Anda di halaman 1dari 70

Bilik Doa Oleh ademin Jumat, 08 Oktober 2010 06:46 ORANG-orang lalu-lalang sesukanya !

ilir-mudik nyaris sulit ditandai Beragam "ikiran yang menyesakkan benak masing-masing di"astikan menentukan ke arah mana orang itu akan bertu#u $aat-saat matahari "ersis tegak lurus di atas ke"ala, suasana terik "un terasa berdenyar sam"ai di dalam ka%asan mal yang selalu ramai dikun#ungi $aat-saat se"erti itulah "uluhan orang mulai menyesaki sebuah ruang #auh di sudut yang sangat ter"en&il 'ungkin te"atnya hanya sebuah bilik ke&il berukuran 2(2 meter yang sudah terbiasa disebut musala )ada #am-#am salat, memang bilik ke&il itu akan terasa sesak karena hanya bisa menam"ung tiga atau em"at orang #emaah untuk melaksanakan ibadah salat *uangan bagi #emaah lakilaki dan "erem"uan hanya di"isahkan sebidang tabir ber%arna hi#au +a"i, #emaah laki-laki tak mudah untuk membuang "andang ke ruangan salat bagi #emaah "erem"uan karena tabir itu dibuat agak tinggi Bila lam"u menyala terang, yang tam"ak dari sebelahnya hanyalah bayangan sosok orang yang salat atau duduk bahkan tak #arang "ula ada yang berbaring mele"as rasa lelah Bisa dima,humi bila sebagian besar "elanggan musala ke&il itu sudah saling kenal $ebab merekalah "ara "en#aga toko di mal berlantai em"at itu -h%al usia, memang rata-rata masih anak muda +a"i ada #uga sebagian orang-orang tua yang kebetulan "ada #am salat tiba sedang berada di "usat "erbelan#aan terbesar di kota itu .s%ar, budak 'elayu yang ham"ir se"uluh tahun terakhir men#adi "en#aga toko se"atu di mal itu memang terbilang seorang #emaah yang tak "ernah lalai mendatangi musala /sianya sudah mendekati 01 tahun $oal "aras dan "enam"ilan, semestinya tak "erlu diragukan Orangnya gagah lagi ramah "ula *ambutnya yang agak ikal dengan "otongan "endek mengingatkan orang "ada sosok Bara&k Obama ."alagi kulitnya memang agak gela" "ula Ba%aan &ekingnya "un tak banyak beda !am"ir tak ada seorang "un di komunitas mal itu yang men&ibir bila nama .s%ar di&eritakan 'ereka berse"akat memanggil .s%ar sebagai 2)ak /stad34 karena kealimannya Bahkan, di %aktu-%aktu salat tertentu 5terutama magrib- /stad3 .s%ar didaulat men#adi imam %alau"un #emaahnya hanya dua orang sa#a karena ruangan musala tak mungkin menam"ungnya lebih banyak lagi 666 BERTAHUN-tahun .s%ar melakukan ritual keagamaan di musala ke&il itu -a tak "ernah menam"akkan kemalasannya sedikit "un 'elakukan salat baginya sebuah ke%a#iban yang tak boleh dita%ar-ta%ar lagi -a begitu tunak beribadah /sai salat, di"astikan ia tak akan

"ernah lu"a ber3ikir Bertasbih dan tahmid yang membuat lidah dan bibirnya selalu basah 7a,a3 ayat-ayat .l 8uran tak akan "ernah lu"ut dari mulutnya yang terlihat berkomat-kamit karena suaranya memang tak sam"ai ter"an&ar keluar $aat-saat "engguna musala itu agak lengang 5biasanya "ada %aktu salat .sar di "etang hari.s%ar biasanya agak lama duduk bersim"uh sambil menengadahkan kedua tangan untuk mengantarkan doa "ada .llah 'aha )en&i"ta -a tak begitu "eduli, a"akah doanya didengar atau tidak +a"i ia "unya keyakinan yang begitu kuat bah%a .llah "asti mendengar doa semua orang Dan hanya doa orang-orang yang khusyuklah yang "asti dikabulkan Berselang enam bulan terakhir, .s%ar kian tekun berdoa $ering lelaki yang ber#ambang ti"is itu sam"ai lebih satu #am duduk bersim"uh atau bersila sambil menam"ungkan doa +entu sa#a, tak sahabatnya yang "eduli soal itu karena ham"ir semua orang disibukkan oleh urusan dan masalahnya sendiri-sendiri +an"a disadari, ternyata selama ini bukan hanya .s%ar yang melakukan ritual ketekunan begitu Di bilik sebelahnya, khusus tem"at #emaah "erem"uan, ada "ula di antaranya yang melakukan hal bersamaan Bedanya, "erem"uan yang selalu berdoa dengan khusyuk itu sam"ai terisak-isak dan menitikkan airmata 9adangkala suara isak tangis itu sem"at #uga hingga di telinga .s%ar +a"i, "eduli a"a .s%ar soal nasib orang lain yang sedang bertarung menghada"i "ersoalan hidu"nya $ebab, .s%ar merasa "ersoalan dirinya sa#a nyaris tak mam"u terselesaikan sebagaimana yang dihara"kannya :;ar, semakin lama berdoa tam"aknya < tegur =ngku $aid, seorang tua "emilik salah satu toko di ka%asan mal saat melihat .s%ar baru sa#a menyelesaikan doanya .s%ar tersenyum ramah, sambil mengulurkan tangan guna bersalaman dengan =ngku $aid :Beginilah hidu", =ngku $udahlah di dunia tak ber"unya Bekal untuk akhirat "un tak ada "ula 'alang betullah nasib hamba seru"a itu< sahut .s%ar sarat dengan ,alsa,ah keagamaannya :Betullah engkau, ;ar +ak banyak anak muda seumurmu yang mau ber"ikir sema&am itu +a"i, bual-bual sedikit, ih%al #adi imam bagi orang banyak, kau tak "erlu diragukan lagi $aya heran, #adi imam untuk seorang "erem"uan sa#a, tam"aknya belum ada tanda-tandanya ."a "asal>< =ngku $aid mulai mengalihkan "embi&araan "ada "erihal yang ditakuti .s%ar selama ini .s%ar memang merasa menda"at "ukulan telak 7ama ia merenung dan ber"ikir untuk memilih #a%aban yang "aling te"at -a tak hendak menyinggung "erasaan =ngku $aid yang amat dihormatinya selama ini :Boleh #adi, #odoh saya belum bersahut, =ngku < :.tau, "ermohohanmu berat sangat sehingga .llah #uga berat mengabulkannya < =ngku $aid terta%a terbahak membuat %a#ah .s%ar bersemu merah :$aya "er&aya, #odoh itu akan datang #ua "ada akhirnya <

:-tu "enda"at orang-orang 3aman dulu 9alau sekarang, manalah ki#ang datang tiba-tiba ke tungku "emanggang bila tak diburu lebih dulu < :.da, =ngku < )otong .s%ar dengan &e"at Bola mata =ngku $aid terbelalak 'aksudnya men&ibirkan .s%ar yang berselera sangat kam"ungan itu :9alau "un ada ki#ang ma&am itu, itulah ki#ang bodoh?< $uara =ngku $aid agak keras sambil terta%a terbahak-bahak kembali )erbin&angan .s%ar dengan =ngku $aid "etang itu berakhir begitu tan"a menghasilkan a"aa"a +a"i, "ertanyaan =ngku memang membuatnya tak tidur bermalam-malam .da a"a dengan #odoh yang diim"ikannya selama ini )adahal sudah dihada"kan "ada .llah le%at doadoa beningnya 7ebih-lebih saat berdoa usai salat taha#ud di bilik kost-nya di tengah malam buta .s%ar tak "ernah menyerah -a terus sa#a men#alankan ritual doa usai salat setia" %aktu 9eyakinannya tak "ernah berkurang akan "ertolongan .llah yang akan mengutus seorang "erem"uan 666 SUATU "etang, sedang asyik berdoa di musala ke&il itu, .s%ar se&ara tiba-tiba mendengar isak-tangis dari ruang sebelahnya yang dibatasi kain tabir -sak tangis itu kian lama kian keras $emula .s%ar men&oba tak "eduli +a"i begitu isak-tangis itu terhenti tiba-tiba diikuti suara tubuh yang #atuh terhem"as, .s%ar #adi "anik -a menutu" doanya tan"a kehendak hatinya 'erasa ada sesuatu yang tak beres, .s%ar langsung menerobos tabir kain itu -a menemukan sesosok tubuh "erem"uan yang masih terbalut mukena telentang dan tak tak sadarkan diri @a"asnya turun-naik "erlahan .s%ar men&oba mengenali sosok "erem"uan yang sudah "asti salah seorang "en#aga toko di mal itu +akut dituduh ma&am-ma&am, .s%ar langsung berteriak minta tolong "ada orang-orang yang ada di sekitarnya Dalam %aktu seke#a", belasan orang di mal itu berhim"un 'ereka serentak ingin menyelamatkan nya%a "erem"uan yang diketahui kemudian bernama @isah +ak begitu #elas dari mana "erem"uan molek itu berasal +a"i, .s%ar merasa lega karena "erem"uan yang amat membutuhkan "ertolongan itu berhasil diba%a ke rumah sakit .s%ar tiba-tiba merasa bertanggung#a%ab "enuh atas diri @isah ."alagi, setelah ditanya ke sana-kemari, @isah memang hidu" merantau di tanah 'elayu, tanah kelahiran .s%ar sendiri Begitu "ula saat "ihak rumah sakit menanyakan sia"a yang men#amin biaya "era%atan @isah, .s%ar langsung menun#uk dirinya +iga hari berada di rumah sakit itu, semakin mem"erdekat diri .s%ar dengan @isah )erkenalan keduanya berlangsung begitu &e"at dan "enuh keharuan Bola mata @isah berka&a-ka&a ketika mengenang bagaimana kemuliaan .s%ar telah men#aminkan dirinya agar @isah da"at dira%at dan diobati

:."a yang membuat Bang .s%ar berkorban buat saya>< tanya @isah "enuh ingin tahu :$aya hanya ingin membantu orang yang berada dalam kesusahan +ak lebih dari itu,< #a%ab .s%ar datar :$aya tak tahu harus mengu&a"kan a"a $egala bantuan dan "engorbanan Bang .s%ar tak akan "ernah kulu"a < !ari-hari "ertemuan .s%ar dan @isah di rumah sakit itu, "elan-"elan menyibakkan tabir hati keduanya @isah bertutur berulang-ulang, sudah enam bulan terakhir ia selalu mendatangi musala ke&il di mal itu $elain itu, untuk melaksanakan salat ,ardhu dan sunnah, "erem"uan "erantau dari $umatera $elatan itu #uga tak lu"a berdoa /sianya yang ter"aut enam tahun lebih muda dari .s%ar telah menem"atkan dirinya "ada kedudukan yang "elik =maknya yang sudah berusia renta di kam"ung halamannya selalu menanyakan ih%al %aktu "ernikahannya Bukannya tak ada lelaki yang men&oba mendekatinya +a"i, setelah berkenalan lebih dekat, @isah memutuskan mundur karena ada hal yang kurang mengena di hatinya -a "unya mim"i satu ketika kelak menemukan #odoh yang "as sebagaimana yang dihara"kan 'enikah bagi @isah &uku"lah sekali seumur hidu" dan buah "ernikahan itu di"ersembahkannya buat emaknya !anya buat emak karena ia sudah tak "unya ayah lagi Baginya, hidu" sebagai anak semata %ayang, memang tak mudah karena ter"ikul beban tanggung#a%ab yang lebih besar :."a yang membuatmu berlama-lama di musala itu untuk berdoa @isah>< tanya .s%ar berselang bebebera"a bulan kemudian "ada sebuah "ertemuan mereka :$aya #uga sering mengamati Bang .s%ar #uga selalu berdoa di ruang yang sama ."a "ula yang abang doakan>< 7ama keduanya terdiam +a"i, @isah yang kemudian mulai meme&ah kebekuan itu :Bang .s%ar, terus terang, saya hanya meminta "ada .llah agar diberikan #odoh yang terbaik di dalam hidu" saya < :$ungguhkah itu, @isah> .bang #uga "unya doa yang sama .bang kha%atir bila tak menemukan #odoh sebagaimana yang abang im"ikan < 'emang, semen#ak .s%ar dan @isah kian sering bertemu dan mengutarakan isi hati masingmasing, #adilah keduanya "asangan yang serasi ;alau"un, di antara mereka tak "ernah mela,alkan kata-kata 2&inta4 atau se#enisnya !ati keduanya lebih keras berbi&ara dibanding u&a"an lidah 666 AKU terima nikah @isah binti 9adri dengan mahar beru"a sebentuk &in&in dan se"erangkat alat salat,< sahutan .s%ar dalam "rosesi akad-nikah itu begitu meyakinkan )ara saksi dan "uluhan hadirin telah mengukuhkan dirinya dengan @isah sebagai "asangan suami-istri yang berbahagia

)ertemuan #odoh .s%ar dan @isah memang menyebar begitu &e"at di ka%asan mal itu Orang-orang yang berbulan-bulan sebelumnya selalu menyaksikan "emandangan yang unik saat .s%ar dan @isah duduk berlama-lama menadahkan tangan usai melaksanakan salat %a#ib di musala ke&il, tak akan "ernah menduga bila keduanya ber#odoh begitu &e"at $e#ak itulah, musalah ke&il itu men#adi tum"uan "asangan anak muda la#angan untuk menda"atkan #odoh Bisa dimaklumi bila ruangan musala yang ke&il itu digelar "ula sebagai 2bilik doa4 $ebuah bilik ke&il yang memberikan kekhusyukan bagi sia"a sa#a untuk memohon doa 'enda"atkan sesuatu yang didambakan dengan menghara"kan uluran tangan .llah untuk mengabulkannya )asangan .s%ar-@isah men#adi bukti nyata atas segalanya 666 )ku-Aogya, 'aret 2008
Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

Aang 'enangis di Balik )intu Oleh ademin *abu, 22 $e"tember 2010 06:12 Dilan mera"atkan #aketnya .ngin malam mendesau dan berlon&atan masuk ke dalam rumah, meniu" bulu kuduknya dan mendinginkan ta"ak kakinya =ntah menga"a angin malam ini teramat asing -a mendongakkan ke"alanya ke langit Berserak bintang-bintang yang tak sebera"a 7alu mulai melangkah menu#u tem"at yang sama sekali tak ada dalam "eta ren&ananya sambil iseng menghitung bintang yang terangnya dikalahkan lam"u "etromaks di u#ung gang

-a ber#alan menyusuri trotoar yang "enuh lobang :.ku ingin sekali memakan sesuatu yang teramat masam < Dilan teringat "ermintaan istrinya ketika ia selesai sholat malam Dalam "ikirannya, tak ada makanan yang lebih masam ketimbang ru#ak Aa, ru#ak akan memenuhi selera istrinya +a"i malam begitu kental "ekatnya Dan angin se"erti menusuk-nusuk dengan

kukunya yang semu 6666 *asni memandang tetesan demi tetesan &airan in,us yang #atuh ke selang Begitu "elan +etesan &airan itu #atuh bersamaan dengan butiran-butiran airmata dari danau matanya 9emudian sesuatu Bentah di manaB lamat-lamat terdengar suara, se"erti tangis seorang bayi +a"i tak ada +ak ada :."akah ran#ang bayi "esanan kita sudah datang>< tanya *asni "ada Dilan suaminya $uaranya begitu ti"is terdengar di telinga Dilan Dilan tak mengu&a" sebuah #a%ab :$usu untuk ibu hamil itu masih ada> *asni kembali bertanya @amun Dilan kembali tidak mengu&a" sebuah #a%ab :9au tahu> .ku sudah menyelesaikan ra#utan kaus kaki yang lu&u untuk anak kita 9au mau lihat >< :9au istirahat sa#a +ubuhmu masih lemah < .khirnya Dilan mele"as suara 7alu ia beran#ak keluar dari ruang ra%at ina" itu Dan kemudian terdengar suara se"erti tangis yang tertahan di balik "intu $eketika darah dalam ke"ala Dilan menggelegak -a ingin marah dan berteriak sekuat tenaganya +a"i tak ada sia"a "un di rumah sakit itu yang "atut ia marahi )ula ke"ada +uhan -a tak "unya sedikit "un keberanian untuk "rotes ke"ada +uhan "erihal lebatnya ben&ana yang menim"a dirinya dan istrinya, *asni Dilan "un urung mele"as teriakannya 7alu kemudian kembali mengham"iri *asni yang terbaring lemah dengan sebuah selang ber#arum di tangan kirinya -a membelai lembut kening *asni 'enata" matanya dalam-dalam dan memaksakan sebuah senyum di %a#ahnya :9au tahu, sayang .ir matamu yang #atuh "erlahan itu terlalu mahal harganya 9ita tak akan sanggu" membelinya kembali ketika air itu habis Cairan in,us di tabung itu belum sebera"a harganya ketimbang air mata itu< Bisik Dilan ke"ada istrinya @amun *asni teta" menangis Di luar orang-orang berlalu-lalang dari sudut dan sim"ang yang berbeda-beda !u#an "un turun dengan ke#am *asni dan Dilan merasa se"erti se"asang manusia yang terasing dari "eradaban +ak akan ada yang men#enguk "arasaan mereka :'aukah kau mendengar lagi &erita tentang kanak-kanak yang berlarian di surga>< :.ku sudah #emu mendengarnya 9au selalu men&eritakan itu "adaku setia" malam < Ja%ab *asni :+a"i kali ini berbeda, sayang Di surga itu kini ada seorang kanak yang baru sa#a datang 9au tahu> 'ereka sangat bahagia dengan kedatangannya 'alah ada yang teramat iri melihat saya" di "unggung anak yang baru datang itu <

:."akah itu anak kita>< tanya *asni :Aa, itu anak kita -a sangat berbahagia di sana -a #uga sangat berbahagia telah men#adi bagian dari &erita kita ini < balas Dilan :+a"i aku ingin ia ada disini 'engenakan kaus kaki lu&u ra#utanku, atau bermain dengan se"eda mungil itu $eharusnya ia bersama kita kan>< :-a adalah anak yang ter"ilih -a telah ditakdirkan untuk mengenakan kaus kaki lu&u itu di surga Di sana ia #uga bisa bermain se"eda se"uasnya < Balas Dilan sambil membenarkan letak bantal di "undak istrinya :+a"i aku sangat ingin ia ada di sini Bersama kita < tim"al *asni dengan binar mata yang mulai berka&a-ka&a :9au tahu, sayang $ebagai orang tua kita sudah berhasil mengantarkannya ke tem"at "aling mena%an -a tidak "erlu bergelut dengan sandi%ara konyol di dunia ini 9ita mestinya berbahagia bukan>< Dilan men&oba meyakinkan istrinya :7alu ke"ada sia"a harus kita berikan nama-nama yang kita reka dulu> Bukankah dialah yang se"atutnya menyandang nama itu < ra#uk *asni dengan suara serak -a men&oba menahan dirinya untuk tidak menangis Dan itu usaha yang gagal :$uatu saat +uhan akan mengirimkan lelaki tam"an atau "erem"uan #elita untuk kita berikan nama-nama itu 9ita hanya harus mengabadikan kesabaran 9emasilah kesedihan di dalam dada dan matamu itu 9ita tak "erlu bertangisan < /&a" Dilan sembari menyeka air yang #atuh dari mata istrinya yang tiris :Besok "agi kita akan "ulang /ntuk sementara kita akan tinggal di rumah -bumu .ku akan berusaha merebut kembali rumah kita yang dieksekusi itu < bu#uk Dilan "ada istrinya agar ia bisa mengusir kabut di %a#ahnya )aginya mereka meninggalkan rumah sakit itu $etelah rumah mereka dieksekusi, mereka memilih meneta" di rumah orang tua *asni sambil berhara" mereka bisa menda"atkan rumah mereka kembali 'asih kuat ingatan di ke"ala Dilan ketika istrinya #atuh dari tangga setelah mendengar kabar dari "engadilan bah%a mereka harus mele"askan hak mereka terhada" rumah mereka sendiri )engadilan memutuskan bah%a sesorang yang sekali"un tak "ernah mereka temui memiliki dokumen sah terhada" tanah yang saat ini ditem"ati Dilan dan *asni 9etika itulah mereka harus menerima kenyataan bah%a sebuah kamar mungil di rumah mereka yang antik mungkin tak akan "ernah digenangi "i"is oleh seorang nya%a telah gugur dari kandungan *asniBentah karena sho&k atau #atuh 9etika makan malam, *asni meminta Dilan untuk membuatkannya segelas susu untuk ibu hamil dan mengambilkannya su"lemen yang biasa ia minum :$udahlah, @i $usu dan su"lemen itu tak "erlu lagi kau minum 9uatkanlah hatimu $uatu saat kau "asti akan meminum susu itu lagi < :."a maksudmu> .ku harus rutin meminum susu dan su"lemen itu kalau tidak kandunganku tidak akan sehat <

Dilan berhenti menaruh sendoknya dengan "elan ke bagian kanan "iring -a ingin mengatakan bah%a setelah keguguran, susu dan su"lemen itu tak "erlu diminum lagi @amun ia mengurungkan niatnya dan memilih untuk teta" membuatkan susu itu untuk *asni +ata"an mata *asni se"erti sebuah ruang ke&il samar dan kosong setelah meminum susu buatan suaminya +erkadang ia salah menyua"kan makanan ke mulutnya sehingga makanan itu berle"otan di dagu atau di "i"inya Dilan men&oba untuk memaklumi sika" istrinya yang belum terbiasa dengan musibah itu termasuk dengan "ermintaan-"ermintaan konyol yang sering terlontar dari mulut istrinya tersebut, se"erti "ermintaan untuk dibelikan buku &erita anak-anak, kaset ta"e untuk ibu yang sedang mengandung, ma#alah balita atau buku "anduan senam untuk kesehatan #anin :$eandainya dulu kita tidak makan di "iring sumbing itu, "asti semua tidak akan begini < /&a" *asni masih dengan tata"an mata kosong Dilan hanya bisa ter"aku diam mendengar istrinya bi&ara :.ku rasa ini kutukan dari ular dan tikus yang kau bunuh ketika a3an magrib itu atau karena #imat kam"ung yang katamu men#aga keselamatan itu< lan#ut *asni :-ni tak ada hubungannya dengan mitos-mitos itu < akhirnya Dilan mengomentari "erkataan istrinya :9alau bukan karena itu, tentu kita sudah mendengar suara bayi kan di rumah ini?< balas *asni :-nilah yang disebut takdir, *asni $emua sudah ada di &atatan ren&ana +uhan < Dilan kembali menim"ali :+a"i #ika sa#a dulu kau mau mengganti "iring yang u#ungnya sumbing itu, rutin mengantarkanku setia" minggu ke dokter atau tidak membunuh ular dan tikus-tikus itu, tentu hal ini tidak akan ter&atat di ren&ana tuhan itu bukan>< :)iring-"iring sumbing, #imat, sambal "edas, buah "inang, ular dan tikus itu #uga sudah termasuk ren&ana tuhan, *asni .ku tahu kau ke&e%a +a"i kini aku ingin kau men#adi "erem"uan yang kuat, *asni < Balas Dilan dengan suara yang menggelegar 9emudian terdengar suara hem"asan "intu kamar yang mengagetkan &i&ak-&i&ak yang barangkali ikut mendengar "embi&araan mereka tadi 7alu dari luar terdengar sesuara $e"erti tangisan =ntah sia"a yang menangis di balik "intu, namun yang "asti, semen#ak itu tangisan selalu terdengar ketika malam +angisan itu selalu dia%ali oleh bunyi hem"asan "intu lalu dibarengi oleh bunyi "iring atau gelas "e&ah 6666 .3an magrib di mas#id belakang rumah Dilan belum selesai ketika dengan tiba-tiba *asni merasa sesuatu akan meledak dari "erutnya $esuatu yang tak bisa di tahan dan harus dimuntahkan -a bergegas berlari sekuat tenaga menu#u kamar ke&il meski ia merasa se"erti dihoyong gelombang @amun, badai dari dalam "erutnya tak tertahankan dan terlan#ur dimuntahkan sebelum ia sam"ai di kamar ke&il 9emudian ia ter#atuh dan tak mengingat a"a-a"a lagi sam"ai ia

menemukan dirinya terbaring di kamarnya, dan disana ada suaminya yang sedang mengulum senyum bersama Ba"ak Dendi yang meru"akan seorang dokter s"esialis kandungan yang sudah satu tahun lebih tidak di#um"ainya :9au masih ingat ba"ak Dendi ini kan, sayang> 9au tahu untuk a"a beliau setelah sekian lama kembali menengok kita>< sambut Dilan ketika istrinya telah sadarkan diri *asni menggeleng "ertanda ia tak mengerti :.kan ada sebuah nya%a mungil di dalam "erutmu ini < sambung Dilan sekenanya hingga membuat *asni tak sanggu" berkata suatu a"a"un ke&uali membahasakan ke&eriaannya dengan mata yang berka&a-ka&a 7alu dengan tiba-tiba, ketika #am dinding berdentang di tengah malam, *asni meminta Dilan untuk men&arikannya sebuah makanan yang sangat masam $ebuah makanan yang sanggu" mela%an "ahit di ludahnya ;alau"un angin malam begitu menusuk tubuhnya, Dilan menyanggu"i untuk men&ari makanan yang masam untuk istrinya Dengan menyusuri trotoar yang lengang, Dilan berhara" bakal menemukan orang yang men#ual ru#ak -a terus men&ari meski ia tahu selarut ini tak akan ada orang yang ber#ualan ru#ak ke&uali deretan gerobak sate, nasi goreng, ka&ang goreng dan sekoteng @amun, sesuatu dalam dadanya menguatkan kakinya untuk men&ari orang yang ber#ualan ru#ak yang masam itu, karena beta"a ia telah #emu menangis dan mendengar tangisan di balik "intu Dan beta"a ia merindukan sebuah tangisan lu&u yang meme&ah malam di balik "intu itu 'aka untuk itu ia merelakan dirinya untuk mengganti "iring-"iring yang sumbing di rumahnya dengan "iring baru, dan ber#an#i untuk tidak membunuh ular, li"an, tikus atau serangga dan nyamuk sekali"un karena beta"a ia merindukan suara tangisan yang lugu dan lu&u di balik "intu yang kera" menggoda mim"i-mim"inya itu Ruang Sempit, 2008 Cerpen: Arif Ri !i
Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

