Anda di halaman 1dari 18

PETA KONSEP

PEMBELAAN TERHADAP NEGARA

Hakikat Bangsa dan Negara

Terbentuknya Bangsa Indonesia

Usaha pembelaan Negara

Bentuk Bela Negara

Peran Serta Warga Negara Dalam Bela Negara

Hakikat Bangsa dan Negara

Teori Terjadinya Bangsa Indonesia

Pengertian Bela Negara

Contoh Tindakan Bela Negara

Hakikat Bangsa dan Negara

Teori Terjadinya Negara Indonesia

Dasar Hukum Bela Negara

Sikap WNI terhadap pihak lain yang Menghancurkan NKRI

Hakikat Bangsa dan Negara

Kewajiban Bela Negara

BAB 1 PEMBELAAN TERHADAP NEGARA


Dalam UUD 1945 tidak dijelaskan pengertian usaha pembelaan negara. Untuk mengetahui Hal tersebut dapat dilihat dalam UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara. Istilah digunakan dalam undang undang tersebut bukan usaha pembelaan negara tetapi digunakan istilah lain yang mempunyai makna sama yaitu upaya bela negara. Dalam penjelasan tersebut ditegaskan, bahwa upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Pengertian usaha pembelaan negara tidak terbatas memanggul senjata, tetapi meliputi berbagai sikap dan tindakan untuk mewujudkan keamanan lingkungan, keamanan pangan, keamanan energi, keamanan ekonomi. 1.HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA a.bangsa Bangsa berasal dari bahasa Latin yaitu natio yang berarti sesuatu yang telah lahir, yang juga bisa diartikan sebagai keturunan atau kelompok orang yang berada dalam satu garis keturunan. Dalam bahasa Inggris bangsa disebut dengan kata nation. Secara istilah bangsa dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang memiliki persamaan nasib, latar belakang dan kesamaan cita-cita. Dalam perkembangannya, konsep mengenai bangsa memiliki dua pengertian yaitu :

1).

Bangsa dalam Arti Sosiologis-Antropologis

Merupakan persekutuan manusia yang berdiri sendiri dan terikat oleh kesamaan ras, suku, bahasa, agama, dan budaya. 2). Bangsa dalam Arti Politis

Merupakan persekutuan manusia yang berada dalam wilayah yang sama dan tunduk kepada suatu kedaulatan negara di wilayah itu. Adapun proses terbentuknya bangsa dalam arti politis meliputi dua model sebagai berikut : 1) Model Ortodoks : diawali dari adanya suatu bangsa

terlebih dahulu, kemudian bangsa itu membentuk suatu negara. 2) Model Mutakhir : diawali dengan adanya suatu negara,

kemudian negara itu menghimpun banyak bangsa di dalamnya. Bangsa juga dapat diartikan dalam dua pengertian yaitu : a). Bangsa alami (atas dasar kesamaan ras, suku,

bahasa, agama, dan budaya) b). Bangsa negara atau bangsa buatan (mempunyai cita-

cita yang sama yaitu menjaga kelangsungan hidup negaranya) b. Negara Negara memiliki pengertian yang berbeda dengan bangsa. Apabila bangsa merujuk pada kelompok manusia atas persekutuan hidup (masyarakat), negara merujuk pada sebuah organisasi sekelompok manusia yang berada di dalamnya. Negara berasal dari bahasa Latin yaitu status atau status yang berarti keadaan yang tegak, atau bisa diartikan sebagai sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap. Di Inggris negara disebut dengan istilah state, di Perancis

etat, di Italia lo state, di Belanda dan Jerman disebut staat.

Ada dua definisi tentang negara yaitu : 1). Negara dalam arti formal, yaitu negara diartikan

sebagai organisasi kekuasaan dengan satu pemerintahan pusat. 2). hidup. Secara umum negara dapat diartikan sebagai organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang berada dalam suatu wilayah dan tunduk pada suatu kedaulatan tertentu. Sifat-sifat Negara Menurut Miriam Budiardjo, negara mempunyai tiga sifat utama yaitu : 1). Memaksa : negara mempunyai kekuasaan agar mencapai tujuan. Negara dalam arti materiel, yaitu negara diartikan sebagai organisasi masyarakat (staat gemenschaap) atau persekutuan

peraturan perundang-undangan ditaati untuk 2).

Memonopoli : negara mempunyai kekuasaan atau hak

untuk menetapkan tujuan bersama. 3). Mencakup semua atau menyeluruh : peraturan

yang dibuat negara ditujukan untuk semua orang tanpa terkecuali.

