Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH TENTANG ORGANISASI POSTED BY FAUZAN OJAN POSTED ON OKTOBER - 24 0 KOMENTAR BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Organisasi adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat luas, sebab hampir di setiap lapisan masyarakat memiliki organisasi untuk menjalankan suatu tujuan yang ingin dicapai. Setiap orang memiliki dasar untuk memimpin yang juga merupakan bagian dari organisasi, paling tidak setiap masingmasing orang memimpin dirinya sendiri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Dewasa ini juga organisasi semakin berkembang, karena organisasi sangat di perlukan pada organisasi, dan juga tata kerja dalam pembagian tugas baik secara individual ,maupun social (bersamasama). Maka dari itu penting bagi kita, mempunyai pengetahuan tentang organisasi, manajemen, maupun tata kerja. Agar dapat mengembangkan potensi diri sebaik mungkin, terutama dalam keorganisasian. B. Tujuan Untuk mengatuhui pengertian organisasi Untuk mengatahui cara mengorganisasikan dunia kerja BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pengorganisasian dan Organisasi Organisasi adalah Organisasi (organization) dan pengorganisasion (organizing) memiliki hubungan yang erat dengan manajemen. Organisasi merupakan alat dan wadah atau tempat manejer melakukan kegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi organik dari manajemen dan ditempatkan sebagai fungsi kedua setelah perencanaan (planning). Dengan demikian, antara organisasi dan pengorganisasian memiliki pengertian yang berbeda. James L. Gibson c.s., sebagaimana yang dikutip oleh Winardi, berpendapat bahwa: organisasi-organisasi merupakan entitas-entitas yang memungkinkan masyarakat mencapai hasil-hasil tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh individu-individu yang bertidak secara sendiri Organisasi adalah suatu sistem tentang aktifitas kerjasama dua orang atau lebih dari sesuatu yang tidak berwujud dan tidak padang bulu, yang sebagian besar bagian silaturahmi. B. Perkembangan Organisasi Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya bahwa manusia adalah makhluk sosial. Hal ini turut mendorong manusia membentuk organisasi untuk mewujudkan cita-citanya. Karena itu, organisasi muncul ketika manusia itu berkumpul dua orang atau lebih. Bahkan, sebelum manusia terlahir ke muka bumi ini, benih-benih organisasi juga telah tersirat sejak awal proses penciptaan manusia di alam rahim. Seperti yang dijelaskan oleh ilmu kedokteran, sel sperma seorang laki-laki dikatakan normal apabila berjumlah minimal 20 juta sel sperma. Padahal, hanya satu sel yang dibutuhkan untuk melakukan pembuahan dengan sel telur milik sang istri. Peristiwa ini mengisyaratkan bahwa manusia memang ditakdirkan untuk berorganisasi dalam mencapai tujuan. Sepanjang sejarah perkembangan manusia, juga ditemukan bukti-bukti bahwa organisasi itu telah muncul di tengah-tengah masyarakat. Kehidupan orang-orang Yunani, kerajaan-kerajaan yang telah dibangun pada masa Romawi juga menunjukkan bahwa mereka telah membentuk dan membangun organisasi yang baik. Dengan demikian, manusia dan organisasi serta aktivitasnya telah berlangsung lama sejak ribuan tahun silam, tapi yang dibutuhkan dan perlu untuk diketahui adalah akar perkembangan organisasi pada abad ke-18 dan ke-19. * Adam Smith, 1776; Adam Smith telah memberikan kontribusi yang sangat penting dengan doktrin ekonominya, yaitu spesialisasi bidang kerja atau pembagian tugas dengan berbagai argumentasi yang sangat dalam. Adam Smith memberikan contoh pembagian tugas dengan spesialisasi bidang kerja tertentu dalam pabrik pembuatan peniti. Ada sepuluh orang pekerja dalam pabrik tersebut, setiap orang mempunyai tugas tertentu dengan mengerjakan suatu bagian kerja tertentu. Sepuluh orang pekerja tersebut dapat membuat 48.000 buah peniti tiap harinya. Selanjutnya, jika setiap pekerja mengambil

kawat sendiri-sendiri kemudian meluruskannya, membuatkan ujung batangnya, hasilnya setiap pekerja mampu membuat satu peniti dalam satu hari. Kalau ada sepuluh pekerja maka dapat membuat sepuluh peniti setiap hari. Dan spesialisasi bidang pekerjaan tertentu pada masa sekarang ini sudah barang tentu termotivasi oleh keuntungan yang berlipat ganda dari doktrin Adam Smith pada 2 abad silam. * Charles Babbage, 1832; Charles Babbage adalah seorang profesor matematika dari Inggris yang telah mengembangkan sistem pembagian tugas yang telah diartikulasikan pertama kali oleh Adam Smith. Babbage menambahkan beberapa keuntungan dengan sistem pembagian tugas, yang telah dikemukakan oleh Adam Smith. Selain keterampilan, menghemat waktu yang terkadang sering disia-siakan terbuang ketika penggantian tugas satu ke tugas yang lain. Keuntungan Tersebut yaitu : Mempersingkat waktu yang diperlukan untuk belajar suatu pekerjaan Menghemat pemborosan material yang diperlukan dalam pelajaran pada tiap tingkatan. Memungkinkan untuk menghasilkan tingkat keterampilan yang tinggi. Memungkinkan kemampuan untuk membandingkan keterampilan seseorang dan bakat fisik dengan tugastugas tertentu. * Robert Owen, 1825; Robert Owen adalah orang periling dan berjasa dalam sejarah perilaku organisasi karena ia adalah seorang industrialis pertama yang mengingatkan bagaimana sistem pabrik yang sedang tumbuh dan berkembang telah merendahkan para pekerja. Ia menolak praktik-praktik kekerasan yang ia lihat di pabrik-pabrik, seperti anak yang bekerja di bawah umur 10 tahun, 13 jam kerja tiap hari dengan kondisi kerja yang menyedihkan. Owen menjadi seorang reformer, ia mencek para pemilik pabrik yang memperlakukan peralatan lebih baik dibandingkan dengan para karyawannya, ia mengkritik mereka yang membeli mesin dengan harga mahal sementara membayar para pekerja yang menjalankan mesin tersebut dengan harga sangat murah. Owen mengatakan bahwa mempergunakan uang untuk meningkatkan para pekerja merupakan salah satu investasi terbaik yang menjadi pilihan para eksekutif bisnis, ia mengklaim bahwa memperlihatkan concern kepada para karyawan akan sangat menguntungkan untuk manajemen dan membebaskan kesengsaraan manusia. Untuk ukuran zaman Owen ia tentu sangat idealis tapi seratus tahun setelah tahun 1825 ditetapkan jam kerja untuk semua, undang-undang perburuhan anak, pendidikan untuk umum, perusahaan memberikan makan pada waktu C. Perubahan Organisasi Di dalam lingkungan makro, seperti Anda kenali, terjadi berbagai perubahan yang bersifat alami, seperti siklus hidup atau life-cycle. Di dalam contoh kita, perusahaan di kota kecil tadi mengalami perubahan siklus yang tidak disadari oleh pemilik dan seluruh stafnya. Mereka sudah berada di tahap puncak pertumbuhannya. Perubahan-perubahan alami serupa ini terjadi pada hidup pribadi Anda, seorang pemimpin, pengikut, atau orang-orang lain yang terkait dengan organisasi atau komunitas kita. Perubahan serupa ini terjadi pula dengan sebuah kota, teknologi, pola pikir, suatu masyarakat, bahkan agama sekalipun. Misalnya, pemahaman tentang dunia yang dianggap sebagai suatu piring datar dan memiliki tepi, kini sudah usang. Demikian pula pandangan tentang bumi sebagai pusat tata surya. Lebih abstrak lagi, paham yang membedakan manusia sebagai kafir atau beriman, kini semakin banyak ditinggalkan orang dan digantikan dengan paham baru bahwa semua manusia saling terkait dan unik dalam paradigma masing-masing. Apa yang harus seorang pemimpin lakukan terhadap perubahan alamiah itu? Terhadap perubahan yang mengikuti siklus hidup tadi, seorang pemimpin perlu senantiasa meneliti dan mempelajari pada tahap mana dari siklus itu ia dan pengikutnya berada. Akan sangat fatal bila ia mengira bahwa organisasinya masih berada pada tahap pertumbuhan yang membutuhkan banyak dana, padahal mereka sudah berada pada tahap uzur dimana dana justru harus dihemat. Disamping itu, ia perlu meneliti kalaukalau cara memimpinnya tidak lagi cocok untuk suatu tahap baru dari kehidupan organisasinya. Mengorganisasikan Dunia Kerja Manajemen dan organisasi sangat berubungan erat, manajemen merupakan atau berarti sebagai kepemimpinan, sedangkan dalam organisasi juga terdapat kepemimpinan. Dengan demikian untuk menyusun organisasi yang baik dan dapat mencapai tujuan di perlukan manajemen yang baik juga. Pada dasarnya Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan,prosedur,dan prinsip).namun keterampilan dalam mengatur segala aspek dalam organisasi

