Anda di halaman 1dari 9

Bab I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Partus adalah suatu proses pengeluaraan hasil konsepsi yang dapat hidup kedunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. Partus lama adalah fase laten lebih dari 8 jam. Persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih, bayi belum lahir. Dilatasi serviks di kanan garis waspada persalinan aktif (Syaifuddin AB., 2001 : h 184). Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primigradiva, dan lebih dari 18 jam pada multigradiva. (Mochtar, 1998 : h 348)Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18 jam, yang dimulai dari tanda-tanda persalinan. Penyebab dari partus lama antara lain adalah kelainan letak janin, kelainan panggul, kelainan his, pimpinan partus yang salah, janin besar atau ada kelainan kongenital, primitua, perut gantung, grandmulti dan ketuban pecah dini. Penatalaksanaan pada partus lama diantaralain dengan melakukan induksi persalinan, vakum ekstraksi, dan secsio cesaria. Sebelum keputusan untuk melakukan tindakan tersebut diambil pertimbangan secara teliti dengan resiko yang mungkin terjadi . Tindakan yang diambil secara cepat ini akan berdampak pada menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia yang masih tinggi. Menurut data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, AKI 228 per 100.000 kelahiran hidup, AKB 34 per 1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Neonatus (AKN) 19 per 1000 kelahiran hidup. Upaya penurunan AKI difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu, yang terjadi 90% pada saat persalinan. Kasus kematian ibu segera setelah persalinan juga banyak, meliputi perdarahan 28%, eklampsia (24%, infeksi 11%, komplikasi puerperium 8%, partus macet 5%, abortus 5%, trauma obstetric 5%, emboli 3% dan lain-lain 11%. B. Tujuan Penulisan Referat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai partus lama. C. Batasan Masalah Penulisan referat ini dibatasi pada penyebab-penyebab partus lama dan enatalaksanaannya. D. Metode Penulisan Penulisan referat ini disusun berdasarkan tinjauan kepustakaan yang diambil dari berbagai literatur.

Bab II PARTUS LAMA A. Definisi Persalinan lama, disebut juga distosia, didefinisikan sebagai persalinan yang abnormal/sulit. Pada umumnya, perjalanan persalinan normal dengan P3 (power, passage and passanger) adekuat akan berlangsung aman spontan belakang kepala dalam rentang waktu ; a. Primigravida : 18 jam b. Multigravida : 12-14 jam Partus lama adalah perjalanan persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam, tetapi belum menimbulkan komplikasi maternal atau fetal.

B. Etilogi Sebab-sebab partus lama(distosia) dapat dibagi dalam 3 golongan besar : 1. Kelainan tenaga (atau kelainan his) = Power His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya dapat menyebabkan bahwa rintangan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan, tidak dapat diatasi, sehingga persalinan mengalami hambatan atau kemacetan. 2. Kelainan janin = Passenger Persalinan dapat mengalami gangguan atau kemacetan karena kelainan dalam letak atau bentuk janin. 3. Kelainan jalan lahir = Passage Kelainan dalam ukuran atau bentuk jalan lahir bisa menghalangi kemajuan persalinan atau menyebabkan kemacetannya. C. Faktor Resiko - Kelainan his terutama pada primigravida tua, pada multipara lebih banyak ditemukan inersia uteri ( fundus berkontaksi lebih kuat dan lebih dulu daripada bagian lainnya) - Kelainan janin terutama pada ibu hamil dengan gula darah tidak terkontrol saat kehamilan, beresiko janin makrosomnia ( bayi besar). Kelainan letak janin pun akan menghalangi kemajuan persalinan, namun ini akan bisa disingkirkan dengan pemeriksaan palpasi yang benar. - Kelainan jalan lahir biasanya didapatkan pada ibu dengan tinggi badan <145cm.