*amadan di 'as#id Jeruk Oleh ademin *abu, 22 $e"tember 2010 06:10 1*.'.D.@ esok disambut dengan suka-&ita di "erumahan ini $e#ak kemarin tam"ak di#emur sa#adah, mukena, sarung dan ba#u koko Diangin-angin "ula "e&i "utih, hitam dan %arna-%arni 9eluarga-keluarga muda bahkan mema#ang di muka rumah banner ukuran 110 &m ( 10 &m yang isinya seru"a: u&a"an :$elamat 'enunaikan -badah )uasa<, dengan ,oto keluarga $eminggu lalu rema#a-rema#a memasang s"anduk besar :'arhabban ya *amadhan< di "agar mas#id )ako sudah memangkas "ohon-"ohon setinggi 1,1 meter di se"utarnya, menge&at "agar besinya, dan membersihkan kar"et-kar"et "an#ang moti, sa#adah 7e"as .shar aku duduk di teras mas#id $eorang "erem"uan datang menggelar sa#adah, se#urus dengan mimbar B di mas#id ini tak ada hi#ab dan #emaah "erem"uan sholat di luar 9ukira akan sholat @yatanya segera "ergi setelah menemui )ako yang masih mematikan enam ki"as angin baling-baling di dalam Datang "ula "ara "embantu "erem"uan dan ibu-ibu tua atau setengah tua, meletakkan sa#adah-sa#adah yang mereka ba%a, lalu menemui )ako dan "ulang .ku segera mengerti :7ima tahun saya di sini, begitu yang ter#adi, )ak !a#i < )ako mengham"iriku :Bahkan #auh sebelumnya $aya tahu itu dari "ara ba"ak #emaah di sini Bahkan "ernah ada yang ribut karena tem"atnya ditem"ati )adahal seharusnya Bu 9adar%ati tahu Bu Aola orang baru dan belum tahu kebiasaan di sini )osisi-"osisi itu tak berubah ke&uali ada yang sakit atau meninggal )adahal seharusnya tidak begitu, ya, )ak !a#i>< .ku tersenyum :+a"i alhamdulillah < )ako mengeluarkan lima-enam am"lo" dari saku ba#u koko, :$aya #adi "unya tambahan untuk ngirim ke kam"ung -ni re#eki saya sebagai marbot 'ereka &uma "esan, #angan sam"ai tem"atnya ditem"ati orang < :Aang "ertama datang tadi sia"a>< :)embantu di rumah 9etua D9' $a#adah itu milik istrinya < Orang-orang di sini memang menggelikan sekaligus menyedihkan 2 '.7.' "ertama tara%ih disambut dengan suka-&ita 7e"as 'aghrib #alan-#alan "enuh orang .nak-anak, rema#a, orang de%asa, orang setengah tua, orang sudah tua, lelaki, "erem"uan, berlomba lebih dahulu tiba di mas#id Orang-orang yang tak "ernah terlihat di mas#id tiba-tiba bermun&ulan .ku muak dengan "emandangan ini .ku tahu akan men#adi se"erti a"a Di semua mas#id dan musholla, malam "ertama tara%ih memang "enuh orang $eakan haram dile%atkan bahkan oleh mereka yang tak "ernah sholat sekali"un 7alu setelah itu a"a> $emakin "uasa ber#alan dan mendekati 7ebaran, mereka akan teratur mundur dari

sha, lantaran tara%ih diangga" &uma sunat .ku senang mas#id ini hidu" @amun alangkah eloknya bila terus hidu" selama *amadhan dan setelahnya +ak hanya lima-enam hari *amadhan $ebab kutahu hari-hari lain kering #emaah D3uhur dan .shar setengah sha, 'aghrib dan -sya satu sha, $ubuh se"erem"at sha, B-tu "un orang-orang tua :7ima tahun saya di sini, begitu yang ter#adi, )ak !a#i < )ako mengham"iriku :Biasa, &uma lima-enam malam $elebihnya sama dengan tem"at lain < 0 7=B.*.@ esok disambut dengan suka-&ita *umah dira"ikan, kue disediakan, "akaian dan alas kaki disia"kan Dan se#ak em"at hari kemarin sudah dibuka "os "enerimaan 3akat ,itrah di 'as#id Jeruk Esesungguhnya bernama 'as#id .l-'u%ahiddin Disebut begitu karena berada di Jalan JerukF @amun, aku membatalkan ren&ana membayar 3akat untuk aku dan istriku di sini, karena dilayani anak umur 12-20 tahun 'ereka saling "andang %aktu aku minta dilayani orang de%asa 7alu seorang berbadan "endek-gem"al berkulit hitam, sekitar 18-20 tahun umurnya, dan tam"ak begitu "er&aya diri, bangun dari tidurnya di dalam mas#id setelah seorang yang #auh lebih muda mene"uk-ne"uk "unggungnya dan berbisik -a mengham"iriku +ersenyum dan menyalami namun matanya tak bersahabat -a duduk model taheeyat "ertama di sebelahku dan men#elaskan, bah%a se#ak berdirinya, "anitia 3akat di mas#id ini memang selalu rema#a +idak "ernah orang de%asa :Ba"ak orang baru di sini>< :+iga bulan < .ku tak habis "ikir -#ab kabul 3akat ,itrah yang seharusnya sakral, men#adi se"ele di mas#id ini Baru sekali aku melihat +erus-terang aku muak $ama muak ketika seorang rema#a memberi sambutan sebelum 9etua D9' ber&eramah agama ba4da -sya di malam "ertama tara%ihBhingga malam terakhir nanti 9emana orang de%asa di sini> 9emana "ara "engurus mas#id> .ku senang mas#id ini hidu" @amun alangkah eloknya bila amil dan "erkara naik mimbar teta"lah orang de%asa Bila maksudnya "embela#aran, &uku" mem"erhatikan Di kam"ung aku ke&il, rema#a memang dilibatkan untuk masalah 3akat dan kegiatan agama @amun hanya untuk mengangkat dan membereskan ini-itu Bukan i#ab kabul dan naik mimbar? :7ima tahun saya di sini, begitu yang ter#adi, )ak !a#i < )ako mengham"iriku :)un saat "embagiannya nanti malam *usuh < :.nak itu sia"a>< :Cu&u 9etua *;, )ak !a#i +idak tinggal di sini ta"i ketua rema#a mas#id di sini +ia" seminggu sebelum 7ebaran ngine" di rumah kakeknya Baru masuk kuliah < 4 '.7.' 7ebaran disambut dengan suka-&ita 7e"as 'aghrib #alan-#alannya "enuh orang

'ereka yang tak "ernah terlihat, tiba-tiba bermun&ulan Di langit berkali-kali meledak kembang a"i %arna-%arni .ku muak dengan "emandangan ini .ku tahu akan men#adi se"erti a"a Di mana-mana tem"at, malam +akbiran memang "asti "enuh orang $eakan haram dile%atkan bahkan oleh mereka yang tak "ernah "uasa sekali"un 7alu setelah itu a"a> $emakin #am ber#alan dan mendekati "agi, mereka akan teratur mundur dari keramaian lantaran kehabisan tenaga dan keinginan "ula untuk sholat -ed, karena diangga" &uma sunat .ku senang orang merayakan kemenangan setelah sebulan ber"uasaBmeski banyak "ula yang bergembira entah atas a"a @amun alangkah eloknya bila mas#id dan musholla dihidu"kan "ula dengan ber-takbir +ak hanya hura-hura di #alan dan keramaian $ebab kutahu di semua mas#id dan musholla, hanya bebera"a orang sa#a ber-takbirBdengan anakanak yang men#erit-#erit dan berlari-larian di terasnya .ku masih duduk di teras mas#id Di rumah, istriku hanya ditemani "embantu Besok em"at anakku akan datang bersama istri, suami, dan anak-anak mereka )intu gerbang utara dan timur tumben dikun&i !anya "intu sebatas badan di selatan yang dibuka, tumben di#aga )endi, hansi" "erumahan ini Jemaah sholat "ulang le%at sana $eratus lebih orang yang tak kukenalBanak-anak rema#a, orang de%asa, orang setengah tua, orang sudah tua, lelaki, "erem"uanBduduk-duduk di "inggir la"angan basket dan bersandar di "agar mas#id )akaiannya lusuh, %a#ahnya lelah, rambutnya kusut Banyak yang menenteng kresek hitam menggembung dan tam"ak berat *ema#a-rema#a di sini berdiri di halaman dalam mas#id :)ara mustahiG , )ak !a#i < )ako mengham"iriku :Dari "asar, terminal, stasiun, kam"ungkam"ung < :9ena"a tak "egang ku"on 3akat>< :7ima tahun saya di sini, begitu yang ter#adi, )ak !a#i < :Hakat diminta>?< .ku terheran-heran :)adahal dalam .l-8ur4an tak ada ayat yang mengan#urkan men#adi "enerima dan "eminta 3akat, ya, )ak !a#i> !anya "emberi dan "embayar 3akat Dan lu&unya tia" tahun "engurus D9' selalu mengeluhkan "embagian 3akat yang rusuh, sama se"erti saat "embagian daging Gurban )adahal keledai sa#a tak mau #atuh dua kali di lubang yang sama < .ku diam :Di kam"ung saya, seminggu sebelum 7ebaran "anitia 3akat akan menyerahkan ku"on ke"ada "ara 9etua *+ menurut da,tar mustahiG yang ada @anti beliau yang meneruskan )embagian 3akat selalu malam takbiran 9adang, "anitia sendiri yang membagi 3akat dari rumah ke rumah, dengan motor atau gerobak, sesuai da,tar mustahiG dari "ara 9etua *+ 'ulia, te"at sasaran, dan tidak rusuh Di kam"ung kami tidak ada orang yang meminta 3akat, tidak ada orang yang minta dikasihani Di kam"ung kami malu dan harga diri adalah segalanya < 1 )='B.I-.@ 3akat ,itrah usai #am se"uluh )ara mustahiG yang masuk dari "intu utara dan

keluar dari "intu timur, setelah menerima 3akat kembali mengantri di "intu utara Hakat dititi"kan "ada teman Bergantian demikian +ak bisa di&egah, tak mau di&egah 'ereka lebih galak dan beringas .ku masih duduk di teras mas#id, memandang la"angan basket, tem"at sholat -ed esok +akbir "un akhirnya berkumandang di le%at s"eaker di em"at "en#uru $uara anak-anak $emaunya dan seadanya, ber&anda dan terta%a-ta%a .ku memanggil seorang anak 'inta dihentikan dan diganti orang de%asa 7alu seorang berumur sekitar 20-21 tahun diba%ahku Eaku 61 tahunF, dan tam"ak begitu "er&aya diri, bangun dari tidur-tidurannya di dalam mas#id setelah seorang anak mene"uk-ne"uk "unggungnya dan berbisik -a mengham"iriku +ersenyum dan menyalami namun matanya tak bersahabat ;a#ah dan "ostur tubuhnya miri" ketua rema#a mas#id -a duduk model taheeyat "ertama di sebelahku dan men#elaskan, bah%a se#ak berdirinya, takbir di mas#id ini selalu dilakukan rema#a +ak "ernah orang de%asa :.nak ente yang tadi teriak-teriak di s"eaker mengatur "embagian 3akat>< :Aa, sulung 9etua rema#a mas#id < Dia men#a%ab "enuh "er&aya diri, :Bima, namanya < :'ana bisa orang la"ar begitu banyak diatur>< .ku kembali memandang la"angan basket +akbir teta" berkumandang, dan bo&ah-bo&ah umur 8-11 tahun teta" men#erit-#erit dan berlari-larian di terasnya Berulang-ulang mereka mela,a3kan :.llahu .kbar .llahu .kbar 7aillaha ilallahu .llahu .kbar .llahu .kbar %alillah ilham < )adahal ilham seharusnya hilhamd dan la,a3 takbiran lebih "an#ang dari"ada itu .ku tak habis "ikir +akbir yang seharusnya sakral, men#adi se"ele di mas#id ini Baru sekali aku melihat +erus-terang aku muak $ama muak ketika tahu esok sebelum sholat -ed, rema#a "ulalah yang akan mengumandangkan takbir 9emana orang de%asa di sini> 9emana "ara "engurus mas#id> .ku senang mas#id ini hidu" @amun alangkah eloknya bila "ela,a3 takbir teta"lah orang de%asa Bila maksudnya "embela#aran, &uku" mem"erhatikan Di kam"ung aku ke&il, rema#a memang dilibatkan untuk malam takbiran dan hari 7ebaran @amun hanya untuk mengangkat dan membereskan ini-itu Bukan ber-takbir? :7ima tahun saya di sini, begitu yang ter#adi, )ak !a#i < )ako mengham"iriku :Besok "un di la"angan basket begitu +ak khidmat, tak ber%iba%a, asal sa#a < Orang-orang di sini memang menggelikan sekaligus menyedihkan 6666666
Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

)erem"uan yang 'enunggu +akdir Oleh ademin *abu, 22 $e"tember 2010 06:01 -a ber#alan dengan kedukaan yang sangat )erem"uan muda lembut itu +ami, $ri /tami nama lengka"nya 'atanya nanar, memerah basah /&a"an lan&i" sang ibu terngiang menggelayut batin :@duk, laki-laki itu "emim"in dalam keluarga )atuhi suamimu?< +ami tidak menolak dan memang tidak "ernah berusaha menolak Dosa? 9ata ibunya, kitab su&i sudah mengatur kedudukan laki-laki dan "erem"uan Bukan demi laki-laki, ta"i sematamata demi kita, kaum "erem"uan 9itab su&i tidak mungkin keliru, sebab yang keliru itu manusia Dalam tubuh manusia ada otak dan na,su Otak dan na,su itulah yang membuat manusia keliru Jangan gunakan keduanya se&ara "enuh 7iar nantinya $aringlah dengan hati Begitulah hukum +uhan mengatur dirinya +ami "er&aya -a melihat ibunya se#ak ke&il begitu "asrah, menghamba ke"ada ayah .yah adalah "emim"in 9arena "emim"in, ayah berhak mengatur #alannya rumah tangga .yah adalah ke"ala 9arena ke"ala, ayah menentukan setia" ke"utusan yang diambil .yah tak ubahnya "enguasa 9uasa ayah tidak tergantikan, karena memang tidak ada yang bisa menggantikan +idak #uga kakek, orang tua ayah, lelaki tua yang biasa memegang ke"ala +ami setia" kali bertemu di kesem"atan liburan sekolah dan bertanya dengan %elas :."a &ita-&itamu kelak, +ami>< +ami tidak "unya #a%aban karena se#ak ke&il ia terlatih untuk tidak memiliki "ertanyaan -a malah terta%a geli melihat gigi kakek yang om"ong di sana sini 9akek "enasaran :+ami, kalau besar ingin #adi a"a>< +ami tidak ingin melihat kakek tersinggung, a"alagi marah +ami tidak mau kehilangan kasih kakek yang kera" men#adi benteng terakhir di saat ayah dan ibunya marah +ami men#a%ab ringan dengan mulut tertahan :Jadi orang baik, kek <

9akek memaklumi #a%aban sederhana &u&u "erem"uannya itu 9akek diam sebentar untuk kemudian memberikan "esan yang tertan&a" di benak ba%ah sadar +ami hingga ia de%asa, menikah, dan "unya anak :9alau mau #adi anak baik, hormati, sayangi, dan "atuhi ayah-ibumu, #uga kakakmu < .nak baik> !ormat, sayang, "atuh> 9ata-kata itu adalah mantera sakti 9etiganya %a#ib di"egang +ami kuat-kuat bila dirinya ingin men#adi anak baik $ekali kata itu le"as, segalanya akan berantakan !ormat, sayang, dan "atuh untuk 'as @inok, kakak laki-laki satu-satunya yang se#ak ke&il sudah tergila-gila dengan ilmu beladiri sehingga selalu men#aga dan bahkan mengatur dirinya !ormat, sayang, dan "atuh untuk ibu, "erem"uan tak boleh mengeluh yang selalu ber"eluh di saat ayam mulai berkokok hingga tengah malam demi melayani anak-anak dan suaminya !ormat, sayang, dan "atuh untuk ayah, lelaki tega" nan ber%iba%a yang berse"atu hitam, bertas hitam, dan "ulang dengan rasa lelah yang men&engkeram Di sekolah, dari taman kanak-kanak sam"ai sekolah menengah atas, +ami mendengar "etuah "ara gurunya, laki-laki atau"un "erem"uan 9ata mereka, lelaki dan "erem"uan "unya kedudukan, dera#at, dan kesem"atan yang sama Bersainglah, karena kalian sama-sama makhluk +uhan yang dikaruniai akal +idak ada yang membedakan kalian Aang membedakan kalian hanyalah bah%a kalian disebut laki-laki dan "erem"uan oleh semua orang +ami tergetar dengan "etuah gurunya .ngannya melayang @amun, +ami "aham "ernyataan "ara gurunya itu tidak benar 9enyataannya memang demikian Di mata +ami, semua guru di sekolah se"erti tidak "ernah bisa #u#ur, bahkan terhada" diri mereka sendiri Bagaimana mungkin #u#ur bila untuk menduduki #abatan ketua kelas sa#a, mata dan otak, #i%a dan hati "ara guru tidak "ernah da"at ber"aling dari makhluk +uhan yang ber#akun itu +ami harus menerima ,aktaJ ketua kelasnya adalah laki-laki, 9etua O$-$-nya laki-laki, "emim"in u"a&ara setia" hari $enin laki-laki, dan ketua him"unan mahasis%a di kam"usnya #uga laki-laki, Di 'as#id Baiturrahman yang terletak tidak #auh dari rumahnya, +ami terlena menerima nasihat /stad 'ar%an yang memberi khotbah "ernikahannya 9ata /stad 'ar%an :.nanda berdua sudah sah men#adi se"asang suami istri ."a yang dulu .llah haramkan untuk kalian lakukan, sekarang men#adi halal !idu"lah dalam kasih dan sayang karena kasih dan sayang adalah "intu menu#u keluarga sakinah ma%addah %arrahmah Jangan terlalu banyak menuntut +erlalu banyak menuntut akan membuat suami kehilangan #ati diri +erimalah se&ara ikhlas re3eki yang suami berikan, bera"a"un #umlahnya .ndai sudah ikhlas, #angan mau terseret ke dalam ragu, karena istri salehah sungguh sudah dalam genggaman < /sai i#ab kabul, +ami tidak "ernah menanyakan kena"a "etuah /stad 'ar%an lebih banyak ditu#ukan ke"ada dirinya sebagai seorang "erem"uan> ."a dirinya bermasalah> ."a keluarga sakinah lebih banyak ditentukan oleh "eran dan kedudukan istri dibanding suami> Dan +ami kemudian ikhlas men&ium tangan suaminya di hada"an "ara tamu undangan yang hadir -tulah bukti a%al ke"atuhan dirinya sebagai seorang istri $emua dilakukan demi menangguk dera#at istri yang salehah $e#ak itu +ami sebenar-benarnya berusaha keras

mengamalkan arti kata melayani -a berlalu dengan "enat yang men#erat $eke#a" #ilbab "utih yang dikenakan +ami sedikit tersingka" $ebuah se"eda motor nyaris menabrak dirinya +ami tersentak 'akian kasar keluar dari mulut beraroma alkohol sang "engendara :'ungkinkah +uhan mengu#i hambanya dengan rasa marah>< 9etika kuliah, +ami menga#i setia" rabu malam di rumah kontrakan seorang temannya $ebelumnya, +ami menerima a#akan kakak kelasnya untuk digembleng selama sebulan "enuh mengikuti holaGoh di sebuah "esantren saat liburan semester 7ambat laun, ia rindu men#adi seorang akh%at +ami rindu men#adi "erem"uan bak .isyah yang &erdas dan +ami rindu mengubah diri seru"a 9hadi#ah yang mandiri +ami rindu seorang suami layaknya 'uhammad sang nabi yang lembut dan bersaha#a, teta"i tak "ernah kehilangan gelora +ami mengabaikan segala "emikiran Darah, teman satu kosnya yang memberontak +ami hanya melihat, "emberontakan Darah adalah kamu,lase dari "engalaman kelam keluarganya Darah memberontak karena keluarganya rusak Ba"aknya selingkuh, ibunya membalas selingkuh dengan so"ir "ribadinya hingga akhirnya mereka berdua ber"isah Darah tidak bisa menerima "erbuatan ba"aknya, teta"i ia da"at menerima "erbuatan ibunya 9ata Darah, a"a yang dilakukan ibunya tidak mungkin ter#adi #ika ayahnya tidak lebih dulu memulai :-stri harus da"at membalas segala hal yang telah dilakukan oleh suami karena relasi suamiistri bukan relasi yang subordinasi : Demikian "ernyataan bera"i-a"i Darah di u#ung hidung +ami $e"erti biasa, +ami tersenyum dan ter"ana saat Darah berbi&ara +ersenyum karena +ami sangat suka dengan gaya Darah berbi&ara yang lugas, tegas, dan bernas +er"ana karena #ika sedang bi&ara, +ami tidak mam"u menghilangkan bayangan Darah ketika berorasi di atas "odium se"erti dia lakukan se%aktu memim"in demo di kam"us 9arena itu, +ami tidak terlalu "eduli dengan segala kritikan Darah terhada" dirinya yang memutuskan menerima lamaran teman se"enga#iannya atas "erantaraan guru nga#i-nya di saat tugas skri"si belum lagi ram"ung Darah datang dengan rentetan kata-kata ta#am nan menyentak :Bagaimana mungkin kamu menikah dengan seseorang yang kamu tidak mengenalnya>< :Bagaimana mungkin kamu da"at menghidu"i keluargamu sedangkan diri kamu dan suamimu belum lagi "unya "enghasilan>< :Bagaimana mungkin kamu tega menyandarkan hidu" keluargamu ke"ada orang tua dan mertuamu>< +ami men#a%ab semua keheranan Darah dengan sebuah "ernyataan yang membuat Darah meradang dan akhirnya sadar bah%a mereka berdua tidak lagi mungkin da"at men#adi sahabat karena besarnya "erbedaan di antara mereka 9ata +ami lembut, :Darah, saya tidak "unya kehendak untuk menikahi seseorang $aya

hanya berusaha bela#ar menerima takdir .llah dengan "enuh rasa &inta dan ikhlas < $elang bebera"a %aktu, +ami diam-diam mulai mengakui sebagian kebenaran "enda"at Darah $uaminya memang tidak "ernah berlaku kasar ke"adanya dan bahkan terkesan lembut @amun, +ami baru sadar, suaminya ternyata terlalu lembut untuk mau bertarung mela%an segala masalah dan beban hidu" yang menusuk dan menikam, membelah dan merobek keluarga +ami tiba-tiba kera" digandrungi sebuah "ertanyaan yang menggoda, haruskah lembut bermakna mengalah> .tas dasar keinginan meringankan beban ekonomi keluarga, setelah menyelesaikan kuliahnya, +ami mengurus kartu kuning di 9antor De"nakertrans, melegalisir i#a3ah $-1 beserta transkri" nilainya, dan melamar ker#a "ada sebuah instansi "emerintah +ami bersyukur, usaha kerasnya tidak sia-sia karena ia diterima sebagai )@$ 9e#adian ini membuat +ami berhara" suaminya da"at tersenyum dan bahagia 7ebih dari itu, +ami berhara" suaminya mam"u meleburkan rasa lembutnya men#adi "esona yang bergairah dan hidu" 'emang, suaminya tersenyum dan memang suaminya bahagia @amun, itu hanya dalam hitungan bulan atau malah hari +ami kini yakin ia telah keliru $uaminya sebenarnya tidak "ernah tersenyum layaknya orang yang sedang tersenyum $uaminya #uga tidak "ernah berbahagia se"erti halnya orang yang sedang berbahagia $etia" hari, +ami malah harus menghada"i rentetan "ertanyaan suaminya yang seolah "eluru muntah 9eras dan menyakitkan :9ena"a "ulang malam>?< )adahal +ami sudah terlebih dahulu men#elaskan bah%a hari itu ia diminta lembur se&ara mendadak oleh atasannya :."akah kamu tidak ada %aktu lagi buat anak-anak>?< )adahal setia" tiga #am +ami tak lu"a menyem"atkan diri menel"on anak-anaknya dari kantor 9elembutan suaminya memang telah "ergi +a"i, kelembutan itu kini berubah men#adi %a#ah seorang "ria yang kehilangan nalar Iarang 'enakutkan +ami sudah tidak kuat lagi kendati ia sedang terus berusaha menguatkan dirinya :-ngatlah, singgasana +uhan akan bergun&ang hebat manakala se"asang suami istri menyatakan diri ber"isah untuk ber&erai< +ami tahu itu +ami begitu takut 9ini, +ami hanya menunggu tangan +uhan berlaku atas dirinya -a tiba di "intu "agar rumahnya +ami berusaha menahan air matanya agar tidak terus menerus #atuh @amun, ia gagal Dua bidadari ke&il berlarian, berebut memeluk dirinya :'ama dari mana>< Cer"en: $igit ;idiantoro
Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