D.

sangat diperlukan dalam mengatur tatakerja sesuai suatu tujuan,jika tujuan ingin tercapai dengan semaksimal mungkin. Hubungan dari manajemen, organisasi, dan tatakerja adalah organisasi secara keseluruhan atau sebagai suatu keselurahan memerlukan manajemen untuk mengatur system tatakerja. Pendekatan manajer individual untuk pengawasan sangat disarankan namun harus sesuai dengan situasi yang sedang berlangsung. Ciri-ciri organisasi yaitu: - Terdapat komponen ( atasan dan bawahan) - Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang) - Ada tujuan - Ada sasaran - Ada keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati - Ada pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas Karena itu organisasi dapat dikatakan sebagai sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan yang telah disampaikan, maka dapat disumpulkan bahwa organisasi memiliki pengertian sekelompok orang (2 atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Organisasi juga sangat berhubungan dengan manajemen dan tata kerja karena organisasi secara keseluruhan atau sebagai suatu keselurahan memerlukan manajemen untuk mengatur sistem tatakerja. Organisasi memiliki ciri-ciri, unsur-unsur serta teori tersendiri yang menghasilkan macam-macam organisasi. Dengan berbagai tipe serta struktur yang bermacam-macam juga Dengan demikian seorang pemimpin mengathui cara mengorganisasikan dunia kerja. B. Saran Seorang pemimpin harus mengetahui semua hal yang menyangkut tentang organisasi baik secara individu mau kelompok Daftar Pustaka -www. budakbangka.blogspot.com -Modul matakuliah SIM (Sistem informasi manajemen) -www.tutorialkuliah.blogspot.com -http://aulia-ngeblog.blogspot.com/2010/02/definisi-organisasi-dan-metode.html http://organisasi.org/bentuk_jenis_macam_badan_usaha_organisasi_bisnis_perusahaan_pengertian_dan_d efinisi_ilmu_sosial_ekonomi_pembangunan http://organisasi.org/arti_pengertian_definisi_fungsi_dan_peranan_koperasi_koprasi_indonesia_dan_duni a_ilmu_ekonomi_koperasi_ekop -http://lilisulastri.wordpress.com/2009/03/22/perilaku-organisasi-4/ CATEGORIES: BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Organisasi sebagai alat dalam arti abstrak untuk merealisir, apa yang menjadi keputusan starategik yang ditetapkan, maka mau tidak harus mengikuti atas perubahan lingkungan yang digerakkan oleh kekuatan kepemimpinan untuk hidup dan bertahan dalam abad 21, oleh karena itu, organisasi sebagai alat

dimanifestasikan terutama dalam hubungan dua faktor yang disebut dengan fleksibilitas disatu sisi dan disisi lain adalah dapat tidaknya dikontrol. Hal itu laksana perbedaan antara seorang bayi dan orang yang lebih tua. Bayi itu sangat fleksibel dan dapat memasukkan jari kakinya kedalam mulutnya, namun gerakan-gerakan dan perilakunya agak sulit dikontrol. Dengan meningkatnya usia kita akhirnya seseorang yang lebih tua juga akan kehilangan sifatnya yang dapat dikontrol. Jadi ukuran dan waktu bukanlah penyebab pertumbuhan dan menjadi tua seolah-olah perusahaan yang besar dengan tradisi yang lama disebut tua, sedangkan perusahaan yang kecil tanpa tradisi disebut muda. Muda berarti organisasi itu dapat berubah dengan relative mudah, tua berarti adanya perilaku yang dikontrol namun tidak fleksibel. Oleh karena itu, suatu organisasi dalam abad 21, haruslah dibangun sebagai organisasi yang memiliki sifat fleksibel dan mudah dikontrol, maka organisasi itu tidaklah terlalu muda atau terlalu tua, tahap ini dinamakan PRIMA dalam daur hidup organisasi. Organisasi dalam keadaan prima, benar-benar diperlengkapi untuk menerima dan menanggapi perubahan yang cepat didalam pasar, teknologi, kompetisi dan kebutuhan pelanggan. Bertolak dari pemikiran bahwa kunci organisasi yang mampu mendukung daur hidup organisasi kedalam posisi PRIMA yang mampu diremajakan secara berkelanjutan terletak pada faktor fleksibilitas dan kontrol, oleh karena itu pemilihan model struktur organisasi sangat menentukan. B. 1) 2) 3) C. 1) 2) 3) Rumusan Masalah Pokok permasalan yang diangkat , meliputi : Apa definisi dari organisasi ? Unsur-unsur apa saja yang termasuk dalam organisasi ? Apa masalah dan Solusi yang ada dalam organisasi ? Tujuan Untuk mengetahui arti atau definisi dari organisasi Untuk mengetahui unsur-unsur didalam organisasi Untuk mengetahui masalah dan solusi yang ada didalam organisasi.

D. Manfaat 1) Memberikan informasi tentang organisasi dan berbagai macam didalamnya 2) Berguna sebagai bahan acuan untuk mengetahui masalah apa dan solusi apa yang ada didalam organisasi. BAB II PEMBAHASAN 1) Definisi Organisasi Organisasi adalah adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Adapun definisi organisasi menurut para ahli , sebagai berikut : Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orangorang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.

a. b. c. d.

Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran. Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan. Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan. Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Unsur-unsur yang ada didalam organisasi Menurut Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi , sebagai berikut : Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa sense of belongingness. Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis yang ada dalam organisasi ,antara lain : Pikiran Tenaga Pikiran dan Tenaga Keahlian Barang Uang Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratanpersyaratan yang mutlak yaitu sebagai berikut ini: Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan memanjakan, yang akan menimbulkan efek negative Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan kepada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif. Bentuk-bentuk organisasi : Organisasi politik Organisasi sosial Organisasi mahasiswa Organisasi olahraga

2) a. b. c.

a. b. c. d. e. f.

a.

b. c. d.

e.

f. g.

a. b. c. d.

e. f.

Organisasi sekolah Organisasi negara. Keefektifan organisasi : keefektifan organisasi akan didukung oleh kekuatan kebiasaan pikiran yang terkait dengan 1) Organisasi digerakkan oleh manusia dalam melaksanakan pekerjaan sejalan dengan sasaran dan rencana ; 2) Bentuk mengikuti fungsi ; 3) Keputusan dibuat dekat sumber informasi ; 4) Sistem penghargaan ; 5) Komunikasi horizontal dan vertical ; 6) Menghindari konflik individu dan atau kelompok ; 7) Membangun organisasi system terbuka ; 8) Organisasi berintraksi dengan lingkungan ; 9) Ada nilai kebersamaan yang didukung strategi manajemen ; 10) Kekuatan dalam umpan balik untuk individu dan kelompok sehingga mampu mendorong belajar.

Pendekatan organisasi : Keyakinan bahwa keefektifan organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan, oleh karena itu, maka pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut : 1) Pendekatan pencapaian tujuan, menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan pencapaian tujuan ketimbang caranya. 2) Pendekatan sistim, bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan, oleh karena itu dinilai berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan. 3) Pendekatan stakeholders, dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau investasi, pertumbuhan penghasilan ; pegawai adalah kompensasi, tnjangan tambahan, kepuasaan pada kondisi kerja ; pelanggan adalah kepuasan terhadap harga, kualitas, pelayanan ; kreditur adalah kemampuan untuk membayar hutang. 4) Pendekatan nilai-nilai bersaing, bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ; perolehan sumber (mampu meningkatkan dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) ; perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan benar) ; produktifitas (volume keluaran tinggi, rasio keluaran terhadap masukan tinggi) ; Ketersediaan informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai halhal yang mempengaruhi pekerjaan mereka) ; stabilitas (perasaan tenteram, kontinuitas, kegiatan berfungsi secara lancar) ; Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai, menghormati serta bekerja sama dengan yang lain) ; tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan, mempunyai keterampilan dan berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik). 3) Masalah dan Solusi Masalah pertama dalam suatu organisasi itu terkadang tingkat control untuk memutuskan persoalan pengambilan keputusan tidak terkontrol dalam setiap anggota , maka dari itu terkadang pula hasilnya pun tidak baik . untuk solusi dalam permasalahan ini kita pecahkan dengan cara , mengurangi tingkat control untuk pengambilan keputusan dan dilakukan dengan cermat , agar proses pengambilan keputusan pun akan menjadi lebih sentralisasi. Masalah kedua dalam suatu organisasi itu terkadang para anggota salah untuk meletakan pondasi di dalam berbagai fungsi dalam suatu organisasi , dan menyebabkan hancur suatu organisasi , untuk masalah seperti ini kami sudah memiliki solusinya untuk suatu organisasi , yaitu memberika perhatian kepada setiap anggota di dalam suatu organisasi agar lebih mengerti dalam meletakan pondasi di dalam suatu organisasi. Masalah ketiga dalam suatu organisasi itu terkadang kekuasaan dari para anggota tidak menciptakan struktur yang sentralisasi , dan tidak sejalan kepada anggota , itulah yang tidak di pertanggung jawabkan di dalam suatu organisasi. Solusinya untuk masalah tersebut yaitu di dalam suatu oganisasi harus memiliki kekuasaan yang penting dalam setiap tugas dan fungsinya yang harus mereka pertanggung jawabkan di dalam suatu organisasi . Masalah keempat dalam suatu organisasi itu terkadang interdepensi merupakan factor yang sangat sulit untuk di selesaikan dari berbagai kelompok di dalam organisasi , oleh karna itu kami memiliki