2.TERBENTUKNYA BANGSA DAN NEGARA Istilah bangsa (nation) memiliki arti sejumblah orang yang di persatukan karena memiliki persamaan latar belakang sejarah, citacita, dan keinginan untuk bernegara. Menurut Ernest renan, bangsa (nation) adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara, adapun menurut Otto Bauar, Bangsa adalah suatu kesatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib .

Berdasarkan pengertian tersebut, bangsa pada hakikatnya mempunyai unsure-unsur sebagai berikut. a) Sekelompok manusia yang memiliki cita-cita bersama dan mengikat warga Negara menjadi satu kesauan. b) Sekelompok manusia yan mempunyai sejarah hidup bersama sehingga tercipta perasaan senasib sepenanggungan. c) Sekelompok manusia yang memiliki adat budaya serta kebiasaan yang sama ssebagai akibat pengalaman hidup bersama. d) Sekelompok manusia yang menempati suatu wilayah tertentu dan merupakan kesatuan wilayah. e) Sekelompok manusia yang terorganisasi dalam suatu pemerintahan dan berdaulat sehingga mereka terkait dalam suatu masyarakat hokum.

Unsur Unsur Terbentuknya Negara Yang dimaksud dengan unsur unsur negara adalah bagian-bagian yang menjadikan negara itu ada. Pada umumnya, unsur unsur terbentuknya negara harus memenuhi unsur berikut ini : a. Wilayah Pasal 25A UUD 1945, negara kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan Undang-Undang. Wilayah negara Indonesia berdasarkan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 27 Desember 1949 yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda, meliputi seluruh daerah bekas jajahan Hindia Belanda. Sedang batas-batasnya ditentukan dengan perjanjian antarnegara tetangga, baik yang diadakan sebelum maupun sesudah merdeka. Derah yang merupakan tempat tinggal rakyat dan tempat pemerintah melakukan kegiatan

merupakan wilayah negara dengan batas-batas tertentu. Batas-batas wilayah yang ditempati rakyat Indonesia sebagai berikut ini : Wilayah Daratan Negara satu dengan yang lain sering terjadi perang dikarenakan masalah batas wilayah. Untuk menetapkan wilayah batas daratan pada umumnya ditentukan berdasarkan perjanjian antarnegara tetangga. Perbatasan antara 2 negara dapat berupa : 1. Perbatasan alam, seperti sungai, danau, pegunungan atau lembah. 2. Perbatasan buatan, seperti pagar tembok, pagar kawat berduri, tiang-tiang tembok. 3. Perbatasan menurut ilmu pasti, yakni dengan menggunakan garis lintang atau bujur pada peta bumi. Memasuki wilayah negara bangsa lain tanpa ijin negara yang bersangkutan merupakan pelanggaran wilayah. Untuk menghindari terjadinya pelanggaran, suatu negara memiliki suatu lembaga keimigrasian. Wilayah Lautan Laut yang merupakan wilayah suatu negara disebut teritorial negara itu. Laut di luar teritorial disebut laut terbuka atau bebas. Tidak semua negara mempunyai wilayah laut seperti Swiss dan Mongolia. Pada umumnya batas wilayah laut teritorial 3 mil laut yang diukur dari garis pantai wilayah daratan suatu negara pada saat pantai surut. Untuk negara Indonesia batas wilayah laut teritorial mulai 21 Maret 1980 dengan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah selebar 200 mil dihitung dari garis dasar laut wilayah Indonesia. Wilayah Udara Wilayah udara suatu negara ada diatas wilayah daratan dan lautan negara yang bersangkutan. Kekuasaan atas wilayah udara suatu negara diatur dalam perjanjian Paris tahun 1919. Daerah Ekstrateritorial Berdasarkan hukum internasional, kapal-kapal laut yang berlayar di laut terbuka berbendera suatu negara tertentu juga merupakan

