Anda di halaman 1dari 9

Injeksi Risperidone Aksi Panjang pada Spektrum Penyakit Skizophrenia dibandingkan Depot Antipsikotik Generasi Pertama pada Pasien

Rawat Jalan di Kanada


Abstrak atar !elakang" Formulasi depot antipsikotik menyediakan potensi solusi pada penerimaan jelek terapi oral pada skizofrenia. Namun, terdapat beberapa studi perbandingan pada efektivias dan daya toleransi dari depot antipsikotik generasi pertama dan kedua pada seting praktik klinis yang nyata.Tujuan dari studi ini untuk membandingkan keamanan dan hasil pada pasien dengan skizofrenia yang diinisiasi injeksi risperidon aksi panjang (RL !" atau injeksi antipsikotik generasi pertama (F#$" pada Mental Health Center di %ritish, &olombia. #etode" 'ata diperoleh dengan ulasan grafik retrospektif pada semua pasien aktif yang memulai terapi depot yang berusia ()* tahun, telah menerima minimal + injeksi depot antipsikotik, dan sebelumnya tidak menerima ,lozapine. &urva &aplan $eler digunakan untuk memperkirakan probabilitas putus pengobatan dan hospitalisasi. $asil" Total dari grafik -. RL ! dan )./ F# ! pasien telah diulas. 0ada dasarnya pasien pada kedua kelompok memiliki usia yang mirip (+1.- dan 2/.- tahun untuk pasien RL ! dan F# ! masing3masing (p 4 ...1"" namun pasien F# ! memiliki 5aktuu yang lebih lama sejak diagnosis ()+.6 vs. 1.*7 tahun (p 4 ....+"". Retensi pengobatan pada )* bulan adalah --8 untuk RL ! dan *68 untuk pasien F# ! (p 4 ..//" dan masing3masing */8 dan **8 pasien tidak dira5at di rumah sakit (p 4 ../*". Namun, analisis RL ! telah disepakati oleh kurangnya data pasien. 0enggunaan pengobatan ,on,omitan hampir sama pada kedua kelompok ke,uali untuk anti,holinergi,s yang digunakan lebih jarang pada pasien RL ! (7.-8 vs.+7.+8, p 9 ....)". Frekuensi efek samping juga hampir sama ke,uali untuk gejala ekstrapiramidal (:0;" yang lebih umum pada pasien F# !(7/.18 vs. )-..8 for RL ! (p 9 ....)"". Kesimpulan< Tidak ada perbedaan nyata pada putus pengobatan atau hospitalisasi antara pasien RL ! dan F# !,5alaupun analisis disepakati dengan jumlah pasien sedikit. Namun, penurunan

