Anda di halaman 1dari 11

BENTANG ALAM DAN SOSIAL PENDUDUK FILIPINA

MAKALAH

Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aen Rynaldi Ikbal Kasih Avita Saadah Zakiatul M. Tita Karwati Tommy

MTs NEGERI TARIKOLOT


Tahun 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul FILIPINA. Penulisan makalah adalah dalam rangka menyelesaikan salah satu tugas mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di MTs. Negeri Tarikolot Jatinunggal. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal Alamiin.

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................ i Daftar Isi......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1 1.1. Latar Belakang ............................................................................ 1 1.2. Tujuan Pembuatan Makalah ........................................................ 2 1.3. Manfaat Pembuatan Makalah ...................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3 2.1. Bentang Alam Dan Sosial Penduduk Fhilipina ........................... 3 A. Letak Astronomis dan Geografis ......................................... 3 B. Luas dan Batas-Batas ........................................................... 3 C. Kondisi Alam ....................................................................... 3 D. Iklim, Flora, dan Fauna ....................................................... 4

2.2. Sosial Penduduk ............................................................................ A. Keadaan Sosial ..................................................................... 7 B. Keadaan Ekonomi ................................................................ 7 C. Keadaan Penduduk ............................................................... 8 D. Kesenian dan Alat Budaya ................................................... 9

BAB III PENUTUP ..................................................................................... 12

ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Republik Filipina (biasa disebut Filipina atau Pilipina saja) adalah sebuah negara di Asia Tenggara, sebelah utara Indonesia dan Malaysia. Filipina merupakan sebuah negara kepulauan. Negara ini terdiri dari 7.107 pulau. Filipina seringkali dianggap sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara di mana pengaruh budaya Barat terasa sangat kuat. Filipina adalah negara paling maju di Asia setelah Perang Dunia II, namun sejak saat itu telah tertinggal di belakang negaranegara lain akibat pertumbuhan ekonomi yang lemah, penyitaan kekayaan yang dilakukan pemerintah, korupsi yang luas, dan pengaruh-pengaruh neo-kolonial. Saat ini Filipina mengalami pertumbuhan ekonomi yang moderat, yang banyak disumbangkan dari pengiriman uang oleh pekerja-pekerja Filipina di luar negeri dan sektor teknologi informasi yang sedang tumbuh pesat. Untuk lebih jauh mengenal Filipina, maka penulis mencoba memberi penjelasan dan gambaran yang tertuang dalam sebuah makalah yang berjudul Filipina.

1.2. Tujuan Pembuatan makalah Adapun tujuan pembuatan makalah ini diantaranya : 1. Untuk memenuhi tugas dari guru mata pelajaran IPS. 2. Untuk menambah pengetahuan tentang keadaan dan kondisi negara Filipina.

1.3. Manfaat Pembuatan makalah Manfaat dari penulisan makalah ini diantaranya selain bisa memenuhi tugas dari guru dari mata pelajaran IPS, juga dapat: 1. Menambah pengetahuan tentang Negara Filipina, dan juga memberikan gambaran dan pemahaman seperti apa Filipina. 2. Menjadikan makalah ini sebagai referensi yang mungkin berguna dalam mempelajari materi pembelajaran IPS tentang Filipina di masa yang akan datang.

BAB II BENTANG ALAM DAN SOSIAL PENDUDUK PHILIPINA

2.1. Keadaan atau Bentang Alam a. Letak Astronomis dan Geografis Secara geografis, Negara Filipina berbatasan dengan samudra pasifik di sebelah utara dan timur, berbatasan dengan laut Cina Selatan di sebelah barat, dan berbatasan dengan laut Sulawesi disebelah selatan. Secara astronomis, Filipina terletak antara 40 LU-190LU dan 111BT0-1260BT

b. Luas dan Batas-Batas Luas : + 400.440 KM2 Batas Wilayah : 1) Sebelah utara berbatasan dengan Samudra Pasifik 2) Sebelah timur berbatasan dengan Samudra Pasifik 3) Sebelah selatan berbatasan dengan laut sulawesi 4) Sebelah barat berbatasan dengan laut Cina Selatan

c. Kondisi Alam Secara umum keadaan alam di negara Filipina tidak jauh berbeda dengan Indonesia, begitu pula dengan corak penghidupan rakyatnya. Melihat kota-kota di Filipina memang terasa ada perbedaan suasana karena lebih kebaratbaratan, tetapi wialayah pedesaannya hampir tak berbeda dengan pedesaan kita. Wilayah Kepulauan Filipina memiliki kedalaman parit laut sekitar 10.539 meter, atau yang terdalam di dunia, yang berlokasi di lepas pantai timur Pulau Mindanao. Kepulauan Filipina juga kaya dengan wilayah hutan lindung yang masih asli di Luzon Utara dan Mindanao, daerah perbukitan, gunung-gunung, jurangjurang curam, dan lembah-lembah yang subur. Danau-danau terbesar di Filipina terdapat Pulau Luzon, Danau Laguna de Bay, dan Danau Sultan Alonton di Pulau Mindanao.