solusinya akan tetapi masalah tersebut hanya dapat di tempuh dengan konsep alat-alat penghubung di antara para anggota dalam suatu organisasi. BAB III PENUTUP A.Kesimpulan Jadi kesimpulan dari seluruh isi diatas bahwa organisasi itu adalah suatu perkumpulan manusia dimana terdiri dari lebih 2 orang yang mencapai kesepakatan tujuan untuk bersama. Bentuk-bentuk organisasi pun banyak ragamnya. Dan setiap didalam organisasi pun sering terjadi masalah antara satu dengan lainnya,maka dalam memecahkan masalah tersebut harus dengan memikirkan solusinya yan tepat. B. Saran Bahwa didalam organisasi harus tahu betul apa visi dan misi organisasi tersebut agar tidak terjadi misscomunication atau masalah antara tiap anggota dan kalau sudah terjadi masalah didalamnya kita harus memikirkan solusi atau jalan keluarnya. BAB II PEMBAHASAN A. Organisasi Mahasiswa Dunia Organisasi Mahasiswa merupakan sebuah alur dalam pembelajaran diri dan wadah pendewasaan. Selain berfungsi sebagai pembelajaran diri, organisasi mahasiswa merupakan wahana bagi mahasiswa berempati dengan situasi yang terjadi di masyarakat. Negara berkembang layaknya Indonesia, banyak dihadapkan masalah-masalah sosial terutama menyangkut kesenjangan ekonomi, kecurangan, ketidakadilan, dan ketidakstabilan politik.Pada dasarnya Organisasi mahasiswa adalah sebuah wadah berkumpulnya mahasiswa demi mencapai tujuan bersama. Fasilitas-fasilitas yang diberikan pihak kampus seyogyanya bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menempa kepekaan mereka. Aktif di ormawa seperti BEM, BLM, UKM dll akan mendekatkan mahasiswa kepada tingkat riil kepekaan kondisi masyarakat. Dengan demikian, akan ada bekal khusus ketika seorang mahasiswa lulus dari pendidikan kampus. Disamping untuk melatih dan mengajarkan diri mahasiswa untuk menjadi mahluk sosial yang peka terhadap lingkungan disekitarnya organisasi juga menjadikan mahasiswa yang mandiri dan lebih disiplin lagi. Mahasiswa yang aktif berorganisasi secara konsisten semata mata memiliki pemahan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan sebuah sarana yang efektif dalam mengkader dirinya sendiri untuk ke depan. Mempunyai keyakinan pandangan bahwa kampus merupakan tempat menimba ilmu yang tidak terbatas hanya kepada pelajaran semata. Dengan bergabung aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang bersifat intra ataupun ekstra kampus berefek kepada perubahan yang signifikan terhadap wawasan, cara berfikir, pengetahuan dan ilmu ilmu sosialisasi, kepemimpinan serta manajemen kepemimpinan yang notabene tidak diajarkan dalam kurikulum normatif Perguruan Tinggi. B. Fungsi Dan Peran Organisasi Mahasiswa Ketika melihat korelasi hubungan mahasiswa dengan masyarakat pada saat sekarang dengan kondisi dulu pada zaman pra kemerdekaan, akan terasa ada nuansa yang jauh berbeda. Jika dulu, mahasiswa melalui organisasi di kampus, baik itu intra maupun ekstra universitas, tidak melihat perjuangan perubahan sosial hanya sebatas dunia kampus saja. Mereka rela turun gunung untuk membantu memberi pendidikan kemasyarakat, baik itu melalui forum-forum diskusi maupun mimbar bebas di alun alun desa / kota. Ada hubungan yang bisa dikatakan mesra antara mahasiswa dan masyarakat pada saat itu. Namun sekarang, kita bisa sama-sama melihat orientasi perjuangan dan pergerakan organisasi mahasiswa malah cenderung kampus oriented. Sangat jarang kegiatan kegiatan bersama masyarakat dilakukan.Kalau pun ada, hanya pada saat saat Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau pun Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dunia mahasiswa hari ini adalah bagaimana caranya menyelamatkan diri masing masing dengan cara secepatnya menyelesaikan studi dan bekerja. Seolah-olah tugas kemasyarakatan hanyalah tugas pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) saja. Ini adalah bentuk pergeseran paradigma yang semakin menambah dalam gapantara dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. Dari kaca mata idealnya, hubungan organisasi mahasiswa dan masyarakat adalah hubungan saling membutuhkan dan mengembangkan.Ilmu pengetahuan yang diproduksi di kampus seyogyanya ditransformasikan kekehidupan bermasyarakat. Organisasi mahasiswa tidak boleh alpa dalam mengadvokasi masyarakat baik itu yang berada dalam lingkungan sekitar kampus maupun secara umum. Dalam menjalankan amanah sebagai agent of change , organisasi mahasiswa sangat dibutuhkan peran strategisnya dalam membantu masyarakat. Hal ini di karenakan ada beberapa potensi dan kekuatan dalam sebuah organisasi : Pertama, organisasi mahasiswa memiliki potensi untuk menggerakkan massa yang cukup rill. Kedua, memiliki legitimasi sebagai representasi universitas untuk melakukan sesuatu kegiatan. Ketiga, organisasi mahasiswa memiliki kader-kader yang mumpuni dan cenderung lebih berkomitmen untuk aktif membangun masyarakat. Sejatinya mahasiswa melalui wadah organisasi kemahasiswaan tidak menjadi menara gading yang angkuh di tengah sulit nyakon disimasyarakat. Teori - teori yang diperoleh di kampus tidak akan menemukan esensinya jika tidak diterapkan di masyarakat. Untuk itu, organisasi mahasiswa sudah waktunya kembali ke khittahnya sebagai pengayom dan selalu hadir di masyarakat. Dan melaksanakan fungsinya sebagai social control termasuk terhadap kebijakan menindas. Mahasiswa dalam hal ini sudah menunjukkan diri sebagai salah satu potensi yang dapat diandalkan dalam upaya menuju tatanan masyarakat yang berkeadilan.Dan distribusinya baik secara kualitas maupun kuantitas dalam segala aspek kehidupan sosial sudah semestinya diperhitungkan. Bentuk keberhasilan dalam mewujudkan sebuah tatanan masyarakat berkeadaban di Indonesia adalah dengan semakin kecilnya angka kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, peningkatan taraf ekonomi dan pendidikan, dan lain sebagainya. Namun, itu semua hanya akan menjadi mimpi belaka manakala semua konsep-konsep yang dibangun dan berbasis kerakyatan tersebut tidak dibarengi dengan strategi yang matang dan jitu ke arah tujuan tersebut. Dan maksimalisasi fungsi mahasiswa dan kaum muda dalam tiap laju demokratisasi merupakan salah satu pilar utama yang perlu diperhatikan. Sekali lagi, peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sosial ditunggu. Diharapkan mahasiswa mampu memainkan peran yang strategis. 1. Kesimpulan

Organisasi Mahasiswa merupakan sebuah alur dalam pembelajaran diri dan wadah pendewasaan. Selain berfungsi sebagai pembelajaran diri, organisasi mahasiswa merupakan wahana bagi mahasiswa berempati dengan situasi yang terjadi di masyarakat yang banyak dihadapkan masalah-masalah sosial terutama menyangkut kesenjangan ekonomi, kecurangan, ketidakadilan, dan ketidakstabilan politik. Pada dasarnya Organisasi mahasiswa adalah sebuah wadah berkumpulnya mahasiswa demi mencapai tujuan bersama. Peran mahasiswa dalam setiap perubahan tatanan kenegaraan selama ini sudah menjadi jargon dan pilar utama terjaminnya sebuah tatanan kenegaraan yang demokratis. Dan semua itu tak terlepas dari Dunia Organisasi Mahasiswa yang merupakan sebuah alur dalam pembelajaran diri dan wadah pendewasaan. Selain berfungsi sebagai pembelajaran diri, organisasi mahasiswa merupakan wahana bagi mahasiswa berempati dengan situasi yang terjadi di masyarakat. Pandangan masyarakat terhadap organisasi kemahasiswaan pada saat ini mungkin sudah sedikit jauh berbeda dengan masyarakat pada zaman pra kemerdekaan, jika dulu para mahasiswa bersama organisasinya turun kelapangan melakukan aksi demonstrasi untuk kepentingan rakyat. Melalui gerakan mahasiswa 1966 dan 1998, telah terbukti bahwa mahasiswa melalui organisasinya baik yang bersifat internal kampus maupun eksternal kampus mempunyai bargaing position tersendiri yang ikut serta dalam menentukan maju atau mundurnya negara dan bangsa. Tapi sekarang relitas dilapangan sungguh jauh berbeda, para pemuda banyak melakukan aksi demonstrasi yang didasari oleh kepentingan elit politik, mereka melakukan tawuran dan bahkan ada yang mengatasnamakan agama dengan menjadi anggota teroris. Melihat begitu banyak peristiwa yang terjadi pada saat ini masyarakat menjadi takut dan kuwatir akan kegiatan organisasi mahasiswa, dan karena itulah tidak banyak diantara mereka yang tidak

mengizinkan putra putri mereka untuk terlibat dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Mereka hanya melihat nilai negativnya saja tanpa mau melihat nilai fositinya dulu. 2. SARAN Untuk mengembalikan merubah pandangan negatif masyarakat kemahasiswaan sebaiknya mahasiswa melakukan beberapa langkah langkah : terhadap organisasi