:0; dengan RL ! mungkin mena5arkan kuntungan klinis yang signifikan untuk pasien dengan skizofrenia. Keywords< Risperidone long a,ting inje,tion, typi,al depot antipsy,hoti,, First generation depot antipsy,hoti,, Typi,al depot antipsy,hoti,, =ospitalization, Treatment dis,ontinuation, Retrospe,tive atar !elaknng ;,hizophrenia merupakan gangguan ji5a kronik dengan rentang gejala yang dapat menga5ali gangguan berat pada fungsi personal, so,ial dan okupasional >)?. 0revalensi masa hidup skizofrenia diperkirakan ..778 >/? yang berkorelasi sekitar )*7,... orang &anada dengan penyakit. #angguan biasanya mun,ul pada de5asa nmuda dan sebanyak 7.3-.8 pasien akan menderita relaps kronik yang memi,u peningkatan angka hospitalisasi dan morbiditas dan mortalitas >/,+?. 'ampak ekonomi ,ukup banyak. Terutama akibat dari hospitalisai pasien yang memanjang selama relaps (sekitar 7.8 biaya", sementara pengobatan berperan sekitar 68 dari biaya keseluruhan >2?. ;alah satu faktor yang berperan pada relaps skizofrenia adalah buruknya atau kepatuhan setengah3setengah pada pengobatan >7,6?. @alaupun kepatuhan pada skizofrenia merupakan fenomena kompleks, rute peberian pengobatan (oral vs. depot", berhubungan dengan efek samping dan efektivitas pengobatan merupakan faktor kun,i dalam menetapkan tingkatan kepatuhan jangka panjang >7,-,*?. ntipsikotik depot sering dimulai pada pasien yang menunjukkan bukti kepatuhan yang buruk atau daya toleransi pada medikasi oral >7?. Namun, 5alaupun formulasi depot dari generasi pertama atau antipsikotik tipikal mungkin memiliki dampak positif pada kepatuhan seperti obat oral lain mereka memiliki dampak minimal pada symptom negative dari skizofrenia dan kognisi dihubungkan dengan peningkatan risiko gejala ekstrapiramidal (:0;" dan Tardive diskinesia (T!" >1,).?. &eterbatasan ini mengurangi kapasitas baik formulasi oral maupun depot dari antipsikotik tipikal untuk memberikan kontrol efektif dari skizofrenia >).?. ntipsikotik generasi kedua atau atipikal efektif pada kontrol baik symptom positif maupun negative dari skizofrenia dan umumnya memiliki insidensi lebih rendah pada :0; dan T' dan pada beberapa pasien dapat memberikan keuntungan klinis lebih daripada agen tipikal >1,))3)+?.

Risperidone long3a,ting inje,tion (RL !" merupakan antipsikotik atipikal pertama yang tersedia dalam formulasi depot dan efektivitas dan daya toleransi dari agen ini telah ditunjukkan pada per,obaan klinis >)2,)7?. Namun, kurangnya informasi pada perbandingan efektivitas dan daya toleransi dari formulasi antipsikotik depot tipikal dan atipikal saat digunakan di dunia klinis yang nyata. 0ada studi masa kini, grafik retrospektif digunakan untuk menilai dampak RL ! dan antipsikotik generasi pertama depot injeksi (F# !" pada dampak pasien pada 0usat &esehatan Ai5a di &anada. #etode Blasan grafik retrospektif diselenggarakan dari 'esember /..* sampai $aret /..1 pada semua pasien aktif di Ci,toria $ental =ealth Dentre, 0artnership $edi,ation Dlini, (0$D", Ci,toria, %ritish Dolumbia. 0$D merupakan lokasi utama untuk pemberian pengobatan antipsikotik depot kepada pasien ra5at jalan. 'ampak primer dari ulasan grafik retrospektif merupakan 5aktu putus pengobatan dan 5aktu hospitalisasi untuk pasien pada RL ! vs F# !. 'ampak sekunder memasukkan penilaian dari efek samping terapi termasuk :0; dan T', durasi hospitalisasi dan penggunaan medikasi tambahan. &riteria inklusi merupakan pasien yang memulai terapi depot yang berusia ( )* tahun, telah didiagnosis menurut ';$ !C s,hizophrenia, gangguan s,hizophreniform, atau gangguan s,hizoaffe,tive, yang telah minimal mendapat + injeksi dari antipsikotik depot. &riteria eksklusi termasuk bukti per,obaan ,lozapin sebelumnya, dokumentasi penyalahgunaan al,ohol atau obat, atau kehamilanEmasa laktasi. #rafik diperiksa berdasarkan daftar lengkap dari pasien aktif di 0$D. Tujuannya untuk menyeleksi semua pasian dengan RL ! dan memasangkan mereka dengan jumlah yang sama dari pasien dengan F# !. Namun, karena pasien yang tersedia relative sedikit, semua pasien di 0$D menemukan ,riteria inklusi diasukkan. #rafik diperiksa untuk dapak primer dan sekunder untuk )* bulan pertama dari paparan F# ! danEatau RL !. 'ata yang dikumpulkan termasuk medikasi antipsikotik saat ini dan dosis, medikasi psikiatrik tambahan, usia, jenis kelamin, berat badan, 5aktu sejak diagnosis dan komorbiditas. Bntuk pasien yang memiliki paparan pada RL ! dan F# ! melalui ri5ayat pengobatannya, informasi di,atat untuk tiap jenis depot, pasien seperti itu dapat dimasukkan dalam kedua grup. 'iantara pasien yang terekspos multiple F# !, hanya medikasi pertama yang di,atat. ;elama 5aktu paparan terhadap antipsikotik, bnormal !nvoluntary $ovement ;,ale ( !$;" terbaru

