Anda di halaman 1dari 22

LEMBAR KERJA MAHASISWA ZOOLOGI VERTEBRATA

ORANGUTAN KALIMANTAN Pongo pygmaeus

Oleh: Kelompok 7A Beni Siswanto Krissusiana Norjanah Novi Anggraini (ACD 110 037) (ACD 110 040) (ACD 110 038) (ACD 110 041)

Jenny Tenia Leoritae (ACD 110 039)

DOSEN PEMBIMBING: Dr. Agus Haryono, M.Si dan Shanty Safitry, S.Si, M.Pd

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI 2012

a.

Pendahuluan Dunia binatang di Indonesia sangatlah kaya. Hal ini disebabkan oleh keadaan tanah,

tanaman (vegetasi), letaknya dalam belahan bumi serta iklimnya yang sesuai. Indonesia yang terletak disekitar garis khatulistiwa yang mempunyai iklim tropis. Daerah ini selalu mendapatkan cahaya matahari secara terus menerus sepanjang tahun, baik dimusim kemarau (panas) maupun musim hujan (dingin). Hujan cukup banyak dan hampir merata di seluruh wilayah. Semua ini mengakibatkan adanya alam tumbuhan atau flora dengan rimba rayanya yang selalu menghijau. Penyebaran dari jenis-jenis hewan liar atau marga satwa yang ada di alam di Indonesia mempunyai ciri-ciri tertentu, sebagian menyerupai yang hidup didaratan benua Asia dan sebagian lagi Autralia. Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Bali memiliki jenis-jenis fauna yang serupa dengan yang hidup di benua Asia (Anonimous, 2011). Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi ketiga di dunia setelah Brasil dan Colombia. Berbagai jenis tumbuhan dan hewan endemik ditemukan di berbagai pulau di negeri ini baik di darat maupun di air (laut dan air tawar). Tidak hanya keragaman jenis tumbuhan dan hewan, negara ini juga kaya akan keragaman ekosistem, bentang alam, dan budaya. Komodo di NTT, Burung Cendrawasih di Papua, Jalak Bali di Bali, Maleo di Sulawesi, Badak di Ujung Kulon, Harimau di Jawa dan Sumatra adalah beberapa contoh satwa liar endemik yang menghuni berbagai ekosistem di negeri ini. Selain itu, salah satu binatang yang juga menjadi ikon adalah Orang Hutan.Menyebut orangutan mengarahkan ingatan orang pada Indonesia, khususnya Sumatra dan Kalimantan yang menjadi wilayah penyebaran satwa ini. Orangutan tidak ditemukan di wilayah mana pun di dunia ini, kecuali di kedua pulau tersebut. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan dua taman nasional yang khusus berfungsi sebagai habitat hewan ini, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatra bagian utara dan Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Orangutan merupakan satu-satunya primata terbesar di Asia. Ukuran tubuhnya (dewasa) mencapai 137 cm dengan berat sekitar 85 kg. Ukuran tubuh orangutan betina lebih kecil dibanding yang jantan. Sesuai dengan daerah penyebarannya, ada dua jenis orangutan, yaitu Orangutan Sumatra (Pongo abelii) dan Orangutan Borneo (Pongo pygmaeus). Sepintas, kedua jenis satwa ini terlihat tidak berbeda, tetapi jika diteliti lebih jauh, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Dari kenampakan luar, orangutan borneo berwarna merah-coklat terang, sementara orangutan sumatra berwarna merah coklat gelap.

Dibandingkan dengan primata lain seperti berbagai jenis monyet yang hidupnya berkelompok, orangutan merupakan binatang soliter (hidup sendiri). Hanya induk dengan anaknya yang berumur kurang dari tiga tahun yang tinggal bersama. Pada saat mencari makan, orangutan menggunakan keempat lengannya untuk berjalan dan memanjat, berpindah dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Orangutan juga dikenal

Page 2 of 22

sebagai makhluk payung, artinya dengan melindungi orangutan di habitat alaminya secara tidak langsung kita ikut menjaga keutuhan ekosistem hutan secara keseluruhan. Melindungi orangutan juga berarti ikut melindungi berbagai jenis tanaman dan binatang lain yang memberikan manfaat lebih besar bagi makhluk hidup lain termasuk manusia. Fungsi hutan sebagai sumber plasma nutfah, pengatur tata air, pembentuk iklim mikro, dan penyangga kehidupan akan tetap terjaga jika hutan terjaga dengan baik. Sayang sekali, selama beberapa dekade terakhir populasi orangutan mengalami penurunan yang sangat derastis. Jerry Guo (2008) mencatat, populasi orangutan di Sumatra hanya sekitar 6. 500 ekor dan di Borneo hanya sekitar 20.000 ekor. Jumlah ini turun 50 persen dibandingkan dengan dua dekade sebelumnya. Para ilmuwan memperkirakan, orangutan akan punah dalam waktu satu atau dua dekade yang akan datang. Prediksi ini didasarkan pada laporan lembaga UN (2007) yang menyebutkan bahwa pada tahun 2022, habitat (tempat hidup) orangutan mengalami kerusakan hingga mencapai 98 persen. Kerusakan habitat ini disebabkan oleh penebangan liar, penambangan, dan pembukaan lahan hutan untuk pengembangan tanaman perkebunan. Selain karena kerusakan habitat, perburuan dan perdagangan liar orangutan juga mempercepat turunnya populasi binatang ini.

