang masuk ke dalam tubuh dapat mempengaruhi system limbic atau pengatur
3

emosi. Karena itu, minyak atsiri biasanya digunakan sebagai campuran ramuan aromaterapi untuk menangani masalah psikis. Selain itu, aroma wangi yang dihasilkan oleh minyak atsiri banyak dimanfaatkan sebagai campuran parfum, sabun, lotion, atau bahkan pengharum ruangan dan penyaring udara. Minyak atsiri juga berguna sebagai penambah aroma dan rasa (khususnya untuk makanan olahan), serata dapat menambah cita rasa makanan. (Rusli, 2010) 2.3 Minyak Sereh Dapur Tumbuhan sereh dapur atau Cymbopogan citratus termasuk suku Poaceae, yang berupa rumpun, berumur tahunan, tegak, berakar dalam, kuat membiak dan merupakan rumpun besar, daun-daunnya panjang, sempit, hijau kebiru-biruan, nersembir kasar pada seluruh panjangnya dan berbau wangi jika dimemarkan (Heyne, 1987)

(a)

(b)

Gambar 1 : (a) daun dan batang sereh dapur, (b) perkebunan sereh dapur Tanaman sereh dapur membutuhkan iklim tropik yang panas, cahaya matahari dan curah hujan yang tidak terlampau melimpah. Di daerah yang curah hujannya berlimpah, tanaman ini dapat dipanen lebih sering dibandingkan dengan daerah yang lebih kering, namun minyak yang dihasilkan berkadar sitral rendah (Guenther,1990)

KLASIFIKASI Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies Plantae (Ttumbuhan) Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Liliopsida (Berkeping satu/monokotil) Poales Poaceae (Suku rumput-rumputan) Cymbopogan Cymbopogan citratus Tabel 1: klasifikasi tumbuhan sereh dapur Tanaman sereh dapur sering dikenal juga sebagai lemongrass. Nama lain ini karena tanaman sereh dapur memiliki aroma minyak yang mirip dengan aroma lemon, yang memiliki komponen sitral dengan kadar yang tinggi. Dua macam minyak sereh dapur yang terkenal dipasaran yaitu east Indian lemongrass dan west Indian lemongrass. Tanaman sereh dapur yang banyak tumbuh di Indonesia memiliki kemiripan dengan west Indian lemongrass (Akhila, 2010) Bahan yang digunakan pada pembuatan minyak sereh dapur adalah daun dan batang serai dapur dengan kondisi bahan (segar dan layu) dengan ketentuan segar (mulai panen sampai dua jam sesudah panen) dan layu (mulai dua jam sesudah panen sampai empat hari sesudah panen) (Minyak et al. 2013). Metode distilasi uap dan air dengan pemanasan microwave prosedurnya adalah mula-mula menimbang batang / daun sereh dapur sebanyak 200gram. Memasukkan daun / batang serai dapur yang telah ditimbang tersebut pada labu distilasi leher tiga dengan penambahan air sebagai pelarut. Kemudian memanaskan air pada labu leher dua untuk digunakan sebagai pembangkit steam, proses pemanas menggunakan heating mantle. Menyalakan pemanasan menggunakan microwave dan mengatur daya microwave sesuai dengan variabel suhu dan bersamaan dengan diatur putaran timernya. Menghitung waktu distilasi mulai tetes pertama keluar dari condenser. Mengambil minyak tiap 20 menit dengan mengatur putaran timermicrowave. Lalu menghentikan proses setelah 120 menit. Menampung distilat dalam corong pemisahan dan memisahkan minyak dari air, kemudian menampung minyak tersebut pada tabung reaksi dan disimpan di freezer untuk mendapatkan minyak yang bebas dari kandungan air tersebut lalu melakukan analisa terhadap minyak yang dihasilkan (Minyak et al. 2013).

Minyak sereh dapur memiliki sifat fisikakimia sebagai berikut:

Gambar 2: sifat fisika kimia minyak sereh dapur (SNI, 1995) Kandungan terbesar dalam minyak sereh dapur yaitu sitral yang sedikitnya berkitar 75%. Komponen lain yang terdapat dalam minyak sereh dapur adalah heptonon, dipenten, geraniol, linalool, citronelol, isositral dan decanal. Komponen diatas ada dalam minyak sereh dapu dalam kadar yang rendah ( Panda, 2003) 2.4 Sitral Sitral merupakan komponen utama penyusun minyak sereh dapur. Pada minyak sereh dapur ini, kandungan sitral dapat mencapai 60-80%. Sitral dapat diperoleh dari minyak sereh dapur dengan penambahan larutan sodium bisulfit. Kristal sitral bisulfit yang dihasilkan kemudian dihidrolisis dengan sodium karbonat sehingga dapat diperoleh sitral yang murni. (Bahl, 2007) Sitral mempunyai rumus molekul C10H16O. Adapun sifat fisik maupun kimia dari sitral dapat dilihat pada data di bawah ini : (Citral MSDS)