Melakukan evaluasi diri dengan mengkaji lebih dalam lagi tentang Tri Darma Perguruan Tinggi. Organisasi mahasiswa harus lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dengan menghadapkan langsung pada persoalan persoalan kerakyatan. Jangan lagi ada aksi demo yang sering membuat bentrokan dengan aparat keamanan, ada pilihan lain yang menurut pandangan saya lebih mengena dan lebih santun dan meminimalisir terjadinya bentok fisik dengan aparat keamanan sehingga tidak terjadi kericuhan, tidak lain dan tidak bukan adalah dengan cara membudayakan dan mengembangkan kegiatan intelektual nenulis. PENDAHULUAN Organisasi adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat luas, sebab hampir di setiap lapisan masyarakat memiliki organisasi untuk menjalankan suatu tujuan yang ingin dicapai. Setiap orang memiliki dasar untuk memimpin yang juga merupakan bagian dari organisasi, paling tidak setiap masingmasing orang memimpin dirinya sendiri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Dewasa ini juga organisasi semakin berkembang, karena organisasi sangat di perlukan pada organisasi, dan juga tata kerja dalam pembagian tugas baik secara individual ,maupun social (bersama-sama). Maka dari itu penting bagi kita, mempunyai pengetahuan tentang organisasi, manajemen, maupun tata kerja. Agar dapat mengembangkan potensi diri sebaik mungkin, terutama dalam keorganisasian. PEMBAHASAN I. Pengertian Organisasi Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. Menurut Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan. Dan menurut Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama. II. Manajemen dan Organisasi Manajemen dan organisasi sangat berubungan erat, manajemen merupakan atau berarti sebagai kepemimpinan, sedangkan dalam organisasi juga terdapat kepemimpinan. Dengan demikian untuk menyusun organisasi yang baik dan dapat mencapai tujuan di perlukan manajemen yang baik juga. III. Manajemen dan Tatakerja Pada dasarnya Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan,prosedur,dan prinsip).namun keterampilan dalam mengatur segala aspek dalam organisasi sangat diperlukan dalam mengatur tatakerja sesuai suatu tujuan,jika tujuan ingin tercapai dengan

semaksimal mungkin. IV. Manajemen, Organisasi dan Tatakerja Hubungan dari manajemen, organisasi, dan tatakerja adalah organisasi secara keseluruhan atau sebagai suatu keselurahan memerlukan manajemen untuk mengatur system tatakerja. Pendekatan manajer individual untuk pengawasan sangat disarankan namun harus sesuai dengan situasi yang sedang berlangsung. V. Ciri-Ciri Organisasi Ciri-ciri organisasi yaitu: - Terdapat komponen ( atasan dan bawahan) - Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang) - Ada tujuan - Ada sasaran - Ada keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati - Ada pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas Karena itu organisasi dapat dikatakan sebagai sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompokkelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. VI. Unsur-Unsur Organisasi Organisasi memiliki unsur diantara lain: -Proses kegiatan organisasi yang dilakukan oleh semua orang untuk mencapai tujuan (administrasi). Di dalam administrasi inilah adanya proses khusus yang disebut manajemen. -Personil atau anggota yang menggabungkan diri kedalam ikatan formal. -Visi, yaitu pandangan atau citra para anggota mengenai keadaan organisasinya di masa depan dan tujuan, yaiut apa yang mau dicapainya yang sesuai dengan visinya tadi. -Misi, atau tugas besar yang harus diemban oleh organisasi dan tugas atau fungsi yang dibagikan kepada anggota untuk dilaksanakan. -Wewenang, yang merupakan legitimasi hak bertindak tiap orang dalam melaksanakan tugas. -Struktur, yang menunjukkan kedudukan tiap orang didalam kelompoknya. -Hubungan, yang menjadi dasar kerjasama antar anggota. -Formalitas, yaitu aturan tretulis yang mengatur semua unsur agar menjadi resmi, sehingga organisasi menjadi formal. -Sumber energi, yang mendukung gerak kelompok atau organisasi, sehingga organisasi selalu dinamis. Tak ada organisasi yang statis, kecualki bagan strukturnya yang ditempel didinding kantor. Unsur-Unsur tersebut saling mempengaruhi untuk memenuhi tujuan secara efisien. VII. Teori organisasi Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)

Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. a. Teori Birokrasi Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. b. Teori Administrasi Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika. Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah : Pembagian kerja (division of work) Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility) Disiplin (discipline) Kesatuan perintah (unity of command) Kesatuan pengarahan (unity of direction) Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi Balas jasa (remuneration of personnel) Sentralisasi (centralization) Rantai scalar (scalar chain) Aturan (oreder) Keadilan (equity) Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel) Inisiatif (initiative) Semangat korps (spirit de corps) VIII. Macam-Macam Organisasi 1. Organisasi Niaga Merupakan organisasi yang tujuan utamanya untung mendapatkan dan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Organisasi Niaga dapat terbagi ke dalam beberapa bentuk diantaranya adalah sebagai berikut: Perseroan Terbatas (PT) Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya. Perseroan Komanditer (CV) CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif. Firma (FA) Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya. Koperasi

Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Join Ventura Trus Kontel Holding Company 2. Organisasi social Organisasi sosial merupakan arganisasi yang terbentuk atas dasar kepentingan-kepentingan yang timbul di dalam masyarakat luas. Hal ini dapat terjadi akibat sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi dengan cara bersama-sama dibangun atas landasan visi yang jelas. Organisasi sosial dapat terbentuk oleh beberapa jalur diantaranya adalah jalur Keagamaan, jalur Profesi, Jalur Kepemudaan, Jalur Kemahasiswaan, serta Jalur Kepartaian & Kekaryaan. 3. Organisasi Regional dan Internasional Organisasi regional dan Internasional merupakan organisasi yang dilihat dari aspek wilayah organisasi tersebut terbentuk oleh anggota-anggotanya. Organisasi regional organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Misalkan sebagai contohnya adalah ASEAN. Sedangkan Organisasi internasional adalah organisasi yang anggotaanggotanya meliputi negara di dunia. Misalkan adalah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). IX. Tipe atau Bentuk Organisasi Bentuk Organisasi Staff Merupakan organisasi dimana nggota yang memiliki hak untuk memberikan bahan bahan pertimbangan atau nasehat kepada pimpinan. Anggota staff tidak memiliki bawahan pada jalur lini Bentuk Organisasi Fungsional Bentuk organisasi dimana kekuasaan dilimpahkan melalui para ahli dalam suatu fungsi, sepanjang fungsi tersebut merupakan bidang keahlian tenaga ahli tersebut. Bentuk Organisasi Lini Merupakan organisasi yang organisasi kekuasaan mengalir dari pucuk pimpinan organisasi dilangsungkan lurus dengan para pejabat yang memimpin kesatuan kesatuan dalam organisasi tersebut. X. Struktur/skema Organisasi Struktur sebuah organisasi terbentuk berdasarkan komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. Sebagai conto sebuah organisasi yang terdapat di dalam sekolah misalkan. Struktur organisasi di dalam sekolah tersebut akan terbentuk dari atas sebagai pemimpin tertinggi yaitu Kepala Sekolah hingga sampai staff-staff yang ada di paling bawah pada setiap departemen yang membentuk sebuah visi dari organisasi sekolah tadi. Sehingga demikian struktur / skema organisasi akan memiliki bagan yang berbeda-beda sesuai komponen yang membentuk organisasi tersebut dan sangant dipengaruhi oleh visi dan bentuk organisasi tersebut. KESIMPULAN Dari pembahasan yang telah disampaikan, maka dapat disumpulkan bahwa organisasi memiliki pengertian sekelompok orang (2 atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Organisasi juga sangat berhubungan dengan manajemen dan tata