Orangutan merupakan satu-satunya kera besar dunia yang ada di Asia. Saat ini terdapat 2 (dua) jenis orangutan yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Secara genetik dan morfologis, Orangutan Kalimantan terdiri dari 3 sub spesies, yaitu: Pongo pygmaeus (dari Kalimantan Barat sampai dengan Gunung Palung), Pongo pygmaeus wurnbii (Kalimantan Tengah) dan Pongo pygmaeus morio (Kalimantan Timur). Orangutan merupakan primata yang memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan manusia, dimana 97% DNA orangutan mirip dengan manusia. Orangutan dilindungi oleh undang-undang nasional dan hukum internasional. Lebih dari 100 orangutan masih perlu diselamatkan dari desa-desa di Kalimantan tiap tahunnya. Praktek penebangan hutan yang ilegal dan eksploitatif, kebakaran hutan serta perdagangan Orangutan masih terus mengancam keberadaan satwa berharga. Hanya kita, sesama manusia, yang mengerti cara mencegah dan menanggulangi ini semua. Hanya kita yang mengerti bagaimana menyelamatkan mata rantai kita ke masa depan. Melestarikan Orangutan berarti melestarikan diri kita semua. Orangutan termasuk hewan vertebrata, yang berarti bahwa mereka memiliki tulang belakang. Orangutan juga termasuk hewan mamalia dan primata. Orangutan hidup di dataran rendah dan rawa-rawa hutan tropika di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Orangutan kalimantan atau Pongo pygmaeus adalah salah satu spesies orangutan disamping orangutan sumatera. Sesuai namanya, orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) hidup di pulau Kalimantan dan merupakan spesies endemik pulau tersebut. Orangutan kalimantan tidak berbeda jauh dengan saudaranya, orangutan sumatera. Postur tubuhnya lebih besar dibanding orangutan sumatera. Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) mempunyai berat tubuh sekitar 50 100 kg (jantan) dan 30-50 kg (betina) dengan tinggi
Page 3 of 22

rata-rata 1,5 meter. Bulunya berwarna coklat kemerahan, memiliki lengan yang panjang dan kuat, kaki pendek, dan tidak memiliki ekor. Orangutan 4rimate444 merupakan binatang 4rimate4 walaupun lebih menyukai tumbuhan. Makanannya adalah buah, dedaunan, kulit pohon, bunga, telur burung, serangga, dan vertebrata kecil lainnya. Hewan 4rimate 4rimate444 ini aktif di siang hari. Orangutan termasuk hewan vertebrata, yang berarti bahwa mereka memiliki tulang belakang. Orangutan juga termasuk hewan mamalia dan 4rimate. Orangutan saat ini merupakan binatang langka, karena manusia terus-menerus merusak habitat mereka dan seringkali pula menjual bayi-bayi mereka secara 4rimate untuk dijadikan hewan peliharaan. Populasi orangutan di seluruh dunia sudah mencapai tingkatan langka. Saat ini telah dikembangkan suaka margasatwa untuk melestarikan populasi mereka di Indonesia dan Malaysia. Klasifikasi Orangutan kalimantan

Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Spesies

: Animalia : Chordata : Mamalia : Primata : Hominidae : Pongo : Pongo pygmaeus

Gambar

Page 4 of 22

B . Ciri-Ciri Morfologi Secara Umum Orangutan 5rimate555 memiliki morfologi yang tidak bebeda jauh dengan orangutan sumatera.Orangutan merupakan hewan diurnal (aktif di siang hari) dan aboreal , hewan ini memiliki tubuh gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk serta tidak memiliki ekor. Tubuh Orangutan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka juga memiliki kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi. Pejantan orangutan 5rimate555 memiliki benjolan dari jaringan lemak di kedua sisi wajah yang mulai berkembang di masa dewasa setelah perkawinan pertama. Orangutan jantan memiliki pelipis yang gemuk. Janggut pada umumnya panjang dengan warna oranye terang dengan struktur yang sangat rapi. Pada umumnya orangutan jantan dewasa memiliki kantung suara yang digunakan untuk mengeluarkan seruan panjang, berukuran besar dan tidak bersatu dengan dada.

