Anda di halaman 1dari 53

Oleh: Kelompok IV CICI NARTIKA 2007 121 159 RELA SEPTIANI 2007 121 433 RIKA OCTALISA 2007

121 447 ULPA ARISANDI 2007 121 450 RIRIN BRILLIANTI 2007 121 467 KELAS : 6.L MATA KULIAH : MATEMATIKA LANJUTAN DOSEN PENGASUH : FADLI, S.Si FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2010 Oleh: Kelompok IV CICI NARTIKA 2007 121 159 RELA SEPTIANI 2007 121 433 RIKA OCTALISA 2007 121 447 ULPA ARISANDI 2007 121 450 RIRIN BRILLIANTI 2007 121 467 KELAS : 6.L MATA KULIAH : MATEMATIKA LANJUTAN DOSEN PENGASUH : FADLI, S.Si FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2010

Transformasi Laplace merupakan klas dari transformasi integral yang dimanfaatkan : Untuk merubah bentuk persamaan diferensial biasa menjadi bentuk persamaan aljabar. Untuk merubah persamaan diferensial parsial menjadi persamaan diferensial biasa. 1. Definisi Misal fungsi f(t) terdefinisi untuk t 0. Maka transformasi Laplace (satu sisi at au unilateral) dari f(t) didefinisikan sebagai: L(f(t)) = . e-st f(t) dt ................................................................... .........(1.1) 0 Integral (1.1) merupakan fungsi dalam parameter s, maka notasi lain yang biasa digunakan adalah F(s) = L (f(t)). Sedangkan fungsi asal f(t) dapat diperoleh dar i Transformasi invers f(t) = L-1 (F(s)). Agar transformasi Laplace F(s) ada maka integral tak wajar (1.1) haruslah konver gen dan ini dapat dicetak dengan mencari limit : 8 b e-st f(t) dt = e-st f(t) dt .................................................... .......(1.2) . lim . b 0 0 Bila kita coba untuk beberapa nilai bilangan bulat n, secara induktif didapatkan transformasi Laplace untuk f(t) = t n yaitu : n! F(s) = (s >0) .................................................................. .................(1.3)

n+1 s n-1 .. 11 - .. t Maka didapatkan transformasi invers, n = L .. (n -1)! . s . Contoh : Tentukan transformasi Laplace dari f(t) = eat . Jawab : Dengan menggunakan definisi (1.1) didapatkan, b 1 b 1 (-s+a)t dt= (-s+a)t = F(S)= e e 0 (s > a) ....(1.4) lim . lim s - a b8 - s + ab 0 Dari bentuk (1.4) didapatkan transformasi invers, -1. 1 . L

.. = eat . s - a .

Beberapa sifat : Sifat keberadaan transformasi, sifat ketunggalan dan sifat linear dari transfoma si Laplace namun sebelumnya, perhatikan beberapa definisi berikut. Fungsi f(t) disebut kontinu bagian demi bagian pada interval [a,b] bila : i. Interval [a,b] dapat dibagi menjadi sub-sub interval yang berhingga banyaknya ya ng menyebabkan f(t) kontinu pada sub-sub interval tersebut. ii. Limit dari f(t) pada setiap ujung sub interval bernilai hingga. Fungsi f(t) disebut terbatas eksponensial pada interval [a,b] bila terdapat bila ngan real M dan r sehingga berlaku f (t) M ert untuk setiap t[a,b]. Sifat Keberadaan Transformasi Laplace : Transformasi Laplace dari f(t) dengan t 0 ada bila f(t) kontinu bagian demi bagi an dan terbatas eksponensial untuk t 0. Sifat Ketunggalan Transformasi Laplace : Transformasi lalace dari suatu fungsi adalah tunggal yaitu bila F1(s) dan F2(s) merupakan transformasi Laplace dari f(t) maka F1(s) = F2(s) . Sifat Linear Transformasi Laplace : Dengan menggumakan definisi (1.1), didapat bahwa Transformasi Laplace mempunyai sifat linear, L (af (t) + bg (t))= . e -st (af (t) + bg (t))dt 0 8 -st -st = a. ef (t)dt + bg(t)dt ...........................................(1.5) . e 00 = aF (s) + bG (s) Invers dari transformasi Laplace juga mempunyai sifat linear, karena :