>)6? and skor ;impson diidentifikasi jika pada

ngus ;,ale (; ;" >)-? di,atat, jika tersedia pada grafik. &asus T' !$; menemui ,riteria ;,hooler &ane ,riteria (gerakan diskinetik

moderat pada satu area tubuh atau gangguan gerakan diskinetik ringan pada / area tubuh. >)*? atau pasien dilaporkan memiliki T'. 0asien dipertimbangkan memiliki :0; jika mereka menggunakan pengobatan antikolinergik atau menemui definisi untuk :0; (rerata skor global .,+ atau lebih pada ; ;, atau skor mentah dari ketiganya " >)-?. @aktu putus pengobatan dinilai melalui seluruh periode pasien mendapatkan paparan antipsikotik tanpa memperhatikan hospitalisasi. Aika setela hospitalisasi pasien masih dengan antipsikotik depot yang sama, mereka dipertimbangkan bertahan untuk kelompok putus obat. 0asien yang tidak melanjutkan antipsikotik depot dengan pilihan dan kemudia relaps atau dira5at inap setelah periode 5aktu dihitung sebagai putus pengobatan. ;emua data dimasukkan ke dalam $i,rosoft 'atabase. &urva kelangsungan hidup &aplan $eier digunakan untuk memperkirakan kemungkinan putus pengobatan dan hospitailsasi pada )* bulan. ;elain itu, DoF proportional hazard modelling dipakai untuk mengidentifikasi dasar karakteristik pasien yang merupakan predi,tor signifikan untuk putus pengobatan atau hospitalisasi. 0erbandingan antara kelompok pengobatan untuk variabel kategorikal dianalisis dengan metode 0earson ,hi3sGuare atau FisherHs. untuk variabel kontinyu dengan distribusi parametri,, digunakan t3testI untuk variabel non parametri,, tes &olmogorov3;mirnov (&;" digunakan. Nilai 0 diba5ah ...7 dieprtimbangkan bermakna se,ara statisti,I namun, karena sifat persiapan dari studi ini, ke,enderungan pada data juga dipertimbangkan. !nformasi dianalisis menggunakan ;0;; ;tatisti,al ;oft5are (versi )-.." dan semua tes statisti, adalah dua sisi. &ekuatan tidak dihitung sebuah priori karena ini merupakan hipotesis yang menggeneralisasikan studi persiapan. 0ersetujuan etik untuk studi disahkan oleh =ealth Resear,h :thi,s %oard of the Can,ouver !sland =ealth uthority. !nformed ,onsent tidak diperlukan untuk revie5 grafik retrospektif ini. $asil ;eperti yang ditunjukkan pada gambar ), grafik /// pasien telah memenuhi syarat untuk dibahas namun *) pasien dieklusikan karena mereka tidak memenuhi kriteria inklusi studi. 0asien sisanya (n 4 )2)", -. menerima RL ! dan )./ F# ! sementara +) pasien dimasukkan pada kelompok pengobatan keduanya. 0ada garis dasar, pasien dalam kelompok pengobatan keduanya ,,ess