wilayah negara yang bersangkutan. Tempat perwakilan yang disebut ekstrateritorial berarti tempat itu meskipun berada di wilayah negara lain tetapi dianggap wilayah negara yang diwakili, misalnya kantor kedutaan besar. Kedutaan adalah wakil suatu negara di negara lain yang mengurusi masalah politik, orangnya disebut duta. Konsulat adalah wakil suatu negara di negara lain yang mengurusi masalah ekonomi perdagangan, orangnya disebut konsuler. b. Rakyat Rakyat merupakan unsur terpenting dari negara. Rakyatlah yang pertama-tama berkepentingan supaya organisasi negara berjalan dengan lancar dan baik serta mampu mewujudkan tujuannya. Penduduk ialah orang-orang yang bertempat tinggal dan menetap di wilayah suatu negara. Orang-orang yang berstatus penduduk dan warganegara Indonesia berhak dan berkewajiban untuk ikut serta dalam pembelaan negara sesuai dengan bidangnya. Bukan penduduk ialah orang-orang yang berada dalam suatu wilayah negara untuk sementara waktu, misalnya wisatawan asing yang sedang berlibur di suatu negara lain atau para jemaah haji yang sedang melaksanakan rukun Islam ke-5 di Mekah. Orang-orang yang berdasarkan hukum merupakan anggota dari suatu negara disebut warganegara. Sedangkan orang-orang yang tidak termasuk warganegara disebut orang asing. Pasal 26 UUD 1945 menyatakan tentang warganegara sebagai berikut ini : yang menjadi warganegara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warganegara. penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Hal-hal mengenai warga negara dan mengenai penduduk diatur dengan undang-undang. Peraturan perundang-undangan yang mengatur kewarganegaraan

sampai saat ini ialah Undang-Undang Nomor 62 tahun 1958. jo. UU No. 3 tahun 1976. c. Pemerintah yang Berdaulat Unsur konstitutif yang ketiga dari negara ialah pemerintah yang berdaulat. Pemerintah adalah pemegang dan penentu kebijakan yang berkaitan dengan pembelaan negara. Pemerintah yang berdaulat mempunyai kekuasaan ke dalam dan ke luar. Kekuasaan ke dalam berarti bahwa kekuasaan pemerintah itu dihormati dan ditaati oleh seluruh rakyat dalam negara itu. Kekuasaan ke luar berarti bahwa kekuasaan pemerintahan itu dihormati dan diakui oleh negara-negara lain. Masalah kedaulatan merupakan masalah yang sangat penting dalam suatu negara, karena kedaulatan merupakan sesuatu yang membedakan antara negara yang satu dengan yang lain. Kedaulatan artinya kekuasaan tertinggi. Di negara diktaktor, kedaulatan didasarkan atas kekuatan. Di negara-negara demokrasi kedaulatan didasarkan atas persetujuan. d. Pengakuan Negara Lain Selain rakyat, wilayah, dan pemerintah yang berdaulat, masih ada satu unsur lagi bagi negara, yaitu pengakuan dari negara-negara lain. Pengakuan dari negara-negara lain bukanlah merupakan unsur pembentuk negara, tetapi sifatnya hanya menerangkan saja tentang adanya negara. Dengan kata lain pengakuan dari negara lain hanya bersifat deklaratif saja. Pengakuan negara lain ada dua macam, yaitu : a. Pengakuan de facto Adalah pengakuan secara kenyataan, berdasar fakta bahwa negara itu ada. b. Pengakuan de jure Adalah pengakuan secara resmi sesuai dangan hukum internasional. Adanya pengakuan dari negara-negara lain merupakan tanda bahwa negara baru itu telah diterima sebagai anggota baru dalam pergaulan antarnegara. Walaupun tanpa pengakuan negara lain, suatu negara

tetap berdiri asalkan memenuhi tiga unsur pokok, yaitu: 1). Rakyat yang mendiami wilayah negara. 2). Wilayah negara dengan batas-batas tertentu. 3). Pemerintah yang berdaulat. Ketiga unsur tersebut diatas disebut juga unsur konstitutif sedang unsur pengakuan negara lain disebut unsur deklaratif maksudnya agar negara itu dapat mengadakan hubungan internasional harus mendapat pengakuan dari negara lainnya. 3.TEORI TERJADINYA BANGSA INDONESIA 4.TEORI TERJADINYA NEGARA INDONESIA Negara adalah suatu organisasi dr sekelompok atau beberapa kelompok manusia yg bersama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan yg mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia Teori terbentuknya Negara: 1). Teori hukum alam. Pemikiran pada masa plato dan aristoteles kondisi alam tumbuhnya manusia berkembangnya Negara. 2). Teori ketuhanan (islam + Kristen) segala sesuatu adalah ciptaan tuhan. 3). Teori perjanjian. Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan. Manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. Manusia pun bersatu utk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dlm gerak tunggal utk kebutuhan bersama. Proses terbentuknya Negara di zaman modern. Proses tersebut dapat berupa penaklukan, peleburan, pemisahan diri, dan pendudukan atas Negara atau wilayah yg blm ada pemerintahan sebelumnya 5.USAHA PEMBELAAN NEGARA . Dalam UUD 1945 tidak dijelaskan pengertian usaha pembelaan negara. Untuk mengetahui hal tersebut, dapat dilihat dalam UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Per- tahanan Negara. Istilah yang digunakan dalam undang- undang tersebut bukan usaha pembelaan