D. Patogenesa 1. Distosia karena kelainan tenaga (his) Distosia karena kelainan tenaga (his) adalah his yang tidak normal, baik kekuatan maupun sifatnya, sehingga menghambat kelancaran persalinan. Satu sebab yang penting dalam kelainan his, khususnya inersia uteri, ialah apabila bagian bawah janin tidak berhubungan rapat dengan segmen bawah uterus misalnya pada kelainan letak janin atau disproporsi sefalopelvik. Peregangan rahim yang berlebihan pada kehamilan ganda maupun hidramnion juga dapat merupakan penyebab dari inersia uteri yang murni. Jenis-jenis kelainan his : a. Inersia uteri Disini his bersifat biasa dalam arti bahwa fundus berkontraksi lebih kuat dan lebih dahulu daripada bagian-bagian lain, peranan fundus tetap menonjol. Kelainannya terletak dalam hal kontraksi uterus lebih aman, singkat dan jarang daripada biasa. Inersia uteri dibagi atas 2 keadaan : 1). Inersia uteri primer. Kelemahan his timbul sejak permulaan persalinan. 2). Inersia uteri skunder. Kelemahan his yang timbul setelah adanya his yang kuat, teratur dan dalam waktu yang lama. Inersia uteri menyebabkan persalinan akan berlangsung lama dengan akibatakibatnya terhadap ibu dan janin b. Tetania uteri (hypertonic uterine contaction) Adalah his yang terlampau kuat dan terlampau sering sehingga tidak ada relaksasi rahim. His yang terlampau kuat dan terlampau efisien menyebabkan persalinan selesai dalam waktu singkat. Partus yang sudah selesai kurang dari 3 jam dnamakan partus presipitatus: sifat his normal, tonus otot diluar his juga biasa, kelainannya terletak pada kekuatan his. Akibatnya dapat terjadi perlukaan luas pada jalan lahir, khususnya serviks uteri, vagina, dan perineum, pada bayi dapat terjadi perdarahan intrakranial. c. Incoordinate uterine action Di sini sifat his berubah-ubah, tonus otot uterus meningkat juga diluar his, tidak ada koordinasi dan sinkronisasi antara kontraksi dan bagian-bagiannya. Jadi kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan apalagi pengeluaran janin. 2. Distosia karena kelainan janin Abnormalitas pada presentasi, posisi atau perkembangan janin antara lain ;

Presentasi bokong
3

Presentasi muka Presentasi dahi Presentasi puncak Letak lintang Presentasi majemuk Makrosomia feetalis Hidrosefalus Perut bayi yang besar penyebab distosia (distensi hebat vesika urinaria, pembesaran ginjal dan hati) Kembar siam Distosia bahu pada kala II ; - Kepala janin telah dilahirkan tetapi bahu tersangkut dan tidak dapat dilahirkan - Kepala janin dapat dilahirkan tetapi tetap berada dekat vulva - Dagu tertarik dan menekan perineum

- Tarikan pada kepala gagal melahirkan bahu yang terperangkap dibelakang simfisis pubis 3. Kelainan jalan lahir Distosia akibat kesempitan panggul a. Kesempitan pintu atas panggul, pintu atas panggul dikatakan sempit jika ukuran konjugata vera kurang dari 10 cm atau diameter transversa kurang dari 12 cm. b. Kesempitan panggul tengah, bila jumlah diameter interspinarum ditambah diameter sagitalis posterior 13,5 cm (normalnya 10,5 +5 cm =15,5 cm ) c. Kesempitan pintu bawah panggul, diartikan jika distansia intertuberum 8 cm. d. Kesempitan panggul umum, mencakup adanya riwayat fraktur tulang panggul, poliomielitis, kifoskoliosis, wanita yang bertubuh kecil, dan dismorfik, pelvik kifosis. Abnormalitas pada jalan lahir yang bukan tulang panggul : 1. 2. 3. 4. 5. Abnormalitas vulva ( atresia vulva, inflamasi vulva, tumor dekat vulva) Abnormalitas vagina (atresia vagina, seeptum longitudinalis vagina, striktur anuler) Abnormalitas serviks (atresia dan stenosis serviks, Ca serviks) Kelainan letak uterus (antefleksi, retrofleksi, mioma uteri, mioma serviks) Tumor ovarium (jinak atau ganas)

E. Manifestasi Klinis Menurut chapman (2006 : h 42), penyebab partus lama adalah :

a. Pada ibu : 1) Gelisah 2) Letih 3) Suhu badan meningkat 4) Berkeringat 5) Nadi cepat 6) Pernafasan cepat 7) Meteorismus 8) Didaerah sering dijumpai bandle ring, oedema vulva, oedema serviks, cairan ketuban berbau terdapat mekoneum b. Janin : 1) DJJ cepat, hebat,tidak teratur bahkan negatif 2) Air ketuban terdapat mekoneum kental kehijau-hijauan, cairan berbau 3) Caput succedenium yang besar 4) Moulage kepala yang hebat 5) Kematian janin dalam kandungan 6) Kematian janin intrapartal