Karena keadaan alamnya termasuk subur, penduduk negeri ini sebagaian besar memperoleh penghasilan dari bertani dan berkebun. Sawah-sawah dijumpai hampir di semua kepulauan negeri itu. Filipina merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak gunung api sebagai rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik. Kondisi tanah yang subur sangat menunjang kegiatan agraris yang meliputi bidang pertanian (berupa padi, jagung, dan abaca atau serat manila), bidang perikanan dan kehutanan (hampir separuh wilayah daratannya berupa hutan). Selain itu sungainya yang pendek-pendek dengan aliran yang deras dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

d. Iklim, Flora dan Fauna 1) Iklim Keadaan iklim di Filipina juga tidak berbeda jauh dengan Indonesia, Iklim di Kepulauan Filipina termasuk wilayah yang dipengaruhi oleh angin muson yang memberinya dua jenis musim, yaitu musim hujan antara juni sampai Februari dan Musim Kemarau antara Maret sampai Juli. Di beberapa wilayah hujan turun amat lebat, sementara di wilayah lainnya agak jarang. Angin yang banyak membawa hujan adalah yang bertiup dari arah Barat Daya dan Barat Laut. Sebaliknya, bila angin taufan muncul dari arah Utara serta Timur Laut, seluruh wilayah Filipina mengalami penderitaan akibat serangnya. Curah hujan tertinggi dialami Pulau Luzon. Curah hujan yang menimpa kota Manila bisa mencapai 1.200 mm setahunnya. Curah hujan tertinggi di Filipina mencapai 2.500 mm, dibandingkan dengan curah hujan tertinggi di negeri Belanda misalnya hanya sekitar 750 mm setahunnya. Filipina, seperti halnya dengan Indonesia memiliki banyak sekali jenis tumbuhan dan binatang liar. Pohon banyan dan palma tumbuh di hutan-hutan rimba yang dilindungi dengan baik. Di sini juga terdapat phon bambu serta sekitar 90.000 jenis tanaman tropis berbunga yang tumbuh di seluruh kepulauan ini. Sementara itu, pohon kelapa merupakan kekayaan pantai-pantai Filipina, terutama di wilaah Selatan. Karena itu salah satu komoditi ekspor yang cukup penting bagi Filipina Selatan adalah Kopra.

2) Flora dan Fauna Binatang liar utama yang ditemukan di kepulauan Filipina adalah berbagai jenis ular dan kera, serta jenis-jenis binatang menyusui yang lebih kecil. Filipina juga memiliki berbagai jenis burung, sementara hewan piaraan yang utama di negeri itu adalah kerbau. Seperti di Indonesia, kerbau-kerbau itu digunakan tenaganya untuk membajak sawah.

2.2 Sosial Penduduk a. Keadaan Sosial Filipina atau Republik Filipina adalah sebuah negara republik di Asia Tenggara sebelah utara Indonesia dan Malayasia Filipina merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di Lingkar Pasifik Barat, negara ini terdiri dari 7.107 pulau. Selama ribuan tahun, warga kepulauan Filipina yang bahagia dan pekerja keras ini telah mengembangkan sistem cocok tanam Padi yang sangat maju, yang menyediakan makanan pokok bagi masyarakatnya. Filipina adalah negara paling maju di Benua Asia setelah Perang Dunia II, namun sejak saat itu telah tertinggal di belakang negara-negara lain akibat pertumbuhan ekonomi yang lemah, penyitaan kekayaan yang dilakukan pemerintah, korupsi yang luas, dan pengaruh-pengaruh neo-kolonial. Meskipun begitu, saat ini Filipina mengalami pertumbuhan ekonomi yang moderat, yang banyak disumbangkan dari pengiriman uang oleh pekerja-pekerja Filipina di luar negeri dan sektor teknologi informasi yang sedang tumbuh pesat. Filipina seringkali dianggap sebagai satu-satunya negara di Benua Asia di mana pengaruh budaya Barat terasa sangat kuat. Masalah-masalah besar negara ini termasuk gerakan separatis Bangsamoro di sebelah selatan Filipina yaitu di region Mindanao, pemberontak-pemberontak dari Tentara Rakyat Baru (New People's Army) yang beraliran Komunis di wilayah-wilayah pedesaan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang sering tidak konsisten, tingkat kejahatan yang makin meningkat, dan kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan dan polusi laut. Filipina juga mengalami masalah banyaknya penduduk di daerah-daerah perkotaan akibat kurangnya lapangan pekerjaan di wilayah pedesaan dan tingkat kelahiran yang tinggi.