Gambar: morfologi orangutan Kalimantan Mereka memiliki indera yang sama seperti manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap dan peraba. Telapak tangan mereka terdiri dari empat panjang ditambah dengan satu ibu jari.Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jarijemari yang sangat mirip dengan manusia. Orangutan jantan berukuran 100- 114 cm dengan berat tubuh maksimal 90kg, dan orangutan betina berukuran 80-100 cm dengan berat tubuh sekitar 56kg. Masa hidup diperkirakan hingga 56 tahun jika dalam perlindungan ataupun perawatan dan 35-45 tahun jika di alam bebas. Postur tubuhnya lebih besar dibanding orangutan sumatera. Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) mempunyai berat tubuh sekitar 50 100 kg (jantan) dan 30-50 kg (betina) dengan tinggi rata-rata 1,5 meter. Telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu

Page 5 of 22

jari. Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia. Orangutan masih termasuk dalam spesies kera besar seperti gorila dan simpanse. Golongan kera besar masuk dalam klasifikasi mammalia, memiliki ukuran otak yang besar, mata yang mengarah kedepan, dan tangan yang dapat melakukan genggaman. 1. Sistem Integumen Orangutan atau Pongo pygmaeus termasuk hewan vertebrata, yang berarti bahwa mereka memiliki tulang belakang. Orangutan juga termasuk hewan mamalia dan primata. Orangutan memiliki 6rimate666 yang terdiri dari tiga lapisan: paling luar adalah epidermis, yang tengah adalah dermis, dan paling dalam adalah 6rimate666.

Gambar : sistem integument orangutan Epidermis biasanya terdiri atas tiga puluh lapis sel yang berfungsi menjadi lapisan tahan air. Sel-sel terluar dari lapisan epidermis ini sering terkelupas; epidermis bagian paling dalam sering membelah dan sel anakannya terdorong ke atas (6rimate luar). Bagian tengah, dermis, memiliki ketebalan lima belas hingga empat puluh kali 6rimate666 epidermis. Dermis terdiri dari berbagai komponen seperti pembuluh darah dan kelenjar. Hipodermis tersusun atas jaringan 6rimate dan berfungsi untuk menyimpan lemak, penahan benturan, dan insulasi. Ketebalan lapisan ini bervariasi pada setiap spesies. Pada orangutan juga terdapat adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau berdarah panas. Sistem kulit (Integumen) pelindung tubuh, Perlindungan melawan luka secara mekanik, infeksi, dan kekeringan. Sistem ini tersusun atas kulit dan turunannya (rambut, kuku, dan kelenjar kulit).

Page 6 of 22

2. Sistem Rangka Sistem rangka pada orangutan dapat dibedakan menjadi skeleton aksial dan skeleton apendikular. Skeleton aksial terdiri atas tulang tengkorak, tulang belakang, tulang dada, tulang iga, dan tulang selangka. Rangka apendikular terdiri atas tungkai atas yang tersusun oleh tulang belikat, tulang lengan atas, tulang lengan bawah, tulang pengupil, tulang hasta, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang jari. Sedangkan, tungkai bawah terdiri atas tulang paha, tulang tempurung, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, jari kaki dan tulang tumit. Sistem rangka berfungsi memberikan bentuk tubuh, melekatkan otot-otot, melindungi bagian-bagian lunak, dan menyimpan berbagai mineral.

Gambar : sistem rangka pada orangutan

3. Sistem Otot Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu : 2. kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek 3. Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi 4. Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaks

Page 7 of 22

Orangutan memiliki beberapa jenis otot doantaranya sebagai berikut: Otot polos Otot yang ditemukan dalam intestinum dan pembuluh darah bekerja dengan pengaturan dari sistem saraf tak sadar, yaitu saraf otonom. Otot polos dibangun oleh sel-sel otot yang terbentuk gelondong dengan kedua ujung meruncing,serta mempunyai satu inti Otot lurik Memiliki desain yang efektif untuk pergerakan yang spontan dan membutuhkan tenaga besar. Pergerakannya diatur sinyal dari sel syaraf motorik. Otot ini menempel pada kerangka dan digunakan untuk pergerakan. Otot jantung Otot yang ditemukan dalam jantung ini bekerja secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat. 4. Sistem Respirasi Orangutan memiliki sistem pernapasan yang sama dengan manusia, organ pernapasan yang terlibat dalam proses pernapsan pada orangutan adalah hidung, pangkal tenggorokan, batang tenggorokan, dan paru paru. Hidung Hidung merupakan alat pertama yang dilalui udara dari luar. Di dalam rongga hidung terdapat rambut dan selaput lendir. Rambut dan selaput lendir berguna untuk menyaring udara, mengatur suhu udara yang masuk agar sesuai dengan suhu tubuh, dan mengatur kelembapan udara. Pangkal Tenggorokan (Laring) Setelah melewati hidung, udara masuk ke pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. Faring adalah hulu kerongkongan. Faring merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan (laring) udara masuk ke batang tenggorokan (trakea). Pada daerah tekak, yaitu di langit langit mulut bagian belakang terdapat anak tekak. Pada pangkal tenggorokan (laring) terdapat katup yang disebut epiglottis. Ketiak kita bernapas, epiglotis terbuka dan anak tekak melipat ke bawah bertemu epiglottis. Udara akan masuk melalui melalui pangkal tenggorokan. Ketika kita menelan , epiglottis menutup pangkaal tenggorokan dan makanan akan masuk ke kerongkongan (esofagus). Tetapi jika kita menelan dan epiglottis belum menutup, makanan dan minuman akan masuk ke tenggorokan. Saat itu kita tersedak. Pangkal tenggorokan (laring) terdiri atas keeping tulang rawan yang membentuk jakun. Jakun tersusun atas tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala
Page 8 of 22

tulang

rawan

gelang

tulang

rawan.