Banuad#i +iada 7agi Oleh ademin *abu, 22 $e"tember 2010 06:04 +urun dari !yundai di dekat "antai, mereka berdua melangkah menyongsong angin laut yang menggoyang "e"u&uk &emara di kanan-kiri #alan Di ke#auhan nam"ak ombak melingkarlingkar mengarak riak berbuih "utih-"utih ke arah "asir "esisir 9eduanya tak mengira, taman rekreasi yang dulu itu kini tiada lagi karena seluruh bangunan lama telah men#elma gedung "abrik te"ung, entah milik sia"a Bebera"a buah truk "engangkut karung-karung te"ung nam"ak berderet dalam kese"ian malam di balik #eru#i "agar besi yang melingkar seluas halaman de"an !anya seorang mandor #aga kelihatan %as"ada berdiri di ambang gerbang :!oi? $itu #alan buntu mbah? 9alian mau ke mana>< +eguran itu begitu menge#utkan hingga memaksa mereka berhenti melangkah 9eduanya tertegun menata" "intu kebun yang tertutu" bebera"a "uluh meter di de"an mereka $eketika lenya" hara"an mereka untuk menyaksikan kembali taman rekreasi yang dulu itu !anya lelagu dangdut terdengar begitu bingar diseling lengking sorak yang memekakkan telinga :Ba%a undangan mbah> !anya direksi "abrik ini sekeluarga dan "ara undangan boleh masuk 'ereka sedang merayakan +ahun Baru < :/ndangan tahi ku&ing < Ierutu si lelaki

:'elongok sa#a kok dilarang < $esal si istri :/ntung sa#a *is%a mau menunggu < 'alam itu mereka baru "er&aya a"a yang di"eringatkan *is%a &u&unya: di 9en#eran sudah lama tiada lagi tem"at rekreasi +iada bangku-bangku dan me#a kayu yang dulu ber#e#er di ba%ah tenda-tenda tem"at "ara rema#a berken&an malam-malam +iada #uga kedai so" buntut dan es srebat ke&uali kenangan samar-samar yang masih tersisa dalam ingatan mereka

66 Dulu, di masa rema#a yang "enuh dengan im"ian, lelaki itu tak tahu bera"a usia ka%an ken&annya yang kini tertatih-tatih menggandeng lengan kirinya -a selalu mengangga"nya lebih tua dari dirinya hanya karena terbiasa memanggilnya mbak +eta"i "ada suatu malam yang remang di taman rekreasi dulu itu, tiba-tiba ia nekad meman,aatkan kesem"atan selaku lelaki yang tak lagi sudi disebut "enge&ut oleh dirinya sendiri )erem"uan itu tak menyangka ketika dia memeluknya, men&iumnya di saat dirinya tak berdaya mengelak $eketika timbul "ertanyaan dalam hati "erem"uan itu, a"akah lelaki itu telah mem"erlakukan dirinya tak lagi sekedar sebagai teman :'aa,kan kelan&anganku, 9anti K < sesal lelaki itu :*i3a? 9au telah melanggar keso"ananmu sendiri 9au #uga tak lagi memanggilku mbak :9arena aku bukan adikmu, 9anti .ku berniat melamarmu < 'elamar> !am"ir-ham"ir "erem"uan itu tidak "er&aya, kalimat itu keluar dari mulut *i3a 5 lelaki yang selama ini tak "ernah berani menyentuh tubuhnya meski sedang berdua sa#a 9ini dengan tak sabaran *i3a merenggut #e#ari tangan kirinya, langsung ke u#ung hidungnya :.ku bermaksud menghada" orangtuamu < :*i3, selama ini kau kuangga" sebagai teman biasa +ak lebih tak kurang $udahkah kau"ikirkan masak-masak u&a"anmu itu> Jangan sam"ai menyesal di belakang hari se"erti Banuad#i < :Banuad#i> 'enga"a kaubandingkan diriku dengan bekas "a&armu> Jika dia telah menyesali dirimu, a"a "ula yang kauhara"kan dari dia>< )erihal Banuad#i sebenarnya mereka sudah bebera"a kali "ernah berbin&ang-bin&ang +eta"i menga"a sekarang harus diulang> :Banuad#i sudah tak kuhara"kan lagi, *i3 Dia telah lama "ergi tan"a meninggalkan "esan $urat "ertama dan terakhir dari luar negeri kuterima em"at tahun yang lalu From Moscow with love, sweet heart! $esingkat itu dia menulis "ada selembar kartu"os bergambar +eta"i se#ak itu Banu tak "ernah menyurat lagi < :Jadi, kau tak keberatan #ika aku menghada" ayah-ibumu>< :Jangan *i3, #angan 9au tak akan bisa menghada" ayah Cuku" ibuku sa#a Di $emarang beliau tinggal berdua sa#a dengan seorang ke"onakan < :Oh , #adi ayah-ibumu sudah "isah selama ini> Cerai atau bagaimana>< <

:+idak *i3, mereka tidak &erai teta"i tak "ernah tinggal serumah lagi $emula aku mengira, "er"isahan mereka hanya sementara sa#a +ernyata ayah di"indah dari rumah tahanan di .mbara%a ke sebuah "ulau yang #auh, #auh sekali .yah tak akan "ernah "ulang sam"ai ka"an"un $emua orang di lingkungan keluarga kami "er&aya, "ulau itu sarang orang-orang

buangan < :Orang-orang buangan> Dosa a"a> Dan menga"a baru sekarang kamu bilang>< :.ku kha%atir kau bakal menyesal lalu memutuskan "ersahabatan kita Biarkan kami sekeluarga menanggung musibah kami sendiri Jangan sekali-kali kau ikut merasa ke&e%a K< :.h, 9anti, aku bukan Banuad#i? .ku "er&aya, suatu ketika ayahmu akan dibebaskan < :'udah-mudahan, *i3 +eta"i setelah em"at tahun tak ada beritanya, sia"a lagi masih "unya hara"an> .da yang memberi tahu kami se&ara diam-diam namun serius, bah%a ayah termasuk salah seorang yang sudah tiada karena "enyakit atau "enderitaan ,isik dan mental yang tak tertahankan Jadi, "ikirkan sekali lagi, #angan sam"ai kau ke&e%a di belakang hari se"erti Banuad#i < 7elaki itu terdiam +iada daya dalam dirinya menghada"i kenyataan di luar dugaan @amun ia &oba menimba "endirian 9anti :9au tak "ernah lagi men#a%ab surat Banuad#i>< :Bagaimana bisa aku men#a%abnya> Banu mengirim kartu"os itu dari bandara 'osk%a -tu kartu"os bergambar .eroLlot 5 "esa%at yang dia tum"angi dari Jakarta Dia tidak menuliskan alamatnya < :+a"i "ernah kau &oba menyurat ke alamat kedutaan -ndonesia di sana> $etia" "ega%ai kedutaan tentu diketahui tem"at tinggalnya < :+idak *i3, tak akan "ernah aku lakukan itu Jika Banu setia "ada #an#inya, dia tak "erlu menunggu suratku hanya untuk memberi tahu alamat tem"at tinggalnya =m"at tahun &uku"lah sudah < 7elaki itu mele"as tangan 9anti ketika mengambil notes ke&il dan bol"en dari saku #aketnya, :+olong tuliskan alamat -bu di $emarang < :Oh, #adi kau mau "ergi sendiri ke $emarang, *i3>< :+entu sa#a kita "ergi berdua +eta"i "erlu kukirim surat lebih dulu bukan>< $aat itu tiada lagi alasan bagi 9anti untuk tak menuliskan alamat ibunya dalam notes *i3a @amun dia bertanya-tanya di dalam hati, menga"a lelaki itu menyuruhnya menuliskan alamat ibu dalam notesnya "ada halaman yang dia sodorkan> $ambil lalu terba&a olehnya nama seseorang "ada halaman itu @ama Dan hanya nama? @amun seingatnya itulah nama keluarga Banuad#i di 9ediri: *aden 'as ini ini ini K -a langsung melontarkan "ertanyaan, :Dari mana kau da"at nama keluarga itu, *i3> 9eluarga Banua#i bukan>< :$abar dululah, ada saatnya sendiri untuk men#elaskan segalanya .ku &uma ingin memberi

saran, sebaiknya Banu kau urus le%at orangtuanya di 9ediri 'ereka "asti tahu alamat dia di *usia < 9alimat itu sem"at membuat 9anti agak grogi, sebab dalam hatinya mun&ul tanda tanya, a"akah *i3a segera akan tenggelam ke masa silam se"erti Banuad#i dalam se#arah hidu"nya selama ini :+entu sa#a aku "ernah mengurusnya *i3, dulu +a"i mereka tak a&uh sa#a, malah melarang aku datang lagi ke 9ediri 7antas bagaimana nama keluarganya itu bisa ter&atat dalam notesmu ini> Jika kau tahu alamat orangtua Banu, menga"a selama ini kau bungkam sebagai ka%an>< :9anti, aku berhara" kau melu"akan masa lalumu dengan Banu 'ulailah dengan sesuatu yang baru demi masa de"anmu sendiri < :*i3, aku sudah lama tak berhubungan lagi dengan Banuad#i Dengan orangtuanya #uga tidak 'ereka melarang aku datang se#ak ayah menghuni rumah tahanan di .mbara%a, kemudian di"indahkan ke sebuah "ulau yang #auh 5 #auh sekali Banuad#i "asti sudah diberi tahu orangtuanya tentang "eristi%a yang kami alami itu +eta"i dia lebih "er&aya "ada orangtuanya dari"ada &inta gombalnya < :.h , menga"a kau begitu emosional> 9ita harus mengurus masa de"an kita berdua dan mengubur bekas "a&armu dalam timbunan sam"ah se#arah < <+idak *i3 +idak semudah saran yang kamu u&a"kan Bagiku Banu memang sudah lama tiada ;ho has gone let him gone +eta"i aku teta" berhara", suatu hari dia datang lagi Jika hari ini dia datang, aku &uma ingin meludah di de"an matanya < :9au kira suatu ketika dia akan datang hanya untuk diludahi>< :+idak *i3, se#antan itu dia tidak .ku tahu, sam"ai hari ini dia masih berada di =ro"a, entah )aris, .msterdam atau $to&kholm, teta"i "asti tidak di 'osko% lagi $eorang teman mahasis%a di sana memberitahu, dia sudah di"indah ke =ro"a Barat dan diangkat sebagai 9on#en $ekarang bisa kau bayangkan, bera"a lama aku telah ditelantarkan se#ak dia ditem"atkan di 9edutaan *- di 'osk%a =m"at tahun &uku"lah sudah < :Jadi, kau setu#u #ika aku menghada" -bu di $emarang>< :9alau kau memang serius, menga"a tidak> +eta"i #angan lu"a, mohon i#in dulu ke"ada orangtuamu $am"aikan ke"ada mereka a"a adanya tentang keluarga &alon istrimu 'engerti kau, *i3>< :Di atas segala-galanya adalah kasihku "adamu, 9anti 7oLe is nothing but it sel,, u#ar seorang "enyair besar *usia 'engerti kau, 9anti>< 66 $udah setua itu si kakek dan nenek ketika terbungkuk-bungkuk melangkah balik menu#u !yundai "uluhan meter di dekat "antai 'ereka melangkah balik menyusuri #alan lingkar

yang mengelilingi tanaman bunga mentega .ngin laut yang lembut meniu" dari belakang dan memburai rambut mereka $e#enak mereka ber"aling ke sam"ing Di ke#auhan nam"ak ombak melingkar-lingkar mengarak riak berbuih "utih-"utih ke arah "antai *i%ayat taman hiburan di 9en#eran yang dulu itu kini telah tuntas men#ilma lahan industri "angan, di antaranya sebuah gedung "abrik te"ung, entah milik sia"a Bebera"a "uluh meter di bagian kanan nam"ak #embatan $uramadu men#ulur agak ke timur +iada tanda-tanda sarang orang-orang buangan itu berada di seberang sana !anya "antat "ulau 'adura di u#ung sana berkeli"-keli" bagai mata seekor naga 6 "aran, a!#ir Apri$ 20%0 Cerpen: S&epri'a(i T&m&(i#ar('&
Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

'alam 9e"ulangan Oleh ademin *abu, 22 $e"tember 2010 06:02 +engah malam di terminal )uluhan bus berderet dengan kota tu#uan ter&etak di setia" rodanya 'emba%a debu kota yang kering dan menyesakkan Bus-bus yang berada di situ mungkin telah ratusan kali "ulang "ergi dari satu kota ke kota lainnya 'emba%a manusiamanusia yang ingin selalu bergegas :Bus ke 9ota 9enangan ke 9ota 9enangan<, teriak kondektur +ak lama kemudian bus segera disesaki "enum"ang Belum #uga mon&ong bus sem"urna memasuki terminal, "ara "enum"ang sudah menunggu Barang ba%aan tergantung di tangan kiri dan kanan, bahkan ada yang memba%a tiga kardus besar sekaligus =ntah a"a isinya 'endekati hari lebaran, orang-orang kota ini berebut mudik ke kam"ung halaman 'eski tari, #auh lebih mahal dari biasanya, "ara "enum"ang seolah tak "eduli $ebuah bus mela#u keluar dari terminal $ebentar lagi bus akan keluar dari kota ini dan melesat menu#u 9ota 9enangan Bebera"a "enum"ang mulai membangun ingatan masing-

masing, sebagian lain berbasa-basi dengan teman duduk +arno salah satunya $e#ak bus mulai keluar dari terminal, ia terus-terusan mendesiskan doa-doa Berusaha menghilangkan kegugu"an dengan bebera"a kali mengusa" keringat yang mulai mun&ul di #idat dan lehernya Di sam"ingnya, seorang ibu gendut mengangguk ramah ke"adanya 666

:!u#an selalu datang men#elang lebaran< $udah berkali-kali Aanti mengatakan hal itu ke +arno, namun lelaki yang berbaring di ran#ang kayu itu hanya terta%a :9ebetulan<, #a%ab +arno, ringan Aanti, yang duduk di "inggir ran#ang, memandang %a#ah +arno :+a"i sudah se#ak tiga tahun lalu hu#an selalu datang men#elang lebaran< 'endegarnya, +arno lagi-lagi hanya terta%a ke&il, tidak tahu arah "embi&araan Aanti Aanti memang tidak tamat $'., ta"i ia sangat "erhatian dan memiliki ingatan ta#am 'ungkin hal itu yang membuatnya menyukai Aanti, "ikirnya +arno tersenyum sendiri dengan #alan "ikirannya itu :9ok #adi ngelamun 'as> @ggak baik malam-malam ngelamun, nanti kesambet setan< :$etan dikerangkeng di bulan "uasa< :-ya kalau 'as "uasa< +arno kembali terta%a $uara ta%anya keluar menembus dinding bambu, hingga mungkin terdengar hingga ke luar rumah Bahkan suara orang menga#i yang berkumandang dari mas#id di "inggir #alan besar seolah terkalahkan 9ali ini, +arno ber"ikir bah%a Aanti memang lu&u :)uasa atau nggak itu hak manusia< :9ata usta3 di radio, "uasa %a#ib bagi setia" muslim< <-tu muslim yang bener 'as kan agak nggak bener !aha < <+a"i muslim yang nggak bener #uga menikah se&ara benar 'as <, sergah Aanti, dengan sedikit tekanan di kata 4menikah4 dan 4benar4 +arno terdiam Berhenti terta%a 9ata-kata Aanti tiba-tiba menusuk ulu hatinya +arno bangkit dari ran#ang, memandangi "erubahan &ua&a di %a#ah Aanti $e#ak bebera"a bulan lalu Aanti memang sudah minta dinikahi resmi, di&atatkan di 9/. Aanti tidak tahan dengan sindiran tetangga-tetangga #ika kebetulan mereka bertemu ketika berbelan#a di "asar

Aanti dan +arno menikah di ba%ah tangan, menikah sah se&ara agama, ta"i tidak sah se&ara negara !al itu menyebabkan desas-desus tak seda" di kalangan %arga kam"ung 'endengar desas-desus itu, Aanti hanya "asrah, tak "ernah membantah a"a"un 9arena memang tak ada yang harus dibantah +arno menghela na,as "an#ang :7ebaran, 'as akan "ulang kam"ung $ekaligus minta restu orang tua $etelah itu kita ka%in resmi< 'edengar #an#i itu, Aanti seketika melingkarkan tangannya di "inggang +arno, rebah di dadanya 'endeka"nya seolah tak mau mele"asnya lagi Di "elukan +arno, Aanti sesenggukan .ir matanya tum"ah "erlahan 666

'alam semakin matang $e"otong bulan mun&ul sem"urna di langit, mengantarkan &ahaya lembut hingga halaman rumah yang tak sebera"a luas itu berkilat-kilat )ohon-"ohon ke&il dan semak mengkilat basah akibat hu#an yang baru sa#a reda 9ekosongan tiba-tiba menyusu" dari balik onggokan sam"ah yang belum terbakar sem"urna, te"at di sam"ing "ohon #ambu air $uara orang menga#i keluar dari "engeras suara, menge"ung udara Bergema di"antulkan dinding rumah-rumah sederhana di "erkam"ungan itu 'alam ke"ulangan 'as @o, "ikir Aanti, membuatnya tak bisa tidur Aanti memandang itu semua, halaman yang kosong, dari kursi di beranda sederhana Di saat-saat se"erti itu, ingatan tentang kedua orang tuanya tiba-tiba mun&ul Dulu ba"ak selalu menemaninya duduk di beranda ketika Aanti ke&il tidak bisa tidur Ba"ak kemudian ber&erita tentang bulan yang selalu tersenyum dan bintang-bintang yang meru"akan rumah bagi malaikat-malaikat yang baik hati 'alaikat akan datang ke"ada anak baik se"erti Aanti, untuk mengabulkan satu "ermintaan Aanti selalu ingat, ia ingin sebuah rumah yang besar di atas bukit dan boneka-boneka yang lu&u untuk menemaninya tidur 'engingat semua itu, kini, Aanti memaksakan diri tersenyum meski dadanya sesak $ekarang tak ada lagi ba"ak yang akan mendongenginya tentang malaikat hingga ia mengantuk dan #atuh tertidur +ak ada lagi ibu yang selalu berkata bah%a doa seorang anak yang baik selalu didengar dan akan dikabulkan Iusti .llah $emen#ak mon&ong bus merenggut nya%a kedua orang tuanya ketika usia Aanti belum gena" tu#uh belas tahun, Aanti di"aksa untuk meyakini tidak ada dongeng yang nyata di dunia ini +an"a ada kerabat, Aanti men&oba bertahan seorang diri dengan sisa "eninggalan %arisan orang tuanya yang tak sebera"a :!ingga 'as +arno datang<, desisnya 7ebih ke"ada dirinya sendiri 'emikirkan hal itu, Aanti mendadak merasa ribuan #arum ta#am menusuk ke"alanya 'ungkin satu ka"let obat sakit ke"ala bisa sedikit mengurasi rasa sakitnya +a"i Aanti masih belum mau beran#ak dari kursi beranda itu 666

+arno menda"ati tubuhnya tidak tertutu" selembar kain "un 'asih tergolek di tem"at tidur -a meraih #am tangan "lastiknya, dibeli di "asar murah, ham"ir tengah malam $udah saatnya berkemas, "ikirnya Bus akan berangkat dari terminal tak lama lagi -a harus memasukkan ba#u ganti untuk seminggu ke dalam tas besar Juga makanan kering, siru", dan biskuit kaleng ke dalam dua dus bekas mi instan 'ungkin buah tangan tak sebera"a ini &uku" untuk menebus keal"aannya "ulang ke kam"ung halaman selama lima tahun, hara"nya 7ima tahun yang "an#ang, kenang +arno -a berangkat sendirian dengan bus lima tahun lalu menu#u kota ini Berbekal alamat teman sekam"ung yang lebih dulu berangkat ke kota $e#ak turun dari bus, +arno men&ari alamat itu +a"i yang dida"atinya hanyalah sisa-sisa bangunan yang habis terbakar $eluruh rumah ludes dimakan a"i $eluruh "enghuninya "indah entah kemana !ingga +arno kemudian diterima beker#a di "erusahaan garmen, dan kos di kam"ung ini +e"at di de"an rumah Aanti, hanya di"isahkan #alan ke&il $e#ak "ertama kali melihat Aanti, +arno sudah sadar ia #atuh &inta, dan begitulah &erita berlan#ut sam"ai saat ini !ingga +arno "indah ker#a di sebuah toko mebel tak #auh dari rumah Aanti !ingga kini ia telan#ang di ran#ang kayu rumah Aanti +arno memakai kembali ba#unya, mengan&ingkannya tergesa Bebera"a #am lalu, ia baru sa#a ber&inta dengan Aanti $e"erti biasanya )er&intaan yang membuatnya nyaman, hingga ia tertidur "ulas sesudahnya Bahkan "ada malam ke"ulangannya mereka masih ber&inta, "ikirnya, kemudian tersenyum $elesai ber"akaian, +arno men&angklong tas besar itu dan men#in#ing dua kardus yang telah "enuh dengan makanan 'engham"iri Aanti yang ia tahu sedang duduk di kursi beranda 666 Aanti terdiam di beranda Cahaya bulan mulai redu" Bulan mulai tertutu" a%an 'ungkin akan segera turun hu#an lagi Aanti masih mem"erhatikan daun-daun di halaman, bebera"a terbang tertiu" angin $eekor ku&ing melintas di #alan de"an, se#enak berhenti menata"nya 'atanya ta#am berkilatan di kegela"an 9u&ing hitam, "ertanda buruk +a"i Aanti tidak ingin terlalu memikirkannya ."alagi sakit ke"alanya belum sembuh benar Bebera"a minggu lagi ia akan terbebas dari gun#ingan tetangga, katanya dalam hati 'enyadari hal itu, ia kemudian tersenyum ke&il :+iK< Aanti tersentak halus +arno mene"uk bahunya :'as "ergi dulu < Aanti teta" terdiam =ntah kena"a ia tak bisa mengeluarkan se"atah kata"un, sekedar u&a"an selamat #alan, atau "esan hati-hati 'atanya masih menata" mata ku&ing hitam di #alan de"an 666

:9ota 9enanganK9ota 9enangan < $uara kondektur bus terngiang-ngiang di telinga +arno )adahal sudah se#ak dua #am yang lalu tidak ada lagi "enum"ang yang mengeluarkan suara, #uga kondektur bus $emua "enum"ang #atuh tertidur, terlela" dalam dunianya masing-masing -bu gemuk di sam"ingnya bahkan mendengkur halus 9ini hanya tinggal dirinya dan su"ir bus yang ter#aga Dari ka&a s"ion +arno bisa melihat %a#ah su"ir bus itu, bulat dan tam"ak lelah 'ungkin sebelum ini dia telah berkali-kali mengantarkan "ara "enum"ang dari satu kota ke kota lain, tan"a #eda Bus mela#u dengan ke&e"atan tinggi Dua kilometer lagi gerbang 9ota 9enangan akan terle%ati /dara men#elang subuh semakin dingin $u"ir menggigil sebelum dua kali mengua" "an#ang $eratus meter lagi gerbang kota terle%ati Bus mela#u dengan ken&ang $ebentar lagi, setelah tikungan itu, gerbang kota akan terlihat 'en#elang tikungan, dari arah sebaliknya, truk gandeng bermuatan "enuh mela#u dengan ke&e"atan tinggi, dengan su"ir yang mengantuk $ebentar lagi, "ikir +arno, selamat datang 9ota 9enangan Di saat itulah Aanti tiba-tiba terbangun dari tidurnya +ubuhnya basah kuyu" oleh "eluh mim"i buruk )&g'a!arta, 20%0 Cerpen: Re*ta Guna+an $alindri Oleh ademin *abu, 22 $e"tember 2010 06:00 $alindri meremas dadanya, ada yang tiba-tiba ingin meronta menembus daging dan kulitnya, seru"a ada serangga ke&il yang menggeliat seirama degu" #antungnya -a "egang erat te"ian ran#ang agar tubuhnya tak rebah dengan tiba-tiba -a meremasnya dengan keras, mulutnya menganga lebar se"erti membuka #alan untuk serangga ke&il itu agar terle"as dari dalam dadanya $ungguh lega #ika sa#a ia bisa bersuara keras ta"i hening di dalam kamar telah membungkamnya -a katu"kan mulutnya dan airmata melun&ur basah di "i"inya, sekuat tenaga ia tahan sesunggukan sebab hening akan men#adi kotor karenanya ."a yang telah kulakukan> $iang tadi, ia menunaikan #an#i dengan )an#i, kekasihnya $eharusnya "ertemuan ke sekian itu bisa membahagiakannya, ta"i kena"a bertemu dengan orang yang di&intainya itu malah membuatnya memanen luka> )adahal nyaris seharian ia bersamanya, merayakan &inta yang "ernah tertunda 9ini, ia hanya bisa memegang dadanya se"erti menemukan luka yang masih basah dan tersim"an dalam di hati 7uka yang barangkali %aktu tak akan bisa menyembuhkannya $alindri kembali mera"atkan bibirnya, ia biarkan dadanya sesak oleh serangga yang keluar dari dadanya, serangga itu menuntun ke #alan kenangan bersama )an#i, kekasih yang sangat di&intainya Bera%al dari #aringan dunia maya yang memberi layanan untuk menemukan sia"a sa#a men#adi nis&aya, $alindri &uku" menekan huru, di keyboard, menyusun nama kekasihnya yang sama sekali tidak sulit ditemukan oleh mesin "en&ari -a kirim "ermintaan "ertemanan dilam"iri sebuah "esan: masih ingat diriku> Dalam hitungan detik, ia sudah menghada"i kekasihnya di &hatbo(, bahkan tidak hanya saling melem"arkan ab#ad, ,asilitas %eb&am

setidaknya telah mengurangi rasa rindunya Di monitor semua #adi tam"ak nyata, ia masih bisa melihat senyumnya yang manis, alisnya yang tebal bagai dua "edang dan rahangnya yang keras meski"un kulitnya berubah agak legam 9au semakin #antan? 'alam itu, kenangan bukanlah sesuatu yang rumit $alindri dibombardir oleh kenangan yang serba indah bersama )an#i saat rema#a )an#i yang selalu menunggu di halte bis dengan senyum manis, )an#i yang merengkuh hangat saat hu#an deras di hutan %isata dan )an#i yang menge&u" keningnya kali "ertama dengan mesra sambil memba%a bunga di hari ulang tahunnya :.ku men&intaimu,< ungka"nya lembut : aku tidak tahu sebera"a besar aku men&intaimu, yang aku tahu, aku hanya ingin terus bersamamu < $aat itulah $alindri merasa lengka" sebagai gadis rema#a, seorang gadis yang sangat beruntung memiliki )an#i sebagai kekasihnya $am"ai suatu ketika kebahagiaan itu berubah men#adi "ahit, )an#i ikut "indah bersama orangtuanya ke kota lain )an#i memba%a &intanya yang belum terlunaskan Dan $alindri tak tahu harus berbuat a"a