L-1 (c F(s) + d G(s)) = L-1 (L(cf(t) + dg(t) )) = cf(t) + dg(t) ...............................(1.6) =c L-1 (F(s)) + d L-1 (G(s)) Contoh : Tentukan transfomasi Laplace dari f(t) = (t + 2)2 Jawab : Dengan menggunakan sifat (1.5) dan rumus umum untuk transformasi Laplace dari fungsi polinom (1.3) didapatkan transformasi Laplace dari fungsi f(t) = (t + 2)2 =t2+ 4 t +4 , yaitu : 2 442 + 4s + 4 s 2 F(s)= 3 + 2 + ss s = s 3

2. Transformasi Laplace dari Turunan Fungsi Tingkat n Misal f(t) dan turunannya f (t) kontinu dan terbatas eksponensial, maka f(t) dan f (t) mempunyai transformasi Laplace. Dengan menggunakan integral parsial dan si fat terbatas eksponensial dari f(t) maka diperoleh : L(f (t)) = . -st f (t) dt = e-st f(t) + s -st f (t) dt .............................................(1.7) e . e 0 0 0 Dengan menggunakn notasi (1.7) didapatkan transformasi Laplace dari turunan orde 2 dan orde 3 dari fungsi f(t) yaitu: L(f Dan L(f (t)) = s2F(s) (t)) = s3F(s) sf (0) s2f (0) f sf (0) (0) f (0)

Secara induktif dapat diperoleh transformasi Laplace dari turunan orde n fungsi f (t), L(f (n) (t)) = sn F(s) ...............(1.8) sn -1 f(0) sn 2 f (0) -... f (n 1) (0) ..................

Metode penurunan fungsi (1.8) akan lebih mudah diterapkan untuk menentukan transformasi Laplace dari fungsi yang apabila diturunkan sampai tingkat-n akan k embali ke bentuk semula. Untuk jelasnya diberikan contoh berikut. Tentukan transformasi Laplace dari f (t) = sin at Jawab : Dilakukan penurunan sampai tingkat ke-2 didapatkan, f(t)=sinat f(0)=0 f (t)=acosat f (0)=a f (t)=-a2sinat f (0)=0 Pada penurunan tingkat-2 sudah dihasilkan bentuk asal, sehingga digunakan :

L(f

(t)) = s2F(s)

sf (0)

(0) f (0)

L(-a2sin at) = s2L(sin at) a L(sinat)= 2 2 + sa

sf (0)

Dari hasil yang didapatkan pada contoh (1.5) didapatkan transformasi invers, .. -1. 1 . sin at = . 22 . L + a . sa .

3. Transformasi Laplace dari Integral Fungsi Pada metode penurunan fungsi (1.8) diperlihatkan bahwa transformasi Laplace dari turunan fungsi didapatkan dengan mengalikan hasil transformasi fungsi denga n s. Karena integral merupakan anti turunan maka dapat diturunkan transformasi Laplac e dari integral fungsi yang merupakan pembagian dari hasil transformasi fungsi oleh s. Misal F(s) = L (f(t)) ada. Maka : L .. t . 0 f (x)dx .. = 1 s F (s) ............................................................................ .....(1.15) Dengan s > 0. Sedang dengan menggunakan transformasi invers didapatkan : t F (s) . . . -1. L . f (x)dx ........................................................................ ...........(1.16)

Contoh : 4 Tentukan invers dari : G(s) = 2 + 2s s Jawab : F(s) Menggunakan sifat (1.11), G(s) dapat dituliskan sebagai : G(s) = dengan s F(s) = 4 . Invers dari F(s) adalah f(t) = 4e2t . s - 2 Oleh karena itu, invers dari G(s) adalah t g(t) = . 4e2xdx = 2(e2t -1) 0 Berikut diberikan tabel pasangan transformasi Laplace untuk beberapa fungsi . . yang bisa diselesaikan menggunakan metode yang diberikan sebelumnya. Tabel 1.1 Transformasi Laplace = s 0 f(t) F(s) = L(f(t)) Domain dari F(s) Tn (n B+ ) s n n 1 ! + S > 0 eat as 1 S > a Sin bt bs