Pada pangkal tenggorokan terdapat selaput suara. Selaput suara akan bergetar bila terhembus udara dari paru-paru. Batang Tenggorokan (Trakea) Batang tenggorokan terletak di daerah leher, di depan kerongkongan. Batang tenggorokan merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan. Panjang batang tenggorokan sekitar 10 cm. Dinding dalamnya dilapisi selaput lendir yang sel-selnya berambut getar. Rambut-rambut getar berfungsi untuk menolak debu dan benda asing yang bersama udara. Akibat tolakan secara paksa tersebut kita akan batuk atau bersin. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus) Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju ke paru-paru. Di dalam paru-paru, bronkus bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan bercabang menjadi 3 bronkiolus sedangkan sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Cabangcabang yang paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru atau alveolus. Dinding alveolus mengandung kapiler darah. Melalui kapiler-kapiler darah di alveolus inilah oksigen dari udara di ruang alveolus akan berdifusi ke dalam darah. Paru-paru Paru-paru terletak di rongga dada di atas sekat diafragma. Diafragma adalah sekat rongga badan, yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Pau-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir sedangkan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.

Gambar: sistem pernapasan orangutan

Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut pleura. Selaput paru-paru terdiri dari dua lapis. Selaput paru-paru membungkus alveolus-alveolus. Jumlah alveolus kurang lebih 300 juta buah. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali dari luas permuklaan tubuh orangutan.

Page 9 of 22

Volume udara di dalam paru-paru orangutan dewasa lebih kurang 5 liter. Kemampuan paru-paru menampung udara diebut dengan daya tampung paru-paru atau kapasitas paru-paru. Volume udara yang dipernapaskan oleh tubuh tergantung besar kecilnya paru-paru, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. Pada pernapasan biasa orang dewasa udara yang keluar dan masuk paru-paru sebanyak 0,5 liter. Udara sebanyak ini disebut udara pernapasan atau udara tidal. Apabila kalian menarik napas sedalam-dalamnya dan menghembuskan napas sekuat-kuatnya, volume yang dan ke luar lebih kurang sebanyak 3,5-4 liter. Volume udara ini disebut kapasitas vital paru-paru. Sebanyak 1-1,5 liter udara tetap tinggal di paru-paru walaupun kita telah menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Volume udara ini disebut udara resid 5. Sistem Peredaran Darah Peredaran darah pada orangutan merupakan peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Jantung merupakan alat pemompa darah. Jantung orangutan terdiri dari otot jantung (miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung (endokardium). Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis. Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel. Atrium (serambi)

Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Atrium kanan(dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale. Ventrikel (bilik) Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung. Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis. Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya O2 dipompakan menuju aorta. Sedangkan darah dari ventrikel kanan yang kaya CO2 dipompakan melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis). Bila ventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan. Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri. Pada jantung yang mengempis (kontraksi) maka tekanan jantung menjadi maksimum disebut sistole. Keadaan jantung yang relaksasi (mengendur) maksimum, maka tekanan ruang jantung menjadi minimum disebut diastole.

Page 10 of 22

Ventrikel kanal memompa darah ke paru-paru melalui Arteri pulmoner. Ketika darah mengalir melalui Hamparan kapiler paru paru kanan dan kiri, darah mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Darah yang kaya oksigen akan kembali ke paru paru melalui vena pulmoner ke Atrium kiri jantung. Kemudian darah yang kaya akan oksigen mengalir ke dalam Ventrikel kiri, ketika ventrikel tersebut membuka dan atrium berkontraksi. Selanjutnya ventrikel kiri akan memompa darah yang kaya akan oksigen keluar ke jaringan tubuh melalui sirkuit sistemik. Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui Aorta. Yang mengirimkan darah ke arteri yang menuju ke seluruh tubuh. Cabang pertama dari aorta adalah arteri koroner, yang mengirimkan darah ke otot jantung itu sendiri. Kemudian ada juga cabang-cabang yang menuju ke hamparan kapiler Di kepala dan langan . aorta terus memanjang kearah posterior, sambil mengalirkan darah yang kaya oksigen ke arteri yang menuju ke Hamparan kapiler di organ abdomen dan kaki (tungkai belakang). Di dalam masing masing organ tersebut, arteri akan bercabang menjadi arteriola, yang selanjutnya akan bercabang cabang menjadi kapiler, dimana darah akan melepaskan oksigen dan mengambil karbondioksida yang dihasilkan oleh respirasi seluler. Kapiler akan menyatu kembali membentuk venula, yang kan mengirimkan darah ke vena. Darah yang miskin oksigen dari kepala, leher dan tungkai depan di salurkan ke dalam suatu vena besar yang disebut Vena cava interior (atau superior). Vena besar lainnya yang disebut Vena cava posterior mengalirkan darah dari bagian tubuh utama dan tungkai belakang. Kedua vena cava itu mengosongkan darahnya ke Dalam atrium kanan, sebelum kemudian darah yang miskin oksigen itu mengalir ke dalam ventrikel kanan. 6. Sistem Saraf Otak orangutan mirip dengan otak manusia mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol. a. Otak besar (serebrum) Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan 11rimat otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar
Page 11 of 22

kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang. b. Otak tengah (mesensefalon) Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat 12rimate12 dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjarkelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur 12rimat mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran. c. Otak kecil (serebelum) Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. d. Jembatan varol (pons varoli) Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan,juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.

