Anda di halaman 1dari 32

PRESENTASI FK UKRIDA

SETO HERWINDO (11-2009-158) VINA TANADY (11-2009-235) HENRY ESTRADA (11-2009-243) CYNTHIA ANGELA KARIM (11-2009-244)

Glaukoma

Glaukoma berasal dari kata Yunani yang berarti

hijau kebiruan, yang memberi kesan warna tersebut pada pupil penderita glakoma Syarat terjadi glaukoma 1. TIO > 21 mmHg 2. CD ratio > 0,5 3. Penyempitan lapang pandang

Epidemiologi
1.

2.
3. 4.

5.
6.

7.

Herediter Perempuan > laki-laki Biasanya pada usia > 40 tahun Glaukoma kongenital terjadi sebelum usia 1 tahun Glaukoma infantil terjadi sejak lahir sampai usia 2 tahun Glaukoma juvenil terjadi pada usia 10-15 tahun Glaukoma sekunder terjadi akibat komplikasi penyakit mata lainnya

Anatomi Bola Mata

Humor Akueus

Aliran humor akueus dipengaruhi oleh :

1.
2. 3.

4.
5. 6.

7.

Tingginya TIO Tingginya Tekanan episkleral Viskositas akueus Blok siliaris, blok pupil, sinekia posterior Glaukoma terbuka atau tertutup Kemiringan lubang trabekular meshwork Makrofag

Pengukuran TIO
Tonometri Schiotz

Kekurangan : Dipengaruhi kekakuan sklera sehingga pada miopia harus waspada

Tonometri Aplanasi Goldmanns (terbaik)

Kekurangan : Dipengaruhi ketebalan kornea sentral

Tonometri Digital

Palpasi 2 jari dan bandingkan dengan mata pemeriksa


Tonometri Non Kontak

Pasien dan pemeriksa berdiri lalu pemeriksa menembakan udara ke mata pasien dan dilihat hasilnya

Tes provokasi
Minum air banyak, minum kopi, tes kamar gelap, tes

midriasis, dan tes steroid. Hasil positip jika didapatkan hasil > 8 mmHg Indikasi : 1. Glaukoma sudut tertutup 2. Glaukoma tekanan normal 3. Bias TIO

Gonioskopi
Tujuan gonioskopi :

Untuk mengidentifikasi struktur sudut abnormal 2. Untuk memastikan sudut bilik 3. Untuk memvisualisasikan sudut selama prosedur ini dilakukan : goniotomi dan trabekuloplasty
1.

Klasifikasi sudut menurut Shaffer

Oftalmoskopi
CD ratio normal < 0,3

Funduskopi pada Glaukoma

Pemeriksaan Lapang Pandang


Lapang Pandang Normal Nasal : 60 degrees Temporal : 95 degrees Superior : 50 degrees Inferior : 70 degrees Makula lutea terletak di temporal

Lapang Pandang pda Glaukoma

Klasifikasi Glaukoma Berdasarkan Etiologi


1. Glaukoma primer a. Sudut tertutup -Akut -Subakut -Kronik -Iris plateau

b. Sudut terbuka -Sudut terbuka primer -Tekanan normal

2. Glaukoma kongenital a. Glaukoma kongenital primer b. Glaukoma yang berkaitan dengan kelainan perkembangan mata lain - Sindrom pembelahan kamera anterior (sindrom Axenfeld, sindrom Rieger, Anomali Peter) - Aniridia

c. Glaukoma yang berkaitan dengan kelainan perkembangan ekstraokuler - Sindrom Sturge-Weber, sindrom Marfan, Neurofibromatosis, sindrom Lowe, dan Rubela Kongenital

3. Glaukoma sekunder - Glaukoma pigmentasi - Sindrom eksfoliasi - Akibat kelainan lensa (fakogenik berupa dislokasi, intumesensi, fakolitik) - Akibat kelaiann traktus uvea (berupa uveritis, sinekia posterior, tumor) - Sindrom iridokorneo endotel - Trauma (hifema, kontusio/resesi sudut, senekia anterior perifer)

- Pascaoperasi (berupa glaukoma sumbatan siliaris, sinekia anterior perifer, pertumbuhan epitel ke bawah, pascabedah tandur kornea, pascabedah pelepasan retina) - Glaukoma neovaskular ( berupa penyakit-penyakit seperti diabetes melitus, sumbatan vena retina sentralis, tumor intraokular) - Peningkatan tekanan vena episklera ( berupa fistula karotis-kavernosa, sindrom Sturge-Weber) - Glaukoma akibat steroid

4. Glaukoma absolut Adalah hasil dari semua glaukoma yang tidak terkontrol dengan tanda-tanda mata yang keras, tidak dapat melihat, dan mata terasa nyeri.

Penatalaksanaan
Pada dasarnya terapi glaukoma dibagi menjadi terapi medikamentosa dan operatif. Tujuannya untuk menurunkan TIO sehingga aman bagi penderita. Target penurunan TIO pada glaukoma sudut tertutup dan glaukoma sekunder adalah dibawah 22mmHg, sedangkan untuk glaukoma primer sudut terbuka biasanya 20-60% dari TIO awal. Cara penurunan TIO ialah dengan menurunkan produksi humor aquos oleh badan siliar atau menambah pembuangan carian aquos melalui trabekulum meshwork dan uveosklera.

Prinsip terapi glaukoma 1. Semakin tinggi TIO, semakin besar resiko kerusakan. 2. Terdapat faktor lain selain TIO dalam glaukoma. 3. Perlu follow up terus menerus. 4. Pertimbangkan efek samping dan biaya, karena terapi untuk glaukoma bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup. 5. Pertahankan penglihatan yang baik dengan efek samping inimal dan biaya ringan.

Obat Topikal
1.

2.
3.

4. 5.

Golongan kolinergik: pilokarpin, karbakhol Golongan agonis adrenergik: epinefrin. Dipiverfin, brimonidin, apraklonidin Golongan penyekat reseptor beta / beta blocker: timolol, carteolol, betaxolol, levobunolol, metoprolol Golongan analog prostaglandin: latanoprost, travoprost, bimatoprost, unoprostone Golongan inhibitor karbonik anhidrase topikal: dorzolamid, brinzolamid

Obat Sistemik
Golongan inhibitor karbonik anhidrase: acetazolamid, methazolamid 2. Zat hiperosmotik: mannitol, gliserin, urea
1.

Operasi Glaukoma
1.

2.
3. 4.

5.
6. 7.

8.
9.

Iridektomi atau Iridotomi Perifer Gonioplasti atau Iridoplasti Laser Trabekuloplasti Laser Trabekulektomi Goniotomi Trabekulotomi Implan Drainase pada galukoma Perusakan Badan Siliar Non-Penetrating Glaucoma Surgery

Prognosis
Prognosis baik, jika : 1. Diagnosa dini dan tepat 2. Penatalaksanaan yang tepat 3. Kepatuhan pasien untuk rutin cek TIO dan rutin menggunakan obat 4. Ditemukan kasus glaukoma pada riwayat keluarga pasien

Sekian dan Terima Kasih