b. Keadaan Ekonomi Filipina terkenal dengan pertanian padi bukitnya, yang diperkenalkan kirakira 2.000 tahun lalu oleh suku Batad. Padi-padi bukit tersebut terletak di lerenglereng Gunung Ifugao dan berada di ketinggian 5.000 kaki dpl. Luasnya mencakup 4.000 mil serta diusahakan secara tradisional tanpa penggunaan pupuk. Ia dinyatakan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) pada tahun 1995. Pada 1998 ekonomi Filipina, sebuah campuran dari pertanian, industri ringan, dan jasa pendukung; mengalami kemunduran sebagai akibat dari krisis finansial Asia dan cuaca yang buruk. Pertumbuhan jatuh ke 0,6% pada 1998 dari 5% pada 1997, tetapi kembali ke sekitar 3% pada 1999, dan 4% pada 2000. Pemerintah telah menjanjikan untuk terus mereformasi ekonominya untuk membantu Filipina setanding dengan perkembangan negara industri Asia Timur. Hutang besar ("public debt" sekitar 77% dari PDB), menghambat perbaikan situasi ekonomi. Alokasi dana untuk hutang lebih tinggi dari pada untuk Departemen Pendidikan dan militer digabungkan. Strategi yang dilakukan termasuk peningkatan infrastruktur, merombak sistem pajak untuk menambah pendapatan pemerintah, juga deregulasi dan penswastaan ekonomi, dan meningkatkan integrasi perdagangan di wilayah sekitar. Prospek masa depan sangat tergantung dari performa ekonomi dari dua partner dagang utama, Amerika Serikat dan Jepang, dan administrasi yang lebih tepercaya dan kebijakan pemerintah yang konsisten. Filipina merupakan anggota dari Bank Pengembangan Asia.

c. Keadaan Penduduk Sebagian besar penduduk Filipina termasuk keturunan Melayu, penduduk asli Filipina adalah bangsa Negrito yang tinggal di daerah pedalaman. Selain itu terdapat juga orang Mestizo, Cina, dan Moro. Agama yang di anut oleh sebagian besar orang Filipina adalah agama Katholik Roma. Hanya orang Moro yang tinggal di Pulau Mindanau sebagian besar menganut agama Islam. Bahasa resmi yang digunakan penduduk Filipina adalah bahasa Filipina (BahasaTagalog).

d. Kesenian dan Adat Budaya Alat musik tradisonal philipin adalah Kuti Yapi. Merupakan alat musik petik asli dari suku fhilpiina alat musik ini terbuat dari kayu pohon nangka. Kebanyakan masyarakat Filipina gemar menyanyi serta menari pada setiap kali pesta keramaian. Tarian bambu ini memerlukan pergerakan kaki yang cocok. Bahay Kubo merupakan rumah tradisional yang terkenal di Filipina, yang dibuat dari daun kelapa, nipah, dan bambu. Terdapat tanglung berbentuk bintang yang digantung di hadapan rumah yang bernama Parol. Semasa Natal, kebanyakan masyarakat di sana gemar menjadikan parol sebagai hiasan rumah mereka. Organ bambu ini menggunakan lebih kurang 1.000 batang bambuh. Konon ini adalah satu-satunya organ yang dibuat dari bambu di dunia.

BAB III KESIMPULAN

Filipina adalah sebuah negara republik di Asia Tenggara, sebelah utara Indonesia dan Malaysia. Ibukota Negara Filipina adalah manila. Filipina merupakan sebuah negara kepulauan. Luas total daratan diperkirakan 300.000 km.Negara ini terletak antara 116 40' dan 126 34' T. longitude, dan 4 40' dan 21 10' LU. latitude. Di timur dia berbatasan dengan Laut Filipina, di barat dengan Laut China Selatan, dan di selatan dengan Laut Sulawesi. Penduduk Filipina mayoritas beragama katolik 80% karena bekas jajahan spanyol kemudian Protestan 10%, 5 % islam, dan 2.5% budha. Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis berharap banyak para pembaca yang budiman bisa memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.