negara tetapi digunakan istilah lain yang mempunyai makna sama yaitu upaya bela negara. Dalam penjelasan tersebut ditegas- kan, bahwa upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yangdijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.. Supaya hidup tertib, aman, dan damai maka diperlukan negara. Negara akan tegak berdiri jika dipertahankan oleh setiap warga negaranya. Oleh karena itu, membela negara sangat penting dilakukan oleh setiap warga negaranya.Ada beberapa alasan mengapa usaha pembelaan negara penting dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia, diantaranya yaitu: a. untuk mempertahankan negara dari berbagai ancaman; b.untuk menjaga keutuhan wilayah negara; c.merupakan panggilan sejarah; d.merupakan kewajiban setiap warga negara. 6.PENGERTIAN BELA NEGARA Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara

(2) Usaha pertahanan keamanan negara dilaksanakan melalui Sishankamrata (TNI sebagai komponen Utama dan Rakyat sebagai komponen Pendukung). c. Landasan Operasional ; UU No. 3 Tahun 2002 (lihat Pengertian Bela Negara ).

Wujud bela negara ( UU No 3 Tahun 2002 )

a. Pendidikan Kewarganegaraan b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib c. Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela d. Pengabdian sesuai profesi

Contoh-Contoh Bela Negara : o Melestarikan budaya o Belajar dengan rajin bagi para pelajar o Taat akan hukum dan aturan-aturan negara o Arti penting pembelaan negara

a. Sebagai syarat berdirinya suatu negara b. Untuk melindungi kedaulatan negara c. Untuk mempertahankan keutuhan wilayah negara d. Untuk semua warga negara agar memiliki kewajiban dan hak yang jelas dalam ikut serta pembelaan terhadap negara.

7.DASAR HUKUM BELA NEGARA a.UUD 1945 Pasal 27 Ayat (3) : Bahwa tiap warga Negara behak dan wajib ikut serta dalam upaya bela Negara.

b.UUD 1945 Pasal 30 Ayat (1) dan (2) :Bahwa tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha Pertahanan dan Keamanan Negara, dan Usaha Pertahanan dan Keamanan Negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta oleh

TNI dan Kepolisian sebagai Komponen Utama, Rakyat sebagai Komponen Pendukung.

c.UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Pasal 6B : Setiap Warga Negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

d.UU No.3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (1) : Setiap Warga Negara Berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara ysng diwujudkan dalam Penyelenggaraan Pertahanan Negara.

e.UU No.3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (2) : Keikutsertaan warga Negara dalam upaya bela Negara dimaksud ayat (1) diselenggarakan melalui :

Pendidikan Kewarganegaraan Pelatihan dasar kemiliteran Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib dan Pengabdian sesuai dengan profesi.

8.KEWAJIBAN BELA NEGARA

Diatur dalam pasal 27 ayat (3) dan UU No. 3 Tahun 2002 tentang "Pertahanan Negara", sistem pertahanan negara

indonesia adalah SISHANKAMRATA, dimana TNI dan POLRi sebagai komponen utama dan rakyat sebagai komponen pendukung. 9.BENTUK BELA NEGARA a. Secara Fisik Segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dengan cara berpartisipasi secara langsung dalam upaya pembelaan negara (TNI Mengangkat senjata, Rakyat Berkarya nyata dalam proses Pembangunan). b. Secara Non Fisik Segala upaya untuk mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan pada tanah air serta berperan aktif dalam upaya memajukan bangsa sesuai dengan profesi dan kemampuannya.