666

9ini sebagai %anita karier $alindri me%u#udkan &intanya kembali -nternet dengan mudah mem"ertemukan mereka )ertemuan di dunia maya itu dilan#utkan dengan menggena"kan "er#alanan yang belum sem"at #adi kenyataan )an#i dengan mudah terbang ke kotanya begitu "ula sebaliknya $etia" ada ,ilm baru, #arak bukan lagi #adi halangan untuk meneta"kan "ertemuan 'ereka seru"a "asangan rema#a yang terlahir kembali, nonton biosko", menikmati konser musik atau sekedar #alan-#alan menyusuri trotoar $alindri tak "ernah malu untuk menggelayut mesra di lengan atau merebah di dada )an#i saat mereka berduaan $alindri kembali merasakan bah%a dunia adalah milik mereka berdua, $alindri kembali #atuh &inta "adanya saat bertemu kali "ertama kembali +a"i tidak dengan )an#i, $alindri memang merasakan keraguan setia" kali mereka bertemu, ia tahu benar karena bagaimana"un #uga )an#i sudah bukan miliknya lagi 'ata, hidung, bibir dan dada yang bidang itu sudah mem"unyai tanda larangan untuk disentuhnya +a"i $alindri tidak bisa mengingkari hati nuraninya bah%a ia menginginkannya 'aka se#ak itu ia men#elma men#adi "en&uri untuk sekedar melihat kekasihnya )ertemuan demi "ertemuan di"intalnya dengan ra"i, bahkan tak berlebihanan #ika akhirnya ia menga#ari kekasihnya itu untuk tidak sekedar bertemu, saling menata" mata, menge&u" bibir dan saling meraba $alindri menikmati setia" "ertemuan seru"a membangun tembok kokoh untuk rasa &inta dihatinya )an#i begitu hebat, begitu mem"esona, begitu menak#ubkan Jadi tidak ada alasan untuk tidak selalu bersamanya .ndaikan sa#a %aktu bisa di"utar kembali, $alindri bisa melakukan sesuatu dengan benar untuk &inta yang tertunda ini Dan siang itu, $alindri menyeret kakek %aktu untuk ber#alan dalam dimensi yang tak "ernah dilaluinya -a menyeret kenangan untuk kembali ke tem"at yang semestinya dilalui Dan ran#ang yang menandaknandak itu men#adi kemeriahan "erayaan &inta mereka $iang itu segalanya men#adi

sem"urna bahkan ketika $alindri meninggalkan )an#i di bandara dengan sisa-sisa "esta

666 $alindri kembali memegang dadanya erat-erat, malam itu hening benar-benar menghan&urkannya $uara burung gagak di luar seru"a menambah sayatan di dadanya, kenangan sesiang tadi yang begitu indah bersama kekasihnya, berhamburan men#elma men#adi silet yang men&abik-&abik begitu sa#a ."a yang telah kulakukan> +iba-tiba ia ingin semuanya bukanlah kenyataan -a "aham kena"a hatinya bisa berdarah se"erti ini, ia "aham kena"a tiba-tiba ran#angnya se"erti menolak tubuhnya yang kotor ta"i ia tidak "aham kena"a semuanya se"erti menolak alasan bah%a hati nuraninya adalah kebenaran> $alindri menahan sekuatnya agar sesunggukannya tidak bersuara *an#angnya bergetar hebat, hening malam telah mengutuknya dengan hingar $alindri tak sanggu" lagi untuk berteriak mele"askan segala beban $ebab sudah tak ada lagi #alan keluar untuk serangga-serangga yang keluar dari dadanya *asa bersalah itu menggelembung kian besar :9au mim"i buruk, sayang,< suara lembut itu menyem"urnakan sayatan $alindri tak mam"u lagi menahan airmatanya -ya, semoga ini semua mim"i buruk? +eriaknya tan"a suara +an"a sanggu" memandang mata suaminya Cer"en: .gung !ima
Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

+erlam"au +erburu-buru Oleh ademin *abu, 08 $e"tember 2010 01:00 $emua orang bilang, 'urni "erem"uan yang beruntung .ri,, suaminya, seorang lelaki yang amat baik $emuanya berbi&ara begitu, #uga ibu-ibu di kom"lek sini Dimana dan setia" saat,

kala ibu-ibu itu berkum"ul mereka selalu membi&arakan tentang suami masing-masing, dan berkeluh-kesah mengatakan mereka tidak seberuntung, 'urni $eorang ibu sambil memakan kue ke&il bi&ara ke"ada 'urni, :Bagaimana &aranya kau bisa tahu kalau .ri, #adi suamimu> Dia adalah lelaki yang sangat baik < 'urni tersenyum rikuh ;aktu dia gadis, 'urni adalah gadis yang "emalu 9eluarganya menyangka dia tidak akan menikah ;aktu itu dia baru sa#a duduk di tingkat "ertama sebuah "erguruan tinggi, dan di sana dia ber#um"a dengan .ri, yang bebera"a tingkat di atasnya 9etika .ri, melamar sebagai istrinya "ada tahun berikutnya, dia menerima lamaran itu Jadi tidak ada metode yang khusus untuk memilih seorang lelaki yang baik sebagai suami $e"ulang ker#a .ri, lebih betah tinggal di rumah, bermain bersama anaknya $emua tetangga di kom"lek ini sering bilang sangat sulit men&ari lelaki se"erti .ri,, yang nyaris sem"urna .ri, seorang lelaki yang "unya garis bagus, dan "osisinya tidak #elek di "erusahaan ini $ebagian dari dunia 'urni adalah bersama .ri, Dia sangat terikat di sana Bebera"a ta%aran ker#a part time sering ditolaknya $e"ertinya, tan"a .ri,, dia kehilangan keseimbangan 'ungkin ini berlebih-lebihan Bebera"a teman dekatnya tidak "ernah setu#u dengan "rinsi"nya +a"i, 'urni merasa bahagia Dunianya untuk .ri, dan anak-anaknya Di luar itu &uma gaung senya", yang rasanya tidak "ernah menyentuh Aah, barangkali di sinilah dunianya yang "aling "as $etia" orang mesti "unya dunia sendiri-sendiri 9ontaknya dengan dunia luar &uma le%at .ri, 7elaki ini amat men&intai dia Dan "engetahuan ini membuat dia sangat "uas $uatu sen#a yang bagus, 7eni datang dengan banyak barang #ualan :$aya sekarang &oba-&oba dagang, 'urni, saya rasa ada gaun yang bagus buatmu $aya kira kau "asti tambah &antik dengan gaun ini $esekali dandan se"erti sekretaris, kan, tidak ada salahnya < .ri, terta%a mendengar itu 'urni tam"ak ragu-ragu .khirnya .ri, yang memilihkan sebuah gaun untuk 'urni :9amu, toh, tidak sering-sering datang kemari mena%arkan daganganmu < 9ata .ri, ke"ada 7eni dengan terta%a :'enga"a tidak> $emua suami "asti senang istrinya #adi &antik, kan>< $e"ulang 7eni, .ri, berbi&ara ke"ada 'urni, :7eni terlam"au bi#ak /ntung dia bukan istri saya < 'urni merasa sangat ter"u#i Diam-diam, kadang-kadang 'urni memang tidak menyukai 7eni +a"i kadang dia merasa iba terhada" "erem"uan itu )erka%inan 7eni dengan suaminya retak +erkadang retaknya "erka%inan itu #adi argumentasi di kom"lek ini 'urni biasanya &uma diam sa#a Dan "ara

ibu itu akan bilang ke"adanya, :+ak ada "roblem, kan, "unya suami se"erti .ri,?< Begitulah, sam"ai suatu saat "ara ibu di kom"lek ini "iknik bersama tan"a suami-suami mereka -bu-ibu itu kelihatan sangat menikmati deburan ombak Bebera"a ibu berkata, :Beta"a bahagianya dulu kala kita masih seorang gadis $uami kadang bisa membosankan < 9ata yang lain, kelihatan ada koor setu#u dengan "enda"at itu Di tengah gelak ta%a ibu-ibu itu, 'urni merasa kehilangan keseimbangan !al itu tidak bisa dikatakan ke"ada yang lain Baru dua hari di sini 'urni se"erti kehilangan .ri, Dia men&oba berkom"ensasi dengan lebih banyak berenang 9etika "ulang ke rumah kembali, 'urni merasa sebagai "erem"uan yang sangat bahagia kembali $edang ibu-ibu lain yang "iknik itu merasa kele%at singkat, dan mereka meren&anakan untuk mengadakan "iknik bersama lagi +a"i #auh di hati 'urni memutuskan untuk tidak lagi ikut Dia hanya mau be"ergian dengan .ri, Dilihatnya .ri, sedang bermain-main dengan kedua anaknya Aa, bagaimana dia bisa meninggalkan itu semua sekali"un hanya untuk %aktu yang teramat singkat :9au senang di sana>< :+idak, tan"a anak-anak dan kamu < Ja%ab 'urni .ri, terta%a Bukankah dia "erem"uan yang beruntung> $edang ibunya sendiri tidak seberuntung dia -bunya akhirnya tahu kalau ba"ak "unya istri lain Dengan "enuh sesal ibunya%aktu itu berkata ke"adanya, :Iosi" tentang "erka%inan Ba"akmu sudah lama +a"i saya tidak mem"edulikan 'emang "e"atah lama itu benar 9alau tidak ada a"i, masak ada asa"nya < +eta"i gosi" tentang .ri, tidak ada selama ini .ri, selama ini bersih Dan diam-diam 'urni merasa bangga akan hal ini $ekali"un mungkin dia tidak se"intar atause&antik 7eni Cinta .ri, dan 'urni berkembang manis dan mungkin "aling mulus di kom"lek ini $uatu saat 7eni datang lagi memba%a barang-barang dagangannya 'urni menyukai sebuah daster ber%arna hi#au :+unggu .ri, sa#a, ya $aya kha%atir dia tidak setu#u dengan "ilihan saya < 9ata 'urni :$aya kira untuk "erem"uan yang di&intai, tak mungkin .ri, akan tidak setu#u "ada hal yang se"ele ini < .da rasa &emburu memang dalam nada u&a"an 7eni $uatu ketika, gosi" beterbangan di kom"lek ini Bebera"a karya%an diikutsertakan dalam "enataran di Jakarta .ri, termasuk di dalamnya +a"i .ri, menga#ukan suatu usul yang mengherankan karya%an-karya%an dan ibu-ibu di sini Dia mau ikut "enataran asal anak dan istrinya bisa ikut serta Oleh karena .ri, tenaga yang "otensial di "erusahaan itu, maka "ermintaannya di"erhatikan oleh bos di "erusahaan ini $emua ibu di kom"lek ini, mengeluh

ke"ada suami mereka masing-masing bah%a mungkin mereka &uma bermim"i sa#a bisa menda"atkan suami yang baik se"erti yang dimiliki 'urni )ara suami di sini mengangga" .ri, sebagai seorang lelaki yang tidak mengambil kesem"atan dari dunia laki-laki 7eni memberi usul ke"ada .ri,, karena "enataran berada di Jakarta, sebaiknya 'urni membenahi diri, menata rambutnya ke salon dan membeli bebera"a gaun agar kelihatan sama &antiknya dengan "ara istri yang ada di Jakarta :Bagaimana dengan suamimu sendiri, 7eni> 9an, dia #uga ikut "enataran 9au tak ikut> $enang sekali kalau kita berdua bisa ke Jakarta,< kata 'urni 7eni merasa "ahit Dia menggeleng kuat :'asak kamu tidak dengar gosi" 9an, saya dan dia sudahretak +a"i sudahlah, lu"akan sa#a Bagaimana dengan gaun yang ini> 'au kan kamu membelinya>< 9esibukan 'urni mem"ersia"kan diri ke Jakarta memang luar biasa Dan akhirnya saat keberangkatan tiba $ekali lagi ibu-ibu di kom"leks ini mengatakan ke"adanya bah%a dia betul-betul memiliki lelaki yang hanya satu dalam se#uta 'urni dan .ri, #adi kaget *u"anya dari seluruh "eserta yang memba%a istri &uma .ri, sa#a Jadi mereka menda"at kamar yang lebih besar di "engina"an ini dari "ada yang lain-lainnya, yang ham"ir semua laki-laki )ara lelaki di mess ini mengangga" .ri, sebagai lelaki yang gan#il Aah, bukankah ini suatu kesem"atan men#adi lelaki bu#angan yang bahagia di kota metro"olitan? 'elihat semua "enghuni yang ham"ir laki-laki semua itu 'urni kelihatan sedikit rikuh 9alau .ri, ikut "enataran, rasa rikuhnya bertambah .nak-anaknya tak betah tinggal di kamar 'ereka suka bergerombol di antara lelaki-lelaki de%asa Dan seloroh lelaki itu kadang-kadang membuat 'urni risih +a"i dia tidak mau mengeluhkan itu ke"ada suaminya $uaminya harus konsentrasi "enuh .ri, mengatakan, dalam saat-saat se"erti ini dia membutuhkan "engertian yang lebih banyak dari istrinya :'ungkin saya tidak bisa me"erhatikan kamu atau menga%asi anak-anak,< kata .ri, 'urni terseyum +oh ini demi kebahagiaan dia dan anak-anak #uga $ebetulnya suaminya mengan#urkannya untuk mengikuti kursus agar dirinya tak terlam"au kosong di kota ini @amun, 'urni tidak "ernah tega meninggalkan anak-anaknya sekali"un mess tidak #auh dari keramaian lalu-lintas ."alagi akhir-akhir ini si bungsu kelihatan kena demam $uatu kali, ketika dia memanggil anak-anaknya untuk makan, didengarnya &eloteh "ara lelaki tentang "erem"uan-"erem"uan yang begitu gam"angnya diba%a oleh mereka Dan hal ini memuakkan 'urni Buat 'urni, "erka%inan adalah sesuatu yang sakral Dan &inta tak bisa dibagi-bagi atau dikotori dengan "erem"uan lain Dia mendengar &eloteh lelaki-lelaki itu setia" hari, dan merasa sangat muak $uatu kali, entah menga"a, dia merasa "erlu mendebat u&a"an lelaki itu

:$aya kira kalian yang melebih-lebihkan +idak semua "erem"uan se"erti halnya semua lelaki semudah itu, saya "er&aya < Bebera"a lelaki yang kebetulan mendengarnya men&oba menggoda "erem"uan manis ini :Benar, Bu 9alau saya "unya istri se"erti -bu, saya "asti akan setia < 9ata salah seorang :+a"i a"akah .ri, betul-betul bisa setia>< 7antas mereka terta%a berbarengan 'urni masuk ke kamarnya Dan ingat u&a"an -bunya Aah, kalau tidak ada a"i, masak ada asa"nya +eta"i rasanya memang naM, Dia men&oba mereka-reka sika" .ri, akhir-akhir ini $uaminya sering "ulang malam dan luar biasa ra#innya mengikuti "enataran !am"ir tidak ada "erhatiannya lagi ke"ada anak-anak $etia" "ulang "enataran dia selalu mengeluh &a"ek dan berhara" bisa berkonsentrasi lagi keesokan harinya ."akah ini bukan satu ge#ala> *asanya akhir-akhir ini suaminya dandan kele%at ra"i +entu dia tak bisa menayakan hal itu +iba-tiba sa#a 'urni menangis 'embayangkan sebuah mim"i buruk 9etakutan yang dulu tersembuyi, men&uat kini Bagaimana bila suaminya berubah *asanya dia tak mungkin hidu" di luar suaminya Dia bukan 7eni yang bisa menerima realitas yang "aling buruk !idu" di luar &inta .ri, adalah mim"i buruk bagi 'urni Dan adakah dia bisa hidu" tan"a "erasaan &inta yang sudah dibina ham"ir dela"an tahun 9eharmonisan rumah tangga yang membuat semua orang merasa &emburu dengan keberuntungannya, karena tidak setia" orang bisa memilikinya 9etika suaminya datang malam itu, dia &uma bisa menangis .ri, #adi heran Dia ke"ingin sekali menayakan hal itu k"ada istrinya, ta"i "eker#aannya begitu menum"uk sehingga &uma mengu&a"kan, :9alau kamu sakit, besok ke dokter sa#a, 'urni < $etelah itu .ri, kembali terbenam dalam "eker#aannya =soknya ketika dia terbangun, .ri, sudah tak ada lagi di sam"ingnya .naknya berkata, ayahnya tadi "ergi dengan terburu-buru tan"a sara"an a"a "un $ekarang, "ara ibu di kom"lek tentu akan berbisik "enuh iba tentang ketidakberuntungan dia $ebetulnya, ingin dia menanyai .ri, tentang hal itu, ta"i entah menga"a dia merasa sangat "using sekali +iba-tiba matanya tertumbuk "ada obat "embasmi nyamuk Dia ingin meminumnya, ta"i dia tidak ingin meminumnya +iba-tiba terdengar lengkingan kedua anaknya yang menggem"arkan "enghuni mess ini .ri, datang tergesa-gesa dan berteriak kuat-kuat, :Bagaimana mungkin> $aya men&intai 'urni?< ,a$ang, %% N&-em.er 200/ *0( %1 )anuari 2001

Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

*umah $akit Oleh ademin $enin, 28 Juni 2010 0N:10 :+olonglah, )ak $at"am < :+idak bisa $ekali lagi tidak bisa < $ur%ono terkulai di de"an gerbang rumah sakit umum /a"ik +enan, ia kehabisan kata-kata untuk membu#uk sat"am rumah sakit agar dii3inkan masuk dan meminta "era%atan untuk anaknya $udah satu #am ia berdebat dan hasilnya nihil $at"am itu bersikukuh dengan a"a yang telah di"esankan atasannya :9alau tidak "unya uang, ya tidak bisa masuk, dong < :@anti saya usahakan uangnya, yang "enting anak saya harus segera dira%at < :.h, itu alasan kuno, "aling-"aling nunggak #uga @unggak sam"ai ka"an> $am"ai sakit lagi> .tau sam"ai mati>< *umah sakit umum /a"ik +enan terletak di "inggiran #alan besar yang meru"akan #alur antar"roLinsi, lokasinya begitu strategis Bangunannya memang hanya satu lantai, namun begitu luas karena meman#ang ke belakang, menerabas lahan #agung yang dulunya milik %arga )ekarangan rumah sakit ditumbuhi bunga-bunga yang tera%at baik bersanding rum"ut hi#au dan sebuah kolam ke&il untuk menye#ukkan "emandangan $elebihnya adalah lahan "arkir yang terus berbelok ke sam"ing kiri bangunan Dan di dekat "agar ada sebatang "os yang di#aga seonggok sat"am kekar Di seberang rumah sakit ada sebuah "erkam"ungan yang #alannya belum dias"al, di dalam "erkam"ungan itu masih terbentang sa%ah-sa%ah hi#au serta ham"ir setia" rumah selalu ada

kandang-kandang, entah itu kandang ayam, kandang bebek atau kandang manusia Di situlah $ur%ono tinggal bersama istri dan seorang anaknya $ur%ono tak "ernah ter"ikir akan berurusan dengan rumah sakit sebelumnya, selama ini ia hanya akrab dengan "enyakit demam, rematik, "anu, dan semua "enyakit yang bisa diobati se&ara trdisional, kalau"un "arah mungkin &uku" ke )uskesmas @amun, anaknya men#alani takdir lain, ia menderita "enyakit yang terlalu "arah dan nyaris tak terbayangkan bagi %arga "edesaan: "enyakit tumor mata +eta"i hara"an tak sesuai kenyataan $ur%ono bersama istri dan anaknya #ustru "ulang ber#alan kaki setelah menda"at "enolakkan ketika hendak berobat ke rumah sakit yang elite dan lengka" itu :!eran aku,< gerutu $ur%ono, :baru mau masuk sa#a $at"am langsung tanya biaya < :'ungkin karena kita ini kelihatan miskin, 'as < Ja%ab istrinya :9elihatan a"anya> 9ita, kan, memang miskin < :-ya #uga, ya < 9eesokan harinya, "agi-"agi sekali, $ur%ono nekat kembali ke rumah sakit umum /a"ik +enan -a senga#a berangkat "agi-"agi mendahului si sat"am Di de"an gerbang ia bisa melenggang, bahkan bertemu seorang dokter yang #uga baru sa#a tiba :'aa, $ilakan nanti ke bagian rese"sionis, saya tidak ber%enang dalam hal ini < :+a"i, )ak @anti siang kami "asti ditahan $at"am, kemarin kami tidak boleh masuk < :.h, masak, sih>< :Benar, )ak < :9ena"a memangnya>< :9arena kami tidak ba%a uang < :Oo ya tentu, dong 9alau tidak ba%a uang, dokter-dokter se"erti kami ini mau dibayar "akai a"a> Daun asam>< :$aya #an#i bayarnya belakangan < :.h, alasan basi itu @anti #uga tak dite"ati Di negara ini sudah banyak #an#i < :$aya benar-benar akan men&arinya, )ak < :@ah, &ari dulu, baru setelah itu kami tangani anak .nda <

:+a"i, "enyakitnya sudah kritis < :'akanya, .nda #uga harus lebih &e"at &ari biayanya < :."a tidak bisa saya berhutang dulu, khusus sama Ba"ak < :!ei hei, kalau .nda tahu, saya ini mau #adi dokter #uga bayar Bayangkan, enam tahun lalu, mau mengin#ak lantai uniLersitas sa#a harus bayar *" 10 #uta .nda tahu> Baru mengin#ak sa#a sudah 10 #uta? 9alau .nda mengerti "endidikan tinggi, ah, sayangnya .nda orang desa Di "endidikan tinggi itu, biaya masuk "aling mahal adalah Dakultas 9edokteran, 9e-dok-teran, #elas> Di Dakultas itu, belum a"a-a"a sudah habis 10, belum "raktik, buku-buku tebal, dan tetek-bengek taik ku&ing lainnya Jadi %a#ar, dong, kalau sekarang saya "asang harga #uga )engorbanan saya dulu #uga harus dihargai, dong $aya lahir tidak langsung #adi dokter begitu sa#a Butuh "roses, "roses yang "an#ang dan mahal 'ahaaaal < )en#elasan dokter itu benar-benar tidak masuk dalam benak $ur%ono, di otaknya hanya ada anaknya yang sangat-sagat-sangat-saaaaaangat membutuhkan "era%atan !al ini sebagaimana yang direkomendasikan "ihak )uskesmmas di kantor kelurahan hari minggu lagu, "etugas )uskesmas yang biasa datang "ukul N "agi dan "ulang "ukul 10 "agi itu bilang, anaknya harus segera diru#uk ke rumah sakit Dan sebenarnya $ur%ono beruntung karena rumah sakit elite letaknya tak #auh dari kam"ung ini, hanya harus menyeberang #alan besar $ayangnya, setelah kegagalan kedua ini, $ur%ono #ustru bertemu dengan sat"am yang kemarin $at"am itu baru datang dengan sebuah motor bebek :<7ho, di sini lagi $udah ba%a biaya>< +anya sat"am itu ke"ada $ur%ono $ur%ono tak men#a%ab -a tertunduk Bayang-bayang kesembuhan anak tunggalnya itu kini semakin meman#ang, semakin kabur, semakin lebur dalam se"asang matanya yang telah menua $ekarang ia tak bisa a"a-a"a Dan hatinya semakin han&ur ketika dari ke#auhan ia melihat *i"ah, istrinya, datang sambil menggendong @asliti, anaknya yang malang itu :Bagaimana, 'as>< +anya *i"ah sambil melirik $at"am tadi yang sekarang sedang bersiulsiul $ur%ono menggeleng "asrah :9ita tunggu di sini sa#a, mungkin ada kea#aiban < Begitulah, "agi itu, $ur%ono berdiri di luar "agar, istrinya duduk di tanah sambil melindungi @asliti yang mulai terkena terik matahari $ur%ono melihat bebera"a suster &antik baru tiba, ada yang bergosi", ada yang terta%a &ekakak-&ekikik, ada yang baru turun dari mobil layaknya "rimadona, ada yang berangkulan dengan seorang dokter muda !ari beran#ak siang, $ur%ono melihat sat"am itu ternyata sibuk meladeni orang-orang kam"ung lainnya, sebagian dari mereka bahkan mengenal $ur%ono @amun, beta"a mengagumkan se"ak ter#ang $at"am itu -a begitu #eli menebak mana yang miskin dan mana yang li&in $etidaknya sudah ada sekitar enam mobil yang melun&ur mulus mele%ati

gerbang, bahkan diiringi senyuman tunduk dari sat"am $ur%ono merasa memiliki teman, orang-orang tertolak itu kemudian bergerombol di luar "agar se"erti dirinya, ada yang menggigil "u&at, ada yang ke#ang-ke#ang, sebagian besar #uga memba%a bayinya $emua menunggu di luar, berbaris meman#ang, sebagian mulai mengi"as %a#ah karena mataharai menukik Dari menit ke menit semakin banyak sa#a yang bergerombol $ur%ono bingung sendiri :Begini lah, 'as $ur%ono, orang ke&il se"erti kita "asti dibuat susah < :Jalan, sih, ada, ta"i "asti dibuat ber"utar-"utar dulu sam"ai "using < :-ya $aya sa#a sudah memba%a kartu tanda miskin dari kelurahan, teta" sa#a tidak diterima < $etia" orang mengeluh, setia" orang ber"eluh Bayi-bayi kurus menangis Bayi-bayi kurus itu ke"anasan, se"erti hendak memohon dan terus memohon $ur%ono tertegun +iba-tiba, sebuah mobil "utih berbelok ke arah gerbang rumah sakit $at"am memberikan senyum terindah ke"ada so"ir yang membuka #endela de"an +eta"i itu hanya sesaat, sebab setelah mobil berhenti, $ur%ono melihat tiga orang terburu-buru keluar dari mobil: gadis ke&il berlari yang diikuti seorang %anita yang tam"ak kere"otan serta seorang "ria de%asa yang barangkali suaminya Dari dalam rumah sakit mun&ul "era%at-"era%at yang siga" dan segera memberi "ertolongan Bebera"a detik kemudian, so"ir mobil itu #uga keluar dan ber#alan santai ke arah gerbang :.da a"a )ak, kok, se"ertinya ga%at sekali>< +anya $ur%ono ke"ada so"ir mobil "utih mengilat itu :Ooh -tu :)ilek ya>< :'ungkin < 9ata so"ir itu lantas mengeluarkan sebungkus rokok :'au rokok>< $ur%ono menggeleng :+a"i kena"a gadis ke&il itu tadi sem"at lari, ya )ak> $e"ertinya baik-baik sa#a < $ur%ono bertanya lagi :Iadis ke&il> Aang mana>< :Aang keluar dari mobil itu < :7ho, itu $inta, anaknya Bu 'artha, ma#ikan saya 9alau )us"a itu yang digendong -bu 'artha sambil ditutu"i selimut tadi < itu )us"a, tiba-tiba tadi "agi hidungnya berair <

