Anda di halaman 1dari 18

SEMATOTROPIN

Eko Nur Setiawan Desten Prima Anggara Joko pratama Fila Delvia Dewi Nurmasita Hardiana Nur Wahidah Christina Ade F.M Meilisa A. Marlyan Bone Jessie Elviasari Romansyah

Somatotropin adalah hormon pertumbuhan (growth hormone/GH) yang termasuk hormon protein atau hormon polipeptida. Somatotropin dapat mempengaruhi proses metabolisme yang menyangkut pertumbuhan melalui stimulasi sintesis protein meningkatkan transportasi asam amino ke dalam sel, mempengaruhi metabolisme, karbohidrat, glukoneogenesis dalam hati memacu mobilisasi lemak tubuh, mempengaruhi metabolisme mineral dan memacu pertumbuhan tulang rawan yang akhirnya akan memacu pertumbuhan. Hormon somatotropin diproduksi oleh kelenjar pituitari yang terletak di bagian bawah otak manusia.

hormon Growth Hormone hGH


Hormon pertumbuhan manusia (hGH) adalah protein dari 191 asam amino dan berat molekul 22 kDa, dalam bentuk 4 struktur heliks . Dalam perannya sebagai agen anabolik, tujuan utama pengobatan GH pada anak dengan defisiensi GH adalah untuk meningkatkan tinggi dewasa akhir. Hormon pertumbuhan manusia rekombinan (rhGH) telah dibentuk eksklusif berupa hormon pertumbuhan yang digunakan untuk mengobati defisiensi GH di dunia.

Proses cloning growth hormone (hGH) proses hulu


Amplifikasi PCR dari cDNA hGH Retriksi dengan Bam HI dan NcoI Ligasi dengan T4 ligase ke dalam TA pCR II TOPO

Seleksi klon

PCR, squensing

Transformasi dari hGH PCR II TOPO ke E. Coli

Proses hilir
Pemisahan sel Lisis sel

(sentrifugasi)

Lizozim da EDTA

Isolasi protein

Pemekatan protein

Pemurnian

karakterisasi

ultrafiltrasi

Farmakologi
Somatropin adalah hormon polipeptida asal DNA rekombinan. Urutan asam amino dari somatropin identik dengan hGH hipofisis. Adanya efek growth hormon, karena pembentukan peptida anabolik dimediasi oleh faktor-faktor pertumbuhan seperti insulin. peptida, khususnya IGF-1, bertindak sebagai stimulator langsung proliferasi sel dan pertumbuhan. Pertumbuhan tulang, jumlah dan ukuran sel otot, massa sel darah merah, kondroitin dan sintesis kolagen, dan mobilisasi lipid semua dipengaruhi oleh GH

kontraindikasi
GH kontraindikasi pada pasien dengan kondisi berikut: closed epiphyses (pada anak-anak saja); tumor ganas, penyakit kritis yang akut dalam respon menjalani operasi jantung, bedah abdumen, atau trauma kecelakaan, atau gagal saluran pernapasan akut, dan active proliferative or severe non-proliferative diabetic retinopathy

EFEK SAMPING
Leukemia terjadi pada sejumlah kecil pasien GHD yang diobati dengan GH. Komplikasi metabolik dapat terjadi selama terapi GH, seperti hiperglikemia, hipoglikemia, hipotiroidisme, glikosuria, dan retensi cairan. Edema perifer dapat terjadi, lebih sering pada orang dewasa daripada anak-anak. Arthralgia, mialgia, nyeri dan kekakuan pada ekstremitas, kelemahan, dan sakit kepala umum terjadi saat terapi GH, lebih sering pada orang dewasa daripada anak-anak .

Genotropin Pabrik : Pfizer Dosis GHD (anak): 0,16-0,24 mg / kg / minggu dibagi dan diberikan sebanyak enam atau tujuh suntikan subkutan. GHD (dewasa): tidak lebih dari 0,04 mg / kg / minggu untuk diberikan dalam injeksi subkutan setiap hari, dosis dapat ditingkatkan pada empat interval delapan minggu sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan toleransi maksimum 0,08 mg / kg / minggu. Dosis mingguan harus dibagi dan diberikan sebanyak enam atau tujuh suntikan subkutan

Humatrope Pabrik : Lilly Dosis GHD (anak-anak): 0,18 mg / kg / minggu sampai dengan 0,3 mg / kg / minggu dibagi dan diberikan secara subkutan pada tiga hari alternatif, enam kali per minggu, atau setiap hari (penggunaan secara intramuskular dapat dilakukan).

GHD (dewasa): tidak lebih dari 0.006 mg / kg / hari subkutan untuk awal pemberian, dapat ditingkatkan sampai maksimum 0,0125 mg / kg / hari.

TERIMA KASIH

Restriksi
Menggunakan bentuk primer F dan R. Primer dirancang untuk membuat situs restriksi Nco I dan Bam HI unik pada 5 'dan 3' ujung hGH.

pCR II TOPO

Transformasi
Transformasi dilakukan dari hGH PCR II TOPO ke E. Coli. Hasil transformasi selanjutnya diseleksi dalam media LB dengan boiling method untuk mempersiapkan DNA plasmid. Hasil transformasi ke Escherichia coli menunjukkan terbentuknya koloni putih dan biru . Koloni putih merupakan koloni yang diperkirakan mengandung fragmen gen sisipan (genstilbena sintase) sedangkan koloni biru diperkirakan merupakan koloni yang tidak mengandung fragmen gen sisipan.

Seleksi klon
Dengan cara sequencing menggunakan metode P CR (Polymerase Chain Reaction) sebagai pijakannya.

Purifikasi Metode Gel Filtration (Penukar Ion)

Sampel protein

Column berisi Resin

Disentrifuge (1000 rpm) selama 1 menit, suhu 4C

Diambil filtrat dlm Collection tube

Dielektroforesis secara SDS PAGE (sistem diskontinyu)