memiliki karakteristik yang hampir sama ke,uali untuk 5aktu sejak diagnosis dimana pasien F# ! memiliki durasi diagnosis lebih lama se,ara ()+.6 tahun vs. 1.*7 tahun untuk kelompok RL ! p 4 ....+" (Tabel )". 'urasi follo5 up adalah )7.1 J 2.6 bulan untuk F# ! dan ))./ J 7.6 bulan untuk RL !. 0enggunaan F# ! paling umum flupenthiFol de,anoate (6+ dari pasien F# ! (6).*8" pada dosis rerata +- mg" sementara hanya 1 pasien (*.*8" menerima haloperidol de,anoate pada dosis rerata -1 mg, dosis rerata RL ! adalah +/ mg (gambar )". Lihat tabel / untuk dosis antipsikotik depot, oral, dan total dalam ekuivalen D0K. &urva kelangsungan hidup &aplan $eier survival untuk putus pengobatan hampir sama untuk kedua kelompok dengan --8 dari pasien RL ! dan *68 dari pasien F# ! melanjutkan pengobatan pada )* bulan (p 4 ..//" (gambar /". Rerata 5aktu kelangsungan hidup untuk RL ! dan F# ! adalah )6.. (178 ,onfiden,e interval (D!", )2.1 3 )-.)" dan )6.- (178 D!, )7.1 to )-.2" bulan, masing3masing, berdasar pada analisis &aplan $eier. Namun, beberapa pasien RL ! memiliki paparan obat jangka panjangI pada )* bulan hanya )1 pasien berisiko pada analisis &aplan $eier vs. -6 untuk F# ! (gambar /". !nformasi lebih lanjut pada mereka yang putus pengobatan ditampilkan pada tabel + dan menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada proporsi putus pengobatan, 5aktu putus pengobatan atau pada alasan utama untuk putus pengobatan antara kelompok terapi F# ! dan RL !. @alaupun terdapat perbedaan pada alasan putus pengobatan antara kelompok berhubungan pada pilihan pasien (6+.68 putus RL ! vs. +*.78 untuk F# !" dan daya toleransi ()*,/8 vs +.,*8", tidak ada yang men,apai signifikan se,ara statistik. nalisis &aplan $eier untuk 5aktu hospitalisasi hampir mirip untuk kedua kelompok dengan */8 dan **8 pasien pada masing3masing kelompok RL ! dan F# !, tanpa relaps memerlukan hospitalisasi lebih dari )* bulan untuk 5aktu penilaian (p 4 ../*" (gambar +". Rerata lama kelangsungan hidup untuk lama hospitalisasi adalah )7.* (178 D!, )2.7 3 )-.." dan )6.6 (178 D!, )7.* 3 )-.2" bulan masing3masing untuk pasien RL ! dan F# !. Bntuk pasien yang dira5at tidak ada perbedaan bermakna untuk 5aktu pertama dira5at atau pada rerata durasi hospitalisasi antara pengobatan RL ! dan F# ! (Tabel +". 0ada kedua kelompok pengobatan, alasan untuk hospitalisasi adalah kegagalan pengobatan model cox proportional hazards menunjukkan tidak ada dasar karakteristik yang dinilai (usia, jenis kelamin, 5aktu sejak diagnosis, berat badan pasien, atau pengobatan dengan RL ! vs F# !" merupakan prediktor bermakna dari putus pengobatan atau hospitalisasi (hasil tidak ditampilkan".