e. Sumsum sambung (medulla oblongata) Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip. f. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan
Page 12 of 22

akan menghantarkannya ke saraf motor. Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden 7. Sistem Pencernaan Meskipun orangutan termasuk hewan omnivora, sebagian besar dari mereka hanya memakan tumbuhan. 90% dari makanannya berupa buah-buahan. Makanannya antara lain adalah kulit pohon, dedaunan, bunga, beberapa jenis serangga, dan sekitar 300 jenis buah-buahan. Selain itu mereka juga memakan nektar,madu dan jamur.Mereka juga gemar makan durian, walaupun aromanya tajam, tetapi mereka menyukainya. Orangutan bahkan tidak perlu meninggalkan pohon mereka jika ingin minum. Mereka biasanya meminum air yang telah terkumpul di lubang-lubang di antara cabang pohon.

Biasanya induk orangutan mengajarkan bagaimana cara mendapatkan makanan, bagaimana cara mendapatkan minuman, dan berbagai jenis pohon pada musim yang berbeda-beda.Melalui ini, dapat terlihat bahwa orangutan ternyata memiliki peta lokasi hutan yang kompleks di otak mereka, sehingga mereka tidak menyia-nyiakan tenaga pada saat mencari makanan. Dan anaknya juga dapat mengetahui beragam jenis pohon dan tanaman, yang mana yang bisa dimakan dan bagaimana cara memproses makanan yang terlindungi oleh cangkang dan duri yang tajam. Orangutan memiiki sistem pencernaan sistem pencernaan terdiri atas rongga mulut (di dalamnya terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah), saluran pencernaan (dimulai dari kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus), kelenjar pencernaan, hati, dan pankreas. Sistem pencernaan berfungsi untuk mencerna makanan agar bisa diserap tubuh.

Page 13 of 22

8. Sistem Reproduksi Orangutan betina biasanya melahirkan pada usia 7-10 tahun dengan lama kandungan berkisar antara 8,5 hingga 9 bulan; 14rimat sama dengan manusia. Jumlah bayi yang dilahirkan seorang betina biasanya hanya satu. Bayi orangutan dapat hidup mandiri pada usia 6-7 tahun. Kebergantungan orangutan pada induknya merupakan yang terlama dari semua hewan, karena ada banyak hal yang harus dipelajari untuk bisa bertahan hidup, mereka biasanya dipelihara hingga berusia 6 tahun.

Gambar : Bayi orang utan

Orangutan berkembangbiak lebih lama dibandingkan hewan 14rimate lainnya, orangutan betina hanya melahirkan seekor anak setiap 7-8 tahun sekali. Umur orangutan di alam liar sekitar 45 tahun, dan sepanjangg hidupnya orangutan betina hanya memiliki 3 keturunan seumur hidupnya. Dimana itu berarti reproduksi orangutan sangat lambat. Pada orangutan terdapat cara yang khas pada saat musim kawin ini terdapat pola respon yang sama yang diberikan individu betina dengan status berbeda terhadap long call individu jantan. Pola yang sering muncul adalah respon mengabaikan diikuti dengan respon positif dan negatif. Pada masa hubungan berpasangan (consortship) tidak menutup kemungkinan individu betina mendengar long call dari individu jantan lain ataupun dari jantan pasangannya, diketahui bahwa tidak adanya pola respon individu betina dengan status berbeda terhadap long call pada masa consortship. Individu betina tidak hanya melakukan perjumpaan, berpasangan, dan kopulasi dengan jantan dewasa flanged, namun juga dilakukan dengan jantan dewasa unflanged dan pra dewasa. Kopulasi dapat terjadi di dalam consortship atau saat perjumpaan. Menurut proses terjadinya kopulasi yang sering dilakukan di dalam consortship merupakan kopulasi suka sama suka, sedangkan kopulasi saat perjumpaan kopulasi yang sering terjadi adalah kopulasi pemaksaan. Kadar hormon
Page 14 of 22