Gambar3: sifat kimia dan fisika sitral


6

Sitral terdiri atas isomer cis dan trans, atau yang lebih dikenal dengan sitral a dan sitral b. Biasanya, sitral yang diperoleh dari minyak sereh dapur mengandung 90% sitral a (geranial) dan 10% sitral b (neral). Struktur dari sitral a dan b dapat digambarkan sebagai berikut : (Bahl, 2007)

Gambar4: struktur kimia sitral

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu set alat distilasi uap, corong Buchner, oven, hot plate stirrer, kromatografi gas spektometri, dan imhoff cone, penguap putar, termometer. 3.1.2 Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sereh dapur, natrium bisulfit (NaHSO3), NaOH, etil asetat, akuades, dan air. 3.2 Metode 3.2.1. Penyulingan Minyak Sereh Dapur Bahan baku berupa daun sereh dapur didistilasi uap dengan mengontakkan daun dengan uap air. Daun sereh dapur akan menguap dan dikondensasi sehingga akan terbentuk minyak daun sereh dapur mentah. 3.2.2. Pemisahan Sitral dari Minyak Daun Sereh Dapur Metode pengendapan dengan natrium bisulfit Minyak sereh dapur mentah diambil sebanyak 10 ml lalu ditambahkan natrium bisulfit jenuh sebanyak 5, 10, 15, 20 dan 25 gr. Kemudian diaduk selama 30 menit dengan kecepatan 100, 150, dan 200 rpm. Kristal yang terbentuk kemudian disaring menggunakan corong Buchner dan kristal dicuci dengan etanol untuk menghilangkan pengotor. Tahap selanjutnya ialah penambahan larutan NaOH 2 M untuk membentuk kembali sitral dan melepaskan bisulfit. Selanjutnya ditambahkan etil asetat untuk memisahkan sitral dari fase air dan kemudian diuapkan dengan penguap putar. Sitral yang diperoleh lalu disimpan untuk diuji lebih lanjut. 3.2.3. Uji Kemurnian Sitral Kromatografi-spektometri Sitral yang didapat dari metode pengendapan dan distilasi uap masing masing diuji secara kromatografi cairan gas dan selanjutnya diperiksa dengan spektroskopi UV.
8

Diagram alir Daun Sereh Dapur

Penyulingan

Natrium Bisulfit

Pengendapan

NaOH

Pelarutan Kristal Sitral

Penambahan Etil Asetat

Penguapan

Analisa Sitral

Jadwal Kegiatan
Kegiatan Studi Literatur Persiapan alat dan bahan penelitian Persiapan laboratorium dan perlengkapannya Bulan Ke1 2 3 4 5 6

Pelaksanaan Pengamatan dampak agitasi Pengamatan dampak suhu Analisis hasil

Penyelesaian Perolehan data hasil penelitian Penarikan kesimpulan Pembuatan laporan

No 1 2 3 4 5 6 Sereh dapur

URAIAN

JUMLAH 5 1 1 1 10 2 TOTAL

SATUAN Kilogram Kilogram Kilogram liter liter bulan Rp Rp Rp Rp Rp Rp

HARGA SATUAN 50.000,00 11.000,00 261.000,00 986.000,00 45.000,00 150.000,00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp

HARGA TOTAL 250.000,00 11.000,00 261.000,00 986.000,00 450.000,00 300.000,00

Natrium bisulfat (NaHSO3) NaOH etil asetat Akuades Sewa Laboratorium

10

BAB IV DAFTAR PUSTAKA

Akhila, Anand. 2010. Essential Oil-Bearing Grasses: The genus Cymbopogon. USA: Taylor&Francis Group. Bahl, Arun. 2007. A Textbook of Organic Chemistry. New Delhi : S.Chand & Company Ltd. Citral MSDS. Material Safety Data Sheet of Citral. USA : Chemtex USA Inc. Guenther, Ernest. 1990. Minyak atsiri, jilid 1. ---Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid 3. Departemen Kehutanan. Jakarta Kardinan, Ir. Agus. 2005. Tanaman Penghasil Minyak Atsiri. Jakarta : PT AgroMedia Pustaka. Minyak, P. et al., 2013. Menggunakan Metode Distilasi Uap dan Air dengan Pemanasan Microwave. , 2(1), pp.9397. Panda., H. 2003. Essential Oils Handbook. Delhi: National Institute of Industrial Research Rusli, Dr. Meika Syahbana. 2010. Sukses Memproduksi Minyak Atsiri. Jakarta : PT AgroMedia Pustaka. Steltenkamp, Robert John. 1973. Falvor and Fragrant Compositions. New York : ColgatePalmolive Company (United States Patent).

11