:Ooo, )us"a itu balita ya>< :Bukan < :+erus>< :.n#ing "udel < Jog#a, 20 'ei 2010 Dua )erem"uan Ber&erita +entang Bukit Oleh ademin $elasa, 11 Juni 2010 0N:21 )erem"uan itu berbaring lemah $udah satu minggu ia tergolek di di"an 'asih untung &e"at ditemukan 9alau tidak, tak tahu a"a yang akan ter#adi )intu kamar berderik "elan, dan seorang "erem"uan "aruh baya mun&ul di belahan daun "intu dengan langkah di"elankan, lalu menutu"nya kembali :$udah bangun kamu, @ak,< u&a"nya sambil meletakkan gelas dan "iring di me#a, sisi di"an :-ni nasi dan teh hangat, biar "erutmu tidak kosong,< lan#utnya Di luar terdengar seseorang melangkah :Oinny, kamu sudah membaik, @ak,< kata "erem"uan "aruh baya itu, duduk di di"an @amun, Oinny tidak menangga"i -a hanya menata" ata" kamar dan tangannya memilinmilin rambut lurusnya di dada $ementara "erem"uan "aruh baya itu beran#ak, hendak menutu" #endela +eta"i Oinny tiba-tiba men&egatnya, :Bi, Bibi $u4ada,< katanya "elan :Aa, Oin < 'engerti a"a yang akan dilakukan $u4ada, Oinny meminta untuk tidak menutu" #endela :Jangan, Bi, biar aku bisa melihat ke luar < Oinny menghela na,as, menggigit bibirnya yang kering 7angkah kaki di luar semakin dekat :Bi < :Aa, Oinny 9amu sedikit "u&at @asinya dimakan ya, biar tenagamu memulih < $u4ada memungut "iring +angan kirinya memegang "iring dan tangan kanannya membantu Oinny yang hendak duduk :.yo, @ak < :+idak, Bi, aku tidak mau makan < Oinny memandang keluar +erlihat bukit dari #endela Di sana, bayang-bayang "ohon #atuh #auh ke u#ung 9asihan kamu @ak, $u4ada membatin :."a yang ter#adi dengan 9ak 'adrusak, Bi>< Oinny tak mengalihkan "andang Iorden ungu #endela kamar yang ditarik ke sam"ing bergerak "elan .ngin masuk ke kamar :Jendela ditutu" sa#a ya @anti kamu masuk angin < $u4ada mau meletakkan "iring teta"i tak #adi dilakukan karena Oinny keburu memegang tangan kanannya :Jangan, Bi Biarkan sa#a < 7angkah kaki di luar semakin mendekat Dan, berhenti di dekat "intu :Bi, sebenarnya a"a yang ter#adi "ada 9ak 'adrusak>< kata Oinny lagi Di luar "intu kamar, kaki bergesek :Aa, Oinny 9akakmu < $u4ada memutus kata-katanya $ebuah #alan menikung di de"an #endela terlihat oleh Oinny yang saat berbaring tak bisa ia #angkau Jantungnya berdebar :9ena"a dengan suamiku, Bi>< .ngin masuk berkesiur di gorden $u4ada bergeming 'elamun Dadanya berke&amuk

:+idak a"a-a"a,< kata $u4ada, nyaris tak terdengar :9amu tidak usah kha%atir, Oin,< lan#utnya datar 7angkah kaki di luar kembali terdengar, "elan, bersama "intu yang #uga "elan dibuka 'un&ul lelaki memba%a genggaman "elastik %arna hitam di tangannya :-ni ayah ba%akan ke"iting kesukaanmu, @ak,< katanya sambil menutu" kembali "intu :Da,< kata lelaki itu 9emudian meletakkan "elastik itu di me#a 'atanya menata" $u4ada seakan-akan menga#aknya bi&ara :Jaga Oinny ya .ku keluar lagi,< u#arnya kemudian 7alu lelaki itu keluar dengan langkah "elan :Oya, Oinny ."a .yahmu "ernah ber&erita tentang bukit itu>< $u4ada menun#uk bukit :+idak, Bi 'emangnya kena"a>< :Di bukit itu dulu Bibi dan ayahmu tinggal bersama kakek-nenekmu < 9ata-kata $u4ada terkesan di"aksakan :9akek dan nenekmu memilih hidu" di bukit itu karena mereka sama-sama menyukai laut yang bisa di"andang dari rumahnya di atas bukit yang menghada" ke laut,< kata $u4ada meneruskan Bayang-bayang "ohon di bukit yang bisa dilihat melalui #endela mulai meni"is 'alam sebentar lagi akan segera datang :)aling tidak kamu minum teh dulu < $u4ada mengambil gelas di atas me#a dan "andangannya tertum"u "ada "elastik yang tadi diba%a ayah Oinny :Oinny, ke"itingnya dimakan, @ak < :+idak, Bi +eh sa#a,< Oinny menangga" sekenanya :+eruskan, Bi < Oinny meminum tehnya sedikit dan lalu membaringkan tubuhnya yang lunglai :Di rumah di bukit itu #uga ayahmu dilahirkan < $u4ada menun#uk "ada rerimbun di bukit yang samar terlihat Oinny matanya berkedi", "elan, menyimak tak3im "ada a"a yang diu&a"kan $u4ada :'enga"a "indah ke sini, Bi>< Oinny mengangkat tanya :'enga"a tidak berumah di bukit seterusnya>< :7ama-lama bukit men#adi membosankan < :Bagaimana bisa> Bukankah dari bukit kita bisa melihat laut> Dan itu tidak "ernah membosankan menurutku,< kata Oinny lirih seolah tidak bi&ara "ada bibinya itu Bagai bi&ara "ada dirinya sendiri :$e#ak ayahmu dilahirkan, dan bebera"a tahun kemudian Bibi #uga dilahirkan, bukit itu kalau malam hari sangat dingin Dan ayahmu dan Bibi tidak kuat dingin < :!anya itu, Bi> +idakkah memakai selimut>< :+idak Di bukit itu #uga tidak bisa terga"ai listrik,< $u4ada melirik dinding 'atanya tertabrak "ada ,oto Oinny dan suaminya Dadanya berdegub tak teratur, agak mengen&ang .da ke&amuk ber&am"ur risau Oinny tak menangga" lagi Ce"at-&e"at $u4ada menyambung u&a", :$ebenarnya Bibi menyukai bukit dan laut Bukit dan laut saling melindungi,< $u4ada mengurut dadanya sendiri :9arena bukitlah, laut sebelah sana tak "ernah tum"ah,< lan#utnya sambil $u4ada mengangkat dagu, mengangkatnya agak tinggi sembari kembali menun#uk dengan telun#uk tangan kanannya ke arah bukit Oinny merasa terbuai dengan kata-kata bibinya itu Bukit di sana semakin gela" .ngin teta" memainkan-mainkan gorden $esaat setelah itu, Oinny tertidur :Bukit dan laut di sebelahnya itu selalu menandakan ke"ergian < $u4ada terke#ut sendiri +ak seharusnya aku mengatakan yang terakhir ini, gumanya menyesal Diliriknya Oinny, dan ia merasa sedikit lega Oinny mungkin tak mendengar 666 $ebenarnya, $u4ada tak hendak ber&erita tentang bukit, a"alagi mengenai ayah-ibunya, kakek

Oinny !anya sa#a, ia mengalihkan "embi&araan karena Oinny mendesaknya dengan "ertanyaan-"ertanyaan yang tak kuasa ia #a%ab -a tak "unya daya untuk mengatakan bah%a 'adrusak meninggal di rantau +ak mungkin Oinny bisa menerima -a masih terlalu muda untuk menerima kenyataan "ahit ini, demikian $u4ada ber"rasangka $edang $u4ada sendiri ham"ir sa#a tak sadarkan diri menerima kenyataan bah%a anaknya yang beristri ke"onakannya itu, telah meninggal dunia di rantau Bahkan ia tak tahu bagaimana &aranya bisa melihat tubuh anaknya yang sudah tidak bernya%a itu !aruskah "ergi ke negeri Jiran itu> Di manakah negeri yang katanya men#an#ikan harta itu> $u4ada mengusa"-ngusa" kening Oinny ."akah aku harus mengatakannya> +anyanya dalam hati .h, tak tega rasanya $u4ada untuk mengatakan "ada ke"onakannya yang masih sakit itu $ia"a yang menyangka kita akan berkum"ul lagi> Oinny ditemukan orang-orang nelayan dengan tubuh membiru di bibir laut seminggu yang lalu /ntung nasib masih ber"ihak $ehari semalam se#ak Oinny ber"erahu sendirian di lautan, esoknya ia ditemukan $u4ada sudah menyangka, "onakannya yang nekat ber"erahu sendirian di laut itu akan tenggelam 'asih mu#ur, Oinny selamat meski ketika baru ia ditemukan hara"an untuk hidu" begitu ti"is Orang-orang %aktu itu langsung menggotong tubuh Oinny ke )uskesmas di ke&amatan .%alnya $u4ada tak tahu a"a yang menyebabkan ke"onakannya itu nekat ber"erahu di laut Bsedikit "un ia tak menyangkat Oinny seberani ituB%alau"un Oinny kadang-kadang dia#ak ayahnya sekedar menurunkan "erahu dengan #arak dekat ke "antai sambil menga#ari Oinny mengkayuh "erahu, teta"i kemungkinan untuk sendirian ber"erahu rasanya tidak mungkin @amun, se#ak 'athalim, ayah Oinny memberitahu a"a yang sebenarnya ter#adi, $u4ada &uku" ,aham, dan lebih-lebih ia tersentak kaget tak "er&aya ketika 'athalim memberitahukannya !am"ir sa#a $u4ada hilang kesadaran saat 'athalim men#elaskan itu :Da, kita semua harus menerima semua ini,< kata 'athalim ketika itu, tiga hari yang lalu, di teras rumahnya bersama $u4ada sehabis men#aga Oinny yang tergolek lemas di di"an kamarnya :'aksudmu a"a, 9ak>< $u4ada terkesia" :9arena semua inilah, Oinny ber"erahu sendirian ke laut>< P!ahh? .ku tidak mengerti < :'adrusak < :'adrusak kena"a>< :.da tele"on dari tem"anya beker#a yang kuterima di rumah 9e"ala Desa $aha < 9ata-kata 'athalim teras berat :.da kabar a"a>< $u4ada menekan kata-katanya +ak sabar :9ita harus bisa menerimanya < :'aksudmu> 'aksudmu anakku meninggal>< begitu sa#a $u4ada mengambil kesim"ulan $esaat, ia menyesal dengan dugaan itu 9eringat dingin merembisi keningnya yang berbalur kerudung :Aa, 'adrusak meninggal < 'athalim menunduk Berat $u4ada tak "unya gerak +idak mungkin? +idak mungkin, anaknya yang "ergi menyusul BungkelBsuaminya, ayah 'adrusak, ke negeri seberang dua tahun lalu ituBmeninggal +idak? )ada malamnya ketika itu, ia menemui $aha hendak memastikanBlebih te"atnya menemukan anggukan terhada" "endiriannya bah%a 'adrusak baik-baik sa#aBa"a yang dikatakan kakaknya itu Dan #a%abannya sama 666 'alam #atuh Oinny lengka" tidurnya, tak sem"at mendengar "erkataan $u4ada yang masih terus keluar dari bibirnya $u4ada melirik Oinny +ersenyum $u4ada membuang na,as, lega

+erasa ke&amuk di dadanya keluar bersama na,as yang berhembus .ngin teta" memainkan gorden Dingin $esaat kemudian, ia beran#ak dari di"an menu#u dinding, menekan saklar 7alu menutu" #endela dan gorden Dalam tidur, %a#ahnya Oinny terlihat damai @amun $u4ada tak tahu bah%a dalam tidur ke"onakannya itu, Oinny sedang bermim"i 9ata-kata yang tak sem"at didengar Oinny ketika $u4ada berbi&ara tentang bukit masuk ke dalam mim"inya Oinny bermim"i berdiri di atas bukit berduaan bersama 'adrusak, dan sekonyong-konyongnya air laut membesar, meninggi dan terus mengga"ai bukit menghanyutkan dirinya dan suaminya Aogyakarta, 0 ."ril 2010 *a&hem $iyae3a, lahir di )a#agungan, 02 $e"tember 1N88, sebuah kam"ung ke&il di u#ung timur )ulau 'adura 9ini, sedang melan#utkan $tudi Jurusan $e#arah dan 9ebudayaan -slam Dakultas .dab /-@ $unan 9ali#aga Aogyakarta
Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

+.9 7=9.@I 9.*=@. ;.9+/ Oleh D-.@-@I+A.$ 9! $elasa, 20 Debruari 2010 04:20 Dia ada di de"an sana sekarang $e"erti "ada tanggal dan #am yang sama dua "uluh tahun yang lalu +a"i, sekarang keadaan sudah lain $aat ini dia bi&ara di mimbar Bi&aranya tidak lagi bera"i-a"i +a"i, masih sa#a mengandung %iba%a *etorikanya semakin menarik, membuat semua yang hadir mem"erhatikannya Beda dengan dulu, saat ia memberi sambutan "ada "esta "er"isahan sekolah @adanya tinggi $emangatnya menyala-nyala P'ari kita songsong masa de"an yang &erah? 'a#u terus "antang mundur?P Dan te"uk tangan "un menggema $etelah itu ia datang "adaku Duduk di sam"ingku seraya mengatakan beratnya ber"isah denganku 'eyakinkan bah%a ia tak akan melu"akanku %alau"un ia melan#utkan di negeri )aman $am 'embuatku "er&aya bah%a ia akan setia selamanya -a menga#akku keluar dari "esta yang "ikuk itu 9atanya ia ingin menyendiri sa#a denganku untuk membuat kesan yang lebih mendalam .ku tak menolak "ermintannya 9arena aku memang men&intainya Bahkan teramat men&intanya 7alu "eristi%a terlarang itu ter#adi !anya sekali sa#a P9amu melamun se#ak tadi,P terdengar suara te"at di telingaku

.ku menoleh dan membalasnya dengan seulas senyuman "ada si em"unya suara Dia? Aa, dia? Dua "uluh tahun lalu "un ia duduk di sam"ingku setelah selesai memberikan sambutan $e"erti saat ini P)idatomu bagus,P kataku tulus, untuk menutu"i ke#ut yang tiba-tiba datang di dadaku P.ku tak yakin a"akah kamu benar mendengarkan "idatoku tadi P )andangannya masih se"erti dua "uluh tahun yang lalu +a#am ta"i menggoda /sia bahkan mungkin tak mam"u mengubah &ara mata itu bersinar P9amu meragukanku>P tanyaku 'ungkin kalimat retorika se"erti itu #uga "ernah kuu&a"kan "adanya ketika ia menanyakan a"akah aku men&intainya P)esta yang meriah,P katanya P!a#atmu sukses,P kataku merses"onnya Dia memang ketua reuni Dia diam P.ku kangen kamu,P katanya seolah tak mendengar "u#ianku tadi "adanya PBera"a anakmu sekarang>P tanyaku Beginilah, a&ara-a&ara reuni sema&am ini "asti akan diman,aatkan untuk "amer keluarga PDua,P sahutnya malas .ku tersenyum ma,hum 'ungkin ia tidak ingin aku bertanya lebih #auh mengenai keluarganya +a"i, aku tak ingin ia bermalas-malasan men#a%ab "ertanyaanku P)asti tam"an dan &antik P P$emuanya tam"an )adahal aku ingin seorang "utri -striku tak mam"u memberikannya < Jadi itu masalahnya .ku tak bertanya lebih lan#ut 'ungkin istrinya sakit Diam-diam aku merasa bersalah telah merusak suasana dengan menanyakan keluarganya 9ami terdiam bebera"a saat PBera"a anakmu,P tanyanya tiba-tiba .ku sedikit terke#ut +eta" dengan ketenangan yang nyaris sem"urna aku men#a%abnya PBera"a anakku> $atu )erem"uan P P$uamimu ,P ia tak melan#utkan "ertanyaannya P)ergi 'enikah dengan "erem"uan lain P -a menata"ku dengan "andangan tak mengerti .ku kembali tersenyum "adanya 9ali ini dengan sedikit mengangkat bahu P$udah lama .ku mam"u, kok, hidu" tan"a dia .ku sudah &uku" bahagia hidu" bersama -ntan P P9amu P .ku mengisyaratkan "adanya dengan #ari agar ia tak melan#utkan u&a"annya Jeda sesaat P9u"ikir kamu tak akan datang,P katanya P9ena"a tidak>P P.ku kehilangan kontak denganmu selama ini P P9amu #uga menghilang tan"a kabar P P.ku sudah men&oba menghubungi kamu +a"i, tak "ernah ada #a%aban 9amu hilang seolah ditelan bumi P P.ku tinggal bersama =yang setahun setelah /')@-ku gagal P P9amu semakin &antik P )okok "embi&araan yang melon&at-lon&at, "ikirku P+erima kasih +a"i, uban di ke"ala dan keri"ut di %a#ah tak mam"u membohongi orang bah%a aku #auh lebih #elek dibanding dua "uluh tahun yang lalu P P9amu semakin de%asa dan matang P )u#iannya semakin lama semakin men#adi Dan hal ini setidaknya membuat #antung tuaku berdenyut dua kali lebih ken&ang PJangan &oba-&oba merayuku hanya karena aku tak bersuami,P bentakku lirih dengan nada bergurau Dia diam 9emudian aku menolehnya +ernyata, oh +uhan, ia tengah menata"ku dengan

"andangan mata yang begitu memu#a Bahkan lebih memu#a dibandingkan dua "uluh tahun lalu /ntung sa#a aku terselamatkan oleh suara 'C yang memanggilnya untuk ma#u ke de"an P.ku segera kembali,P katanya P.ku segera "ulang,P sahutku tak mau kalah P.nakku menungguku P 6666 +ing tong )agi-"agi begini sudah ada tamu 'ungkin "ertanda akan ada tamu se&ara beruntun hari ini )adahal ini hari minggu Dan semalam aku ke&a"aian .ku ingin istirahat .ku segera membuka "intu Dia ada di muka "intu .ku menata"nya dengan "andangan tak mengerti $eingatku aku tak "ernah memberinya kartu nama Bahkan undangan reuni "un kuda"atkan in,ormasinya dari iklan teLe P.ku mengikutimu tadi malam < 'au tak mau aku mem"ersilakannya duduk $e&angkir ko"i mungkin da"at kusuguhkan "adanya "agi-"agi begini Baru #uga "ukul tu#uh Belum sem"at aku beran#ak ke dalam, -ntan keluar 9ulihat ia tersenyum menya"a kami berdua P.da tamu ru"anya,P sa"anya P+eman 'ama 9asih salam dong sama Om .le( P -ntan mengulurkan tangannya "ada .le( sambil mengu&a"kan salam .le( terlihat sedikit ragu ketika menyambut uluran tangan itu P-ntan "ergi dulu ya, 'a @ini "asti sudah menunggu P P!ati-hati di #alan P -ntan "ergi setelah memberikan u&a"an selamat tinggal "ada .le( dan &iuman tangan "adaku )andangan .le( masih sa#a lekat "adanya, sam"ai ia menghilang di balik "intu gerbang P$udah besar ru"anya anakmu P P$embilas belas tahun lebih tiga bulan P .ku sungguh tak tahu a"a yang sedang di"ikirkannya +a"i, ia memandangku dengan %a#ah yang berubah-ubah dan "andangan mata yang aneh .ku merasakan bah%a ia sedang menuduhku le%at sorot matanya PJadi kamuK,P ia tak melan#utkan ua&"annya .ku diam menunggu kata-kata selan#utnya P)antas sa#a kami menghilang dariku *u"anya kamu menikah dengan laki-laki se&e"at ini 9arma telah menim"amu ketika suamimu "ergi dengan %anita lain 9arma karena kamu telah meninggalkanku begitu sa#a?P -a beru&a" begitu sambil menudingku Aa, menudingku $eolah akulah segala "enanggung dan "enyebab "ersoalanku dengannya PJangan berkata #ika kamu tak tahu a"a yang kamu katakan 9amu sama sekali tak tahu a"aa"a P P.ku sudah tahu segalanya sekarang P /&a"annya masih sa#a keras P9arma telah menim"aku se#ak "ertemuan kita yang terakhir malam itu P .ku senga#a tak melan#utkan u&a"anku Biar dia men&ari sendiri makna kata-kata itu Jeda sesaat 9ubiarkan terle%ati tan"a kata .ku tak mau memandangnya 9arena aku tahu ia tengah memandangku dengan tata"an tak mengerti PJadi dia P .ku diam +ak meres"on u&a"annya +ak menangga"i tata"annya +oh, tak ada gunanya men#a%ab semua yang di"ertanyakannya -a toh sudah tahu bah%a -ntan adalah "utriku dan "utrinya 'eski ia tahu, semua tak mungkin bersatu -a sudah "unya istri dan anak-anak .ku tak mungkin masuk begitu sa#a dalam kehidu"an mereka %alau"un aku "unya -ntan

.ku dan -ntan hanya sisa dari "uing-"uing masa lalu laki-laki yang kini tengah duduk di de"anku dan sedang memandangku "enuh hara" +a"i "uing dari masa silam tak mungkin di"unguti lagi P9atakan Dia anakku, bukan>P PAa Dia memang anakmu +a"i #ika kamu menanyakan hal lain, aku #a%ab tidak P .ku melihat dia menarik na,as lega 'atanya berbinar 9einginannya untuk "unya anak "erem"uan ter"enuhi $esaat dia terdiam 7alu dia mengambil 9+) dari dom"etnya Ditun#ukkannya 9+) itu "adaku P7ihat ini .ku belum menikah 'asih bu#ang,P katanya .ku semakin tak mengerti ."a-a"aan ini P$emalam aku membohongimu .ku men&oba mengu#imu a"akah kamu #u#ur untuk membi&arakan tentang keluargamu 9u"ikir kamu akan malu men&eritakan keadaan keluargamu #ika kamu tahu bah%a aku belum berkeluarga +ernyata kamu #u#ur !anya aku sa#a yang terlalu bodoh menyadari getaran-getaran dalam bi&aramu .ku men&intaimu $ehingga aku bertekad terus membu#ang sebelum da"at menemukanmu .ku merasa bersalah P 9alimat-kalimat "an#angnya sudah selesai +a"i otakku masih sa#a sulit men&erna makna kalimat itu 9urasakan aku memang bebal Dan aku semakin terke#ut saat tiba-tiba .le( menarikku ke dalam "elukannya dan memberiku &iuman P-ngat, 7e( .ku tak ingin "eristi%a bodoh itu terulang lagi,P kataku sambil men#auhkan diri darinya 6 6 6
Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