;elama pengobatan dengan kedua formulasi depot, terdapat penggunaan tambahan dari antipsikotik oral dan terapi psikiatrik (Tabel +". 0ada kelompok F# !, terdapat penggunaan lebih banyak dari antipsikotik oral tambahan (2).)8 dari pasien F# ! vs. +.8 dari pasien RL !", antidepresan (/7.78 vs. )2.+8" and anti,holinergi, (+7.+8 vs. 7.-8", namun hanya yang terakhir yang bermakna se,ara statistik (p 9 ....)" dengan peningkatan 6./ kali pada penggunaan anti,holinergi, pada pasien F# !. 0aling umum digunakan antipsikotik oral tambahan adalah Guetiapine dan olanzapine sementara pro,y,lidine dan benztropine merupakan anti,holinergi, paling umum. Namun penggunaan tambahan antipsikotik oral tidak mempengaruhi hasil penilaian. nalisis subgroup dari -.8 dan 718 RL ! dan F# !, yang menerima terapi mono depot (misal tanpa antipsikotik oral tambaahan" menghasilkan hasil yang hampir sama untuk putus obat dan hospitalisasi untuk mereka yang sudah dijelaskan untuk analisis keseluruhan (hasil tidak ditampilkan". ;eperti yang ditunjukkan tabel 2, revie5 grafik menunjukkan bah5a proporsi yang hampir sama pada pasien dengan RL ! dan F# ! memiliki penilaian !$; dan ; ;. Rerata baik !$; dan ; ; lebih tinggi untuk kelompok pengobatan F# !, namun perbedaannya tidak signifikan se,ara statisti,. Namun, penilaian ; ; menunjukkan peningkatan +.) kali lipat (p 9 ....)" pada insidensi :0; pada kelompok terapi F# ! (7/.18 vs. )-8 dari pasien RL !". Auga, pasien pada kelompok F# ! memiliki T' (2.18 vs. ).28 pada pasien RL !" namun perbedaan ini tidak bermakna se,ara statisti, (p 4 ..2.".hasil hampir sama untuk pasien dengan kedua terapi RL ! ataupun F# i monoterapi tanpa antipsikotik oral tambaham (hasil tidak ditampilkan" Laporan efek samping terapi di,atat pada grafik pasien, menunjukkan insidensi lebih tinggi dari gangguan gerakan pada pasien dengan F# ! dengan )-.68 (vs. )2.+8 untuk RL !" dan /+.78 (vs. .8 untuk RL !" dari pasien dengan :0; dan tremor (Table 2". Tidak ada perbedaan besar pada laporan tambahan efek samping diantara kelompok pengobatan, 5alaupun hanya ).8 dan )6.-8 dari pasien RL ! dan F# ! memiliki kejadian yang di,attat pada grafik mereka. Diskusi Tujuan studi adalah untuk menilai dampak antipsikotik depot tipikal dan atipikal pada pasien skizofrenia pada dunia klinis yang sebenarnya dalam periode lebih dari )* bulan. Revie5 grafik retrospektif menunjukkan nilai tinggi dari berlanjutnya terapi depot dengan baik F# ! maupun