progesteron dari individu betina berbeda-beda sesuai dengan status, individu betina yang sedang hamil memiliki kadar progesteron yang tinggi dibandingkan dengan individu betina yang punya anak dan betina remaja. C. Habitat dan Tingkah Laku 1. Habitat Orangutan ditemukan di wilayah hutan hujan tropis Asia Tenggara, yaitu di pulau borneo dan Sumatra di wilayah bagian 15rimat Indonesia dan Malaysia. Mereka biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan. Orangutan dapat hidup pada berbagai tipe hutan, mulai dari hutan perbukitan dan dataran rendah, daerah aliran sungai, hutan rawa air tawar, rawa gambut, tanah kering di atas rawa bakau dan nipah, sampai ke hutan pegunungan. Di Borneo orangutan dapat ditemukan pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut (dpl), sedangkan kerabatnya di Sumatera dilaporkan dapat mencapai hutan pegunungan pada 1.000 m dpl. Orangutan di Borneo yang dikategorikan sebagai endangered oleh IUCN terbagi dalam tiga 15rimate151515: Orangutan di Borneo dikelompokkan ke dalam tiga anak jenis, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus yang berada di bagian utara Sungai Kapuas sampai ke timur laut Sarawak; Pongo pygmaeus wurmbii yang ditemukan mulai dari selatan Sungai Kapuas hingga bagian barat Sungai Barito; dan Pongo pygmaeus morio, diperkirakan secara total populasi liarnya di alam hanya 45.000 hingga 69.000. Di Borneo, orangutan dapat ditemukan di Sabah, Sarawak, dan 15rimat seluruh hutan dataran rendah Kalimantan, kecuali Kalimantan Selatan dan Brunei Darussalam. 2. Tingkah Laku Orangutan adalah 15rimate arboreal yang menghabiskan seluruh waktunya di atas pohon, walaupun beberapa kasus dijumpai orangutan Kalimantan turun ke tanah. Aktivitas orangutan akan dimulai dari pagi hari dengan meninggalkan sarang tempat tidurnya. Perilaku utama dalam aktivitasnya adalah makan, bergerak, 15rimat (bermain dan reproduksi) dan bersarang/istirahat. Sebagai 15rimate frugivorus, 15rimat 70% sumber pakannya berasal dari buah. Walaupun pada saat ketersediaan buah sedikit, orangutan akan memanfaatkan sumber pakan lain seperti daun muda, 15rimate, serangga dan akar. Setelah menghabiskan seluruh aktivitas dari pagi sampai sore hari, kegiatan selanjutnya adalah membuat sarang tidur. Orangutan dalam 1 hari akan membuat sarang malam (tidur) hanya 1 kali dan membuat beberapa sarang istirahat pada waktu siang di sela-sela aktivitasnya. Setiap menjelang petang mereka membuat sarang untuk tidur. Sarang biasanya dibangun pada percabangan pohon dengan melipat ranting dan dedaunan.

Page 15 of 22

Gambar: Tingkah laku orang utan Mereka punya kebiasaan menjelajah hutan dari dahan pohon yang satu ke pohon lainnya. Mereka menggunakan keempat anggota geraknya (dua tangan dan kakinya). Orangutan memliki daerah jelajah yaitu daerah dimana orangutan tertentu pernah dilihat dan bergerak pindah dalam kurun waktu tertentu. Jelajah harian orangutan jantan memiliki rata-rata 800-1300 meter/hari, kondisi ini dapat berubah apabila terjadi proses cons ort (kebersamaan) saat mengikuti individu betina dewasa sehingga memperjauh jarak jelajahnya. Orangutan juga termasuk 16rimate yang sangat pintar, kondisi ini dapat dilihat dari beberapa perilaku penggunaan alat dalam aktivitasnya. Seperti alat untuk mengambil madu, alat untuk mengambil biji buah Nessia, paying saat hujan, dll. Orangutan hidup semi solitaire. Tidak membentuk kelompok seperti jenis kera besar lainnya. Mereka bersosialisasi dengan individu lainnya pada saat kawin yang berlangsung selama 2-3 minggu dan saat mengasuh anaknya. Orangutan melahirkan hanya satu anak setiap kelahiran, setelah 8-5 bulan mengandung. Orangutan bisa hidup hingga berumur 50-60 tahunan lebih. Seperti halnya manusia, induk orangutan selalu merawat, menjaga, dan memberi kasih sayang kepada anaknya yang masih kecil, hingga dirasa dia bisa hidup secara mandiri lepas sama sekali dari induknya. Aktivitas hariannya lebih banyak dilakukan di atas pohon besar. Mereka punya kebiasaan menjelajah hutan dari dahan pohon yang satu ke pohon lainnya. Mereka menggunakan keempat anggota geraknya (dua tangan dan kakinya). Orangutan jantan dewasa dapat mengeluarkan suara (Long Call ) yang cukup nyaring dan dapat didengar sejauh 3 km. Suara itu menantang orangutan jantan lain yang ada disekitarnya dan juga sebagai tanda tentang daerah yang dikuasainya.

Page 16 of 22

D. Evolusi Secara Umum Evolusi 17rimate merupakan salah satu contoh evolusi dengan data yang cukup lengkap. Teori evolusi yang hanya didasarkan atas adanya fosil tidak pernah dapat menerangakan dengan lengkap apa yang terjadi di masa lampau. Oleh karena itu untuk mempelajari evolusi suatu 17rimate17, biasanya para ahli menggunakan data suatu 17rimate17 yang masih hidup hingga kini. Dalam hal ini, yang dilakukan para ahli ialah melihat perubahan stuktur dari 17rimate17-organisme yang paling erat hubungan kekerabatan dengan 17rimate17 sasaran yang diteliti. Dengan mengaitkan perubahanperubahan suatu cirri, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai apa yang terjadi pada masa silam. Dalam hal ini, digunakan pendekatan pada golongan 17rimate. Salah satu definisi evolusi adalah merupakan suatu ilmu yang mempelajari perubahan yang berangsur-angsur menuju 17rimate yang sesuai dengan masa dan tempat. Pada dasarnya evolusi tidak untuk membuktikan apakah suatu jenis berasal dari jenis yang lain. Memang menurut Darwin, suatu 17rimate17 berasal dari 17rimate17 lain. Tetapi pembuktian bahwa sustu jenis berasal dari jenis yang lain tidak pernah dapat dibuktikan. Yang dipelajari dalam evolusi adalah proses perubahannya.