B.@I9/ +=*'-@.7 Oleh *.!'.@ $elasa, 20 Debruari 2010 04:21 'alam kemarin )anggil saya $imon Di terminal ini saya adalah ku&ing liar, yang men&oba untuk menan&a"kan kuku-kuku ra"uhnya 9ususuri lorong-lorong gela", berlarian di antara ganggang be&ek Berebut makan dan tem"at tidur dengan sesama Buat kami, tak "enting a"a yang akan ter#adi esok Bahkan kiamat "un kami tak "eduli +erkadang saya berhara", begitu membuka kelo"ak mata keesokan harinya, kiamat sudah datang Orang lalu-lalang, berbi&ara tentang banyak hal +an"a sedikit "un memberikan ruang buat saya untuk bertanya, tentang a"a yang mereka "erbin&angkan $e"ertinya saya ini tak ada,

se"ertinya kami ini "ara gembel #alanan !anya hiasan sudut-sudut kusam kota, "elengka" dari sebuah kehidu"an di mega"olitan yang maha-ganas ini $atu #i%a yang tertidur, dari se#uta yang terlela" 'endengkur riuh, meski &uma beralaskan kardus bekas, berbantalkan sebelah tangan Iembel tua itu tertidur, di tem"at yang kemarin -a menggeliat se#enak, sebelum kembali meringkuk dan mendengkur riuh $aya tak kenal dia, ia #uga tak kenal saya Begitu "ula halnya kalian, tak kenal saya atau"un dia 9ita tak saling kenal, bukankah sesungguhnya kita hidu" untuk saling mengenal> Dalam deka"an embun yang terkontaminasi karbon dioksida knal"ot kendaraan siang tadi, kami "ara gembel #alanan menikmati malam 'ungkin sa#a gembel tua itu bermim"i, se"erti halnya benak saya yang sedang terbang menari di dalam ruang khayal 'engendarai B'; dengan diiringi musik to" ,ourty )asti saya akan men&ibir, seraya mendenguskan na"as muak 'elihat "ara gembel #alanan yang sedang lalu lalang menyanyikan nada "ilu, berhara" ada seke"ing mata uang Buat beli sebutir nasi +iga tahun lalu saya masih duduk di bangku $D kelas lima Dan malam ini saya duduk di bangku terminal 7ebak Bulus 'emandangi "ekat, ditemani dengkuran gembel tua dari sudut sana !arusnya sekarang ini saya sudah berseragam "utih biru Dan tengah sibuk dengan "ela#aran karena sebentar lagi akan =B+., se"erti yang dibi&arakan anak-anak sekolah sore tadi Bagaimana rasanya duduk di bangku $') sebagai murid kelas dua> P.h P desah saya $aya tarik oksigen dalam-dalam mengisi rongga dada, menahannya se#enak Baru kemudian menghembuskannya "erlahan Iembel itu memin&ingkan matanya dengan malas, ketika saya merebahkan badan di atas bangku $aya bertanya "ada diri sendiri a"a yang mengisi benaknya> +idakkah dia menginginkan sebuah kehidu"an, sebuah keluarga> $ekali lagi saya &uma bisa mendesah .h, bukan urusan saya $aya "un meme#amkan mata, teringat kembali akan .bah dan =mak yang telah meninggal *indu 7ebih te"atnya saya butuh mereka $eandainya mereka masih ada, tak harus saya hidu" se"erti ini .bah &umalah seorang buruh angkut di +an#ung )riok, ta"i itu sudah &uku" buat membiayai hidu" kami yang tinggal di rumah kontrakan $ementara itu, untuk membantu #alannya "erekonomian keluarga, =mak #adi kuli &u&i, sedangkan se"ulang sekolah saya men#adi lo"er koran $uatu hari entah "ersisnya ka"an, mayat .bah diketemukan bersimbah darah 'enurut &erita orang-orang, .bah dibunuh oleh sekelom"ok "reman yang gusar karena .bah tak mau bayar uang keamanan ke"ada mereka $e"eninggalan .bah, hidu" kami morat-marit tak karuan )indah dari satu tem"at ke tem"at lainnya )ernah sem"at saya dan =mak tidur di gerbong kereta $aya ter"aksa meninggalkan bangku sekolah karena =mak tak mam"u membiayai P;ong untuk makan sa#a susah,P begitu kata =mak .khirnya, kami ter#erumus ke lembah hitam =mak #adi "ela&ur di +anah .bang =ntah bagaimana a%alnya, =mak mau #adi "ela&ur $atu yang "asti, kehidu"an kami mulai membaik P'udah-mudahan tahun de"an kamu sudah bisa sekolah lagi,P begitu tutur =mak yang menggadaikan tubuhnya untuk memuaskan birahi, demi lembaran kertas bernama uang Belum sem"at aku meneruskan sekolah, =mak "un menyusul .bah, meninggal karena terkena "enyakit kotor +inggallah saya sendirian +ak tahu harus bagaimana !arus kemana /aah saya mengua" $e#enak saya "andangi gembel tua yang masih meringkuk bertabur dengkuran E9elak di kemudian hari, gembel tua itu akan saya "anggil dengan sebutan .bahF Dan saya "un terlela" di sini Di bangku terminal 666

Ci"utat, siang tadi @amaku .ryani .yah dan dua kakak tiriku memanggil dengan sebutan @ona Bego =ntah a"a sebabnya, mungkin lantaran aku ini memang bego +erkadang masih sa#a aku kutuki ketololanku tersebut 9ena"a aku terima begitu sa#a "erlakuan ayah tiriku> Bukan, dia bukan ayah? Dia adalah iblis yang bertameng sebagai ayah Coba "ikir, ayah ma&am a"a yang bisa meniduri anaknya, %alau"un aku hanyalah anak tirinya> +eta" sa#a aku masih anaknya =ntah sudah bera"a kali .yah meniduriku /ntung sa#a aku tak hamil $ebab #ika aku hamil, harus "anggil a"a anakku terhada" ayah sekaligus #uga kakeknya> /siaku baru dua belas tahun %aktu itu .ku akhirnya melarikan diri dari rumah, berkelana 'enarikan lekuk tubuhku yang mulai terbentuk karena sekarang aku sudah enam belas tahun .sal tahu sa#a, aku bukanlah "ela&ur Dan tak mau aku men#adi "ela&ur, tak akan "ernah +erus meliuk aku mengikuti ritme gelombang kehidu"an &i"taan manusia 'eski terkadang aku teramat lelah untuk men#adi manusia .ku rindu -bu, rindu hangat "elukannya 7embut suaranya kalau mendongengkan senandung tembang #i%anya !ingga aku"un terlela" di dalam "elukan nyamannya .ku rindu -bu .ku yakin, di alam sana -bu menangis melihat nasib "utrinya ini -bu, berilah .r kekuatan 9embali aku hanyut dalam ke"iluan, hiruk "ikuk kendaraan teta" mela#u tak "eduli dengan #erit batin ini 9uham"iri tenda %arung tegal memainkan sebait lagu, berhara" ada seke"ing atau dua yang masuk ke saku $en#a mulai meraya", semburat kilau #ingganya menya"u "ermukaan *agaku lelah, se"erti halnya dengan mentari yang mulai mengantuk "erlahan masuk ke dalam "eraduan +a"i di mana "eraduanku> .ku #adi ingat dengan seorang teman, seorang sahabat yang selalu bersedia mendengarkan setia" keluhku Di mana dia sekarang> +ak terasa sudah sebulan kami tak saling sua ;isnu, nama temanku itu +a"i aku lebih suka memanggilnya $imon atau si 'onyong 9arena ketika dia marah, bibir tebalnya itu terlihat lebih monyong $e"erti bibir hi hi .ku #adi terkikik sendirian *indu aku "adanya, masihkah dia di terminal 7ebak Bulus> $etelah menimbang-nimbang se#enak, aku"un memutuskan untuk mengun#ungi $imon nanti malam Di terminal 7ebak Bulus, semoga dia masih di sana 666 'alam ini di tem"at kemarin )anggil saya $imon 'alam kian menghitam, kelam bertebaran tutu"i %arna angkasa yang muram Dengan segena" kelelahan, dari bangku terminal ini saya tata"i sang malam Iembel tua itu sudah terlela" di tem"at yang kemarin 'alam ini $ungguh amat ingin saya berkata-kata, membagi &erita, angan, serta hara"an +a"i "ada sia"a> $aya tebarkan "andangan ke sekeliling, &uma temaram sinar lam"u menya"a resah nurani ini $aya tebarkan "andangan ke angkasa, men&oba untuk berkata-kata ke"ada bintang yang sedang mengedi" man#a, ke"ada rembulan yang tersenyum sim"ul di antara arakan a%an masam $uara serak kekanak-kanakan itu, membuyarkan lamunan $aya "utar leher ke arah "anggilan, seulas senyum terlontar dari bibir ini P.r?P P)a kabar, 'on>P P7umayan P P9amu>P .r tersenyum, P$ama P .ku mendekatkan tubuh ke arah letak duduk $imon, butir getaran merambat "erlahan $ebuah ge#olak aneh, yang entah datangnya darimana $elalu sa#a hadir, mengusikku ketika aku dekat dengan $imon se"erti malam ini

.ku "andangi $imon, dia tersenyum ketika mata kami saling taut =ntah da"at keberanian darimana aku bertanya P9ena"a kamu tak "ernah mau, 'on>P $imon mengernyitkan alis tebalnya, kemudian balik bertanya, P'au a"a>P .ku #adi tersi"u, se#enak tertunduk $ebelum kembali aku "andang si"it bola mata $imon, PBukan a"a-a"a,P sahutku berbohong 9embali aku geser letak duduk lebih mera"at ke arah $imon 666 !angat tubuh .r mendamaikan, sungguh? !asrat berkata-kata yang tadi amat meletu"-letu" men#adi redu" $aya lebih suka diam, menikmati hangat tubuh .r +an"a sadar saya "un merangkul "undaknya, dan kemudian merebahkan ke"alanya ke "undak Dengan lembut saya remas-remas rambut lurusnya yang dibiarkan oleh .r terurai se"undak 'emainkannya dengan #emari .da sema&am getar yang terus mengusik saya, ada sebuah tanya yang menggan#al lubuk hati ini 'ungkinkan gembel ma&am kami bermain asmara, membina suatu hubungan untuk kemudian mengikatnya dalam sebuah tali "erka%inan> Cuma suara dengkuran gembel tua yang meringkuk di sudut sana men#a%ab tanya saya PBisakah kita>P PBisa a"a, 'on>P tanya .r P'en#adi se"asang kekasih>P tanya saya ragu PBisa sa#a P P9amu yakin>P PAang ter"enting itu &inta Jika ada &inta, a"a "un bisa, a"a "un men#adi boleh P $aya &uma terdiam, masih memainkan helai-helai rambut .r +iba-tiba sa#a .r mendongakkan %a#ahnya, kemudian men&ium bibir ini $aya &uma mengikuti naluri, kemudian kami "un sudah saling mengulum bibir mesra Bersemaikan birahi, di atas bangku terminal yang mulai berde&it teratur 9ami ber&inta, merengkuh nikmatnya madu dosa $aya "un sadar, kami &umalah gembel #alanan +a"i tak bolehkah kami turut merasakan manisnya &inta> 'en&i&i"i sedikit kebahagiaan> 'eski &uma di atas bangku terminal bukan di ran#ang em"uk bers"rei "erak> .r sudah tertidur dalam "elukan, getar na"asnya terdengar beraturan Dosa, rasa itulah yang menghantui $aya hela na"as "an#ang, ta"i kena"a terasa begitu damai? $aya "eluk tubuh .r, membisikkan kata sayang di telinganya -a "un menggeliat man#a, saya ke&u" keningnya $e#enak saya "andangi gembel tua yang masih sa#a mendengkur di sudut sana Aang sama sekali tak di"usingkan oleh tanya tentang &inta, saya lem"arkan senyuman ke"ada gembel yang masih terlela" itu 9emudian saya "eluk erat-erat tubuh .r Eyang kelak di kemudian hari nanti akan saya "anggil dengan sebutan 'amaF Ooo aah uuumm, saya mengua" Dua hitungan kemudian meme#amkan mata Dan tertidur di atas bangku terminal, seraya mendeka" erat tubuh .r
Cerpen

@ama )engguna

9ata $andi

-ngat $aya

7u"a kata sandi> 7u"a nama "engguna> 'enda,tar

B-O7. Oleh $ )*.$=+AO /+O'O $elasa, 20 Debruari 2010 04:1N Di dinding ruang tamu rumah mertuaku ter"asang sebuah biola tua Begitu orang masuk ruang tamu yang luas, di antara benda-benda "usaka yang lain, biola itu akan terlihat "ertama kali .us +a"i, selalu bersih, tera%at dan, sering dimainkan Biola itu dimainkan ba"ak mertua bila sehari-hari terasa kosong dan se"i $emen#ak "ensiun, ba"ak mertua memilih tinggal di desa menem"ati sebuah rumah besar berarsitektur tua, luas "elatarannya $emula, dia tinggal di rumah ini bersama ibu mertua, Au @ah - "embantu ruma tangga - dan anak lelaki "embantu itu +a"i, setelah ibu mertuaku meninggal, ba"ak mertua mengenang masa tua yang mera"uh, kehilangannya kegagahannya sebagai seorang bekas "e#uang Cuma Au @ah, "erem"uan #and a beranak satu yang mera%at ba"ak mertua dengan segena" kesetiaan dan kesabarannya .ku dan istriku merasa tentram meninggalkan ayah mertuaku bersama Au @ah Janda itu se"erti keluarga kami Dia bahkan rela menolak lamaran seorang lelaki untuk menikah , meski dengan melelehkan airmata, &uma untuk bisa mera%at ba"ak mertuaku dengan segena" "erhatiannya 9edatanganku bersama istri ke rumah ba"ak mertua kali ini terasa lain .da sesuatu yang "enting yang ingin dibi&arakan ba"ak mertua +iga #am "er#alanan dengan bus, naik dokar mele%ati #alan berum"ut, di antara sa%ah, ladang, dan udara yang segar sam"ailah kami di rumah ba"ak mertua +urun dari dokar, kami memasuki "elataran rumah yang bersih, luas diteduhi "ohon mangga .yam #antan aduan yang gagah berkokok di dalam kurungan Burung "erkutut kesayangan ba"ak mertua, menyuarakan kong yang agung Berdiri di "intu de"an ruang tamu, terlihat biola tua ter"asang di dinding 9uda"ati ba"ak mertua duduk di kursi goyang, di ba%ah biola itu +ers entak seketika, dia berdiri menerima #abat tangan istriku, anak bungsunya 7elaki itu "un tenggelam dalam "elukan hangat P7o, kok, tambah gendut kamu, @duk,P kata ba"ak mertua, setelah memandangi anak bungsu kesayangannya PJangan terlalu gemuk, lo @anti kayak "otongan buah nangka 'ana mungkin suamimu suka>P P.h, Ba"ak? $aya tahu kok men#aga diri, menambat hati suami agar tak kabur P P$udah, sana ke belakang? $ekalian suruh Au @ah bikin teh "o&i gula batu 7ekas ba%a kamari?P P@ah, ini 9alau sudah ketemu menantu kesayangannya, anak sendiri dibentak-bentak?P Duduk berdua menghada"i &angkir ke&il berisi gula dan teh "o&i kental, ba"ak mertuaku mulai bi&ara, "elan, hati-hati, mendalam P$udah kuduga, kalian datang hari ini +erdengar gen&ar suara burung "ren#ak se"an#ang hari .ku sudah tak tahan menunggu kalian datang +akut, kalian tak mau datang kemari, memenuhi "ermintaanku dalam surat +entu kau kaget %aktu memba&a suratku, mungkin tak "er&aya menerima kabar aku aka n menikahi Au @ah P P9ami memang sem"at kaget +a"i, kemudian kami ingin mendengar kemauan Ba"ak menikahi Au @ah P

'engangguk-angguk, men&e&a" teh "o&i, ba"ak mertua memandangiku dengan mata meminta kese"akatan +ata"an yang menghara" "ersetu#uan +a"i, tak terlihat kobaran a"i asmara Dia masih terlihat sebagai seorang resi, seorang bega%an P+entu kau menduga aku lu"a diri P PDugaan kami tak sebusuk itu +entu ada maksud tertentu yang kami tak bisa memahami P PAu @ah itu, kan, sudah kuangga" sebagai keluarga sendiri Dia sudah mengabdi "ada keluargaku &uku" lama Dia men#aga dan mera%atku .ku tak da"at membalas "engorbananku ke&uali dengan menga%ininya P P."a ini tak memba%a keributan di antara "utra Ba"ak>P P'enga"a harus ribut> 9unikahi Au @ah agar dia da"at me%arisi uang "ensiunanku 9alau aku meninggal, dia masih menda"atkan uang tia" bulan untuk biaya anak lelakinya P 7ebih tenang ba"ak mertuaku menangga"i godaan "ertanyaan nakal istriku yang meledek "erka%inan yang bakal dilangsungkannya Ba"ak mertua tersenyum-senyum +am"ak dia memendam senyum yang tak bisa kumaknai, entah senang, entah malu Diraihnya biola, digesek dengan mata ter"e#am dan mengalun tembang lama Di da"ur kulihat Au @ah sibuk me masak dengan mengu&urkan airmata, diam-diam tan"a suara dan bibirnya memendam senyum $uara biola itu menenggelamkan seisi rumah tua, dalam kenangan di hati sendiri .ku #adi lebih merenungkan masa silamku dan mulai "aham, kena"a biola itu men#adi teman h ari tua ba"ak mertuaku 'ungkin gesekan biola itu melela"kan ba"ak mertuaku untuk menghadirkan kembali kenangan bersama almarhum istrinya 666 7elehan airmata Au @ah yang terus mengaliri "i"inya diam-diam selalu diha"usnya 'eng hidangkan makan malam di me#a, Au @ah masih re"ot menyusut airmata Barangkali Au @ah tak da"at menyembunyikan kebahagiaannya, keharuan, dan "erasaan &anggung yang belum sanggu" diatasi 'akan malam bersama Au @ah dan anak lelakinya, terasa &anggung /ntuk "ertama kalinya Au @ah duduk di sisi ba"ak mertuaku, terlihat kaku, serba malu dan menahan diri ."alagi berkali-kali istriku meledek Au @ah, #anda itu serba salah P9amu harus maklum, lo, Au, kalau aku tak memanggilmu -bu,P goda istriku PJuga #angan suka main "erintah se"erti Ba"ak P P'ana saya berani begitu>P P7ha, ya, sia"a tahu>P P+akut kualat nanti P P.h, mana mungkin anak bandel ma&am dia membuat orang kualat,P ba"ak mertua ganti menggoda anak bungsunya $uasana &anda di me#a makan itu segera reda, begitu tiba-tiba kakak tertua istriku memasuki ruangan +ata"an matanya sinis, menyeramkan, memberangus hati kami +erutama "ada Au @ah, keben&ian matanya menikam Di antara anak-anak ba"ak mertua, dialah satu-sat unya yang menggerogoti harta orang tua *umah yang ditem"atinya - tak #auh dari rumah ba"ak mertua - didirikan dengan memaksa orang tua untuk membuatkannya P;ah, lagi "esta ru"anya,P sindir saudara tertua istriku P.yo segera bergabung?P a#akku PO, tidak, tidak +ak layak orang ma&am saya turut hadir dalam kebahagiaan setulus ini $aya &uma mau "in#am biola Q P!ati-hati memakainya -tu "eninggalan ibumu P Berlalu begitu sa#a, kakak lelaki tertua istriku meninggalkan kami segera setelah mengambil biola $elera makan ayah mertua lenya" seketika +erdiam 'emendam "erasaan kehilangan "ada se"asang matanya $ehabis makan malam, biasanya ba"ak mertuaku memainkan

biolanya +enang, dalam, mengalunkan kenangan 666 'asih dingin, angin berbau embun "agi, terdengar suara seseorang menggedor-gedor "intu, keras dan kasar $amar-samar kudengarkan suara langkah kaki Au @ah buru-buru membukakan "intu *u"anya kakak i"arku "ulang, suaranya "arau, memaki-maki, mengu m"at-um"at, dan menghinakan ba"ak mertuaku Au @ah menangga"i sum"ah sera"ah kakak i"arku dengan kesabaran seorang "engasuh, lembut memaa,kan Buru-buru aku meninggalkan kamar, saat mendengar tubuh tersungkur *u"anya kakak i"arku ter#atuh atau bahkan Au @ah yang terbanting> Buru-buru aku mendekat Ber#a#ar, tubuh kakak i"arku dan Au @ah ter#atuh di lantai Dan yang membuatku ter&engang, biola itu turut terbanting, "e&ah Au @ah tergaga"-gaga" memungutinya 9ubangunkan kakak i"arku @a"asnya bau minuman keras +erhuyung-huyung, ia meninggalkan "elataran, men&ari-&ari #alan dalam keremangan, kembali ke rumahnya +ak berani Au @ah mem"erlihatkan biola yang "e&ah "ada ba"ak mertua $e"agi itu dia tak melakukan a"a "un Cuma kebingungan membenahi biola yang tak mungkin lagi utuh se"erti sediakala $esuatu yang kurasa aneh, ba"ak mertuaku belum bangun sam"ai matahari mulai meninggi .ku mau ber"amitan "ulang ke kota, ter"aksa menerobos memasuki kamarnya !ari-hari biasanya ba"ak mertuaku bangun bersamaan dengan ,a#ar merekah P."a yang ter#adi dengan biolaku>P PBiola itu "e&ah P P'emang biola itu sudah tua,P balas ba"ak mertua "elan membuatku ter&engang P$udah se"antasnya kalau "e&ah, a"alagi ter#atuh P .ku ber"amitan dan ba"ak mertua memandangku begitu lekat, lembut meman&arkan sasmita Diam-diam aku memahami sasmita itu P$ebelum kamu "ulang, le"askan dulu burung "erkutut sangkar,P "inta ba"ak mertua, masih tergolek "osisi lam"u kehilangan &ahaya 666 Biola baru kuba%akan untuk ba"ak mertuaku +a"i, biola baru itu tak sanggu" menggugah "erasaannya lantaran maut lebih dulu merenggut .ku menenteng biola, memasuki "elataran yang di#e#ali "ara "elayat /sai "emakaman, rumah besar ba"ak mertuaku begitu senya" +erutama istriku, dia kelihatan memendam kesedihan, kehilangan kelin&ahannya Au @ah yang urung menikah dengan ba"ak mertua sangat berhati-hati menahan duka .nak sulung ba"ak mertua segera menguasai rumah %arisan +ak seorang "un beru"aya menghentikannya Au @ah menyingkir dari rumah itu memilih tinggal bersama keluargaku di kota +ak ada yang diba%anya ke&uali "akaian, sedikit uang sim"anan dan dua buah biola Diselamatkannya biola tua yang "e&ah dan biola baru yang kubeli 9eduanya di"asang dalam kamarnya Aang lu"ut dari "erhatianku dan akhirnya sangat mengusik batin, adalah anak lelaki Au @ah yang turut serta ke kota dan kami sekolahkan Bila malam dan suasana se"i, sering kudengar suara gesekan biola .nak lelaki Au @ah memainkannya 'asih sumbang +a"i, sanggu" menghanyutkan kenangan 9usem"atkan untuk melongok "ermainan biolanya Bo&ah lelaki itu masih suntuk memainkannya, layaknya titisan ba"ak mertua .ku masih butuh %aktu begitu "an#ang untuk mematangkan ke"ribadiannya

Siapa ,au Ka+in (engan!u2

Oleh: Farizal Sikumbang $.A. Jeki, teman 'aya $aya ingin bertanya, a"akah .nda, atau teman .nda, ada yang berusia tiga "uluh lima tahun, atau "aling tinggi berusia em"at "uluh tahun masih bu#angan> Duda #uga tak a"a, ta"i belum "unya anak dan mem"unyai "eker#aan teta" 9alau ada, .nda boleh menghubungi saya 'aa,, ini bukan #odoh buat saya, ta"i ini untuk teman saya, 'aya Dia sudah rindu ingin ka%in 666 $.A. bertemu dengan 'aya dua hari yang lalu setelah tiga tahun ber"isah Dulu kami samasama satu instansi di sebuah sekolah negeri 9ami beker#a sebagai guru /sia kami ter"aut satu tahun Dia lebih muda dari"ada saya 9etika bertemu dia masih se"erti yang dulu: agak &antik +a"i kerutan di %a#ahnya mulai agak nam"ak Dan #era%atnya "un mulai agak banyak 9ami lalu ber&erita berbagai hal tentang dunia "endidikan, dan tentu tidak lu"a dia bertanya tentang sekolah tem"at dia dulu menga#ar +a"i di akhir &erita, saya bertanya "adanya tentang dirinya: apakah sudah kawin? PBelum,P #a%abnya P-tulah, #angan suka memilih-milih Coba dulu kamu terima &intanya !aris, "asti kamu sudah "unya anak dua,P kata saya P'ungkin tidak #odoh da P P'aya, di dunia ini mana ada manusia yang sem"urna Jangan terlalu "er&aya "ada laki-laki ti"e ideal -tu tak akan ber#um"a P P=ntahlah da 'enga"a dulu 'aya enggan ka%in /da kan tahu, banyak guru-guru dulu di sekolah yang men&arikan "asangan, ta"i 'aya tak ada yang suka $am"ai-sam"ai ada guru yang marah karena 'aya suka menolak P P7alu, ka"an 'aya ka%in>P P'aunya &e"at, da 9ini umur 'aya sudah tiga "uluh em"at tahun Di sekolah tem"at 'aya sekarang #uga banyak teman yang bertanya, ka"an ka%innya 9ini 'aya mulai risih, da,P #a%abnya malu-malu P9alau begitu &e"atlah ka%in, nanti keburu ubanan P P +a"i belum ada yang mau, da 'asih #omblo nih, he he P P!ari gini masih #omblo>P PAa 9alau ada teman uda, &arikanlah buat 'aya P PBenar nih mau ka%in>P

PBenar $udah rindu ingin ka%in da, he he P P$i"lah @anti akan uda &oba men&ari buat 'aya P PJan#i da P P-nsya .llah P P+rims da P Begitulah "ertemuan singkat saya dengan 'aya +e"atnya .gustina 'aya )utri, $ )d dua hari yang lalu itu 666 @.'.9/ 'aya 9emarin aku bertemu Jeki Dia masih se"erti yang dulu: ganteng +a"i sayang, dia suami orang Dulu aku suka sama Jeki .ku "erhatian "adanya +a"i, dia tidak menaruh minat Dan aku "un tak "ernah mengungka"kan "erasaaanku "adanya Dia telah #atuh &inta "ada +ina yang beker#a sebagai "ustaka%an di sekolah kami dulu 9etika dia men#adikan +ina sebagai istrinya, aku benar-benar ke&e%a 9eke&e%aanku membuat hati ini beku $emua laki-laki yang suka aku a&uhkan .ku ingin sendiri 'enikmati keke&e%aan hati 'aka aku "un menga#ukan surat "indah dari sekolah itu +a"i kini umurku sudah tiga tiga "uluh em"at tahun .ku sudah rindu ingin ka%in @amun beginilah, sam"ai kini belum ka%in #uga +adi ayah dan ibu marah-marah "ula 'enanyaiku menga"a masih belum ka%in #uga P$emua laki-laki yang ayah #odohkan dulu semuanya kau tolak $ebenarnya a"a maumu, 'aya,P bentak ayah .ku hanya diam P-bu malu 'aya, umur sudah tiga "uluh lebih +a"i belum ka%in #uga $emua orang di kam"ung kita mem"ergun#ingkanmu -bu malu,P rata" ibu "ula P'aa,kan 'aya bu, ayah 'aya ber#an#i 'aya akan ka%in,P kataku men&oba men#elaskan P9amu mau ka%in>P $ungguh, mendengar "engakuanku itu, ayah dan ibu kaget sekali P+a"i, bu P P9ena"a 'aya,P sela ayah P'aya belum "unya laki-laki sebagai suami 'aya itu P P.yah akan &ari Q