RL ! (*68 dan --8, p 4 ..//" dan relative ke,il pada hospitalisasi ()/.-8 dan )2.+8, p 4 ...1" tanpa perbedaan bermakna antara / formulasi. Namun, dengan RL i terdapat insidensi :0; lebih rendah ()-8 vs. 7/.18, p 9 ....)" dan bukti menunjukkan pengurangan angka T' dan pemakaian antipsikotik oral tambahan 5alaupun perbedaan ini tidak bermakna se,ara statisti,. %eberapa studi membandingkan retensi pengobatan dan hospitalisasi dengan F# ! dan RL i pada populasi pasien yang hampir sama pada tipe seting klinis ini. Namun, studi observasional telah melaporkan angka variabel retensi pengobatan,I berkisar antara 21,*8 lebih dari +6 bulan untuk depot tipikal >/.? dan men,apai *78 untuk RL i >/)?. ;elain itu, beberapa studi menunjukkan bah5a pergantian dari antipsikotik oral ke formulasi depot tipikal atau atipikal dapa memi,u penurunan angka hospitalisasi pasien >/),//?. Namun, menggunakan grafik audit metodologi retrospektif yang hampir sama, Cirit et al. >/+? menilai hasil pada pasien skizofrenia di Turki yang mengganti dari antipsikotik oral ke F# ! (n426" atau RL ! (n4//". ;etelah rerata periode pengobatan dari /.,2 dan )7,/ bulan untuk F# ! dan RL i (p4.../". ini member kesan perbaikan retensi dengan RL !, 5alauupun hsail dapat disepakati oleh kurangya data pengobatan jangka panjang untuk RL ! karena ini relative lebih tersedia sekarang dibandingkan dengan F# ! >/+?. $asalah yang hampir sama terjadi pada studi saat ini dimana pasien RL ! lebih sedikit memiliki paparan jangka panjang terhadap terapi dibandingkan dengan F# !I hanya )-8 pasien RL ! memiliki paparan diluar )* bulan dibandingkan pasien F# i -/8 dan rerata 5aktu paparan adalah )/ dan 62 bulan. &arna analisis saat ini dibatasi terhadap pembandingan lebih dari )* bulan maka kelompok dapat dibandingkan pada kondisi yang hampir sama. &eterbatasan data jumlah dari pasien dengan RL ! jangka panjang dapat mempengaruhi validitas retensi pengobatan dan hospitalisasi pada populasi ini. Cirit et al. >/+? member kesan bah5a retensi pengobatan pada RL i pada studi ereka dapat lebih tinggi daripada dengan F# i karena insidensi kejadian simpang yang lebih rendah se,ara signifikan dengan antipsikotik sebelumnya (p4.../" ;ebaliknya, penggunaan metodologi yang berbeda, Llfson et al. >/2? tidak menemukan perbedaan pada angka retensi pengobatan antara F# ! dan RL !. 'engan analisis dari database administrtif $edi,aid di B;, penulis melaporkan bah5a 6 bulan setelah mulai pengobatan, hanya 1.-8, 7.28 dan /.68 pasien melanjutkan aloperidol de,anoate, fluphenazine de,anoate dan RL ! jauh lebih rendah daripada yang dilaporkan disini. Namun, terpisah dari batasan database

analisis administratif >/2?, pasien pada studi ini juga memiliki angka tinggi dari polifarmasi (( -.8 to 1+8 pasien juga menerima antipsikotik oral selama terapi depo", pengobatan >/2?. 0ada studi ini! +.8 dan 2).)8 pasien RL ! dan F# !, menggunakan antipsikotik oral tambahan. 0ada praktik klinis, polifarmasi antipsikotik dilaporkaan berkisar dari )+8 sampai 6.8 dan dapat memiliki pengaruh banyak pada hasil pasien skizofrenia >/7,/6?. Namun, pada studi ini polifarmasi tidak mun,ul pengaruh pada hasil yang diamati. ;aat analisis diulang pada pasien yang menerima RL i atau F# ! monoterapi, semua hasil, termasuk insidensi gangguan gerak, tidak berubah yang member kesan bah5a antipsikotik oral tidak berperan dalam retensi pengobatan, hospitalisasi atau efek simpang . faktanya, sebagian besar peresepan antipsikotik tambahan adalah untuk Guetiapine saat tidur, menunjukkan digunakan sebagai bantuan tidur. %aik kelompok pasien RL i dan F# ! memiliki karakteristik dasar yang hampir sama, 5alaupun 5aktu sejak diagnosis se,ara signifikan lebih lama pada F# ! (+,-7 tahun lebih lama". $aka, ini mungkin bah5a kelompok F# ! lebih stabil dalam penyakit mereka dan risiko relaps lebih ke,il, dibandingkan kelompok RL !, yang dengan diagnosis kini lebih memiliki penyakit yang kurang stabil. =ampir sama, 5alaupun tidak signifikan se,ara statisti,, kelompok RL ! rata3rata +tahun lebih muda, sekali lagi member kesan perbedaan perjalanan penyakit antara kedua grup. 0erbedaan ini dapat berperan untuk mengamati pengaruh RL ! dan F# !. 0ada studi ini menunjukkan bukti jelas bah5a pengobatan RL ! pada pasien ra5at jalan memi,u penurunan angka :0; se,ara signifikan dan ke,enderungan menuju penurunan angka T', dibandingkan antipsikotik depot konvensional. !ni meyakinkan studi sebelumnya yang menunjukkan reduksi signifikan pada :0; dan gangguan gerak setelah pergantian dari F# ! ke RL ! >/-,/*?. @alaupun tidakk dinilai pada studi ini, penggantian dari depot tipikal ke RL ! juga ditunjukkan kepada hasil signfikan perbaikan pada skor 0ositive and Negative ;yndrome ;,ale (0 N;;" member kesan pengaruh luas dari RL i terhadap kontrol gejala pada skizofrenia >/-,/*?. 0ada studi ini, insidensi gangguan gerak didasarkan terutama pada penilaian !$; dan !$; ; ; di,atat pada grafik pasien. Namun, hanya 768 dan 7.8 pasien memiliki evaluasi member kesan komorbiditas psikiatrik yang bertambah yang mungkin memiliki pengaruh negative pada retensi