Gambar : skema evolusi primata

Primata muncul sekitar 70 juta tahun yang lalu seiring dengan punahnya dinosaurus. Setidaknya, itulah fosil tertua yang pernah ditemukan dari 17rimate. Sekarang, ordo 17rimate dibagi menjadi dua sub ordo, yakni Prosimian (meliputi lemur, tarsius, dll) dan Antropoid (kera, monyet, manusia). Prosimian yang dahulu mendominasi 17rimate, sekarang semakin tersingkir dan akhirnya menjadi 17rimate beberapa daerah seperti Madagaskar. Dengan pemisahan garis filogenetik, maka cabang dari Anthropoidea ada 3:
Page 17 of 22

monyet, kera, dan Hominid (manusia). Monyet pertama muncul kira-kira 50 juta tahun lalu. Awal mulanya, monyet dunia baru muncul dari cabang 18rimate kuno, dan belakangan monyet dunia lama berevolusi sebagai garis keturunan terpisah. Garis keturunan yang tersisa setelah pemisahan monyet disebut garis Hominoid. George Gaylord Simpson menyarankan pengelompokan garis itu ke superfamilia Hominoidea. Pengelompokan itu mencakup: Hylobatidae (kera kecil), Pongidae (kera besar), Hominidae (manusia). Namun, belakangan ini para taksonom cenderung tidak membedakan lagi antara kera kecil 18rimate18 besar. Kera kecil mencakup siamang alias gibbon dan kerabatnya. Kera besar contohnya 18rimate, simpanse, dan orangutan. Simpanse punya 2 spesies dan beberapa 18rimate181818 (masih kontroversi), sementara itu orangutan dan 18rimate hanya punya 1 spesies, namun orangutan punya 2 spesies: P. pygmaeus pygmaeus, dan P. pygmaeus abelli. Manusia modern juga hanya memiliki 1 spesies, yakni Homo sapiens. Fosil kera 18rimate1818 yang pernah ditemukan kira-kira berusia 35 juta tahun dan dinamakan Aegyptopithecus, yakni kera fajar. Karena itu merupakan garis keturunan hominoid, maka kera tersebut adalah nenek moyang bersama kera dan manusia. Divergensi antara kera purba dan manusia diduga terjadi sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu

Gambar : Bentuk primata dari waktu ke waktu

Awal mulanya, 18rimate mengadaptasikan kehidupan arboreal. Sendi bahu yang sangat fleksibel pada monyet 18rimate18 memudahkan mereka untuk berayun-ayun dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Tipe lokomosi seperti itu disebut brachiasi (dari kata Latin brachia/brachium untuk lengan). Pengemukanya adalah Sir Arthur Keith,yang menyadari keuntungan lokomosi itu di hutan. Modifikasi lainnya adalah pergeseran mata ke tengah wajah, sehingga citra dari kedua mata dapat menumpuk ditengah dan menghasilkan citra yang lebih baik. Kebanyakan 18rimate memiliki pegangan tangan dan kaki yang kuat dan fleksibel. Namun, kemampuan itu telah tereduksi 18rimat seratus persen pada 18rimate bipedal yang plantigrad, seperti umat manusia.
Page 18 of 22

Akan tetapi, 19rimat semua 19rimate dari yang paling kuno sampai yang paling baru sekalipun, memiliki tangan dengan ibu jari yang dapat berputar. Hal ini sangat menguntungkan bukan saja untuk memegang objek, namun melakukan manipulasi dan modifikasi lingkungan. Apalagi, dengan perkembangan neokorteks (cerebrum) yang amat pesat, hal ini memberikan jalan lapang untuk perkembangannya. Tangan yang telah terbebaskan dari peralihan cara hidup dari arboreal ke non arboreal nampaknya telah banyak berperan dalam komunikasi yang lebih baik diantara spesiesnya, 19rimate191919 itu mendorong perkembangan interaksi kelompok, berbicara, dan akhirnya: penciptaan budaya. Kita yang hidup pada masa sekarang tidak pernah dapat mengetahui dengan pasti mengenai apa yang terjadi pada masa lalu. Oleh karena itu, digunakan data fosil dan data dari 19rimate19 yang hidup pada masa kini. Bukti yang digunakan untuk mempelajari perubahan akan ditinjau dari banyak segi, yang dapat memberikan petunjuk mengenai apa yang terjadi peda masa lalu. Suatu sifat akan berevolusi sesusia dengan perkembangan waktu dan tempat. Dengan menggunakan data fosil dan 19rimate19 aktuil mempunyai senmua sifat terevolusi. Analisis yang dilakukan pada 19rimate primitive sampai dengan 19rimate yang maju, yakni manusia memberikan gambaran sebagai berikut: Perkembangan Primata 19rimate1919 ke Primata maju