b 22 + S > 0 Cos bt bs s 22 + S > 0 Sinh bt bs b 22 S > b

Cosh bt bs s 22 S > b 4. Pergeseran Terhadap Sumbu S Misal fungsi f(t) mempunyai transformasi Laplace, F(s) = L (f(t)). Maka grafik hasil transformasi Laplace dari g(t) = eat f(t), dengan menggeser grafik hasil t ransformasi dari f(t) atau grafik F(s) sepanjang a satuan kea rah kanan (bila a>0) atau kea rah kiri (bila a<0).Maka didapatkan transformasi Laplace : at -st at L (ef (t)) = . e (ef (t))dt 0 . . -(s-a)t = ef (t)dt 0 =F(s a) 1.17

Sehingga transformasi invers L-1 (F(s-a)) = eat f(t) Contoh 1. Tentukan transformasi Laplace dari : g(t) = e2tsin 3t Penyelesaiaian : Misal f(t) = sin 3t. Maka g(t) = e2t f(t) 3 Transformasi laplace dari f(t) yaitu F(s) = .Oleh karena itu, s 2 + 9 3 G(s) = F(s 2) = (s - 2)2 + 9 Contoh 2. s .1.18

Tentukan invers Dari G(s) = s 2 + 2s + 2 Penyelesaian : ss + 11 G(S)= + =2 22 s + 2s + 2 (s + 1)+ 1 (s + 1)+ 1 s - 1 Misal F1 (s) = dan F2(s) = , maka keduanya mempunyai invers berturut s 2 + 1 s 2 + 1 turut f1(t) = cost t dan f2 (t) = -sint, sehingga G(s) = F1 (s+1) + F2(s+1). Ole h karena itu invers dari G(s) adalah g(t) = e-t (cost sint)

5. Pergeseran terhadap sumbu t ;t<a 0 Misal F(s) = L(f(t)) ada dan didefinisikan fungsi tangga g (t) = { dengan f (t -a) ;t >a a 0. Untuk mencari transformasi laplace dari fungsi tangga g(t) yang terdefinisi untuk t>0 dapat diselesaikan dengan memperkenalakan fungsi tangga satuan Fungsi tangga satuan atau fungsi Heaviside didefinisikan sebagai berikut .0, t < a U (t-a) = . ...........................................................(1,19) 1, t > a . Dengan a > 0 Garafik fungsi tangga satuan (1,19) ditunjukan pada gambar 1.2 berikut 1 a Gambar 12 L(g(T)) = L (f(t-a)u(t-a) w = e-st f (t - a)u(t - a)dt . 0 w = e-st f ( y - a)u( y - a)dy . 0 a . -st -st = ef ( y - a)0dy + ef ( y - a)dy

.. 0 a . = e-st f ( y - a)dy . a w . . -s( A+T ) = ef (t)dt a =e. -st -as ef (t) 0 = e-as F (s) Sehingga diperoleh transformasi laplace untuk g(t) = f(t a) u ( t a)

L(g(t)) = L(f(t

a)u(t

a)) = e-as F(s)

1.20

Sedangkan transformasi invers -as L-1 (eF (s)) = f(t 1 Misal f(t a) = 1 maka f(t) = 1 dan F(s) = a)u(t a) = g(t) ..1.21

, maka didapatkan transformasi Laplace dari S fungsi tangga satuan -as e L [u(t - a)] = s Dan Transformasi Invers : . e-as . L-1 .. ..= u(t . s . Contoh : Tentukan transformasi Laplace dari fungsi g(t) = t u(t 2) Penyelesaian : Bila kita padankan dengan pasangan transformasi Laplace, g(t) = f(t a)u(t a) G(s ) = e-as F(s), maka dimisalkan f ( t-2) = t. Oleh karena itu, f(t) = t + 2 dan F(s ) = 12 12 .Jadi Transformasi Laplace dari fungsi g(t) adalah G(s) = e-2as F(s) = e-2as + + 22 ss ss a) 1.23 1.22