Wujud bela negara bagi pelajar

a. Lingkungan Keluarga ; Memahami hak dan kewajiban dalam keluarga, menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga, Demokratis, menjaga nama baik keluarga dll b. Lingkungan Sekolah ; Patuh pada aturan sekolah, berkata dan bersikap baik, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, tidak ikut tawuran dll c. Lingkungan Masyarakat ; Aktif dalam kegiatan masyarakat, rela berkorban untuk kepentingan masyarakat d. Lingkungan berbangsa dan bernegara ; Menghormati jasa Pahlawan, berani mengemukakan pendapat, melestarikan adat dan budaya asli daerah. 10.CONTOH TINDAKAN BELA NEGARA Keikutsertaan setiap warga negara dalam usaha pembelaan negara bukan hanya merupakan hak tetapi juga kewajiban yang harus

dipenuhi. Tingkatan kewajiban tersebut bervariasi sesuai dengan kedudukan dan tugas masing-masing. Uraian berikut akan disajikan contoh- contoh tindakan upaya membela negara dari masing- masing komponen bangsa. Upaya membela negara yang paling nampak diperankan oleh TNI sejak perang kemerdekaan sampai masa reformasi saat ini. Contoh-contoh tindakan upaya membela negara yang dilakukan TNI antara lain menghadapi ancaman agresi Belanda, menghadapi ancaman gerakan federalis dan separatis APRA, RMS, PRRI/PERMESTA, Papua merdeka, separatis Aceh (GSA), melawan PKI, dan DI/TII. Demikian pulaPOLRI telah melakukan upaya membela negara terutama yang berkaitan dengan ancaman yang menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kerusuhan, penyalahgunaan narkotika, konik komunal, dan sebagainya. Hal-hal tersebut jika dibiarkan akan menggangu keselamatan bangsa dan negara. 11.SIKAP WNI TERHADAP PIHAK LAIN YANG MENGHANCURKAN NKRI Sikap warga yang harus dimiliki apabila NKRI terancam adalah waspada dan berusaha keras untuk mengatasi berbagai ancaman dan gangguan terhadap berdirinya NKRI. Contoh upaya bela negara yang dilakukan oleh rakyat, juga oleh TNI antara lain mempertahankan kemerdekaan dari ancaman pihak Belanda. Menumpas PRRI/PERMESTA, APRA, Gerakan Separatis Aceh (GSA), Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan contoh lainya. Beberapa Ancaman dan gangguan terhadap keamanan dan pertahanan negara antara lain: 1. Terorisme international 2. Gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari NKRI 3. Aksi kekarasan yang berlatar belakang SARA serta idiologi di luar Pancasila 4. Kejahatan lintas negara, penyelundupan barang, senjata, amunisi, narkoba

5. Gangguan keamananan, pelanggaran wilayah udara, laut, dan darat 6. Perusakan lingkungan

12.PERAN SERTA WARGA NEGARA DALAM BELA NEGARA a.Partisipasi dalam Upaya Pembelaan Negara Sesuai pasal 30 ayat (1) UUD 1945, bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib berpartisipasi dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Partisipasi adalah sikap warga negara turut berperan serta dalam upaya pembelaan negara. Beberapa fungsi negara yaitu ketertiban umum, perlindungan masyarakat, keamanan rakyat, dan perlawanan rakyat. Semua fungsi digunakan dalam keadaan damai terkecuali fungsi perlawanan rakyat, yang hanya difungsikan dalam keaadaan darurat. TNI berperan aktif dalam fungsi ini, dibantu oleh rakyat terlatih. Ancaman yang dihadapi oleh negara dapat berupa ancaman fisik dan ancaman nonfisik. Bela negara nonfisik dapat dilakukan setiap waktu. Misalnya, meningkatkan kesadaran diri akan makna berbangsa dan bernegara, menghayati arti demokrasi, mewujudkan rasa cinta tanah air, dan pengabdian pada masyarakat secara tulus dan ikhlas. b.partisipasi bela negara dalam kehidupan pribadi 1) selalu berupaya meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya

2)berjiwa inofatif dan berwawasan ke depan 3)memiliki semangat kerja yang tinggi,jujur,dan bertanggung jawab 4)memiliki kepedulian hidup kepada lingkungannya c.partisipasi bela negara di sekolah 1)rajin belajar untuk meningkatkan kualitas diri 2)mengikuti pendidikan bela negara melalui pendidikan kewarganegaraan 3)aktif dalam kegiatan osis,pramuka, pmr (palang merah remaja) 4) mengikuti upacara bendera dengan khidmat 5) menaati tata tertib yang berlaku dengan disiplin d.partisipasi bela negara di masyarakat 1)selalu meningkatkan ketahanan sosial masyarakat 2) Melaksanakan sistem pengamanan lingkungan 3)Membina solidaritas dan kesetiakawanan sosial 4) Meningkatkan kerukunan nasional, persatuan dan kesatuan bangsa 5) Meningkatkan kesadaran hukum dalam rangka menciptakan ketertiban

6) Mengabdikan diri sesuai profesi masing - masing