Hubungan antara tulang vertebra dan tengkorak mengalami perubahan yang berangsur-angsur menuju titik berat tengkorak. Mula-mula hubungan ini terdapat dibagian tepi menjadi tepat berada di bawah. Perubahan ini diikuti dengan perubahan cara berjalan dari empat kaki menjadi dua kaki. Sejalan dengan perubahan ini, maka otot leherpun menjadi lebih lemah, seadngkan panggul menjadi lebih penting dan kuat. Bentuk tengkorak yang memanjang dengan rahang besar, gigi yang kuat dan membentuk moncong menjadi bertambah pendek. Rongga hidung yang besar sekarang menjadi jauh lebih kecil.

Bola mata pada 19rimate19 non 19rimate tidak mempunyai tulang yang meliputinya. Tetapi pada kera dan manusia, mata sudah sepenihnya ter-lindung. Hal ini menunjukkan bahwa mata menjadi organ yang sangat penting. Selain itu, dapat pula dilihat bahwa mata ynag menghadap ke samping, menjadi berangsur-angsur menghadap ke depan. Penglihatanpun berubah dari dua dimensi menjadi tiga dimensi, dan kemampuan melihat warna meningkat dari hitam putih untuk membedakan gelap dan terang menjadi mampu melihat 19rimat semua spectrum warna. Hal ini erat kaitannya dengan cara hidup dari malam hari menjadi siang hari. Selain itu, matapun diperlukan untuk melihat makan diantara ranting-ranting pohon, dan untuk menyelinap dengan mudah diantara hutan.

Ujung jari bercakar berangsur-angsur berubah menjadi kuku. Hal ini terlihat bahwa tupai mempunyai cakar, sedangkan 19rimate lebih lanjut mempunyai kuku yang tebal dan akhirnya manusia mempunyai kuku yang tipis. Cakar mula-mula

Page 19 of 22

digunakan untuk mengais mencari makan. Dengan berubahnya cara hidup dari hidup di tanah menjadi kehidupan arboreal, maka cakar menjadi mengganggu kemapuan bergerak dengan cepat di atas pohon.kehidupan arboreal lebih membutuhkan kemampuan untuk me-megang. Dengan demikian, terjadi pula perubahan cara memegang dengan terbentuknya ibu jari dengan persendiaan yang lain daripada jari-jari yang lain. Hal ini erat kaitannya dengan timbulnya flora hutan sebagai habitat baru di muka bumi. Cakar perlu untuk naik pohon, tetapi selalu terkait kalau pindah dari suatu tempat ke tempat lain. Selain itu, terjadi pula perubahan dari telapak tangan. Hal ini penting berkaitan dengan kemampuan untuk memegang yang terlihat pada kera, yang mempunyai empat tangan, bahkan pada kera Amerika Selatan, ekorpun dapat digunakan untuk memegang.

Kehidupan arboreal menyebabkan fungsi tangan lebih penting daripada kaki. Hal ini terlihat pada bangsa kerayang memilki tangan yang lebih panjang dan lebih kuat daripada kaki. Struktur ini penting untuk dapat nerayun-ayun dan berpindah tempat. Dengan berubahnya permukaan bumi, maka jumlah hutan menjadi semakin sedikit. Selain itu, ditemukan 20rimate besar yang tidak dapat ditunjang oleh hutan. Dengan demikian, 20rimate mulai turun ke permukaan bumi. Akibatnya tangan menjadi kurang diperlukan sedangkan kaki diperlukan untuk mengejar mangsa dan menghindarkan diri dari predator.

Volume otak mengalami perubahan pesat. Faktor ini sangat nyata terlihat pada golongan kera-manuasia. Australopithecus hanya mempunyai volume otak 600 cc, sedangkan manusia modern sekitar dua kali lebih besar. Data fosil menunjukkan bahwa fosil manusia lainnya mempunyai kisaran antara keduanya. Perubahan volume otak dapat pula dilihat pada perubahan dahi.

Page 20 of 22

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2011. Orangutan Sumatra, http://id.wikipedia.org/wiki/Orangutan_sumatera, diakses tanggal 11 Mei 2012. Anonim. 2011. Orangutan Borneo, http://id.wikipedia.org/wiki/Orangutan_kalimantan, diakses tanggal 11 Mei 2012. Anonim. 2011. Orangutan Kalimantan, http://forestcreator .wordpress.com/2010/03/20/ orange tan-kalimantan /, diakses tanggal 11 Mei 2012. Biggs,A., W.C. Hagins, C. Kapicka, L. Lundgren, & P. Rirelo.2004. Biology: The Dinamichsof life. New York. McGraw-Hill Compaines, inc. Campbell, N.A., J.B Reece & L.G Mitch. 2005. Biology. Edisi ke -5, Jilid 1,2 dan 3terj. 5th ed oleh manalu, W. Jakarta:Erlangga.

Page 21 of 22

Page 22 of 22