Contoh : -ps Tentukan Invers dari transformasi, G(s) = e s 2 + 4 Penyelesaian : 1 Misal : F(s) = s 2 + 4 1 Maka invers dari F(s) adalah f(t) = sin 2t 2 Dengan menggunakan bentuk 1.21 maka didapatkan invers dari G(s), g(t) = 1 sin 2(t -p)u(t -p ) 2

6. Transformasi Laplace dari Fungsi Tangga Misal diberikan fungsi f(t) = 2 u(t) + (3t fungsi f(t) untuk beberapa interval : Interval t< 0, Pada interval ini, nilai u (t) = u (t

2) u (t

1)

5t u (t

2). Maka nilai

1) = u (t

2) = 0, sehingga f(t) = 0 2) = 0, sehingga f(t) =2 2) = 0, sehingga

Interval 0< t <1 Pada interval ini, nilai u (t) =1 dan u (t Interval 1 < t < 2 Pada interval ini, nilai u (t) = u (t f(t) =2 + (3t 2) = 3t

1) = u (t

1) =1 dan u (t

Interval t > 2 Pada interval ini, nilai u (t) = u (t 2) = 1, sehingga f(t) =2 + (3t 2)-5t = 2t Grafik fungsi f(t) ditunjukan pada gambar 1.3. Sehingga bila fungsi f(t) dinyata kan dalam fungsi tangga maka f(t) : F(t) = . ... . .. 0 ;t<0 ;0<t<1 2 3t ;1 < t < 2 ;t>2 - 2t Bila dikaitkan dengan transformasi laplace, maka hanya akan di perhatikan nilai fungsi f(t) untuk t 0, sehingga fungsi f(t) : F(t)= . .... ;0<t<1 2 ;1 < t < 2 3t

;t>2 - 2t

Misal dihadapkan permasalahan untuk mendapatkan trnsformasi Laplace terhadap dua fungsi yang sama yaitu fungsi : F(t) = 2 u(t) + (3t U (t . ... 2 ;0<t<1 3t ;1<t<2 - 2t ;t>2 Langkah langkah untuk menentukan transformasi laplace dari fungsi tangga g(t) : 2) u ( t 1 ) 5t

2) dan fungsi f(t) =

(i) Ubahlah g(t) ke dalam bentuk suku suku dengan factor fungsi tangga satuan u (t a) dengan cara berikut : a) Nilai a pada u(t a) diambil dari batas masing masing sub interval fungsi g(t). b) Nilai suatu suku dari g(t) akan merupakan perkalian antara u(t a) dan nilai fungsi bersesuaian dengan a yang diambil tanda positif dan tanda negative ditentukan dari perbandingan antara t dan a. Untuk a < t diambil tanda positif ( + ) dan untuk t < a diambil tanda negative (-) (ii) Transformasikan masing masing suku yang didapatkan dari (i) menggunakan metode 1.20. Contoh : 0 1 .... t. 1. Nyatakan g(t) ke dalam susku suku dari u(t 2. Tentukan transformasi Laplace dari g(t) Penyelesaian : a)

1. Batas sub interval dari g(t) adalah 0 dan 2, sehingga g(t) dapat dinyatakan dala m suku-suku dengan factor u(t) dan (t 2) jadi : G(t) = u(t) u(t 2) + t.u (t 2) = 1 + u ( t 2) + (t -2) u (t 2) 2. Dengan menerapakan bentuk 1.15 didapatkan transformasi Laplace dari g(t) yaitu : -2s -2s

1 ee G(t) = ++ 2 ss s Contoh masalah nilai awal yang berkaitan dengan pemakaian fungsi tangga satuan diberikan contoh berikut : ;t<0 Dik: g(t) = ;0<t<2 ;t>2 . .... 0 0 ;t<0

y + 4y 2t + 4y= r(t) ; r(t) = (0) = 0

0 t 1 ; y(0) = y ;t>1

1. Tentukan transformasi laplace r(t) 2. Tentukan solusi masalah nilai awal tersebut. Penyelesaian : 1. Batas sub interval dari fungsi r(t) adalah 0 dan 1, maka bentuk fungsi tangga satuan yang akan menjadi factor di dalam tiap suku dari fungsi r(t) adalah u(t) dan u(t -!), jadi r (t) = 2t 2 t.u (t 1) = 2t 2 (t-1)u (t 1) 2u (t 1) diperoleh hasil transformasinya : 2 . 2 + 2s . -s L [r()t ]= - e 2 .2 . s . s . 2. Dengan memisahkan L ( y(t)) = Y (s) dan dengan mengambil transformasi pada kedua ruas didapatkan : 2 . 2 + 2s . -s Y(s) = - e 22 . 22 . s + (s + 2) . s (s + 2) . Misal - s 1 s 3 + + 2 22 23 F(s) = = +