kerja karena organisasi secara keseluruhan atau sebagai suatu keselurahan memerlukan manajemen untuk mengatur sistem tatakerja. Organisasi memiliki ciri-ciri, unsur-unsur serta teori tersendiri yang menghasilkan macam-macam organisasi. Dengan berbagai tipe serta struktur yang bermacam-macam juga. DAFTAR PUSTAKA -www.google.com -www. budakbangka.blogspot.com -Modul matakuliah SIM (Sistem informasi manajemen) -www.tutorialkuliah.blogspot.com -http://aulia-ngeblog.blogspot.com/2010/02/definisi-organisasi-dan-metode.html http://organisasi.org/bentuk_jenis_macam_badan_usaha_organisasi_bisnis_perusahaan_pengertian_dan_d efinisi_ilmu_sosial_ekonomi_pembangunan http://organisasi.org/arti_pengertian_definisi_fungsi_dan_peranan_koperasi_koprasi_indonesia_dan_duni a_ilmu_ekonomi_koperasi_ekop -http://lilisulastri.wordpress.com/2009/03/22/perilaku-organisasi-4/ BAB.1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Di zaman yang semakin terpuruk ini, perubahan-perubahan sangat di tuntut keberadaannya juga sangat diharapkan akan dampaknya yang membawa kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Khususnya perubahan-perubahan dalam bidang Pendidikan. Yang selanjutnya akan penulis sebut tentang organisasi yaitu organisasi sekolah. Organisasi dapat kita temukan dimanapun. Baik di lingkungan masyarakat, sekolah, maupun institusi pemerintahan. Namun, sampai saat ini masih banyak diantara kita yang belum memahami betul tentang apa itu organisasi. Terutama di bidang pendidikan seperti sekolah. organisasi sekolah sekarang ini sudah sangat berkembang, bahkan sekarang organisasi-organisasi sekolah sudah banyak dan bermunculan organisasi-organisasi baru yang ada di tiap sekolahan. Misalnya, dulu kita hanya kenal organisasi yang ada di lingkungan sekolah hanyalah OSIS. Tp sekarang sudah banyak organisasiorganisasi sekolah yang kita kenal selama di sma, seperti PMR,PASKIBRA,PRAMUKA dan lain-lain. Itu dikarnakan perkembangan pendidikan sekarang ini sudah sangat berkembang kalau di bandingkan dengan dulu. B. TUJUAN PENULISAN Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah kurikulum mata pelajaran. Melalui makalah ini diharapkan para pembaca lebih tau dan lebih tanggap akan pentingnya organisasi sekolah dalam dunia pendidikan di indonesia sekarang ini. C. METODE PENULISAN Metode penulisan yang di susun oleh penyusun dalam pembuatan makalah ini adalah studi kepustakaan dan juga pencarian di internet. BAB.2 ISI ORGANISASI SEKOLAH A. Pengertian organisasi sekolah Organisasi sekolah adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan begitu disana kita bisa belajar bagaimana cara menyikapi diri kita ketika berhadapan dengan suatu masalah sehingga kita bisa menyelesaikannya. Dengan pendewasaan maka kita dapat menyikapi masalah kita dengan baik dan kita juga mampu berinteraksi sebagai mana peran kita didalam suatu lingkungan. Definisi organisasi sekolah dari para ahli: ORGANIZATION IS THE FORM OF EVERY HUMAN ASSOCIATION FOR THE ATTAINMENT OF COMON PURPOSE (JAMES D. OONY)

AN ORGANIZATION AS A SYSTEM OF COOPERATIVE ACTIVITIES OF TWO OR MORE PERSONS (CHESTER I. BARNARD) Dari defini tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa organisasi adalah sebuah bentuk atau sistem yang terdiri dari sekelompok manusia yang berkerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh sebab itu sekolah dikatakan sebagai sebuah organisasi karena sekolah didirikan untuk mencapai tujuan bersama khususnya di bidang pendidikan. Contoh Organisasi Sekolah: OSIS (organisasi intra sekolah), OSIS adalah salah satu dari berbagai macam organisasi sekolah yang sering kita dengar juga Osis berperan sebagai organisasi yang mengurus kegiatan-kegiatan siswa di lingkungan sekolah dengan adanya pengawasan dari pihak sekolah. Osis bertujuan untuk membina para siswa dalam berorganisasi dan juga tanggung jawab siswa tehadap tugas yang dia terima. B. Stuktur organisasi Pengertian struktur organisasi sekolah Struktur organisasi sekolah adalah struktur yang mendasari keputusan para Pembina atau Pendiri sekolah untuk mengawali suatu proses perencanaan sekolah yang strategis. Organisasi sekolah juga dapat dikatakan sebagai seperangkat hukum yang mengatur formasi dan administrasi atau tata laksana organisasi-organisasi sekolah di Indonesia.

Bagan 1.1. CONTOH SRTUKTUR ORGANISASI SMA NEGRI 16 MALANG Dari bagan1.1. di atas kita bisa melihat bagaimana struktur organisasi sekolah dari sma negeri 16 malang yang mana tiap-tiap organisasi sekolah mempunyai struktur organisasi yang berbeda -beda, tetapi pada dasarnya Tiap-tiat organisasi sekolah mempunyai tujuan yang sama, yaitu menciptakan peserta didik yang unggul serta berprestasi dalam pembelajaran yang sudah tetapkan, sehingga sekolah pun bangga dengan bakat yang dimiliki pesesta didiknya. Oleh karena itu struktur organisasi sekolah sangat menentukan bagaimana sekolah itu . Bagan 1.1. di atas tersebut adalah bagan dasar sebuah struktur organisasi sekolah. Yang mana kekuasaan atau jabatan tertinggi dijabat oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala Sekolah sebagai pemimpin organisasi sekolah juga dibantu oleh beberapa staf dan guru. Staf dan para guru di sekolah tersebut bekerja sebagai pembantu kepala sekolah dalam menjalankan beberapa program yang telah dibuat untuk mencapai tujuan bersama. Seorang ketua harus memiliki wakil ketua. Begitupun dengan seorang kepala sekolah. Dia juga harus memiliki wakil kepala sekolah. Wakil ini bertanggung jawab langsung dengan kepala sekolah dan berhubungan langsung dengan semua unit kerja. Wakil kepala sekolah juga bisa bertugas sebagai pengganti kepala sekolah apabila kepala sekolah sedang ada tugas diluar lingkungan sekolah. Namun tugas ini haruslah ada amanat langsung dari kepala sekolah tersebut. Dari bagan 1.1. diatas, kita juga melihat adanya Komite sekolah, Tata usaha, dan beberapa wakil kepala sekolah(Waka). Antara lain, WAKA. kurikulum, WAKA. Kesiswaan . dan juga beberapa ketua program keahlian . Seperti, Ketua program keahlian administrasi perkantoran, Ketua program kealian penjualan, Ketua program keahlian akuntansi, Ketua program keahlian teknologi informasi dan komunikasi(TIK). Selain itu, ada guru dan muridnya. Komite sekolah adalah pengawas dari luar sekolah yang ditunjuk untuk mengawasi jalannya suatu organisasi sekolah. Sedangkan Tata usaha adalah staf yang mengurusi keperluan sekolah, seperti halnya dalam bidang Administrasi dan juga dokumentasi sekolah. Dan setelah itu kepala sekolah di bantu oleh WAKA.Kurikulum yang bertugas untuk membuat program kerja yang akan di jalankan oleh para guru

sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dan juga WAKA.kesiswaan yang mengurus masalah kesiswaan. Seperti, penerimaan murid baru di tahun ajaran baru ataupun siswa pindahan dari sekolah lain. Organisasi sekolah tersebut, juga didukung oleh beberapa ketua program keahlian yang secara umum bertugas mengajarkan beberapa keahlian kepada para peserta didik. Yang nantinya peserta didik diharapkan dapat menguasai keahlian-keahlian tersebut. Yang terpenting dalam sebuah sekolah adalah adanya guru dan siswa. Guru adalah perangkat sekolah yang berperan penting dalam proses pembelajaran dalam sekolah. Semua ilmu diberikan oleh guru kepada para muridnya. Gurulah yang mengevaluasi para muridnya dan guru juga yang bertanggung jawab memberikan pemecahan masalah yang dialami muridnya untuk memberikan bimbingan kepada siswa yang cerdas, kurang cerdas, dan siswa yang membandel. Namun, biasanya yang mempunyai peran lebih seperti itu adalah wali kelas. Wali kelas adalah guru yang mengajar bidang studi tertentu, tetapi dia juga bertanggung jawab terhadap sebuah kelas. Wali kelas ini ditunjuk langsung oleh kepala sekolah. Adapun peran siswa dalam organisasi sekolah adalah sebagai peserta didik yang berkewajiban untuk menuntut ilmu sehingga nantinya siswa ilmu yang di berikan oleh para guru kepada siswa dapat bemanfaat dimasa depan kelak. C. Wewenang dan tanggung jawab organisasi sekolah Setelah mengetahui struktur sekolah seperti apa, maka sebaiknya kita juga harus tahu apa saja wewenang dan tanggung jawab sekolah. Sebelum itu kita lihat pengertian dari wewenang dan tanggung jawab itu sendiri. Wewenang ( Authority )Wewenang merupakan syaraf yang berfungsi sebagai penggerak dari pada kegiatan-kegiatan. Wewenang yang bersifat informal, untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahan. Disamping itu wewenang juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan. Wewenang berfungsi untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang ada dalam organisasi.Wewenang dapat diartikan sebagai hak untuk memerintah orang lain untuk melalukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai. T. Hani Handoko membagi wewenang dalam dua sumber, yaitu teori formal ( pandangan klasik ) dan teori penerimaan. Wewenang formal merupakan wewenang pemberian atau pelimpahan dari orang lain. Wewenang ini berasal dari tingkat masyarakat yang sangat tinggi dan secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat. Berdasarkan teori penerimaan ( acceptance theory of authority ) wewenang timbul hanya bila hal diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan dan ini tidak tergantung pada penerima ( reciver ). Chester Bamard mengatakan bahwa seseorang bersedia menerima komunikasi yang bersifat kewenangan bila memenuhi : 1. Memahami kominikasi tersebut 2. Tidak menyimpang dari tujuan organisasi 3. tidak bertentangan dengan kepentingan pribadi 4. mampu secara mental dan phisik untuk mengikutinya. Agar wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat di taati oleh bawahan maka diperlukan adannya: 1. Kekuasaan ( power ) yaitu kemampuan untuk melakukan hak tersebut, dengan cara mempengaruhi individu, kelompok, keputusan. Menurut jenisnya kekuasaan dibagi menjadi dua yaitu : a. Kekuasaan posisi ( position power ) yang didapat dari wewenang formal, besarnya ini tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut. b. Kekuasaan pribadi ( personal power ) berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para pengikut mengagumi, respek dan merasa terikat pada pimpinan. Macam-macam kekuasaan: 1. Kekuasaan balas jasa ( reward power ) berupa uang, suaka, perkembangan karier dan sebagainya yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya. 2. Kekuasaan paksaan ( Coercive power ) berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa hukuman ( dipecat, ditegur, dan sebagainya ) akan diterima bila tidak melakukan perintah, 3. Kekuasaan sah ( legitimate power ) Berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang tersebut telah diangkat sebagai pemimpinnya. 4. Kekuasaan pengendalian informasi ( control of information power ) berasal dari pengetahuan yang tidak dipercaya orang lain, ini dilakukan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan. 5. Kekuasaan panutan ( referent power ) didasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan dan menjadikannya sebagai panutan.

6. Kekuasaan ahli ( expert power ) yaitu keahlian atau ilmu pengetahuan seseorang dalam bidangnya. Tanggung jawab dan akuntabilitas tanggung jawab (responsibility) yaitu kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari atasannya. Akuntability yaitu permintaan pertanggung jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. Yang penting untuk diperhatikan bahwa wewenang yang diberikan harus sama dengan besarnya tanggung jawab yang akan diberikan dan diberikan kebebasan dalam menentukan keputusan-keputusan yang akan diambil.3. Pengaruh ( influence ) yaitu transaksi dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang mempengaruhi. Pengaruh dapat timbul karena status jabatan, kekuasaan dan menghukum, pemilikan informasi lengkap juga penguasaan saluran komunikasi yang lebih baik. Setelah melihat pengertian wewenang dan tanggung jawab di atas, dapat disimpulkan bahwa wewenang dan tanggung jawab sekolah adalah hak dari organisasi sekolah untuk memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu di sertai pertanggung jawaban dari organisasi sekolah dalam mengambil keputusan agar tujuan dapat tercapai. Berikut ini adalah pembagian wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi sekolah: Kepala sekolah Wewenang dan Tanggung Jawab, antara lain : Menjaga terlaksananya dan ketercapaian program kerja sekolah Menjaga keterlaksanaan Pedoman Mutu Sekolah. Menjabarkan, melaksanakan dan mengembangkan Pembelajaran Kurikulum/Program SMK. Mengembangkan SDM. Melakukan pengawasan dan supervisi tenaga pendidik dan kependidikan. Melakukan hubungan kerjasama dengan pihak luar Merencanakan, mengelola dan mempertanggung jawabkan keuangan Mengangkat dan menetapkan personal struktur organisasi. Menetapkan Program Kerja Sekolah Mengesahkan perubahan kebijakan mutu organisasi Melegalisasi dokumen organisasi Memutuskan mutasi siswa Mengusulkan promosi dan mutasi pendidik dan tenaga kependidikan Menerbitkan dokumen yang dikeluarkan sekolah. Memberi pembinaan warga sekolah Memberi penghargaan dan sanksi Memberi penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Komite sekolah Wewenang dan Tangung jawab, antara lain: Kebijakan mutu Mengawasi kebijakan sekolah KA. Tata usaha Wewenang dan tanggung jawab tata usaha, antara lain : Menyusun dan melaksanakan program tata usaha sekolah. Menyusun dan melaksanakan kegiatan keuangan sekolah. Mengurus administrasi kepegawaian. Mengurus administrasi kesiswaan. Menyusun administrasi perlengkapan sekolah. Menyusun dan menyajikan data statistik sekolah. Menyusun administrasi lainnya. Melaporkan semua tugas dan tanggung jawabnya kepada kepala sekolah secara berkala. Waka. Kurikulum Wewenang dan tanggung jawab, antara lain: Menyusun program kerja bidang Kurikulum/Program Mengkoordinasikan pelaksanaan dan pengembangan Kurikulum/Program Memantau pelaksanaan Pembelajaran Menyelenggarakan rapat koordinasi Kurikulum Mengkoordinasikan pengelolaan perpustakaan Mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran

Menyusun kalender pendidikan dan jadual pembelajaran Melaporkan hasil pelaksanaan Pembelajaran Mengusulkan tugas mengajar pada masing-masing guru Menghitung dan melaporkan jam mengajar guru Merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan Memeriksa, menyetujui rencana pembelajaran tiap program Pembelajaran Memverifikasi Kurikulum Merencanakan dan melaksanakan bimbingan belajar dan try out kelas 3 Waka. Kesiswaan Wewenang dan tanggung jawab, antara lain: Mengkoordinasikan PSB ( Penerimaan Siswa Baru ) Mengkoordinasikan pelaksanaan Masa Orientasi peserta didik (MOS) Mengkoordinasikan pemilihan kepengurusan dan diklat OSIS Mengkoordinasikan penjaringan dan pendistribusian semua bentuk beasiswa Mengkoordinasikan pelaksanaan 4 K2 (ketertiban, kedisiplinan, keamanan, dan kekeluargaan) Membina program kegiatan OSIS Memeriksa dan menyetujui rencana kerja pengurus Osis Melakukan tindakan terhadap siswa terkait pelanggaran tata tertib siswa Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan lomba Mengkoordinasikan ekstra kurikuler Mengkoordinasikan peringatan hari-hari besar Ketua program keahlian Wewenang dan tanggung jawab, antara lain: Mengkoordinasikan tugas guru dalam pembelajaran Mengkoordinasikan pengembangan bahan ajar Memetakan kebutuhan sumber daya untuk pembelajaran Memetakan dunia industri yang relevan Mengkoordinasikan program praktik kerja industri Melaksanakan ujian produktif Menginventarisasi fasilitas pembelajaran program keahlian Melaporkan ketercapaian program kerja Melakukan langkah-langkah efisien dan efektif guna kelancaran pembelajaran di program keahlian Memberi masukan penilaian kinerja pendidik Memberi sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib. Mengusulkan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan Mengusulkan kebutuhan bahan dan peralatan pembelajaran Mengusulkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan program keahlian Guru Wewenang dan tanggung jawab, antara lain: Mengetahui tugas pokoknya sendiri yaitu memberikan pelajaran sesuai dengan bidang studi Mengevaluasi hasil pekerjaannya. Mewakili kepala sekolah dan orang tua siswa di kelas. Mengetahui tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dan memeriksa hasil tugas itu untuk dinilai. Memperhatikan kelakuan dan kerajinan siswa sebagai bahan laporan kepada kepala sekolah, wali kelas, dan guru BP. Memecahkan masalah-masalah pelajaran yang dihadapi siswa untuk memberikan bimbingan pelajaran kepada siswa yang cerdas, siswa yang kurang cerdas, dan siswa yang membandel. Memperhatikan hasil ulangan EBTA, EBTANAS, dan mengisi daftar nilai siswa. Melaporkan kepada kepala sekolah tentang hasil kerjanya. Siswa Wewenang dan tanggung jawab, antara lain: Menuntut ilmu sebaik-baiknya Mempertanggung jawabkan hasil pembelajarannya Mematuhi peraturan yang sudah di tetapkan oleh pihak sekolah D. Pendekatan-pendekatan organisasi sekolah a. Peningkatan Mutu Pendidikan

Menurut Mulyani A. Nurhadi ketika menyampaikan makalahnya pada seminar nasional Peningkatan Kualitas Pendidikan (2005)dengan mengutip hasil penelitian yang dilakukan David Chapman dan Don Adam terhadap 19 penelitian oleh Simon dan Alexander terhadap 11 penelitian diberbagai negara serta Woessman menunjukkan berbagai faktor yang mempengaruhi mutu hasil pendidikan secara signifikan. Rangkuman hasil penelitian itu dapat digambarkan sebagai berikut: Komponen Faktor Kunci 1. Guru/tenaga pendidik - lama mengajar di kelas - lamanya persiapan mengajar - pemilihan metode mengajar - memberikan pekerjaan rumah - pengalaman - tingkat pendidikan 2. Buku - digunakan untuk belajar - jumlah jam membaca di rumah - digunakan untuk pekerjaan rumah - penggunaan lembar kerja 3. Laboraturium - efektivitas penggunaan laboratorium 4. Manajemen - kreasi meningkatkan akuntabilitas - kreasi mengoptimalkan sumber daya - membagi informasi - pemberdayaan dan komitmen - mobilisasi masyarakat - struktur organisasi yang mendukung - kepemimpinan sekolah Melalui hasil penelitian tersebut kita selayaknya membangun pendidikan di BPKB/SKB untuk mencerdaskan dan memberadapkan bangsa sesuai arah pembangunan nasional untuk mentransformasikan peradaban Indonesia agraris menuju peradaban industrial yang canggih, elok, dan unggul. b. Perencanaan Pembangunan Pendidikan Menurut Beeby (dalam Jusuf Enoch, 1992), bahwa perencanaan pendidikan adalah suatu usaha melihat ke masa depan dalam hal menentukan kebijaksanaan, prioritas dan biya pendidikan dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik untuk pengembangan potensi sistem pendidikan nasional, memenuhi kebutuhan bangsa dan anak didik yang dilayani oleh sistem tersebut. Permasalahan yang dihadapi pendidikan nasional kita pada umumnya sebagai berikut: 1. Tingkat pendidikan rendah 2. Dinamika struktur penduduk belum terakomodasi 3. Kesenjangan tingkat pendidikan 4. Fasilitas pendidikan belum memadai 5. Kualitas pendidikan rendah 6. Manajemen belum efektif, efisien, dan akuntabel 7. Anggaran rendah Bila demikian halnya permasalahan yang dihadapi oleh pendidikan, maka kebijakan yang ditempuh dalam merencanakan pendidikan harus dapat mewujudkan 3 (tiga) program kegiatan yaitu: 1. Perluasan dan pemerataan kesempatan belajar 2. Peningkatan mutu dan relevansi 3. Governance dan akuntabilitas BAB.3 PENUTUP A. Kesimpulan Organisasi sekolah adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan begitu disana kita bisa belajar bagaimana cara menyikapi diri kita ketika berhadapan dengan suatu masalah sehingga kita

bisa menyelesaikannya. Dengan pendewasaan maka kita dapat menyikapi masalah kita dengan baik dan kita juga mampu berinteraksi sebagai mana peran kita didalam suatu lingkungan. Begitu pula dengan struktur organisasi sekolah. Struktur organisasi sekolah adalah struktur yang mendasari keputusan para Pembina atau Pendiri sekolah untuk mengawali suatu proses perencanaan sekolah yang strategis. Struktur oganisasi juga tidak lepas dengan wewenang dan tanggung jawab. Wewenang yaitu hak untuk memerintah orang lain untuk melalukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai. Sedangkan tanggung jawab yaitu permintaan pertanggung jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. Pertanggung jawaban sendiri memiliki arti sebagai penjumlahan kegiatan yang telah dilakukan karena pendiskripsian wewenang. Selain itu ada juda pendekatan-pendekatannya. Yaitu, Peningkatan Mutu Pendidikan dan perencanaan pembangunan. Dengan demikian organisasi sekolah dapat tercapai. Saran Dalam penyusunan makalah ini yang mencakup organisasi sekolah beserta wewenang dan tanggung jawab, dilengkapi dengan Pendekatan-pedekatannya. Maka dari penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun, agar penyusun dapat memperbaiki penyusunan karya tulis yang lain kedepannya. TERIMA KASIH