P+a"i, a"a masih ada, laki-laki bu#angan yang belum menikah di usia tiga "uluh em"at ayah>P $e#enak ayah ter"ana .yah mengerutkan kening P$etahu ibu, seusia itu, di kam"ung kita tidak ada lagi yang belum menikah P P-tulah bu, masalahnya P P$alahmu sendiri 'aya Dulu selagi berusia muda kau tak mau, kini, beginilah #adinya +a"i, ayah akan usahakan .yah tidak ingin anak gadisnya men#adi "era%an tua ."a kata orang nanti P P-ya ayah,P #a%abku "elan $etelah ayah dan ibu "ergi aku memasuki kamar .ku hem"askan tubuh di atas kasur .ku tahu ayah tidak akan menemukan laki-laki itu .ku "esimis sekali .ku hara" Jeki menemukan laki-laki itu segera .ku yakin Jeki tidak sembarangan memilih laki-laki itu buatku 666 +.)- sam"ai kini Jeki belum #uga menghubungiku ."akah Jeki tidak menemukan seorang laki-laki buatku> .ku tak ingin %aktu terus berlalu .ku harus &e"at ka%in .ku tak ingin ayah dan ibu terus dilanda malu 9asihan beliau 'aka, kemarin aku memasukan biodata diri "ada sebuah koran lokal dalam kolom kontak #odoh .ku berhara" le%at iklan kontak #odoh itu aku akan menemukan "asanganku .ku sudah tidak "eduli lagi a"akah dia ganteng atau tidak Aang "enting dia laki-laki baik-baik )unya "eker#aan teta" +oh mana ada lagi laki-laki ganteng setam"an Jeki belum menikah diusia di atas tiga "uluh em"at tahun > )ikirku 666 $-.@I itu alarm di hand"hone yang kutaruh di atas me#a membangunkanku dari tidur .ku "un bangkit 7alu keluar dari kamar itu 9useduh teh manis yang tersedia di atas me#a Dari luar, kudengar teriakan ayah yang melengking Dan ibu "un bergegas ke luar dari dalam kamarnya P.da a"a >P tanya ibu "enuh heran P-ni ulah anakmu Benar-benar buat malu sa#a?P #a%ab ayah .ku terke#ut, ta"i tidak tahu a"a salahku P9au lihat ini, ini ,oto anakmu, dan ba&a tulisannya P -bu mengambil koran yang di#ulurkan ayah Dan aku "aham kini, itu "asti ada hubungannya

dengan iklan #odoh itu .ku "un mendekat melihatnya Dan di situ, di koran itu, ada ,otoku beserta keterangannya: Siapa Mau Kawin Denganku?Namaku Agustina Ma a !utri "mur #$ %ahun!eker&aan !egawai Neger' Mendambakan Suami ang (aik )ati "sia #$%ahun dan !aling %inggi $* %ahu' Mempun ai !eker&aan %etap, !NS atau Swast' Diutamakan Masih (u&anga'+ang (erminat Silahkan )ubungi Sa a P."a-a"aan kamu ini 'aya,P kata ibu PBenar-benar "using ke"ala ayah 'aya Di mana ditaruh muka ayah ini "ada ka%an-ka%an ayah, ha ."a itu tak kau "ikirkan 'aya >P P9au sungguh menge&e%akan kami, 'aya )er&uma sa#a kau sekolah tinggi dan seorang "ega%ai negeri ta"i memalukan kami -bu benar-benar ke&e%a 'aya /ntuk a"a diiklan segala, ha,P kata ibu "ula P-ya 'enga"a harus diiklan segala ."a kau tak malu 'aya?P tambah ayah 9ali ini aku benar-benar tidak bisa menahan sedihku .ku lalu berlari ke kamar dan menutu" "intu P.yah dan ibu, maa,kan aku yang selalu membuat kalian malu dengan sika"ku,P rata"ku kemudian .ku bingung, ayah, ibu .ku ingin ka%in, ta"i tidak tahu harus bagaimana P +idak terasa kedua mataku meneteskan air mata +iba-tiba aku menyesal ikut kontak #odoh itu .ku merebahkan tubuh Di atas kasur kulihat hand"hone itu berbunyi @am"aknya kiriman sms dari seorang .ku membukanya, ternyata dari Jeki $'$ itu berbunti: Ma a, aku sudah membaca iklan &odohmu di koran hari ini %api maa, a, sampai kini aku belum menemukan laki-laki ang pas buatmu' Sabar a' .ku lem"ar hand"hone itu !atiku kesal PJeki, kau tak tahu isi hati ini .ku masih men&intaimu, Jeki,P tan"a sadar bibirku melontarkan kata-kata itu .h, beta"a tololnya aku 3"a(ang 20084

"utu Ka$er (an 5u# Sari


O$e#: 6a7an Sunarta Telah berhari-hari Putu Kaler memburu burung perkutut itu. Ia telah menjelajahi sawah dan ladang desa tetangganya, namun burung bersuara merdu itu belum juga

mampu dipikatnya. Demi mendapatkan burung itu Kaler tidak sungkan menginap di gubug di tengah ladang atau numpang tidur di rumah penduduk yang ditemuinya ketika senja semakin merambat menjadi malam yang kelam. Permisi, Pak. B leh saya numpang tidur di rumah Bapak! "aya sedang mengin#ar burung perkutut yang bertengger di salah satu p h n di ladang Bapak,$ begitu Kaler berkata santun pada pemilik rumah yang ditemuinya ketika kemalaman. Dan biasanya pemilik rumah mengijinkan tamu yang tidak diundang itu menginap di rumahnya. Para penduduk desa sudah paham dengan kebiasaan para pemburu burung perkutut yang kadangkala bisa seminggu tidak pulang demi mendapatkan burung yang sedang diin#arnya. Pada kesempatan lain, Kaler kadang bermalam di ladang sambil terus mengintai burung yang bertengger di atas p h n. Kaler tidak ingin kehilangan buruannya. Kemana pun burung itu terbang, pasti akan di#arinya. Ia akan memasang burung pemikat yang ditaruh di dalam sangkar. Burung pemikat akan bernyanyi merdu mengundang burung pejantan yang sedang diin#ar leh Kaler. Dan lelaki gesit itu akan menunggu dengan sabar dari jarak yang agak jauh sampai burung itu benarbenar masuk ke dalam perangkapnya. Ketika hari semakin meninggi, %uh "ari, istrinya, akan mengantarkan makan siang buat suaminya yang setia menunggui burung perkutut itu masuk perangkap. &pa burungnya sudah kena pikat!$ tanya %uh "ari sambil menghidangkan makan siang di sebuah gubug di tengah ladang, suatu hari. Tadi hampir kena. "ayang sekali ada buah kelapa kering jatuh sehingga burung itu kabur lagi,$ gumam Kaler ke#ewa. 'a mesti sabar, Bli. &tau mungkin burung pemikat itu kurang merdu suaranya!$ Kaler terdiam. (amun pikirannya terbang ke mana-mana. &pa mungkin burung pemikat kurang merdu suaranya! &h, tidak mungkin) Burung betina itu telah terbukti mampu memikat banyak pejantan. Kamu kan lihat sendiri, %uh! Di rumah kita ada banyak burung perkutut yang berhasil kupikat dengan perkutut betina itu. Bahkan hampir semua burung yang kupikat bersuara bagus dan banyak yang mau membelinya.$ Tapi mengapa Bli tidak mau menjualnya!$ tanya %uh "ari sambil memasang muka sedikit #emberut. Tidak, %uh. Burung-burung itu tidak akan Bli jual. Bli sangat sayang pada mereka. Kau bisa dengar setiap hari, burung-burung itu selalu menghibur kita dengan nyanyiannya yang merdu. (yanyian yang melenakan jiwa kita, %uh.$ %uh "ari hanya terdiam mendengar ki#auan suami ter#intanya itu. Dia sadar memang tidak bisa membahagiakan suaminya. *ampir sepuluh tahun mereka menikah, namun belum juga dikarunia m m ngan. Bersyukur pula suaminya tidak

terlalu mengeluh dengan k ndisi mereka. Dan %uh "ari tidak juga tahu apakah dirinya yang mandul atau suaminya. Dan kini burung-burung perkutut itu menjadi tumpuan kebahagiaan mereka. "uaminya bisa betah berjam-jam duduk di bale-bale sambil memainkan jari-jarinya untuk melatih burung itu bernyanyi. Kadangkala ia bisa berlama-lama di pasar burung men#ari pakan yang bermutu bagus agar burung peliharaannya bisa bersuara merdu. Burung-burung perkutut itu sudah seperti anak-anaknya saja, selalu menjadi tumpuan kasih sayang. Pada awalnya jelas %uh "ari ke#ewa dan #emburu dengan tingkah laku suaminya yang terlalu sibuk memperhatikan burung-burungnya. &palagi ketika Kaler mulai jarang di rumah karena asyik memikat burung sampai berhari-hari ke desa tetangga. Kalau sudah begitu %uh "ari hanya bisa pasrah dan harus puas dengan nasib yang diterimanya. (amun pernah juga mereka bertengkar gara-gara pers alan burung. Bli, mengapa Bli hanya sibuk mengurus burung-burung itu! +engapa Bli tidak pernah punya waktu untuk saya!$ sengat %uh "ari ketika pagi-pagi dilihatnya suaminya asyik ber#engkerama dengan perkututnya di bale beng ng. Tentu saja suaminya kaget. Burung perkutut dalam sangkar apik itu pun juga ikut-ikutan panik. Kenapa pagi-pagi sudah marah-marah, %uh!)$ ujar Kaler sambil berusaha menenangkan burungnya yang panik. &ntarkan saya ke pasar)$ %h , kamu kan sudah biasa ke pasar sendiri! +engapa sekarang minta diantarkan!$ tanya Kaler p l s sambil membetulkan letak sarungnya yang mel r t. Terus terang saja, Bli. "aya sudah b san hidup begini. "etiap hari harus memberi makan burung-burungmu itu, sementara Bli sibuk ngeluyur memikat burung lain.$ %uh, mengapa ini jadi masalah! Bukankah kamu sudah biasa melakukannya setiap hari! Kamu juga sering mengantar makanan ketika Bli sedang asyik memikat burung.$ Iya. Tapi Bli tidak mengerti perasaan saya)$ "ambil menangis terisak-isak %uh "ari berlari-lari ke#il meninggalkan suaminya yang beng ng mel ng . "ebentar kemudian Kaler kembali asyik dengan burung perkututnya. Ia memainkan jari-jarinya di depan burung itu. +ulutnya bersiul-siul meman#ing burung itu agar ikut bersuara. (amun agaknya perkutut itu mengerti kesedihan %uh "ari

sehingga burung itu m g k bernyanyi. &y , nyanyi) (yanyi yang merdu)$ ujar Kaler pada burung perkututnya. Burung itu masih saja kalem dalam sangkarnya. Kesabaran Kaler mulai habis. Dig n#ang-g n#angkannya sangkar burung itu. Bukannya membuat burung itu mau bernyanyi, malah burung itu menjadi panik. Karena kesal, Kaler menendang sangkar burung itu. Pintu sangkar rusak dan terbuka. Burung itu pun terbang ketakutan. &walnya burung itu terbang rendah kesana kemari. &duh,.gawat) Burungku lepas) Burungku lepas)$ Kaler berlari-lari panik berusaha menangkap burungnya yang telah melesat dan hinggap di ranting p h n nangka di halaman rumahnya. Kaler berusaha merayu burung itu agar kembali turun dan mendekatinya. Ia terus menjentik-jentikkan jemarinya sambil bersiul-siul memanggil perkutut kesayangannya. (amun burung itu masih saja nangkring di atas p h n nangka, seakan mengejek Kaler. Dengan lesu Kaler menjatuhkan tubuhnya di atas bale-bale bambu. Beberapa saat kemudian %uh "ari datang dari pasar. -ajahnya masih #emberut. (amun %uh "ari kaget juga ketika mendapati Kaler meringkuk dengan wajah kusut di sudut balebale. %ebih kaget lagi ketika melihat sangkar burung yang pintunya k yak. Kenapa, Bli! &da apa!$ seketika wajah #emberut %uh "ari pudar, berganti panik. Dia #emas kalau penyakit asma suaminya kumat lagi. Burungku lepas, %uh.$ Kenapa bisa lepas, Bli!$ Kutendang tadi.$ %uh "ari terdiam. "ementara itu burung yang tadi bertengger di ranting nangka telah melesat terbang menjauhi rumah mereka. Tapi kuping Kaler masih sempat mendengar lamatlamat nyanyian merdu suara burung yang kini menjauh itu. Kaler bergegas bangkit dari duduknya. Kemudian buru-buru menyambar burung pemikat beserta sangkarnya. %uh, Bli pergi dulu. Bli mau mengejar burung itu. (anti siang bawakan Bli makanan ya..)$ %uh "ari geleng-geleng kepala menatap kepergian suaminya yang tidak

sempat berganti sarung. Kaler masih terus memburu burung perkututnya. "udah berpetak-petak sawah ia seberangi. Telah berbidang-bidang ladang ia jelajahi. Ia tidak ingat lagi berapa gubug pernah disinggahinya, berapa rumah penduduk pernah ditumpanginya. "uara burung perkutut itu terus terngiang-ngiang dalam gendang telinganya, melantunkan gema yang menyusup menentramkan jiwanya. &yah, mengapa &yah menendang saya!) "aya takut, &yah)$ "ayup-sayup Kaler mendengar suara di dalam kepalanya. "iapa kamu!) +engapa memanggilku &yah!$ Kaler terkesiap. "amar-samar ia melihat wajah b #ah yang gemetar ketakutan. "aya anakmu.$ &ku tidak punya anak)$ Kamu punya, &yah.$ B #ah itu perlahan memudar dari pandangan Kaler. Tiba-tiba sebuah tangan menjulur menyentuh pundaknya. Kembali Kaler terkesiap. .elagapan ia terbangun dari tidurnya. Pak, bangun) "udah pagi) "aya mendengar suara perkutut di p h n mangga. +ungkin itu burung yang Bapak #ari,$ ujar pemilik rumah tempat Kaler menginap sembari mengarahkan telunjuknya ke p h n mangga yang dimaksud. 'a. Tidak salah lagi. Itu burung yang saya #ari berhari-hari,$ jawab Kaler. Kaler bergegas mengintai burung itu. "angkar burung pemikat memang telah digantungnya di dahan mangga kemarin s re. Dan sekarang perkutut yang diburunya sedang mendekati burung pemikat. Perlahan namun pasti, burung itu berhasil dipikatnya. Kaler pun pulang ke rumah sambil bersiul-siul bahagia. Di rumah, %uh "ari telah menanti kedatangan Kaler dengan harap-harap #emas. Begitu melihat Kaler mun#ul di pintu pagar, %uh "ari langsung menghambur memeluk Kaler. Bli, saya terlambat datang bulan. "aya hamil, Bli)$ seru %uh "ari dengan wajah berbinar-binar. Kaler terkesiap, namun bahagia. "udah lama ia menanti kabar gembira ini. Kaler mengelus rambut %uh "ari penuh kasih sayang. Kaler kembali mengingat mimpinya. &pakah b #ah yang hadir samar-samar dalam mimpinya itu akan menjadi kenyataan!

Bli bahagia mendengar kabar gembira ini, %uh. Bli berjanji tidak akan pergi memikat burung lagi. Bli akan lebih sering di rumah menemanimu, melihat perutmu semakin membesar, dan menunggu kelahiran anak kita.$ %uh "ari terharu dan bahagia menatap suaminya. Burung-burung perkutut bernyanyi merasakan kebahagiaan mereka.////

Cerpen : A!u 8ngin )a(i Kupu9!upu


O$e# : ,u*tafa 8*mai$ B.).9 mengabarkan "ekan de"an kami "indah )indah lagi, lebih te"atnya !am"ir setia" tahun kami "indah +idak #auh-#auh memang, teta" di lingkungan ini-ini sa#a 9ami tidak mungkin "indah #auh, karena aku sekolah tidak #auh dari sini, di sebuah sekolah menengah atas Jika "indah #auh, a"alagi ke "inggiran kota, #elas akan membuatku kalang-kabut :9alau aku sudah kuliah boleh "indah #auh, kalau "erlu sekalian ke kam"ung ba"ak di Ja%a,< kataku Ba"ak tidak men#a%ab, hanya memonyongkan mulutnya, seolah ingin mengatakan: itu kan maumu 'aunya keadaan belum tentu begitu .ku ma,hum, keadaan kadang membuat seseorang harus "ergi dari tem"at yang ia sukai, bahkan harus terusir dari kam"ung sendiri

$esungguhnya, ini adalah kam"ungku Di kam"ung "adat inilah aku menangis untuk "ertama kalinya .ku lahir hingga besar disini 9etika ke&il, aku suka berlarian di gang di de"an rumah kami yang hanya &uku" untuk ber"a"asan dua orang "e#alan kaki .ku dan teman-teman bermain di atas badan gang itu, ya main dadu, "etak um"et, dan a"a sa#a 9etika ada se"eda motor le%at, kami segera menyingkir

9alau sen#a turun, gang itu kami "ergunakan ramai-ramai $elain kami yang bermain, gang itu #uga digunakan oleh "ara "edagang makanan keliling untuk le%at, bahkan nongkrong, #uga untuk ibu-ibu yang duduk di de"an rumahnya sambil mengobrol .da "ula anak-anak muda yang bergerombol di u#ung gang sambil menyanyi diiringi "etikan gitar yang tak #arang berantakan

9alau sedang sum"ek di gang, aku dan bebera"a teman suka "ergi ke luar #alan besar 9ami menyebut &u&i mata: melihat orang-orang le%at, barisan &ahaya dari "ertokoan dan lam"u-lam"u mobil yang menyilaukan $ebenarnya bagiku yang "aling menarik bukan itu Di #alan besar, aku bisa dengan leluasa menata" "un&ak 'onas .ku begitu tak#ub melihat &ahaya keemasan dari "un&ak tugu itu

:9a"an ya aku bisa naik ke "un&ak emas ituK< 9ata-kata itu suka melun&ur begitu sa#a dari mulutku 9a%an-ka%an yang mendengar kadang berkata: :9amu harus men#adi burung dulu < +a"i aku selalu menolak u&a"an mereka .ku tidak ingin #adi burung :.ku ingin men#adi ku"u-ku"u <

:9u"u-ku"u malam dongK < +a%a teman-teman lalu "e&ah 'ereka "uas meledekku +a"i aku diam sa#a )ada suatu saat akan ku#elaskan menga"a aku ingin men#adi ku"u-ku"u, bukan ingin men#adi burung yang bisa terbang setinggi mungkin Buatku, ku"u-ku"u lebih indah, lebih lembut -a memang tidak bisa terbang tinggi, ta"i itulah tantangannya: ia harus ber#uang untuk melakukan itu

9u"u-ku"u harus ber#uang untuk terbang sam"ai ke 'onas +a"i bagi burung tidak -a bisa men&a"ainya ka"an sa#a $erba mudah 9ondisiku tidak se"erti itu .ku butuh "er#uangan untuk men&a"ai sesuatu .yah tidak "unya "eker#aan teta" dengan "enghasilan &uku", kadang men#adi so"ir ba#a#, lain kali men#adi tukang bangunan, "ada saat lain #adi so"ir metro mini -bu hanya di rumah 'engurusku dan dua adikku

.ku bukan burung yang bisa terbang kemana"un aku mau Ber&ita-&ita men#adi ku"uku"u "un adalah sesuatu yang tidak mudah bagiku .ku ini sebetulnya keong, yang merangkak "elan +a"i aku tidak ingin men#adi keong +erlalu lambat, tidak bersemangat .ku tidak suka melihat sesuatu yang tidak bergairah, lemas, a"alagi diam .ku suka bergerak, berlari, dan terbang

9etika mulai besar, aku makin memanta"kan diriku untuk men#adi ku"u-ku"u 9ata ibu, aku &antik :9amu ini bisa kayak artis lho 'udah-mudahan kamu nanti #adi artis,< kata seorang bulekku di Ja%a, ketika kami "ulang "ada sebuah 7ebaran .ku tersenyum ti"is, dan berkata: :.ku mau #adi ku"u-ku"u, Bulek <

Bulekku ter"erangah mendengarnya :9u"u-ku"u malam, maksudmu> =ling nduk, elingK< :Bukan bulek Bukan ku"u-ku"u malam Jadi ku"u-ku"u, itu yang suka terbang di bungabungaK< :Mbuh, aku nggak ngerti maksudmu <

.ku tidak men#elaskan lebih lan#ut, karena "er&uma )astilah bulek makin tidak mengerti dengan "en#elasanku .khirnya ibu yang men#elaskan dengan bahasanya sendiri: :-a ingin

men#adi se"erti ku"u-ku"u, bisa hingga" di bunga-bunga < 'eski tidak se"enuhnya benar, "en#elasan ibu membuat bulek mengangguk-angguk

:Karebmu, asal #angan men#adi ku"u-ku"u malam lho ndukK Bulek tak rela Bulek bisa bunuh diriK< Bulek kemudian berlalu, ta"i teta" menyim"an rasa "enasaran yang hebat: :9einginan kok aneh-anehK <

.ku tidak menyahut, hanya tersenyum +idak semuanya memang "erlu di#elaskan ke"ada orang lain +idak semuanya mesti diungka"kan +idak semuanya orang bisa "aham dengan keinginan-keinginan orang lain 'aka itu, aku bisa mengerti menga"a bulek men#adi bingung mendengar kata-kataku

'aka, se#ak itu, keinginan itu "un kemudian aku sim"an men#adi keinginan ter"endam .ku hanya akan mengungka"kan itu kembali ketika aku sia" men#elaskan dengan bahasa yang dimengerti oleh orang lain 9alau tidak, aku bisa diangga" sebagai orang aneh bahkan gila

+a"i, se"erti biasa, kalau malam aku suka keluar ke #alan raya untuk menikmati &ahaya keemasan dari 'onas $endiri .ku tidak menga#ak teman-teman 'ereka "asti "unya a&ara sendiri-sendiri 9esendirian #uga membuatku lebih bebas 7ebih le"as Bisa sesukanya membayangkan diri men#adi ku"u-ku"u

-tu "ula sebabnya aku tidak mau "unya "a&ar, meski"un banyak teman sekolah menge#arnge#arku, berusaha berbaik-baik "adaku, mena%arkan nonton, #alan-#alan, bahkan mengantarku dengan mobilnya .ku tidak tertarik .ku tidak ingin terkungkung, mengikuti kese"akatan-kese"akatan yang dibuat atas nama &inta .ku ingin men#adi ku"u-ku"u, yang bebas, dan bisa berada di tem"at-tem"at menyenangkan

Bebera"a teman menggosi"kan aku lesbian, hanya suka "ada "erem"uan 'ereka hanya kera" melihat aku bersama teman-teman "erem"uan, tak "ernah sekali"un ber#alan berdua bersama seorang laki-laki +a"i aku diam sa#a +oh tidak semua hal mesti dibantah 9alau dibantah, #ustru bisa membuat yang bikin gosi" #adi lebih senang +a"i kadang-kadang, aku bangga #uga digosi"in, artinya aku di"erhatikan

+a"i sudahlah, aku tidak tertarik untuk membahasnya lebih lan#ut Aang mengganggu "ikiranku kini adalah kata-kata ba"ak tadi "agi sebelum aku berangkat sekolah :)ekan

de"an, kita "indah < 9emana> Ba"ak menggeleng -bu #uga diam sa#a $etelah itu, ba"ak berangkat ker#a, entah ker#a a"a B aku tidak "ernah bertanya -bu "un tak tahu

$e"erti kukatakan tadi, ini bukan kali "ertama kami mesti "indah !am"ir tia" tahun kami "indah, men&ari kontrakan yang lebih murah, meski di lingkungan di situ-situ #uga, namun makin #auh dari 'onas $ekarang, banyak kontrakan tumbuh, gedung-gedung #uga tumbuh, se"erti "ohon-"ohon besar di tengah hutan

9ontrakan lama sering diruntuhkan, lalu diatasnya dibangun kontrakan baru yang lebih bagus, tentu dengan harga se%a yang lebih mahal dari sebelumnya Biasanya "enghuni kontrakan-kontakan baru itu adalah orang-orang baru, yang lebih muda, "eker#a atau keluarga muda 'ereka lebih ra"ih, lebih ter"ela#ar dari"ada "enghuni sebelumnya

:."akah kontrakan itu mau dirobohkan, m"ok>< .ku tidak kuat menahan "enasaran lalu bertanya ke"ada '"ok 'inah yang ber#ualan gado-gado di u#ung gang '"ok 'inah mengernyit dahi, mem"erlihat ketidakmengertian :9ata sia"a><

:9ata Ba"ak, kami harus "indah "ekan de"anK<

:;ah, aku belum tahu 'ungkin ba"akmu sudah da"at kontrakan yang lebih bagus dan lebih murah <

'ungkin #uga +a"i mau "indah kemana lagi, aku sungguh &a"ek sekali harus mengikuti ritual "indah 9alau aku "unya uang banyak, aku akan beli rumah besar di dekat 'onas, agar kami hidu" tenang dan nyaman, lalu tia" malam aku menikmati &ahaya keemasan yang berkilau-kilau dari "un&ak tugu itu

Ja%aban baru ku"eroleh dari ibu, malam-malam, setelah lama ibu diam :Ba"ak tidak "unya uang untuk bayar kontrakan < -bu mengatakan itu tan"a kutanya, mungkin ia tidak sanggu" menyim"an sendiri beban itu $e#ak "agi, ibu selalu termenung :+a"i ba"ak sedang mengusahakan agar bisa bayar kontrakan Ba"ak sedang men&ari "in#aman,< kata ibu lagi, setengah terisak Bening-bening ke&il #atuh di %a#ah ibu

Begitu berat beban ibu, beban keluarga kami .ku menggigit bibir +ia" tahun, selalu "ersoalan itu yang mun&ul /ntungnya biaya sekolahku dan dua adikku tidak sam"ai menunggak -ngat begini, kadang aku mau keluar sekolah dan men&ari ker#a +a"i, "eker#aan a"a yang bisa kulakukan .tau aku men&oba-&oba masuk agen&y artis dan model> +idak, itu bukan "eker#aan mudah