2 22 s + (s + 2) s (s + 2)2 Dan . 11 . . 2 + 2s . -s 22 -s G(s) = e = . - .e . 22 . 22 . s (s + 2) .. s (s + 2) . .. Maka berturut -2t - 1 te F(t) = + + (1 + t) 22 2 Dan . 1 t 1 -2(t-1) 1 -2(t-1)) . G(t) = u (t + te e . . . 222 2 . Oleh karena itu solusi masalah nilai awal adalah : 1) turut invers dari F(s) dan G(s) adalah

Y(t) = f(t)

g(t)

-2t- 1 te . 1 t 1 -2(t -1) 1 -2(t -1)) . = + + (1 + t) -u(t 1) + te e . . 22 2 . 222 2 .

7. Fungsi Delta Diract Diperkenalkan fungsi impuls satuan atau fungsi delta direct. Fungsi delta direct atau fungsi impuls satuan didefinisikan : d(t - a)= ,t = a 1 t a 0 .. Transformasi laplace dari fungsi delta direct diperoleh dari perhitungan langsun g atau menggunakan fakta bahwa fungsi delta direct merupakan turunan dari fungsi tangga : L [d (t - a)] =L [u'(t - a)] = sL [u'(t - a)]-u(0) -as =eSedangakan transformasi invers L-1 -as ) (e= d(t - a) Contoh : Tentukan nilai masalah awal : y; + 2y + 2y = d(t -p) ; y(0) = y (0) = 0

Penyelesaian : Dengan melakukan transformasi pada kedua ruas dan menggunakn (1.119) didapatkan,

-ps Y(s) = e .Solusi masalah nilai awal merupakan invers dari y(s) yaitu y(t) = (s + 1)2 + 1 -(t -p e ) sin( t -p )u(t -p ) Diberikan table Dario pasangan transformasi laplace yang berkaitan dengan perges eran sumbu dan fungsi tangga satuan. Tabel 1.2 Pasangan Transformasi Laplace Berkaitan Dengan Pergeseran Sumbu

f(t) f (s) = L (f(t)) Domain dari F(s) ( + ) Bnet at n ( ) 1 ! +- n as n S > a eat sin bt ( ) 22 bas b +S > a eat cos bt ( ) 22 bas as +- S >a eat sinh bt ( ) 22 bas b -S > a + b eat cosh bt ( ) 22 bas as -- S > a + b

Tabel 1.3 Pasangan Transformasi Laplace Berkaitan dengan Fungsi Tangga Satuan No F(t) F(s) 1 Au(t a) as e s A 2 Atu (t a) as e s Aa s A -. . . . . . +2 3 A t2 u(t a) as e s Aa s A s A .. . . .. . . ++ 2 23 22 4 Aebt u (t a) as ba e bs Ae + 5 A cos bt u(t a) ( ) as e bs ba Ab bs ba sA . . . . . . + + 2222 )(sin cos

6 A sin bt u(t a) ( ) as e bs ba Ab bs ba bA . . . . . . + + + 2222 )(sin cos 7 Ae-ct cos bt u (t a) ( )( ) )( 2222 )( )(sin )( cos csae bcs ba Ab bcs csba A +-. . . . . . ++ ++ + 8 Ae-ct sin bt u (t a) ( ) )( 2222 )( ))( (sin )( cos csae bcs csba A bcs ba bA +-. . . . . . ++ ++ ++ 8. Metode Penurunan dan Integrasi Transformasi a. Penurunan Transformasi -st Misal L[ f ()t ]= . ef ()t dt . Bila F(s) diturunkan terhadap s maka ruas kanan juga