dan ; ;, 5alaupun pedoman asosiasi psikiatrik kanada yang merekomendasikan penilain setiap 6 bulan >/1?. !ni member kesan bah5a rekomendasi ini dapat diterapkan se,ara universal pada praktik klinik. #ejala :0; memiliki pengaruh besar pada fungsional pasien dan juga

berpengaruh kepatuhan terhadap pengobatan antipsikotik, karena itu rekomndasi untuk penilaian teratur >/13+)?. 0ada studi ini, pengamatan bah5a RL ! menurunkan insidensi :0; se,ara signifikan dibandingkan F# ! sementara menyediakan level tinggi dari kontrol gejala, dapat berhubungan se,ara bermakna.untuk pera5atan pasien jangka panjang dengan antipsikotik depot. Terdapat batasan jumlah berhubungan dengan studi ini. Mang pertama, data hanya diperoleh dari pasien di 0$D yang sedang menerima depot injeksi. kibatnya, pasien yang men,oba depot dan relaps, atau tidak melanjutkan pengobatan lebih a5al, tidak diperoleh jadi angka kejadian yang ditemukan mungkin bukan ,erminan sebenarnya dari kejadian populasi skizofrenia se,ara keseluruhan. Mang kedua, revie5 grafik retrospektif menyandarkan diri pada rekam medis konsisten dan komprehensif, yang mungkin tidak selalu menjadi kasus, jadi detil klinis mungkin terle5atkan untuk beberapa pasien. ;elain itu, terdapat juga kemungkinan misinterpretasi dari data yang ada pada grafik oleh revie5er atau kurangnya klarifikasi dari data yang hilang. Mang ketiga, kekuatan kalkulasi tidak lengkap apriori karena jumlah grafik yang ada terbatas dan tujuan revie5 adalah eklsporatori. khirnya, seperti yang dibahas di atas, sejumlah ke,il pasien yang menerima RL ! diluar )* bulan mungkin menyepakati validitas dari perkiraan retensi pengobatan dan angka hospitalisasi untuk populasi pasien ini. $aka, 5alaupun keterbatasan ini, studii ini menyediakan penilaian dari hasil pera5atan umumnya untuk pasien skizofrenia yang menerima pengobatan antipsikotik depot pada satu $ental =ealth Dentre di &anada. Kesimpulan Tidak ada perbedaan berarti antara angka retensi pengobatan dan hospitalisasi pada pasien yang menerima RL ! atau F# !, 5alaupun perkiraan angka jangka panjang untuk yang sebelumnya didasarkan pada jumlah ke,il pasien. Namun, pengobatan RL ! dihubungkan dengan insidensi lebih sedikit se,ara signifikan dari :0;, sebuah ke,enderungan insidensi T' ke arah lebih ke ke,il, dan mengurangi penggunaan antipsikotik oral. =asil menekankan kebutuhan untuk studi lebih besar membandingkan pengobatan RL ! dan F# ! pada skizofrenia, salah satu bukti yang kuat untuk mendeteksi perubahan relevan se,ara klinis pada dampak pasien.