F. Diagnosis Kriteria Diagnostik Kelainan Persalinan Akibat Persalinan Lama atau Persalinan Macet Pola Persalinan Nulipara Multipara Persalinan Lama Pembukaan <1,2cm/jam <1,5cm/jam Penurunan <1,0cm/jam <2,0cm/jam Persalinan Macet Tidak ada pembukaan >2jam >2jam Tidak ada Penurunan >1jam >1jam Sumber : The American College of Obstetricians and Gynecologist (1995)

Bab III PENATALAKSANAAN PARTUS LAMA Penatalaksanaan partus lama dikarenakan kelainan tenaga/ his : 1. Inersia Uteri Periksa keadaan serviks, presentasi dan posisi janin, turunya bagian terbawah janin dan keadaan panggul. Kemudian buat rencana untuk menentukan sika dan tindakan yang akan dikerjakan, misalnya pada letak kepala. 1) Berikan oksitosin drips 5-10 satuan dalam 500 cc dekstrosa 5 % dimulai dengan 12 tetes per menit, dinaikkan setiap 10-15 menit sampai 40-50 tetes per menit. Maksud pemberian oksitosin adalah supaya serviks dapat membuka. 2) Pemberian oksistosin tidak usah terus menerus, sebab bila tidak memperkuat his setelah pemberian lama, hentikan dulu dan ibu dianjurkan istirahat. 3) Bila inersia disertai dengan disproporsi sefalopelvis maka sebaiknya dilakukan seksio sesarea. 4) Bila semula his kuat tetapi kemudian terjadi inersia uteri skunder, ibu lemah dan partus telah berlangsung lebih dari 24 jam pada primi dan 181 jam pada multi, tidak ada gunanya memberikan oksitosin drips; sebaiknya partus segera diselesaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan dan indikasi obtetrik lainnya (ekstraksi vakum atau forcep, atau seksio sesarea) 2. Tetania uteri / his terlalu kuat 1). Berikan obat seperti morfin, luminal, dsb, asal janin tidak akan lahir dalam waktu dekat (4-6 jam) kemudian. 2). Bila ada tanda-tanda obstruksi, persalinan harus segera diselesaikan dengan seksio sesarea. 3). Pada partus presipitatus tidak banyak yang dapat dilakukan karena janin lahir tibatiba dan cepat 3. Incoordinate uteri 1) Untuk mengurangi rasa takut, cemas dan tonus otot,m berikan obat-obat penghilang sakit dan penenang (sedatif dan analgetik) seperti morfifn, petidin dan valium 2) Apabila persalinan sudah berlangsung lama dan berlarut-laru, seleaikan partus menggunakan hasil pemeriksaan dan evaluasi, dengan ekstraksi vakum, forsep, atau seksio sesarea.

Penatalaksaan partus lama karena kelainan janin : Distosia Bahu : 1. Buat episiotomi yang cukup luas 2. Posisi setengah duduk dengan hiperfleksi panggul 3. Penekanan pada bahu yang terletak didepan dengan arah sternum bayi untuk memutar bahu dan mengecilkan diameter bahu. 4. Jika semua tindakan tidak dpat melahirkan bahu, patahkan klavikula. Jika bayi besar dengan presentasi kepala : dapat lakukan vakum ekstraksi Penatalaksanaan partus lama karena kelainan jalan lahir : Jika diagonosis CPD, lakukan seksio sesarea Jika bayi mati lakukan kraniotomi atau embriotomi

Bab IV KESIMPULAN Partus lama adalah perjalanan persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam, tetapi belum menimbulkan komplikasi maternal atau fetal. Partus lama ini mengikutkan factor penyebab dari tenaga ibu (power), bentuk dan ukuran janin ( passenger) dan jalan lahir (passage) . Analisa dini saat antenatal care diperlukan untuk mempersiapkan resiko yang mungkin akan dihadapi. Saat proses persalinan, partus lama harus segera dianalisa dan ditindak sesuai penyebab yang ditemukan untuk bisa menyelamatkan ibu dan bayi.

Daftar Pustaka 1. Alamsyah, Mohammad : Persalinan Lama ; Ilmu Kebidanan, Edisi Ketiga Cetakan Keempat, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 1999. 2. Cunningham, Normal Labour and Delivery; Williams Obstetrics, 22th edition. Appleton & Lange New York, 2007 3. Johnson, Trevor : Labour Prolonged Caudal Continuous Of Trial A Clinical Analgesia. British Medical Journal, 2009. 4. Saifuddin, AB ; Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, edisi pertama 2000, JNPKKR-POGI-Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 2001.