0 diturunkan terhadap s yaitu integran diturunkan terhadap s dengan memandang peub ah lain (t) sebagai konstanta. -st ( ) = . ( dt Turunan Pertama : F ' s e - tf () t ) =-L(tf () t ) 0 -st 22 Turunan Kedua : F '' s = . e ( () dt =( () tft ) Lt f () t ) 0 (3) -st 33 Turunan Ketiga : Fs = . e ( () dt =- ( () -t f t ) Lt f () t ) 0 Maka secara induktif dapat diperoleh transformasi dari turunan fungsi tingkat-n yaitu: n nn L(tf (t))= (- 1) F ( )(s) ...................................................... .... (1) Sedang transformasi invers, -1 n nn L (F (s))= (- 1) tf (t) ........................................................ .. (2)

Contoh: 1 . . . . . . g()tt p t Tentukan transformasi Laplace dari fungsi sin ! 4 Jawab: Misal: p 11 . . . . . . f () t =

t sin sin t t = cos 2 2 4 Maka didapatkan hasil transformasi dari f(t), 1 s () Fs = (s 1) (s 1) 2 2 2 2 + + Sehingga transformasi laplace dari g(t) yaitu: - s 2 + 2s + 1 ( ) =-F '()

Gs s = 2 (s + 1) 2 b. Pengintegralan Transformasi f (t) lim Misal L(f(t)) = F(s) dan ada, maka: + t0 t .. . .. . ... dx dt . () F xdx = f () t dt dx xt xt ..

0 . . ... f () t = e e . . . . 0 ss s 1 . . . - xt f () t st ................................. (3) .

. . . f () t . dt dt = = e e t t 0 s 0 f (t) . . . . . . = L t Transformasi Laplace invers. () F xdx .

. . f (t) = t . L-1 . s .......................................................... (4) . . Metode pengintegralan transformasi akan lebih mudah diterapkan untuk menentukan invers transformasi bila bentuk transformasi berupa fungsi logaritma atau fungsi invers trigonometri. Misal diberikan transformasi G(s). Maka dapat dituliskan: () Gs = . () F xdx. s f (t) Sehingga G (s) dan invers dari G(s) . g(t) = t

Contoh: s + a Tentukan invers dari () Gs = ln . . . . . . ! a + b

Jawab: Fungsi G(s) dapat dinyatakan, G(s) = ln (s + a) a dari 11 G(s), G (s) = + s + as + b 11 Misal F(x) = -G s + as + b -at -bt f (t)=-e + e . -bt -at e - e Didapatkan invers: g() t = t

ln (s + b). hasil turunan pertam

(s) = -+ , maka invers dari F(s) adalah:

9. Konvolusi Definisi: Konvolusi dari dua fungsi f(x) dan g(t) didefinisikan sebagai berikut: ft gt = )() - x)dx ......................................... (1) () * () ( f * gt = f ()( xgt . Sifat-sifat dasar (aljabar) dari konvolusi fungsi antara lain: komutatif, distri butif, dan asosiatif. 1.f*g=g*f (komutatif) 2.f*(g+h)=f*g+f*h (distributif) 3.(f*g)*h=f*(g*h) (asosiatif) 4. f * 0 = 0 * f = 0 Contoh: Tentukan f(t) * g (t) bila : 1. f(t)=t;g(t)=sint 2. f(t)=1;g(t)=sint Jawab: t tt t ()( x dx ( cos ()

1. ( f * g)( ) = f xgt -) = x sin t - x)dx = xd ( t - x) . .. 0 00 t = x cos (t - x)+ sin (t - x)+ sin (t - x)= t - sin t 0 t t 2. ( f * g)( ) t = . sin xdx =-cos x =- cos t + 1 0 0 Metode Konvolusi Kadang-kadang hasil transformasi Laplace H(s) dapat dinyatakans ebagai hasil kal i dua buah transformasi F(s) dan G(s) yang bersesuaian dengan transformasi invers f(t) dan g(t). invers dari H(s), h(t) dapat diperoleh dari konvolusi f(t) dan g(t), sebag aimana dijelaskan berikut.