'ataku menera%ang )ikiranku ke mana-mana 7angit-langit ruang tamu rumah kami se"erti layar ,ilm yang menyuguhkan berbagai gambar dan adegan 7amat-lamat, aku merasakan tubuhku melayang 9ulihat tubuhku bersaya" :!oreK .ku men#adi ku"uku"u,< teriakku girang 9egirangan tiada tara 9einginanku tiba-tiba ter&a"ai

.ku keluar dari rumah, terbang di atas ata"-ata" rumah Dari sana, aku melihat 'onas makin berkilau .ku melihat Jakarta yang benderang, bagai lautan &ahaya dengan "erahu dan ka"al yang sebagian diam dan sebagian lagi berarak di ruas-ruas yang miri" sungai, yang berbelok-belok dan tak bermuara

:.ku ingin terbang ke "un&ak 'onasK< Berkali-kali kata-kata itu kuteriakkan +a"i malam seolah diam, tidak "erduli "ada kata-kataku .ku "un tidak ambil "using .ku terus terbang, "elan namun "asti, ke arah tugu itu, mela%an angin yang tiba-tiba men#adi ken&ang, bahkan mela%an hu#an yang tiba-tiba turun dengan "etir yang kilat dan "etir menyambarnyambar

:.ku harus bisa men&a"ai "un&ak emas 'onas,< teriakku lagi +a"i, belum sam"ai di 'onas, sebuah ketukan beruntun dan "an#ang membangunkanku .ku terlon#ak dan bangun, buru-buru ber#alan ke arah "intu 9ulihat dua orang lelaki dengan air muka keras menata"ku, sambil bertanya: :.nda "utrinya )ak 9usno><

Belum sem"at ku#a%ab, ibu telah berdiri di de"anku -a lalu memintaku untuk masuk $etelah itu, aku tidak tahu lagi a"a yang mereka bi&arakan Aang kutahu, ibu tiba-tiba menangis, sambil menyebut-nyebut nama ba"ak :9ang 9usno, kamu tidak boleh "ergi 9amu tidak boleh mati 9amu harus teta" hidu"K <

.ku baru sadar bah%a sesuatu telah ter#adi "ada Ba"ak :Ba"ak kena"a Bu, ba"ak kena"a>< .ku menggoyang-goyangkan tubuh ibu yang tam"ak lunglai Dalam tangis yang makin meninggi, suara itu meraung: :.yahmu dibakar orang karena men#ambretK +ega benar orang itu <

+erdiam se#enak, aku menggigit bibir Berat betul beban ba"ak +ragis betul nasib ba"ak +a"i aku tidak boleh menangis 'eski tan"a ba"ak, aku teta" ingin men#adi ku"u-ku"u .ku teta" ingin terbang ke "un&ak 'onas .kan kukerat se&uil emasnya $ebagian akan kuberikan "ada ibu $ebagian lagi untuk menye"uh nisan ba"ak

,u*tafa 8*mai$ Depok, Nopember .**/

Cerpen : E*!a$at&r

O$e# : Ratna 8n(ra*+ari 8.ra#im AN0SA, sedang memasuki sebuah pla1a, matan a tertarik ke beberapa blus ang cocok untuk nonton, beli bakso, &alan-&alan ke tepi pantai' 2Akan dibelin a dua blus, untuk keperluan itu!3' .nisa, memutuskan untuk melihat yang lain dulu Dia tidak "erlu tergesa-gesa, hari ini &uti? Dia ingin belan#a ba#u $eminggu lagi, .nisa akan menghadiri "ernikahan bosnya, mbak =rlika E"utri "e#abat tinggi di negeri ini dengan "resenter yang sedang naik daunF )esta "ernikahan yang bebera"a hari ini, sudah dilansir oleh media massa dan elektronik Bahkan begitu banyaknya yang ingin hadir di "ernikahan itu, konon kartu undangan "ernikahan, mbak =rlika bisa di#ual belikan $ebagai sekretaris mbak =rlika, .nisa tentu akan hadir di "esta "ernikahan, yang "aling bergengsi di tahun ini )adahal .nisa, seorang "erem"uan dari daerah +e"atnya, dia lahir dan dibesarkan di sebuah kota ke&il di sebelah selatan kota 'alang Dimana "erem"uan"erem"uan di tem"atnya masih hidu" dengan "ola lama 9ebanyakan menikah dalam usia muda, tidak berminat melan#utkan sekolah setelah menamatkan $')-nya +ata &ara hidu"nya se"erti mbah-mbah mereka dulu, setelah bangun "agi memasak untuk seisi rumah, sambil mera%at anak-anaknya Di sela-sela %aktunya, baik se&ara bersama mau"un sendiri, mereka nonton +O dan membi&arakan tokoh-tokoh dalam sinetron, se"ertinya tokoh-tokoh itu adalah tetangga sebelah rumah 666

.@-$., melihat ba#u-ba#u lagi dengan naik eskalator dari tingkat "ertama, sam"ai tingkat terakhir 9emudian kembali ke tem"at "ertama, di mana, .nisa melihat ba#u yang disukainya itu? 9ala melihat harganya? .nisa ragu, dia memutuskan untuk melihat-lihat gaun yang lainnya dulu Bebera"a bulan lagi, adik bungsunya akan masuk ke /niLersitas, berarti harus menghemat di "os ba#u 666 9=+-9. dia masih ke&il, kakak lelakinya, memutuskan ba#u a"a yang "antas bagi dirinya? Dia memang suka mengoleksi ba#u se#ak ke&il 9akak lelakinya sering bilang, :)ara suami tidak akan senang "ada "erem"uan yang sangat suka belan#a ba#u $eharusnya, kau mulai menghitung dengan &ermat uang ga#imu, agar bisa menabung .dik bungsu kita akan masuk uniLersitas +idak semua beban sekolahnya, bisa saya biayai sendiri se"erti "ada masa kamu kuliah, a"alagi kau tahu anak-anakku sebentar lagi #uga akan masuk uniLersitas < 666 $=$/@II/!@A., dia tidak "ernah merasa harus mengikuti mode ."alagi uang ga#inya sebagai sekretaris mbak =rlika di kota ini, tidaklah besar /ang ga#inya sekitar tiga #uta ru"iah 9alau dirin&i yang harus dibayar adalah: kos, trans"ortasi ke kantor, makan sehari-hari dan mengirim uang sekolah adiknya, #adi yang tersisa tidaklah banyak 9ehidu"an .nisa kini, "asti lain kala masih mahasis%a di kotanya E'alangF Begitu banyak yang meski dibelinya +entu, sekali lagi, bukan karena dia ingin men#adi modis atau "esolek +a"i "ergaulan sosialnya, menuntut untuk ber"enam"ilan, yang "astinya tidak murah .nisa, mengalihkan "erhatiannya "ada gaun yang lain !arga gaun ini, tidak semahal yang "ertama +a"i, setelah di"erhatikan dengan seksama, %arnanya terlam"au "u&at untuk di"akai di "esta =rlika, yang diadakan di ballroom me%ah, di mana tata lam"unya, mengikuti orang-orang yang ingin bersalaman dengan "engantin .nisa, ingat kakak lelakinya "ernah menam"ar, kala dia membeli gaun "ilihannya sendiri? 'enurut kakak lelakinya, gaun itu mengesankan "emakainya "erem"uan nakal $emua kerabatnya se"aham kalau gaun itu lebih baik dibakar ;aktu itu, dia baru sa#a em"at belas tahun Oleh karenanya, semua memberi nasihat, :$ebenarnya setia" suami lebih suka "ada "erem"uan yang sederhana < .nisa, melihat sekotak make-up, yang "asti serasi dengan gaun "ilihannya yang "ertama $ebetulnya, .nisa merasa "as dengan gaun "ilihannya yang "ertama itu +a"i kalau dia #adi membeli, uangnya tidak &uku" untuk membeli aksesoris, sebagai "elengka" gaun itu .nisa tersenyum, sudah dibayangkan, seandainya dia memakai gaun tadi, dalam "esta mbak =rlika, semua orang "asti membelalakkan matanya 9alau sa#a "ada %aktu itu, dia tidak ngotot dan ker#a di kota metro"olis ini, "asti dia kini sudah #adi istri !asan, yang hidu"nya di kota ke&il $ekali"un "ada a%alnya, dia begitu ketakutan dan kese"ian tinggal di kota metro"olis ini $ehingga, kadang-kadang ber)ikir untuk menerima sa#a saran keluarganya, men#adi istri !asan 666

.@-$. ber#alan lagi kebagian lain di "la3a ini 'atanya tertumbuk "ada gaun "engantin, gaun itu "utih, dia tidak berani membayangkan, a"akah kelak akan tersenyum dengan memakai gaun "engantin itu 7antas, &e"at-&e"at dia mengalihkan "erhatiannya "ada tas bagus 'elihat bebera"a %arna yang bagus, dia tersenyum sendiri .nisa, belum memutuskan gaun mana yang akan dibeli untuk "estanya, mbak =rlika, .nisa tidak mau buru-buru menentukan "ilihannya +iga bulan yang le%at, "ernah membeli gaun di sini, sam"ai hari ini, tidak ingin memakainya +entu sa#a, dia tak ingin ke#adian itu, terulang $ebenarnya, dia sudah banyak melihat gaun di sini, ta"i tak ada yang &o&ok 9alau &o&ok, gaun itu terlam"au mahal +iba-tiba matanya tertumbuk "ada sebuah gaun semodel yang dibakar kakaknya .nisa, lantas "indah ke "la3a lain .da bebera"a gaun yang menarik "erhatiannya 666 D-. melihat gaun yang lebih bagus dari "ilihannya yang "ertama Dia menduga &uma dengan ga#i sebesar ga#i mbak =rlika bisa dibelinya gaun sema&am itu .nisa melihat lagi gaun itu, kalau menguras uang tabungannya, "asti bisa terbeli gaun itu? $ebenarnya, dia ingin meman#akan dirinya sendiri )astinya semua "erem"uan, tidak sayang membelan#akan uangnya untuk membeli gaun seindah itu $eandainya terbeli gaun ini, =rlika yang #adi "engantin, akan ter&engang-&engang melihat gaun yang "asti bagus @amun, sebelum memutuskan mengambil gaun itu seorang "erem"uan &antik sudah menyuruh "ramuniaga membungkus gaun itu .nisa, untuk sesaat tergaga"-gaga" $am"ai saat ini, belum #uga ter"ilih gaun untuk "estanya, =rlika )adahal, dia tidak "unya niat untuk #alan-#alan lagi ke "usat "erbelan#aan lain Dia harus menabung untuk ke"erluan sekolah adiknya @amun, .nisa ingat gaun yang ber%arna &oklat, di "adu dengan aksesori ini sangat &o&ok .neh, dia sudah menda"at aksesori, tas dan se"asang se"atu @amun, belum #uga dibelinya gaun yang "as untuk "estanya, =rlika 9emudian, dia memutuskan untuk membeli lebih dulu blus santai, sebuah buku "etun#uk tentang bagaimana meraih sukses, boneka lu&u untuk di taruh di me#a riasnya .nisa merasa &a"ek, sebetulnya menga"a harus ribut, toh tidak ada yang akan melihat dirinya di "esta itu Aang hadir "asti akan melihat "ara "e#abat di negeri ini, bebera"a selebritis yang #adi teman mbak =rlika .nisa merasa didorong lagi untuk melihat gaun semodel yang dibakar kakaknya itu Dia ragu, tiba-tiba ingin dibelinya gaun itu $ekali"un dia tak akan memakainya 'ungkin ini sebuah "emborosan, ta"i lagi-lagi dia ingin membelinya $e&e"atnya, .nisa membeli gaun itu, sebelum orang lain membelinya Bergegas ke kasa, dia merasa se"erti #uara kelas ketika membayar gaun itu $eseorang menyentuhnya, :'bak, saya sedang hamil dari tadi ke"ingin "ada gaun itu 'ungkin saya ngidam gaun itu ."akah saya bisa mengganti gaun itu>< .nisa merasa terhenyak, :."akah suami .nda mem"erbolehkan, memakai gaun semodel itu>< :$aya istrinya, bukan ba%ahannya ."alagi, saya lagi hamil anak "ertama kami <

.nisa merasa dibanting? Dengan &e"at .nisa keluar dari "la3a 9ini, dia berada di salah satu gerai, ketika sibuk memilih, "ramuniaga gerai itu berkata, : 'bak, dari tadi kelihatan sibuk memilih ba#u, a"akah saya bisa menun#ukkan sebuah ba#u yang "astinya "antas untuk 'bak>< .nisa merasa &a"ek )ramuniaga itu menun#ukkan sebuah gaun semodel, yang dibakar kakak laki-lakinya? Ehari ini, .nisa melihat ba#u semodel yang dibakar kakaknya sebanyak tiga kali F .nisa, mengembuskan na"asnya kuat-kuat :."akah, saya bungkuskan gaun ini untuk 'bak>< /ntuk se#enak .nisa ragu 9emudian dia merasa sudah mengambil ke"utusannya sendiri :Bukan gaun itu, ta"i gaun &oklat yang di sana $aya akan menghadiri "esta 'bak =rlika yang "utri "e#abat itu Ba&a beritanya kan, hari ini> 9an sudah sering disiarkan #uga di in,otament< )ramuniaga itu membelalakan matanya .nisa tersenyum, dari balik "intu ka&a gerai ini, anak rambutnya bermain-main di keningnya

,a$ang, %1 )anuari 200:

Cerpen : Emai$ Tera!#ir ;a#+a

O$e# : <ianing 6i(7a =u(#i*tira $='/. bermula dari surat elektronik yang masuk ke emailku, "ertengahan ."ril 2008 $eorang mahasis%i /niLersitas $ydney, yang tengah menyelesaikan masternya di bidang sastra -ndonesia ingin mengenalku lebih dekat Dalam suratnya ia mengatakan bah%a ia sangat suka noLelku, Sintren $emula aku menangga"i surat elektronik itu biasa-biasa sa#a -a "asti mahasis%a -ndonesia yang sedang bela#ar disana @amanya Hah%a $uraia @a#ib -a sangat ,asih berbahasa -ndonesia $eminggu kemudian datang lagi emailnya -a mengabarkan akan segera berkun#ung ke -ndonesia, dan memohon kesediaanku menemaninya menyusuri "antai utara -a ingin mengun#ungi tanah Batang, setting dalam noLel sintren .ku nyaris tidak "er&aya "ada a"a yang kuhada"i .ku merasa tersan#ung +a"i "erasaan ragu lalu menyelina": mana mungkin Bisa #adi orang yang mengaku mahasis%i /niLersitas $ydney ini tengah menggodaku, menyan#ungku atau tengah hendak menerta%akan aku :$ia"a tahu benar Jangan meremehkan email yang masuk,< u#ar suamiku

:.rtinya aku harus menemani dia selama di Batang < :Aa, biar aku ambil &uti nemani anak-anak =dgin kau a#ak "ulang, titi"kan sama -bu di kam"ung < =dgin yang dimaksud adalah anak kami terke&il .ku mengiyakan "enda"atnya Benar $eminggu kemudian, $abtu siang, Hah%a menghubungiku dan menga#ak bertemu di salah satu hotel di ka%asan Cikini, Jakarta +ernyata, ia bukan orang -ndonesia ;a#ahya khas +imur +engah )ostur tubuhnya tinggi 9ulitnya ke&oklatan !idungnya man&ung dengan rambut alis mata lebat serta bola mata yang terang :$intren,< begitu ia memanggilku :.ku mahasis%a asal )alestina .ku tertarik sastra -ndonesia setelah memba&a karya-karya )ramudya .nanta +oer, !amka, dan !am3ah Dansuri 'aka itu aku kemudian ambil kuliah master tentang sastra -ndonesia .ku kagum sastra di negerimu sangat kaya,< katanya .ku begitu tersan#ung dengan kata-katanya :$intren, "asti ingin bertanya dari mana aku tahu noLel $intren kan>< -a diam se#enak sambil memandangku -a seolah tahu a"a yang sedang ku"ikirkan :.ku menemukan noLelmu di "er"ustakaan kam"us 7alu aku men&ari tahu lebih banyak lagi di internet < .ku mengangguk-angguk :@ggak heran lagi kan menga"a ada mahasis%a )alestina hendak menulis tesis tentang $intren>< u&a" Hah%a 9ami lalu terlibat obrolan +ak hanya tentang $intren dan Batang, #uga tentang "ro,esiku sebagai "engarang, tentang kuliahnya, tentang kuliahku yang tidak kuselesaikan, #uga tentang negerinya )alestina yang seolah terus didera "erang 9ami se"akat ke Batang esok "aginya 'enum"ang mobil se%aan, Hah%a tak henti-hentinya bertanya tentang nama-nama kota yang kami le%ati 9etika kami mele%ati Cirebon, ia #uga tahu kota ini memiliki seni $intren :."akah $intren Cirebon sama dengan yang ada di Batang, Dayen < /"s 7idah asingnya terdengar #uga akhirnya @ama de"anku Dian diba&a sebagai Dayen /nik #uga .ku "un men#elaskan kesamaan $intren Cirebon dengan yang di daerahku )ertun#ukkan sintren di Batang diiringi "ara "an#ak #uga tetabuhan musik "engiring khas sintren Di Cirebon "un sama $intren di"andu oleh seorang "im"inan sintren, biasanya orang laki-laki yang sudah tua Di Batang "un "a%ang sintren biasa di"anggil 'bah, sebagai "anggilan untuk orang laki-laki yang sudah tua :Bedanya>< :Bedanya di Batang, "ertun#ukkan sintren tidak "ernah diadakan siang hari, selalu malam hari Di Cirebon bisa siang hari /ntuk busana, di Cirebon memakai &elana "an#ang, di Batang memakai kain #arik atau batik < :Dan tak setia" "era%an bisa men#adi sintren kan Dayen < .ku mengiyakan

'obil yang kami tum"angi terus mela#u )erbin&angan yang asyik membuat %aktu ber"utar sangat &e"at +ak terasa kami sudah memasuki kota +egal !atiku bersorak /sai +egal bus menya"a )emalang, )ekalongan lalu Batang 9ami sam"ai di rumah ibu, saat bulan mulai menggantung di langit =sok "aginya, -bu menghidangkan megono untuk makan "agi, dan se"iring ke&il #a#anan gethuk Hah%a tam"ak menikmati betul makanan kam"ung itu /sai makan "agi, kami segera mengun#ungi tem"at-tem"at lokasi noLel sintren )ertama, yang aku kun#ungi adalah tanah la"ang di Iang @anas, sebelah kanan rumahku *umahku berada di te"i #alan Aos $udarso Ber#alan bersisian dengan Hah%a kian mem"er#elas "ostur tubuhku yang "endek +ata"an tetanggaku menyiratkan kekaguman "ada keelokkan Hah%a yang berkali-kali tersenyum ke"ada "ara tetanggaku +iba di tem"at yang ditu#u, kami berhenti .ku menun#ukkan deretan rumah beton yang dulu tanah la"ang untuk "ertun#ukkan $intren ;aktu itu, "ada 1N84, aku masih kelas em"at $D dan suka menonton "ertun#ukan itu :4h m good, sudah #adi rumah semua Dayen < .ku mengangguk Di belakang kami, ada rumah yang tak lagi tera%at 9osong .ku #elaskan "ada Hah%a, di rumah ini dulu tinggal salah seorang a%ak sintren @amanya 7ek $utris Dia "enabuh tethe sekaligus "emilik "erangkat musik $intren 7ek $utris dan istrinya tak dikaruniai anak, #adi tak ada lagi yang menghuni rumah itu setelah mereka meninggal Hah%a mengangguk-angguk :Oke, sebelum kita ke 9lidang dan la"angan 9anoman di 9ase"uhan, aku ingin ke 9ali 9ramat dulu,< "inta Hah%a .ku terharu Hah%a begitu ha,al nama-nama lokasi dalam noLelku 9ali ini aku menga#aknya naik andong Deras arus 9ali 9ramat mulai terdengar, Hah%a minta andong berhenti :.ku ingin #alan kaki,< u#arnya 9ami turun, lalu ber#alan menyusuri bentangan 9ali 9ramat )ada sebuah batu besar, kami berhenti 9ami duduk berisisian di sam"ing kiri batu, sebesar dua rentangan tangan orang de%asa .ku melongok ke 9ali, arusnya bikin bulu kudukku merenggang Di te"i kali, bebera"a ekor katak berlom"atan kian kemari :.ku se"erti melihat $aras%ati ketika dimandikan di sini Dayen Di kaki langit itu #uga, aku se"erti melihat bayang $aras%ati yang kau katakan sangat- sangat mem"esona < :+erima kasih Hah%a < $uara arus kali 9ramat men&i"ta sim"oni bersama suara dedaunan .ngin menyem"urnakan sim"oni itu Hah%a memandangi langit le"as yang biru :9amu beruntung Dayen,< u&a"nya kemudian +erdengar se"erti sebuah hara"an, rasa syukur #uga keluh :9amu tinggal di sebuah negeri yang damai, tenang, tak ada rentetan tembakan, dentuman bom yang datang ka"an sa#a, teriakan anak-anak yang men&ari ibunya di ba%ah hu#an "eluru,

#uga histeris ibu-ibu, tatkala anak ter&inta meregang nya%a di "angkuannya $erta #erit "ilu kanak-kanak, yang menda"ati ayah bundanya tak bernya%a lagi < .ku menelan ludah 9erongkonganku terasa "erih dan "edih %umpahkanlah 5ahwa apa ang men esakkan di dada, aku sekarang merasa ia bukan sekadar pembaca novelku' 6ebih dari itu' 0a saudaraku' Sekali lagi saudaraku' .ku membatin Hah%a menghela na"asnya $angat berat 'atanya yang terang benderang berubah redu" -a masih memandangi langit le"as :9ematian rahasia +uhan, Hah%a,< kataku :Dimana "un kita akan mati Dan "ada akhirnya, di negeri mana"un sama sa#a 'asing-masing "unya "ersoalan sendiri @egeri kami #uga "unya banyak "ersoalan +sunami di .&eh, gem"a bumi, ka"al tenggelam, hingga "er&ikan lum"ur dari "erut bumi yang menenggelamkan sebuah ka%asan di Ja%a +imur -tu belum lagi kemiskinan yang makin men#adi-#adi < :Aa -tu yang membuat aku teta" bisa ber"ikir %aras < :;aras>< :Dulu aku "ernah ingin meninggalkan tanah )alestina yang "enuh horor .ku ben&i "erang 9arena "erang membuat anak-anak )alestina tak bisa ber"uisi, Dayen .ku ingin memboyong ayah ibuku keluar dari )alestina .ku ingin menikmati kehidu"an normal, "enuh ta%a .nak-anak bisa bebas berlari, berteriak dan merdeka < Hah%a menangku"kan %a#ahnya "ada kedua tela"ak tangannya +ak lama kemudian Hah%a membuka kedua tangannya :+a"i ayah ibuku menolak 'ereka bertahan di )alestina .lasan mereka, sia"a lagi yang akan ber#uang mem"ertahankan tanah )alestina, kalau bukan orang-orang )alestina )alestina adalah tanah air yang harus dibela sam"ai titik darah terakhir, Dayen < :-ya,< u&a"ku ter&ekat :Beta"a hinanya aku Dayen, bila keluar dari )alestina hanya karena ingin selamat +ahun ini aku "utuskan untuk menyelesaikan tesisku .ku harus berhasil meraih masterku /sai itu aku akan "ulang, mem"er#uangkan )alestina .ku ingin membuat anak-anak )alestina "intar dan &erdas < !mm :9alau aku "ulang nanti aku akan memberikan seluruh hidu"ku untuk anak-anak )alestina .ku akan mengum"ulkan dana dari bangsa-bangsa yang "eduli dengan )alestina .ku akan membangun sekolah dan mengobarkan semangat untuk merdeka < 666666 $=9-+.* tiga bulan Hah%a tinggal di -ndonesia, bolak-balik ke berbagai daerah di Ja%a, memasuki berbagai "er"ustakaan, me%an&arai se#umlah orang, tokoh, budaya%an, dan akademisi berkaitan dengan to"ik yang sedang ditelitinya $aatnya ia "ulang, aku tiba-tiba

merasa kehilangan -a "un demikian 9etika mengantarnya di bandara, kami berangkulan sangat lama :.ku "asti datang lagi,< katanya sambil menyeka butiran air matanya .ku tidak da"at berkata a"a-a"a, ke&uali air mata "ula yang menetes $etelah itu, ia terus berkomunikasi denganku le%at surat elektronik +idak hanya bertanya atau menggali in,ormasi tentang $intren, ia #uga ra#in men&eritakan suasana )alestina terkini, ber&erita tentang ayah-ibunya yang ingin melihat tanah -ndonesia, #uga menanyakan kabar anak-anak dan suamiku .ku merasa kami telah men#adi saudara 'en#elang akhir tahun, ia mengirim surat elektronik yang menyatakan ia telah menyandang gelar master -a mengaku segera "ulang ke )alestina .ku begitu gembira mendengar kabar itu dan segera membalasnya untuk mengu&a"kan selamat .ku #uga meniti" salam untuk ayah-ibu serta seluruh keluarganya di )alestina +ernyata, itu email terakhir Hah%a $etelah itu, aku tidak "ernah lagi mendengar kabarnya .ku men&oba mengirim bebera"a surat elektronik, tan"a ada balasan .ku bahkan men&oba menel"on ke nomor tele"on genggam yang sem"at diberikan dulu, tidak tersambung $ementara itu di )alestina, kematian demi kematian datang se"erti kereta teramat "an#ang $erangan demi serangan dari -srael begitu meluluhlantakkan negeri itu :Hah%aK $emoga +uhan melindungimu <

<ep&!, )anuari 200:

+erima kasih Dianing ;idya Audhistira )erum Oila )amulang Blok DJ R @o 8 )ondok )etir $a%angan 5 De"ok 1611R =mail : dianing%idyaSyahoo &om Blog !" : htt":TTdianing %ord"ress &om : 0812 80N 08R1