Misal : L (f(t)) = F(s) L (h(t)) = H(s) dan H (s) = F(s). G(s), Maka : () () = . f () x dx . e- xy g ydy FsGs . () 0 0 . . . -s(x+ y ) x g ydy .dx = f e 0 0 . () .. () . . .

. . -st . = f () x . eg(t - x)dt dx ... . 0 . s . . t . . xgt ) = f () xf ()( - x dx .dt ... .

0 . s . . t . = L. f ()( xgt - x)dx . L( f () t * g() t ) .. . = . 0 . Jadi diperoleh pasangan transformasi Laplace, h(t)= f (t)* g(t) H (s)= F (s) G(s) ............................................. . 1.30 Contoh: 1 Tentukan invers dari transformasi: ( ) = Hs s 4 + s 2 Jawab: 11 Misal H(s) = F (s) G(s) dengan F(s) = 2 dan G(s) = 2 + ss 1 Maka didapatkan berturut-turut invers dari F(s) dan G(s) yaitu f(t) = t dan G(t) = sin t. sin t. Kemudian didapatkan h(t) = f(t) * g(t) = t 10.Gerak Harmonik Trayektori x(t) dari gerak harmonik suatu benda dengan massa m yang tergantung p ada talu dengan konstanta tli k dan b sebgai damping term serta gaya yang bekerja pa da benda adalah f(t) dinyatakan dengan persaamaan diferensial tidak homogen. mx ''(t) + bx '(t) + kx (t) = f (t) ............................................ .............. 1.31

Transformasi Laplace m[sx(s)- sx (0)- x'(0)]+ b[sx (s)- x(0)]+ kx (s)= f (s)..................... 1.3 2 Bila benda mulai dari diam maka x(0) = 0 dam x (0) = 0. Sehingga persamaan 1.32 dituliskan menjadi

f (s) x(s) = .......................................................... 1.33 ms 2 + bs + k Misal a= b ; w0 = k dan w1 =w02 -a 2 maka persamaan 1.33 menjadi: 2mm f (s)1 x(s) = m 2 bk s + s + mm f (s)1 = 22 ms + 2as +w0 f (s)1 = 222 m (s -a) +w -a 0 f (s)1 = 22 mw1 (s -a) +w 1 Dengan metode konvolusi didapatkan solusi persamaan diferensial (1.34) , yaitu: 1 -at x(t) =[f () t *e sin w t] mw11 11.Persamaan Integral

Bentuk persamaan integral diberikan sebagai berikut: f (t) + . t ()( - x)dx y(t) = g xyt 0 Dengan fungsi f(t) dan g(t) diberkan. Bentuk integral di ruas kanan dapat diubah menjadi bentuk konvolusi antara fungsi g(t) dan y(t), sehingga persamaa integral dapat d ituliska: y(t) = f (t) + g(t) * y(t) solusi persamaan integral dapat dicari dengan mengambil transformasi Laplace unt uk kedua ruas sehingga didapatkan fungsi y(t) merupakan transformasi invers dari Y( s). contoh: 2tx-t carilah solusi persamaan integral y(t) = e + t - () y xe dx yt - . t () 0 jawab: dengan menggunakan notasi konvolusi fungsi y(t) dapat dituliskan menjadi 2t -1 y(t) = e + t - y(t)*e Transformasikan kedua ruas, didapatkan: 11 Y (s) Y (s) =+ s - 2 s2 s +1

Dinyatakan secara eksplisit fungsi Y(s) s3 + 2s2 - s - 2 Y (s) == 22 2 s (s - 4) ss - 2 Solusi persamaan integral merupakan invers dari Y(s) yaitu: 113 y(t) = ++ e2t 424 Tabel 1.4 Sifat Transformasi Laplace 4 3 2 1 4 + +s No Sifat Transformasi 1 Linear ( ) ( )( ) ( ) bG(s)aF sbg tL af t +=+ ( ) ( )( ) ( ) dg(t)cf tdG tcF tL +=+-1 2 Pergeseran sumbu t ( )( ) (s)feaL f t -as =3 Pergeseran sumbu s ( )( ) ( a)F sf tL eat -= 4 Skala ( ( )) . . . . . . = a sF a at L f 1 5 Turunan ( ) ( ) f 0sF s dt df L -=. . . . . . ( ) ( ) ( ) ' 002 2 2 fsf s F s

dt fdL --. =. . . .. . . ( ) ( ) ( )( )1 0... 01 ----. =. . . .. . . - nffsF ss dt fdL nn n n 6 Integral ( ) ( ) ( ) .. -- +. =. . . . . . . 0 x dx f s F s x dx fL t 7 Perkalian dengan t ( ( )) ( ) ds dF sL tf t = ( ) ( ) ( ) 2 2 2 ds d F sf tL t = ( ) ( ) ( ) ( ) n n nn ds d F sf tL t -= 8 Pembagian oleh t ( ) ( ) . =. . . . .

. s F y dy t f tL ( ) ( )( ) F(s)G(s)g tL f t =*

LATIHAN KERJA MAHASISWA Tentukan transformasi Laplace dari : 1. f(t) = t2 + 1 2. f(t) = e2t+ 1 Carilah invers dari : 3. F(s) = s s 2 -1 Gunakan metode Transformasi turunan atau integral untuk mencari transformasi Laplace dari: 4. f(t) = Sin2 t 5. f(t)=tsin2t Tentukan f(t) bila diketahui F(s): 1 6. 2 s + as 7.1 s 4 . . . . . . 2 s + 4 s Gambarkan grafik fungsi berikut dan tentukan transformasinya: 8. f(t)=tu(t-1) . . . 1 -p . .

. 9. f(t)=u sin t t 2 fungsi berikut didefinisikan bernilai 0 untuk nilai di luar interval yang diberi kan. Gambar grafik dan tentukan transformasi Laplacenya: 10. t ( 0 < t < 2) 11. Sin t (2p <t<4p) Tentukan gambar dan invers transformasi Laplace berikut: -2s -4s e - e 12. s - 2 Gunakan metode Penurunan Transformasi untuk menentukan transformasi Laplace dari fungsi berikut: 13. 4 t e2t 14. f(t) = t2 e-2t sin 2t carilah invers dari transformasi Laplace berikut: s + a 15. F(s) = ln ( 2 s + b)

Selesaikan konvolusi berikut: 16.t*e at 17. cos t * cos t tentukan h(t) bila H(s) = 2 s 18. )2 2 (s + 4 s2 +1 2 19. (s -1)2 Gunakan transformasi Laplace untuk menyelesaikan persamaan integral berikut: t 20. y() t = 1+ . y()x dx 0 t () sin 2 - x)dx 21. y() t = sin 2t + yx (t . 0 s - 3 Gunakan metode yang tepat untuk menentukan f(t) bila F(s) = ( 2 s 1) s2 + 2 22. )2 2 (s + 2s + 2 s +1 23.

s2 + 4s +13 6s2 - 26 s + 26 24. 3 2 s - 6s +11 s - 6 s3 - 7s2 +14 s - 9 25. 2(s -1)( s - 2)3

PEMBAHASAN 212 + s 1. f(t)=t2+1= += 32 3 ss s 2. f(t)=e2t+1= 1 s - 2t +1 11 3. F(s) = s 2 = 2 s 2 -1 s +1 s -1 4. f (t)= sin2 t f '(t)= sin2 tdt 2 cos t = u du = cos t.2u.du f '(t)= cos t.2(sin t) 5. f (t)= t.sin 2t = u'v + v'u =(1)(sin 2t)+ 2cos2t(t) = sin 2t + 2t cos 2t 2t 6. f (t)= 4te u = 4t 4 = u' 2t 2t v = e 2t.e = v' f '(t)= u'v + v'u 2t 2t f '(t)= 4(e )+ (2t.e )4t 2t 2 2t

f '(t)= 4.e + 8t .e 2 -2t 7. f (t)= t .e sin 2t u = t 2 u'= 2t -2t -2t v = e v'=-2t.e w = sin 2t = 2cos 2t f '(t)= u'vwt + v'uw + w'uv -2t -2t 2 -2 f '(t)=(2t)(e )(sin 2t)+ (- 2te )(t )(et ) -2t 3 -2t 2 -2t f '(t)= 2t.e .sin 2t - 2t .e .sin 2t + 2t .e .cos2t